cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KONFIKS
ISSN : 23552638     EISSN : 27461866     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
PENGEMBANGAN PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 PERCUT SEI TUAN dedek_00; Ardiansyah, Dedek; Saputra, Edi
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/g4zm0c72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audiovisual guna meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur dan penggunaan bahasa dalam teks eksposisi. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, dan bahasa, media yang dikembangkan memperoleh kategori “sangat valid” dengan rata-rata skor di atas 88%. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa media dinilai “praktis” dan mudah digunakan, dengan 92% siswa memberikan respon positif. Hasil evaluasi efektivitas menunjukkan peningkatan kemampuan menulis siswa dengan nilai rata-rata pretest sebesar 52,73 dan posttest sebesar 84,58, dengan N-Gain sebesar 0,6657 atau 66,57% yang termasuk kategori efektif. Media audiovisual ini terbukti mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penyajian materi yang menarik, kontekstual, serta memadukan unsur visual dan audio secara seimbang. Dengan demikian, media pembelajaran audiovisual berbasis model ADDIE layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk memperkuat keterampilan menulis teks eksposisi secara efektif dan menyenangkan.
FROM CONVENTIONAL READING TO MOODLE-BASED LEARNING: AN EXPERIMENTAL STUDY ON UNDERGRADUATE STUDENTS’ READING COMPREHENSION Hidayati, Hidayati; Indrawati, Inda; Sudaryati, Sri; Abrar, Andi Muhammad; Rusdin, Diyenti; Marzuki, Marzuki
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qywp0457

Abstract

The rapid advancement of digital technology has encouraged the integration of Learning Management Systems (LMS) in higher education, including in reading instruction. Although Moodle is widely adopted, empirical evidence based on experimental approaches that directly examine its effectiveness in enhancing undergraduate students’ reading comprehension remains limited, particularly in comparison with conventional reading instruction. This study aimed to investigate the effect of Moodle-based reading instruction on students’ reading comprehension and to compare learning outcomes between students taught through Moodle and those taught through traditional instructional methods. A quasi-experimental research design employing a pretest–posttest control group was applied. The participants consisted of 46 undergraduate students divided into two intact classes: an experimental group (n = 23) and a control group (n = 23). The experimental group received reading instruction through Moodle, integrating structured learning materials, interactive activities, and formative assessments, while the control group was taught using conventional face-to-face reading instruction with printed materials and teacher-led discussions. A reading comprehension test was administered as both a pretest and a posttest. Data were analyzed using descriptive statistics, paired-samples t-tests to examine within-group improvement, independent-samples t-tests to compare posttest performance between groups, and effect size analysis to assess practical significance. The results revealed that both groups demonstrated significant improvement in reading comprehension from pretest to posttest; however, the experimental group showed significantly greater gains than the control group. Furthermore, the posttest comparison indicated a statistically significant difference with a large effect size, suggesting that Moodle-based instruction had a substantial and educationally meaningful impact on students’ reading comprehension. Overall, the findings indicate that Moodle-based reading instruction is an effective approach for enhancing undergraduate students’ reading comprehension and offers considerable pedagogical benefits for reading instruction in higher education contexts.
DISCOURSE ON SEXUAL VIOLENCE AND GENDER INEQUALITY  IN THE PALESTINIAN-ISRAELI CONFLICT: SARA MILLS’ CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Aulia Sirait, Nurul; Zawawi, Moh
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/07r8ks13

Abstract

This study examines the discourse of sexual violence and gender inequality against Palestinian women in the Palestine–Israel conflict using Sara Mills’ Critical Discourse Analysis approach. It aims to reveal how women’s positions are represented in Arabic online media Al Arabiya, Al Jazeera, and CNN Arabic. The research employs a qualitative descriptive method, analyzing ten news texts based on four key elements of Mills’ framework: the subject, object, writer, and reader positions. The findings show that Palestinian women experience multiple layers of oppression. They are victims of sexual violence, harassment, humiliation, and murder by Israeli forces, while also facing structural inequality such as limited access to reproductive health and basic needs. Al Arabiya portrays women as powerless victims, Al Jazeera provides space for women to speak as active subjects, while CNN Arabic presents their suffering collectively but often conceals the perpetrators through passive constructions. These findings highlight that the Palestine Israel conflict is not merely political or military but also a gendered media issue, where women are symbolized as powerless sufferers. Thus, media discourse plays a crucial role in shaping public awareness of justice and gender equality for Palestinian women.
DEATH AS  CULTURAL TEXT:  HERMENEUTICS  OF TORAJA LANGUAGE AND CONTEXTUAL THEOLOGY Kristanto, Kristanto; Dewi, Resnita
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mhxsaa27

Abstract

Kematian dalam masyarakat Toraja tidak hanya dipahami sebagai peristiwa biologis, tetapi sebagai pengalaman budaya yang diungkapkan dan dimaknai melalui bahasa. Artikel ini bertujuan mengkaji bahasa Toraja tentang kematian sebagai teks budaya dengan menggunakan pendekatan hermeneutika bahasa yang dipadukan dengan perspektif teologi kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-interpretatif melalui studi pustaka dan analisis teks budaya terhadap istilah, ungkapan, serta narasi kematian dalam bahasa Toraja. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Toraja (khususnya dalam Aluk To Dolo) memaknai kematian sebagai proses yang berlangsung secara bertahap, mempertahankan orang yang telah meninggal sebagai subjek sosial yang tetap berelasi dengan komunitas, serta membingkai kematian melalui metafora perjalanan yang kaya makna simbolik. Pembacaan hermeneutik memperlihatkan bahwa bahasa kematian Toraja membentuk pemahaman yang relasional, komunal, dan dinamis. Implikasi teologi kontekstual dari kajian ini menegaskan bahwa bahasa budaya dapat menjadi ruang refleksi iman yang membumi dan dialogis. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi bagi kajian bahasa dan sastra, khususnya dalam memahami narasi kematian sebagai teks budaya, sekaligus memperkaya pengembangan teologi kontekstual di Indonesia.
Analisis Gaya Bahasa pada Puisi-puisi Karya Joko Pinurbo Abdul Fatah, Fauzan Taqiyuddin; Kholik, Kholik
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/pq7hnj26

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis fitur bahasa yang terdapat dalam dua puisi karya Joko Pinurbo dengan judul, "Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya" dan "Kepada Uang". Esensi dalam memahami gaya bahasa sebagai aspek utama yang mencerminkan nilai keindahan dan emosional dalam karya sastra merupakan latar belakang dari penelitian ini. Tujuan analisis ini untuk mengidentifikasi dan menafsirkan penggunaan gaya bahasa dalam puisi-puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan stilistika, dimana peneliti dapat menemukan unsur gaya bahasa yang lebih dominan dengan cara menganalisis teks. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat, mengklasifikasi, dan menginterpretasi isi puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa majas yang digunakan meliputi personifikasi, metafora, simbolisme, ironi, simile, hiperbola, dan apostrof. Puisi pertama menjelaskan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan melalui metafora komunikasi, sedangkan puisi kedua menggambarkan hubungan manusia dengan uang melalui simbolisme kehidupan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa bahasa figuratif Joko Pinurbo mengindikasikan keunikan dan kedalaman makna, menjadikan karyanya relevan dalam pembelajaran sastra sebagai bahan apresiasi seni dan refleksi sosial. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap puisi Indonesia serta memperkaya pengetahuan tentang pembelajaran sastra di kancah akademik.Kata Kunci: Joko Pinurbo, puisi, gaya bahasa, stilistika. AbstractThe aim of this study is to analyze the language features contained in two poems by Joko Pinurbo. The essence of understanding language style as the main aspect that reflects the beauty and emotional values in literary works is the background of this research. The aim of this analysis is to identify and interpret the use of language styles in these poems. This study uses a qualitative descriptive method through a stylistic approach, where researchers can find elements of language style that are more dominant by analyzing the text. Data collection techniques by reading, recording, classifying, and interpreting the contents of the poem. The results of the analysis show that the figures of speech used include personification, metaphor, symbolism, irony, simile, hyperbole, and apostrophe. The first poem explains the vertical relationship between humans and God through the metaphor of communication, while the second poem describes the relationship between humans and money through the symbolism of everyday life. The conclusion of this study confirms that Joko Pinurbo's figurative language indicates uniqueness and depth of meaning, making his work relevant in literary learning as a material for art appreciation and social reflection. This study is expected to increase appreciation of Indonesian poetry and enrich knowledge about literary learning in the academic arena.Keywords: Joko Pinurbo, poetry, style, stylistics.
TIPOLOGI UNGKAPAN TRADISIONAL PADA PROSESI MOIMBOU MAMAK DI DESA CIPANG KIRI HULU Muslim, Muslim; Refniyati, Refniyati
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3xrpve27

Abstract

Moimbou mamak adalah salah satu tradisi yang ada di Desa Cipang Kiri Hulu. Pada prosesi moimbou mamak ini terdapat sastra lisan yang berupa ungkapan. Era globalisasi sekarang ini membuat  ungkapan tradisional ini tidak begitu diketahui bentuk maupun maknanya oleh generasi muda. Seiring berjalannya waktu, ketidaktahuan ini dikhawatirkan dapat menyebabkan hilangnya warisan budaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tipologi ungkapan tradisional pada prosesi moimbou mamak di Desa Cipang Kiri Hulu. Penelitian ini penting dilakukan karena ungkapan tradisional pada prosesi moimbou mamak merupakan bentuk ekspresi kebahasaan yang merepresentasikan nilai, pola pikir, dan estetika bahasa masyarakat penuturnya. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.  Langkah-Langkah analisis data yang ditempuh dalam  penelitian ini yaitu. (1) Merekam ungkapan tradisional yang dituturkan oleh informan, Asri S. (2) Mentranskripsikan data dari rekaman ke bentuk data tulis. (3) Menenerjemahkan data dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. (4) Mengidentifikasikan data. (5) Mengklasifikasikan data berdasarkan tipologi bentuk atau jenis. (6) Menafsirkan data berdasarkan jenisnya. (7) Mendeskripsikan tipologi pada ungkapan tradisional pada prosesi moimbou mamak. (8) Menarik kesimpulan penelitian. Berdasarkan hasil klasifikasi, dari 75 data ditemukan empat tipologi ungkapan tradisional, yaitu peribahasa sesungguhnya sebanyak 45 data, peribahasa yang tidak lengkap kalimatnya sebanyak 21 data, peribahasa perumpamaan sebanyak 8 data, dan ungkapan-ungkapan yang mirip peribahasa sebanyak 1 data. Keempat tipologi tersebut memperlihatkan perbedaan dalam struktur dan tingkat kekiasan, namun memiliki kesamaan dalam hal penyampaian makna secara simbolik dan implisit. Tipologi tersebut menunjukkan kekayaan struktur dan gaya tutur masyarakat tradisional.   Kata Kunci: Tradisi, tipologi, ungkapan tradisional.
Makna Simbolik dalam Posambua Pesta Adat Ma’ata’a, Suku Buton, Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara Safaria, Nur; Queena Hadi Putri, Nina
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/2svgag40

Abstract

Tradisi Posambua adalah puncak dari rangkaian Pesta Adat Ma’ata’a yang dilakukan oleh Suku Buton di Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun sejak zaman Kesultanan Buton dan bertujuan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, serta keberkahan bagi masyarakat melalui ritual yang kaya akan nilai religius dan sosial. Penelitian ini ingin mengungkap makna simbolik di balik setiap prosesi Posambua. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik etnografi, yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan pencatatan sistematis. Data penelitian mencakup doa dan mantra serta rangkaian acara Ma’ata’a sampai ke inti acara Posambua, yang menunjukkan makna simbolik bagi masyarakat Suku Buton. Sumber data diambil dari pelaksanaan upacara adat suku Buton di Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang bersifat interaktif, mencakup reduksi data, penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap rangkaian acara Ma’ata’a mengandung makna simbolik berupa doa atau mantra, terutama pada inti upacara Posambua. Simbol-simbol dalam prosesi Ma’ata’a, seperti Pogau-gaua, Tooa, Pisampea, Bhongkaano Bhaghata, dan Bululiano Galampa melambangkan penghormatan kepada leluhur, permohonan perlindungan, dan harmoni antara manusia, alam, serta Sang Pencipta. Tradisi ini juga berfungsi mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Suku Buton. Kata Kunci: Posambua, Ma’ata’a, makna simbolik, tradisi Buton, Sorawolio.
NARASI DAN PERSPEKTIF JURNALIS TERHADAP ISU KESETARAAN GENDER(ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS PADA MEDIA ONLINE INDONESIA) Dina Agustriani; Ari Kartini; Asep Nurjamin; Agus Hamdani
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ajyykr33

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi guru perempuan PPPK yang menggugat cerai suami dalam media daring menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Fokus penelitian berada pada posisi subjek dan objek, peran gender, serta konstruksi kuasa yang muncul dalam narasi berita. Data diperoleh dari berita online Indonesia yang memberitakan fenomena perceraian guru perempuan setelah menerima SK PPPK. Hasil analisis menunjukkan perempuan diposisikan sebagai subjek aktif dengan legitimasi ekonomi dan kemampuan mengambil keputusan rumah tangga, sedangkan laki-laki lebih banyak diposisikan sebagai objek pasif. Pemberitaan menekankan konflik psikologis, tekanan peran ganda, dan ketidakpuasan rumah tangga sebagai faktor yang memengaruhi keputusan perceraian. Temuan ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti representasi perempuan dalam media dan transformasi posisi gender dalam relasi sosial. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana media daring membentuk persepsi kuasa dan gender dalam konteks sosial dan rumah tangga. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Sara Mills, perceraian, representasi gender, media daring.
EFFECTIVENESS OF STUDENTS' DIRECTIVE SPEECH ACTS COMMUNICATION PATTERNS AT SMKN 2 PALU Indriani Rais, Fajrin; Yunidar; Ulfah; Ida Nur'aeni; Mohammad Tahir
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/y21hg177

Abstract

This study aims to describe the patterns and effectiveness of directive speech acts used by students of the Visual Communication Design (DKV) Department under the Merdeka Curriculum at SMKN 2 Palu, particularly in the context of promoting their design products. The study combines qualitative analysis of directive forms (inviting, requesting, suggesting, commanding) with quantitative measurement of communication effectiveness using a Likert scale. The findings reveal that students predominantly use inviting and suggesting speech acts, while requesting and commanding occur less frequently. Based on Berlo’s SMCR model, the suggesting directive emerges as the most effective form due to its combination of politeness, clarity of intention, and persuasive power, whereas requesting shows the lowest effectiveness. Social factors such as gender, age, local dialect use, and learning environment influence students’ communication patterns. The Chi-Square test indicates a significant relationship between types of directive speech acts and their levels of effectiveness (p < 0.05). These findings highlight the need to strengthen students’ professional communication competence within the DKV learning framework, particularly in the context of the Merdeka Curriculum and Teaching Factory, to enable students to promote their design works more persuasively and in alignment with industry standards
DEVELOPMENT OF DESCRIPTIVE TEXT WRITING MATERIALS INTEGRATED WITH PEACE VALUES FOR BULLYING PREVENTION Sakaria, Sakaria; Anshari, Anshari; S.S., S.Pd., M.Pd., Dr. Sakaria,
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8j6v7144

Abstract