cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KONFIKS
ISSN : 23552638     EISSN : 27461866     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
LANGUAGE CRIMES AGAINTS IN PRESIDENTIAL CANDIDATE SOCIAL MEDIA X CAPTIONS (FORENSIC LINGUISTIC STUDY) Pramudya, Dwiki Ayu; R, Dian Karina; Suher, Suher
JURNAL KONFIKS Vol 11 No 1 (2024): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v11i1.12978

Abstract

Language crimes are increasingly massive on various social media, carried out intentionally or unintentionally by users as a form of expressive expression. Forensic linguistics is the applied science of linguistics which includes theories, methods and analysis of language in legal issues such as criminal law, civil law, constitutional law, customs and other laws. The aim of this research is to reveal the meaning by describing the types of language crimes from netizens' uploaded captions. on social media X. Forensic linguistics is included in macrolinguistics which combines linguistics and law. Interdisciplinary in this theory is to solve legal problems whose object can be seen from the use of language. The method used is descriptive qualitative with data analysis based on pragmatics and discourse analysis. The object used is the captions uploaded by netizens on social media The diction used is the words be careful, be careful, and don't incite other people. The captions are derogatory with sarcastic expressions and even use harsh words such as kadrun, gedabrus, and ongkang-ongkong. The diction used is total failure, broken, bungul, dummy, KW, and stupid in the insult category. Defamation is described as spreading fake news because account users do not include existing facts. Meanwhile, in the category of hate speech, it is described by the use of harsh diction such as stupid bullshit, hypocritical bangke, sarcastic, bullshit, backbiting, and cheating.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LAYANGAN PUTUS KARYA MOMMY ASF Indriani, Rizki; Rahayu, Sri
JURNAL KONFIKS Vol 10 No 2 (2023): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v10i2.13111

Abstract

Karya sastra tidak sekadar merupakan kumpulan kata-kata yang tersusun rapi, tetapi merupakan manifestasi dari kreativitas manusia yang mencerminkan imajinasi, pemikiran, dan tindakan. Dalam konteks ini, memahami karya sastra memerlukan pendekatan yang tidak hanya melibatkan aspek estetika dan naratif, tetapi juga tinjauan psikologis terhadap kepribadian tokoh-tokohnya. Ini karena karakter dalam karya sastra seringkali menjadi cerminan dari kompleksitas manusia, yang tercermin dalam struktur kepribadian mereka, seperti id, ego, dan superego. Penelitian terhadap kepribadian tokoh dalam karya sastra, seperti novel Layangan Putus karya Mommy ASF, menjadi penting untuk mengeksplorasi dinamika karakter dan bagaimana mereka bereaksi terhadap berbagai situasi. Metode deskriptif digunakan untuk menguraikan, menganalisis, dan menginterpretasikan kepribadian tokoh utama dalam novel tersebut, dengan fokus pada tiga aspek kepribadian yaitu id, ego dan superego. Data penelitian diperoleh dari novel Layangan Putus karya Mommy ASF itu sendiri, dengan menggunakan kutipan-kutipan yang relevan yang menggambarkan sifat-sifat dan perilaku tokoh utama. Teknik hermeneutik digunakan dalam pengumpulan dan analisis data, yang melibatkan proses pembacaan, pencatatan, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa novel tersebut menghadirkan karakter tokoh utama dengan dominasi kepribadian id. Kinan memiliki kepribadian yang ditunjukan dengan rasa keinginan yang berlebihan.  Sedangkan unsur id pada Aris tergambar sebagai individu yang memiliki keinginan yang kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kompleksitas karakter dalam karya sastra, sekaligus menjadi pijakan untuk penelitian lanjutan dalam bidang sastra dan psikologi sastra.
KONSERVASI BAHASA BANJAR SEBAGAI USAHA PELESTARIAN BAHASA DAERAH DI KALIMANTAN SELATAN Kamariah, Kamariah; Hamidah, Jamiatul; Krismanti, Ninuk
JURNAL KONFIKS Vol 10 No 2 (2023): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v10i2.13118

Abstract

Bahasa Banjar merupakan bahasa daerah Kalimantan Selatan. Banyak pemerhati bahasa di Kalimantan Selatan mengatakan bahwa Bahasa Banjar mulai mengalami pergeseran bahasa. Pergeseran tersebut terjadi karena adanya hegomoni bahasa lain seperti Bahasa Indonesia dan bahkan bahasa asing. Untuk mencegah pergeseran bahasa tersebut maka diperlukan konservasi terhadap Bahasa Banjar. Tujuan dilaksanakannya konservasi adalah agar kelestarian Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu di Kalimantan Selatan tetap terjaga. Artikel ini membahas mengenai faktor penyebab pergeseran Bahasa Banjar dan konservasi yang dilakukan untuk pelestarian Bahasa Banjar. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengkajian maka faktor-faktor yang menyebabkan Bahasa Banjar mengalami pergeseran adalah adanya faktor kurangnya kesadaran penutur, pengajaran bahasa dari orang tua, kawin campur, media dan remaja yang kurang mengetahui Bahasa Banjar. Untuk menghindari pergeseran tersebut diperlukanlah konservasi bahasa. Bentuk konservasi Bahasa Banjar yang dapat dilakukan berupa, melakukan kajian mengenai Bahasa Banjar, mengangkat Bahasa Banjar sebagai media berekspresi, melaksanakan kegiatan-kegiatan Ilmiah, dan menggiatkan kembali Sastra Banjar. Dengan dilaksanakannya konservasi maka diharapkan Bahasa Banjar tetap eksis dan bertahan sebagai bahasa daerah di Kalimantan Selatan.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KUMPULAN DONGENG FUTURISTIK KARYA ARLEEN A. Mangera, Elisabet; Demiroglu, Sevgi
JURNAL KONFIKS Vol 10 No 2 (2023): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v10i2.13121

Abstract

Kumpulan dongeng futuristik merupakan media yang menawarkan pengalaman membaca yang unik, dengan memadukan unsur fiksi ilmiah dan perkembangan teknologi masa depan dalam cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kumpulan dongeng futuristik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks kumpulan dongeng futuristik yang dipilih dengan fokus penelitian pada nilai pendidikan karakter dalam dongeng futuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan dongeng futuristik mampu menyampaikan nilai-nilai karakter seperti ketekunan, kreativitas, toleransi, kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi dalam konteks masa depan yang terus berubah. Kisah-kisah ini sering kali mengeksplorasi tantangan moral yang relevan dengan perkembangan teknologi dan sains. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa dongeng futuristik dapat menjadi alat yang efektif dalam pendidikan karakter, karena memungkinkan pembaca untuk merefleksikan implikasi moral dari kemajuan teknologi dan situasi masa depan yang belum terjadi. Penelitian ini mempunyai implikasi penting dalam pengembangan literasi karakter dalam pendidikan, serta dalam memahami peran kreativitas dan imajinasi dalam pembentukan nilai-nilai karakter. Kumpulan dongeng futuristik dapat menjadi sumber inspirasi pendidikan karakter yang lebih relevan dengan tantangan masa depan. Pembaca dapat belajar dari pengalaman para tokoh dalam cerita untuk mengembangkan sikap dan keterampilan tokoh yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia yang semakin kompleks. Melalui dongeng futuristik dapat membawa anak-anak untuk mampu berpikir kritis tentang kehidupan di masa mendatang.
ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM LITERASI MEMBACA SISWA DI SD DAREL HIKMAH Perdana, Putri Mayang; Mukhlis, Muhammad
JURNAL KONFIKS Vol 10 No 2 (2023): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v10i2.13907

Abstract

AKM merupakan suatu cara untuk mengukur dan menilai pencapaian pada kemampuan membaca peserta didik di seluruh Indonesia dan membandingkan nya dengan standar internasional. AKM dapat juga membantu siswa meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membangun rancangan pembelajaran di dalam porses belajar dalam kelas. Hal ini juga sangat berkontribusi dalam meningkatkan kemajuan pendidikan di indonesia. Dalam peneilitan ini penulis menggunakan metode kualitatif dan penulis juga menelaah mengunakan metode studi kasus. Kenapa penulis menggunakan metode studi kasus ? karena studi kasus juga bertujuan untuk mengkaji dan  mengungkap bagaimana kemampuan literasi peserta didik  dengan meneliti situasi dan menelaah kondisi di SD Darel Hikmah pekanbaru. Hasil dari penelitian ini ada tiga level kognitif yaitu 25% peserta didik dapat menentukan informasi 25% peseta didik dan memiliki pemahaman sebesar 20 peserta didik tidak mampu dalam mengevaluasi atau menelaah soal AKM literasi membaca. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengerjaan soal AKM literasi membaca. Penelitian ini memberikan gambaran tentang kemampuan literasi membaca peserta didik dan dapat digunakan untuk bahan evaluasi meningkatkan kualitas belajar - mengajar
INTERRELATION OF THE ECOLOGICAL LEXICON WITH THE SUSTAINABILITY OF REGIONAL LANGUAGES Ulfa, Mariam; Bhatti, Muhammad Safdar
JURNAL KONFIKS Vol 11 No 2 (2024): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v11i1.14468

Abstract

This research focuses on exploring that the existence of language can be measured from the continuity of the lexicon as the smallest element of language. The use of the ecological lexicon in society is interrelated with the existence of its referent. Based on this, this research uses interdisciplinary studies, namely ecology and linguistics. This research attempts to measure the vitality of the lexicon by recording the ecological lexicon of flora and fauna through lexicon classification. This research aims to find the interrelation between the existence of an ecological lexicon and the survival of regional languages. This research approach uses a qualitative design with the concept of ecolinguistic theory. Data collection techniques in this research used documentation techniques, interviews and literacy studies. The subject of this research uses a sample of regional languages in Indonesia, namely Madurese and the primary subject is linguistic conditions in Pakistan using literacy and documentation studies. The analysis technique for this research uses qualitative descriptive techniques with a referential equivalent method. The results of this research include, among other things, an interrelation was found between ecological conditions and language survival. The active flora ecological lexicon in Madurese is 56% and the active fauna lexicon is 64%. These results are then relevant to the condition and status of the Pakistani language which is facing the threat of extinction in several types of language due to the condition of biodiversity which is starting to become endangered, thus affecting the lexicon referent.
WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS KOMIK JENAKA Wulan, Adisti Primi; Lahir, Muhammad; Wahid, Abdul
JURNAL KONFIKS Vol 11 No 2 (2024): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v11i2.15670

Abstract

Pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan motivasi dan kreativitas mahasiswa. Webtoon sebagai media digital berbasis visual menawarkan potensi besar untuk membantu mahasiswa memahami struktur naratif, mengembangkan humor yang efektif, serta meningkatkan literasi visual dalam menulis. Namun, pemanfaatan Webtoon dalam konteks pembelajaran menulis komik jenaka masih terbatas dan belum banyak dikaji secara sistemati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis komik jenaka mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner dan wawancara terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP PGRI Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa Webtoon membantu mereka memahami struktur dan teknik menulis komik jenaka, meningkatkan motivasi dalam menulis, serta mempermudah pengembangan ide cerita. Selain itu, faktor internal seperti minat dan kreativitas mahasiswa, serta faktor eksternal seperti dukungan dosen, akses terhadap sumber belajar, dan tantangan teknis turut memengaruhi efektivitas pembelajaran berbasis Webtoon. Temuan ini menunjukkan bahwa Webtoon dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang menggabungkan teknologi dengan kreativitas, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penerapan Webtoon dalam kurikulum menulis kreatif perlu dipertimbangkan lebih lanjut untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa di era digital.
DEVELOPMENT OF SELF-REGULATED LEARNING IN THE PROJECT-BASED HYBRID LEARNING MODEL TO IMPROVE SELF-REGULATED LEARNING Priyambudi, Surya; Setyowati, Yulis; Grahani, Firsty Oktaria
JURNAL KONFIKS Vol 11 No 2 (2024): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v11i2.15764

Abstract

In the current independent learning curriculum of the independent campus, learning in Higher Education has shifted to being based on internet digitalization. SPADA, which will be developed, is an application owned by Wijaya Putra University, which is located at spada.uwp.ac.id. The combination of project-based learning that implements hybrid learning is learning simultaneously online and offline. The problem formulation is formulated: How is the feasibility of developing a project-based hybrid learning model based on the SPADA application for student learning? How can the project-based hybrid learning model based on the SPADA application improve students' self-regulated learning abilities? This study aims To produce the feasibility of developing a project-based hybrid learning model based on the SPADA application for student learning and To explain the project-based hybrid learning model based on SPADA in improving students' self-regulated learning abilities. The research method uses an experimental approach with pretest and posttest. Based on the research results, the project-based hybrid learning model based on the SPADA application to improve the self-regulated learning abilities of Wijaya Putra University students is very effective. This is because the self-regulated learning ability for the goal-setting indicator has increased by 0.98, the environment setting indicator has increased by 0.90, the task strategy indicator has increased by 1.06, the time management indicator has increased by 1.32, the help-seeking indicator has increased by 1.81, and for the self-evaluation indicator has increased by 1.14. The implications of the findings in this study reinforce that knowledge and skills in self-regulated learning abilities are very much needed to support educational models and processes that are increasingly disrupting traditional methods by knowing the selection of digital learning resources and can encourage efforts to improve abilities in self-regulated learning abilities.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI Syarifatul Musyarofah; Heri Isnaini; R. Ika Mustika
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3zjsyy09

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap cara generasi muda belajar dan berinteraksi, termasuk dalam pembelajaran sastra. Instagram sebagai salah satu platform yang populer di kalangan pelajar memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media belajar yang kreatif, visual, dan interaktif. Keterampilan menulis puisi yang merupakan bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia kerap dianggap sulit oleh siswa sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan dunia mereka. Model Project Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan Instagram diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan PjBL berbantuan Instagram terhadap keterampilan menulis puisi siswa SMP dengan menggunakan metode eksperimen semu berdesain nonequivalent control group. Sampel terdiri atas 80 siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Cimahi yang terbagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran PjBL berbasis Instagram dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes menulis puisi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji-t sampel independen dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (63,83) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (59,92) namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,187). Nilai effect size (Cohen’s d = 0,298) menunjukkan pengaruh kecil tetapi positif. Penggunaan Instagram terbukti mampu meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa, serta memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra yang relevan dengan karakteristik generasi Z meskipun penerapannya memerlukan perencanaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk hasil yang lebih optimal. Kata Kunci: instagram, project based learning, menulis puisi, media digital.
Kerapuhan dalam Maskulinitas Hegemonik Pangeran: Kajian Komparatif Hikayat Raja Damsyik dan Wawacan Ahmad Muhammad Wahyuni, Indah; Antho Rahmi Suharjo, Rias
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ggkfj072

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi maskulinitas hegemonik dan kerentanannya dalam dua teks sastra tradisional: Hikayat Raja Damsyik (HRD) dari tradisi Melayu dan Wawacan Ahmad Muhammad (WAM) dari tradisi Sunda. Latar belakang masalah penelitian ini adalah pentingnya menelaah bagaimana narasi petualangan pangeran dalam sastra tradisional bukan hanya menggambarkan kepahlawanan, tetapi juga merepresentasikan struktur gender yang hegemonik dan kompleks. Permasalahan penelitian ini terletak pada bagaimana representasi maskulinitas hegemonik dibentuk, dijalankan, dan diruntuhkan dalam konteks budaya Melayu dan Sunda. Penelitian bertujuan membandingkan representasi maskulinitas pada tokoh pangeran dalam HRD dan WAM dengan menggunakan kerangka teori maskulinitas R.W. Connell dan teori sastra komparatif Susan Bassnett. Temuan menunjukkan bahwa maskulinitas hegemonik dalam HRD dibangun melalui simbol status, legitimasi kebangsawanan, dan relasi spiritual, sedangkan dalam WAM, maskulinitas dibangun melalui pengaruh simbolik, negosiasi ekonomi, dan performa emosional. Selain itu, terdapat praktik cathexis yang menunjukkan bagaimana hasrat dan afeksi turut menjadi alat produksi kekuasaan maskulin. Simpulan penelitian menegaskan bahwa maskulinitas hegemonik dalam teks-teks ini bersifat rapuh dan senantiasa dinegosiasikan, baik melalui resistensi tokoh perempuan maupun melalui kelemahan internal dalam figur laki-laki itu sendiri. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman terhadap kompleksitas representasi gender dalam sastra klasik Nusantara dan membuka ruang kajian lanjut dalam perspektif gender, budaya, dan ideologi.