cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
PENGARUH MODEL PEMBUANGAN TERHADAP AKUMULASI BAHAN ORGANIK TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME(LITOPENAEUS VANNAMEI) Jumraeni Jumraeni; Andi Khaeriyah; Burhanuddin Burhanuddin; Asni Anwar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model buangan yang lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang Vaname. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018 di Tambak Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar di Desa Manakku, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan dengan pengujian kualitas air di Kantor Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros, Sulawesi Selatan.Hasil penelitian Pengaruh Model Pembuangan Terhadap Akumulasi Bahan Organik pada Tambak Intensif  Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembuangan yang berbeda pada tambak intensif udang vaname terjadi penurunan dan peningkatan konsentrasi amonia, nitrit dan nitrat serta parameter peubah. Berdasarkan hasil maka model pembuangan tengah (central drain) lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang vaname.
OPTIMASI PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaus Vannamei) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Abd. Wahyu H. Lama; Darmawati Darmawati; Farhanah Wahyu
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4001

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk Mengetahui pertumbuhan dan sintasan udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dipelihara menggunakan air baku dari hasil reserkulasi. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukandengan cara acak untuk menjaga agar tidak ada organisme yang terlalu kecil atau besar yang terambil pada saat sampling atau dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental yakni menguji hasil penelitian dengan ragam uji ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kepadatan yang berbeda (1500 ekor/wadah) menyebabkanPertumbuhan mutlak, Laju pertumbuhan, dan Sintasan pada udang vaname (Litopenaeus vannamei)   meningkat. Hal inidisebabkan karena rendahnya kepadatan diperlakuan A (1500 ekor) dibandingkan perlakuan B (2000 ekor) dan perlakuan C (2500 ekor), menyebabkan tidak terjadi persaingan ruang gerak dan tidak terjadi persaingan makanan sehingga dapat memacu pertumbuhan dan sintasan udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pada penelitian ini disarankan, jika untukmenambah kepadatannya diharuskan menggunakan tambahan aerasi dan kincir untuk menyuplay oksigen kewadah budidaya.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK KOMSERSIL TERHADAP PELEPASAN SPORA RUMPUT LAUT GRACILARIA SP. Idi Asrul; Hamzah Hamzah; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3997

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 sampai 05 September 2019 di BPBAP TAKALAR Divisi Kultur Jaringan Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah untuk menentukan dosis pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi tentang penggunaan pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan A 1ppt, perlakuan B 2ppt dan perlakuan C 3ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora rumput laut Gracilaria sp sangat berbeda nyata (P0,05) terhadap pupuk NPK. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan A 1ppt dengan hasil jumlah pelepasan spora Gracilaria sp. 49.800±4.76.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN METODE PENGOPERASIAN DAN JARING INSANG DASAR (BATTOM GILLNET MILLENIUM) DI PERAIRAN KEPULAUAN SANGKARRANG Ibnu Malkan Hasbi; Resky Dwiyanti Risa; Rachmawaty Djaffar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4027

Abstract

Peneliitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoperasian alat tangkap Jaring Insang Dasar dan komposisi jenis hasil ikan tangkapan  Penelitian dilakukan pada lokasi awal  fishing base 5°6’13.2664“S, 119°25’59.2453“E kemudian bergerak pada beberapa titik di perairan sekitar kepulauan Sangkarrang.  Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti operasi penangkapan nelayan Battom Gill net menentukan titik koordinat daerah penangkapan ikan. Dari hasil tangkapan selama penelitian di peroleh 870 ekor yang tertangkap dengan alat tangkap Jaring Insang Gill net. Mengidentifikasi jenis ikan hasil tangkapan Utama (main catch), sampingan (bycatch), dan buangan (discard). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi Hasil tangkapan berdasarkan nilai ekonomis  yang banyak  terjaring oleh Gillnet Dasar Millenium (Battom Gillnet) yaitu Jenis Tangkapan Utama Ikan Kakap Putih (Lutjanus sp.), Jenis Tangkapan Sampingan  Ikan Belanak (Moolgarda Seheli), dan Jenis Tangkapan Buangan yaitu Ikan Buntal (Tetraodonitidae).
SERANGAN PENYAKIT VIRUS PADA UDANG DI TAMBAK TANPA MEMPERLIHATKAN GEJALA KLINIS Lilisuriani Lilisuriani
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mendiagnosa penyakit virus yang menginfeksi udang  ditambak tanpa memperlihatkan adanya gejala klinis. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sinjai Timur kabupaten Sinjai pada tahun 2015. Pengambilan sampel dilakukan secara selektif terhadap udang yang menunjukkan gejala klinis dan yang diduga terserang suatu penyakit dari suatu populasi budidaya maupun dari perairan umum dan sesuai dengan anamnesia kejadian penyerangan HPI yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Selanjutnya pemeriksaan di laboratorium berupa pengujian parasit, bakteri, jamur dan virus serta histologi. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan adalah pemeriksaan dengan metode konvensional dan biologi molekuler. Hasil penelitian ditemukan sampel udang vannamei (L. vannamei) tanpa memperlihatkan adanya gejala klinis tetapi pertumbuhan yang kerdil dan berdasarkan data sekunder yaitu sering ditemukan udang vannamei yang baru mati terlihat berwarna kemerahan. Hama penyakit ikan karantina (HPIK) golongan I yaitu White Spot Syndrome Virus (WSSV) yang rnenginfeksi udang vannamei  tersebut dan dikategorikan pada tipe III (kronis) dimana infeksi yang dialami oleh jaringan rendah sehingga bintik putih dan kemerahan pada udang tidak tampak. Hasil pemeriksaan  kualitas air pada budidaya udang vannamei yang terinfeksi mendukung munculnya virus tersebut, terutama salinitas sangat rendah yaitu 6,2 ppt.  
PENGARUH PERENDAMAN HORMON 17α-methyltestosteron DAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP PERSENTASE KELAMIN JANTAN DAN PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN BANGGAI CARDINAL (Pterapogon kauderni) Muhammad Safir; Andi Heryanti Rukka; Septina F. Mangitung; Daniel Sambaeni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7067

Abstract

Ikan Banggai kardinal (Pterapogon kauderni) merupakan jenis ikan hias air laut endemik yang ada di Sulawesi Tengah. Eksploitasi secara masif menyebabkan jumlah ikan P. kauderni di alam semakin menurun. Ikan P. kauderni jantan bersifat parental care dalam kegiatan reproduksinya sehingga dalam peningkatan kualitas benih dan kegiatan reproduksinya dibutuhkan jumlah induk jantan yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari perlakuan kombinasi hormon 17α-methyltestosteron (MT) dengan suhu melalui perendaman larva P. kauderni dalam menghasilkan persentase kelamin jantan yang tinggi. Perlakuan yang diujikan yakni; A) perendaman larva P. kauderni pada suhu 28˚C tanpa hormon MT (NMT+suhu 28˚C); B) perendaman larva P. kauderni pada suhu 28˚C dan hormon MT (MT+suhu 28˚C); C) perendaman larva P. kauderni pada suhu 34˚C tanpa MT (NMT+suhu 34˚C); D) perendaman larva P. kauderni pada suhu 34˚C dan hormon MT (MT+suhu 34˚C), masing-masing dengan lama perendaman 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan persentase jantan P. kauderni lebih tinggi (P0,05) pada semua perlakuan MT dengan suhu 28˚C dan 34˚C dibandingkan dengan perlakuan tanpa MT pada suhu 28˚C. Laju pertumbuhan harian lebih tinggi pada perlakuan MT dan NMT pada suhu 34˚C (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Pertambahan biomasa dan kelangsungan hidup tidak berbeda untuk semua perlakuan. Kesimpulan, perendaman kombinasi hormon 17α-methyltestosteron dan suhu yang berbeda meningkatkan persentase kelamin jantan, ikan Banggai cardinal (P. kauderni).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT Caulerpa sp. DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) Darmawati Darmawati; Syawaluddin Soadiq; Nurfa Nurfa
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7072

Abstract

Pemanfaatan Caulerpa sp. dalam pakan mampu meningkatkan pertumbuhan dan sintasan beberapa organisme akuatik, namun belum diujicobakan pada ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut Caulerpa sp. dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan bandeng (Chanos chanos). Sebanyak 120 ekor benih ikan bandeng dengan ukuran 3-4 cm dan bobot rata-rata 5,39±0,07 g dipelihara dalam waskom volume 15 liter dengan kepadatan 10 ekor/waskom. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan tepung Caulerpa sp. dalam pakan masing-masing sebanyak 10%/kg pakan, 20%/kg pakan, 30%/kg pakan, dan tanpa penambahan tepung Caulerpa sp. (kontrol). Pemberian pakan uji sebanyak 5% dari biomassa perhari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari (08.00, 12.00, dan 16.00). Pemeliharaan dan pemberian pakan uji dilakukan selama 40 hari dan setiap hari dilakukan penyiponan dan pengantian air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan tepung Caulerpa sp. memberikan pengaruh nyata (P0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian (LPH), tetapi tidak memberikan pengaruh nyata (P0.05) terhadap sintasan ikan bandeng. Pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian tertinggi diperoleh pada pemberian tepung Caulerpa sp sebanyak 20%/kg pakan yaitu 6.90 g dan 1.34 %/hari.
OPTIMASI PENGGUNAAN ENZIM PAPAIN PADA PAKAN KEONG TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) Nur Insana Salam; Abdul Haris Sambu; Edi Heriawan
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7068

Abstract

Budidaya ikan patin mengalami peningkatan yang menyebabkan penggunaan pakan ikut meningkat sehingga dibutuhkan pakan yang murah dan ramah linkungan. Salah satu pakan yang dapat digunakan adalah pakan keong dengan penambahan enzim papain.  Penelitian ini  bertujuan mengetahui dosis enzim papain yang optimal pada pakan keong terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan patin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu penambahan enzim papain masing-masing 2,3%, 2,5%, 2,7%, dan 0% (kontrol) pada pakan keong. Pakan uji diberikan pada ikan patin ukuran 2-5 cm sebanyak 5% dari biomassa selama 45 hari pemeliharaan dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari (pukul 08.30, 13.00, dan 20.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim papain dengan dosis 2,5 % merupakan dosis yang optimal terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan patin (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya..Hal ini diduga karena adanya enzim protease yang terdapat pada enzim papain yang merombak protein menjadi asam amino sehingga dapat memacu pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin.
PENGARUH JENIS CAIRAN RUMEN BERBEDA DALAM FERMENTASI LIMBAH SAYUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERHADAP RETENSI PROTEIN DAN KADAR GLIKOGEN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Murni Murni; Asni Anwar; Andi Khaeriyah; Abdul Salam Khuzaifah Boni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7073

Abstract

Pemanfaatan bahan pakan udang yang murah dan berkualitas perlu dilakukan untuk menekan biaya produksi pada usaha budidaya udang vaname. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis cairan rumen dalam fermentasi limbah sayur sebagai bahan pakan terhadap retensi protein dan kadar glikogen udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Cairan rumen yang digunakan adalah cairan rumen sapi dan kambing yang diperoleh dari RPH Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Cairan rumen diambil dari isi rumen dengan cara filtrasi (penyaringan dengan kain katun) kondisi suhu 4ºC. Limbah sayur (sawi, wortel, kol) dipotong-potong kecil kemudian dimasukan kedalam kantong pelastik masing-masing sebanyak 2 kg, lalu ditambahkan cairan rumen sapi  dan cairan rumen kambing masing-masing sebanyak 3% dari berat limbah sayur dan diinkubasi selama 4 hari. Limbah sayur yang sudah difermentasi, diblender dan diayak hingga menjadi tepung. Selanjutnya diformulasi dengan bahan lain hingga menjadi pakan (pellet) udang vaname. Udang vaname (PL32) dipelihara dalam akuarium ukuran 50 x 50 x 60 cm dengan kepadatan 40 ekor/wadah (1 ekor/L) dan diberi pakan uji sebanyak 5% dari biomassa selama 30 hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A (pakan tanpa penambahan tepung limbah sayur), perlakuan B (pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen sapi), dan perlakuan C (pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen kambing). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen sapi (perlakuan B) mampu meningkatkan retensi protein dan kadar glikogen udang vannamei masing-masing sebesar 81.03% dan 30.50%.
PENGGUNAAN WARNA WADAH YANG BERBEDA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS WARNA IKAN MAS KOI (Cyprinus carpio) Samsu Adi Rahman; Herdiyanto Djiada; Frederik Dony Sangkia
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7069

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan warna wadah pemeliharaan terhadap kualitas warna ikan mas koi (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk. Ikan mas koi berukuran 3-5 cm dipelaihara selama 28 hari. Penelitian dilakukan dengan empat perlakukan dengan tiga ulangan yaitu: perlakuan kontrol (wadah putih); perlakuan wadah merah; perlakuan wadah kuning; perlakuan wadah hitam. Pakan yang diberikan yaitu pelet dengan frekuensi pemberian pakan dua kali setiap hari secara satiasi, yaitu pagi hari (pukul 09.00), dan sore (pukul 16.00). Pengukuran kualitas warna menggunakan perangkat lunak “Adobe photoshop 8” dengan melihat nilai rata-rata Red Green Blue (RGB). Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan memberikan peningkatan kualitas warna pada ikan, dengan peningkatan warna terbaik pada wadah pemeliharaan berwarna merah. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran normal.