cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
SUPLEMENTASI HORMON 17-α Methyltestosterone PADA PAKAN DALAM MENINGKATKAN PERSENTASE JANTAN IKAN NILA MERAH Oreochromis sp. Muhammad Safir
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2467

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis indonesia. Pemeliharaan ikan nila relatif mudah namun untuk mencapai ukuran tertentu relatif sulit untuk dicapai karena ikan nila cepat mengalami matang gonad. Hal ini berdampak pada pertumbuhan yang lambat. Upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan seks reversal melalui metode oral. Penelitian ini mengaplikasikan empat perlakuan termasuk kontrol. Perlakuan yang diujikan adalah lama waktu pemberian pakan (0;14;21 dan 28 hari) yang diberi hormon 17α- Methyltestosterone (17α-MT) dengan dosis 30 mg/kg pakan. Kepadatan setiap ulangan adalah 45 ekor/akuarium. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa, tingkat konsumsi pakan tidak berbeda secara signifikan (P0.05). Kelangsungan hidup tertinggi terjadi pada perlakuan lama pemberian 28 hari. Rasio jantan tidak berbeda nyata (P0.05) antar semua perlakuan 17α-Methyltestosterone namun lebih tinggi dari kontrol (P0.05). Persentase jantan yang lebih tinggi dapat diperoleh dengan pengaplikasian MT melalui pakan dengan lama waktu pemberian 28 hari. 
HIDROLISIS PAKAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN SAPI HYDROLYSIS OF FISH FEED USING COW RUMEN LIQUID Andi Masriah; Siti Aslamyah; Zainuddin Zainuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1801

Abstract

Cairan rumen merupakan salah satu limbah buangan rumah potong hewan (RPH) yang kaya enzim pencernaan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi cairan rumen untuk menghidrolisis pakan ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober-november 2015 di Hatchery mini FIKP Unhas dan analisis sampel dilaksanakan di BPPBAP Maros, Sulawesi Selatan. Cairan rumen diambil dari isi rumen sapi yang berasal dari RPH Makassar dengan cara filtrasi (penyaringan dengan kain katun) kemudian cairan dimasukkan ke dalam termos agar suhunya tetap hangat. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial dengan kadar protein 30%, lemak  4%, dan serat kasar 6% dihidrolisis dengan cairan rumen pada konsentrasi  tanpa cairan rumen/kontrol, 40, 60, 80, dan (E) 100 mL/100 g pakan. Volume cairan rumen setiap perlakuan disamakan dengan menambahkan aquades dan disemprotkan secara merata pada pakan, selanjutnya diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Hasil analisis  menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi cairan rumen pada pakan berpengaruh nyata (p0,05) terhadap serat kasar dan protein pakan tetapi tidak berpengaruh (p0,05) terhadap lemak (1,331-1,457 %bk) dan BETN (7,748-7,875 %bk) pakan ikan komersial. Kadar serat terendah 1,999±0,039 %bk terjadi pada pemberian cairan rumen 80, 2,214±0,156 %bk, 2,309±0,080 %bk, 2,413±0,105 %bk  dan 2,507±0,028 %bk masing-masing pada 60, 100, 40 dan control. Kadar protein tertinggi 30,630±0,360%bk terjadi pada pemberian cairan rumen 80, 29,523±0,32%bk, 28,460±0,21%bk, 28,260±0,307%bk  dan 25,678±3,70%bk masing-masing pada control, 40, 100, dan 60. Dengan demikian konsentrasi cairan rumen terbaik untuk menghidrolisis pakan komersial adalah 80 mL/100 g pakan.
PENGGUNAAN IMUNITAS KERANG HIJAU (Perna viridis) SEBAGAI BIOMARKER UNTUK MENDETEKSI PENGARUH PENGASAMAN LAUT TERHADAP TOKSISITAS LOGAM Pb Arnold Kabangnga; Khusnul Yaqin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3144

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengasaman laut terhadap toksisitas logam Pb denganmenggunakan biomarker imunitas kerang hijau (Perna viridis). Penelitian dilaksanakan pada bulan April hinggaMei 2017 di Laboratorium Penangkaran dan Rehabilitasi Ekosistem Laut Fakultas Ilmu Kelautan danPerikanan, Universitas Hasanuddin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial.Kerang hijau dengan ukuran panjang 5-6 cm diberi perlakuan dengan paparan konsentrasi logam Pb 0 mg/l(kontrol), 0.008 mg/l, 0.08 mg/l, 0.8 mg/l, pada kondisi pH (level asidifikasi) air media hidup yaitu 6.2, 7.7, 8.2.Pemaparan dilakukan selama 96 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb dan pH berpengaruhsignifikan (p0.05) terhadap hemosit kerang yaitu persentase jumlah basofil, eosinofil dan hemosit mati.
OPTIMASI PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM PAKAN TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN MAS (Cyprinus carpio) Asni Anwar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin C terhadap daya tetas telur dan sintasan larva ikan Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, dengan peubah yang diamati adalah daya tetas telur dan survival rate. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A = (0 mg /kg Vitamin C pada pakan), perlakuan B = (1000 mg/kg Vitamin C pada pakan), perlakuan C = (1200 mg / kg Vitamin C pada pakan), perlakuan D = (1400 mg /kg Vitamin C pada pakan).  Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan bahwa pemberian vitamin C mg/kg pakan memberikan pengaruh sangat nyata (p ˂ 0.05) terhadap daya tetas telur dan sintasan larva. Penambahan vitamin C 1200 mg/kg pakan adalah perlakuan yang terbaik dengan menghasilkan presentase daya tetas telur 74% serta lama waktu ketahanan hidup larva 96% dalam 7 hari.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) UNTIA DI KOTA MAKASSAR Andi Nur Apung Massiseng; Andi Ummung Andi Ummung
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3149

Abstract

Kondisi PPN Untia yang tidak optimal saat ini perlu penerapan strategi bagi pengembangannya agar PPN ini mampu menjadi ikon industri perikanan berbasis pelabuhan di Kota Makassar dan memberikan kontribusi sesuai harapan pemerintah yaitu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan termasuk industri dan jasa – jasa terkait dengan usaha perikanan.  Tujuan Penelitian ini adalah memaparkan kondisi terkini kegiatan perikanan yang ada di PPN Untia, mengidentifikasi faktor – faktor pengelolaan yang berpengaruh signifikan terhadap pengembangan industri perikanan di PPN Untia, merumuskan strategi pengembangan industri perikanan PPN Untia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara observasi dan analisis SWOT melalui penggalian informasi secara mendalam terhadap responden serta FGD. Hasil yang diperoleh adalah Fasilitas yang mendukung operasional pelabuhan untia sudah baik tapi belum beroperasi secara maksimal.  Fasilitas yang paling mendasar bagi nelayan yaitu Air, BBM dan Pabrik Es belum berjalan sehingga menjadi kendala bagi kapal yang singgah di pelabuhan Untia, dimana kapal tersebut membawa bahan baku untuk industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.  Penetapan kelas pelabuhan yang belum jelas dan hanya dikelola oleh 3 orang yaitu 1 kepala Unit dan 2 Kepala Sub Unit menyebabkan pengelolaan PPN Untia tidak mampu untuk optimal sebagaimana PPN yang lain di Indonesia.  Mendukung Pengusaha Industri untuk menjalankan kegiatan industri perikanan dengan membuat kebijakan untuk mendatangkan kapal perikanan lebih banyak adalah prioritas strategi yang paling penting untuk menumbuhkan industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.
OPTIMASI LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT ( Eucheuma cottonii ) PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI DESA WAMSISI, KABUPATEN BURU SELATAN, PROVINSI MALUKU Jamaun Booy; Burhanuddin Burhanuddin; Abdul Haris
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedalaman penanaman rumput laut yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii. Rancangan percobaan dari penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan kedalaman penanaman yang berbeda yaitu:  30 cm, 40 cm dan 50 cm, masing-masing perlakuan diberi ulang 5 kali. Data yang dikumpulkan meliputi laju perumbuhan relatif dan laju pertumbuhan harian rumput laut.  Data diolah dengan ANOVA dan apabila data berbeda nyata maka dilakukan uji  lanjut  Duncan untuk melihat perbedaan  antar  perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman yang berbeda pada kegiatan budidaya rumput laut E. cottonii dengan metode longline berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan relative dan laju pertumbuhan harian pada rumput laut.  Perlakuan dengan kedalaman penanaman rumput laut 30 cm merupakan kedalaman yang terbaik pada penelitian ini.  Pertumbuhan relatif E. cottonii pada kedalaman 30 cm sebesar 32,00% atau meningkat sekitar 39% sampai 52% dibandingkan pertumbuhan relatif pada kedalaman 40 cm dan 50 cm yaitu masing-masing sebesar 23,60%  dan  21,00%.
PEMANFAATAN LAHAN TERLANTAR BEKAS GALIAN BATU MERAH UNTUK BUDIDAYA IKAN NILA SISTEM KARAMBA JARING TANCAP (Studi Kasus Desa Gentungang, Kabupaten Gowa) Abdul Haris Sambu; Muh. Nur
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2468

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gentungan,Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia selama lima bulan yaitu dari bulan Maret sampai bulan Juli 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui kelayakan kualitas air selama pemeliharaan, (2) menganalisis laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup, dan (3) menganalisis kelayakan usaha budidaya ikan pada lahan bekas galian batu merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode keramba jaring tancap yang berukuran 4.0 x 3.0 x 1.5 meter, dengan kepadatan rata-rata 20 ekor permeter. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) hasil pengukuran kualitas air selama pemeliharaan berlangsung masih dalam batas kelayakan seperti disajikan pada Tabel 1, (2) hasil analisis pertumbuhan diperoleh rata-rata 184 gram selama 160 hari pemeliharaan dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 92,4%,.dan (3) hasil analisis kelaya-kan usaha layak dengan nilai benefit cost ratio sebesar 1:1.3.
PENAMBAHAN LIMBAH CAIRAN RUMEN SAPI PADA BERBAGAI LEVEL KARBOHIDRAT DALAM PAKAN TERHADAP RETENSI NUTRIEN DAN KOMPOSISI KIMIA TUBUH IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS FORSSKAL) Andi Masriah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3999

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu komoditi perikanan payau yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk terus dikembangkan. Namun pada kenyataannya dalam kegiatan budidaya, biaya pakan mencapai 60-75% dari total biaya produksi. Pakan yang dikonsumsi ikan sebaiknya mengandung nutrisi yang mudah dicerna dan diserap dengan baik oleh ikan, sehingga pakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan pakan optimal yang dapat dilaksanakan dengan mudah adalah melalui penambahan enzim eksogen yang berasal dari limbah cairan rumen pada pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan level karbohidrat yang efektif dalam pakan setelah diberi cairan rumen untuk mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Penelitian menggunakan rancangan desain acak lengkap, terdiri dari 4 perlakuan level karbohidrat dalam pakan (27,81; 39,50; 46,97 dan 56,75) kemudian dicampur dengan 80 mL cairan rumen/100 g pakan. Pakan diberikan pada juvenil ikan bandeng berukuran 7,19±0,036 g yang dipelihara dalam akuarium resirkulasi kepadatan 15 ekor/45 L air payau. Parameter yang diamati adalah retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Data yang diperoleh dianalisis ANOVA dan jika terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut W-Tuckey. Pemberian berbagai level karbohidrat pakan berpengaruh nyata terhadap retensi nutrien (P0,05). Level karbohidrat 46,97% dalam pakan memberikan retensi protein tertinggi sedangkan level karbohidrat 39,50% memberikan retensi lemak tertinggi yang nilainya masing-masing adalah 14,32±2,40 dan 22,49±4,57. Level karbohidrat terbaik dalam pakan setelah diberi cairan rumen yang dapat mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng adalah 46,57%.
FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN ALAMI JENIS Chaetoceros Sp YANG DIPUPUK CAIRAN RUMEN TERHADAP PERKEMBANGAN SINTASAN LARVA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) STADIA ZOEA SAMPAI MYSIS Nur Intan Sari; Muhamad Ikbal
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3995

Abstract

Di indonesia budidaya udang sudah lama dilakukan oleh petani tambak, Tingginya permintaan akan udang didalam dan diluar negeri menjadikan indonesia sebagai pengirim udang terbesar di dunia, Salah satu udang yang dibudidayakan di indonesia adalah udang vannamei. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian pakan alami jenis Chaetoceros sp yang optimal pada perkembangan dan sintasan pada larva udang vannamei stadia zoea sampai mysis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa Perkembangan terbaik terdapat pada perlakuan B,C, dan D, Hal ini dibuktikan dengan pemeliharaan selama 6 hari mengalami perubahan perkembangan yang terjadi pada perlakuan A,B,C,D,dan E..Olehnya itu penelitian ini dapat  disimpulkan bahwa frekuensi pemberian pakan alami jenis Chaetoceros sp yang berbeda yang dipupuk cairan rumen pada setiap perlakuan memberikan efek yang berpengaruh nyata terhadap perkembangan dan sintasan larva udang vannamei. Kelulushidupan tertinggi terdapat pada perlakuan D (8 kali pemberian pakan) dengan sintasan rata-rata 83%.
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR DOLOMITE DAN KAPUR TOHOR DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP MOULTING, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME Rusmali Yunus; Abdul Haris; Hamsah Hamsah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4000

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  pengaruh dan dosis terbaik kapur dolomit CaMg(CO3)2) dan kapur tohor (CaO) dalam media budidaya terhadap moulting, pertumbuhan dan sintasan udang vanamei (Litopenaus vannamei). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Pada masing masing perlakuan diberi kapur dolomit dan tohor dengan dosis tiap perlakuan yaitu perlakuan A (Kapur dolomit 0gram dan kapur tohor 0gram), perlakuan B (Kapur dolomit 0,6gram dan kapur tohor 0gram), perlakuan C (Kapur dolomit 0,4gram dan kapur tohor 0,2gram) dan perlakuan D (Kapur dolomit 0,3gram dan kapur tohor 0,3gram). Udang uji dipelihara dalam akuarium 50x60x40 cm3 yang berisi air laut sebanyak 60 L dengan kepadatan tebar 1 ekor L-1. Hewan uji diberi perlakuan selama 60 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan C (Kapur dolomit 0,4gram dan kapur tohor 0,2gram) menghasilkan intensitas molting, pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan untuk sintasan perlakuan B (Kapur dolomit 0,6gram dan kapur tohor 0gram) lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.