cover
Contact Name
Nurhadi Hamka
Contact Email
nurhadihamka@unkhair.ac.id
Phone
+628114492677
Journal Mail Official
tekstual@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Jusuf Abdul Rahman, Kelurahan Gambesi, Kampus II Universitas Khairun Tenrnate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Tekstual
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931041     EISSN : 26860392     DOI : https://doi.org/10.33387
Tekstual - an open access and peer-reviewed journal published biannually (mid year and year end) by Faculty of Cultural Sciences, Universitas Khairun - is a journal on Interdisciplinary Studies in Humanities: Linguistics, Literature, Language Teaching, Language Assessment, Language Policy and Politics, Language and Health, Translation, Culture, and Tourism.
Articles 101 Documents
Sistem Pengelolaan Kawasan Ekowisata Gunung Gamalama di Pulau Ternate Muslim Fadel
Tekstual Vol 16, No 2 (2018): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.755 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v16i2.1062

Abstract

Ecotourism is a form of special interest tourism activity that is a responsibletravel to natural areas which conserve the environment and improve local people’swelfare by involving active participation of people nearby the area in form of sustainablemanagement.This study focuses on management system of 3A (attractions, amenity,accessibility) and the promotion of community-based ecotourism nearby GamalamaMountain. There are three sites of ecotourism observed. They are Batu Angus,Sulamadaha Beach, and Tolire Lake. The objectives of this study are: (1) Tocomprehend the management system of 3A (attractions, amenity, accessibility) and thepromotion of community-based ecotourism in the three sites (Batu Angus, SulamadahaBeach, Tolire Lake) nearby Gamalama Mountain. (2) To analyze the managementsystem of 3A (attractions, amenity, accessibility) and the promotion of communitybasedecotourism in the three sites (Batu Angus, Sulamadaha Beach, Tolire Lake)located nearby Gamalama Mountain.The method of research is conducted through survey and in-depth interviewsusing qualitative and quantitative approaches. The data used in this research consist ofprimary and secondary data. The primary data sources from observation, in-depthinterviews, and direct documentation. Secondary data is derived from documentationanalysis that relates to the geographical position, vast of area, climate, topography, anddemography.The results of this study presents that the management system of 3A (attractions,amenity, accessibility) and the promotion of community-based ecotourism in the threesites (Batu Angus, Sulamadaha Beach, Tolire Lake) have not been conducted optimally.It is caused by some factors such as limited human resources in the field of tourism, lackof funding, lack of cooperation among government, private and public sectors, as well asthe lack of socialization on tourism awareness from Department of Culture and Tourismof Ternate that influence public’s low awareness of tourism.
Pergeseran Bahasa Ternate ke Bahasa Tidore di Kelurahan Foramadiyahi (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik) Ismail Maulud; Nurain Jalaluddin
Tekstual Vol 17, No 2 (2019): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.601 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v17i2.1791

Abstract

Many native languages in Indonesia who interact with other codes shift, including Ternate language. this research is focused on the Ternate language shift to Tidore in Foramadiyahi village. The goal of this research is to describe the shifting of Ternate to Tidore language in Foramadiyahi village. This is a descriptive and qualitative research. Based on the analysis, there have some reason why that hapen in that place while that place is in Ternate island itself. Therefore, the language speaker’s regeneration is neither well performed nor sustainably constructed.Keywords: language shift, language attitude and preference, sociolinguistics
Realisasi Tindak Tutur Direktif Anak Usia Dini dan Norma Kesantunan dalam Masyarakat Ternate Ratna Ratna
TEKSTUAL Vol 18, No 1 (2020): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.414 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v18i1.736

Abstract

Pembahasan dalam artikel ini didasari oleh asumsi adanya hubungan pengaruh mempengaruhi antara bahasa dengan karakter budaya. Pertanyaan utama dalam artikel ini adalah pada titik manakah bahasa dapat mempengaruhi karakter kebudayaan masyarakat Ternate, dan pada titik manakah kedua masyarakat dapat memberikan intervensi terhadap budaya berbahasa. Penjelasan terhadap kedua pertanyaan tersebut terambil dari data tindak tutur yang dikumpulkan di empat PAUD di Pulau Ternate. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik sadap, rekam, catat, dan simak. Hubungan timbal balik antara bahasa dan karakter budaya masyarakat setidaknya dapat dilacak pada bentuk tuturan direktif yang mengandung berbagai fungsi, strategi dan modus tertentu terhadap mitra tutur. Hasil temuan mengungkapkan bahwa tindak tutur direktif anak didik PAUD di Pulau Ternate terealisasi dalam bentuk mengajak, menasehati, memerintah, melarang, meminta, menawarkan, dan mengijinkan. Tindak tutur direktif anak usia dini tersebut pada realitasnya kurang bersesuaian dengan norma kesantunan dalam masyarakat Ternate yang cenderung menggunakan strategi tuturan tidak langsung, dan penggunaan kosa kata tertentu. Fenomena ketidaksesuaian tindak tutur direktif anak usia dini dangan norma kesantunan di kalangan orang dewasa di Ternate akan mengakibatkan menghilangnya pengetahuan makna kosa kata literal dan kemampuan bertutur santun dalam generasi muda masyarakat Ternate. Tindakan antisipasi yang memungkinkan terhadap hal tersebut antara lain dengan memasukkan muatan lokal ke dalam kurikulum PAUD untuk mendekatkan kosa kata bahasa tempatan kepada generasi muda sejak dini.           Kata kunci: realisasi tindak tutur direktif, anak usia dini, norma kesantunan masyarakat Ternate
Geografi Dialek Bahasa Tobelo di Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Ety Duwila; Haedar Masbuku
TEKSTUAL Vol 18, No 2 (2020): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.774 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v18i2.3054

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk variasi bahasa bT dalam peta Bahasa Tobelo. Bentuk-bentuk variasi bahasa dideskripsikan pada tataran fonologi dan leksikal. menggunakan metode deskriptif kualitatif. Bentuk variasi fonologi bT antara DP 1 dengan DP yang lain yaitu terdapat dua, tiga, empat, dan lima variasi, bahkan ada yang disetiap daerah pengamatan berbeda. Variasi bT di DP 2 dan DP 5 sebagian bentuk variasi sama dengan bentuk variasi di DP 1 yang wilayahnya di pedalaman ( menurut sejarah, DP 1 merupakan  asal penutur bahasa Tobelo sejak awal ). Sementara DP 3, 4, dan 6 yang berada di seputaran bagian pesisir memiliki bentuk variasi yang berbeda dengan ketiga DP di atas. Peta bahasa dapat menunjukan bentuk-bentuk variasi bahasa Tobelo di enam daerah pengamatan, hingga dapat diketahui awalnya bahasa Tobelo yang masih menggunakan yaitu dibagian Tobelo pedalaman yaitu DP 1. 2, dan 5. Sedangkan daerah di bagian pesisir yaitu DP 3, 4,  dan 6 terdapat variasi. Kata kunci: geografi dialek, bahasa tobelo, variasi. AbstractThis article  aims to explain the forms of bT language variations in the Tobelo language map. The various forms of language are described at the phonological and lexical levels. using a qualitative descriptive method. The form of bT phonological variations between DP 1 and other DPs is that there are two,three, four and five variation, some event differ in each area of observation. The variation of bT in DP 2 and DP 5 is partly the same as the variation in DP 1, which is in the interior (historically, DP 1 is the origin of Tobelo speakers from the start). Meanwhile, DP 3, 4, and 6 around the coastal are have different variation from three DP ‘s above. The language map can show variations in the Tobelo language in the six observation areas, so it can be seen initially that the Tobelo language is still in use, namely the inland Tobelo section namely DP 1.2 and 5.While the areas in the coastal part are DP 3, 4, and 6 are variation.Keyword; dialect geographic, tobelo lnguage, variation.
Sikap Bahasa Penutur Bahasa Bajo di Kota Ternate: Tinjauan Sosiolinguistik Nurain Jalaludin; Ismail Maulud
TEKSTUAL Vol 19, No 1 (2021): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.639 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v19i1.3087

Abstract

Artikel  ini  mendeskripsikan sikap bahasa komunitas Bajo yang menetap di Kota Ternate terhadap bahasa mereka sendiri yakni bahasa Bajo dan faktor faktor yang memengaruhi sikap bahasa mereka. Metode dalam pengumpulan data di lapangan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, penganalisisan data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data untuk memudahkan validasi data lapangan. Hasil penelitian diperoleh data bahwa sikap bahasa komunitas Bajo yang ada di kota Ternate adalah Positif, di mana penutur Bahasa Bajo masih terlihat menggunakan bahasa Bajo di berbagai kesempatan, baik dalam keseharian di rumah maupun dalam kegiatan sosial komunitas Bajo. Sikap positif ini ada karena rasa bangga, setia dan sadar bahwa bahasa Bajo bagi penutur bahasa bajo adalah identitas diri mereka. Adapun faktor yang paling berperan penting dalam sikap ini adalah faktor keluarga di mana ikatan keluarga sangat dominan dalam lingkungan sosial, dengan demikian bahasa Bajo tetap menjadi bahasa pengantar antar anggota keluarga sebagai penutur asli.Kata kunci : sikap bahasa, sosial, penutur asli.AbstractThis article describes the language attitudes of the Bajo community who live in Ternate City towards their own language, namely Bajo language and the factors that influence their language attitudes. The method in collecting data in the field is descriptive qualitative with observation, interview and documentation techniques, data analysis is carried out simultaneously with data collection to facilitate validation of field data. The results obtained data that the language attitude of the Bajo community in the city of Ternate is positive, where Bajo language speakers are still seen using the Bajo language on various occasions, both in daily life at home and in Bajo community social activities. This positive attitude exists because of a sense of pride, loyalty and awareness that the Bajo language for Bajo language speakers is their identity. The most important factor in this attitude is the family factor where family ties are very dominant in the social environment, thus Bajo language remains the language of instruction between family members of native speaker.Keywords;  language attitude, social, native speaker 
Pemertahanan Bahasa Tidore Pada Anak-Anak Di Ranah Keluarga Di Kepulauan Tidore Ratna Ratna
TEKSTUAL Vol 18, No 2 (2020): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.169 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v18i2.3058

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan kondisi pemertahanan bahasa Tidore pada anak-anak di Kepulauan Tidore. Dan peran orang tua dalam memengaruhi penggunaan bahasa Tidore pada anakanak di kepulauan Tidore. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi  kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan  koesioner,  yang dilengkapi dengan perekaman Melalui teknik ini, peneliti akan memperoleh pandangan mengenai keterkaitan langsung antara bahasa yang digunakan oleh penutur. Proses tersebut dilakukan dengan merekam percakapan di ranah lingkungan ketika anak-anak bermain dengan temannya melalui alat perekam suara atau alat perekam video. Dan di ranah keluarga kedua orang tua dan anak-anaknya ketika berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pemertahanan bahasa Tidore terjadi pada ranah keluarga, karena ketika seorang anak berbicara dengan kedua orang tuanya, saudaranya, menggunakan bahasa Tidore sebagai alat komunikasi. Kata Kunci : pemertahanan bahasa, komunikasi, bahasa Tidore,AbstractThis study aims to describe the conditions of Tidore language preservation in children in the Tidore Islands. And the role of parents in influencing the use of the Tidore language among children in the Tidore Islands. This research uses qualitative and quantitative description methods. Data collection techniques use observation, in-depth interviews, and questionnaires, which are equipped with recording. Through this technique, the researcher will get a view of the direct relationship between the languages used by speakers. This process is carried out by recording conversations in the environmental realm when children play with their friends through a voice recorder or video recording device. And in the realm of the family of both parents and children when communicating in everyday life. The results of this study indicate that the Tidore language preservation occurs in the family realm, because when a child talks to his parents, siblings, he uses the Tidore language as a means of communication.Keyword: language preservation,communication,Tidore language.
Iklan Peringatan Rokok: Bidang Kajian Multimodality Firzha Maulana Malik
TEKSTUAL Vol 18, No 1 (2020): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.026 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v18i1.695

Abstract

Iklan merupakan media untuk menawarkan sesuatu untuk menarik perhatian para konsumen suatu produk atau bisa berupa iklan layanan masyarakat, salah satu media pendukung iklan yaitu poster. Poster adalah media terbatas yang mengandalkan visual, serta teks verbal yang mendukung visual dalam merepresentasikan apa yang dimuat dalam poster. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan bidang kajian multimodality untuk dapat memahami representasi yang terdapat dalam poster dan yang menjadi data penelitian ini adalah poster iklan peringatan rokok. Dimana, visual dan verbal berperan penting di dalamnya. Setelah di analisis, dapat dilihat apakah visual dan verbal ada perbedaan makna atau tidak. Dengan adanya penelitian ini, penulis berharap dapat membantu orang-orang untuk memahami bidang kajian multimodality serta dapat menganalisis poster atau media lain yang menggunakan visual dan verbal menggunakan bidang kajian mulitimodality.Kata kunci: iklan, poster, multimodality
Fasilitas Sanitasi pada Objek Wisata Jikomalamo Rahma DO Subuh; Fitria Soamole
TEKSTUAL Vol 19, No 1 (2021): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2581.813 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v19i1.3092

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan informasi tentang sistem sanitasi yang diterapkan pada objek wisata Jikomalamo di Ternate. Sanitasi terbagi atas sanitasi dasar  dan sanitasi bangunan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan   teknik survey, wawancara serta dokumentasi.  Data  yang diperoleh dari hasil penelitian bahwa sistem sanitasi pada objek wisata jikomalamo masih jauh dari standar sanitasi yang ditentukan oleh WHO maupun Kementerian Kesehatan RI. Terdapat empat tempat yang masih memperhatikan kebersihan dan hamper memenuhi standar sanitasi. Sistem sanitasi yang diterapkan antara lain meliputi  sanitasi dasar; penyediaan air bersih, Pembuangan air limbah, ketersediaan tempat sampah, jarak toilet serta penerangan. Sedangkan sanitasi bangunan meliputi konstruksi bangunan, bahan bangunan serta kelembaban, belum ada yang memenuhi kriteria UU Sanitasi Kementerian Kesehatan RI. Kata kunci:  sanitasi, fasilitas, objek wisata                                                      Abstractthis article aims to provide information about the sanitation system applied to the Jikomalamo tourist attraction in Ternate. Sanitation is divided into basic sanitation and building sanitation. The method used is descriptive qualitative with survey techniques, interviews and documentation. The data obtained from the research shows that the sanitation system at the Jikomalamo tourist attraction is still far from the sanitation standards set by WHO and the Indonesian Ministry of Health. There are four places that still pay attention to cleanliness and almost meet sanitation standards. The sanitation system implemented includes basic sanitation; provision of clean water, disposal of waste water, availability of trash bins, distance of toilets and lighting. Meanwhile, building sanitation includes building construction, building materials and humidity, none of which have met the criteria for the Sanitation Law of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia.Keyword : sanitasion, facility, tourism destination
Fonologi Bahasa Taliabu di Pulau Taliabu Ridwan Ridho; Santi Lumbessyy
TEKSTUAL Vol 18, No 2 (2020): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.677 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v18i2.3078

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang fonem  dan bunyi segmental dalam bahasaTaliabu di pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Penelitian menggunakan  metode deskkriptif dengan teknik pengumpulan data antara lain wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil yang diperoleh adalah bahwa dalam bahasa Taliabu terdiri atas vocal,konsonan,diftong dan fonotatik. vokal dalam bahasa Taliabu adalah  /a/e/i/u/o/ yang berdistribusi dengan konsonan /p/b//t//d/c/j/k//g/f/s//h//m/n/l/r/w/y/ ŋ/kebanyakan hanya melekat pada posisi awal dan tengah. Selain vokal dan konsonan, terdapat juga diftong /au/oi/ou/ dan sistem fonotatik  dalam bentuk VKV, KVK, KVKV, KVKVKVV, KVVKata kunci : fonologi, Taliabu Language, bunyi segmental.                                                                                                  AbstractThis article aims to describe the phonemes and segmental sounds of Taliabu language in Taliabu Island, North Maluku Province. This research uses descriptive methode, data collection methods and techniques are carried out using interviews, documentation, and literature study.The results of this study indicate that in the Taliabu language there are vowels, consonants, diphthongs and phonotactics. Vowels in Taliabu language, namely / a / e / i / u / o / have complete distribution, can occupy all positions and consonants, / p /, / b /, / t /, / d /, / c /, / j /, / k /, / g /, / f /, / s /, / h /, / m /, / n /, / l /, / r /, / w /, / y /, / ŋ /, mostly only occupy the initial and middle positions. Apart from vowels and consonants in Taliabu, there are also diphthongs / au /, / oi /, / ou /, and the phonotactic system in Taliabu Language is in the form of VKV, KVK, KVKV, KKVKV, KVKVKVV, KVV.Keyword : phonology,taliabu Language, segmental sound.
Peran Masyarakat Adat Kalaodi dalam Penanggulangan Covid-19 di Kelurahan Kalaodi Ikmal Muhammad; Ismail Maulud
TEKSTUAL Vol 18, No 2 (2020): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.289 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v18i2.3056

Abstract

Tidore is one of the town that called a thousand of Jin’s town. This is related to the story from the faunding father from thousand years ago. In doing every thing that need more power of human being, they usually used the Jin’s power to help them in daily life. Not only that, they usully used the Jin to protect them from dangerous as like to help them in war for freedom of indonesia, and so on. Kalaodi society still do what their faunding fathers do in the past to solve the problem. They also do this ritual to save their family or the comunity when there has a problem comes around them, as like a conflict hapended in 1999. Tidore’s comunity aspecialy kalaodi comunity, based on all experiences in the past, they used the power of jin to help them to save their comunity although it is imposible to believe in human main. In 2020 the corona virus or covid-19 hapend in indonesia until now, the goverment always make an intstuction how to solve the problem by using 3M. Kalaodi society belive that corona virus is coming from supra natural desease so, if to over come this virus it should use the power of supra natural too.Key words; the roll of society, social custom, cultural value.

Page 3 of 11 | Total Record : 101