cover
Contact Name
Nurhadi Hamka
Contact Email
nurhadihamka@unkhair.ac.id
Phone
+628114492677
Journal Mail Official
tekstual@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Jusuf Abdul Rahman, Kelurahan Gambesi, Kampus II Universitas Khairun Tenrnate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Tekstual
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931041     EISSN : 26860392     DOI : https://doi.org/10.33387
Tekstual - an open access and peer-reviewed journal published biannually (mid year and year end) by Faculty of Cultural Sciences, Universitas Khairun - is a journal on Interdisciplinary Studies in Humanities: Linguistics, Literature, Language Teaching, Language Assessment, Language Policy and Politics, Language and Health, Translation, Culture, and Tourism.
Articles 113 Documents
Discord as Learning Platform: A Review of Liteature Kurniasari, Isnaini Hijriyah
Tekstual Vol 22, No 1 (2024): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v22i1.8209

Abstract

The aim of this study to review the teachers and students perception toward Discord as tools in online learning especially during and after Covid-19 Pandemic. Total of 14 articles published since 2020 were reviewed. 3 articles reviewed about teacher perception and 11 articles reviewed about students’ perceptions. Both teachers and students find Discord as challenging tools in online classroom although there are some students having problem with the internet connection due to rural area. Discord easy to operate even for students who are new to this application. 
Minimalisme Digital dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Kesehatan: Kajian Interdisipliner tentang Komunikasi Digital Asriadi Asriadi; Suryo Ediyono
Tekstual Vol 24 No 1 (2026): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12051

Abstract

Prokrastinasi akademik menjadi persoalan penting bagi mahasiswa kesehatan karena tingginya tuntutan akademik dan intensitas komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan minimalisme digital dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa kesehatan dengan menempatkan minimalisme digital sebagai regulasi komunikasi digital. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan 96 responden mahasiswa tingkat akhir Jurusan Kesehatan Politeknik Baubau yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Likert dan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan minimalisme digital mayoritas berada pada kategori tinggi (65,6%), sedangkan prokrastinasi akademik dominan pada kategori sedang (57,3%). Regresi menunjukkan hubungan negatif signifikan (Y = 24,085 - 0,559X; p < 0,001) dengan kontribusi 45,8%. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan notifikasi, aplikasi, dan interaksi digital untuk menjaga fokus akademik mahasiswa kesehatan tersebut.
Rekonstruksi Visual Filosofi Tari Merak Melalui Ekosistem AI Terintegrasi: Memanfaatkan Gemini 3 Pro dan Gemini Nano Banana Pro Gesnida Yunita
Tekstual Vol 23 No 2 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12343

Abstract

Pelestarian warisan budaya takbenda, seperti Tari Merak, menghadapi tantangan relevansi di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alur kerja motion graphic dengan memanfaatkan teknologi AI terintegrasi untuk memvisualisasikan filosofi kostum secara akurat. Metode yang digunakan adalah Research through Design (RtD), mengintegrasikan Gemini 3 Pro untuk penalaran budaya dan Gemini Nano Banana Pro untuk sintesis visual. Pendekatan ini melibatkan dekonstruksi semiotika budaya yang diterjemahkan langsung menjadi aset visual dalam satu ekosistem digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur kerja terintegrasi ini meningkatkan akurasi budaya sebesar 85% dibandingkan model generik, mengurangi latensi context-switching sebesar 90%, serta menghasilkan estetika visual yang koheren dengan filosofi Sunda. Penelitian ini menyoroti perubahan peran desainer dari operator manual menjadi kurator budaya, dengan teknologi AI sebagai alat bantu yang mendukung proses pelestarian budaya secara efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penggunaan teknologi AI untuk mendigitalkan warisan budaya tradisional tanpa mengorbankan makna kultural.
Mencegah Konflik: Sosialisasi Sebagai Alat Distribusi Kuasa dan Produksi Pengetahuan pada Tahap Pra-Pembangunan Objek Wisata Retno Angraeni S; Citra Buana Halil
Tekstual Vol 23 No 2 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12451

Abstract

Pembangunan objek wisata kerap kali menjadi daya tarik tersendiri, untuk itu pemerintah melakukan langkah penting untuk terus memajukan sektor pariwisata. Memanfaatkan sektor ini demi mendapatkan keuntungan ekonomi bukanlah hal yang salah. Namun, mesti digaris bawahi bahwa pembangunan itu kerap kali menimbulkan sentimen yang berujung pada resistensi pihak-pihak yang tidak sepakat dengan kehadiran objek wisata itu. Melalui tulisan ini kami mencoba memberikan pemaparan mengenai pentingnya sosialisasi yang selama ini selalu menyertai sebuah proyek pembangunan, urgensi untuk mengkaji proses sosialisasi menggunakan analitis foucalt tentang kekuasan dan pengetahuan dirasa mampu memberikan pencerahan mengapa model sosialisasi konvensional yang selama ini harus diganti dengan model sosialisasi partisipasi yang menekankan kerjasama. Melalui tulisan ini dipaparkan bahwa untuk demi memuluskan jalan bagi rencana pembangunan, pemerintah atau pemilik kuasa tidak harus mengutamakan instrumen teknis tetapi harus ada penekanan lebih untuk memperoleh izin sosial dengan jalan melibatkan masyarakat sebagai agen yang berkontribusi secara aktif dalam pembangunan sebuah objek wisata. Pada akhirnya memberikan ruang sosialisasi yang baik mampu menguatkan relasi kerjasama keseluruhan pihak dan berakhir dengan munculnya konsep pariwisata berkelanjutan yang keuntungannya dapat dirasakan oleh semua pihak yang terlibat.
Moral Values in Short Story “Ad-Dunya Riwayah” by Taufiq Al-Hakim Zacky Aqsha Noriska; Al Farahil A’la; Nur Chalis; Ivan Aulia Trisnady; Suraiya Suraiya
Tekstual Vol 23 No 2 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12453

Abstract

The short story Ad-Dunya Riwayah by Taufiq al-Hakim depicts the transient nature of worldly life. The characters in this story are portrayed through the dynamics of life filled with inner conflicts, social interactions, and values that serve as life’s guiding principles. Through this narrative, Taufiq al-Hakim embeds moral messages related to human relationships with oneself and with others. Therefore, this study aims to describe the moral values contained in the short story Ad-Dunya Riwayah by Taufiq al-Hakim. These moral values are analyzed using Ferdinand de Saussure’s semiotic theory, which views a text as a system of signs consisting of the relationship between the signifier and the signified. The research employs a descriptive qualitative method through several stages: reading the text, identifying data in the form of words, phrases, clauses, and sentences that contain moral values, and then classifying them according to semiotic theory. The findings show that the short story Ad-Dunya Riwayah contains five positive moral values self-confidence, responsibility, keeping promises, affection, and politeness and two negative moral values despair and bullying. Thus, the short story Ad-Dunya Riwayah by Taufiq al-Hakim conveys numerous moral lessons that serve as valuable guidance for everyday life.
Analisis Potensi Pariwisata Berkelanjutan dan Produk Pengembangan pada Objek Wisata Pantai Desa Kramat (Kramat Beach) di Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu (Suatu Pendekatan Antropologi Pariwisata) Sunaidin Ode Mulae; Mustafa Mansur
Tekstual Vol 23 No 2 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pariwisata, strategi, dan model pengembangan pada objek wisata Kramat Beach di Desa Kramat Taliabu barat. Permasalahan Penelitian ini fokus pada bagaimana potensi Pariwisata pantai Kramat di desa Kramat kecamatan Taliabu barat kabupaten pulau Taliabu. Bagaimana strategi, model pengembangan wisata pantai desa Kramat di kecamatan Taliabu Barat, kabupaten Pulau Taliabu. Metode digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan antropologi pariwisata. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa potensi pariwisata Desa Kramat pada objek wisata Kramat Beach di kecamatan Taliabu Barat Kabupaten pulau Taliabu meliputi wisata alam terdiri dari wisata pantai pasir putih, wisat panorama dua pulau Kramat, dan wisata budaya terdiri dari kuliner. Strategi wisata Kramat meliputi promosi melalui youtube, instagram, facebook. Model pengembangan wisata Kramat Beach secara langsung dikelola oleh penduduk lokal dan pemerintah desa dan daerah. Simpulan pada penelitian ini ialah potensi pariwisata desa Kramat meliputi wisata alam dan budaya terdiri atas pantai, pasir putih, pulau, karang laut, dan kuliner khas desa Kramat. Pengembangan destinasi wisata Kramat Beach berbasis analisis SWOT dapat di analisis sesuai hasil analisis SWOT Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman) di atas yang kemudian dibuat analisis aksi untuk dilakukan pengembangan Destinasi wisata Kramat Beach sesuai strategi SO, WO, ST, dan WT. Strategi pengembangan destinasi dapat berupa strategi SO, WO, ST, dan WT.
Utopia Budaya Rempah: Menyemai Kejayaan Ternate dalam Lintasan Sejarah Sri Haryati Putri; Umi Barjiyah
Tekstual Vol 23 No 2 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12456

Abstract

Kejayaan rempah di masa lalu merupakan kejayaan yang dinikmati bangsa lain, yang memiliki kekuatan untuk menguasai rempah hingga ke sumbernya, yakni di kepulauan Maluku. Ternate merupakan sebuah wilayah di kepulauan Maluku atau hari ini dikenal dengan Maluku Utara, dikenal dengan "Kota Rempah". Mengingat di masanya Ternate sebagai pusat perdagangan rempah dunia yang didorong oleh kekayaan cengkih dan pala. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan etnografi. Adapun tujuannya untuk menganalisis apakah kejayaan rempah di masa silam masih mengemuka dalam kebudayaan masa kini. Pada masa lampau, Ternate dikenal sebagai salah satu pusat utama perdagangan rempah dunia yang melahirkan kejayaan dan pengaruh besar terhadap dinamika global. Namun dewasa ini, narasi kejayaan rempah Ternate tampak lebih sebagai sebuah utopia budaya, sebuah gambaran ideal yang tidak lagi sepenuhnya hadir dalam realitas sosial masyarakatnya. Kejayaan rempah kini hanya tersisa sebagai memori historis dan simbol kebanggaan masa lalu yang perlahan terpinggirkan dari ruang-ruang budaya kontemporer.
Pengelolaan Tinggalan Arkeologi Bawah Air di Maluku Utara: Studi Kasus Bangkai Pesawat Bristol Beaufort Dwi Sumaiyyah Makmur; Asti Ayuningsih; Zulhajnie Wildayanti Limpas
Tekstual Vol 24 No 1 (2026): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12469

Abstract

Tinggalan arkeologi bawah air di Maluku Utara merupakan bagian penting dari sumber daya budaya maritim Indonesia, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan inventarisasi, lemahnya pengawasan dan belum optimalnya pelindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan pengelolaan tinggalan arkeologi bawah air melalui studi kasus bangkai pesawat Bristol Beaufort di Pulau Morotai. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan dan regulasi terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan tinggalan arkeologi bawah air memerlukan model terpadu berbasis Culture Resource Management (CRM) yang mencakup inventarisasi dan dokumentasi, pelindungan hukum, pelibatan masyarakat, pemanfaatan berbasis edukasi serta monitoring berkelanjutan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi prinsip CRM dengan karakteristik tinggalan arkeologi bawah air di Maluku Utara sebagai dasar pengelolaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Kritik Terhadap Konsumerisme Dalam Video Musik Radiohead Berjudul “Fake Plastic Trees” Azzan Wafiq Agnurhasta; Rinta Arina Manasikana; Raditia Yudistira Sujanto
Tekstual Vol 24 No 1 (2026): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12470

Abstract

Konsumerisme merupakan fenomena sosial yang ditandai oleh pergeseran orientasi konsumsi dari pemenuhan kebutuhan menuju konsumsi tanda dan identitas simbolik. Fenomena ini tidak hanya direpresentasikan melalui media massa dan periklanan, tetapi juga melalui video musik sebagai bagian dari budaya populer. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kritik terhadap konsumerisme dalam video musik “Fake Plastic Trees” karya Radiohead. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap video musik “Fake Plastic Trees”. Data dianalisis menggunakan konsep reading images dari Theo van Leeuwen yang mencakup aspek representasional, interpersonal, dan tekstual, kemudian diinterpretasikan melalui teori simulakra dan hiperrealitas Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik terhadap konsumerisme direpresentasikan melalui tiga simbol utama, yaitu trolley sebagai penjara konsumer, konsumer sebagai tontonan, dan praktik membeli tanda daripada kegunaan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa individu modern hidup dalam ruang hiperreal yang dipenuhi citra dan nilai tanda sehingga aktivitas konsumsi tidak lagi didasarkan pada nilai guna, melainkan pada pencarian identitas dan makna simbolik. Penelitian ini menegaskan relevansi teori Baudrillard dalam menjelaskan budaya konsumsi kontemporer serta menunjukkan video musik sebagai medium kritik sosial terhadap masyarakat konsumen.
Public Communication Strategies of the Sultan of Ternate in Revitalizing the Moloku Kie Raha Cultural Identity: A Case Study of the Legu Taranoate Tradition Athirah Rizki Salsabila; Syahrir Ibnu; Alwi Abdul Haq
Tekstual Vol 24 No 1 (2026): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12471

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi komunikasi publik Sultan Ternate dalam merevitalisasi identitas budaya Moloku Kie Raha melalui tradisi Legu Taranoate 2024. Penelitian berangkat dari persoalan bagaimana otoritas tradisional non-negara mempertahankan legitimasi budaya di tengah demokrasi modern, globalisasi, dan perluasan media digital. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, analisis dokumen, dan wawancara semi-terstruktur dengan dua belas informan kunci, meliputi pejabat kesultanan, pemimpin adat, pengelola media, pelaku budaya, dan akademisi. Temuan menunjukkan bahwa Kesultanan Ternate memadukan komunikasi ritual, tata ruang sakral, simbol kerajaan, dialog publik, partisipasi pemuda, dan verifikasi konten digital untuk memperkuat kesinambungan identitas lokal. Secara vertikal, Sultan mengoperasikan modal simbolik melalui ritus Orom Sasadu dan Kololi Kie. Secara horizontal, Legu Taranoate menjadi ruang publik budaya yang memungkinkan warga menegosiasikan nilai adat dengan isu kontemporer. Artikel ini juga menunjukkan bahwa media digital dapat memperluas jangkauan budaya apabila tetap dikendalikan oleh protokol adat. Studi ini menegaskan bahwa revitalisasi budaya berlangsung melalui perpaduan otoritas simbolik, partisipasi masyarakat, dan adaptasi media.

Page 11 of 12 | Total Record : 113