cover
Contact Name
Muhammad Furqan
Contact Email
muhammadfurqan_0407@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alijtimaiyahpmi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Ijtimaiyyah
ISSN : 26545217     EISSN : 24610755     DOI : -
Journal Al-Ijtimaiyyah is an open access journal that contributing to publishing various research results and literature review in the field of Islamic community development and social welfare. The journal welcomes the new idea and concepts on the community development field to be published academically. This journal was initiated by a group of academicians who concern with development and social issues at Ar-Raniry Islamic University, Banda Aceh, Indonesia. Focus; Journal Al-Ijtimaiyyah publishes an academic article on Islamic community development and social welfare based on research, project report, book reviews and new concept on Islamic community development that based on deep literature review. Scope; Journal Al-Ijtimaiyyah accepts the submission of articles in the fields of Islamic community development, Islamic microfinance, disaster and development, poverty reduction, social welfare, entrepreneurship and gender, and development.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
IMPLEMENTATION OF MEDIATION AS A MEANS OF PREVENTING DIVORCE (STUDY AT THE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS, IDI RAYEUK DISTRICT) Muammar, Muammar; Mukhlis, Mukhlis; Faisal, Faisal
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15171

Abstract

Abstrak: Perkawinan sebagai misaqan galiẓan, yaitu suatu perjanjian besar antara laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dengan landasan taqwa. Sehingga, dengan pernikahan, terciptalah kasih sayang di antara suami dan istri, kehidupan yang penuh kedamaian dan ketentraman. Keluarga merupakan pondasi awal dari bangunan masyarakat dan bangsa. Oleh karenanya, keselamatan dan kemurnian rumah tangga adalah faktor penentu bagi keselamatan dan kemurnian masyarakat serta sebagai penentu kekuatan, kekokohan, dan keselamatan dari bangunan negara. Konsekuensi logisnya apabila bangunan sebuah rumah tangga hancur, maka masyarakat dan negara bisa dipastikan ikut hancur pula, oleh karena itu penyelesaian melalui mediasi oleh Lembaga Adat Gampong sebagai upaya pencegahan perceraian perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan yang menggunakan wawancara sebagai salah satu sumber data penelitian. Adapun hasil penelitian didapati bahwa faktor yang mempengaruhi jalannya mediasi oleh Lembaga Adat Gampong terhadap pencegahan perceraian di Kecamatan Idi Rayeuk adalah faktor sarana dan prasarana serta faktor tekat yang kuat dari pasangan suami istri dalam mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Kemudian langkah yang dapat ditempuh oleh Lembaga Adat Gampong adalah menerima dan mempelajari pengaduan, memerintahkan perangkat desa atau kepala dusun untuk menyelidiki perkara dengan menghubungi para pihak yang bersangkutan, mengatur dan menetapkan waktu persidangan serta menyiapkan persidangan di balai desa, mengundang para sesepuh desa yang akan mendampingi kepala desa untuk memimpin persidangan, mengundang para pihak yang berselisih, para saksi untuk didengar keterangannya, membuka persidangan dan menawarkan perdamaian di antara kedua belah pihak, memeriksa perkara, mendengar keterangan saksi pendapat para sesepuh dan penghulu dan mempertimbangkan dan menetapkan keputusan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.Kata Kunci: Mediasi; Pencegahan; Perceraian.           Abstract: Marriage as a galiẓan mass, that is, a great covenant between a man and a woman to live together on the basis of taqwa. Thus, with marriage, affection is created between husband and wife, a life full of peace and tranquility. The family is the initial foundation of the building of society and the nation. Therefore, the safety and purity of the household is the determining factor for the safety and purity of society and as a determinant of the strength, sturdiness, and safety of state buildings. The logical consequence is that if the building of a household is destroyed, then the community and the state can be ensured to be destroyed as well, therefore a settlement through mediation by the Gampong Customary Institution as an effort to prevent divorce needs to be carried out. This research uses a field research approach that uses interviews as one of the sources of research data. The results of the study found that the factors that affect the course of mediation by the Gampoeng Customary Institution towards the prevention of divorce in idi Rayeuk District are factors of facilities and infrastructure as well as strong puzzle factors of married couples in maintaining the integrity of their households. Then the steps that can be taken by the gampong traditional institution are to receive and Study Complaints, order the Village Apparatus or hamlet head to investigate the case by contacting the parties concerned, arranging and setting the time for the trial and preparing the trial at the village hall, inviting village elders who will accompany the village head to preside over the trial, inviting the parties to the dispute,  witnesses to be censured, open the trial and offer peace between the two sides, examine the case, hear the testimony of witnesses and elders and elders and consider and determine decisions based on the agreement of both parties.Keywords: Mediation; Prevention; Divorce.
DAMPAK KEBERADAAN BUDI DAYA KERAMBA IKAN AIR TAWAR TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA TOWEREN KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH Furqan, Furqan; Maghfirah, Fitria Rizki
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15545

Abstract

Abstract: A prosperous society is a society that has a good and sufficient economy so that it can provide a decent enough life. To meet the necessities of life and also a decent life, of course the community must try, as the people of Toweren Village who started fish cage cultivation in order to achieve a prosperous family. The research problem is formulated into two: First, what is the impact of freshwater fish cage cultivation on the welfare of the people of Toweren Village. Second, what is the response of the Toweren Village Community regarding the Existence of Freshwater Fish Cage Cultivation. The purpose of this study was to determine the impact of fish cage cultivation and the public's response to fish cage cultivation. This research is a field research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques by way of observation and interviews. The results of the study show that fish cage cultivation can improve the economy and can meet the needs of the community and can reduce the unemployment rate of the people of Toweren Village so that the people of Toweren Village can be said to be a prosperous society. In addition, fish cage cultivation has a negative impact, namely, environmental pollution and becomes an obstacle to community activities such as fishermen and anglers.Keywords: Aquaculture; Fish Cage; Welfare; Community.   Abstrak: Masyarakat yang sejahtera merupakan masyarakat yang memiliki ekonomi bagus dan mencukupi sehingga dapat memberikan kehidupan yang cukup layak. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga kehidupan yang layak tentunya masyarakat harus berusaha, sebagaimana masyarakat Desa Toweren yang memulai budi daya keramba ikan agar mencapai keluarga yang sejahtera. Masalah penelitian dirumuskan menjadi dua: Pertama, Bagaimana dampak usaha budi daya keramba ikan air tawar terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Toweren. Kedua, Bagaimana tanggapan Masyarakat Desa Toweren mengenai Keberadaan Budi Daya Keramba Ikan air tawar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak budi daya keramba ikan dan tanggapan masyarakat terhadap budi daya keramba ikan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan melalui pendekatan Deskriptif kualitatatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budi daya keramba ikan dapat meningkatkan ekonomi dan dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat serta dapat mengurangi tingkat pengangguran masyarakat Desa Toweren sehingga masyarakat Desa Toweren dapat dikatakan ke dalam masyarakat yang sejahtera. Selain itu budi daya keramba ikan memiliki dampak negatif yaitu, pencemaran lingkungan serta menjadi penghambat aktivitas masyarakat seperti nelayan dan pemancing.Kata Kunci: Budi Daya; Keramba Ikan; Kesejahteraan; Masyarakat.
PENDAMPINGAN PEMERINTAHAN GAMPONG DALAM MENINGKATKAN TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA (BEST PRACTICE DI GAMPONG TEUNGOH BARO) Fanzikri, Mirza
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15622

Abstract

Abstract: Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie is a locus that requires strengthening and improving village administration governance by the mandate of the Minister of Home Affairs regulation on Number 47 of 2016 concerning Village Government Administration. This study explains efforts to assist village administration in Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. This research was carried out in conjunction with community service using the Participatory Learning and Action (PLA) method, a participatory learning and practice process which positions the target of coaching and the subject of implementing village administration. This activity is designed in two dimensions. The research dimension uses data collection techniques through observation, interviews, document review, and the coaching dimension, which consists of several activities. Participants who were targeted and informants in this community service consisted of elements of Keuchik, Gampong Apparatus, TPG, and village cadres. Data analysis in this study uses data collection techniques, reduction, simplification, and conclusion. The results of the study describe the stages of assistance in four functions. Namely, the function of; empowering, protecting, supporting and facilitating. Assistance activities for village administration governance were held in the form; of socialisation for the regulation of Minister of Home Affairs Number 47 of 2016, workshops for filling out village administration register books, supervision and consultation on village administration.Keywords: Village Administrations; Village Assistance; Community Service.Abstrak: Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie merupakan lokus yang membutuhkan penguatan dan peningkatan tata kelola administrasi pemerintahan desa. Di sana ditemukan bahwa belum tersedianya buku register administrasi desa sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 47 tahun 2016 Tentang Administrasi Pemerintahan Desa. Penelitian ini memberikan penjelasan terkait upaya pendampingan tata kelola administrasi desa di Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Penelitian yang dilaksanakan bersamaan dengan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Participatory learning and Action (PLA) atau proses belajar dan praktik secara partisipatif, yang memposisikan sasaran pembinaan juga sebagai subjek pelaksana administrasi desa. Kegiatan ini didesain dalam dua dimensi. Dimensi penelitian menggunakan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan telaah dokumen serta dimensi pembinaan yang terdiri dari beberapa kegiatan. Peserta yang menjadi sasaran merangkap informan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari unsur Keuchik, Aparatur Gampong, TPG, dan para kader LKD Gampong Teungoh Baroh. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi, penyederhanaan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menguraikan tahapan pendampingan dalam empat fungsi, yaitu fungsi penguatan (empowering), perlindungan (protecting), pendukungan (supporting), dan fasilitasi (facilitation). Kegiatan pendampingan tata kelola administrasi desa diselenggarakan berupa sosialisasi Permendagri Nomor 47 tahun 2016, lokakarya (workshop) pengisian buku register administrasi desa, serta supervisi dan konsultasi penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa.Kata Kunci: Administrasi  Desa; Pendampingan Desa; Pengabdian Masyarakat.
PARTISIPASI TENAGA KERJA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (STUDI KASUS DI PASAR NALOGATEN KEC. SLEMAN YOGYAKARTA) Maudy, Anita; Noor, Nina Mariani
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15634

Abstract

Abstract: In a family, apart from being a wife, women also work as housewives who educate children and are devoted to their husbands. Many things are considered to create a prosperous family so that life is more comfortable and also various motivations for working, one of which is to ease the burden on households with a high number of dependents, want to earn their own money, seek experience, and want to transfer their knowledge to others. This study aims to find out whether working women's welfare has increased or there are many problems behind it. As for this research, it can be seen from working women in terms of age, work done by women, and family welfare conditions. This study uses an approach approach with the interview method to 4 informants who can provide correct and clear information related to the research being conducted. The research findings show that women in the Nologaten market who are over 40 years old are self-willed, self-employed and want to have their own money. Even though their children are well off and have enough jobs, the mothers who work in the Nologaten market still want to work alone because they are used to it, and they also have the help of their husbands. There are various kinds of work at that place, such as selling spices, vegetables, and also selling chicken. This research was conducted at Nologaten Caturtunggal Market, Depok District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta.Keywords: Women; Welfare; Family. Abstrak: Dalam sebuah keluarga perempuan selain berperan sebagai istri juga berfungsi sebagai ibu rumah tangga yang mendidik anak dan berbakti kepada suami. Banyak hal yang dipertimbangkan untuk menciptakan keluarga yang sejahtera agar hidup lebih nyaman Berbagai motivasi perempuan ingin bekerja yaitu untuk meringankan beban rumah tangga dengan jumlah tanggungan cukup tinggi, ingin mencari uang sendiri, mencari pengalaman, dan ingin mentransfer ilmunya kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perempuan bekerja apakah kesejahteraan keluarganya meningkat atau banyak permasalahan dibaliknya. Adapun penelitian ini dapat dilihat perempuan bekerja dari segi umur, pekerjaan yang dilakukan perempuan, dan kondisi kesejahteraan keluarga. Dalam penelitian ini merupakan suatu pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara kepada 4 informan yang bisa memberikan tanggapan atau infomasi dengan benar dan jelas yang terkait dengan penelitian yang ingin dilakukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja di pasar Nologaten yang berusia di atas 40 tahun adalah kemauan diri sendiri, kesenangan sendiri dan ingin mempunyai uang sendiri. Walaupun anak-anaknya sudah berkecukupan dan mempunyai pekerjaan yang cukup namun ibu-ibu yang bekerja di pasar Nologaten tetap ingin bekerja sendiri dikarenakan sudah terbiasa berdagang. Berbagai macam kerjaannya ditempat tersebut seperti menjual rempah-rempah, sayur-sayuran dan juga menjual ayam. Penelitian ini dilakukan di Pasar Nologaten Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Kata Kunci: Perempuan; Kesejahteraan; Keluarga.
MONITORING KUALITAS AIR TAMBAK BUDI DAYA KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) PADA KELOMPOK MITRA DI DESA PANGGUNG JEPARA Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif; Riza, Andi Nor; Hasyim, Muhammad; Naseer, Jamal Abdun
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15853

Abstract

Abstract: Panggung Village is one of the coastal villages in Kedung District, Jepara Regency which has a lot of potential natural resources to be developed. One potential natural resource that is quite potential is the mangrove forest which is widely cultivated as a place for mud crab cultivation. Mud crab (Scylla serrata) is one of the fisheries resources in the mangrove area, has high economic value and tastes delicious meat so that it is consumed by many local and foreign people. The problem faced by the partner group is that the cultivation of mud crabs has not gone well due to limited funds, lack of technology and assistance for their production activities. This activity aims to provide science and technology applications in the form of digital pond water quality monitoring technology to monitor parameters of temperature, DO, salinity and pH so that mud crabs grow optimally and have high selling prices. The method used for partner groups to support program realization is participatory. The result of the activity is a fairly high level of participation from the partner group which has a positive impact on program implementation, seen in socialization activities, counseling, training and mentoring in monitoring the water quality of mud crab cultivation ponds. The implementation of the service program is able to produce outputs, namely increasing the knowledge and skills of partner groups in monitoring water quality.Keywords: Monitoring; Water Quality; Mud Crab.Abstrak: Desa Panggung merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara yang memiliki banyak potensi sumber daya alam untuk dikembangkan. Salah satu potensi sumber daya alam yang cukup potensial adalah hutan mangrove yang banyak diusahakan sebagai tempat budi daya kepiting bakau. Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumber daya perikanan yang berada di kawasan mangrove, memiliki nilai ekonomis tinggi dan rasa dagingnya yang lezat sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat lokal maupun mancanegara. Permasalahan yang dihadapi kelompok mitra yaitu budi daya kepiting bakau yang dilakukan belum berjalan dengan baik dikarenakan keterbatasan dana, kurangnya teknologi dan pendampingan untuk kegiatan produksinya masih sangat kurang. Kegiatan ini bertujuan memberikan aplikasi IPTEKS berupa teknologi monitoring kualitas air tambak secara digital untuk memantau parameter suhu dan DO sehingga kepiting bakau tumbuh optimal serta memiliki harga jual yang tinggi. Metode yang digunakan bagi kelompok mitra untuk mendukung realisasi program adalah partisipatif. Hasil dari kegiatan adalah tingkat partisipasi yang cukup tinggi dari kelompok mitra memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program, terlihat pada kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan monitoring kualitas air tambak budi daya kepiting bakau. Pelaksanaan program pengabdian mampu menghasilkan luaran yaitu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok mitra dalam melakukan monitoring kualitas air.Kata Kunci: Monitoring; Kualitas Air; Kepiting Bakau.
STRATEGI PENGEMBANGAN KARIR DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS KERJA PADA STAF PALANG MERAH INDONESIA KOTA BANDA ACEH Hatta, Kusmawati; Azhari, Azhari; Zubaidah, Zubaidah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.15854

Abstract

Abstract: Career development is urgently needed in increasing the resources of the Indonesian Red Cross in Banda Aceh City so that staff are ready when facing a sudden disaster. Therefore, the purpose of this study was to determine the qualifications of Indonesian Red Cross workers, the Indonesian Red Cross Staff Work Program that was applied to the implementation and creativity of employees, and how the stages of career development of Indonesian Red Cross Staff were. In taking the sample, the writer uses purposive sampling technique. Data collection techniques with observation techniques, interviews and documentation. After getting data from the field, the results of the research can be seen that the career development strategy in increasing the creativity of the Indonesian Red Cross staff in Banda Aceh City. First, the qualifications of workers are very diverse and not in accordance with their field of work, so they need data from individuals to adjust their work. Second, having a work program from each field, namely: (a) Searching for blood donor locations in collaboration with partners and granting charters; (b) perform services and data collection and fulfill the facilities and infrastructure; (c) Complete documentation to complete requests from the Food and Drug Administration in the process of complying with Good Manufacturing Practices; (d) Training on logistics and disaster management assessment; (e) Socialization and simulation of public and school health; (f) Proposing permanent employees and refresting data collection. Third, the career development strategy of Indonesian Red Cross staff consists of three strategic processes, namely: (a) scheduled training; (b) internship; (c) seminars and workshops.Keywords: Strategy; Career Development; Work Creativity; PMI Staff.Abstrak: Pengembangan karir sangat dibutuhkan dalam meningkatkan sumber daya Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh sehingga staf siap bertugas saat ada bencana yang melanda tiba-tiba. Oleh karena itu tujuannya dilaksanakan penelitian ini ialah untuk mengetahui kualifikasi para pekerja staf Palang Merah Indonesia, Program kerja Staf Palang Merah Indonesia yang diterapkan untuk pencapaian kinerjanya dan kreativitas kerjanya, serta bagaimana tahapan pengembangan karir Staf di Palang Merah Indonesia. Dalam pengambilan sampel penulis menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapatkan data yang diperoleh dari lapangan, maka hasil penelitian dapat diketahui bahwa strategi pengembangan karir dalam meningkatkan kreativitas pada staf Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh. Pertama, kualifikasi para pekerja sangat beragam dan belum sesuai dengan bidang pekerjanya, sehinga membutuhkan data dari perorang untuk menyesuaikan pekerjaanya. Kedua, memiliki program kerja dari masing-masing bidang yaitu: (a) Pencarian lokasi donor darah dengan bekerja sama dengan mitra-mitra dan pemberian piagam; (b) Melakukan pelayanan dan pendataan serta  memenuhi perlengkapan sarana dan prasarana; (c) Melengkapi dokumentasi untuk melengkapi permintaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan dalam proses pemenuhan Good Manufacturing Practices; (d) Pelatihan logistic dan dan manajemen bencana assesmen; (e) Sosialisasi dan simulasi kesehatan ke masyarakat dan sekolah; (f) Pengusulan pegaawai tetap dan refrest pengimputan data. Ketiga, strategi pengengembangan karir staf Palang Merah Indonesia terdapat tiga proses strategi yaitu: (a) pelatihan dengan jadwal schedule; (b) magang; (c) seminar dan workshop.Kata Kunci: Strategi; Pengembangan Karir; Kreativitas Kerja, Staf PMI.
ANALISIS KOMUNIKASI PARTISIPATIF PEMERINTAH DESA PADA PEMUDA DALAM MEMPERTAHANKAN MODAL SOSIAL DESA PULAU KEDUNDUNG Sulastri, Irta; Pratama, Luzian
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15885

Abstract

Abstract: Participatory communication involves various elements that exist in society. So that participatory communication is seen as important so that the community can know, understand and participate in building village social energy. The implementation of participatory communication between the government and village communities can support the expected achievements. This research uses descriptive qualitative method. Data was collected by observation, interviews and documentation. The data analysis technique using Interactive data analysis techniques until there are no more findings as stated by Miles and Huberman which took place with three activities, namely data reduction, data display and conclusion drawing. The results of the study show that: 1) The Kedundung Island Village Government has not been able to implement participatory communication with youth properly. 2) Youth's indifference to village activities is caused by the erosion of community social capital. Youth in some conditions the village government loses the sense of trust of the youth.Keywords: Participatory Communication; Village; Social Capital.    Abstrak: Komunikasi partisipatif melibatkan berbagai unsur elemen yang ada di dalam mayarakat. Sehingga komunikasi partisipatif dipandang penting agar masyarakat dapat mengetahui, mengerti dan berpartisipasi dalam membangun dan mempertahankan modal sosial desa. Terlaksananya komunikasi partisipatif antara pemerintah dengan masyarakat desa dapat mendukung pencapaian desa yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berlangsung secara interaktif sampai tidak ada lagi temuan sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang berlangsung dengan tiga aktifitas yakni reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemerintah Desa Pulau Kedundung belum bisa menerapkan komunikasi partisipatif dengan pemuda. 2) Ketidakpedulian pemuda terhadap kegiatan desa disebabkan oleh tergerusnya modal sosial masyarakat. Pemuda dalam beberapa kondisi pemerintah desa kehilangan rasa kepercayaan dari pemuda.Kata Kunci: Komunikasi Partisipatif; Desa; Modal Sosial.
PENDEKATAN DAKWAH WASATHIYYAH FORUM DAKWAH PERBATASAN (FDP) DALAM PEMBINAAN SAUDARA BARU DI WILAYAH PERBATASAN ACEH Fakhri, Fakhri; Fairus, Fairus; Zuhdi, Ahmad
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17221

Abstract

Abstract: The coaching of converts to Islam has been an important aspect in the border areas of Aceh Province. This program is conducted considering that the region is prone to silting of faith, drug abuse and negative influence of foreign culture, which could affect the faith and aqidah (creed) of Muslim residing in the border area. This issue becomes the background of this study in an attempt to figure out the approaches of dakwa wasathiyyah (moderate) carried out by the organization of Forum Dakwah Perbatasan (FDP) in implementing its coaching programs for the converts to Islam in the border area. This study employed qualitative approach, in which interview and document analysis were used for collecting the data. The result of this study shows that Forum Dakwah Perbatasan (FDP) has performed the Dakwa fundamentally and consistently within the framework of Islam Wasathiyyah to the Muslim society in the border and remote areas of Aceh. The da’i (callers to Islam) of FDP performed the dakwa in accordance with their vision, that Islamic dakwa should be developed based on the tenets of Islam Wasathiyyah. Among the tenets of Dakwa Wasathiyyah conducted by the FDP are; tawazzun, tawasshut, i’tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, and tathawwur wa ibtikar. While in implementing those dakwa programs, the FDP performed dakwa by using various approaches as follows: dakwa tauhid, social dakwa, transformative dakwa, and humanist dakwa. This study concluded that the FDP has greatly contributed and assisted in strengthening and coaching the aqidah of the converts to Islam in Aceh.Keywords: Dakwa Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Converts to Islam.Abstrak: Pembinaan saudara baru menjadi aspek penting di wilayah perbatasan Aceh. Mengingat kawasan tersebut rawan terjadinya pendangkalan akidah, peredaran narkoba dan pengaruh budaya asing yang dapat mempengaruhi keyakinan dan akidah umat Islam di perbatasan. Hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini dengan tujuan untuk mengkaji tentang gambaran pendekatan dakwah Wasathiyyah yang dilaksanakan oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP) dalam pembinaan berbagai program terhadap saudara baru di perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prinsipil dan komitmen Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah melakukan dakwah dalam kerangka Islam Wasathiyyah di kalangan umat Islam di perbatasan dan pedalaman Aceh. Para da'i Forum Dakwah Perbatasan (FDP) menjalankan dakwah sesuai dengan visinya di mana  dakwah Islam selayaknya dikembangkan dengan konsep Islam Wasathiyyah.Adapun prinsip -prinsip Dakwah Wasathiyyah yang dilakukan Forum Dakwah Perbatasan (FDP), sebagai berikut: tawazzun, tawasshut, i'tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, dan tathawwur wa ibtikar. Dalam mengimplementasi program dakwah tersebut, Forum Dakwah Perbatasan (FDP) melakukan dakwah dalam berbagai pendekatan, di antaranya: dakwah tauhid, dakwah sosial, dakwah transformatif dan dakwah humanis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah memberikan kontribusi dan andil besar terhadap penguatan dan pembinaan akidah saudara baru di perbatasan Aceh.Kata Kunci: Dakwah Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Saudara Baru.
PERAN KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN DALAM PEMBERDAYAAN PETANI KOPI GAYO DI DESA WIH NAREH KECAMATAN PEGASING KABUPATEN ACEH TENGAH Kamari, Samsul; Mahlil, Mahlil; Fakhruddin, Fakhruddin; Fatimah, Fatimah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17517

Abstract

Abstract: The Gayo highlands are one of the coffee-producing regions in Indonesia and the fourth largest exporter of coffee beans in the world, so a good strategy and plan is needed to improve people's welfare through Gayo coffee commodities, one of which is through cooperatives such as the Qiradh Baburrayyan Cooperative for farmers who in Wih Nareh Village, Pegasing District. The purpose of this study was to find out the process of empowering Gayo coffee farmers that was carried out by KBQ Baburrayyan and the obstacles faced in empowering Gayo Coffee Farmers. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out by interviews, observation, and documentation. The results of the research show that the role of KBQ Baburrayyan in empowering Gayo coffee farmers in Wih Nareh Village, Pegasing District, Central Aceh District has been going quite well. Wih Nareh Village so that the unemployment rate decreased. Then provide guidance to the community such as training and outreach. Furthermore, the Baitul Qiradh Baburrayyan Cooperative also provided seed assistance other than coffee because coffee has a harvest pause period to support the coffee farmers' economy.Keywords: The Role of Cooperatives; Empowerment; Coffee Farmers.Abstrak: Daratan tinggi Gayo merupakan salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia dan pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia sehingga dibutuhkan strategi maupun rencana yang baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui komoditas kopi gayo, salah satunya melalui koperasi seperti yang dilakukan pihak Koperasi Baitul Qirad Baburrayyan kepada para petani yang ada di Desa Wih Nareh Kecamatan Pegasing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan petani kopi gayo yang dilakukan KBQ Baburrayyan serta kendala yang dihadapi dalam melakukan pemberdayaan terhadap Petani Kopi Gayo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran KBQ Baburrayyan dalam pemberdayaan petani kopi Gayo di Desa Wih Nareh Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah telah berjalan cukup baik terlihat dari adanya beberapa program pemberdayaan yang saat ini sedang berlangsung yaitu dengan merangkul tenaga kerja dan anggota kelompok tani dari masyarakat yang ada di Desa Wih Nareh sehingga angka pengangguran menurun. Kemudian melakukan bimbingan kepada masyarakat seperti pelatihan dan sosialisasi. Selanjutnya pihak Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan juga memberi bantuan bibit selain kopi karena kopi memiliki masa jeda panen tujuannya agar menunjang perekonomian petani kopi tersebut.Kata Kunci: Peran Koperasi; Pemberdayaan; Petani Kopi.
MAQASHID AL-SYARIAH KESEPAKATAN PASANGAN SUAMI ISTERI TIDAK MEMILIKI ANAK (CHILDFREE) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Syarif, Muhammad; Furqan, Furqan
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17545

Abstract

Abstract: Childfree reaps many pros and cons, then what is the law in Islam if a husband and wife decide not to have children. This library research study aims to explain the position of childfree (unwillingness to have children) within the framework of Islamic law by using the maqashid al-shari'ah theories. The results of this study indicate that deciding to be childfree is due to financial reasons and academic education. Having a child is not just about giving birth but also having to be prepared to create quality children so that it costs quite a lot to get a proper education. In Islamic law, marriage has several purposes, one of which is to get offspring (hifẓ an-nasl). Therefore, if a husband and wife marry and deliberately decide not to have children, then this decision is contrary to Islamic law.Keywords:  Husband and wife; Childfree; Islamic Law.Abstrak: Childfree menuai banyak pro dan kontra, lalu bagaimana hukumnya dalam Islam apabila pasangan suami istri memutuskan untuk tidak memiliki anak. Penelitian studi kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan childfree (keengganan untuk memiliki keturunan) dalam kerangka hukum Islam dengan menggunakan teori maqashid al-syariah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa memutuskan childfree karena alasan finansial dan pendidikan akademik. Memiliki anak tidak hanya sekedar melahirkan tetapi juga harus dipersiapkan untuk menciptakan anak yang berkualitas sehingga membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam hukum Islam perkawinan memiliki beberapa tujuan, salah satunya adalah untuk mendapatkan keturunan (hifẓ an-nasl). Oleh sebab itu, apabila pasangan suami istri menikah dan memutuskan dengan sengaja untuk tidak memiliki anak maka keputusan ini bertentangan dengan hukum Islam.Kata Kunci: Suami Istri; Childfree; Hukum Islam.