cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAY TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF SISWA KELAS VIII-E SMP NEGERI 1 BARAT KABUPATEN MAGETAN Eria Suntari; Diana Ariswanti Triningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.74 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v5i2.447

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play terhadap kecenderungan perilaku agresif siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Bentuk eksperimen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menyampaikan bimbingan kelompok dengan teknik role play untuk mengatasi perilaku agresif pada siswa kelas VIII-E SMP Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-E SMP Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan yang terindikasi memiliki tingkat kecenderungan perilaku agresif yang tinggi dengan jumlah 34 siswa. Sampel penelitian ini adalah 30% dari siswa kelas VIII-E SMP Negeri 1 Kabupaten Magetan yang memiliki kecenderungan perilaku agresif yang tinggi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik angket yang disusun sendiri oleh peneliti. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t-score.Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: harga t-hitung (t-score) sebesar 6,885. Untuk mengetahui apakah harga t-hitung sebesar 6,885 tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka perlu dikonsultasikan dengan harga t-tabel. Harga t-tabel untuk N = 10 dan derajad bebas (d.b) = 1 pada taraf signifikansi sebesar 5%, diperoleh bilangan 2,228. Dengan demikian maka harga t-hitung lebih besar dibandingkan dengan harga t-tabel (signifikan/TS=5%). Simpulan penelitian ini adalah bimbingan kelompok dengan teknik role play dapat mengurangi kecenderungan perilaku agresif siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan. Kata Kunci:    Bimbingan Kelompok, Teknik Role Play, kecenderungan Perilaku Agresif.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA OTORITER DAN AKTIVITAS SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN MENGATASI MASALAH BELAJAR PADA SISWA KELAS VI SDN KRATON 2 MAOSPATI TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Indah Wahyu Yuliani; Dahlia Novarianing Asri
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.003 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v2i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pola asuh orangtua otoriter terhadap kemampuan mengatasi masalah belajar pada siswa kelas VISDN Kraton 2 Maospati; (2) pengaruh tingkat aktivitas sosial siswa terhadapkemampuan mengatasi masalah belajar pada siswa kelas VI SDN Kraton 2Maospati; (3) pengaruh pola asuh orang tua otoriter dan tingkat aktivitas sosialsiswa secara simultan terhadap kemampuan mengatasi masalah belajar pada siswakelas VI SDN Kraton 2 Maospati.Populasi penelitian adalah siswa kelas VI SDN Kraton 2 Maospati tahunpelajaran 2010/2011. Sampel penelitian menggunakan teknik total samplingdengan jumlah populasi 31 siswa. Pengumpulan data menggunakan metodeangket. Analisis data menggunakan teknik statistik dengan menggunakan rumuskorelasi berganda dan untuk mengetahui signifikansi pengaruh antar variabeldigunakan uji-F.Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) adapengaruh yang signifikan dan negatif antara pola asuh orang tua otoriter terhadapkemampuan siswa mengatasi masalah belajar pada siswa kelas VI SDN Kraton 2Maospati tahun pelajaran 2010/2011, (2) ada pengaruh signifikan dan positifantara aktivitas sosial siswa terhadap kemampuan siswa mengatasi masalahbelajar pada siswa kelas VI SDN Kraton 2 Maospati tahun pelajaran 2010/2011,dan (3) ada pengaruh signifikan dan positif antara pola asuh orang tua otoriterbersama dengan aktivitas sosial siswa secara simultan terhadap kemampuan siswamengatasi masalah belajar pada siswa kelas VI SDN Kraton 2 Maospati tahunpelajaran 2010/2011.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN EMOSI KORBAN PERCERAIAN BERBANTUAN BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DENGAN TEKNIK SIMULASI SISWA SMP NEGERI 1 TAKERAN KABUPATEN MAGETAN Afifatul Fitria Bahiroh; Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.195 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v4i2.264

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dan catatan konselor sekolah, diperolehinformasi bahwa di SMP Negeri 1 Takeran Kabupaten Magetan khususnya siswakelas VIII, menunjukkan kurang mampu mengelola emosinya. Penyebab yangpaling dirasakan adalah karena latar belakang perceraian orang tua. Akibatnya,kebanyakan siswa tersebut merasa minder, kurang mampu memotivasi dirisendiri, tingkat kecemasan yang berlebihan, dan kurang mampu bangkit dariperasaan-perasaan yang menekan. Kemampuan pengelolaan emosi merupakanpenunjang dari keberhasilan siswa dalam bersosialisasi dan mengoptimalkankemampuannya, sehingga ada alasan perlu ditingkatkan. Harapan dalampenelitian ini siswa lebih mampu memotivasi diri, bertahan menghadapi frustasi,mampu mengendalikan dorongan hati, tidak melebih-lebihkan kesenangan,mampu mengatur suasana hati dan berempati.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pengelolaanemosi korban perceraian melalui bimbingan pribadi-sosial dengan teknik simulasisiswa kelas VIII SMP Negeri 1 Takeran Kabupaten Magetan. Sampel penelitianditetapkan dengan teknik purposive sampling, yaitu siswa korban dari orangtuanya bercerai, sebanyak 16 siswa, dan yang terindikasi belum mampumengelola emosi yang disebabkan perceraian orang tua sebanyak 5 siswa.Penentuan jumlah sampel penelitian mengacu pada hasil observasi peneliti dancatatan hasil analisis data kepribadian dari konselor sekolah. Pengumpulan datamenggunakan teknik angket. Rancangan penilitian ini menggunakan pra eksperimental,dengan desain one-group pretest-post test. Analisis data penelitianmengunakan teknik statistik, dengan rumus t-score.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan mengelolaemosi korban perceraian orang tua melalui bimbingan pribadi-sosial denganteknik simulasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Takeran Kabupaten Magetan.
PERBEDAAN PENERIMAAN TEMAN SEBAYA ANTARA SISWA YANG BERKEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT PADA SISWA SMK NEGERI 1 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Noviyanti Kartika Dewi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.496 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v1i1.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan temansebaya pada siswa yang berkepribadian ekstrovert dan yang berkepribadianintrovert . Penelitian ini juga ingin mengetahui perbedaan penerimaan temansebaya antara siswa yang berkepribadian ekstrovert dan yang berkepribadianintrovertRancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Madiun,sebesar 735 siswa. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalahCluster smapling. Pengambilan sampel dalam penelitian ini sebesar 33%,sehingga sampel dalam penelitian ini sebesar 242 siswa. Analisis data dalampenelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat siswa yang berkepribadianekstrovert (54,1%) lebih banyak daripada siswa yang berkepribadian introvert(45,9%). Penerimaan teman sebaya pada siswa yang berkepribadian ekstrovertberada pada kategori kurang (49,6%) sedangkan peneimaan teman sebaya padasiswa yang berkepribadian introvert berada pada kategori kurang (44,2%).Berdasarkan nilai persentase tersebut terdapat perbedaan penerimaan temansebaya antara siswa yang berkepribadian ekstrovert dan introvert. Berdasarkanhasil uji-t yang dilakukan diperoleh hasil nilai p (0,000) < α (0,05) maka dapatdinyatakan terdapat perbedaan penerimaan teman sebaya antara siswa yangberkeribadian ekstrovert dan siswa yang berkepribadian introvert.
LAYANAN INFORMASI KARIER TEHNIK e-LEARNING MEMANTAPKAN PILIHAN KARIER SISWA KELAS X SMA Ismadi Ismadi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.048 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v4i1.255

Abstract

Seeing a new era in education, namely the introduction of educationalreforms that are closely related to the information systems needed in thedevelopment of education, then developed a career information service with e-Learning techniques aimed at 1) see the condition of the implementation of careerservices at SMAN 1 Ponorogo 2) find the implementation models careerinformation with e-Learning techniques 3) look at the effectiveness of careerinformation service with e-Learning techniques. Research and development is amethod used to produce a particular product, and test the effectiveness of theproduct. Results and conclusions of this study were 1) to know the implementationof career information service in SMAN 1 Ponorogo 2) the discovery of careerinformation service model with e-Learning techniques for establishing thedirection select careers class X 3) determine the effectiveness of careerinformation service model with techniques of e-Learning to select a careerdirection establish class X.
PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL DAN SELF AWARENESS TERHADAP NILAI BUDAYA LOKAL JAWA DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA SISWA SMA KYAI AGENG BASYARIYAH KECAMATAN DAGANGAN KABUPATEN MADIUN Elza Kusumaningrum; Noviyanti Kartika Dewi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.446 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i2.1014

Abstract

Pada dasarnya siswa yang memiliki perilaku prososial yang baik akan mudah diterima di lingkungan masayarakat, memiliki perilaku prososial adalah cara meminimalisir tumbuh suburnya sikap individualis di kalangan siswa baik pada siswa laki-laki maupun perempuan. Selain itu, kesadaran diri siswa terhadap nilai budaya jawa juga perlu dipertahankan, karena remajalah yang akan mewarisi nilai lokal budaya jawa ini. Kesadaran diri penting karena memiliki kesadaran diri membuat remaja mengetahui akan kelebihan dan kekurangan masing-masing, seseorang akan mampu memahami konsep diri dan standar, nilai serta tujuan yang dimiliki seseorang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perilaku prososial dan self awareness (kesadaran diri) terhadap nilai-nilai lokal budaya jawa di tinjau dari jenis kelamin pada siswa SMA Kyai Ageng Basyariyah Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2015/2016. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan metode deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling yaitu mengambil 60 siswa. Yang terdiri dari 30 siswa perempuan dan 30 siswa laki-laki. Pengumpulan data menggunakan metode skala sikap. Dalam menganalisis data menggunakan teknik analisis uji-t.Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Ada perbedaan perilaku prososial siswa perempuan dan laki-laki kelas X SMA Kyai Ageng Basyariyah Kecamatan Dagangan Kabupaten MadiunTahun Pelajaran 2015/2016, hal tersebut dengan ditunjukkan rhitung= 4,222>ttabel= 1,671 (2) Ada perbedaan perilaku prososial dan self awareness terhadap nilai-nilai lokal budaya jawa anatara siswa perempuan dan laki-laki SMA Kyai Ageng Basyariyah Kecamatan Dagangan Kabupaten MadiunTahun Pelajaran 2015/2016, hal tersebut dengan ditunjukkan rhitung= 4,327>ttabel= 1,671. Ini berarti ha diterima dan ho ditolak. Kata Kunci : Perilaku Prososial, Self Awarenes (Kesadaran Diri),Nilai-Nilai Lokal Budaya Jawa, di Tinjau dari Jenis Kelamin
PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI Ibnu Mahmudi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.922 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i1.238

Abstract

Membentuk karakter menjadi bagian penting bagi bangsa kita ke depan.Pendidikan yang dilakukan sampai saat ini, hasilnya belum sesuai dengan yangdiharapkan. Masih banyak terjadi berbagai peristiwa yang muncul danmemberikan pengaruh pada kehidupan peserta didik dalam hal perilaku yangmenyimpang seperti penggunaan obat terlarang, pelecehan seksual, sikap agresif,tawuran, bullying, tawuran antar kerlompok remaja, perkelaian antara pelajar danlain-lain.Data dan fakta lain masih banyak perilaku korupsi yang justru di lakukan olehpara petinggi di negara dan berpendidikan tinggi.Usaha untuk mengatasi hal tersebut perlu ada pembaharuan kurikulum dalamdunia pendidikan khususnya untuk pembentukan karakter, yang selama ini sudahada melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah, namun hasilnya belumsesuai dengan harapan. Usaha lain yang diyakini dapat digunakan untukmembentuk karakter yang baik dapat dilakukan melalui perpaduan layananbimbingan dan konseling dengan agama yaitu melalui layanan bimbingan dankonseling Islami.
KREATIVITAS PENGEMBANGAN MEDIA LAYANAN BK DITINJAU DARI KESIAPAN BELAJAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING IKIP PGRI MADIUN Tyas Martika Anggriana
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.584 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v5i2.452

Abstract

Keberhasilan mahasiswa untuk menyelesaikan beban kurikuler adalah suatu hal yang penting. Pada mahasiswa program studi bimbingan dan konseling terdapat mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa untuk melakukan praktik layanan bimbingan dan konseling dalam format klasikal, kelompok dan individual. Guna menarik minat konseli ketika mahasiswa yang sedang melakukan praktik melaksanakan layanan, maka mahasiswa harus mampu mengembangkan kreatifitasnya untuk mengembangkan media, yaitu media bimbingan dan konseling.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar dengan kreatifitas pengembangan media layanan bimbingan dan konseling. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi bimbingan dan konseling IKIP PGRI MADIUN semester 5 tahun akademik 2014/2015 yang sedang menempuh mata kuliah PPL BK Mikro. Pengambilan sampel dilakukan secara random sehingga diperoleh sampel sebanyak 92 mahasiswa, dari total populasi 125 mahasiswa. Analisis data penelitian dilakukan dengan uji korelasi product moment.Berdasarkan uji korelasi diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,253 dengan taraf signifikansi 0,015 (p<0,05; signifikan). Hal ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara kesiapan belajar dengan kreativitas pengembangan media layanan bimbingan dan konseling. Guna meningkatkan kreativitas pengembangan media bimbingan dan konseling pada mahasiswa maka mahasiswa perlu didorong untuk meningkatkan kesiapan belajarnya, dengan cara menyiapkan perangkat belajar sebelum proses pembelajaran dimulai.  Kata kunci: kesiapan belajar, kreativitas, media BK
PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL DAN MOTIVASI TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.493 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v2i2.216

Abstract

Faktor kedisiplinan siswa di sekolah merupakan unsur yang tidak dapat diabaikan.Perilaku disiplin bagi seorang pelajar merupakan bagian integral dalam pencapaiantujuan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Tinggi-rendahnya kedisiplinan siswadi sekolah antara lain akan mempengaruhi optimal-tidaknya motivasi belajar siswadalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Secara psikologis dapat dinyatakanbahwa siswa kurang disiplin dalam berperilaku dalam kehidupan, dalam aktivitasbelajarnya di sekolah, maka akan berpengaruh terhadap motivasi belajarnya, sehinggaakan berpengaruh terhadap daya-daya jiwa lain yang dimiliki siswa. Penanggulanganterhadap kecenderungan masalah siswa tersebut antara lain layanan bimbingan sosial,karena hakikat bimbingan sosial adalah membantu siswa yang mengalami masalahmasalahsosial, yang dapat mempengaruhi perilaku siswa.Penelitian ini pada hakikatnya ingin mengetahui pengaruh bimbingan sosial danmotivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 MaospatiMagetan tahun pelajaran 2011-2012. Penelitian ini menggunakan metode ex-posfacto,karena pada dasarnya peneliti ingin menguji teori yang menyatakan bahwafaktor bimbingan sosial dan motivasi belajar akan mempengaruhi kedisiplinan belajarsiswa. Untuk megetahui pengaruh antar variabel penelitin peneliti mengungkap datatentang keefektifan bimbingan sosial, motivasi belajar dan kedisiplinan belajar siswadi sekolah dengan teknik angket Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 50 siswadari 179 anggota populasi, yang ditetapkan dengan teknik random sampling. Analisisdata dalam penelitian ini menggunakan jasa statistik dengan rumus bangun AnalisisRegresi: dua Prediktor.Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa harga F-hitung lebih besar dibanding Ftabel(57,198 > 3,20=TS/5%). Jadi ada pengaruh yang signifikan bimbingan sosial danmotivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 MaospatiMagetan tahun pelajaran 2011-2012.
KONFLIK PERAN GANDA PADA DOSEN PEREMPUAN DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA Tyas Martika Anggriana; Tita Maela Margawati; Silvia Yula Wardani
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.652 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v5i1.269

Abstract

Bekerja merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan individudewasa. Fenomena yang terjadi di masyarakat pada era globalisasi adalah semakinbanyaknya perempuan yang bekerja di luar rumah. Kecenderungan perempuanuntuk bekerja menimbulkan persoalan. Ketika di tempat kerja, perempuandihadapkan pada tuntutan pekerjaan, sedangkan ketika sudah pulang ke rumah,perempuan akan dihadapkan pada peran domestik. Dalam menghadapi peristiwaperistiwayang menekan, individu membutuhkan dukungan sosial. Individu yangmemiliki dukungan sosial yang tinggi dapat mengatasi stres secara lebih berhasildibanding dengan individu yang kurang memperoleh dukungan sosial.Penelitian ini dilakukan di IKIP PGRI MADIUN. Penelitian dilakukandengan menggunakan pendekatan kuantitatif-non eksperimental expost-facto.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakankuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi.Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruhsignifikan dukungan sosial keluarga terhadap konflik peran ganda. Semakin tinggidukungan sosial keluarga maka semakin rendah konflik peran ganda, dansebaliknya semakin rendah dukungan sosial keluarga maka semakin tinggi konflikperan ganda.