cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi siswa underachiever Beny Dwi Pratama; Suharni Suharni
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.116 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i1.1246

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak yang mengalami prestasi yang kurang sesuai dengan kemampuan yang  mereka miliki, makna lain dalam hal ini disebut underachiever. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menyeimbangkan mengenai kemampuan yang mereka miliki dengan keadaan atau capaian mereka. Keberadaan  anak  underachiever  merupakan  salah  satu  fenomena  yang sampai  saat  ini  masih  terjadi  di  Indonesia.  Seorang  anak  dapat  dikategorikan underachiever  ketika  terjadi  ketidaksesuaian  antara  kapasitas  intelektual  yang mereka miliki yang ditunjukkan dengan kecerdassan atau IQ tinggi dengan prestasi akademik yang  mereka  raih  di  sekolah. Banyak hal yang bisa menyebabkan anak menjadi underachiever. Salah satu alasannya adalah metode pengajaran guru yang tidak bisa dinikmati anak-anak sebagaimana mestinya. Penyebab lainnya adalah gaya belajar siswa yang tidak bisa diakomodasi di kelas. Kondisi ini sering dikaitkan dengan underachiever berbakat. Teknik  analisis  data dalam  penelitian ini, peneliti  menggunakan  analisis  kualitatif  deskriptif  (pemaparan)  dan  data  yang peneliti  peroleh  baik  melalui  observasi,  interview,  dan  dokumentasi  dari  pihak-pihak  yang  mengetahui  tentang  data  yang  peneliti  butuhkan. Bimbingan dan konseling untuk membantu anak memahami kondisi underachiever sendiri. Panduan dan konseling yang mendalam juga dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan belajar di kelas. Keterlibatan orang tua dalam perawatan anak dengan masalah dapat berdampak positif underachiever pada perkembangan anak.Kata Kunci: Underachiever, Layanan Bimbingan dan KonselingAbstractThis research is motivated by the number of children who experience the lesson of achievement in this case called underachiever. So this study aims to balance the abilities they have with their circumstances or achievements. The existence of children underachiever is one of the phenomenon that until now still occur in Indonesia. A child can be categorized as an underachiever when a discrepancy between their intellectual capacities is demonstrated by high intelligence or IQ with their academic achievement at school. Many things can cause a child to become an underachiever. One reason is the teacher teaching method that children can not enjoy properly. Another cause is the learning style of students who can not be accommodated in the classroom. This condition is often associated with a talented underachiever. Data analysis techniques in this study, the researchers used qualitative analysis descriptive (exposure) and data that the researchers obtained through observation, interviews, and documentation of the parties who know about the data that the reporters need. Guidance and counseling to help children understand underachiever conditions themselves. In-depth guidance and counseling can also help children adjust to learning in the classroom. Parental involvement in child care can be positively impact underachiever on child development.Keywords: Underachiever, Guidance and Counseling Services
Aspect, validity, and reliability family support perception scale for substance abuse disorders Supriyanto, Agus; Hendiani, Nurlita
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.64 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i1.2268

Abstract

People perception of Substance Abuse Disorders (GPZ) who are undergoing rehabilitation program on family support has a strong role recovery and relapse prevention. Measuring perception of family support is useful for family counseling development. The goal of research to find aspects of perception and a form family support from people with GPZ to recover from drug addiction on family support perception scale instruments. The research uses mixed methods approach with sequential transformative. Research instrument form documentation study in the form of text analysis, interview, and survey on individual GPZ/ N = 217. The research analysis with qualitative descriptive analysis of journal and book study, focus group discussion to the determination of statement points, and quantitative descriptive analysis from different test result to know validity and reliability of the instrument. The findings reveal the concept and operationalization of family support perception through two perception aspects, ie cognition, and affection. Forms of family support include (1) emotional support, (2) award support, (3) information support, and (4) concrete support. The family support perception scale has 46 valid statements with the value coefficient of Corrected Item-Total Correlation ≥ 0.148. The reliability coefficient of the family supported perception scale is 0.861 with the high-reliability category. The family support perception scale can be used to identify the level of family support on people with GPZ from drug addiction.
Bimbingan kelompok dengan metode mind mapping sebagai upaya preventif terhadap prevalensi stunting Pratiwi, Ayu Budi; Mardiyono, Mardiyono; Anggriana, Tyas Martika; Suharni, Suharni
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.339 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.4997

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang sedang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2017 adalah 29,6% dan angka tersebut masih diatas ambang batas yang ditetapkan oleh WHO. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang stunting melalui bimbingan kelompok dengan metode mind mapping pada pasangan usia subur sehingga dapat berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif bentuk pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 pasangan usia subur diambil secara purposive dari penduduk desa rentan Stunting di Kabupaten Ngawi dikenai pretest dan posttest dengan menggunakan angket tertutup. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemahaman pasangan usia subur tentang stunting pada hasil pretest berbeda secara signifikan dengan hasil posttestnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mind mapping dalam seting bimbingan kelompok dapat digunakan sebagai upaya preventif prevalensi stunting.AbstractStunting is one of the health problems that is getting attention from the Government of Indonesia. In 2017, the prevalence of stunting in Indonesia was 29.6% which still exceeds the provisions set by WHO. This study aims to improve understanding of stunting through group guidance with mind mapping methods in fertile age couples so that it can contribute to reducing the prevalence of stunting. This research is a quantitative pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The study subjects consisted of 10 couples of fertile age who were taken purposively from Stunting vulnerable villagers in Ngawi District. They are subjected to pretest and posttest using a questionnaire. Data collected was analyzed using the Wilcoxon test. The results of the data analysis showed that the understanding of fertile age couples about stunting before and after group guidance services using mind mapping methods differed significantly. Thus it can be concluded that group guidance with mind mapping methods can be used as an effort to prevent stunting prevalence.
Pemberdayaan masyarakat retardasi mental sebagai upaya meningkatkan kesehatan jiwa melalui metode proverasi Dahlia Novarianing Asri; Dian Ratnaningtyas Afifah
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.054 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i1.1233

Abstract

AbstrakDesa Krebet merupakan salah satu dari empat desa di Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo yang mayoritas penduduknya mengalami gangguan retardasi mental, sehingga julukan “Kampung Idiot” masih melekat hingga saat ini di masyarakat tersebut. Kondisi geografis daerah yang terpencil, tanah tandus dan gersang serta dataran yang dikelilingi pegunungan kapur menyebabkan minimnya pelayanan pendidikan, kesehatan yang layak, dan sebagian besar masyarakat berada di bawah garis kemiskinan. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari warga masyarakat yang mayoritas mengalami retardasi mental akan berdampak terhadap kesehatan jiwa masyarakat “kampung idiot”, sehingga diperlukan suatu penanganan yang serius dengan memberdayakan masyarakat desa setempat dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa melalui metode proverasi (promosi, prevensi, kurasi, rehabilitasi). Metode proverasi dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan dan bimbingan sosial dalam menciptakan kehidupan yang sehat, baik fisik maupun psikologis, memberikan life skillskepada warga retardasi mental maupun warga masyarakat normal untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, dan keterampilan hidup untuk memelihara diri dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan kesehatan jiwa dapat dilakukan melalui Metode Proverasi (Promosi, Prevensi, Kurasi, Rehabilitasi) dengan memberdayakan warga masyarakat Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo.Kata kunci: Kesehatan Jiwa, Metode Proverasi, MasyarakatAbstractRetardasi Mental The village of Krebet is one of four villages in Jambon Sub-district, Ponorogo District where the majority of the population suffers from mental retardation, so the nickname "Kampung Idiot" is still attached to the present in the community. The geographic conditions of remote, barren and arid land and the plains surrounded by limestone ridges have resulted in inadequate education, decent health care, and the vast majority of people are below the poverty line. In daily life, the majority of people experiencing mental retardation will have an impact on the mental health of the "idiot village" community, so a serious handling by empowering local villagers to improve their mental health through proveration method (promotion, prevention, curation, rehabilitation). The proveration method is done through a series of activities which include counseling and social guidance in creating a healthy life, both physical and psychological, providing life skills to the residents of mental retardation as well as normal citizens to increase the family's economic income, and life skills to maintain themselves and be independent in life Daily.Based on the results of the implementation of community service activities that have been done can be concluded that the effort to improve mental health can be done through Progress Method (Promotion, Prevention, Curation, Rehabilitation) by empowering the people of Krebet Village, Jambon Subdistrict, Ponorogo Regency.Keywords: Mental Health, Progress Method, Mental Retardation Society
PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL DALAM MENUMBUHKAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI Suharni Suharni; Beny Dwi Pratama
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.248 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i2.1015

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak yang kurang memiliki perilaku prososial terhadap teman atau lingkungannya. Melalui program pemberian layanan bimbingan pribadi sosial yang terencana diharapkan mampu menumbuhkan perilaku prososial anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di Paud Kuncup Harapan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data  melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Observasi digunakan untuk mengetahui keadaan atau kondisi yang berkaitan dengan layanan bimbingan pribadi sosial dalam menumbuhkan perilaku prososial siswa. Observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran. Wawancara dalam penelitian ini adalah percakapan dengan maksud tertentu. Peneliti membuat format wawancara yang terkait dengan pelayanan bimbingan pribadi sosial terkait dengan perilaku prososial. Dengan pemberian layanan bimbingan pribadi sosial dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini terdapat perubahan sikap terkait perilaku prosial mereka. Anak mulai bisa mengerti akan perilaku untuk peduli kepada orang lain. Ada 6 siswa sudah memiliki prilaku prososial yang baik dan konsisten, 3 siswa yang sudah mampu memiliki perilaku prososial tetapi kurang konsisten dan 3 siswa belum mampu memiliki perilaku prososial atas kesadarannya sendiri. Anak usia dini dapat menunjukkan perilaku sosialnya kepada teman, guru dan lingkungannya. Kata Kunci:   Layanan Bimbingan Pribadi Sosial, Perilaku Prososial, Anak Usia Dini
Potret interpersonal communication skill mahasiswa calon konselor Dian Ari Widyastuti
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.9 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i1.2027

Abstract

Tujuan dari studi ini untuk mengetahui tingkat interpersonal communication skill mahasiswa calon konselor. Studi ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa skala Interpersonal Communication Skill (ICS). Subjek penelitian berjumlah 105 mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling di salah satu perguruan tinggi di Kota Yogyakarta yang diambil melalui teknik random sampling. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, dimana pengelompokkan kriteria dihitung menggunakan rumus standar deviasi dan mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14,29% mahasiswa berada pada kriteria interpersonal communication skill sangat tinggi, 23,81% mahasiswa berada pada kriteria interpersonal communication skill tinggi, 37,14% mahasiswa berada pada kriteria interpersonal communication skill sedang, 20% mahasiswa berada pada kriteria sinterpersonal communication skill rendah, dan 4,76% siswa berada pada kriteria interpersonal communication skill sangat rendah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam upaya mengembangkan interpersonal communication skill mahasiswa calon konselor.AbstractThe purpose of this study is to determine the interpersonal communication skill level of the counselor candidate students. This study is a quantitative descriptive study with data collection instrument in the form of Interpersonal Communication Skill (ICS) scale. The subjects of the study were 105 students of Guidance and Counseling Study Program in one of the universities in Yogyakarta City which was taken by random sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistical analysis, where the criteria were calculated using standard deviation and mean formulas. The results showed that as many as 14.29% of students are in the criteria of interpersonal communication skill is very high, 23.81% of students are in interpersonal communication skill criteria high, 37.14% of students are on interpersonal communication skill criteria are, 20% sinterpersonal communication skills criteria are low, and 4.76% of students are in very low interpersonal communication skill criteria. The results of this study can be used as a reference in an effort to develop interpersonal communication skill prospective student counselor
Paradoxical intervention dalam bimbingan dan konseling untuk mengatasi kecemasan Aprezo Pardodi Maba
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.382 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1852

Abstract

AbstrakKecemasan adalah perasaan tidak menentu yang membuat seseorang merasa takut dan khawatir. Kecemasan pada tingkat tertentu mampu membuat seseorang menjadi lebih produktif, sebaliknya, kecemasan berlebihan dapat merusak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan adalah pemberian layanan bimbingan dan konseling, terutama menggunakan paradoxical intervention yang telah terbukti efektif untuk mengatasi gangguan kecemasan. Melalui artikel ini penulis mencoba menyajikan satu teknik intervensi unik yang bisa menjadi alternatif  bagi guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk membantu konseli mengatasi kecemasan dan meningkatkan keefektifan layanan bimbingan dan konseling.Kata Kunci : Kecemasan, Bimbingan dan Konseling, Paradoxical Intervention. AbstractAnxiety is an uncertain feeling that makes someone fear and worry. Anxiety in a certain level able to makes someone more productive, in opposite, excessive anxiety can be obstructive. An effort that can utilize to reduce anxiety is guidance and counseling, particularly, paradoxical intervention which evidence-based shown highly effective to overcome the anxiety disorder. Through this article author is trying to present an unique intervention technique which can be an alternative for guidance and counseling teacher or counselor in order to help counselee coping with anxiety and promoting the effectiveness of guidance and counseling service.Keywords : Anxiety, Guidance and Counseling, Paradoxical Intervention.
Pemahaman guru bimbingan dan konseling tingkat SMP tentang bimbingan dan konseling komprehensif Caraka Putra Bhakti; Agus Ria Kumara; Nindiya Eka Safitri
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.587 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i1.1163

Abstract

AbstrakBimbingan dan konseling komprehensif sebagai bagian integral pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan potensi siswa guna menghadapi kehidupan MEA yang kompleks. Guru BK hendaknya memahami konsep teoritis dan praksis bimbingan dan konseling komprehensif di sekolah. Ironisnya, beberapa guru BK belum paham tentang hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru BK SMP tentang program bimbingan dan konseling komprehensif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek guru BK SMP se-Kabupaten Gunungkidul, DIY sejumlah 44 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman jenis multiple choice, dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman guru bimbingan dan konseling tentang program bimbingan dan konseling sebesar 50 poin dan tertinggi sebesar 100 poin. Hal ini menunjukkan bahwa belum semua guru BK SMP di Kabupaten Gunungkidul memiliki pemahaman yang baik tentang program bimbingan dan konseling komprehensif.Kata kunci: bimbingan dan konseling, komprehensif, pemahaman AbstractComprehensive guidance and counseling as an integral part of education has an important role to develop of student potential in order to face the complex life of AEC. Guidance and counseling teachers should understand the theoretical and practical concepts of guidance and counseling comprehensive in schools. Ironically, some of the guidance and counseling teachers do not understand about it. The purpose of this research is to determine the level of the guidance and counseling teacher’s understanding about comprehensive guidance and counseling program. The method used is quantitative descriptive which the subjects are guidance and counseling teacher in Junior High School in Gunungkidul District, DIY. The number of subject in this resserch are of 44 people. This research is multiple choice tests type, with descriptive analysis techniques. The results showed that the average of guidance and counseling teachers understanding about guidance and counseling program was 50 points and the highest was 100 points. This shows that not all guidance and counseling teachers in Junior High School in Gunungkidul have a good understanding of the comprehensive guidance and counseling program.Keywords: guidance and counseling, comprehensive, understanding
Profil tingkat percaya diri siswa SMK Muhammadiyah kota Yogyakarta Prasetiawan, Hardi; Saputra, Wahyu Nanda Eka
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.308 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i1.2248

Abstract

Percaya diri merupakan aspek penting bagi siswa dalam mengembangkan potensinya. Percaya diri merupakan keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya. Tujuan Penelitian ini untuk mengatasi rendahnya percaya diri siswa. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian pengembangan (research and development). Penelitian ini direncakan akan dilaksanakan selama satu tahun. Penelitian ini menggunakan lima tahapan, yaitu (1) studi pendahuluan; (2) perencanaan penelitian; (3) pengembangan produk awal; (4) uji lapangan terbatas; dan (5) revisi hasil uji lapangan terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari studi pendahuluan awal menunjukkan bahwa 6,72% siswa memiliki percaya diri kategori sangat tinggi, 23,04% siswa memiliki percaya diri kategori tinggi, 33,6% siswa memiliki percaya diri kategori sedang, 21,12% siswa memiliki percaya diri kategori rendah, dan 7,68% siswa memiliki percaya diri kategori sangat rendah. Seyogyanya hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi konselor dalam upayanya meningkatkan percaya diri siswa. AbstractSelf confidence is an important aspect for students in developing their potential. Self-confidence is a person's belief in all aspects of the advantages it has and that belief makes it feel able to achieve the various goals in life. The purpose of this study is to overcome the low self-esteem of students. Methods This research using the design of this research is the design of research development (research and development). This study is planned to be implemented for one year. This study uses five stages, namely (1) preliminary study; (2) research planning; (3) early product development; (4) limited field testing; and (5) revision of limited field test results. The results showed that from the preliminary preliminary study showed that 6.72% of students had very high confidence category, 23.04% students had high self-confidence category, 33.6% students had moderate self-confidence category, 21.12% confident category low, and 7.68% students have very low confidence category. The results of this study should be a guide for counselors in an effort to improve students' self-confidence.
Burnout Guru BK di Kota Singkawang Suwanto, Insan; Fitriyadi, Slamat
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.487 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.5186

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran data ilmiah tentang bagaimana tingkat burnout pada guru bimbingan dan konseling (BK) yang ada di Kota Singkawang. Reponden dalam penelitian ini adalah seluruh guru BK kota singkawang pada SMP/sederajat dan SMA/sederajat se-Kota Singkawang. Penelitian ini merupakan descriptive survey research dengan menggunakan instrumen penelitian MBI-GS (Maslach Burnout Inventory-General Survey). Data dianalisis dengan menggunakan descriptive statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata guru BK di Kota Singkawang memiliki tingkat burnout yang sangat rendah (20,33%). Hasil survei menunjukkan bahwa diantara 66 orang guru BK hanya 1 orang  guru BK yang memiliki tingkat burnout Tinggi. Kemudian, 19 orang pada kategori Rendah, dan 46 orang masuk pada kategori Sangat Rendah. Berdasarkan survei, guru BK pria memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi. Kemudian, Guru BK yang lebih muda dengan usia kerja kurang dari 10 tahun memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa guru BK di kota singkawang sudah mampu menjalankan tugas dan perannya sesuai dengan yang seharusnya dan memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab rendahnya burnout guru BK di Kota Singkawang.AbstractThe purpose of this study is to provide an overview of scientific data related to the level of burnout in the guidance and counseling (BK) teacher in Singkawang City. The respondents in this study were all guidance and counseling teachers in junior and high school in Singkawang City. This research is a descriptive survey research using the research instrument is the MBI-GS (Maslach Burnout Inventory-General Survey). Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that the average guidance and counseling teacher in Singkawang City had a very low burnout rate (20.33%). The survey results showed that among 66 BK teachers only 1 guidance and counseling teacher had a high burnout rate. Then, 19 people were in a Low category, and 46 people were in the Very Low category. Based on the survey, male teachers have a higher burnout rate. Then, younger teachers with less than 10 years of age have a higher burnout rate. Then, the guidance and counseling teacher in Singkawang City had a professional efficacy of 51.24%. This shows that guidance and counseling teachers in the city of Singkawang have been able to carry out their duties and roles as they should and have a high level of job satisfaction. Further research is needed to find out more about the causes of the low guidance and counseling teacher burnout.