cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
VALIDITAS DAN RELIABILITAS WARWICK-EDINBURG MENTAL WELL BEING SCALE Hartanto Hartanto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.586 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i2.1013

Abstract

Penelitian ini melakukan uji validasi dan uji reliabilitas mengenai konsep kesejahteraan mental melalui skala well being Warwick-Edinburg. Kesejahteraan mental atau akrab disebut sebagai mental well being adalah kondisi seorang individu yang merasakan kenyamanan dalam mind setnya mengenai kondisi mentalnya. Oleh karena itu, kondisi kesejahteraan mental sifatnya flutuatif dan relative. Meskipun demikian menurut pandangan peneliti, tetap ada kemungkinan konstruk mengenai kesejahteraan mental ini dialami dan dirasakan sama lintas budaya dan beberapa tidak. Metode penelitian ini menggunakan tehnik confirmatory factor analysis untuk melakukan penyelidikan mengenai konstruk laten dalam kesejahteraan mental dan uji reliabilitas menggunakan composite reliability dari Raykov. Subjek berkisar 200 orang dengan latar belakang pendidikan mahasiswa dan pelajar, yang berusia remaja.Piranti lunak yang digunakan adalah R version 3.2.1 (2014-10-31) -- “Pumkin Helmet” dan Lisrel 8.8.Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada beberapa indikator kesejahteraan mental yang tidak memnuhi standart dan gugur. Model dalam menjelaskan antara matrix kovarian data dengan teori juga terbilang kurang fit. Meskipun demikian uji reliabilitas tercapai koefisien yang signifikan dan layak. Keyword: kesejahteraan mental, validitas, reliabilitas
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KEBONSARI KABUPATEN MADIUN Ika Novitasari Fitrianingrum; Kardi Kardi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.505 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i1.236

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui “Pengaruh perhatian orang tua dankeharmonisan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1Kebonsari Kabupaten Madiun.Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 40 orang siswa dari 166 siswa anggotapopulasi. Penetapan anggota sampel menggunakan teknik random sampling.Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik angket. Teknik angket untukmemperoleh data tentang perhatian orang tua, keharmonisan keluarga, danmotivasi belajar.Analisis data penelitian tentang (1) pengaruh X1 terhadap Y; dan (2) pengaruhX2 terhadap Y dianalisis dengan korelasi Product Moment. Analisis data tentangpengaruh X1 dan X2 terhadap Y dengan Analisis Regresi: Dua Prediktor. Hasilanalisis data menunjukkan bahwa: (a) rx1y lebih besar dibandingkan harga r-tabel(0,481 > 0,316/TS=5%), berarti signifikan. (b) rx2y lebih besar dibanding harga rtabel(0,858 >0,325/ TS=5%), berarti signifikan. Hasil F-regresi = 74.5t2. HargaF-tabel dengan 2 lawan 37 adalah 3,25/TS=5%. Jadi harga F-reg > harga F-tabel(sangat signifikan/TS=5%).Simpulan penelitian: (a) Ada pengaruh perhatian orang tua terhadap motivasibelajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun; (b) Adapengaruh keharmonisan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMPNegeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun; (c) Ada pengaruh perhatian orang tua dankeharmonisan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1Kebonsari Kabupaten Madiun. Saran: sekolah bekerja sama dengan pihak orangtua untuk selalu memelihara perhatian, keharmonisan antar siswa dan staf sekolah,sehingga membantu motivasi belajar siswa di sekolah.
PENTINGNYA KONSEP DIRI POSITIF DAN PENGALAMAN MENGIKUTI BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN MOTIVASI BERPRESTASI Wisnu Kurniawan; Muh Chotim
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.794 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v5i2.451

Abstract

        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh konsep diri positif terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan; (2) pengaruh pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan; (3) pengaruh konsep diri dan pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan Kabupaten Magetan.       Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post-facto. Populasi penelitian yaitu kelas VIII SMPN 1 Kawedanan dengan jumlah 240 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Simple Random Sampling diperoleh sebanyak 55 siswa atau 23% dari jumlah populasi 240 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan regresi dua prediktor.       Hasil penelitian membuktikan, bahwa : (1) ada pengaruh konsep diri positif terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan ; (2) ada pengaruh pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan; (3) ada pengaruh secara simultan konsep diri positif dan pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan Kabupaten Magetan.       Simpulan, bahwa konsep diri positif dan pengalaman mengikuti bimbingan kelompok, baik secara simultan maupun secara individual (terpisah) dapat dan penting untuk menumbuhkembangkan motivasi berprestasi siswa Kata Kunci : Konsep Diri Positif, Pengalaman Mengikuti Bimbingan Kelompok, dan Motivasi Berprestasi
PERILAKU BULLYING DALAM PERSEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Ibnu Mahmudi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.491 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v2i2.213

Abstract

Perilaku bullying adalah bentuk-bentuk perilaku yang berupa pemaksaan atau usahamenyakiti secara fisik maupun psikologis terhadap seseorang atau kelompok yanglebih “lemah” oleh seseorang atau sekelompok orang yang mempersepsikan dirinya“kuat”. Bullying adalah penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakitiseseorang atau sekelompok, sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tidakberdaya.Hasil penelitian yang dilakukan Giri Rahendra tahun 2012 SMP Negeri 1 Maospati,menunjukkan bahwa 60% diantara siswa terdapat indikasi merupakan korban danpelaku bullying, selain itu di setiap kelas terdapat gank pengelompokan teman.Perbuatan Bullying ini dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk kenakalanremaja atau siswa di sekolah yang harus segera di selesaikan agar tidak menggangguperkembangan siswa. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatanlayanan bimbingan dan konseling agama (Islam)
HUBUNGAN TANGGAPAN DAN SIKAP WARGA KOTA MADIUN TERHADAP MEMBAYAR ZAKAT/ JIZYAH SEBAGAI SUMBER APBN/APBD Siti Muhayati; Diana Ariswanti Triningtyas; Juli Muwarni
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.89 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v5i1.268

Abstract

Between Budget and Budget State Local Income in equality especially lower budget fromthe budget, and 50%-60% Budget spent for paying employees the reasons is the lack ofparticipation of citizens to fund the management of the state by paying the zakat (Muslim)jizyah (non-Muslim). The purpose of this study was to determine the response and attitude ofthe towns people Madiun to pay Zakat/jizyah as a source of state budget/budget. This researchwas conducted in Madiun by taking a sample of three villages of nine districts. The method isquantitative with ex-post facto design, collection document and questionnaire data and dataproduct moment correlation analysis (T test). Results zero hypothesisis accepted becauset0(0.059) is smaller than tt(1.96) level significansi 5% or 1% (2.59), this shows that a person'sresponse to the zakat/jizyah as a source of state budget/budgetis proportional. Or no differencein the attitude of paying zakat/jizyah, both of whichare clear about the function of zakat, isbeing, or less. Respondents who understand the positive response is proportional to attitudes,respondents were then negative response is proportional to the negative attitude; respondentswere not sure what it is a very negative response is proportional to the extremely negativeattitude or do not pay zakat.
HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN NEUROTISME DENGAN PERILAKU MEROKOK Tyas Martika Anggriana
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.833 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v1i2.184

Abstract

Perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang, berupamembakar rokok dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapatterhisap oleh orang-orang disekitarnya. Meskipun berbahaya bagi kesehatan, padakenyataannya perilaku merokok tetap meningkat secara kuantitas. MenurutConrad dan Miller (dalam Sitepoe, 2000:17), dorongan psikologis menyebabkanseseorang berperilaku merokok dengan alasan untuk mengalihkan kecemasanyang dialaminya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-non eksperimental.Pengujian daya beda aitem alat ukur menggunakan uji Product Moment,sedangkan estimasi reliabilitasnya menggunakan koefisien reliabilitas Alpha.Penelitian ini mengambil sample dari sebagian mahasiswa laki-laki pada ProgramStudi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Madiun dengan jumlah sample 132mahasiswa dengan menggunakan teknik incidental sampling.Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil tidak ada hubungan yangsignifikan antara perilaku merokok dengan kecenderungan kepribadianneurotisme, artinya tingginya kecenderungan kepribadian neurotisme tidakberhubungan dengan tingginya perilaku merokok. Demikian pula sebaliknya,rendahnya kecenderungan kepribadian neurotisme tidak berhubungan denganrendahnya perilaku merokok. Tidak adanya hubungan antara perilaku merokokdengan kecenderungan kepribadian neurotisme pada kemungkinan disebabkankarena ada faktor-faktor lain selain kepribadian neurotisme yang jugamempengaruhi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling untukmemiliki perilaku merokok. Faktor-faktor tersebut menurut Smet (1994:294-295),antara lain: lingkungan sosial, seperti teman sebaya, orangtua, saudara dan media.
PERANAN SELF-REGULATED LEARNING DALAM PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM KERANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM TAHUN 2013 Dahlia Novarianing Asri
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.29 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v4i1.259

Abstract

Pendidikan dan pembelajaran di sekolah dapat dipandang sebagai suatusistem. Di dalamnya terdapat beberapa komponen yang saling berinteraksi, yaitusiswa, guru, kurikulum, administrasi, fasilitas penunjang dan lingkungan belajar.Setiap komponen pembelajaran tersebut mempunyai peranan dan fungsi masingmasingyang mendukung keseluruhan sistem pendidikan dan pembelajaran disekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Dalam pengertian pendidikan dan pembelajaran sebagai suatu sistemsebagaimana yang telah dikemukakan di atas, kurikulum dipandang sebagai salahsatu komponen yang paling penting. Implementasi Kurikulum 2013 mendorongsiswa mampu melakukan kegiatan eksplorasi dan hal ini ber-implikasi terhadappelaksanaan kegiatan pembelajaran yang menerapkan berbagai strategi danmetode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, dan bermakna.Salah satu inovasi pembelajaran menuju student centered adalahpendekatan konstruktivisme. Dalam pendekatan konstruktivisme, siswa harusmembangun pengetahuan dalam kerangka berpikirnya. Guru dapat memfasilitasiproses dalam mengajar dengan cara memberikan informasi yang bermakna danrelevan kepada siswa. Salah satu konsep dalam pendekatan konstruktivismeadalah self-regulated learning. Dalam self-regulated learning, siswa perludiarahkan untuk mengatur diri sendiri dan berperan mengevaluasi kemajuansiswa, dan bertindak melampaui standar-standar yang disyaratkan bagi merekadengan menelusuri hal-hal yang menjadi minat mereka. Self-regulation bukanlahsuatu kemampuan mental atau keterampilan performance akademik, melainkansuatu proses self-directive dimana siswa mengubah kemampuan mental mereka kedalam keterampilan akademik.
PENERAPAN TEKNIK TOKEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK TK KARTIKA IV-21 MADIUN Muh. Chotim; Noviyanti Kartika Dewi; Silvia Yula Wardani; Ratih Christiana
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.861 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i2.250

Abstract

Anak usia TK adalah anak yang sedang berada pada rentang usia 4-6 tahun,yang merupakan sosok individu yang sedang dalam proses perkembangan. Anakusia TK ini memiliki karakteristik dan kepribadian masing-masing serta yanglebih unik adalah anak memiliki dunianya sendiri. Adapun karakteristik anak usiaTK adalah kurang mandiri, pemalu, pendiam, penakut, bergantung pada orang tuadan guru, takut untuk salah. Penerapan token economy dirasa mampu dalammeningkatkan kemandirian siswa TK Kartika IV-21 Kota Madiun.Terkait dengan perilaku mandiri dapat dikatakan sebagai kemampuan untukmengendalikan dan mengatur pikiran, perasaan dan tindakan sendiri secara bebasserta berusaha sendiri untuk mengatasi perasaan-perasaan malu dan keraguraguan.Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasibsendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampumenahan diri, membuat keputusan sendiri, serta mampu mengatasi masalah tanpaada pengaruh dari orang lain. Hal inilah yang dapat digunakan menjadi alternatifyang relevan untuk menangani anak yang berperilaku kurang mandiri diantaranyadigunakan teknik token economy.Token economy dapat digunakan sebagai penguat yang dapat bertahan lama,ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari token economies yaitu, Pertama,mereka dapat diberikan segera sesudah suatu perilaku yang diinginkan terjadi dandipertukarkan diwaktu mendatang dengan backup reinforcers.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksperimen. Berdasarkanpenelitian yang dilakukan di TK Kartika IV-21Kota Madiun diperoleh gambaranbahwa anak usia TK di TK Kartika IV-21Kota Madiun tersebut cenderungmenunjukkan perilaku kurang mandiri. Hal ini terlihat dari lembar observasikemandirian yang dilakukan oleh peneliti dan juga berdasarkan wawancara yangdilakukan terhadap orang tua dan guru siswa.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebanyak 3 kali yaitu mulaiBerdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tingkatkemandirian anak TK Kartika IV-21 Kota Madiun masih rendah. Berangkat daridata tersebut peneliti melakukan perlakuan dengan menerapkan teknik tokeneconomy. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti seteah perlakuandiketahui bahwa kemandirian anak menjadi 41, 35% dan diketegorikan cukupmandiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik token economy dapatmeningkatkan kemandirian anak TK kartika IV-21 Kota Madiun.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL MELALUI TEKNIK SHAPING UNTUK MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BARAT KABUPATEN MAGETAN Elly Ernawati; Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.593 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.456

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah suatu kecenderungan penundaan tugas yang dilakukan secara terus-menerus oleh seseorang dan lebih memilih melakukan aktivitas lain yang kurang bermanfaat bagi dirinya. Perilaku siswa tersebut pada hakikatnya dapat berdampak pada aspek sosial, psikologis, maupun akademik, yang berujung pada terhambatnya perkembangan maupun pencapaian tujuan pendidikan. Ditinjau dari aspek sosial sangat mungkin siswa tidak memperoleh simpati dari teman-teman atau dijauhkan dari interaksi pergaulan. Ditinjau dari aspek psikologis perilaku prokastinasi bisa mengganggu aktivitas belajar dan kinerja yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Secara akademik perilaku prokastinasi dapat menghambat bidang akademik, khususnya dalam mewujudkan prestasi-prestasi belajar di sekolah.       Bertolak dari uraian di atas maka perlu segera dicarikan solusinya agar tidak menghambat perkembangan dan pencapaian prestasi belajar siswa di sekolah. Salah satu solusi terhadap masalah di atas adalah dengan memberikan layanan konseling kelompok berbantuan dengan pendekatan behavioral melalui teknik shaping. Hakikat layanan konseling kelompok adalah layanan konseling yang memungkinkan konseli (siswa) memperoleh kesempatan untuk membahas dan mengentaskan masalah yang dihadapinya melalui dinamika kelompok.       Inti pokok pendekatan behavioral adalah penggunaan metode ilmiah dalam bidang psikoterapi, dengan memodifikasi perilaku melalui rekayasa lingkungan sehingga terjadi proses belajar untuk perubahan tingkah laku. Teknik shaping merupakan prosedur yang digunakan untuk membentuk perilaku individu (siswa) yang diinginkan dengan memberikan reinforcement pada setiap tingkah laku yang ditampilkan. Melalui terapi layanan konsdeling kelompok dengan pendekatan behavioral melalui teknik shaping hakikatnya adalah bahwa bantuan pemecahan masalah yang dilakukan secara kelompok dari seorang konselor yang ditujukan kepada individu (siswa) dengan harapan akan terjadi perubahan tingkah laku. Selanjutnya siswa yang telah berubah perilakunya setelah diberi terapi kemudian diberi reinforcement. Perilaku yang diupayakan dan diharapkan mengalami perubahan adalah  berkurangnya kecenderungan menunda tugas yang dibebankan kepada konseli (siswa), yang dilakukan secara terus-menerus. Kata Kunci:  Konseling kelompok dengan pendekatan behavioral melalui teknik shaping dan Prokrastinasi akademik
EFEKTIVITAS BIBLIOKONSELING UNTUK MENINGKATKAN EMPATI REMAJA DI RUMAH PINTAR “BUNGA PADI” KECAMATAN BALEREJO, KABUPATEN MADIUN Dahlia Novarianing Dahlia Novarianing Asri; Tyas Martika Anggriana
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.661 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v2i2.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bibliokonseling untukmeningkatkan empati remaja di Rumah Pintar “Bunga Padi” Kecamatan Balerejo,Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasiexperiment). Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan pre-test dan posttest.Subjek penelitian ini adalah remaja di Rumah Pintar “Bunga Padi” di KecamatanBalerejo, Kabupaten Madiun. Subjek penelitian dipilih secara purposive. dari 28remaja di Rumah Pintar “Bunga Padi” Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiundiperoleh 8 orang remaja yang dijadikan sebagai subjek penelitian dengan rincianterdapat 75% (6 orang) remaja yang memiliki tingkat empati rendah dan 25 % (2orang) remaja memiliki tingkat empati sangat rendah. Data yang terkumpul kemudiandianalisis dengan analisis statistik non-parametrik, yaitu dengan uji wilcoxon.Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil bahwa hipotesis diterima, artinya teknikbibliokonseling efektif untuk meningkatkan empati remaja di Rumah Pintar “BungaPadi” Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Skor subjek pada saat pretest danposttest menunjukkan perbedaan. Skor pretest subjek masuk dalam kategori sangatrendah dan rendah, setelah diberikan treatment bibliokonseling skor subjek masukdalam kategori tinggi dan sangat tinggi