cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Skala karakter toleransi: konsep dan operasional aspek kedamaian, menghargai perbedaan dan kesadaran individu Agus Supriyanto; Amien Wahyudi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.748 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1710

Abstract

AbstrakPendidikan karakter di sekolah bagian integral dari program penguatan karakter. Karakter toleransi berfungsi untuk menumbuhkan kompetensi multikultural siswa. Fenomena kasus intoleransi perlu dicegah melalui pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Tujuan penelitian untuk menemukan butir-butir pernyataan yang valid dan reliabel pada instrumen skala karakter toleransi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Rancangan penelitian menggunakan rancangan transformatif sekuensial. Intrument penelitian ini melalui studi dokumentasi beruapa analisis teks, wawancara, dan survei. Analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif tentang kajian jurnal dan buku sebagai studi dokumentasi, forum group dicussion penentuan butir-butir pernyataan dan analisis deskriptif kuantitatif dari hasil uji beda untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen karakter toleransi. Temuan mengungkap konsep dan operasionalisasi skala karakter toleransi melalui tiga aspek, yaitu (1) aspek kedamaian meliputi indikator  peduli, ketidaktakutan, dan cinta, (2) aspek menghargai perbedaan dan individu meliputi indikator saling menghargai satu sama lain, menghargai perbedaan orang lain, dan menghargai diri sendiri, serta (3) aspek kesadaran meliputi indikator menghargai kebaikan orang lain, terbuka, reseptif, kenyamanan dalam kehidupan, dan kenyamanan dengan orang lain. Skala karakter toleransi memiliki 39 butir pernyataan yang valid. Koefisien reliabilitas skala karakter toleransi adalah 0,777 yang termasuk dalam kategori reliabilitas tinggi. Skala karakter toleransi dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat karakter toleransi.Kata Kunci: Karakter Toleransi AbstractCharacter education in schools an integral part of the character strengthening programs. Tolerance character serves to foster multicultural competence in students. The phenomenon of intolerance cases should be prevented through the development of character education in schools. The goal of research to find a grain of valid and reliable statements on the instrument scale tolerance character. This research uses mixed methods approach. Design research uses sequential transformative design. Instrument this research through documentation study in form of text analysis, interview, and survey. Research analysis used qualitative descriptive analysis about study of journals and books as documentation studies, and forum group discussion for the determination of statement items and quantitative descriptive analysis from different test results to know validity and reliability of instrument tolerance character. The findings reveal the concept and operationalization of tolerant character scale through three aspects: (1) peace aspects include indicators care, fear, and love, (2) value diversity and individual aspects include indicators respect each other, respect differences of others, and respect ourselves, and (3) awareness aspects include indicators of appreciating the goodness of others, open, receptive, comfort in life, and comfort with others. Tolerance character scale has 39 valid statement items. Tolerance character scale reliability coefficient is 0.777 which was included in category of high reliability. Scale tolerance character can be used to identify the level of tolerance character.Keywords: Character Tolerance
PENGARUH MENGIKUTI ORGAMAWA DAN REGULASI DIRI TERHADAP PROKRASTINASI MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI MADIUN TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Agus Iswahyudi; Ibnu Mahmudi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.863 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i2.1016

Abstract

Prokrastinasi yang dilakukan mahasiswa dalam mengerjakan skripsi dapat dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah mengikuti organisasi kemahasiswaan (Orgamawa) dan regulasi diri.Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh mengikuti orgamawa terhadap prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi, pengaruh regulasi diri terhadap prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi, serta pengaruh mengikuti Orgamawa dan regulasi diri terhadap prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsidi Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun tahun akademik 2015/2016.Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian ex-post facto.Populasi pada penelitian seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun tahun akademik 2015/2016 yang menjadi pengurus Orgamawa dan sedang menempuh program penyusunan skripsi ber jumlah 60orang. Penentuan sampel dengan teknik sampling jenuh. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dua prediktor.Simpulan penelitian ini adalah: (1) ada pengaruh mengikuti Orgamawa terhadap prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi di Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun tahun akademik 2015/2016, (2) ada pengaruh regulasi diri terhadap prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi di Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun tahun akademik 2015/2016, dan (3) ada pengaruh secara simultan mengikuti Orgamawa dan regulasi diri terhadap prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi di Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun tahun akademik 2015/2016. Kata Kunci:   Mengikuti Orgamawa, Regulasi Diri, Prokrastinasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Skripsi
Penyelenggaraan layanan konseling perorangan dengan pendekatan konseling rasional emotif behavior Aldila Fitri Radite Nur Maynawati; Awik Hidayati
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.567 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1860

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi dari hasil observasi di sekolah terhadap pelaksanaan layanan konseling perorangan rasional emotif behavior. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyelenggaraan layanan konseling perorangan dengan pendekatan konseling rasional emotif behavior di SMA Negeri se-Kabupaten Sukoharjo mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta hambatan-hambatannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survai. Dengan pengambilan populasi di SMA Negeri se-Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling (area sampling) teknik ini digunakan karena daerah atau strata digunakan untuk menentukan sampel objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa guru bimbingan konseling dalam melaksanakan layanan konseling perorangan rasional emotif behavior sudah menggunakan perencanaan, namun disesuaikan dengan permasalahan siswa. Ketika pelaksanaan guru bimbingan konseling belum mengikuti tahap-tahap konseling rasional emotif yang ada, dan belum mengetahui teknik-teknik dalam konseling tersebut. Guru bimbingan konseling masih kurang dalam mengevaluasi layanan konseling perorangan rasional emotif behavior, namun dalam pelaporannya sudah melaporkan kepada Kepala Sekolah. Hambatan dalam pelaksanaan layanan tersebut karena terkendala jam mengajar, serta fasilitas sekolah.Keywords: Penyelenggaraan, Layanan, Konseling, Rational Emotif Behavior.  AbstractThis research is based on the results of school observations on the implementation of individual rational emotive behavior counseling services. The purpose of this study is to know the implementation of individual counseling services with rational emotive behavior counseling approach in SMA Negeri as Sukoharjo District starting from planning, implementation, evaluation, and constraints. This research uses survey method. With population taking in SMA Negeri as Sukoharjo District. This study uses cluster sampling technique (area sampling) This technique is used because the area or strata used to determine the sample object to be studied or data source is very broad. The results of this study proves that counseling teachers in implementing individual counseling services rational emotive behavior has been using planning, but tailored to the problems of students. When the implementation of counseling teachers has not followed the existing emotional rational counseling stages, and has not yet known the techniques in the counseling. Teacher guidance counseling is still lacking in evaluating individual rational emotive behavior counseling services, but in reporting it has been reported to the Principal. Obstacles in the implementation of these services because constrained hours of teaching, as well as school facilities.Keywords: Organization, Service, Counseling, Rational Emotive Behavior
Pengaruh layanan informasi bimbingan konseling berbantuan media audio visual terhadap empati siswa Rita Kumalasari; Bambang Susanto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.745 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i1.1162

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi kurang berkembangnya empati siswa TK terhadap teman sebaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui effektifitas layanan informasi bimbingan dan konseling berbantuan media audio visual terhadap empati siswa.Penelitian ini mengunakan metode pada penelitian ini kuantitatif, dengan rancangan quasi-eksperimental, rancangan kelompok kontrol (Pra-tes dan Post- tes) (Nonequivalend (Pre-tes dan Post-tes) control-group design) dalam rancangan ini kelompok eksperimen (A) dan kelompok kontrol (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assigment). Pada dua kelompok tersebut, sama-sama dilakukan pre-test dan pos-tes. Hanya kelompok eksperimen (A) saja yang diberikan treatment.Hasil penelitian ini terbukti effektif terhadap empati siswa. Empati siswa mengalami kenaikan sebesar 28.9% dari sebelumnya 45.08% meningkat menjadi 73.98%. hasil t-test untuk post-tes kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol diketahui nilai t hitung 14.743, menunjukan bahwa nilai post –test pada kelompok eksperimen sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, artinya ada beda rerata antara nilai post-tes kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Hal  ini dapat diartikan bahwa layanan informasi bimbingan konseling berbantuan media audio visual effektif terhadap empati siswa.Kata kunci : Effektifitas, Audio Visual, EmpatiAbstractThis study is motivated from the result of observation that has under development empathy of kindergarten’s students towards peers. The objective of this study is to find out the effectivity of information service in guidance and counseling by audio-visual media for studets’ empathy.This study used quantitative research with quasi-experimental design, control group design (pre-test and post-test) (Nonequivalend (Pre-test and post- test) control-group design) in this design the experimental group (A ) and the control group (B) is selected without random placement procedure (without random assigment. In these two groups, both performed a pre-test and post-test. Only the experimental group (A) are given treatment.The results of research effective of audio-visual media counseling techniques effective and practical to increase the empathy of students are rational design, key concepts, understanding, purpose, content models, the role and qualifications tutor (counselor) is expected, procedures or steps in the implementation of the audio-visual, evaluation, follow-up, support system. This research is proven effective in improving student behavior. Empathy behavior of students increases 28.9% from the previous 45.08% increase to 73.98%. This increase occurred in all aspects of empathyKeywords: Effective, Audio visual, Empathy
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK MELALUI TERAPI BERMAIN Diana Ariswanti Triningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.12 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i2.253

Abstract

Usia prasekolah anak diharapkan menguasai belajar menulis, bahasa,matematika dan ilmu pengetahuan lain. Pengetahuan akan konsep ini jauh lebihmudah diperoleh melalui kegiatan bermain. Anak usia prasekolah mempunyairentang perhatian yang terbatas dan masih sulit diatur, apalagi belajar dengan“serius”. Tetapi bila pengalaman konsep tersebut dilakukan sambil bermain,membuat anak senang, tanpa disadari ternyata ia sudah banyak belajar. Aspekperkembangan anak dapat ditumbuhkan secara optimal dan maksimal melaluikegiatan bermain. Saat bermain, anak-anak mempelajari banyak hal penting.Adapun jumlah anak yang diteliti adalah 23 anak. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri anak melalui terapi bermain.Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian menggunakan metodeobservasi, wawancara, dan analisis data.Dinyatakan meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikatoryang dimiliki lebih atau sama dengan 75%. Sebaliknya percaya diri anakdinyatakan belum meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikatorkurang dari 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan yangbaik dari Siklus I dan Siklus II mencapai 80%. Hal ini menunjukkan bahwa terapibermain tepat untuk diterapkan pada anak karena mudah dipahami dan disukaianak.
Tingkat kecemasan siswa SMK menghadapi ujian nasional berbasis komputer tahun 2018 Apriliana, I Putu Agus
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.552 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i1.2341

Abstract

Observasi yang dilakukan seminggu sebelum pelaksanaan UNBK tahun 2018, terlihat siswa SMK di Kuta mengalami gejala-gejala kecemasan. Mengalami gejala-gejala kecemasan sebelum UNBK dianggap hal yang wajar selama berada pada kategori rendah. Sebaliknya, bukan hal yang wajar jika mengalami kecemasan yang berlebihan. Penelitian ini akan mencoba menguraikan tingkat kecemasan siswa SMK di Kuta menghadapi UNBK tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif. Tempat penelitian di SMK Prshanti Nilayam Kuta. Populasinya adalah siswa SMK Prshanti Nilayam kelas XII pada tahun pelajaran 2017/2018. Teknik simple random sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel sehingga ditemukan sampel sebanyak 40 siswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner kecemasan yang selanjutnya dianalisis menggunakan bantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMK di Kuta mengalami kecemasan menghadapi UNBK tahun pelajaran 2017/2018 yaitu pada tingkat rendah sebanyak 4 orang siswa (10%), sedang sebanyak 18 orang siswa (45%), tinggi sebanyak 15 orang siswa (37,5%) dan sangat tinggi sebanyak 3 orang siswa (7,5%). AbstractObservations conducted a week before the implementation of computer based National exam (UNBK) in year 2018, seen in vocational school students in Kuta experiencing symptoms of anxiety. Experiencing symptoms of anxiety before UNBK said to be reasonable during the low category. Conversely, it’s not unusual to experience excessive anxiety. This research will try to describe the anxiety level of vocational students in Kuta facing UNBK in year 2018. This study is descriptive survey research. Place of study in SMK Prshanti Nilayam Kuta. The population is students of SMK Prshanti Nilayam class XII in the academic year 2017/2018. A simple random sampling technique was used to determine the number of samples so that 40 samples were found. The data of study was collected using an anxiety questionnaire which was then analyzed using Microsoft Excel. The result of this study shows that students of SMK in Kuta have anxiety to face UNBK academic year 2017/2018 that is at low level 4 students (10%), medium level 18 students (45%), high level 15 students (37,5 %) and very high level 3 students (7.5%).
Mima Para Tarpolarda: falsafah komunitas lokal sebagai pendampingan dan konseling kedukaan di Warjukur-Maluku Uspessy, Helga Theressia; Engel, Jacob Daan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.424 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.5200

Abstract

Pendampingan dan Konseling kedukaan berbasis budaya lokal yang disebut Mima Para Tarpolarda memberikan gambaran tentang pendampingan dan konseling yang kontekstual sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa Indonesia. Penggunaan budaya sebagai basis tindakan konseling menegaskan bahwa pendampingan dan konseling bukan hanya dilakukan oleh individu atau konselor professional yang terlatih tetapi dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat dalam kebudayaan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Mima Para Tarpolarda sebagai bentuk  pendampingan dan konseling kedukaan berbasis budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan study pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis mengalir atau terjalin berupa pengumpulan data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pertama, Mima Para Tarpolarda dapat dijadikan sebagai pendampingan dan konseling kedukaan karena didalamnya terdapat nilai-nilai konseling menyangkut pemberian nasihat, bimbingan dan pertolongan oleh seluruh masyarakat kepada orang berduka. Tindakan yang dilakukan adalah bentuk reaksi kepedulian masyarakat untuk merasakan apa yang dialami oleh saudaranya akibat kematiaan anggota keluarga. Kedua, pendampingan dan konseling kedukaan yang didasarkan pada nilai kearifan lokal Mima Para Tarpolarda memberikan penyembuhan secara holistik dalam kehidupan orang berduka karena seluruh masyarakat memiliki sikap empati dan solidaritas.AbstractLocal culture-based grief guidance and counseling called Mima Para Tarpolarda provides an overview of contextual guidance and counseling in accordance with the values of Indonesian local wisdom. The use of culture as a basis for counseling actions confirms that counseling and counseling is not only done by individuals or professional counselors who are trained but can be done by all people in a particular culture. The purpose of this study is to examine Mima Para Tarpolarda as a form of cultural-based grief guidance and counseling. The research method used is qualitative research methods and data obtained through observation, interviews and literature study. Analysis of the data used is a flowing or intertwined analysis in the form of collecting data processing data, and drawing conclusions. The results obtained from this study are first, Mima Para Tarpolarda can be used as guidance and grief counseling because in it there are counseling values regarding the provision of advice, guidance and assistance by the whole community to the bereaved. The action taken is a form of public awareness reaction to feel what is experienced by his brother due to the death of family members. Second, guidance and grief counseling based on the local wisdom values of Mima Para Tarpolarda provide holistic healing in the lives of the bereaved because the whole community has an attitude of empathy and solidarity.
PENGARUH BIMBINGAN DAN KONSELING TRAIT AND FACTOR DAN PEMAHAMAN POTENSI DIRI TERHADAP KETEPATAN PEMILIHAN JURUSAN SISWA KLAS IX SMP NEGERI 5 KOTA MADIUN Indra Novia Sulistyowati; Ibnu Mahmudi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.856 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v5i1.267

Abstract

Penelitian ini penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh bimbingan dan konseling trait and factor dan pemahamanpotensi diri terhadap ketepatan pemilihan jurusan siswa.Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kota Madiun, populasi padapenelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Madiun.Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Jumlah anggotasampel seluruhnya sebanyak 62 siswa atau 30% dari jumlah populasi kelas IXyang berjumlah 160 siswa.Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalahmenggunakan angket. Dalam menganalisa data digunakan teknik regresi linier duapredictor dan uji F. Penelitian ini, dalam perhitungannya menggunakanpengolahan data Microsoft Office Exel 2007 dan SPSS 16.0Analisis data menunjukkan hasil yang signifikan dengan hasil kolerasiantara X1 terhadap Y diperoleh nilai rhitung = 0,504. dengan rtabel untuk N = 62, db= N – 1 = 51 dan taraf signifikansi ( = 5%) adalah 0,254, sehingga rhitung > rtabel =(0,504 > 0,254), jadi dapat disimpulkan bahwa ho ditolak dan ha diterima. X2terhadap Y, diperoleh nilai rhitung = 0,426. dengan rtabel untuk N = 62, db = N – 1 =61 dan taraf signifikansi ( = 5%) adalah 0,254 , sehingga rhitung > rtabel = (0,426 >0,254),jadi disimpulkan bahwa ho ditolak dan ha diterima. X1, X2 terhadap Ydiperoleh harga F-reg = 14,928. dengan harga F-tabel untuk N = 62, dengan tarafsignifikan sebesar 5% adalah 3,20, sehingga diperoleh F-reg > F-tabel = (14,928> 3,20), sehingga disimpulkan bahwa ha ditolak dan ha diterima.Hasil penelitian menunjukan pengaruh yang signifikan dengan hasil uji F,diperoleh harga F-reg = 6,959. Dengan taraf signifikan sebesar 5% adalah,diketahui bahwa F-reg (6,959) > F-tabel (3,20).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh bimbingandan konseling trait and factor terhadap ketepatan pemilihan jurusan, (2) adapengaruh pemahaman potensi diri terhadap ketepatan pemilihan jurusan, (3) adapengaruh bimbingan dan konseling trait and factor dan pemahaman potensi diriterhadap ketepatan pemilihan jurusan siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Madiun.
Pengembangan modul penyusunan program bimbingan dan konseling komprehensif di Sekolah Menengah Kejuruan Nindiya Eka Safitri
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.43 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1772

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul penyusunan program bimbingan dan konseling komprehensif di Sekolah Menengah Kejuruan. Jenis penelitian yang digunakan adalah RnD dengan model 4D (Define, Design, Development dan Dissemination). Subjek penelitian adalah guru BK SMK Negeri di se-Kota Yogyakarta yang telah bersertifikat (purposive sampling), sejumlah 25 orang. Instrumen terdiri dari lembar pengamatan dan tes pemahaman yang divalidasi oleh ahli (expert judgement). Untuk uji ahli materi dan media menggunakan instrumen lembar pengamatan ahli. Sedangkan uji coba produk instrument lembar penilaian pengguna produk. Untuk menguji efektivitas produk, maka diberikan tes pemahaman materi. Hasil uji ahli media memperoleh skor sebesar 73,44 dengan kategori “Baik”. Hasil uji ahli materi memperoleh skor sebesar 86,85 dengan kategori “Sangat Baik”. Sedangkan hasil uji coba lapangan (uji keterbacaan modul) memperoleh skor 80 dengan kategori “Sangat Baik”. Hasil uji efektifitas modul menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru sebesar 1,52. Hasil konsultasi dengan tabel distribusi t diperoleh perbandingan t0,05<t0,01<t, yaitu 2,08<2,80<5,60. Perbandingan ini memiliki arti bahwa penggunaan modul memiliki pengaruh positif (signifikan) baik pada taraf signifikansi t0,05 maupun taraf signifikansi t0,01. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan modul telah terlaksana dan efektif dalam meningkatkan pemahaman guru BK  dalam menyusun program BK komprehensif di SMK.Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, Komprehensif, SMK AbstractThis research aims to develop modules drafting a comprehensive guidance and counseling program in Vocational High School. This type of research is the research and development. The subjects were guidance and counseling teachers at SMK as the city of Yogyakarta that has been certified (purposive sampling), some 25 people. The instruments used consist of sheets of observation and comprehension tests were validated by an expert (expert judgment). To test the material and media experts using expert observation sheet instruments. While testing instrument products sheet product user ratings. To test the effectiveness of the product, then given a comprehension test material. Media expert test results given a score of 73.44 in the category of "Good". The test results matter experts given a score of 86.85 with the category of "Very Good". While the results of field trials (legibility test module) received a score of 80 in the category of "Very Good". The effectiveness of the module test results showed an increase teacher understanding of 1.52. result   consultation with the t distribution table for the comparison of t 0.05 <t 0.01 <t, namely 2.08 <2.80 <5.60. This comparison has meant that the use of the modules has a positive influence (significant) whether or 0.05 significance level t t 0.01 significance level. This suggests that the development of the module has been accomplished and effective in improving the understanding of guidance and counseling teachers in drafting a comprehensive guidance and counseling program at VHS.Keywords: Guidance and Counseling, Comprehensive, Vocational High School
PENGARUH PENDEKATAN BEHAVIORISTIK DAN KONSTRUKTIVISTIK TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.209 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i2.1017

Abstract

Salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam kehidupan  siswa di sekolah menengah pertama  adalah kesehatan mental. Badan   Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan mental adalah individu tidak mengalami gangguan mental atau tidak mengalami sakit akibat adanya stressor. Intinya adalah bahwa batasan tentang sehat mental menunjuk pada  orang yang sehat jiwanya, orang yang dapat menahan diri untuk tidak jatuh sakit akibat stressor (pembuat stres). Pernyataan tersebut pada dasarnya memberi petunjuk bahwa baik-kurang baik atau tinggi-rendahnya  kesehatan mental akan dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan siswa sehari-hari. Sebaliknya, kesehatan mental pun dapat dipengaruhi oleh faktor lain, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Faktor internal menyangkut unsur-unsur yang terdapat dalam diri individu (siswa), seperti       Secara teoritis ada perbedaan yang mendasar antara pendekatan behavioristik dan pendekatan konstruktivistik mengenai kesehatan mental, terutama bagi siswa di sekolah menengah pertama (SMP). Pendekatan behavioristik semata-mata mendasarkan perilaku yang nampak. Kesehatan mental dipandang sebagai perilaku siswa dari aspek fisik semata, sehingga aspek psiologis siswa kurang mendapatkan perhatian. Pendekatan konstruktivistik mengacu kepada konsepsi kognitif, yang memandang kesehatan mental siswa dengan menekankan konsepsi kognitif. Konsepsi-konsepsi kognitif dalam diri siswa yang sedang mengIkuti aktivitas sehari-hari yang melibatkan  proses berpikir (insight) dan menggunakan logika  deduktif dan induktif (reasoning).       Berangkat dari keyakinan adanya perbedaan kesehatan mental siswa SMP itu  maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kesehatan mental siswa ditinjau dari pendekatan behavioristik dan konstruktivistik.       Populasi penelitian melibatkan siswa kelas VII.A dan VII.B, yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling, sedang sampel penelitian ditetapkan dengan teknik random sampling. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok kontrol (K) dan kelompok eksperimen (E), dengan masing-masing kelompok sebanyak 15 siswa.       Data penelitian tentang kesehatan mental ditinjau dari pendekatan behavioristik dan pendekatan konstruktivistik diungkap dengan teknik angket, kemudian hasilnya dibandingkan. Analisis data penelitian menggunakan teknik statistik, dengan rumus bangun t-test.     Kata Kunci:  Kesehatan Mental, Pendekatan Behavioristik dan Konstruktivistik