cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Integrated Qs Al Mudatsir in the reality group counseling to grow the character of students academic responsibility Asroful Kadafi; M. Ramli
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.702 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1867

Abstract

AbstractThe emotional development of students in early teens showed a sensitive and recreative nature (critical), emotions are often negative and temperamental. This negative passion is evidenced by the findings in the field of Indonesian teenagers, such as Tawuran, promiscuity, students who dare to do nasty with school friends (Tirto, 2013). Many factors are the cause, one of which is still the weak character of academic responsibility that students have. This problem becomes a serious problem in the world of education Indonesia. Therefore, it is natural for educational practitioners to take solutive steps to overcome the problem. One education practitioner who has a strategic position to handle the case is Counselor. Counselors are deemed able to provide practical solutions through Reality Group Counseling services by integrating spiritual values (Islam) to foster student academic responsibilities. Reality group counseling emphasizes the growth of personal responsibility. This advice is also in line with Islamic values that encourage individuals always to be responsible for every action as reflected in the QS. Al Muddassir: 38).
Keefektifan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) untuk menurunkan perilaku prokrastinasi akademik siswa Kusumawide, Kristiyaningrum Tri; Saputra, Wahyu N. E.; Alhadi, Said; Prasetiawan, Hardi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.529 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.4618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan solution focused brief counseling (SFBC) untuk menurunkan perilaku prokrastinasi akademik siswa di kelas khusus olahraga SMP Negeri 2 Galur Kulon Progo. Jenis penelitian yang digunaan adalah Eskperimen dengan desain penelitian Pre-Eksperimental Design menggunakan model One group pretest posttest design. Penentuan subjek menggunakan teknik non probability sampling design dengan purposive sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas khusus olahraga SMP Negeri 2 Galur Kulon Progo. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan antara tingkat prokrastinasi akademik siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan solution focused brief counseling (SFBC). AbstractThis study aims to determine the effectiveness of "solution focused brief counseling (SFBC)" to reduce the behavior of academic procrastination of students in the special sports class at Galur Negeri 2 Kulon Progo. Experiment with Pre-Experimental Design research design using One group pretest posttest design. Subjects are determined by using non probability sampling design with purposive sampling. The subjects of the study were students of the special sport class of JHS Negeri 2 Galur Kulon Progo. Based on the results of the study, it can be concluded that there are significant differences level of student academic procrastination between before and after being given solution services focused brief counseling (SFBC).
Treatmen bagi pengemis pada Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta azmi mustaqim
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.298 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i1.1159

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui treatmen yang diberikan oleh Balai rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta kepada pengemis. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif melalui pendekatan fenomenologis. Subyek penelitian adalah petugas balai rehabilitasi dan dua orang pengemis. Penggalian data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, mendisplay data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian adalah penyebab seseorang mengemis ada dua, yakni faktor intern dan ekstern. Penyebab intern timbul dari dalam diri sendiri sementara penyebab ekstern dipengaruhi oleh lingkungan individu. Berdasarkan penyebab tersebut didapati karakteristik pengemis adalah tingkat ekonomi rendah (miskin), tingkat pendidikan rendah, tidak memiliki pekerjaan dan meminta-minta, tidak memiliki tempat tinggal, tidak memiliki identitas diri, hidup bebas tanpa aturan, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, dekadensi moral dan sosioemosional rendah, bersifat malas, dan tingkat religius rendah. Oleh karena pemberian satu treatmen yang berdasarkan karakteristik pengemis akan mempengaruhi pemberian treatmen yang lainnya, maka pemberian treatmen dilakukan secara eklektif yang mengkombinasikan beberapa treatmen sesuai kebutuhan.Kata kunci : Treatmen, Pengemis, Balai Rehabilitasi SosialAbstractThis study aims to determine the treatments provided by Bina Karya and Laras Social Rehabilitation Center Yogyakarta to beggars. This study is using the descriptive qualitative method with the phenomenological approach. The research’s subject is Social and rehabilitation center’s employ and two beggars. Researcher is taking the data by interview and observation. For data analysis is using data reduce, data display and conclution.The result is, there are two causes of someone being a beggar, internal and external factors. Internal factor comes from individual self and external factor influenced by individual environment. Beggar’s characteristic based on the causes of poverty is low economic level, education level, without a job, homeless, without identity, free of lifestyle, without rules, aimless life, moral decadency and socio emotional low, shiftless, and less religious. The treatment provide based on characteristic will influence another treatment. Therefore treatments are given in an eclectic manner that combines several treatments as needed.Keyword: Treatment, a Beggar, Social Rehabilitation Center
Pengaruh peer group support dan resillience terhadap kemampuan coping adaptif siswa SMA Astuti, Yunia Widi; Dewi, Noviyanti Kartika; Sumarwoto, Vitalis Djarot
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.463 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i1.2306

Abstract

Kemampuan coping adaptif sangat penting dimiliki oleh remaja. Kemampuan coping adaptif membantu remaja untuk bisa memecahkan masalah yang dihadapi dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya. Selain itu resiliensi juga memiliki peran yang penting dalam kehidupan remaja yaitu sebagai kemampuan ketahanan diri saat remaja berada pada situasi yang mendesak. Keberhasilan siswa dalam mengatsi masalahnya tidak lepas dari peran penting peer grooup support atau tidak lepas dari dukungan teman sebayanya.Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh peer group support dan resilience terhadap kemampuan coping adaptif siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Sampel penelitian adalah siswa kelas SMA, yang berjumlah 100 siswa. Teknik penetapan sampel menggunakan teknik sampling jenuh.  Pengumpulan data menggunakan instrumen skala psikologis, untuk mengungkap data tentang peer group support, resilience, dan kemampuan coping adaptif.Berdasarkan hasil analisis data: (1) pengaruh peer group support terhadap kemampuan coping adaptif;  dan (2) pengaruh resilience terhadap kemampuan coping adaptif dianalisis dengan rumus korelasi product moment. Sedangkan (c) pengaruh peer group support dan resilience terhadap kemampuan coping adaptif dianalisis dengan rumus bangun regresi: dua prediktor. Hasil penelitian menunjukan: Ada pengaruh secara signifikan peer group support dan resilience terhadap kemampuan coping adaptif siswa SMA.    AbstractThe ability of adaptive coping is very important for teens. Adaptive coping skills help teenagers to solve the problems they face in completing their developmental tasks. In addition, resilience also has an important role in adolescence as a self-defense ability when teenagers are in an urgent situation. The success of students in mengatsi problem can not be separated from the important role of peer grooup support or can not be separated from the support of peers.This study aims to determine the effect of peer group support and resilience on the ability of adaptive coping of high school students (SMA). The sample of the research is high school students, which amounts to 100 students. Sample determination technique using saturated sampling technique. Data collection using psychological-scale instruments, to reveal data about peer group support, resilience, and adaptive coping skills.Based on data analysis result: (1) peer group support effect on adaptive coping ability; and (2) the effect of resilience on adaptive coping ability is analyzed by product moment correlation formula. While (c) the effect of peer group support and resilience on adaptive coping ability was analyzed by regression build formula: two predictors. The results showed: There is a significant influence peer group support and resilience to the ability of adaptive coping of high school students.
Identifikasi teknik pengubahan tingkah laku perpektif Abah Anom untuk penyembuhan korban Napza Annajih, Moh. Ziyadul Haq; Sa'idah, Ishlakhatus
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.264 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.5202

Abstract

Penyembuhan melalui rehabilitasi yang berdasarkan nilai-nilai keagamaan dapat dianggap sebagai salah satu mediator yang sangat efektif dalam memberikan pembinaan kesehatan fisik, psikologis, mental, sosial, dan spiritual bagi korban Napza, maka penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk pendekatan yang berbasis nilai keagamaan yang dapat dijadikan sebagai teknik pengubahan tingkah laku terhadap korban Napza. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis hermeneutika bersusun. Data yang digunakan berupa data teks pemikiran Abah Anom, observasi, dan wawancara lapangan. Hasil penelitian ini adalah (1) proses pengubahan tingkah laku berfokus pada pola pikir; (2) analisis dan diagnosis berfokus pada pola pikir, kondisi psikologis yang tidak sehat, keyakinan, dan kebiasaan; dan (3) terdapat lima bentuk intervensi pengubahan tingkah laku melalu metode penyadaran diri, yaitu mandi taubat, shalat, dzikir, qiyamu al-lyail, dan puasa. AbstractHealing in the form of rehabilitation based on religious values occupies a strategic and organized position in providing psychological, mental, social, and spiritual physical health assistance for drug victims, then this study aims to explore the form of approaches based on religious values, can be used as a technique to change behavior towards drug victims. This study employs hierarchical hermeneutic analysis within qualitative approach. The data used are the text of Abah Anom’s thoughts, observation, and field interview. The result of the study shows (1) the process of behavioural change focusing on the mindset; (2) analysis and diagnose focusing on the mindset, psychologically-illed condition, belief, and habit; and (3) the presence of five intervention form of behavioural change through self awareness method, i.e. taubat shower, shalat, dzikr, qiyamu al lail, and fasting.
Pengaruh gaya hidup hedonisme dan pola asuh autoritatif terhadap penyiapan kehidupan berkeluarga pada remaja Muro’atul Qibtiyah; Ibnu Mahmudi; Diana Ariswanti Triningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.769 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1799

Abstract

AbstrakKehidupan keluarga di Desa mengalami perubahan yang semakin cepat, sebagai dampak dari kemajuan di segala bidang, terutama semakin lancarnya komunikasi dan transportasi yang memudahkan mereka mengakses segala sesuatu. Orang tua perlu memonitor perilaku remaja serta memahami perkembangan remaja untuk menentukan masa depan anak. Remaja juga memerlukan banyak informasi tentang persiapan kehidupan berkeluarga untuk membangun keluarga yang sejahtera. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Gaya Hidup Hedonisme dan Pola Asuh Autoritatif Terhadap Kesiapan Hidup Berkeluarga pada Remaja di Desa Pragak Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode korelasional ex post facto. Populasi penelitian adalah 60 orang remaja berusia 17 sampai 21 tahun yang dilaksanakan di Desa Pragak Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini melalui angket dengan model Skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Analisis Korelasi Regresi dua predictor dan Uji F. Hasil penelitian menunjukkan, ada pengaruh yang signifikan Gaya Hidup Hedonisme Terhadap Kesiapan Hidup Berkeluarga pada Remaja Desa Pragak Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, diterima. gaya hidup seseorang tercipta adanya kebiasaan orang tua dalam mengasuh anaknya. Orang tua dengan kondisi ekonomi rendah cenderung untuk menikahkan anaknya di usia muda sehingga setelah menikah seringkali mengalami kesulitan ekonomi. Sedangkan orang tua dengan ekonomi tinggi cenderung menunda pernikahan anaknya sehingga anak akan lebih mementingkan karir dari pada pernikahan.Kata Kunci: Gaya Hidup Hedonisme, Pola Asuh Autoritatif, Kesiapan Hidup Berkeluarga. AbstractFamily life in the village is changing rapidly, as a result of progress in all areas, especially the smoothness of communication and transportation that makes it easier for them to access everything. Parents need to monitor adolescent behavior as well as understand the development of adolescents to determine the future of the child. Teens also need a lot of information about the preparation of family life to build a prosperous family. The purpose of this research is to know the influence of Hedonism Lifestyle and Autoritative Foster Pattern to Prepared Family Family Preparedness in Pragak Village, Parang Subdistrict, Magetan Regency. This research uses correlational ex post facto method. The study population was 60 people aged 17 to 21 years old which was conducted in Pragak Village District of Parang, Magetan Regency by using purposive sampling technique. Technique of taking data in this research through questionnaire with Likert Scale model. Data analysis technique used in this research is the technique of Correlation Analysis of two predictor Regression and Test F. The results showed, there is a significant influence Hedonism Lifestyle Against Preparedness of Family Life in Pragak Village Teens Parang District Magetan Regency, accepted. one's lifestyle created a parent's habit of parenting. Parents with low economic conditions tend to marry off their children at a young age so that after marriage often experience economic difficulties. While parents with high economic tend to delay the marriage of their children so that children will be more concerned about the career than at the wedding.Keywords: Hedonism Lifestyle, Autoritative Care Pattern, Family Preparedness Readiness.
PENERAPAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MEREDUKSI AGRESIFITAS REMAJA Halimatus Sa’diyah; Muh Chotim; Diana Ariswanti Triningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.012 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i2.1018

Abstract

Agresifitas merupakan suatu perilaku fisik maupun verbal, yang bertujuan menyakiti orang lain. Seperti: memukul, menendang, mengolok-olok atau berkata kasar. Hasil pengamatan sementara, yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 2 Geger Kabupaten Madiun, ditemukan sejumlah data (siswa kelas VII) yang tergolong usia remaja sering terlibat perkelahian, memukul, menendang, mengolok-olok atau dan berkata kasar. Hal yang demikian menunjukkan adanya (berprilaku agresif) yang perlu diteliti lebih mendalam, melalui penerapan teknik self management, dengan tujuan dapat mereduksi agresifitas remaja (siswa). Penerapan teknik Self management ini diharapkan dapat membantu remaja (siswa) mampu memahami, mengatur dan mengendalikan perilakunya sendiri.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan desain penelitian One- Group Pretest- Posttest Design, dengan populasi dan sampel yang berjumlah sama (10 orang) yang memiliki kecenderungan berprilaku agresif. Sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian, sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu 10  remaja (siswa) kelas VII yang memiliki  kecenderungan agresifitas. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dan analisis data menggunakan  uji t (t-score).Hasil analisis data, menunjukkan, bahwa harga t hitung (tscore) > t tabel (=6,778 >1,833) yang berararti signifikan. Jadi simpulannya: “Penerapan teknik self management dapat mereduksi agresifitas remaja”. Kata Kunci: Teknik Self Management, Agresifitas Remaja
Perbedaan minat belajar bimbingan dan konseling ditinjau dari metode pembelajaran student team achievement division Titik Indrawati
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.632 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i1.2239

Abstract

Proses pembelajaran bimbingan dan konseling harus dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan teknologi informasi dan perkembangan anak di era teknologi yang semakin canggih. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat perbedaan minat belajar bimbingan dan konseling ditinjau dari metode pembelajaran Student Team  Achievement Division pada siswa SMP Negeri 2 Kota Madiun. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 2 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017 semester I kelas VII G dan H dengan jumlah masing-masing kelas sebanyak 26 siswa. Desain penelitian adalah eksperimen kuasi nonequivalent control group design. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda dengan pendekatan uji independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t test minat belajar dengan diasumsikan kedua varians tidak sama adalah -2,355 dengan probabilitas 0,023; maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata minat belajar antara kelas yang diberikan treatment pembelajaran STAD dengan kelas yang tidak diberi pembelajaran STAD.AbstracThe process of counselling and guidance should be done dynamically, following the development of information technology and student development in the sophisticated era. The purpose of the research is to know the different level of student enthusiasm in counselling and guidance perceiving from Student Team Acheivment Division method in SMP Negeri 2 Madiun. The location of research is in SMP Negeri 2 Madiun in academic year 2016/2017, at first semester in class VII G and H each classconsists of  26 student. The research design is quasi experiment non-equivalent control group design.  The analytical technique wich used is different test with the approach of independent sample t - test. The result of the resarch shows that the t – test score of student enthusiasm wich is assumed as different variants is -2,355 by 0,023 in probability; so it  can be concluded that there are significant differance between the average of enthusiasm for the classs wich is given the treatment by STDA methot and the class wich isn’t given the method.
Manajemen program bimbingan konseling Sekolah Menengah Pertama Fitri, Ilya Aida Darliyan; Hidayat, Dede Rahmat; Hartati, Sofia
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.528 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.4808

Abstract

Manajemen bimbingan konseling yang dibuat secara sistematis akan menciptakan layanan bimbingan konseling yang efektif dan efisien bagi peserta didik. Salah satunya dengan cara dibuatnya program bimbingan konseling yang jelas, terorganisir dan rasional. Namun dalam membuat program bimbingan konseling, terdapat beberapa kendala diantaranya adalah minimnya anggaran untuk kegiatan bimbingan konseling di sekolah, minimnya keterampilan yang dimiliki guru bimbingan konseling dalam merencanakan program bimbingan konseling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran manajemen bimbingan konseling, kelebihan serta kekurangan program di tiap sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil temuan diatas hanya SMPN 259 melaksanakan manajemen program layanan bimbingan konseling lebih baik atau unggul dibanding yang lainnya. Masing-masing program memiliki kelemahan dan kelebihan dan mungkin jika disatukan akan menjadi program yang lebih baik. AbstractManagement of guidance counseling is systematically created effective and efficient guidance counseling services for students. One of them is by making a clear, organized and rational guidance counseling program. However, in making guidance counseling programs, there are several obstacles including the lack of budget for counseling guidance activities in schools, the lack of skills possessed by school counselor in planning guidance counseling programs. This research was conducted to determine the description of management of guidance counseling, advantages and disadvantages of the program in each school. This research uses a descriptive method. Based on the above findings, only SMPN 259 implements better counseling program management services or guidance compared to the others. Each program has weaknesses and strengths and if united would be better program.
Strategi layanan bimbingan dan konseling dalam mereduksi sikap negatif tentang seks bebas Ariadi Nugraha
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.211 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i1.1180

Abstract

AbstrakPermasalahan remaja yang banyak disoroti saat ini menyangkut seks bebas. Sikap remaja terhadap seks bebas sangat beragam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sikap siswa terhadap seks bebas serta bagaimana peran bimbingan dan konseling. Metode penelitian adalah survai. Subyek penelitian adalah siswa SMP di kabupaten Sleman. Jumlah subyek 466 siswa  yang diambil secara random sampling. Hasil penelitian ini, diperoleh data bahwa siswa SMP di Kabupaten Sleman lebih dari 50% responden memiliki sikap yang setuju terhadap seks bebas. Dari aspek biologis, 71% responden tergolong sangat setuju terhadap perilaku seks bebas, 55% tergolong sangat setuju dari aspek psikologis dan 61% sangat setuju dari aspek sosial. Ini berarti bahwa sebagian besar responden yaitu siswa SMP di Kabupaten Sleman memiliki sikap yang kurang baik terhadap perilaku seks bebas. Bimbingan dan konseling bertujuan memfasilitasi siswa dapat berkembang optimal. Bentuk fasilitasi mengembnagkan siswa melalaui empat komponen layanan yaitu layanan dasar, responsif, peminatan perencanaan individual dan dukungan sistem. Strategi layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan dalam mereduksi sikap negatif siswa adalah layanan dasar seperti bimbingann klasikal, bimbingan kelompok dan pengembangan media inovatif. Layanan responsif seperti konseling individu, konseling kelompok dan konseling sebaya. Dukungan sistem dapat berupa parenting class bagi orangtua,  kolaborasi dengan BKKKBN dan Puskesmas tentang bahaya Seks bebas.Kata kunci: strategi layanan, bimbingan, konseling, sikap, seks bebas AbstractThe issue of teenagers that are mostly highlighted today is about free sex. The attitude of adolescents to free sex is very diverse. The purpose of this study was to determine students' attitudes toward sex and the role of guidance and counseling. The research method is survey. Subjects were junior high school students in the district of Sleman. Number of subjects 466 students drawn by random sampling. H acyl this study, data showed that junior high school students in Sleman more than 50% of respondents had an attitude in favor of the free sex. From the biological aspect, 71% of respondents strongly agreed pertained to free sex, 55% classified as very agree on the psychological aspects and 61% strongly agree on the social aspect. This means that most of the respondents are students of junior high school in Sleman have unfavorable attitudes towards sex behavior. Guidance and counseling aimed at facilitating students can develop optimally. Forms of facilitation mengembnagkan students melalaui four service components, namely the basic service, responsiveness, specialization individual planning and support system. Strategic guidance and counseling services that can be used in reducing the negative attitude of students is the basic services such as bimbingann classical, group counseling and the development of innovative media. Responsive services such as individual counseling, group counseling and peer counseling. Support system can be a parenting class for parents, collaboration with BKKKBN and health centers about the dangers of free sex.Keywords: service strategy, guidance, counseling, attitude, free sex