cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS INFORMASI BERMAKNA MATERI PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE DUA UNTUK MELATIHKAN KOMPETENSI GURU PROFESIONAL Adamura, Fatriya; Susanti, Vera Dewi; Maharani, Swasti
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena belum ada perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua, maka dilakukan penelitian pengembangan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua. Penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian pengembangan. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua. Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang telah dimodifikasi. Tahap model 4-D yang telah dimodifikasi terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua yang baik telah didapatkan karena tim validator (ahli atau praktisi) menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid (berdasarkan pada rasional teoritik yang kuat dan terdapat konsistensi di antara komponen-komponen perangkat), dan dalam pelaksanaan uji coba, perangkat memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu: kemampuan dosen dalam mengelola pembelajaran baik, aktivitas mahasiswa selama pembelajaran sesuai dengan batas toleransi waktu ideal, mahasiswa memberi respon positif terhadap komponen-komponen perangkat pembelajaran, dan tes hasil belajar reliabel, valid dan sensitif, serta kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru profesional baik. Perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua yang dikembangkan: Satuan Acara Perkuliahan, Lembar Kegiatan Mahasiswa, dan Tes Hasil Belajar.Kata kunci : Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif,  Informasi  Bermakna, Materi Persamaan Diferensial Orde Dua,  Kompetensi Guru Profesional
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MENGGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TAHUN AJARAN 2014 / 2015 Hardiana, Yuli; Andari, Tri; Krisdiana, Ika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui apakah model pembelajara TGT dengan media Ular Tangga lebih efektif daripada dengan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 2) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA.Penelitian ini berbentuk penelitian kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan kelas eksperimen 1 diajar dengan model pembelajaran TGT berbantuan Ular Tangga dan kelas eksperimen 2 berbantuan Question Card. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk data Adversity Quotient dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan sel tak sama dan uji lanjut menggunakan uji scheffe. Hasil penelitian dengan α=5% menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran TGT menggunakan media Ular Tangga sama efektifnya dengan model pembelajaran TGT menggunakan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 2,4932 < Fα = 4,0304). 2) Adversity Quotient  memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 3,7166 > Fα = 3,1788). Hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers tidak jauh berbeda dengan tipe campers, hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers lebih baik daripada tipe quitters, dan hasil belajar sswa yang memiliki Adversity Quotient tipe campers tidak jauh berbeda dengan tipe quitters 3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient terhadap hasil  belajar siswa (Fobs = 1,0669 < Fα = 3,1788). Kata Kunci: Adversty Quotient (AQ), Teams Games Tournament (TGT), Ular Tangga,   Question Card.                  
EFEKTIVITAS MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR STATISTIKA DASAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN DISTRIBUSI PELUANG DISKRIT Krisdiana, Ika
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan pembelajaran langsung. (2) Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah. (3) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran kooperatif tipe STAD. (4) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran langsung. (5) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas tinggi. (6) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas sedang. (7) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas rendah. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random stratifikasi (stratified random sampling) dan sampling random kluster (cluster random sampling). Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5 %. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu Uji Normalitas menggunakn Uji Liliefors dan Uji Homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Dari hasil analisis disimpulkan : (1) prestasi mahasiswa dengan pembelajaran STAD lebih baik daripada pembelajaran langsung. (2) mahasiswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas sedang dan rendah. (3) mahasiswa dengan aktivitas tinggi prestasinya lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas rendah dan sedang jika diajar dengan pembelajaran STAD. (4) mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran langsung. (5) mahasiswa dengan aktifitas tinggi jika diajar dengan pembelajaran STAD memberikan prestasi yang lebih baik daripada pembelajaran langsung. (6) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung. (7) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung.Kata Kunci : STAD, Kooperative, Aktivitas belajar
PROFIL KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI PADA MATERI SISTEM KOORDINAT RUANG Andari, Tri; Lusiana, Restu
JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui profil kreativitas mahasiswa dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semeter III IKIP PGRI Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil tes dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan tinggi berkecenderungan untuk memiliki profil kreativitas terhadaphasil belajar yang baik dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. (2) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan sedang berkecenderungan untuk memiliki profil kreativitas terhadap hasil belajar yang cukup baik dalammemecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. (3) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan rendah berkecenderungan untuk memiliki profil kretivitas yang kurang baik dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang.  Kata Kunci: Kreativitas, Pemecahan Masalah, Geometri, Sisitem Koordinat Ruang
PEMANFAAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL FILKARTIKA (FILM KARTUN MATEMATIKA) DENGAN POKOK BAHASAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS IV SD Hariyanti, Dwi; Rachmat, Basuki; Murdjito, Murdjito
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting, karena tidak terlepas dari aspek kehidupan sehari-hari. Para siswa sering kali begitu tegang menghadapi pelajaran matematika. Hal ini disebabkan karena siswa sering mendengar bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan abstrak. Penggunaan media audio visual Filkartika dalam pembelajaran matematika dianggap mampu meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran tersebut. Maka dari itu, peneliti bergagasan untuk menggunakan media audio visual Filkartika sebagai media pembelajaran tontonan edukatif yang menarik dan menyenangkan sehingga membuat siswa menyenangi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan respon dan hasil belajar siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran audio visual Filkartika. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 01 Josenan yang dikategorikan menjadi tiga yaitu dua subyek dengan kategori kemampuan tinggi, dua subyek dengan kategori kemampuan sedang, dan dua subyek dengan kategori kemampuan rendah. Jenis penelitian yang digunakan dalam peelitian ini adalah kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi, tes dan wawancara. Teknik keabsahan datanya yaitu dengan triangulasi data. Sedangkan teknik analisis datanya terdiri dari empat alur yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 66,67% siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pemanfaatan media Filkartika dan 33,33% siswa menunjukkan respon negatif. Sedangkan ditinjau dari hasil belajarnya, sebanyak 16,67% siswa memiliki tingkat penguasaan materi amat baik, sebanyak 33,33% siswa memiliki tingkat penguasaan materi dengan baik, sebanyak 16,67% siswa memiliki tingkat penguasaan materi cukup, dan sebanyak 33,33% siswa memiliki tingkat penguasaan materi amat kurang.Kata Kunci : Media Pembelajaran, Audio Visual, Filkartika, Bangun Ruang
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ANALISIS REAL BERBASIS TEORI DAVID TALL Darmadi, Darmadi
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan menghasilkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteritik mahasiswa dan materi analisis real. Model pembelajaran yang dikembangkan adalah model pembelajaran analisis real berbasis teori-teori David Tall. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FP MIPA IKIP PGRI Madiun dalam belajar analisis real. Hampir semua mahasiswa kesulitan dalam belajar analisis real sehingga muncul tuntutan untuk menyediakan model pembelajaran beserta perangkatnya yang mampu melayani mahasiswa belajar. Model pembelajaran diartikan sebagai suatu kerangka konseptual pembelajaran yang memuat tujuan, sintaksis sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional dan dampak pengiring pembelajaran. Model ini memuat landasan teoritis, komponen, dan pelaksanaan pembelajaran menggunakan model dan perangkatnya. Perangkat model terdiri dari Buku Siswa, LKS, LJLKS, RP, Paket Kuis, Paket Tes Penguasaan Bahan pembelajaran, dan paket tes tingkat berpikir mahasiswa. Untuk mencapai maksud tersebut perlu dilakukan penelitian pengembangan dengan mengikuti fase-fase pengembangan seperti investigasi awal, desain, realisasi/konstruksi, dan tes, evaluasi, dan revisi. Kegiatan pada fase tes, evaluasi, dan revisi meliputi validasi, uji coba, dan revisi. Kegiatan uji coba meliputi uji coba perorangan dan uji lapangan. Fokus kajian uji coba adalah pada kualitas kesahihan, kepraktisan, dan keefektifan model pembelajaran beserta perangkatnya.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN POWER POINT DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Ghofuri, Ahmad Mizan; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) apakah penerapan pembelajan berbasis multimedia menggunakan power point lebih efektifdibanding dengan pembelajaran berbasis masalah , (2) pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar, dan (3) interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Taraf signifikansi (α) yang digunakan adalah 0,05. Sampel yang diambil dua kelas, diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, angket motivasi dan tes efektivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model anava 2 jalan dengan sel tak sama. Hasil uji hipotesis dengan uji anava dua jalan sel tak sama (a = 0,05) menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan efek antar baris terhadap variabel terikat  Fobs = 0,1970 dan Ftabel = 4,1105 , (2) terdapat perbedaan efek antara kolom terhadap variabel terikat Fobs=16,9486 dan Ftabel = 3,2569 (3) tidak ada interaksi baris dan kolom terhadap variabel terikat Fobs=1,8338 dan Ftabel = 3,2569. Kesimpulan dari  hasil penelitian ini adalah (1)pembelajaran berbasis multimedia menggunakan Power Point sama efektifnya dengan pembelajaran berbasis masalahdalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, (2) siswa yang memiliki motivasi tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi sedang maupun rendah, dan siswa yang memiliki motivasi sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi rendah, (3) Tidak ada interaksi antara pembelajaran bebasis multimedia menggunakan Power Point dan pembelajaran berbasis masalahdengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika.Kata kunci: Multimedia, Power Point,  Motivasi Belajar
TIPE KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL GEOMETRI BERDASAR NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) Utami, Anita Dewi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The students ability to solve mathematical problems are affected directly or indirectly by their pattern of problem solving when they were attending primary and secondary schools. The result of observation shows that there are students who can not answer proving problem and take no action at all, thoughit is only at the step of understanding the problem. NEA is a frame work with simple diagnostic procedures, which include (1) decoding, (2) comprehension, (3) transformation, (4) process skills, and (5) encoding. Newman’s developed diagnostic method is used to identify the error categories of descriptive test answer. Therefore, the descriptive types of students’ error in proving problem solving in Geometry 1 subject based on Newman’s error Analysis (NEA), and what are the causes for the student’s mistakes in solving those proving problem, especially in Geometry1 subject is interesting to be discussed in this article. Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika secara langsung ataupun tidak langsung dipengaruhi oleh pola penyelesaian soal pada saat mahasiswa duduk di bangku sekolah dasar maupun menengah. Hasil pengamatan peneliti menujukkan bahwa masih terdapat mahasiswa yang tidak bisa menjawab soal pembuktian dan tidak melakukan tindakan apapun, meskipun hanya pada tahapanunderstand the problem. NEA merupakan kerangka kerja dengan prosedur diagnostik sederhana, yang meliputi (1) decoding, (2) comprehension, (3)transformation, (4) processskill, dan (5) encoding. Metode diagnostik yang dikembangkan Newman ini digunakan untuk mengidentifikasi kategori kesalahan terhadap jawaban dari sebuah tes uraian. Sehingga bagaimana deskripsi jenis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal pembuktian pada mata kuliah Geometri 1 berdasarkan Newman’s Error Analysis(NEA), dan apa saja penyebab kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal pembuktian, khususnya pada mata kuliah Geometri 1, menarik untuk dibahas dalam tulisan ini. 
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN DATAR Fatqurhohman, Fatqurhohman
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is meant to describe the students’ understanding of Mathematics Concept related to non-routine problem in contour Shapes. This research is a qualitative research. The subject of this research are 25 students of fourth (VI) grade of SDN Mojorejo 02 Kota Batu. The data are collected through students’ response on a test given. Based on the result of this research shows that students are still unable to use Mathematics concept well in solving some problems (still tent to be procedural), students are still unable to compare by presenting alternative solution aside from response obtained, students’ mastery and understanding concept of Mathematics in solving non-routine questions are still low. Teachers are hoped to be able to provide non-routine questions in order to allow students to be accustomed with and develop ability in relation to problem solving Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa kaitannya dengansoal non-rutin pada materi bangun datar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV (empat) SDN Mojorejo 02 Kota Batu yang berjumlah 25. Data diperoleh melalui hasil respon/jawaban tes siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa siswa belum dapat dengan baik menggunakan konsep-konsep matematika dalam menyelesaiakan masalah (masih cenderung prosedural), siswa belum dapat membandingkan dengan menyajikan alternatif solusi yang lain dari respon yang diperoleh, penguasaan dan pemahaman konsep matematika dalam menyelesaikan soal non-rutin masih rendah. Diharapkan guru dapat memberikan soal non-rutin agar siswa terbiasa dan mengembangkan kemampuannya kaitannnya dengan pemecahan masalah. 
ACTIVE SHARING KNOWLEDGE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU- GURU MATEMATIKA SMA/SMK BINAAN MELALUI PENDAMPINGAN DI KULON PROGO Giyarsih, Giyarsih
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is meant to explain the problem solving efford which is found in academic supervision toward teachers of Mathematics in some guided schools, explains the problem solving steps by the supervisor in guided schools, and shows the teaching quality improvement by the Mathematics teachers in those guded schools. This research was done to some guded schools where ten Mathematics teachers of Senior High Schools or Vocational High School in Kulon Progo District are the subject. The strategy for improving the quality of Mathematics teaching application is through treatment of companion teaching in active sharing knowledge for instance through planning, the step of treatment in the teaching, teaching procedures and class management. The result of acompaniying the teachers of Mathematics shows that Mathematics teachers in Kulon Progo Distric still need some guidance from the supervisors especially in term of innovative teaching process, where most teachers lack of motivation, the Active Sharing Knowledge method can improve the activism of the teachers through out the whole teaching activities, improve the quality of teaching process, students’ activism, concept mastery and teacher’s skills in teaching process as can be seen as followed: the teaching quality of Mathematics teachers using Active Sharing Knowledge is 5%, student’s participations is 46%, while teachers’ mastery of the concept is 14%, and positive reflection as a result of Mathematics Teachers guided teaching implementation using Active Sharing Knowledge where 84% stated agree and totally agree. Tujuan Penelitian ini adalah menjelaskan upaya pemecahan masalah yang ditemukan dalam supervisi akademik terhadap guru-guru Matematika disekolah binaan, menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah yang ditempuh pengawas  disekolah binaan, dan menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran guru-guru Matematika di sekolah Binaan. Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah binaan dengan objek Guru-Guru Matematika SMA/SMK di Kabupaten Kulon Progo sejumlah sepuluh orang guru Matematika. Strategi peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran  Matematika adalah melalui treathment pendampingan pembelajaran Active Sharing Knowledge antara lain tahap perencanaan, tahap treatmen pembelajaran  Active Sharing Knowledge, prosedur pembelajaran Active Sharing Knowledge, dan pengelolaan kelas. Hasil pendampingan terhadap sepuluh orang guru matematika binaan, penulis menyimpulkan bahwa Guru-guru matematika di Kabupaten Kulon Progo ternyata masih sangat memerlukan pendampingan dari pengawas khususnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran inovatif, masih perlu adanya motivasi pengawas terhadap guru matematika, metode Active Sharing Knowledge dapat mengoptimalkan keaktifan guru dan siswa dari awal hingga akhir pembelajaran, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, aktivitas siswa, penguasaan konsep, dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran. Adapun besaran peningkatan tersebut sebagai berikut ini. Kualitas pembelajaran guru-guru Matematika dengan  Active Sharing Knowledge sebesar 5%. Besarnya peningkatan keaktifan siswa mencapai 46%, sedangkan  peningkatan penguasaan konsep Matematika mencapai 14%. Diperoleh refleksi positif dari hasil pendampingan pelaksanaan pembelajaran guru-guru Matematika dengan Active Sharing Knowledge sebesar 84% menyatakan setuju dan sangat setuju. 

Page 6 of 32 | Total Record : 315