cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
Pengaruh Media Pembelajaran Dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa SMA Setiawan Arief Wijayanto
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.543 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.4299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh media pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa sejarah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Cikarang Selatan Bekasi tahun pelajaran 2012/2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas sebelas dengan 36 subjek sampel uji coba kedua, diambil dari dua kelas dengan media pembelajaran yang berbeda, 18 orang dengan media pembelajaran flash player. dan 18 orang dengan media konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari pembelajaran sejarah siswa yang menggunakan media pembelajaran flash player lebih tinggi daripada yang menggunakan pembelajaran media konvensional, (2) Ada interaksi antara media pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap hasil pembelajaran sejarah, (3) Siswa dengan kemandirian belajar tinggi mencapai hasil belajar sejarah jika menggunakan media pembelajaran flash player dari pada  menggunakan media konvensional, (4) Siswa dengan kemandirian belajar rendah dapat mencapai hasil pembelajaran sejarah jika menggunakan media konvensional dari pada yang menggunakan media pembelajaran flash player.
“Historiografi Pembebasan”: Suatu Alternatif Singgih Tri Sulistiyono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.107 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i01.877

Abstract

Terdapat banyak sinyalemen yang mengatakan historiografi Indonesia telah tidak mampu menunaikan fungsinya dalam ikut memecahkan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. Padahal, pada saat ini masyarakat Indonesia sedang menghadapi berbagai macam persoalan seperti kemiskinan, ketidakadilan, ketergantungan, eksploitasi, dan sebagainya menyusul terjadinya badai krisis ekonomi sejak tahun 1998. Ketidakmampuan historiografi Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam memecahkan persoalan bangsa di samping disebabkan oleh keterbelengguan pada formalisme metodologi dan epistemologi, juga disebabkan oleh kekurangberanian sejarawan untuk menggugat realitas kekinian. Dalam hal inilah, “historiografi pembebasan” dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif historiografi yang akan mampu membebaskan pikiran masyarakat dari belenggu mitos kelampauan sehingga memiliki kesadaran terhadap penyelesaian persoalan kekinian dan cita-cita di masa depan. Untuk itu, kajian “historiografi pembebasan” lebih menekankan kepada persoalan-persoalan kontemporer yang sedang menghimpit masyarakat Indonesia saat ini seperti kemiskinan, ketidakadilan, ketergantungan, dan sebagainya yang sudah diterima sebagai sebuah keniscayaan. Dengan demikian, kajian “historiografi pembebasan” akan menggunakan point of departure kekinian untuk mengkaji masa lampau sehingga kajian sejarah tidak tercerabut dengan akar kepentingan masa kini. Dalam hubungan itu, “historiografi pembebasan” mengedepankan komitmen kepada nilai-nilai keindonesiaan dengan dasar kemanusiaan, yaitu kembali kepada cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945.
Situs Ngurawan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun (Latar Sejarah Dan Upaya Pelestariannya) Ike Fuadillah; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.719 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tentang upaya pelestarian situs Ngurawan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun serta sebagai media pembelajaran lokal bagi pendidikan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber datar primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu di Desa Ngurawan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun terdapat Desa Wurawan yang meupakan sebutan kuno dari sebuah wilayah yang sekarang berada di daerah Madiun selatan, tepatnya sebuah dusun di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, yaitu Dusun Ngrawan. Penduduk Dusun Ngrawan mayoritas mata pencahariaan adalah petani. Selain itu berternak, berkebun dan sebagian membuat batu bata. Dalam aktivitas kesehariannya warga sering menemukan berbagai jenis benda purbakala, bahkan di dusun ini batu kuno berukuran besar terlihat banyak berserakan. Hal ini merupakan bukti bahwa dusun Ngrawan adalah sebuah dusun tua dan pusat peradaban pada masa kerajaan dahulu kala. Dari beberapa peneliti dan berbagai sumber sejarah yang ada menegaskan bahwa dusun Ngrawan adalah pusat kerajaan Glang-Glang i bumi Ngurawan di masa Singhasari dan Kadipaten Gegelang di Masa Kerajaan Majapahit.
Pendidikan Nasional dan Kualitas Manusia Indonesia Dalam Perspektif Sejarah Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.471 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1491

Abstract

Pendidikan yang tepat dan bermutu dapat disiapkan oleh manusia dan masyarakat  yang memiliki kemampuan dan keunggulan di masa depan. Untuk mengoptimalkan kontribusi pendidikan, maka semua pihak berkontribusi penting, termasuk pengelola pendidikan itu sendiri, pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat pada umumnya. Kontribusi pendidikan terhadap kualitas manusia Indonesia sejak kemerdekaan hingga reformasi menarik untuk dikaji. Orde lama merupakan satu fase yang berusaha membangun masyarakat sipil yang kuat. Orde lama menghapuskan sistem pendidikan elitism pada masa kolonial dan memberlakukan politik persatuan nasional. Pendidikan menjadi wahana penmbangunan karakter bangsa. Orde Baru mengedepankan moto “membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia” dan berbagai kebijakan turunannya memberi kontribusi bagi kualitas manusia bagi dunia industri khususnya untuk mendukung pembangunan ekonomi, namun terdapat empat masalah pokok dalam pendidikan di Indonesia: pemerataan, mutu, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Era  reformasi  memberikan  ruang  yang  cukup besar bagi perumusan kebijakan-kebijakan pendidikan baru yang bersifat reformatif dan revolusioner. Namun demikian, sistem pendidikan nasional Indonesia terlihat masih bersifat tambal sulam, mulai dari kebijakan kurikulum, manajemen, sistem pembelajaran, tuntutan kualitas guru, tuntutan fasilitas dan dana pendidikan, kurang memiliki prioritas yang ingin dicapai.
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI INTEGRITAS DAN IDENTITAS NASIONAL DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN Parji Parji
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.494 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i2.706

Abstract

Nilai-nilai integritas dan identitas nasional Indonesia dewasa ini mengalami tantangan yang berat baik dari pengaruh eksternal maupun internal, dan nilai -nilai tersebut cenderung mengalami erosi dan degradasi. Dalam konteks seperti ini, dunia pendidikan, termasuk para pendidik memiliki peran strategis dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan nilai-nilai integritas dan identitas nasional, karena pendidikan memiliki fungsi enkulturasi dan sosialisasi nilai kepada peserta didik agar mampu membangun dirinya dan bersama-sama dengan lingkungannya membangun masyarakat dan bangsa. Untuk itu perlu dikembangkan paradigma baru pendidikan yang dapat menjaga nilai-nilai tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik, dan dalam hubungannya dengan guru, maka diperlukan guru-guru yang profesional dan mempunyai kompetensi yang komprehensif.
Mengenal Sistem Pengetahuan, Teknologi, Dan Ekonomi Nelayan Pantai Utara Jawa Singgih Tri Sulistiyono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.048 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.825

Abstract

Bahwa budaya masyarakat nelayan merupakan ‘sea-side culture’ yang paling tua dalam khasanah budaya bahari. Meskipun dalam sejarah budaya masyarakat nelayan di pantai utara Jawa mengalami perkembangan yang lamban jika dibandingkan dengan sektor kebaharian yang lain (seperti perkapalan dan perdagangan) namun budaya masyarakat nelayan juga mengalami perkembangan sejalan dengan modernisasi yang merebak di sektor-sektor yang terkait. Faktor ekologis telah memprekondiskan corak budaya nelayan merupakan budaya yang khas jika dibandingkan dengan berbagai komunitas di sekitarnya. Kekhasan budaya nelayan dapat dilihat antara lain dari unsur budaya yang terkait dengan sistem pengetahuan, teknologi, dan ekonomi mereka, seperti sistem bagi hasil, pengetahuan tentang posisi dan arah di tengah laut, iklim dan cuaca, arah arus dan angin, teknologi prahu, berbagai jenis alat tangkat, dan teknologi pengolahan ikan.
Mendongeng Dalam Perspektif Pendidikan Sukarno Budi Utomo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.017 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i01.901

Abstract

Cerita atau dongeng merupakan suatu tindakan atau cara yang bijak dan cerdas untuk mendidik dan menasehati anak. Dongeng dapat memberikan efek pemuasan terhadap kebutuhan akan imajinasi dan fantasi anak. Anak akan lebih asyik dalam menyimak dongeng yang berisi nasihat adan ajaran atau didikan. Keinginan dan sikap-sikap positif tersebut tentu akan berdampak pada perkembangan pribadi anak usia dini. Dampak metode bercerita atau mendongeng bagi guru akan memiliki sikap-sikap positif seperti berpikir kritis, memiliki rasa tanggung jawab, lebih waspada terhadap praktek pembelajarannya sendiri. Lebih berhati-hati terhadap metode, persepsi, pemahaman dan keseluruhan pendekatan dalam pembelajarannya. Mampu untuk mengantarkan guru untuk lebih professional, berwawasan luas dan mampu memberi kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Pengaruh Partai Golkar Terhadap Dinamika Kehidupan Politik Di Kabupaten Madiun Tahun 1999-2009 Alfi Hafidh Ishaqro; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.992 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i02.1466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partai golkar terhadap dinamika kehidupan politik di Kabupaten Madiun tahun 1999-2009. Lokasi Penelitian di DPD Golkar Kabupaten Madiun yang bertempat di jalan Raya Solo Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Penelitian ini berbentuk diskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan selama tiga bulan. Sumber data dari penelitian ini adalah dari informan, arsip dan dokumen. validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran data dengan menggunakan trianggulasi sumber penelitian. Sedangkan analisis data menggunakan analisis model interaktif yang menggunakan tiga teknik yakni reduksi data, sajian data dan verivikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan diperoleh hasil sebagai berikut: Partai Golkar pada tahun 1999-2011 mengalami perkembangan politik yang dinamis di Kabupaten Madiun. Partai Golkar hingga saat ini masih bertahan, tidak hanya diperhitungkan tetapi menjadi partai Politik yang disegani oleh kawan ataupun lawan. Partai Golkar yang semula menjadi sasaran hujatan dan intimidasi kini menjadi partai yang cukup dinamis dan disegani oleh banyak pihak. Dalam waktu sepuluh tahun Partai Golkar mampu membangun pengaruh di masyarakat Madiun, menjadi partai yang memiliki pengaruh dalam dinamika kehidupan Politik Kabupaten Madiun dari awal reformasi hingga tahun 2009.
PEMUPUKAN SEMANGAT INTEGRASI NASIONAL MELALUI PENDIDIKAN SEJARAH DI SEKOLAH Singgih Tri Sulistiyono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.027 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i1.117

Abstract

Saat ini lembaga sekolah sedang mengalami krisis civic education. Dalam hal ini, pendidikan sejarah merupakan salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan. Perspektif yang perlu dikembangkan adalah cross-cultural communication dan cultural reelativism. Disamping menekankan pandangan bahwa proses terbentuknya bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan historis hubungan lintas budaya antar kelompok etnis dan budayayang ada di Nusantara, juga penggambaran sejarah hendaknya menghindarkan diri sejauh mungkin prasangka-prasangka kultural dan etnisitas. Pendidikan sejarah yang tepat akan memiliki nilai integratif bagi nasion Indonesia jika para guru sejarah memiliki kemampuan untuk mengajar dengan penekanan pada cross-cultural communication dan dengan menggunakan perspektif relativismekultural. 
Rekonsiliasi Konflik Antarperguruan Silat di Madiun (Studi Historis Sosiologis) Soebijantoro Soebijantoro; Abraham Nurcahyo; Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.828 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengungkap akar penyebab konflik antarperguruan silat di Madiun; 2) Mengidentifikasi momentum-momentum dan tempat yang sering menjadi arena konflik; 3) Mengidentifikasi potensi-potensi integrasi yang dapat diberdayakan sebagai media penyelesaian konflik; 4) Merumuskan kerangka teoretik rekonsiliasi yang dapat diterapkan untuk menangani konflik antarperguruan silat di Madiun. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi langsung, mencatat dokumen dan arsip. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, mencatat dokumen dan arsip. Validasi data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber, teknik, dan peneliti. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik melibatkan faktor-faktor historis yang berdampak pada situasi sosiologis. Faktor historis berakar dari perbedaan pendapat guru-murid generasi awal dalam pengembangan Perguruan Setia Hati. Saat itu konflik masih pada fase latensi dimana perbedaan masih dapat diterima. Konflik bereskalasi pasca Peristiwa G30S ketika terjadi bentrok antarpendekar SH Terate dengan SH Winongo, meskipun keduanya bukanlah partisan dalam peristiwa tersebut. Hubungan mulai memburuk dan stereotip negatif mulai berkembang. Konflik semakin meluas sejak tahun 1990-an ketika jumlah anggota baru keduanya semakin meningkat. Pelanggaran etika perguruan mulai merebak karena tidak adanya sanksi organisatoris. Kekerasan mudah meletus dan melibatkan massa pendukung yang banyak. Konflik memasuki fase terjebak. Berbagai momentum yang sesungguhnya memiliki spirit yang sama seperti Suran Agung, Halal bihalal, dan pengesahan anggota baru justru menjadi arena konflik. Karakteristik konflik menentukan cara-cara penyelesaiannya. Tindakan pengamanan untuk menghentikan kekerasan cukup efektif dilakukan aparat. Namun demikian, suasana sosiopsikologis di tingkat bawah belum banyak berubah. Rekonsiliasi dengan pendekatan kultural menjadi pilihan. Arena-arena integrasi seperti Festival Pencak Seni Tradisi diberdayakan sebagai media rekonsiliasi dengan pendekatan kultural. Rekonsiliasi kultural merupakan upaya rekonsiliasi dengan memberdayakan unsur-unsur budaya dan sosial yang dapat menjadi perekat bersama untuk menciptakan suasana dialogis dan harmonis melalui cara-cara proeksistensi yang terjelmakan ke dalam tindakan dan aksi-aksi nyata dalam berbagai peristiwa kehidupan.

Page 10 of 31 | Total Record : 304