cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Akulturasi Budaya Mahasiswa Dalam Pergaulan Sosial Di Kampus (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Madiun) Yosef Antonius Thaumaet; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.678 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Akulturasi Budaya serta untuk menganalisis proses akulturasi budaya mahasiswa dalam pergaulan sosial dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam proses akulturasi budaya dalam pergaulan sosial di kampus Universitas PGRI Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan berdasarkan prosedur-prosedur berikut yaitu 1) tahap membangun kerangka konseptual, 2) tahap merumuskan permasalah penelitian, 3) tahapan pemilihan subyek penelitian, 4) tahapan pengembangan instrumen penelitian, 5) tahapan pengumpulan data, 6) tahapan analisa data dan 7) tahapan menarik kesimpulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan cara yaitu 1) reduksi data, 2) penyajian data dan 3) penarikan kesimpulan. Analisis data ini berfungsi sebagai teknik dalam membuat kesimpulan-kesimpulan yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan. Akulturasi budaya adalah proses bertemunya beberapa kebudayaan di kampus, menyebabkan mereka memiliki hubungan pertemanan yang baik. Permasalahan yang dihadapai mampu mereka selesaikan dengan cara yang bijak. Hal ini karena kedua belah pihak memiliki kesadaran yang besar dalam saling memahami perbedaan. Pada dasarnya mereka berasal dari latar belakang yang sama, Jadi bentuk akulturasi yang terjadi di Program Studi pendidikan Sejarah Universitas PGRI Madiun seperti pergaulan sosial dan bahasa. Namun mereka tetap mampu mempertahankan budaya mereka tanpa menghilangkan dan menggantikan dengan hal baru. Mereka tetap bangga dengan budaya yang dibawa dari daerah asal tempat tinggal.
Analisa Potensi Geografis Timur Tengah Menjadi Kekuatan Teritori Melalui Komik Digital Berlandaskan Paradigma Pedagogi Reflektif Brigida Intan Printina
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1765.307 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3642

Abstract

Analisa Potensi Geografis Timur Tengah Menjadi Kekuatan Teritori Melalui Komik Digital Berlandaskan Paradigma Pedagogi Reflektif telah menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang. Tujuan penelitian ini ialah 1)menganalisis potensi geografis Timur Tengah menjadi kekuatan teritori ; 2)menguraikan komik digital berlandaskan paradigma pedagogi reflektif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggambarkan tentang kegiatan atau informasi tentang kondisi kelas yang sedang berlangsung. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dengan teknik cuplikan yang dikenal dengan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah salah satu informan untuk mendapatkan informasi mengenai media yang tepat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Banyak pelopor nasionalisme Arab yang memiliki misi menyelamatkan bangsanya terbebas dari tradisi yang terlalu konservatif untuk tetap memajukan bangsa serta terbebas dari penetrasi asing diantaranya Sultan Abdul Hamid II(Turki), Al-Tahtawi (Mesir), Muhammad  Rashid  Rida (Syria), Mustafa Kemal Ataturkh (Turki), Gammal Abdul Nasser (Mesir). Selain gagasan para nasionalis wilayah lain yang merasakan pengaruh asing yang kuat langsung bereaksi dengan membuat ketetapan netralitas dengan tidak memihak blok manapun yang memiliki kepentingan. Namun, ada pengecualian untuk Arab Saudi dimana AS tetap bekerjasama dalam bidang ekonomi dan terbukti dengan adanya perusahaan asing ARAMCO (Arabia American Company Oil) dan ini dirasa lebih menguntukan dari pada menempatkan pangkalan militer asing.; 2) Frekuensi mahasiswa yang menguraikan analisa potensi geografis Timur Tengah menjadi kekuatan teritori melalui komik digital berlandaskan paradigma pedagogi reflektif ialah sebesar 30% atau sekitar 15 dari jumlah keseleuruhan mahasiswa 50, sedangkan topik lain (tokoh, konflik ideologi, konflik kepentingan barat, konflik perbatasan) mendapatkan porsi rata-rata seitar 10-20%.
Pelarangan Buku di Indonesia era Orde Baru: Perspektif Panoptikon Michel Foucault Muhammad Iqbal
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.558 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3591

Abstract

Pelarangan buku adalah bentuk paradoks di negara demokrasi karena memperlihatkan kesewenang­wenangan dalam membatasi kebebasan berpikir, berpendapat, dan berekspresi. Padahal semua itu dijamin oleh prinsip­prinsip dasar demokrasi, bahkan secara tegas ditulis dalam Undang­Undang Dasar 1945. Melarang buku juga menjadi paradoks bagi kehidupan bermedia di Indonesia yang lebih dari satu dekade terakhir telah mengumandangkan dukungan terhadap kebebasan pers. Pelarangan buku, di sisi lain, mengindikasikan  ambiguitas  kebijakan  penguasa. Alih­alih mengantisipasi polemik di masyarakat, lewat tindakan pelarangan buku, pemerintah memperlihatkan praktik­praktik primitif dalam mengontrol, mengarahkan, membatasi, bahkan memandulkan cara berpikir masyarakat. Pelarangan buku juga mencerminkan ketakutan penguasa dengan mengekang hak politik warga negaranya, tidak mengakui adanya keanekaragaman perspektif dan sudut pandang. Artikel ini ingin meneroka sejarah kebijakan pelarangan buku oleh rezim Orde Baru (Orba), guna mencatat perubahan bentuk dan orientasi yang melatari tindakan pelarangan buku sesuai konteks zamannya, serta apa dampaknya terhadap pendisiplinan masyarakat Indonesia.
Sejarah Dan Tradisi Desa Selang Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Siti Anisatun Nafi`ah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.408 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.3782

Abstract

Desa Selang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Desa Selang berbeda dengan desa lain dari sisi tradisi dan terbentuknya desa Selang. Desa Selang memiliki tradisi Pasar Senggol. Banyak dari masyarakat desa lain berkunjung ke Pasar Senggol. Pada masa kini banyak penduduk desa Selang yang tidak memahami terbentuknya desa Selang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejarah terbentuknya Desa Selang dan beberapa tradisi yang terdapat di Desa Selang, sehingga sejarah lokal yang ada di negara Indonesia tidak terlupakan dari sejarahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pertama, heuristik dengan cara mengumpulkan dokumen dan wawancara. Kedua, verifikasi yaitu mengkritisi sumber internal dan eksternal. Ketiga, interpretasi  yaitu  menganalisis  sumber  yang  kemudian  dianalisis  dan disintesiskan. Keempat, historiografi adalah pemaparan atau hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama Desa Selang sebelumnya adalah Klegen Kilang. Nama Selang berasal dari kata nyelong, yang artinya dalam bahasa Kebumen adalah hilang. Hilang memiliki filosofi sendiri, mengingat-ingat kejadian Raden Ngabehi Karamaleksana menyelongkan Kerta Menggala yang kemudian diambil menantu oleh Raden Ngabehi Kramaleksana. Tradisi yang terdapat di Desa Selang yaitu Pasar Senggol (Pasar Warungan) dan Ziarah ke makam menjelang bulan Ramadhan.
Sejarah Toponimi Daerah Transmigrasi Provinsi Lampung Melalui Tuturan Tradisi Lisan Febriana Khoiriyah; Ardian Fahri; Bimo Bramantio; Sumargono Sumargono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.684 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.4419

Abstract

Program transmigrasi di Provinsi Lampung membawa pengaruh dalam penamaan tempat di wilayah transmigrasi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah penamaan daerah transmigrasi di Provinsi Lampung yang masih menggunakan unsur nama daerah asal transmigran/memiliki kesamaan dengan nama tempat di luar Provinsi Lampung. Adapun hal yang teramati adalah Sejarah asal-usul dan makna toponimi (penamaan) desa-desa transmigrasi di Lampung masih menggunakan nama daerah asal transmigran terdahulu yang diwariskan melalui tuturan tradisi lisan antar generasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis pendekatan kualitatif. Tahapan penelitian ini: (1). Heuristik. (2). Kritik eksternal dan internal. (3). Interpretasi. (4). Historiografi. Teknik pengumpulan data dengan Kepustakaan, Wawancara, dan Observasi. Teknik sampel menggunakan pusposive sampling dengan kuesioner yang sudah diuji menggunakan triangulasi sumber (observasi, wawancara, dan dokumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan toponimi wilayah transmigrasi di provinsi Lampung mayoritas menggunakan nama daerah asal transmigran yang memiliki makna dan nilai-nilai sejarah. Desa-desa yang termasuk dalam hasil penelitian, yaitu Pekon Sukamulya: kebahagiaan yang membawa kemuliaan, Desa Bandung Baru: genangan air yang luas di tempat baru, Desa Siliwangi: pengganti prabu Siliwangi di Kabupaten Pringsewu. Desa Margorejo: jalan kemakmuran, Desa Sidodadi: Bisa menjadi desa yang maju di Kabupaten Lampung Selatan. Desa Wonosari: Inti Hutan, Desa Totoharjo; Ketentraman Kabupaten Lampung Timur. Desa Tatakarya: tertata rapi, Dusun Wonogiri: hutan di gunung Kabupaten Lampung Utara. Kampung Badransari: keindahan yang sejati, Kampung Tanggulangin: penghalang angin Kabupaten Lampung Tengah. Desa Rantau Tijang Ciparai: genangan air yang banyak ikan Parainya Kabupaten Tanggamus. Kampung Tanjungrejo: pusat ketentraman Kabupaten Waykanan.
Tradisi Larung Saji Sebagai Upaya Menjaga Ekosistem Di Wisata Telaga Ngebel Ponorogo (Studi Literatur) Lina Yuliamalia
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.539 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.3878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi larung saji sebagai upaya menjaga ekosistem di wisata Telaga Ngebel Ponorogo. Penelitian yang digunakan adalah dengan studi literatur. Sumber data yang dibutuhkan dalam penulisan ini adalah dengan mengumpulkan informasi dari sumber tertulis, seperti majalah, artikel, jurnal, buku-buku, atau dokumen-dokumen yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi, yaitu penelitian bersifat membahas isi informasi dalam media massa. Hasil dari penelitian ini adalah (1). Proses tradisi upacara larung saji, (2). Maksud dan tujuan tradisi juga sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar terutama alam, dan (3). Manfaat larung saji sebagai upaya menjaga ekosistem Telaga Ngebel.
Peranan Machmud Hasjim Dalam Pembangunan Universitas Sriwijaya Tahun 1994-1999 Muhammad Thahir; Alian Sair; Adhitya Rol Asmi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.679 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.4304

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan yang dilakukan oleh Machmud Hasjim sebagai rektor Universitas Sriwijaya periode 1994-1999 dalam upaya awalnya untuk melaksanakan program link and match, perpindahan kampus Palembang ke kampus Indralaya, pendirian program pascasarjana, dan membangun sarana, prasarana dan sumber daya manusia serta membangun kehidupan kampus yang religius. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis atau metode sejarah. sedangkan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah menggunakan studi pustaka dan wawancaraSecara praktis manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah dapat dijadikannya hasil penelitian ini sebagai langkah awal untuk penelitian-penelitian yang berkaitan dengan Peranan tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam Pembangunan Universitas Sriwijaya  dan Sejarah perkembangan Unsri yang dibuat oleh Program Studi Pendidikan Sejarah dan diharapkan dapat menjadi mata kuliah khusus bagi Universitas Sriwijaya yang bermanfaat untuk menumbuhkan rasa kebangaan terhadap almamater dan semakin menambah ketekunan dalam berprestasi.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dari Naskah Wawacan Carios Munada Dewi Ratih
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.347 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.4020

Abstract

Naskah wawacan carios munada ditulis sekitar abad ke-19. Naskah tersebut menuturkan peristiwa yang terjadi di Bandung pada tahun 1845 menggunakan Bahasa Sunda. Beberapa nilai-nilai kearifan lokal di dalam naskah wawacan carios munada ini dapat dianalisis menggunakan teori dan pendekatan hermeneutika dan interpretasi yang dikembangkan dari Palmer, artinya pendekatan hermeneutika yang digunakan adalah metodologi filologi umum, bukan metodologi penafsiran kitab suci. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika nilai-nilai kearifan lokal yang tertulis di dalam naskah akhirnya dapat dikaji secara konperhensif. Karangan di dalam naskah ini menggunakan bentuk puisi atau disebut dangding dan ditulis oleh W.P.Tj. M. Kartadinata dari Banoncinawi Priangan. Sampai saat ini belum dapat diidentifikasi dimana sebenarnya lokasi Banoncinawi itu berada. Salah satu nilai kearifan lokal yang berada di dalam naskah wawacan carios munada tersebut adalah bentuk bahasa Sunda yang sudah menggunakan undak usuk basa.
Analisis Perkembangan Kota Pagar Alam Masa Walikota Ida Fitriati Tahun 2013-2017 Jeli Miranti; Supriyanto Supriyanto; Alian Sair
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.138 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.4306

Abstract

Suatu kota bisa berkembang tidak terlepas dari peran kepala daerah yang ada dengan tujuan pembangunan yang merata. Hal itu dapat dilihat dari beberapa indikator penunjang yang membantu terwujudnya dari perkembangan kota tersebut. Pada penelitian yang berjudul Analisis Perkembangan Kota Pagar Alam Pada Tahun 2013-2017 mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain peran Walikota Ida Fitriati dalam perkembangan Kota Pagar Alam, analisis perkembangan ekonomi Kota Pagar Alam, analisis angka kemiskinan Kota Pagar Alam, analisis jumlah pengangguran dan angkatan kerja Kota Pagar Alam dan analisis Indeks Pembangunan Manusia Kota Pagar Alam pada tahun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses perkembangan Kota Pagar Alam tersebut pada setiap tahunnya dalam bentuk . Adapun penelitian tersebut menghasilkan beberapa hasil antara lain dari ke empat indikator yang disebutkan hanya indiKator Indeks Pembangunan Manusia yang mengalami kemunduran dari 5 tahun sebelumnya padahal Kota Pagar Alam memiliki penduduk miskin paling sedikit di Provinsi Sumatera Selatan. Padahal seharusnya kedua hal tersebut saling mengimbangi satu sama lain.
Sistem Pendidikan Indonesia Pada Masa Orde Lama (Periode 1945-1966) Muhammad Rijal Fadli; Dyah Kumalasari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.64 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i2.4168

Abstract

Artikel ini membahas tentang sistem pendidikan masa Orde Lama dimana pendidikan masa ini dimulai dari Periode 1945-1950 dan Periode 1950-1966. Penelitian ini menggunakan metode History (Sejarah) dengan tahapan-tahapan: Heuristik, Kritik sumber (kritik intern dan kritik ekstern), Interpretasi dan Historiografi. Hasil kajian membahas bahwa pendidikan pada masa Orde Lama diharapkan mampu menentukan tujuan pendidikan Indonesia ke arah yang lebih jelas dan maju. Dengan tujuan pendidikan jelas maka bisa mengarahkan ke pencapaian kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan serta metode pembelajaran yang kondusif dan efektif. Berdasarkan tujuan tersebut pada masa Orde Lama banyak dikeluarkannya kebijakan-kebijakan di dalam bidang pendidikan yang digunakan untuk merencanakan dan mengatur pendidikan. Pasca kemerdekaan pendidikan Indonesia berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945, salah satunya terdapat pada pasal 31 UUD 1945 telah mengatur mengenai sistem pendidikan nasional. Tahun-tahun selanjutnya ditetapkan juga tentang pendidikan nasional yang diatur dalam UU No. 4/1950 yang kemudian disempurnakan (jo) menjadi UU No. 12/1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pada 1961 diatur UU No. 22/1961 tentang Pendidikan Tinggi, dilanjutkan dengan UU No.14/1965 tentang Majelis Pendidikan Nasional, dan UU No. 19/1965 tentang Pokok-Pokok Sitem Pendidikan Nasional Pancasila.

Page 9 of 30 | Total Record : 298