cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
MUSEUM TROWULAN DAN HISTORIOGRAFI MAJAPAHIT PENGUAT IDENTITAS BANGSA Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.925 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i1.132

Abstract

Museum Indonesia selama ini kaya koleksi, tetapi miskin informasi. Pengunjung hanya menikmati benda kuno, bukan gagasan, pengetahuan atau pesan yang bermanfaat untuk saat ini. Founding father paham benar, pentingnya mewarisi kejayaan Majapahit. Mewarisi tinggalan sejarah merupakan bagian dari mewarisi sejarah itu sendiri. Informasi terpadu berupa data tertulis, digital, gambar maupun peninggalan pada masa Majapahit dapat diakses secara lengkap pada Pusat Informasi Majapahi. Dalam struktur pemerintahan Majapahit, raja memegang otoritas tertinggi dan dianggap sebagai penjelmaan Dewa di dunia. Pola pemerintahannya menganut konsep kosmogoni, penggabungan pengaruh dua kekuatan ajaran Hinduisme dan Budhisme. Menurunnya kecintaan bangsa ini pada tanah air bermula dari hilangnya kesadaran sejarah, geografis, dan budaya kita. Penguatan identitas bangsa akan lebih efektif jika semua lapisan masyarakat terlibat didalamnya serta diperlukan kemauan politik oleh pengambil kebijakan. 
Cerita Sejarah Dan Penanaman Nilai-Nilai Moral (Studi Kasus Di Desa Pandean Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun) Ari Frianti Ristiana; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.812 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dari pesan yang ada dalam cerita kepada anak-anak usia dini antara 1-6 tahun di Desa Pandean sehingga selain membacakan cerita, para orangtua di Pandean juga mendidik anak-anak mereka dengan cerita. Cerita bisa mendorong minat baca anak untuk membaca khususnya anak usia dini, sehingga dengan membaca cerita anak juga bisa mengimplementasikan pesan moral yang ada dalam cerita di lingkungan belajarnya. Selain itu, penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan bahan ajar oleh orangtua atau para tenaga pendidik kepada siswanya, dan menjadi metode dalam mendidik anak-anak pada usia dini.Penelitian ini mengambil tehnik sampel purposive karena bertujuan untuk mengambil data dari sebagian populasi TK yang ada di Pandean. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengambilan sampel yang lebih efisien dan efektif. Penelitian ini menggunakan angket yang disebarkan kepada ibu-ibu di TK Pembina. Peneliti menyebarkan angket dan 30 menit kemudian data dari angket tersebut dikumpulkan dan diteliti secara cermat dan tepat apakah ada kekurangan dalam pengumpulan data. Penelitian ini juga dilakukan bagi ibu-ibu di sekitar Pandean yang mempunyai anak umur 1-6 tahun. Selain itu, peneliti menggunakan metode observasi kepada anak-anak dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 627 KK di Kelurahan Pandean yang mempunyai anak antara usia 1-6 tahun yaitu 73 KK, dan peneliti mengambil data sebanyak 50% dari ibu-ibu di Pandean telah membacakan cerita sejarah atau cerita dongeng kepada anaknya baik itu sebelum tidur atau di waktu senggang. Dari 36 responden, terdapat 26 responden yang membacakan cerita untuk anak-anaknya. Jadi hanya 35% orangtua di Pandean yang membacakan cerita untuk anaknya. Tujuan para orangtua untuk membacakan cerita sejarah ini kepada anak agar anak memiliki wawasan luas tentang dunia nyata, anak akan mempunyai imajinasi dengan bercerita, mendorong anak untuk belajar membaca buku dari usia dini, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam cerita sejarah/dongeng. Menurut para orangtua di Pandean, mereka berusaha untuk meluangkan waktu untuk membacakan cerita bagi anak-anak mereka walaupun mereka sibuk baik di rumah dan di luar rumah. Sebagian besar orangtua di Pandean membacakan cerita rakyat Malin Kundang kepada anak mereka karena di dalam cerita Malin Kundang terdapat nilai luhur bagi anak usia dini yaitu tidak boleh durhaka kepada orangtua, sayang  kepada orangtua, bekerja keras jika ingin berhasil.
Pengembangan Wedus Gembel (Wayang Kardus Gembira Dan Belajar) Sebagai Media Membangun Jiwa Nasionalisme Sejak Dini Pada Siswa TKK Santo Yusuf Kota Madiun Oktavianto Nugroho Saputro; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.039 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i01.897

Abstract

Pendidikan menjadi hal yang penting dalam kehidupan kita, melalui pendidikanah kita dapar melanjutkan kehidupan dan menatanya dengan baik untuk masa depan yang baik pula. Melalui diunia pendidikan banyak hal yang bisa didapat, tidak hanya mengenai ilmu pengetahuan, namun juga pelajaran-pelajara diluar itu. Kehidupan sosial, bagaimana kita menempatkan diri ditengah masyarakat, bersikap baik, sopan santun, cinta tanah air, semua hal tersebut juga dapat terbentuk melalui lembaga pendidikan. Semua hal yang baik dalam kehidupan ini akan lebih baik jka mulai dikenalkan sejak dini melalui lembaga pendidikan paling dasar, sebut saja PAUD. Penananman cinta tanah air dengan karakter-karakter pada anak akan lebih cepat mereka serap dan ingat jika dalam penyampaiaannya menggunakan media ajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa sebagai alat bantu penyampai pelajaran.
Cagar Budaya Candi Borobudur Sebagai Laboratorium Pendidikan Nahar Cahyandaru
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.654 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i02.1462

Abstract

Candi Borobudur merupakan monumen yang sangat fenomenal dan menjadi simbol kebesaran bangsa Indonesia. Borobudur mengandung nilai-nilai estetika, budaya, seni, arsitektur, hingga spiritual yang tinggi. Borobudur sebagai warisan dunia menyimpan sejuta mutiara yang dapat dipetik untuk modal pembangunan bangsa. Salah satunya adalah potensi Borobudur sebagai sarana pendidikan. Borobudur memberikan bekal masa depan anak cucu melalui nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Potensi ilmu pengetahuan yang ada di situs Borobudur dan sekitarnya sangat kaya sehingga dapat diarahkan untuk pengembangan sarana pendidikan. Perubahan nama taman purbakala menjadi taman wisata sedikit banyak menyebabkan perubahan muatan pendidikan di dalamnya, apalagi dengan bentuk institusi sebagai perseroan terbatas. Potensi pendidikan di Borobudur masih sangat menarik untuk dikembangkan, terutama kawasan zona 1 yang saat ini pengelolaannya menjadi tanggung jawab Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.
SIMBOLISME GREBEG SURO DI KABUPATEN PONOROGO Muhammad Hanif; Zulianti Zulianti
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.029 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih memadai tentang nilai-nilai simbolik dalam tradisi Grebeg Suro. Penelitian ini dilakukan di Ponorogo selama enam bulan. Data diperoleh dari sumber primer, sumber sekunder dan dokumen. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Analisis datanya menggunakan analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Grebeg Suro Ponorogo mengandung nilai-nilai simbolik religius dan budaya. Nilai-nilai religius berupa ungkapan rasa syukur dengan melakukan tirakatan (banyak berdzikir dan beramal soleh) dan kenduri (selamatan berbagi rezeki), serta menjalin silaturahmi antarwarga. Selain nuansa religi, nuansa budaya juga mewarnai pembukaan Grebeg, yaitu dengan diadakannya Tari Reyog massal yang diadakan di Alun-alun Ponorogo, kirab pusaka, pemilihan duta wisata, kakang senduk, acara Larung Risalah dan doa. Setiap perlengkapan prosesi mengandung makna simbolik untuk menyampaikan pesan-pesan kebudayaan melalui media seni.
Pengaruh Penggunaan Media Blog Terhadap Prestasi Belajar IPS-Sejarah Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sukomoro Kabupaten Magetan Patih Rinto Abadi; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 02 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.805 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i02.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan media Blog terhadap prestasi belajar IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMPN 1 Sukomoro Kabupaten Magetan. Baik pada kelompok eksperimen yang melaksanakan pembelajaran dengan diberi perlakuan maupun pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian menggunakan desain pos tes kelompok kontrol atau post-test only control group design. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan sampel acak atau random sampling yaitu siswa kelas VIII B dan siswa kelas VIII C yang jumlahnya 40 siswa mendapatkan hak sama untuk dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes prestasi dan dokumentasi. Validitas soal mengunakan korelasi product moment serta reliabilitas menggunakan  rumus K-R  20. Dalam menganalisis data digunakan metode statistik dengan rumus t-test Separated Varians. Hasil post test didapatkan nilai prestasi belajar IPS-Sejarah siswa kelas VIII SMPN 1 Sukomoro dengan hasil nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 82,5 dan hasil nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 74,5. Melalui analisis uji t (t-test) diperoleh nilai ttabel = 1,68595.  Jadi thitung = 2,930 > ttabel = 1,68595 dengan α = 5% sehingga dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan media Blog terhadap prestasi belajar IPS-Sejarah Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sukomoro Kabupaten Magetan.
STRATEGI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS LAGU-LAGU PERJUANGAN DALAM KONTEKS KESADARAN NASIONALISME Brigida Intan Printina
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 01 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.912 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i01.1073

Abstract

Di masa-masa kebangkitan nasional lagu-lagu perjuangan menjadi sarana vital dalam membangkitkan kesadaran nasional para pemuda bangsa. Namun, mayoritas pemuda saat ini tidak mampu menunjukkan semangat nasionalismenya karena kurang mengerti akan makna lagu-lagu perjuangan. Maraknya lagu asing semakin menggerus nilai nasionalisme. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan strategi pembelajaran sejarah agar setiap pemuda dapat membangun diri dan mampu membentuk kesadaran nasionalisme dengan menyanyikan dan menghayati lagu-lagu perjuangan di setiap kesempatan.
Totalitas Kehidupan Pesantren: Tinjauan Historis Pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi tentang Konsep Pendidikan yang Ideal di Indonesia (1985-2011) Saifuddin Alif Nurdianto; Ajat Sudrajat
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.397 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i01.1700

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: Konsep pendidikan ideal yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) dan pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam bidang pendidikan. Penelitian menggunakan metode penulisan sejarah Kuntowijoyo dengan lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber data berupa sumber primer dan sekunder yaitu arsip, dokumen, rekaman pidato, foto, majalah, wawancara, dan buku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar filosofis pendidikan yang dikembangkan oleh K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi adalah Panca Jiwa. Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) adalah totalitas kehidupan dalam dunia pendidikan, pendidikan integral yang dipengaruhi konsep integrasi ilmu dari K.H. Ahmad Dahlan, tri pusat pendidikan yang dipengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dan konsep jiwa merdeka yang dipengaruhi konsep K.H. Imam Zarkasyi. Adapun pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi secara internal adalah berkembangnya PMDG menjadi sembilan belas cabang pada masa kepemimpinannya dan bertambahnya jumlah santri dan tenaga pengajar di PMDG dengan presentase 5% selama tiga tahun terakhir. Pengaruh eksternalnya adalah, sistem pendidikan di PMDG mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, diadopsi oleh banyak lembaga pesantren, dan memberikan inspirasi terhadap gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat.
Relevansi Budaya Patriarki Dengan Partisipasi Politik Dan Keterwakilan Perempuan Di Parlemen Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.284 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i01.878

Abstract

Bentuk penentangan perempuan atas kuasa laki-laki tidak terlepas dari sistem patriarki yang tidak adil. Menempatkan perempuan sebagai bayang-bayang laki-laki. Masyarakat patriarki sejak awal menganggap bahwa laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bernegara. Budaya patriarki dan nilai-nilai sosial di Indonesia menuntut perempuan untuk tidak berpartisipasi di ranah politik maupun pemerintahan. Sistem dan arah kebijakan pemerintah terhadap isu perempuan kian responsif jender. Namun demikian, posisi perempuan tetap rentan terhadap berbagai bentuk manipulasi politik dan sering dipakai sebagai alat legitimasi. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan, bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan sebagai warga negara adalah setara. Kuota minimal 30% keterwakilan perempuan diterapkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Kurangnya keseimbangan gender di sektor politik dan pemerintahan dapat  menghambat partisipasi perempuan dalam ranah publik. Dalam perspektif perempuan, politik haruslah mencakup seluruh kehidupan baik di ranah publik maupun privat.
Situs Masjid Agung Sewulan (Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah SMP/MTsN) Riska Wayu Ariyani; Khoirul Huda
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.842 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pembelajaran sejarah dalam konteks Situs Masjid Agung Sewulan di Desa Sewulan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan induktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber datar primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu di Masjid Agung Sewulan Kecamatan Dagangan  Kabupaten Madiun  termasuk dalam  situs sejarah . Situs adalah tinggalan purbakala yang dapat ditemukan pada lokasi tertentu, atau tempat manusia bekerja dan meninggalkan sebagai ungkapan kebudayaan yang berlaku sesuai jamannya. Situs Masjid Agung Sewulan ini merupakan peninggalan yang berasal dari Kyai Ageng Basyariah atau yang dikenal dengan nama Bagus Harun.  Meskipun di sekitar Masjid Sewulan masih banyak Masjid lain yang memiliki keunikan namun keunikan tersebut berbeda dengan Masjid Agung Sewulan, tidak menutup kemungkinan Masjid tersebut dapat digunakan sebagai potensi sumber belajar. Situs Masjid Agung Sewulan ini juga digunakan untuk beberapa kegiatan sosial, pendidikan dan kebudayaan. Masjid Agung Sewulan  ini dapat digunakan sebagai sumber belajar khususnya mata pelajaran IPS, dalam materi peninggalan sejarah bercorak Islam. Masjid Agung Sewulan ini merupakan salah satu peninggalan yang bercorak Islam, sehingga dapat menjadikan siswa lebih memahami pentingnya belajar peninggalan sejarah.