cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
Penerapan Model Discovery Learning pada Materi Pemanasan Global untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Novita Haryanti; Antonius Tri Widodo; Yuni Arfiani
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.139 KB) | DOI: 10.25273/jems.v7i2.5292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan model discovery learning pada materi pemanasan global. Penelitian ini dilakukan pada kelas VII di SMP Negeri 2 Taman Pemalang tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik multi stage random sampling dengan mengambil dua kelas dari populasi untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode tes dengan soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan model discovery learning keterampilan berpikir kritis yang di diperoleh peserta didik meningkat. Hal ini ditunjukkan dari pada kenaikan persentase peserta didik yang mulanya 100% pada kategori kurang kritis menjadi 4% pada kategori sangat kritis, 56% kritis, 36% cukup kritis dan 4% kurang kritis. This study aims to determine the increase in students' critical thinking skills by using discovery learning models on global warming material. This research was conducted in class VII at Taman Pemalang State Middle School 2 in the 2018/2019 academic year. Sampling research uses a multi-stage random sampling technique by taking two classes from the population for the control class and the experimental class. Data collection using test. The results showed that the experimental class that used the discovery learning model of critical thinking skills gained by students increased. This is shown from the increase in the percentage of students who initially 100% in the less critical category to 4% in the very critical category, 56% critical, 36% quite critical, and 4% less critical.
REMEDIASI HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MEDIA ANIMASI PADA MATERI PEMANTULAN CAHAYA UNTUK SISWA KELAS VIII SMPN 2 JAWAI KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Wahyudi Wahyudi; Rima Rima; Nurhayati Nurhayati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.132 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i1.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah remediasi hasil belajar fisika dengan media animasi dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada materi pemantulan cahaya untuk siswa kelas VIII SMPN 2 Jawai Kabupaten Sambas. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Jawai Kab.Sambas (Kalimantan Barat) yang terdiri dari kelas VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII A yang terdiri dari 27 siswa dengan nilai dibawah KKM yaitu < 75, yang dipilih secara Cluster Random Sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes hasil belajar fisika yang berbentuk uraian. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa sebelum diberikan remediasi sebesar 52,63 dengan standar deviasinya 11,48 dan rata-rata hasil belajar siswa setelah diberikan remediasi sebesar 78,67 dengan standar deviasinya 6,84. Dari hasil analisis menggunakan uji t dengan= 5% diperoleh thitng = 16,12 dan ttabel = 2,056 , karena thitung tidak terletak pada daerah penerimaan HO (terima HO jika –ttabel < thitung < ttabel) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebesar 16,12. Selanjutnya dari perhitungan effect size diperoleh harga effect size sebesar 3,80 dengan kriteria tinggi. Hal ini menunjukan besar pengaruh remediasi hasil belajar siswa pada materi pemantulan cahaya dilihat dari hasil belajar siswa tergolong tinggi.
Peranan Dosen Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Pada Peningkatan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Eka Trisianawati; Handy Darmawan
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.847 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.690

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan dosen dalam pembelajaran berbasis masalah berorientasi pada peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa pada mata kuliah Biologi materi ekosistem. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa kelas A Pagi semester 2, Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Fisika IKIP PGRI Pontianak yang terdiri dari 39 mahasiswa. Teknik pengumpulan data mahasiswa menggunakan tes prestasi belajar yang terdiri dari tes awal dan tes akhir. Hipotesis dalam penelitian ini dianalisis dengan uji non parametrik menggunakan bantuan Software SPSS Versi 16. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara peranan dosen dalam pembelajaran berbasis masalah pada peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa.
Efektivitas Penerapan Model Probing-Prompting Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Muhamad Ruslan Layn
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.776 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i2.2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model probing-prompting ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kota Sorong tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 8 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Desain penelitian ini adalah one shot case study. Instrumen penelitian ini adalah tes uraian berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis data, persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan baik kurang dari 65%. Dengan demikian, model probing-prompting tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL: DALAM PERSPEKTIF KEILMUAN FISIKA Jeffry Handhika
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.689 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i1.172

Abstract

Meningkatnya kekerasan dikalangan remaja, korupsi dan permasalahan moral lainnya merupakan masalah nasional yang harus segera diselesaikan. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah menjaga sistem supaya berjalan ideal. Selain penegakan hukum, penanaman karakter berbasis kearifan lokal merupakan faktor penting yang perlu dijaga. Karakter berbasis kearifan lokal merupakan cikal bakal karakter bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak kehilangan jati diri dan mampu menjaga sistem dengan baik. Pendidikan karakter, merupakan arti dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan merupakan seluruh rangkaian aktivitas yang dilakukan pendidik untuk peserta didik terhadap semua aspek perkembangan potensi kecerdasan dan kepribadian (karakter baik) yang dilakukan secara kontinu untuk mencapai tujuan setinggi-tingginya. Dengan proses pendidikan yang baik, permasalahan moral di indonesia dapat diminimalisir, oleh karena itu implementasi pendidikan karakter terus dilakukan baik dalam kurikulum maupun secara teknis dalam SSP. Alternatif lain dapat dilakukan dengan memadukan keilmuan Fisika dalam hal ini konten materi dalam penanaman nilai karakter.
IbM KELOMPOK TANI SEJAHTERA YANG MENGHADAPI VIRUS KERITING PADA TANAMAN CABAI RAWIT(Capsicum frutescens L.) DI DESA KEDUNG PADANG, REJOSO, NGANJUK Sri Utami
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.095 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i1.243

Abstract

Penyakit keriting pada tanaman cabai merupakan masalah pelik yang dirasakan para petani cabai di Desa Kedung Padang dan sekitarnya. Penyakit ini ditularkan oleh hama Thrips sp yang mengakibatkan tanaman cabai keriting sehingga tidak menghasilkan buah secara maksimal. Kelangkaan dan tingginya harga pupuk kimia membuat petani cabai mengalami kesulitan untuk mendapatkannya. Dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia terhadap kesehatan dan keseimbangan lingkungan kurang disadari oleh petani cabai. Masalah-masalah diatas mendorong peneliti untuk melakukan penerapan ipteks bagi masyarakat.Tujuan dan target luaran IbM adalah; (1) menumbuhkan kesadaran akan bahaya pemakaian insektisida kimia secara berlebihan bagi penurunan kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem; (2) penyuluhan dan pembuatan Insektisida biji mahoni yang dapat mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan bermanfaat sebagai pupuk daun; (3) menurunkan biaya produksi melalui pemakaian insektisida botani; (4) meningkatkan hasil panen cabai rawit.Metode yang digunakan dalam IbM adalah menggunakan pendekatan penyuluhan dan workshop pembuatan insektisida dari biji Mahoni serta aplikasi langsung pada lahan pertanian tanaman cabai seluas ¼ hektar milik Ibu Sumiatun dan Bapak Sumidi anggota Kelompok Tani Sejahtera di Desa Kedung Padang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.IbM direncanakan dilaksanakan selama 12 bulan dengan rencana kegiatan dan prosedur kerja sebagai berikut; (1) pembuatan sampel produk insektisida biji mahoni; (2) penyuluhan  bahaya insektisida kimia dan pembuatan insektisida biji mahoni; (3) aplikasi insektisida biji mahoni pada ¼  hektar lahan pertanian cabai rawit sebagai percontohan. Penyuluhan pada nomor 2 belum cukup dan harus diikuti aplikasi riil ke lapangan karena warga petani tidak akan percaya tanpa ada bukti nyata yang dapat dilihat secara langsung.IbM telah dilaksanakan selama 11 bulan yaitu Januari-Nopember 2014. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain; (1) pembuatan sampel produk insektisida biji mahoni; (2) aplikasi insektisida biji mahoni pada ¼  hektar lahan pertanian cabai rawit sebagai percontohan. Penyuluhan bahaya insektisida kimia dan pembuatan insektisida biji mahoni.
Pengembangan Modul Biologi Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X Madrasah Aliyah Lia Angela; Riko Aprianto
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.27 KB) | DOI: 10.25273/jems.v6i2.5373

Abstract

Modul adalah salah satu bahan ajar yang dapat digunakan peserta didik dalam proses pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajarnya, peserta didik membutuhkan modul pembelajaran biologi yang berbasis contextual Taeching Learning (CTL). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian Research and development (R&D) dengan menggunakan model pengembanan 4-D (four D) terdiri dari tahap define, design dan develop, sedangkan tahap dessiminate tidak dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan modul yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata kevalidan yaitu 3,51 dengan kriteria sangat valid. Nilai rata-rata kepraktisan modul oleh peserta didik yaitu 3,49 dengan kategori praktis. Modules are one of the teaching materials that students can use in the learning process. Students need a biology learning module based on contextual learning (CTL) to increase their learning achievement. The purpose of this study was to produce a valid and practical module. This research was a Research and development (R&D) study using the 4-D (four-D) development model consisting of define, design and development stages, while the disseminate stage was not carried out. The results of this study indicate that the module developed has an average value of validity 3.51 or on very valid criteria. The average value of the practicality of the module was 3.49 or on the practical category
SIFAT-SIFAT SEMIRING DAN KONSTRUKSINYA Ana Rahmawati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.176 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i2.145

Abstract

Semiring didefinisikan sebagai himpunan tak kosong dengan dua operasi biner (penjumlahan dan perkalian). Di bawah operasi penjumlahan semiring merupakan monoid komutatif, dan dibawah operasi perkalian merupakan semigrup, serta berlakunya sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan (distributif kiri dan kanan). Seperti sruktur ring, dalam semiring juga dikenal beberapa substruktur dan sifat-sifat serupa yang meliputi ideal; pembagi nol; invers; elemen identitas dan homomorfisme. Semiring dapat dikonstruksi dari hasil kali langsung semiring dengan operasi per-komponen dan latis distributif. Selanjutnya semiring yang dibangun dari aljabar Boole mhingga dengan kardinalitas lebih dari dua merupakan semiring ketat, komutatif dengan kesatuan dan mempunyai pembagi nol. Pada bagian akhir, juga akan disajikan bahwa himpunan polinom dapat membentuk semiring polinom dengan operasi pada polinom. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA MATAKULIAH STATISTIKA DASAR DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING Ika Krisdiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.283 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i1.220

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah pengembangan perangkat pembelajaran pada matakuliah statistika dasar dengan metode Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti mekanisme dan rancangan pengembangan bahan ajar (Fenrich, 1997). Adapun langkah-langkah pengembangan bahan ajar tersebut meliputi fase analysis (analisis), planning (perencanaan), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), evaluation and revision (evaluasi dan revisi). Tahap awal penelitian pada tahun pertama adalah menyusun instrumen untuk investigasi, melakukan analisis (analysis), membuat perencanaan (planning), merancang (design), development (pengembangan), dan implementation (implementasi). Pada penelitian ini perangkat pembelajaran yang telah dirancang meliputi: Silabus, SAP dan Buku Ajar Statistika Dasar.  Hasil penelitian ini adalah perangkat pembelajaran statistika dasar yang meliputi silabus, SAP, dan Bahan Ajar. Dari hasil perangkat pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dapat dikatakan sebagai perangkat pembelajaran yang baik karena memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.
Pengembangan Modul Biologi Molekuler Berbasis Learning Cycle 7E untuk Mahasiswa Pendidikan Biologi Anwari Adi Nugroho; Nur Rokhimah Hanik; Sri Harsono
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.942 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i1.1780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul biologi molekuler berdasarkan Learning Cycle 7E untuk siswa pendidikan biologi dan untuk mengetahui validitas dan kepraktisannya. Studi elaborasi menggunakan metode Borg & Gall yang dimodifikasi, yaitu pengumpulan informasi dan penelitian, perencanaan, pengembangan awal dari produk, pengujian lapangan awal, revisi produk utama, pengujian lapangan utama, revisi produk operasional. Subyek tahapan uji lapangan utama dalam penelitian ini adalah siswa Semester VII Biologi Pendidikan FKIP Univet Bantara Sukoharjo Tahun Ajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul biologi molekuler berdasarkan Learning Cycle 7E valid dan praktis (feasible). Dalam uji kelayakan dilakukan validasi pakar termasuk validasi ahli material (skor 87.50%, kategori baik), validasi ahli bahasa / keterbacaan (skor 95,83%, kategori sangat baik), validasi modul ahli (skor 86, 25). %; kategori bagus). Hasil validasi praktisi (dosen) terhadap modul pembelajaran penilaian skor adalah 87,66% (praktisi 1) dan 88,33% (praktisi 2). Penilaian validasi dan praktisi ahli dari semua modul menyediakan kategori yang berkualitas dan praktis. Validasi modul untuk siswa diperoleh skor 84,25% dengan kualifikasi dan kategori praktis yang baik. Kepraktisan itu menunjukkan bahwa modul biologi molekuler yang berbasis pada Learning Cycle 7E layak untuk dilaksanakan.