cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
MERINTIS SOCIAL ENTREPRENEURSHIP DENGAN MENGEMBANGKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA REMAJA CEPOKOJAJAR Astuti Wijayanti; Tias Ernawati; Laily Rochmawati Listiyani; Rini Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i3.14519

Abstract

Pertanian merupakan bidang yang sangat strategis untuk dikembangkan terutama oleh remaja agar memiliki kepedulian dengan lingkungan sekaligus juga membangun jiwa social entrepreneur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk memotivasi remaja Cepokojajar Sitimulyo Piyungan Bantul untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan melalui wirausaha di bidang pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode diskusi, tanya jawab dan praktik yang dikemas dalam kegiatan sosialisasi serta simulasi. Materi yang diangkat yaitu tentang ketahanan pangan, perawatan tanaman, pembuatan nutrisi tumbuh, dan pupuk kompos dalam biopori, dan social entrepreneurship. Peserta nampak antusias dan kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar. Hasil kegiatan ini antara lain: 1) remaja mampu mempraktikkan perawatan tanaman, pembuatan nutrisi tumbuh, pembuatan pupuk kompos dalam biopori; 2) remaja termotivasi untuk memulai peduli terhadap lingkungan dengan mengelola sampah rumah tangga/sampah organik dan menanam tanaman; dan 3) remaja termotivasi untuk memulai merintis usaha. Karangtaruna hendaknya dapat mengikuti pelatihan secara berkala sehingga potensi mereka dapat semakin berkembang dan bermanfaat bagi sekitarnya.Kata Kunci: peduli lingkungan, social entrepreneurshipAbstractAgriculture is a very strategic field to be developed specially by adolescents so that they have concern for the environment while also building a social entrepreneur spirit. This community service activity aims to motivate young people in Cepokojajar Sitimulyo Piyungan Bantul to increase their sense of care for the environment through entrepreneurship in agriculture. This activity is carried out with the method of discussion, question and answer and practice that is packaged in socialization and simulation activities. The material raised is about food security, plant care, manufacturing of growing nutrients, and compost fertilizer in bio pores, and social entrepreneurship. The participants seemed enthusiastic and the activities carried out well and smoothly. The results of these activities include: 1) adolescents are able to practice plant care, manufacture growing nutrients, compost fertilizer in bio pores; 2) youth are motivated to start caring for the environment by managing household / organic waste and growing plants, and 3) teenagers are motivated to start starting a business. Karangtaruna should be able to take part in regular training so that their potential can further develop and benefit the surrounding area.Keywords: care for the environment, social entrepreneurship.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH MELALUI PEMBELAJARAN MEDIA RINTANGAN PADA SISWA KELAS XI SMA SWASTA 1 KABANJAHE KABUPATEN KARO TAHUN AJARAN 2013/2014 Rosmaini Hasibuan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi pemanfaatan media rintangan dalam menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas XI SMA Swasta Katolik 1 Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun Ajaran 2013/2014”. Penelitian dilaksanakan tanggal 4Desember sampai 11Desember 2013. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Swasta Katolik 1 Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun Ajaran 2013/2014dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang. Subjek yang dijadikan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total samplingyang akan diberikan tindakan berupa pembelajaran melalui media rintangan bambu terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok. Tes yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes penilaian proses hasil belajar lompat jauh gaya jongkok menggunakan tabel observasi yang disusun dalam instrumen penelitian yang dilihat melalui pengamatan langsung dilapangan dan di evaluasi melalui video slow emotion. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Hasil penelitian yang diperoleh nilai rata-rata pada tes awal (pre-test) sebesar 42,1% dalam melakukan proses gerakan lompat jauh gaya jongkok. Pada siklus I setelah diberikan pembelajaran melalui media rintangan bambu maka dilakukan tes untuk mengetahui kemampuan atau hasil belajar siswa . Dari tes didapatkan hasil berupa jumlah siswa yang tuntas sebanyak 13 orang dan yang tidak tuntas sebanyak 21 nilai rata-rata 63,4% dengan persentase siswa yang mencapai ketuntasan secara klasikal sebesar 38,2%. Siklus II dilaksanakan masih melalui pembelajaran media rintangan bambu akan tetapi pembagian kelompok dibagi hanya menjadi empat kelompok (awalan menggunakan bambu,tolakan menggunakan kardus,melayang menggunakan ban bekas yang digantungkan,mendarat menggunakan ban bekas) agar penggunaan media rintangan bambu lebih optimal. Pada siklus II didapat siswa yangtidak tuntas 7 orang dan siswa yang tuntas sebanyak 27 orang dengan nilai  rata-rata 72,4% dengan ketuntasan secara klasikal sebesar 79,4%. Berarti dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dari tes awal sampai dilakukannya siklus I dan siklus II terjadi peningkatan akan tetapi pembelajaran secara klasikal dikatakan tidak berhasil dikarenakan dikelas tidak tercapai 85% yang telah mencapai persentase penilaian hasil ≥ 65%.
MANFAAT REFORMASI AGRARIA BAGI PEMENUHANHAK-HAK ASASI PETANI Pristi Suhendro L
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 74 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i74.4757

Abstract

After the end of the Cold War caused the collapse of the socialist countries, the ideas and policies ofliberalization, privatization and modernization became the dominant current of thought.The rise of theneo-liberals have created an atmosphere that was not conducive to the idea of Agrarian Reform (RA).Anexample is the rampant land disputes that human casualties.The dispute occurred in almost all areasand involves almost all sectors.Based on reports BPKPA (2000), at least 1742 cases recorded as landdisputes in Indonesia, the largest in the 25 provinces.Then the dispute was followed by 12 cases ofabduction, 24 cases of murder, 39 cases of shootings, 151 terror cases, 163 cases of torture, 212 cases ofintimidation, and 763 arrests.Agrarian condition at some time in fact a product of the operation of fourinteracting factors, namely: (a) historical legacy, (b) internal dynamics, (c) government interventionthrough its policies, and (d) external intervention such as, large private companies both domestic andforeign, the movement of the "Transational Corporation" (TNC), the fund provider agencies.AgrarianReform should be "Sustainable", namely:First: Agrarian Reform policy must consider environmentalsustainability. In this context, techno-farming or a subordinate part of the eco-farming.The land mustnot be distributed marginal lands that can only be productive in the short and prone to erosion.Preciselyfor the rights of generations to come, it would require conservation of resources, namely foodproduction: soil, water, and biodiversity.Second, from the socio-political aspects, sustainability AgrarianReform requires two things: a.AgrarianReform should not be discriminatory.Rural women should beinvolved role.B.Need to be created and maintained a democratic atmosphere that ensures the existenceof association, and the strengthening of farmer organizations.Agrarian Reform is a big agenda butfundamental.Therefore, the necessary co-operation between the various parties, especially "those whoare in favor of the interests of the people, centered on small farmers and farm workers and those whowant to unite in the struggle for agrarian reform in order to materialize into reality.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA DIKLAT PRODUKTIF ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK KOTA MEDAN Sri Mutmainnah; Rotua Sahat P. Simanullang; Rika Rika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.8593

Abstract

AbstrakSekolah tempat siswa Administrasi Perkantoran belajar untuk dapat menguasai kompetensi Administrasi Perkantoran yang dibutuhkan di dunia kerja. Namun guru SMK Administrai Perkantoran yang harusnya menguasai materi kearsipan ternyata belum dapat menguasai kompetensi kearsipan sebagai mana mestinya, demikian juga dengan pengimplementasian model pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah membantu Guru-guru Produktif Administrasi Perkantoran dalam penguasaan materi Kearsipan dan melaksanakan pembelajaran yang Inovatif, Kreatif, Efektiv dan Menyenangkan dalam setiap pembelajaran yang dilakukan. Selain itu juga dilakukan pendampingan dalam penyusunan Rencana Kegiatan Belajar Mengajar (RKBM) dengan benar, dimana RKBM yang di susun akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran Kearsipan. Adapun target khusus dari kegiatan pengabdian ini, adalah; 1) Menigkatnya kompetensi guru dalam mengajarkan materi kearsipan; 2) tersusunnya Rencana Kegiatan Belajar Mengajar (RKBM) Kearsipan yang sudah terstandar; 3) Adanya dokumentasi pelaksanaan Open Class dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat diketahui bahwa ada kenaikan hasil belajar Kearsipan guru-guru dengan rata-rata pretest sebesar 68.5 mengalami kenaikan pada posttest menjadi 77.92 atau dengan ada kenaikan hasil belajar sebesar 9.42%. Selain itu kegiatan pengabdian ini menghasilkan RKBM dan video pembelajaran.Kata Kunci: Kompetensi, Pembelajaran berbasis proyek, KearsipanAbstractSchool where students of Office Administration learn to be able to master the competence of Office Administration needed in the world of work. However, teachers of SMK Administration Office who should master the archival material was not able to master archival competence as it should be, as well as the implementation of learning models that enable students to be active in the learning process. The purpose of this dedication is to help teachers Productive Office Administration in the mastery of archival materials and implement innovative learning, Creative, Effective and Exciting in every lesson learned. In addition, also provided assistance in the preparation of Teaching and Learning Activities Plans (RKBM) correctly, where RKBM is prepared will be used in archival learning activities. The specific targets of this devotional activity, are; 1) Increased teacher competence in teaching archival materials; 2) the compilation of Teaching and Learning Activities Plans (RKBM) which has been standardized; 3) The existence of Open Class implementation documentation by applying project-based learning model. The result of the dedication to the community is known that there is an increase in learning outcomes. Archival teachers with an average pretest of 68.5 experienced an increase in posttest to 77.92 or with an increase in learning outcomes by 9.42%. In addition, this dedication activity resulted RKBM and learning videos.Keywords: Competence, Project-based Learning, archives
PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA MELALUI UNIT USAHA FURNITUR DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Nathanael Sitanggang; Putri Lynna Luthan; Choms Gary G.T. Sibarani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i2.15416

Abstract

Budaya kewirausahaan mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan, khususnya di Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan (pendidikan kejuruan dan teknik sipil), berpotensi untuk dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi oleh Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan adalah kecenderungan lulusan mencari kerja di perusahaan jasa konstruksi bagi lulusan teknik sipil dan menjadi guru SMK bagi lulusan pendidikan kejuruan, bukan menciptakan lapangan kerja. Membudayakan kewirausahaan mahasiswa diperlukan wadah unit usaha furnitur yang bersinergi dengan workshop kayu. Melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Kemenristekdikti 2018, tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat telah berhasil mendirikan Unit Usaha Furnitur. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action. Metode ini juga disebut metode ‘learning by doing’ atau belajar sambil bekerja. Rangkaian pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari: a) sosialisasi kegiatan PPUPIK kepada mahasiswa, dosen, dan teknisi, b) perekrutan mahasiswa calon wirausaha, c) magang, d) pelatihan, dan e) pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian adalah unit usaha furnitur telah menemukan 7 orang mahasiswa yang berkomitmen menekuni pekerjaan pembuatan furnitur dan telah menghasilkan produk furnitur, secara kolaborasi dan mandiri. Selanjutnya, telah berhasil melatih 27 orang mahasiswa yang mampu mendesain dan membuat ukiran Jepara. Kegiatan pengabdian ini masih memerlukan keberlanjutan agar dapat menemukan mahasiswa yang berjiwa kewirausahaan lebih banyak lagi.Kata kunci: Budaya Kewirausahaan; Unit Usaha; Furniture; Mahasiswa.AbstractThe entrepreneurial culture of students at the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Medan, especially in the Department of Building Engineering Education (vocational education and civil engineering), has the potential resources to be developed. The problems faced by the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Medan is the tendency of graduates to find job in construction services companies for civil engineering graduates and become vocational teachers for graduates of vocational education, not creating jobs. Civilizing students’ entrepreneurship is required to hold a furniture business unit that synergizes with a wood workshop. Through the Kemenristekdikti 2018. Campus Intellectual Product Development Program (PPUPIK), the community service implementation team has successfully established a Furniture Business Unit. The method used is Participatory Learning and Action. This method is also called the 'learning by doing' method or learning while working. The series of implementation of community service consists of: a) socialization of PPUPIK activities to students, lecturers, and technicians, b) recruitment of prospective entrepreneurial students, c) internships, d) training, and e) mentoring. The result of the service activities is that the furniture business unit has found 7 students who are committed to work on furniture manufacturing work and have produced furniture products, in a collaborative and independent manner. Furthermore, it has managed to train 27 students who are able to design and make Jepara carvings. This service activity still requires sustainability in order to find even more entrepreneurial studentsKeywords: Entrepreneurial Culture; Business Units; Furniture; Students.
Membangun Wirausaha Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung Bahan Kerajinan Merangkai Bunga Kelompok Usaha Ibu dan Remaja Putri Idris Yanto Niode; Imran Rosman Hambali
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 82 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i82.3459

Abstract

Desa Dulukapa Kecamatan Sumalata Timur dikategorikan terpencil karena geografisnya perbukitan dan pesisir. Mayoritas penduduknya nelayan dan tani tradisional. Budidaya jagung dan perikanan tangkap merupakan kegiatan utama yang telah dijalani selama bertahun-tahun, tetapi tingkat pendapatan dan kesejahteraan tetap rendah karena produk yang dijual tidak memiliki nilai tambah, tidak terdiversifikasi dan tidak ada intervensi teknologi produksi. Hal ini diperburuk oleh minimnya tenaga kerja terampil, keterbatasan alat produksi dan sempitnya jaringan pemasaran. Memperhatikan kondisi aktual diatas maka kami akan melaksanakan program KKS-Pengabdian dalam bentuk pelatihan kepada kelompok usaha Ibu-ibu/ remaja putri terkait dengan seni merangkai bunga dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga. Limbah kulit jagung adalah bahan produktif yang sangat bernilai ekonomis jika dimanfaatkan sebagai bahan baku seni kerajinan. Cara pembuatannya mudah, bahan baku di lokasi sasaran cukup melimpah, harga terjangkau serta permintaan dan potensi pasar masih sangat prospektif. Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan kelompok pengrajin seni merangkai bunga di Desa Dulukapa. Para pengrajin sebagian besar kaum perempuan (istri dan remaja putri) dari keluarga tani dan nelayan. Pemberdayaan gender ini dimaksudkan agar mereka berkontribusi bagi peningkatan ekonomi keluarga. Hal ini bisa dicapai bila para pengrajin memiliki pengetahuan dan keterampilan menghasilkan produk yang teruji kualitasnya, menarik dan diterima pasar
Peningkatan Kecepatan Lemparan Pitcher Baseball (Studi Eksperimen Tentang Metode Latihan Beban Dan Rasa Percaya Diri Pada Club Sofball/ Baseball Medan) Abdul Harris Handoko
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 75 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i75.4799

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui apakah metode latihan beban dan rasa percaya dirimemberikan pengaruh terhadap peningkatan kecepatan lemparan pitcher baseball. Penelitian inidilakukan di Unimed Softball/ Baseball Club Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medantahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Pengambilansampel menggunakan Cluster Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 36 orang dan dibagi menjadiempat kelompok dengan masing-masing kelompok 9 orang. Analisis daya menggunakan Analisis Varians(Anava) dan uji lanjut dengan Uji Tukey. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) secara keseluruhan,metode latihan beban sistem sirkuit lebih baik dibandingkan dengan metode latihan beban sistem setterhadap peningkatan kecepatan lemparan pitcher baseball, (2) bagi atlet yang memiliki rasa percayadiri tinggi, metode latihan beban sistem sirkuit lebih baik dibandingkan dengan metode latihan bebansistem set terhadap peningkatan kecepatan lemparan pitcher baseball, (3) bagi atlet yang memiliki rasapercaya diri rendah, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metode latihan beban sistemsirkuit dengan metode latihan beban sistem set terhadap peningkatan kecepatan lemparan pitcherbaseball, (4) terdapat interaksi antara metode latihan beban dengan rasa percaya diri terhadappeningkatan kecepatan lemparan pitcher baseball.
KOMUNITAS OLAHRAGA REMAJA DESA Puji Ratno; Miftahul Ihsan; Budi Ali Mukmin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.10338

Abstract

AbstrakTujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melaksanakan salah satu tridharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat untuk membantu mitra dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, mulai dari aspek kesertaaan remaja dalam latihan pencak silat, program latihan, dan perlengkapan latihan. Target khusus dalam kegiatan ini dihasilkannnya perlengkapan latihan pencak silat yang standard nasional dalam pertandingan.metode yang digunakan untuk mencapai kegiatan ini adalah metode FGD, Penyuluhan dan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba,Pembentukan komunitas olaharaga remaja desa,Pendampingan latihan olahraga bagi komunitas olahraga remaja desa Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah perguaran silat garuda sakti dan Asslam. Jarak kedua mitra ± 20 km dari Universitas Negeri Medan dan dapat ditempuh dengan angkutan umum selama 30 menit. Komunitas pencak silat merupakan satu komunitas yang telah berdiri sejak tahun 2010 yang berada di desa Suka Makmur Kabupaten Deli Serdang. Akan tetapi dalam menjalankan program latihannya masih banyak mengalami kendala. Kesertaaan remaja dalam mengikuti latihan yang masih sedikit, metode melatih yang masih konvensional,pelatih tidak memiliki program latihan yang tertulis dan peralatan latihan yang belum memadai.Oleh karena itu diperlukan upaya yang konstruktif yang dapat mengatasi mengatasi permasalahan tersebut dengan kegiatan pelatuhan dan pendampingan. Kegiatan yang telah dilakukan adalah penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi remaja, coching clinic bagi pelatih, pendampingan latihan karate, dan penyediaan peralatan latihan pencak silat.Kata Kunci : Komunitas, Olahraga, Remaja.AbstractThe purpose of this community service activity is to implement one of the Tri Dharma colleges, especially the field of community service to help partners in solving the problems they face, ranging from the aspect of teenagers in the practice of martial arts, exercise programs, and exercise equipment. Specific targets in this activity resulted in national standard pencak silat training equipment in the matches. Methods used to achieve this activity were FGD methods, extension and socialization of the hazards of drug use, Establishment of youth village teens, Assistance of sports exercises for youth community of village village Partners in this devotional activity is a silat garuda silat and Asslam silat. Distance of two partners ± 20 km from the State University of Medan and can be reached by public transport for 30 minutes. Pencak Silat community is a community that has been established since 2010 located in the village of Suka Makmur Deli Serdang Regency. However, in running the training program is still experiencing many obstacles. Teenagers' participation in training, conventional training methods, trainers do not have a written exercise program and inadequate training equipment. Therefore, constructive efforts are needed to overcome these problems with the accompaniment of accompaniment and accompaniment. Activities that have been done are counseling about the dangers of drugs for teenagers, coching clinic for trainers, karate training accompaniment, and the provision of training equipment pencak silat.Keywords: Community, Sports, Youth
Pemanfaatan Limbah Usaha Pemotongan Ayamdan Pertanian UntukPenyediaan PupukOrganik Cairdan Produksi Tanaman Organik Murniaty Simorangkir; Ratih Baiduri; Idramsa Idramsa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4677

Abstract

Program tanaman organik adalah salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah untukmengendalikan dampak bahan kimia anorganik terhadap kesehatan dan lingkungan.  Kegiatan Ipteks bagiMasyarakat (IbM) ini bertujuan memberi solusi kepada mitra  pengusaha pemotongan ayam untukmemanfaatkan limbah usaha dan mitra kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan pupukorganik dalamusaha meningkatkan produksi pertanian organik dengan memanfaatkan limbah pertanian dan limbahusahapotong ayam menjadi pupuk organik cair melalui penerapan teknologi fermentasi EM4. Manfaatkegiatan ini adalah pengendalian limbah usaha dan pelestarian lingkungan, penyediaan pupuk organik,mewujudkan tanaman organik dan berpeluang berwirausaha baru pupuk organik cair serta meningkatkanpendapatan kedua kelompok mitra. Kegiatan berlangsung lima bulan, melibatkan tiga orang dosen dandua mahasiswa. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan, rancang bangun alat komposter, demostrasidan pelatihan produksi pupuk organik cair, rekomendasi dan  penerapan pupuk cair pada tanaman.  Hasilevaluasi kegiatan,  80% anggota kedua mitra trampil mengolah pupuk organik cair selama 21 hari. Teksturpupuk organik cair cukup baik yaitu kental dan warnanya hitam.  Pupuk kompos cair berbahan organiklimbah potong ayam, mengandung Nirogen (N) 0,26 %;  fosfor (P2O5)  0,03 % dan  K (KO) 0,04. Pupukorganik cair berbahan organik limbah pertanian/pasar sayuran (bonggol pisang, kangkung, sawi)mengandung unsur Nirogen (N) 0,08 %; fosfor (P2O5)  0,02 % dan  K (KO) 0,04.  Kapasitas alat komposterdapat menghasilkan 100 L lindi (pupuk kompos cair) dalam waktu 21 hari. Peningkatan produksi tanamanjagung dan kacang putih setelah penggunaan pupuk organik cair adalah 28,57 % dan 20,00%.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN HERBAL UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT DESA WAJIK KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR Mangestuti Agil; Tutik Sri Wahyuni; Herra Studiawan; Rakhmawati Rakhmawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i4.12515

Abstract

AbstrakBertani menjadi pencaharian warga Desa Wajik, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kawasan desa itu ditumbuhi berbagai tanaman, seperti mangga, delima, jambu biji. Kesuburan tanah belum digunakan secara optimal untuk bertanam tanaman obat, yaitu yang termasuk dalam Taman Obat Keluarga (TOGA). Beberapa tanaman obat untuk pagar, seperti beluntas, belum dimanfaatkan secara optimal. Ini karena pengetahuan tentang tanaman obat dan khasiatnya belum dipahami, sehingga belum diutamakan untuk mencapai keadaan sehat. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan herbal untuk kesehatan. Penekanan diberikan pada peningkatan wawasan warga terhadap pemanfaatan herbal untuk kesehatan keluarga. Sasaran audiens adalah kadertim penggerak PKK desa yang berperan sentral dalam kesehatan keluarga. Kegiatan diselenggarakan melalui ceramah, pelatihan dan demonstrasi pembuatan ramuan tanaman obat, dan aplikasi aromaterapi. Pre dan post test dalam bentuk kuesioner tentang tanaman obat. Dari hasil tes diketahui pengetahuan peserta tentang tanaman obat dan khasiat cukup baik. Lebih dari 50% peserta belum mengetahui cara pengolahan pasca panen tanaman obat dan ramuan tanaman obat untuk kesehatan wanita. Kesimpulan program ini adalah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang tanaman obat untuk tujuan kesehatan.Kata kunci: Desa Wajik, Kesehatan, Optimalisasi, Tanaman obat.AbstractWajik Village is located in Lamongan Regency in East Java Province, and it has a population of almost 1700 people. Various plants such as mango, banana, pomegranate, and papaya trees grow well. Unfortunately, the Indonesian Government’s Program of TOGA, stands for Taman Obat keluarga (medicinal plant garden), meant to urges people to grow some beneficial medicinal plants in their own gardens was not successfully implemented. Eventhough some plants are found for hedges, such as betel, Pluchea indica plants, they are reluctant to apply them for maintenance of health. The purpose of the enlightenment programme aimed at enhancing the knowledge on medicinal plants in order to improve and maintain their health status. Participants of the program were cadres of PKK (Pembinaan Kesehatan) organization of the village. The program consisted of discussion, workshop and demonstration. Pre and post tests showed their understanding about medicinal plants and recipes, but did not understand post-harvest handling and some jamu products for women’s health. It wasconcluded, that the understanding of participants over the importance of herbal medicine and traditional medicine for health maintenance were low. It is concluded, that knowledge given during the program was able to enhance their understanding about herbal medicines for health.Keywords: Herbal medicines, Health, Optimization, Wajik Village.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue