cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
KONTEKS PENGEMBANGAN EKONOMI–EKOLOGI MASYARAKAT(COMMUNITY ECONOMYANDECOLOGYDEVELOPMENT) KABUPATEN PIDIE JAYA Nurjanah Nurjanah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 72 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i72.4727

Abstract

This research report has beenreviewing the context of economic development-ecological communitiesPidie Jaya. Seeing the condition of natural resource management, the problem lies in the managementof natural resources related to the economic and ecological basis Aceh alleged birthplace of armedconflict in the 1970's. Political and economic tensions in the former conflict and tsunami destroyed theeconomy and ecology of the Acehnese people, usually heats up along with the emergence of rivalrybetween the various political and economic power. Momentum Momentum Aceh peace and electionshave become the domain of the end of conflict and bring peace and the effects can be expected toaccelerate the development process of Aceh in the future. The focus of the problem lies in thecharacteristics (Community Economic Development) around the area of operations of the company. Inthis survey, the Economy-Ecology parameter that will be seen are: Livelihood patterns, level ofdependence on resources related to their livelihoods, access to economic capital and distribution,economic value of fishing for communities, Local Economic Infrastructure, Local Labour Force Figures ,Gini Ratio and Rural Poverty Level (Village level). Primary and secondary sources of data will be analyzedwith descriptive methods, qualitative and quantitative, Shape Activities: The process of recognition ofthe general characteristics of the Acehnese people and the communities that surround the region ofAceh Pidie, Pijay District, District Bireun and Sabang can be done in several ways including throughobservation / observation, intensive discussions (FGD, wawawancara) and through the study ofdocuments. Purposes, among others: Identifying structure-sekonomi social and ecological coastalcommunities, coastal communities identify vulnerabilities in the survey in the context of localcommunity life and home economics, mapping key stakeholders and their roles in the socio-economicdynamics and ecology, and to prepare and establish recommendation program for local coastalcommunities in the context of social and environmental responsibility. Law of the sea in Pidie Jaya doesnot act as a medium of conflict resolution. The need for mentoring and training roles including chiefmerevitalisai laot and customary law of the sea. The role of commander laot not only regulates maritimeregulations for fishermen, but also as a medium of socialization and social conflict resolution. The role ofmaid agencies also quite a supervisor. In addition it is also important to community participation inpolitics so as to avoid themselves from desruktif political behavior, and the importance of cooperativerelationships by regents Pidie quite legitimated.
PRODUK KERUPUK PANGSIT HERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENGUSAHA HOME INDUSTRY DI KOTA MEDAN Mastarina Barus; Adikahriani Adikahriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6871

Abstract

Abstrak Tujuan Kegiatan ini adalah pengembangan usaha pengolahan melalui kerupuk pangsit. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan April-November 2016. Metode pelaksanaan kegiatan  adalah  pendidikan,  pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, penggunaan mesin dan pendampingan. Mitra kegiatan yaitu home industri Ofita dan home industri Uci Snack di Kota Medan. Target luaran kegiatan ini adalah  mengembangkan usaha mita melalui pembuatan kerupuk pangsit herbal. Hasil kegiatan yang diperoleh yaitu mitra memiliki pengetahuan tentang pengolahan kerupuk pangsit herbal, mitra berpartisipasi aktif, mitra  terampil menggunakan alat pencetak kerupuk pangsit herbal. Produksi mitra semakin baik dan penghasilan mitra juga semakin meningkat. Kata Kunci : Home Industri, Kerupuk, Pangsit, Herbal  Abstract The purpose of this activity is the development of processing business through dumpling crackers. Activities are conducted from April to November 2016. The method of activity implementation is education, production training, business management training, machine use and mentoring. Partners of the activities of home industry Ofita and home industry Uci Snack in the city of Medan. The outcome target of this activity is to develop the business of mita through the manufacture of herbal dumpling crackers. The result of the activity obtained is that the partners have knowledge about the processing of herbal dumpling crackers, actively participating partners, skilled partners using herbal dumpling cracker tool. Partner production is getting better and partner income is also increasing. Keywords: Home Industry, Crackers, Dumplings, Herbs
PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DAN PENGETAHUAN PETANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI KELOMPOK TANI SUMBER REZEKI DESA BUALO KABUPATEN BOALEMO Nurdin Nurdin; Fitriah S. Jamin; Siswatiana R. Taha; Amelia Murtisari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14403

Abstract

Peningkatan populasi ternak sapi dapat dilakukan melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB) yang diharapkan juga dapat meningkatkan hasil kotoran ternak (feases) sebagai sumber bahan baku pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan populasi ternak sapi sebagai penghasil bahan baku pupuk organik, dan (2) meningkatkan pengetahuan Kelompok Tani Sumber Rezeki dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dimulai bulan Maret sampai Agustus 2019 di Desa Bualo Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini terdiri dari: (1) Kegiatan IB terhadap sapi induk yang sehat dan siap (masa birahi) oleh inseminator., dan (2) Pembuatan pupuk organik yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan tes tingkat pengetahuan tentang pupuk organik kepada 25 orang peserta pelatihan yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Bahan pembuatan pupuk organik meliputi: limbah jagung, bungkil kakao, feases, urin, EM4, gula dan air. Semua bahan dicampur merata dalam bak fermentasi, ditutup dengan terpal dan dibiarkan selama 3 minggu. Selama kegiatan berlangsung, antusias peserta dalam mengikuti seluruh kegiatan sangat tinggi dengan capaian 100%. Kegiatan IB telah menghasilkan sebanyak 12 ekor sapi bunting. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada petani di Kelompok Tani Sumber Rezeki telah mampu meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik dengan capaian sebesar 88,0% dari total peserta pelatihan.Kata kunci: Populasi, Sapi, Inseminasi Buatan, Pengetahuan, Pupuk Organik. Abstract Increasing cattle population can be done through Artificial Insemination (IB) activities which are also expected to increase livestock manure yields (feases) as a source of raw material for organic fertilizer. This activity aims to: (1) increase the population of cattle as a producer of raw materials for organic fertilizer, and (2) increase the knowledge of Sumber Rezeki Farmer Groups in making organic fertilizer. This activity began in March to August 2019 in Bualo Village, Paguyaman District, Boalemo Regency. This activity consists of: (1) IB activities towards healthy and ready mother cows (incubation period) by inseminators, and (2) Making organic fertilizer carried out through training and mentoring activities. Before and after the training, a knowledge level test about organic fertilizer was conducted on 25 trainees who were analyzed using a Likert Scale. Organic fertilizer manufacturing materials include: corn waste, cocoa meal, feases, urine, EM4, sugar and water. All ingredients are mixed evenly in a fermentation tank, covered with tarpaulin and left for 3 weeks. During the activity, participants' enthusiasm in participating in all activities was very high with 100% achievement. IB activities have produced as many as 12 pregnant cows. Training activities and assistance to farmers in the Sumber Rezeki Farmer Group have been able to increase knowledge about making organic fertilizer with an achievement of 88.0% of the total training participants. Keywords: Population, Cow, Artificial Insemination, Knowledge, Organic Fertilizer.
STRATEGI PERGURUAN TINGGI MEWUJUDKAN WIRAUSAHA KAMPUS Herkules Herkules
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3418

Abstract

Entrepreneur menentukan kemajuan suatu bangsa/negara seperti yang telah dibuktikan oleh beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang, plus tetangga terdekat kita yaitu Singapura dan Malaysia. Di Amerika sampai saat ini sudah lebih dari 12 persen penduduknya menjadi entrepreneur, dalam setiap 11 detik  lahir entrepreneur baru dan  data menunjukkan 1 dari 12 orang Amerika terlibat langsung dalam kegiatan entrepreneur.  Jepang lebih dari 10 persen penduduknya sebagai wirausaha dan lebih dari 240 perusahaan Jepang skala kecil, menengah dan besar bercokol dibumi kita ini. Dalam membangun ekonomi bangsa, menjadi bangsa yang maju, menurut sosiolog yaitu David Mc Cleiland, sedikitnya dibutuhkan minimal 2 persen wirausaha dari populasi penduduknya, atau dibutuhkan sekitar 4,8 juta wirausaha di Indonesia saat ini. Sedangkan Ciputra menyatakan setidaknya dibutuhkan minimal 2 persen pengusaha untuk menjadikan bangsa ini bangkit dari keterpurukan. Berkaca pada kesuksesan negara maju seperti Amerika dan Eropa yang hampir seluruh perguruan tingginya menyisipkan materi entrepreneurship dihampir setiap mata kuliahnya, negara-negara di Asia seperti Jepang,  Singapura dan Malaysia juga menerapkan materi-materi entrepreneurship minimal di dua semester. Itulah yang menjadikan negara-negara tetangga kita tersebut  menjadi negara maju dan melakukan lompatan panjang dalam meningkatkan pembangunan negaranya. Sebagai akademisi yang juga turut concern menangani entrepreneuship diperguruan tinggi, penulis mencoba memberikan gagasan yang mungkin sederhana dan bukan sesuatu yang baru, untuk coba diimplementasikan oleh perguruan tinggi dalam menumbuhkan ”geliat” entrepreneurship diperguruan tinggi, yaitu : menyusun kurikulum, peningkatan SDM Dosen, Membentuk Entrepreneurship Center, Kerjasama dengan Dunia Usaha, Membentuk Unit Usaha Mahasiswa, Kerjasama dengan Institusi Keuangan (perbankan/non perbankan), Entrepreneurship Award. Dari sedikit usulan yang cukup sederhana dan gagasan yang mungkin tidak baru ini, jika diimplementasikan oleh perguruan tinggi dengan serius dan sungguh-sungguh  maka tidak mustahil akan banyak lahir entrepreneur-entrepreneur sukses negeri ini yang mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan dan  pergerakan pasar lokal sehingga tercipta peluang pekerjaan bagi generasi bangsa ini yang pada akhirnya mampu menjadi bangsa mandiri yang tidak banyak tergantung pada negara asing. Perguruan tinggi sebagai salah satu mediator dan fasilitator terdepan  dalam membangun generasi muda bangsa mempunyai kewajiban dalam mengajarkan, mendidik, melatih dan memotivasi mahasiswanya sehingga menjadi generasi cerdas yang mandiri, kreatif, inovatif dan mampu menciptakan berbagai peluang pekerjaan (usaha). Untuk itu sebuah keharusan bagi setiap perguruan tinggi segera merubah arah kebijakan perguruan tingginya dari high Learning university and Research University menjadi Entrepreneurial University atau menyeimbangkan kedua arah kebijakan tersebut sehingga arah kebijakan keduanya tercapai baik yang bersifat high Learning university and Research University maupun yang bersifat Entrepreneurial University.
PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANIDI TINGKAT SEKOLAH Samsuddin Siregar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 74 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i74.4753

Abstract

“Pengembangan permainan tradisional dalam pembelajaran pendidikan jasmani khususnyapembelajaran lompat jauh, siswa merasa lebih senang dan tertarik dalam mengikuti proses belajarmengajar. Permainan rakyat atau permainan tradisional sebagai asset budaya bangsa perludilestarikan, digali dan ditumbuh kembangkan, karena selain merupakan olahraga atau permainanuntuk mengisi waktu luang, juga memiliki potensi untuk dapat lebih dikembangkan sebagai permainanyang bisa membantu dalam mencapai tujuan pendidikan. Dapat dimengerti bahwa permainantradisional dapat membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran. Misalkan untuk pokok materilompat jauh, untuk memilih permainan tradisional yang akan digunakan dalam pembelajaran lompatjauh, guru harus melakukan penyeleksian permainan yang diutamakan memiliki hubungan karakteristikgerak dan otot apa yang digunakan secara dominan sesuai dengan gerakyang ada dalam lompat jauh.sehingga dengan penyeleksian yang cocok maka akan meningkatkan proses dan hasil belajar lompatjauh lebih efisien dan efektif”.
PELATIHAN TENUN DARI LIMBAH LIDI KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN ATBM BAGI REMAJA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Zulkarnen Mora; Abdul Latief; Zainuddin Zainuddin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.8604

Abstract

AbstrakTujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Pelatihan tenun dari limbah lidi kelapa sawit dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) bagi remaja di Kabupaten Aceh Tamiang ini adalah untuk melatih naluri kewirausahaan (entrepreneurship) dengan berbasis kepedulian lingkungan para remaja putri yang putus sekolah dan yang aktif sekolah yang berdomisili sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit. Lokasi pelatihan dipilih berdasarkan pertimbangan kawasan tempat tinggal yang berdekatan dengan kebun kelapa sawit PT. Mapoli Raya Aceh Tamiang dan juga kebun milik warga yang terdapat di Kampung Paya Bedi, Kecamatan Rantau-Kabupaten Aceh Tamiang. Jumlah peserta yang telibat dalam kegiatan ini adalah 10 orang di mana 6 remaja putri yang tidak melanjukan lagi sekolah dan ditambah 4 orang yang masih sekolah yang memiliki minat untuk ambil bagian dalam pelatihan tenun ini. Metode pelatihan yang diterapkan dalam pelatihan tenun ini apprenticeship yaitu dengan cara memberikan bimbingan dan langsung mengerjakan, melakukan pendampingan dalam jangka mono tahun serta membantu kelompok karya muda untuk melakukan chanelling pemasaran (marketing chanell). Tahapan kegiatan pelatihan dibagi kedalam empat tahap, dengan jadwal yang telah disepakati oleh peserta, pemateri dan mitra dalam hal ini kelompok karya muda kampung Paya Bedi. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada warga, perangkat kampung dan peserta yang dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2017. Selanjutnya pelatihan perdana dijalankan pada tanggal 5 Agustus 2017 dengan materi optimalisasi penggunaan ATBM kelompok yang dilatih oleh Zulkarnen Mora; pelatihan kedua dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2017 dengan materi Pelatihan tenun limbah lidi kelapa sawit dengan menggunakan ATBM yang diampaikan oleh Abdul Latief; serta diakhiri kegiatan pada tanggal 7 Agustus 2017 dengan materi Penguatan manajemen organisasi dan keuangan kelompok perempuan karya muda yang disajikan oleh Zainuddin sekaligus melakukan closing ceremony dengan peserta dan mitra. Hasil yang dicapai di mana peserta yang notabenenya adalah remaja putri telah mampu dan memahami arti penting manfaat lingkungan bagi peningkatan pendapatan keluarga dengan menghasilkan aneka ragam produk yang diolah dari limbah lidi kelapa sawit menjadi sovenir yang bernilai jual dan artistik seperti dompet wanita, kotak stationery, kotak tisu dan lain sebagainya. Simpulannya, pelatihan ini sangat membantu remaja dalam membuka cakrawala berpikir dan sense of belonging mereka terhadap keberadaan lingkungan (limbah lidi kelapa sawit) dalam menciptakan peluang usaha yang terintegrasi dengan minat wirausaha yang perlu ditanam sejak dini untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan global di masa yang akan datang.Kata Kunci : Pelatihan Tenun, Limbah Kelapa Sawit, remaja putri, kelompok karya mudaAbstract The purpose of Community Service Activities (PKM) Training of weaving from palm oil palm waste using Non-Engine Weaving Tool (ATBM) for adolescents in Aceh Tamiang District is to train entrepreneurial instinct (entrepreneurship) with environmental-based awareness of girls dropping out of school and an active school domiciled around the oil palm plantation area. The training location was chosen based on consideration of the residential area adjacent to the oil palm plantation of PT. Mapoli Raya Aceh Tamiang and also owned by residents garden in Kampung Paya Bedi, District of Rantau-Kabupaten Aceh Tamiang. The number of participants involved in this activity is 10 people where 6 teenage girls are no longer school and plus 4 people still in school who have an interest to take part in this weaving training. The training method applied in this weaving training is apprenticeship by providing guidance and direct work, perform mentoring in mono-year and help young work group to do marketing chanelling. The stages of the training activities are divided into four stages, with the schedule agreed by the participants, the presenters and partners in this case the young work group of Paya Bedi village. The activity began with socialization to the villagers, villagers and participants held on August 4, 2017. Furthermore, the initial training was conducted on 5 August 2017 with material optimization of the use of ATBM group trained by Zulkarnen Mora; the second training was conducted on August 6, 2017 with training material of palm oil palm waste weaving using ATBM delivered by Abdul Latief; and ended the activity on August 7, 2017 with material Strengthening management organization and financial group of young women works presented by Zainuddin as well as closing ceremony with participants and partners. The results achieved in which participants who are notabenenya young women have been able and understand the importance of environmental benefits for the increase in family income by producing a variety of products processed from palm oil palm waste into souvenirs worth selling and artistic such as women's wallets, stationery boxes, boxes tissues and so forth. In conclusion, this training helps teenagers to open their horizons of thinking and sense of belonging to the existence of the environment (palm oil palm waste) in creating business opportunities integrated with entrepreneurial interests that need to be planted early to achieve better prosperity in facing global challenges at future. Keywords: Weaving Training, Palm Oil Waste, Young Women, Young Working Group
PELATIHAN KOMPUTER GRAFIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SOFTSKILL BIDANG DESAIN DAN EDITING PADA STT DUMAI Tri Yuliati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i2.16448

Abstract

Media grafis sebagai konten isi bisa dibilang lebih efektif dalam penyampaian pesan karena memadukan konten gambar dan berita.Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam pembuatan media grafis adalah Photoshop dimana software ini mampu mengolah gambar dan pesan. Maka dari itu diperlukan kemampuan dalam mengolah dan pembuatan pesan yang benar dan baik dalam media grafis. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan jangka panjang yaitu dosen dan karyawan bisa memiliki pengetahuan tentang desain grafis untuk membuat berbagai macam luaran seperti spanduk, udangan, editing photo dan lainnya. Untuk jangka pendeknya mampu mengoperasikan software photoshop dan bisa berkreasi. Kegiatan ini dilakukan praktek secara langsung di labolatorium komputer multimedia sehingga tidak hanya berupa teori tapi langsung bisa diterapkan dan ujicobakann. Karyawan bisa mengedit spanduk sendiri maupun pengumuman secara desain grafis untuk keperluan kampus STT Dumai kedepannya. Untuk pelatihan dosen tidak hanya jurusan teknik informatika saja tapi dari program studi lain bisa belajar menggunakan software photoshop untuk keperluan editing dan desain. Luaran akhir yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam penggunaan komputer sebagai alat pengembangan kreatifitas peserta dalam bidang desainKata kunci: Media Grafis; Desain; Photoshop.Abstract Graphic media as content is arguably more effective in delivering messages because it combines image and news content. One application that can be used in making graphic media is Photoshop, where this software is able to process images and messages. Therefore the ability to process and create messages that are true and good in graphic media is needed. This dedication activity has a long-term goal of which lecturers and employees can have knowledge about graphic design to make various kinds of outcomes such as banners, invitation, photo editing and others. For the short term is able to operate Photoshop software and can be creative. This activity is carried out directly in the practice of multimedia computer laboratories so that it is not only in the form of theory but can be directly applied and tested. Employees can edit their own banners as well as graphic design announcements for the future needs of the STT Dumai campus. For training lecturers not only majoring in informatics engineering, but from other study programs can learn to use Photoshop software for editing and design. The final output to be achieved from this activity is the increase in the ability of participants in using computers as a tool for developing participants' creativity in the field of design.Keywords: Graphic Media; Design; Photoshop.
Pengaruh Model Quantum Teaching terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Getaran dan Gelombang di Kelas VIII SMP Swasta Harapan III Yeni Megalina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 81 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i81.3454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok getaran dan gelombang di kelas VIII semester I SMP Harapan III T.P. 2006/2007. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Harapan III. Sampel penelitian ini ada dua kelas, siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimendan siswa kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 42 orang. Jenis penelitian yang dipakai adalah eksperimen. Desain penelitian ini adalah two group pretest-posttest design.Sebagai alat pengumpul data digunakan tes pilihan berganda dengan 4 option. Sebelum perlakuan, terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data. Dari penelitian ini diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yag berdistribusi normal dan memiliki varians homogen.Dari analisis data diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen ( model Quantum Teaching ) adalah 44,38 dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional) adalah 44,19. Untuk nilai rata-rata postes kelas eksperimen adah 75,90 dan kelas kontrol adalah 68,76. Hasil uji kesamaan rata-rata dua pihak diperoleh harga t¬¬hitung nilai pretes=0,085 dan harga t¬¬hitung nilai postes= 2,9 sedangkan untuk  = 0,05 diperoleh ttabel = 1,999 oleh karena itu thitung nilai postes > ttabel, maka ada hipotesis Ha diterima
Analisis Nitrogen Dari Daun Kelapa Sawit Secara Titrimetri di PTP NUSANTARA IV BAHJAMBI Rudi Munzirwan Siregar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 80 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i80.4795

Abstract

Penelitian tentang analisis nitrogen dari daun kelapa sawit secara titrimetri di PTP Nusantara IV BAHJAMBItelah dilakukan. Titrimetri adalah suatu analisa volumetris dimana larutan yang kadarnya hendakditentukan direaksikan dengan larutan pereaksi yang sesuai kadarnya telah diketahui dengan pasti/tepatsampai tercapai titik setara (titik equivalen). Penambahan dilakukan dengan tetes demi tetes denganmemakai alat titrai yaitu buret. Dari hasil analisa ini kadar rata-rata N yang terdapat dalam daun yangdiperoleh dari sepuluh sampel daun kelapa sawit yang dilakukan secara duplo (dua kali pengukuran untuksatu sampel) dapat dikategorikan normal, berarti pada keadaan ini tanaman kelapa sawit harus sedikitdiberi pupuk nitrogen sesuai dengan perbandingan yang tepat
PEMBUATAN ALAT PEMBELAH KAYU DAN PENYERUT BAMBU PADA KELOMPOK USAHA PENGRAJIN SANGKAR BURUNG DI DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Faqih Rofii; Fachrudin Hunaini; Ngudi Tjahjono
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i2.10130

Abstract

Abstrak Meningkatnya jumlah penghobi burung, berdampak terhadap peningkatan permintaan sangkar burung. Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan produktifitas kelompok usaha pembuatan sangkar burung yang berada di Desa Toyomarto, Singosari Malang. Permasalahan produksi yang dapat diidentifikasi adalah terbatasnya peralatan proses produksi yang digunakan, disebabkan masih manualnya peralatan kerja pada proses pembelahan kayu, pembelahan bambu menjadi jeruji dan penyerutan jeruji agar menjadi halus. Prioritas permasalahan yang diselesaikan adalah perancangan dan pembuatan meja pemotong dan pembelah kayu menggunakan penggerak motor listrik, perancangan dan pembuatan alat serut dan penghalus bambu untuk jeruji sangkar menggunakan penggerak motor listrik serta peningkatan kemampuan tenaga kerja dalam pengoperasian peralatan tersebut. Adapun metode pelaksanaannya adalah merancang, merealisasikan, menguji dan mendemonstrasikan alat, serta melatih dan mendampingi pemakaian alat. Hasil yang dicapai dari pembuatan alat pembelah kayu dan penghalus bambu ini adalah kayu yang dibelah lebih lurus dan halus, dapat mengatur ketebalan kayu yang dibelah, dan proses pembelahan dan penghalusan menjadi lebih cepat.Kata kunci: Sangkar burung, Pembelah kayu, Penyerut bambu, Motor listrik Abstract The increasing number of bird hobbyists, has an impact on increasing demand for bird cages. One of the goals of this community service activity is to increase productivity of bird cage making business group in Toyomarto Village, Singosari Malang. Production issues that can be identified are the limited equipment used production process, caused still manual work equipment on the process of cleavage of wood, cleavage of bamboo into the bars and grate shrinkage to be smooth. The priority issues that are solved are the design and manufacture of wood cutting and splitting tables using electric motor propulsion, design and manufacture of cutting tools and bamboo polishes for cage bars using electric motors as well as increasing the ability of labor in the operation of the equipment. The method of implementation is to design, realize, test and demonstrate tools, and train and assist the use of tools. The results obtained from the manufacture of wooden and bamboo splitting tools are wood split more straight and smooth, can adjust the thickness of the split wood, and the process of splitting and refining becomes faster.Keywords: Bird cages, Cleavage of wood, Cleavage of bamboo, Electrical Motor

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue