cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
Hubungan antara Kesegaran Jasmani, Inteligensi, dan Jenis Kelamin dengan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri Kelas XIdi Perkotaan dan di Pedesaan Kabupaten Sleman Nurman Hasibuan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 81 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i81.3425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesegaran jasmani, inteligensi, jenis kelamin dengan hasil belajar siswa SMA Negeri kelas XI baik di perkotaan maupun di pedesaan. Jenis penelitian metode survey yang dilakukan pada 258 siswa yang diambil menggunakan stratified random sampling dari populasi 2569 siswa SMA di perkotaan dan pedesaan. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran dan diambil dari data sekunder. Tehnik analisis data menggunakan korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara keseluruhan kesegaran jasmani berhubungan negatif dengan hasil belajar, dan hubungan tersebut juga berlaku bagi siswa SMA Negeri kelas XI di pedesaan, akan tetapi tidak berlaku bagi siswa SMA Negeri kelas XI di perkotaan, sebab bagi siswa SMA Negeri kelas XI di perkotaan tidak didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kesegaran jasmani dengan hasil belajar; (2) Secara keseluruhan inteligensi berhubungan positif dengan hasil belajar, meskipun demikian tidak didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara inteligensi dengan hasil belajar bagi siswa SMA Negeri kelas XI baik di perkotaan maupun di pedesaan; (3) Secara keseluruhan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan hasil belajar, meskipun demikian didapatkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan hasil belajar pada siswa SMA Negeri kelas XI baik di perkotaan maupun di pedesaan.
KEWIRAUSAHAAN DALAM AGRIBISNIS Hendra Saputra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 74 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i74.4762

Abstract

Kewirausahan adalah  kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses. Adapun yang menjadi imbalan berwirausaha antaralain berupa laba, kebebasan, dan keputusan menjalani hidup. Tantangan dalam berwirausahaantara lain kerja keras, tekanan emosional, dan kegagalan. Sedangkan langkah-langkahmemulai berwirausaha antara lain adalah mengenali peluang usaha, optimalisasi potensi diri,fokus dalam bidang usaha dan berani memulai.Agribisnis merupakan kegiatan yang unik diantaranya produk utamanya makhluk hidupdan ketidak pastian produksi yang berbasis biologis. Oleh karena itu kewirausahaan dalamagribisnis tidak luput dari resiko usaha.Wirausahawan agribisnis harus memiliki kemampuan kreatifdan inovatif serta memiliki semangat pantang menyerah dan ulet.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN SIRUP MARKISA DAN MASKER LIMBAH BUAH MARKISA PADA KELOMPOK PKK KELURAHAN LAU CIH DAN SIDOMULYO DI KOTA MEDAN Suswati Suswati; Asmah Indrawati; Beby Masitoh
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.8631

Abstract

AbstrakKelurahan Lau Cih dan Sidomulyo merupakan dua kelurahan di Kecamatan Medan Tuntungan yang terbanyak partisipasi rumah tangga dalam usaha pertanian. Sebanyak 20% kelompok wanita berperan di bidang pertanian. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebelumnya, Kelompok PKK Kelurahan Lau Cih dan Sidomulyo telah dilatih untuk melakukan penanaman tanaman markisa dataran rendah dalam rangka pemanfaatan pekarangan. Tanaman markisa tumbuh subur dan menghasilkan buah dalam jumlah besar, tetapi buah markisa yang dipanen hanya dimakan dalam bentuk segar. Kurangnya informasi dan keterampilam kelompok PKK dalam pengolahan buah markisa hingga kini buah markisa masih dijual dalam bentuk segar. Tujuan kegiatan adalah: 1. Sosialisasi pengolahan buah markisa menjadi sirup markisa. 2. Melatih kelompok PKK dalam pengemasan produk sirup markisa.3. Melatih kelompok PKK untuk mampu mengolah limbah buah markisa (kulit buah dan biji markisa) menjadi bedak dingin kulit markisa. Kegiatan IPTEKS ini telah dilaksanakan pada 2 kelompok PKK kelurahan Lau Cih dan Sidomulyo yang masing-masing diikuti 20 orang wanita PKK. Metoda yang digunakan untuk memecahkan masalah diatas adalah dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan maupun tekhnologi pengolahan sirup markisa dan limbahnya dilanjutkan dengan pembinaan yang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok wanita PKK.Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dalam pengolahan sirup markisa, pengemasan produk sirup markisa, pengolahan limbah markisa menjadi bedak dingin kulit markisa dan scrub biji markisa.Kata kunci: Lau Cih, Sidomulyo, kelompok wanita PKK, markisa kuning, sirup markisa, pengemasan, pekaranganAbstractLau Cih and Sidomulyo are the two urban villages in Medan Tuntungan sub-district with the highest share of household participation in agriculture. As many as 20% of women's groups play a role in agriculture. In previous community service activities, the PKK Group of Lau Cih and Sidomulyo Villages have been trained to plant lowland passion fruit plants in order to utilize the yard. Passion plants thrive and produce large amounts of fruit, but harvested passion fruit is eaten only in fresh form. Lack of information and skills of PKK groups in the processing of passion fruit until now passion fruit is still sold in fresh form. The purpose of the activities are: 1. Socialization of passion fruit processing into passion fruit syrup. 2. Training PKK groups in packing of passion fruit syrup.3. Train PKK groups to be able to process passion fruit waste (fruit peel and passionfruit seed) into a cool powder of passion fruit ski. This IPTEKS activity has been carried out in two groups of PKK Lau Cih and Sidomulyo villages, each of which followed by 20 women. The method used to solve the above problem is to provide knowledge and training as well as technology of passionfruit syrup processing and waste followed by coaching conducted periodically through coordination with the leader. The obtained is the increase of knowledge in the processing of passion fruit syrup, packing passion fruit syrup, Passion fruit waste treatment into a cool powder of passion fruit skin.Keywords: Lau Cih, Sidomulyo, PKK women group, yellow passion fruit, passion fruit syrup, packing, yard
INTRODUKSI TEKNOLOGI BIOCHAR UNTUK MEMPERBAIKI LAHAN KRITIS MILIK PETANI WILAYAH MAGERSARI DI KABUPATEN TUBAN, PROPINSI JAWA TIMUR Widowati Widowati; Agnes Quartina Pudjiastuti; Ana Arifatus Sa’diyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i3.17625

Abstract

Upaya meningkatkan produksi dan produktivitas lahan pertanian saat ini bukan hal yang mudah karena ketersediaan lahan pertanian yang relatif tetap, bahkan cenderung berkurang karena berbagai faktor. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan dalam jangka pendek adalah memperbaiki kesuburan lahan tandus yang selama ini digunakan masyarakat petani sebagai sumber mata pencahariannya. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat bagi mitra petani adalah mengintroduksikan teknologi biochar untuk memperbaiki lahan kritis (tandus dan berbatu) dan mengevaluasi usahatan yang ada. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan biochar (teknologi), pemberian bantuan alat pembuat biochar dan bibit tanaman, serta pendampingan kepada petani mitra di Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Petani mulai memahami teknologi biochardan manfaatnya bagi usahatani di lahan kritis, menggunakan teknologi biochar, dan manajemen usahatani berbasis teknologi biochar. Petani telah sadar bahwa aplikasi biochar dapat menurunkan biaya usahatani karena dibuat dari limbah pertanian yang tersedia berlimpah. Alat produksi biochar relatif murah dan terjangkau bagi petani yang ingin memperbaiki kondisi lahannya yang kritis.Kata kunci: Biochar; Lahan Kritis; Teknologi Sederhana.AbstractEfforts to increase production and productivity of agricultural land at this time is not easy because the availability of agricultural land is relatively fixed, and even tends to decrease due to various factors. One alternative that can be done in the short term is to improve the fertility of the barren land that has been used by the farming community as a source of livelihood. The aim of the community service program for farmer partners is to introduce biochar technology to improve critical land (barren and rocky) and evaluate existing farming. The methods used to achieve these objectives are counseling and training in making biochar (technology), providing assisting in making biochar tools and plant seeds, as well as assistance to partner farmers in Jetak Village, Montong District, Tuban District. Farmers are beginning to understand biochar technology and its benefits for farming on degraded land, using biochar technology, and farm management based on biochar technology. Farmers are aware that biochar application can reduce farming costs because it is made from abundant available agricultural waste. Biochar production equipment is relatively inexpensive and affordable for farmers who want to improve their critical land conditions.Keywords: Appropriate Technology; Biochar; Critical Land.
Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Tanamanan Markisa Kuning Pemanfaatan Pekarangan di Kota Medan Suswati Suswati; Asmah Indrawati; Beby Masitoh
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 82 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i82.3465

Abstract

Kelurahan Lau Cih dan Sidomulyo merupakan dua kelurahan di Kecamatan Medan Tuntungan yang terbanyak partisipasi rumah tangga dalam usaha pertanian. Pada umumnya kelompok pria yang berkecimpung di bidang pertanian dan hampir 20% kelompok wanita juga berperan di bidang tersebut. Kelompok wanita mengalokasikan waktunya 5-6 jam untuk bekerja di usaha pertanian milik sendiri atau orang lain. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya waktu wanita untuk mengurus pekarangan rumahnya,.Padahal lahan di dua kelurahan tersebut merupakan lahan subur. Kurangnya informasi mengenai jenis markisa yang dapat dikembangkan di dataran rendah dan belum dikuasainya teknik budidaya tanaman markisa kuning menjadi alasan belum dikembangkannya markisa dataran rendah..Tujuan kegiatan adalah : 1. Sosialisasi pemanfaatan pekarangan dengan tanaman markisa dataran rendah (markisa kuning). 2.Melatih PKK dalam pembudidayaan tanaman markisa kuning. Kegiatan IPTEKS ini telah dilaksanakan pada 2 kelompok PKK kelurahan Lau Cih dan Sidomulyo yang masing-masing diikuti 20 orang. Metoda yang digunakan untuk memecahkan masalah diatas adalah dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan maupun tekhnologi pembudidayaan tanaman markisa kuning dilanjutkan dengan pembinaan yang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok PKK.Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan peserta tentang tanaman markisa, jumlah tanaman markisa yang di tanam di pekarangan anggota PKK Lau Cih dan Sidomulyo.
Tehnik Pengolahan Kacang Hijau menjadi Tempe untuk Meningkatkan Penghasilan Keluarga di Desa Tembung Frida Dinar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 75 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i75.4809

Abstract

Desa tembung merupakan salah satu desa yang terkenal akan hasil pertanianya. Terletak di iklim tropis, kaya akan keanekaragaman pangan, curah hujan yang seimbang membuattanah Indonesia menjadi subur, sehingga cocok ditanam aneka jenis tanaman seperti padi - padian, buah - buahan, sayur — sayuran, juga kacang — kacangan seperti kacang tanah, kacang kedeati dan kacang htjau dapattumbuh dengan baik. Khususnya kacang- kacangan misalnya tempe. Tempe adalah jenis olahan makanan tradisional makanan Indonesia yang sudah sejak lama dikenal dan digemari oleh masyarakat kita. Mutu protein yang terkandung dalam kacang hijau hampir seimbang dengan daging, selainkandungan gizinya, harga tempe yang relative murah dan mudah dldapat membuat para ibu rumah tangga memilih alternative tempe sebagai menu yang dapat divariasikan dengan bahan - bahan lain setiap harinya. Tempe kaya akan serat, kalsium, vit B dan zat faesi. Hingga saat ini bahan utamapembuatan tempe adalah kacang kedelai yang difermentasikan dengan bahan lainya yaitu ragi tempe.Pada saat ini bahan utama pembuatan tempe sudah ada menggunakan kacang hijau karena kandungangizi kacang hijau tidak jauh berbeda dengan ksca.ng kedelgi,
STUDI TENTANG MADUMONGSO PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) KELAPA SARI KABUPATEN BLITAR Sukamto Sukamto; Sudiyono Sudiyono; Wahyu Wulandari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i2.10536

Abstract

AbstrakMadumongso merupakan salah satu produk pangan tradisonal masyarakat Jawa yang mana saat ini mulai terancam dengan hadirnya produk-produk pangan impor.Salah satu sentra produksi madumongso yang sekarang masih bertahan adalah usaha kecil menengah Kelapa Sari di kabupaten Blitar. Tujuan kegiatan adalah untuk mempelajari teknologi proses produksi dan manajemen sebagai upaya memperbaiki citra produk madumongso agar mampu meningkatkan daya saing dan segementasi pasar baik dalam maupun luar negeri. Metode pelaksanaan kegiatan pada Mei sampai Agustus 2017 dengan cara survey dan wawancara langsung pada usaha kecil menengah Madumongso Kelapa Sari di Kabupaten Blitar dan memberi solusi alternatif . Hasil kegiatan menunjukan bahwa proses produksi menggunakan jedi kusus yang dilengkapi mesin pengaduk semi otomatis sehingga control kualitas lebih terjamin. Bidang manajemen dan pemasaran produk mengalami peningkatan 10-20 persen pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016. Pasar luar negeri terbangun karena jasa Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Luar Negeri. Kesimpulan dari hasil kegiatan adalah bahwa produk madumongso sangat potensi untuk dikembangkan menjadi produk andalan usaha kecil menengah baik untuk pasar domestic maupun mancanegara. Berbagai sentuhan teknologi, manajemen produksi dan pemasaran perlu dikembangkan secara berkelanjutan.Kata kunci : Madumongso, UKM, Manajemen, Produksi AbstractMadumongso is one of the traditional Javanese food products which is currently threatened by the presence of imported food products. One of the madumongso production centers that still survive is the small and medium business (UKM) Kelapa Sari in Blitar district. The purpose of the activity is to study the production process and management technology as an effort to improve the image of madumongso product in order to increase the competitiveness and market segementation both domestic and abroad. Methods of implementation of activities in May to August 2017 by way of direct survey and interview on small business Madumongso Kelapa Sari in Blitar regency and providing alternative solutions. The results show that the production process using a special jedi equipped with semi-automatic stirring machine so that quality control is more secure. The field of product management and marketing has increased 10-20 percent by 2017 compared to 2016. Foreign markets are built on the services of Indonesian Migrant Workers working abroad. The conclusion of the activity result is that madumongso product is very potential to be developed into a mainstay product of small and medium enterprises both for domestic and foreign market. A variety of touch technologies, production management and marketing needs to be developed in a sustainable manner.Key words: Madumongso, UKM, Management, Production
APLIKASI TEKNOLOGI PENGERING TENAGA MATAHARI DAN BIOMASSA PADA PRODUKSI IKAN ASIN DAN IKAN ASAP DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Suprapto Suprapto; Eka Daryanto; Chandra S
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i1.4682

Abstract

Pengawetan ikan dengan metode pengeringan telah lama dipraktekkan oleh pengusaha pengawet ikan. Secarakhusus, kegiatan pengeringan dan pengasapan ikan telah sejak lama menjadi mata pencaharian bagi komunitaspengolahan ikan asin dan ikan asap yang ada di Desa Bagan Percut Sei Tuan dan Desa Bandar Khalipah diKabupaten Deli Serdang. Namun, pada umumnya, proses pengawetan ikan melalui metode pengeringan denganhanya mengandalkan sinar matahari yang dilanjutkan dengan pengasapan di alam terbuka menghasilkankapasitas produksi ikan asin dan ikan asap yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat didua mitra yang terdapat di kedua Desa tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan hasil produksi ikan asin danikan asap serta meningkatkan kemampuan manajerial usaha kedua mitra dengan pemanfaatan teknologi tepatguna berupa alat pengering tenaga matahari dan biomassa (APTM-BM). Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat yang dilaksanakan dengan metode pelatihan dan demonstrasi telah memberikan kontribusi kepadakedua mitra dimana kapasitas produksi ikan asin dan ikan sapa menjadi meningkat walaupun pada saat sinarmatahari tidak optimal ataupun musim hujan. Selain itu, kesadaran dan pengetahuan kedua mitra akanpentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan disiplin turut meningkat. Kedua hal ini juga menjadi landasanpenting bagi kedua mitra untuk pengembangan usaha mereka di masa depan.
PENINGKATAN KAPASITAS DAYA LISTRIK PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO BINTANG ASIH GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN PENERANGAN Rimbawati Rimbawati; Abdul Azis Hutasuhut; Muharnif Muharnif
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i4.12836

Abstract

AbstrakBintang Asih merupakan salah satu dusun terpencil di Desa Rumah Sumbul Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah penduduk 140 jiwa dalam 25 Kepala Keluarga (KK) dan tergolong wilayah desa tertinggal dengan fasilitas penerangan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 1,1 KW. Pembangkit dan sistem distribusi di desain sangat sederhana sehingga tidak memenuhi Standart Umum Instalasi Listrik (PUIL. Selanjutnya Kapasitas pembangkit tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhn warga sebanyak 25 KK yang ada di dusun tersebut. Berdasarkan hal ini maka pengabdian masyarakat ini akan melakukan peningkatan kapasitas PLTMH tersebut menjadi 5 kW dengan mengubah kincir menjadi turbin serta melakukan substitusi IPTEK berupa pelatihan manajemen pengelolaan pembangkit dan peberdayaan ekonomi melalui industri gula merah. Pada akhir program pengabdian ini disimpulkan bahwa telah dilakukan peningkatan kapasitas PLTMH sebesar 5 KW dengan meng-upgrade kincir air menjadi turbin, melakukan perubahan sistem distribusi sesuai PUIL. melakukan pemasangan Electronic Load Control (ELC) pada pembangkit, Mini Circuit Breaker (MCB), saklar dan stop kontak di setiap rumah warga serta melakukan sosialisasi manajemen pemeliharaan PLTMH. Saat ini warga sudah menikmati fasilitas penerangan yang lebih memadai dengan perolehan daya 200 Watt/KK. Dari sisi peningkatan ekonomi telah tumbuh home industry gula aren dengan total produksi 60 kg/minggu.Kata Kunci: PLTMH Bintang Asih, PUIL, ELC.AbstractBintang Asih is one of the remote hamlets in Rumah Sumbul Village, STM Hulu Subdistrict, Deli Serdang Regency with a population of 140 people in 25 families and classified as underdeveloped rural areas with lighting facilities using 1.1 KW capacity Micro Hydro Power Plant (MHP). The generator and distribution system are designed so simple that they do not meet the General Standards for electrical Installation Furthermore, the capacity of the plant is insufficient to meet the needs of as many as 25 households in the hamlet. Based on this problems, community service will increase the capacity of the MHP to 5 kW by turning the windmill into a turbine and substituting science and technology in the form of training in power management and economic empowerment through the brown sugar industry, and at the end of this service program it was concluded that the capacity of 5 KW of PLTMH had been upgraded by upgrading changes to the distribution system according to General Standards for electrical Installation, installs Electronic Load Control (ELC) on power plants, Mini Circuit Breakers (MCB), switches and sockets in every house and disseminates MHP maintenance management. more adequate lighting with 200 Watt/KK power gain. In terms of economic improvement, palm sugar industry has grown with a total production of 90 kg/ week.Keywords: Bintang Asih MHP, MCB, ELC.
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL MENENGAH MELALUI MANAJEMEN PEMBUKUAN PADA KELOMPOK TUKANG MEBEL KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Syahreza Alvan; Irma Novrianty Nasution; Syahrurahman Djayusman
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i3.7448

Abstract

                                                     Abstrak Pemerintah memberi perhatian yang besar terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Masalah yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM antara lain mengenai pemasaran produk, teknologi, pengelolaan keuangan, kualitas sumber daya manusia dan permodalan. Salah satu masalah yang sering kali terabaikan oleh para pelaku bisnis UMKM yaitu mengenai pengelolaan keuangan. UMKM industri mebel di kota Medan perlu diberi pelatihan pembukuan dan akuntansi yang layak dan benar, maka akan memungkinkan mereka untuk memperoleh kredit UMKM bersubsidi dari pemerintah yang akan meningkatkan keberhasilan usaha baik dalam pengelolaan dana keuangan usaha atau pun kemampuan memproduksi produk dalam kuantitas yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik. Lokasi Mitra UMKM di Desa Bandar Khalifah Kecamatan Percut Sei Tuan Dusun XIV Seroja dan Dusun XVI. Permasalah tersebut dapat dipecahkan secara bersamaan dengan memberikan pelatihan pembukuan dan akuntansi dasar bagi UMKM tukang mebel Kecamatan Percut Sei Tuan. Pelatihan tersebut akan dimulai dengan pelatihan pembukuan, dilanjutkan dengan pelatihan pemahaman akuntansi secara mendasar, pelatihan penggunaan komputer dasar dan diakhiri dengan pelatihan pembukuan dan akuntansi terkomputerisasi. Dengan pelatihan yang dibuat selama 6 (enam) kali pertemuan mitra dapat membuat pembukuan yang baik dan mitra dapat membuat pengajuan Kredit Usaha Kecil (KUK) yang disediakan pemerintah. Kata kunci: Pembukuan, tukang mebel, UMKM                                                      Abstract The government gives a great attention to the development of Micro, Small, Medium Enterprises. The problem often faced by Micro, Small, Medium Enterprises, among others, regarding the marketing of products, technology, financial management, human resources and capital. One problem that is often overlooked by businesses, namely Micro, Small, Medium Enterprises on financial management. The Micro, Small, Medium Enterprises furniture industries in the city of Medan need to be trained in accounting proper and correct, it will enable them to acquire Micro, Small, Medium Enterprises loans subsidized from the government that will enhance the success of businesses both in fund management business finances or the ability to produce products in quantities of more and better quality. Location Partner Micro, Small, Medium Enterprises in Desa Bandar Khalifah District of Percut Sei Tuan Dusun XIV Seroja and Dusun XVI. These problems can be solved simultaneously by providing training in basic accounting for Micro, Small, Medium Enterprises of Percut Sei Tuan District. The training will begin with accounting training, followed by training in basic understanding of accounting, basic computer usage training and ends with computerized accounting training. With the training made for six meetings partners can make a good accounting and partners can make filing Micro Business Credit Program provided by the government. Keywords: Accounting, furniture’s craftmanship, Micro, Small, Medium Enterprises 

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue