cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
Penerapan Problem Based Learning pada Peningkatan Kompetensi Mahasiswa dalamMenyelesaikan Permasalahan Limit Budi Halomoan Siregar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4668

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahanlimit yang diajarkan pada matakuliah kalkulus dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah(problem based learning). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian inidilakukan pada mahasiswa Fisika (non kependidikan) Unimed semester gasal tahun pelajaran 2014/2015yang berjumlah47orang. Data diperoleh melalui hasil wawancara dan menganalisis dokumen pekuliahan.Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikanaktivitas mahasiswa dan dosen selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, analisis ini jugamenggambarkan pencapaian kompetensi pada materi limit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwadengan menerapkan problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada materilimit secara signifikan.
PENGGUNAAN MANGROVE UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI RUMAH TANGGA Risnovita Sari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i4.5753

Abstract

Tanaman bakau (mangrove) merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah pantai khususnya di sepanjang garis pantai daratan. Salah satu fungsi dari penggunaan tanaman bakau adalah sebagai bahan baku pembuatan batik. pakaian umumnya batik dimulai dengan proses pemberian malam (lilin) ​​pada kain, pencelupan dan pelepasan lilin dengan menggunakan alat-alat seperti canting atau cap, gawangan atau tempat untuk meletakkan kain batik, wajan, kompor anglo atau kecil, malam atau lilin dan pewarna baik dari kimia atau pewarna alami dari tumbuhan seperti bakau dan kulit kayu. Permasalahan yang dihadapi oleh ibu-ibu di kawasan desa Sicanang Medan Belawan adalah bahwa tidak adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga yang sebagian besar nya bekerja sebagai buruh pelabuhan dan nelayan. Hal ini terjadi karena kurangnya ide-ide dan kemampuan/kreativitas masyarakat dalam menggali kreativitas berbasis sumber daya local mengingat di daerah ini sangat banyak tumbuh tanaman bakau yang dapat digunakan sebagai industri kreatif seperti menggunakan ekstrak tanaman bakau sebagai bahan pewarna batik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan ekonomi rumah tangga di Kabupaten Sicanang Medan Belawan melalui pelatihan pewarnaan batik menggunakan bahan baku dari tanaman bakau. Masyarakat juga dibekali dengan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan di bidang organisasi, produksi, administrasi dan pemasaran dari karya batik yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan peralatan pembuatan batik, pekerjaan membuat pewarna batik terbuat dari tanaman bakau serta bahan batik yang dapat digunakan sebagai syal, kemeja, taplak meja, saputangan, rok, jilbab dan lain-lain.
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN SHOW OFF PRODUK MAKANAN BERBAHAN SAYURAN DAN DAMPAKNYA PADA SISWA SDN KARANGSALAM KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH Sapto Nugroho Hadi; Ahadiyat Yugi Rahayu; Okti Herliana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i3.11756

Abstract

AbstrakPermasalahan di SDN Karangsalam, yaitu (1). Pihak sekolah memiliki komitmen menjadi sekolah adiwiyata, namun belum memiliki program pendukung, (2). Pihak sekolah prihatin dengan minimnya pengetahuan siswa terhadap ragam jenis sayur dan manfaatnya, (3). Pola konsumsi makanan harian siswa yang cenderung instan, minim sayur dan gizi tidak berimbang, dan (4). Sekolah berada di lingkungan cukup padat penduduk yang belum memanfaatkan lingkungan rumahnya untuk kegiatan budidaya tanaman sayuran. Kegiatan ini bertujuan menerapkan teknologi budidaya tanaman sayuran dengan sistem demonstrasi dan plot (demplot), melakukan transfer pengetahuan beragam jenis sayur dan manfaatnya, dan show off produk makanan berbahan sayuran. Metode yang dilaksanakan, yaitu demplot dan pelatihan budidaya tanaman sayuran, transfer pengetahuan tentang beragam jenis sayur dan manfaatnya, serta show off produk makanan berbahan sayuran. Hasilnya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap budidaya sayuran dengan teknik vertikultur dari 0% menjadi 71%, meningkatkan pengetahuan siswa terhadap ragam jenis sayuran dari 0% menjadi 92%, meningkatkan kemampuan siswa menjawab dengan benar manfaat sayuran bagi kesehatan dari 0% menjadi 62%, meningkatkan ketertarikan siswa dalam budidaya tanaman sayuran dari 33% menjadi 46%, meningkatkan kesukaan siswa terhadap makanan berbahan sayuran dari 92% menjadi 100%, meningkatkan frekuensi harian konsumsi siswa terhadap makanan berbahan sayuran dari 42% menjadi 71%.Kata kunci: SDN Karangsalam, Pengabdian Kepada MasyarakatAbstractProblem in SDN Karangsalam: (1). The school has a commitment to become adiwiyata schools, but there is no supporting program, (2). Students' lack of knowledge of vegetables type and their benefits, (3). Daily food consumption of students tend to be instant, lack of vegetables, and (4). The community around the school has not utilized the home environment for vegetable cultivation. This activity aimed to implement vegetable cultivation with demonstration and plots (demplot), transfer knowledge of vegetables type and their benefits, and show off vegetable-based food products. The methods were implemented: demplot and training in vegetable cultivation, transfer knowledge of vegetables type and their benefits, and show off vegetable-based food products. The result showed increasing: students' knowledge of verticulture techniques for vegetable cultivation from 0% to 71%, students' knowledge of vegetables type from 0% to 92%, students' ability for answering the benefits of vegetables from 0% to 62%, student interest in vegetable cultivation from 33% to 46%, students' preference for vegetable-based foods from 92% to 100%, the frequency of daily consumption of vegetable-based foods from 42% to 71%.Keywords: SDN Karangsalam, Community service
TEKNIK PANDUAN BAGI MAHASISWA BAHASA JERMAN MENGENALMODALITAS DAN EVIDENSIALITASBAHASA MINANGKABAUDIALEK PARIAMAN SEBAGAI PEMBELAJARAN Risnovita Sari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 71 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i71.4714

Abstract

Modalitas ialah sikap pembicara yang dinyatakan secara gramatikal, bukan secara leksikal terhadap apayang dikemukakan dalam tuturannya. Perbedaan pemaparan tentang modalitas dalam berbagai bahasasangat bervariasi. Modalitas dalam bahasa Minangkabau dialek Pariaman  banyak dinyatakan dengankata dan hanya sebagian dinyatakan dengan frasa.Kata-kata atau frasa yang menyatakan modalitas itudisebut penanda modalitas. Penanda modalitas dalam Bahasa Minangkabau dialek Pariamandikelompokkan menjadi empat yakni : penanda modalitas intensional, penanda modalitas epistemik,penanda modalitas deontik, dan penanda modalitas dinamik.  Bahasa Minangkabau dialek Pariamanmerupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia.Evidensialitas dalam Bahasa Minangkabaudialek Pariaman dikodekan dengan tingkat keterandalan (degree of realibility), keyakinan (belief),kesimpulan  (inference), dan kabar orang/angin atau desas-desus (hearsay).Modalitas dan Evidensialitasjuga terdapat pada bahasa Jerman dan penting untuk dipelajari.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BENDAR KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI MENUJU DESA SENTRA KERUPUK IKAN Dina Prasetyowati; Rasiman Rasiman; Ipah Budi Minarti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14593

Abstract

Desa Bendar dikenal sebagai desa Nelayan karena mayoritas penduduk Desa Bendar adalah nelayan dengan jumlah sebesar 55,7% atau 880 orang. Root of problem yang dihadapi oleh Desa Bendar, Kecamatan Juana, Kabupaten Pati adalah banyaknya hasil tangkapan ikan para nelayan serta sumber daya manusia yang belum terberdayakan secara maksimal, sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik secara kelompok maupun individu di Desa Bendar. Mitra dalam pengabdian ini adalah KUB Mina Melati. Dalam menjalankan usahanya, KUB Kerupuk Ikan Mina Melati masih menerapkan manajemen tradisional. Rendahnya pengetahuan anggota KUB Kerupuk Ikan Mina Melati menjadi salah satu penyebabnya terutama dalam hal proses produksi dan pengolahan kerupuk yang baik dan manajemen pengelolaan usaha. Kegiatan yang dilaksanakan pengabdian ini adalah pelatihan dan workshop teknik-teknik produksi kerupuk, serta praktik produksi kerupuk. Dengan adanya program pengabdian ini diharapkan masyarakat Desa Bendar dapat menghasilkan produksi kerupuk ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Apabila nilai jual dari hasil pengolahan kerupuk ikan tinggi, maka penghasilan warga akan meningkat, dan selanjutnya memberi dampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Bendar dan menjadikan Desa Bendar sebagai Desa Sentra Kerupuk Ikan. Kata kunci: Desa Nelayan, Kerupuk Ikan,Pemberdayaan. Abstract Bendar Village is well- known as a Fishing Village because the majority of Bendar Village residents are fishermen with a total of 55.7% or 880 people. The root of the problem faced by Bendar Village, Juana Subdistrict, Pati Regency was the number of fish catches of the fishermen and human resources that have not been maximally empowered yet, so that they have not been able to improve the welfare of the community yet both individually and in groups in Bendar Village. The partner in this service was KUB Mina Melati. In running its business, KUB Kerupuk Ikan Mina Melati still applied traditional management. The low knowledge of members of KUB Kerupuk Ikan Mina Melati was one of the causes, especially in terms of good cracker production and processing and business management. The activities carried out by this service were training and workshops on cracker production techniques, as well as cracker production practices. With this community service program, it is hoped that the people of Bendar Village can produce fish crackers that have a high selling value. If the selling value of fish cracker processing results is high, the income of citizens will increase, and subsequently, have an impact on improving the welfare of the people of Bendar Village and making Bendar Village a Center Village of Fish Crackers. Keywords: Fishing Village, Fish Crackers, empowerment.
Physical Training Meningkatkan Keterampilan dan Performance Atlet Eva Faridah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 81 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i81.3409

Abstract

“Training” dalam keolahragaan dapat diartikan sebagai upaya penyiapan atlet agar memiliki keterampilan dan kemampuan (performance) yang lebih tinggi. Training merupakan salah satu bagian yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Tidak jarang, kepribadian atlet sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tercipta saat pelaksanaan training. Seperti halnya di Indonesia, sebelum bertanding dalam olahraga kompetitif, atlet sering diberi suatu program latihan dalam jangka waktu tertentu, untuk itu, biasanya mereka dikumpulkan pada suatu tempat agar proses latihan berjalan dengan lancar. Faktor-faktor yang mempengaruhi performan individual oleh Hare (1982), dibagi menjadi lima bagian yaitu; personality, physical condition, technique and co-ordination, tactical ability, dan mental preparation. Untuk mengembangkan dan meningkatkan performan atlet dengan hasil yang lebih lebih maksimal perlu dipertimbangkan beberapa hal; antara lain The Principle Of Individual Differences, The Principle of Overload, The Principle of Progression, The Principle of Adaptation, The Principle of Use/Disuse, The Principle of Specificity (Quinn, 2006). Exercise adalah aktifitas fisik yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan atau menjaga kebugaran tubuhnya (physical fitness). Sedangkan physical exercise adalah aktivitas fisik yang dilakukan untuk mengembangkan dan menjaga kebugaran fisik (physical fitness) dan kesehatan tubuh secara keseluruhan (Webster, 2006).
PERBEDAAN PENGARUH LARI 12 MENIT DENGAN JALAN CEPAT 4.8 KILOMETER TERHADAP KAPASITASVITAL PARU-PARU PADA MAHASISWA JURUSAN IKOR FIK UNIMED TAHUN 2010 Benny Subadiman
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 73 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i73.4739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan PengaruhLari 12 Menit Dengan Jalan Cepat 4,8Km Terhadap Kapasitas Vital Paru-paru Mahasiswa Jurusan IKOR FIK UNIMED. Penelitian inimengunakan metode experiman semu dengan rancangan penelitian “Randomized pre-test and Post-testGrup Design”. Perlakuan diberikan3 kali seminggu selama 6 minggu. Sampel penelitian berjumlah 30orang dan penarikan sampel berdasarkan random sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok,kelompok pertama diberi latihan lari 12 menit dan kelompok kedua diberi latihan jalan cepat 4,8 km.Untuk mengetahui pengaruh latihan Lari 12 Menit dan Jalan Cepat 4,8 Km Terhadap Kapasitas VitalParu-paru digunakan uji-t satu pihak dan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan latihan keduakelompok digunakan uji-t dua pihak (gabungan).Hasil analisis dengan uji-t menunjukkan bahwa : (1)untuk hipotesa satu menunjukkan bahwa nilai thitungsebesar 48,108, sedangkan nilai ttabel pada tarafsignifikan= 0,05 dan jumlah sampel 15 orang diperoleh thitungsebesar 2,13, ini berarti menunjukkanbahwa thitungyang diperoleh lebih besar dari ttabel sebesar 12,252, ini juga menunjukkan bahwa t. (2) untuk hipotesis dua menunjukkan bahwa nilai thitungyang diperoleh lebih besar dari  ttabel(3) untukhipotesis tiga menunjukkan bahwa thitungsebesar 5,628, ini berarti menunjukkan bahwa tyangdiperoleh lebih besar dari ttabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) latihan lari 12 menitberpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan Kapasitas Vital Paru-paru  Putra Kelas II SMP Negeri2 P. Batu. (2) latihan jalan cepat 4,8 berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan Kapasitas VitalParu-paruMahasiswa Jurusan IKOR. (3) secara signifikan latihan lari 12 menit lebih baik dari pada jalancepat 4,8 km dalam meningkatkan Kapasitas Vital Paru-paruMahasiswaJurusan IKOR FIK UNIMMED.
PELATIHAN SHUTTLE TIME BULUTANGKIS DI SD NEGERI 91 PEKANBARU Novri Gazali; Romi Cendra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6881

Abstract

Abstrak Provinsi Riau merupakan salah satu Provinsi yang sedang gencar-gencarnya melakukan pembinaan di berbagai cabang olahraga di antaranya adalah bulutangkis. Salah satu cara Pengurus PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Provinsi Riau meningkatkan dan mensosialisasikan olahraga bulutangkis yaitu dengan cara masuk ke sekolah-sekolah dan mengadakan kegiatan shuttle time di sekolah dasar. Shuttle time adalah suatu program kepelatihan bulutangkis untuk para Guru-Guru olahraga sekolah dasar dan anak-anak usia dini dalam rangka pengembangan olahraga bulutangkis di sekolah dasar seluruh Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga bulutangkis dan meningkatkan minat siswa dalam bermain bulutangkis, dan diharapkan dengan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri 91 Rumbai Pekanbaru ini akan muncul bibit-bibit atlet bulutangkis masa depan khususnya dari Provinsi Riau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 91 Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru dengan peserta adalah Guru Penjaskes yang berjumlah 2 orang dan siswa SD Negeri 91 Pekanbaru yang berjumlah 22 orang. Materi yang akan disampaikan berisi tentang bagaimana belajar bulutangkis dengan benar dan bagaimana agar siswa-siswi di SD menyukai dan menyenangi olahraga bulutangkis. Metode yang diberikan berupa praktek dan tes keterampilan bermain bulutangkis siswa di SD Negeri 91 Pekanbaru.. Kata Kunci: Pelatihan Shuttle Time, Bulutangkis.   Abstract Riau Province is one of the provinces that are incessant-incessant to coaching in various sports such as badminton. One of the Board's ways PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Riau Province improves and socializes badminton sport that is by way of entering to school and holding activity of shuttle time in elementary school. Shuttle time is a badminton coaching program for elementary school and early childhood sports teachers in order to develop badminton sport in elementary school all over Indonesia. This training is aimed to promote badminton sport and increase students' interest in badminton game, and it is expected that with community service activity in SD Negeri 91 Pekanbaru will emerge seeds of future badminton athletes especially from Riau Province. This community service activity was carried out in SD Negeri 91 Rumbai sub-district Pekanbaru with the participants were Teacher Penjaskes which amounted to 2 people and students SD Negeri 91 Pekanbaru City which amounted to 22 people. The material will be delivered about how to learn badminton properly and how to make the students in elementary school like and enjoy badminton sport. The methods given in the form of practice and test of badminton students play in SD Negeri 91 Pekanbaru. Keywords: Shuttle Time Training, Badminton.  
BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SDN 26 DAN 28 AIR TAWAR TIMUR PADANG UTARA KOTA PADANG Eliyasni, Rifda; Harni, Harni; Habibi, Muhammad; Anita, Yesi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i1.15006

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi minimnya pengetahuan guru SDN 26 dan 28 Air Tawar Timur Padang Utara Kota Padang terkait implementasi Kurikulum 2013. Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan ini bertujuan untuk: (1) membimbing guru mengidentifikasi hakikat Kurikulum 2013, (2) membimbing guru mengidentifikasi sistem pembelajaran Kurikulum 2013, (3) membimbing guru menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum 2013, (4) membimbing guru mempelajari dan merancang sistem penilaian Kurikulum 2013. Pelaksanaan kegiatan menggunakan teknik bimbingan dengan memvariasikan berbagai macam metode, yaitu ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pelatihan/penugasan. Dari kegiatan bimbingan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) guru telah mengetahui hakikat Kurikulum 2013 dan tertarik melaksanakannya, (2) guru telah mengetahui tata cara pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013, (3) guru telah mengetahui jenis-jenis perangkat pembelajaran dan mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013, (4) sistem penilaian Kurikulum 2013 memang cukup rumit, namun secara keseluruhan guru cukup memahami dan mampu merancang penilaian autentik Kurikulum 2013 walaupun tetap membutuhkan bimbingan tidak langsung.Kata Kunci: Bimbingan Teknis; Implementasi dan Penilaian; Kurikulum 2013.AbstractThis activity is motivated by the lack of knowledge of SDN 26 and 28 Air Tawar Timur teachers in North Padang, Padang City related to the implementation of the 2013 curriculum. Based on this, this activity aims to: (1) assist teachers in understanding the nature of the 2013 curriculum, (2) assisting teachers in identifying procedures learning curriculum 2013, (3) assisting teachers to develop learning tools for the 2013 curriculum, (4) assisting teachers in learning the 2013 curriculum assessment system. Implementation of activities uses mentoring techniques by varying various methods, namely lectures, discussions, questions and answers, and training / assignments. From the mentoring activities, the following results were obtained: (1) the teacher understood the nature of the 2013 curriculum and was interested in implementing it, (2) the teacher knew the procedures for implementing the 2013 curriculum, (3) the teacher knew the types of learning tools for the 2013 curriculum, but still further assistance is needed in preparing the Learning Implementation Plan (RPP) and teaching materials, (4) the 2013 Curriculum assessment system is indeed quite complicated, but overall teachers have understood even though it still requires indirect assistance.Keywords: Technical Assistance; Implementation and Assessment; Curriculum 2013.
PELATIHAN PENINGKATAN PENGGUNAAN MULTI MEDIA (windows movie maker) PEMBELAJARAN PADA GURU SMA DENGAN MENGAKTIFKAN MGMP DI LABUHAN BATU SELATAN MUKTI HAMJAH HARAHAP; ARNAH RITONGA; Susiana Susiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 76 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i76.3439

Abstract

Rendahnya komptensi guru dan minimnya kegiatan pengembangan keprosionalan guru di kabupaten labuhan batu menjadi latar belakang dilakukannya kegiatan pembinaan guru berdasarkan kelompok MGMP yang ada. Hal terungkap setelah dilakukan berbagai diskusi dengan pihak dinas pendidikan Labuhanbatu Selatan. Dari berbagai permasalahan yang muncul saat diskusi maka disepakati dilakukan pembinaan guru melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan Peningkatan Penggunaan Multi Media (Windows Movie Maker) Pembelajaran Pada Guru SMA Dengan Mengaktifkan MGMP Di Labuhanbatu Selatan. Pelatihan pembinaan guru dilakukan atas kerjasama LPM unimed dengan dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan. Sementara guru yang dilibatkan berasal dari seluruh SMA Negeri dan Swasta untuk semua guru mata pelajaran yang di UN kan. Metode pelatihan dilakukan dengan sistem pendampingan yang diawali dengan workshop selama dua hari. Setelah workshop dilakukan pendampingan selama empat kali dengan selang waktu seminggu. Di saat pendampingan terakhir dilakukan kunjungan kesekolah dalam bentuk lesson study untuk aplikasi penggunaan projek yang telah dihasilkan oleh peserta. Projek tersebut diberikan pada masing-masing kelompok MGMP. Dari sembilan kelompok MGMP hanya empat kelompok yang menyelesaikan tugasnya. Seluruh perkembangan kegiatan di sampaikan laporan pada dinas pendidikan sehingga dinas dapat mengetahui perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai oleh guru peserta pelatihan. Kegiatan ini diharapkan dapat ditindak lanjuti oleh dinas pendidikan dimasa yang akan datang sehingga pembinaan peningkatan keprofesionalan guru berkelanjutan dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kata kunci : Pendidikan, Pendampingan, workshop

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue