cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGINE PASCA BENCANA BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDEU KABUPATEN PIDIE JAYA Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Nurlaili Ramli
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5913

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan kesehatan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko penyakit akibat buruknya sanitasi dan rendahnya praktik personal hygiene, khususnya pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir di Desa Manyang Cut Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang dipilih menggunakan teknik (misalnya: total sampling atau purposive sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan personal hygiene (p value = 0,001) serta antara sikap dengan personal hygiene (p value = 0,001). Namun demikian, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan dan sikap dengan praktik personal hygiene, di mana sebagian responden dengan pengetahuan dan sikap positif masih memiliki personal hygiene yang kurang baik, serta sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku personal hygiene tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap, tetapi juga oleh faktor lain seperti ketersediaan sarana sanitasi, akses air bersih, dan dukungan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir, namun diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan perilaku kebersihan diri. Disarankan adanya peningkatan edukasi kesehatan serta penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai guna mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: pengetahuan, sikap, personal hygiene, remaja putri, pasca banjir
ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS MEURAH DUA DALAM PASCA BENCANA BANJIR DI ACEH Putri Azzahra; Raudhatun Nuzul ZA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5915

Abstract

Latar Belakang : Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar, terutama pada kondisi pasca bencana. Bencana banjir dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan, keterbatasan sarana prasarana, gangguan distribusi obat, serta peningkatan risiko penyakit di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebijakan kesehatan dengan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Meurah Dua Kecamatan Pidie Jaya pasca bencana banjir di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kebijakan kesehatan dalam kategori baik sebanyak 58 responden (62,4%), sedangkan yang menilai kurang baik sebanyak 35 responden (37,6%). Mutu pelayanan kesehatan sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 61 responden (65,6%), sedangkan kategori kurang baik sebanyak 32 responden (34,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dari 58 responden yang menilai kebijakan kesehatan baik, sebanyak 49 responden (84,5%) menilai mutu pelayanan kesehatan baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebijakan kesehatan dengan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Meurah Dua Kecamatan Pidie Jaya pasca bencana banjir di Aceh. Kebijakan kesehatan yang baik, terarah, dan responsif terhadap kondisi pasca bencana dapat meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan obat, sistem rujukan, koordinasi lintas sektor, serta mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Uswatun Fauziah Lubis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5916

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat,dan menjadi penyebab kematian siginifikan di Indonesia. Termasuk di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh jumlah penderita Diabetes Melitus tipe 2 pada tahun 2022 tercatat sebanyak 89 orang (14,6%) dari 609 pengunjung poli penyakit dalam. Pada tahun 2023 menurun menjadi 54 orang (11%) dari 508 pengunjung, namun kembali meningkat pada tahun 2024 menjadi 99 orang (16,1%) dari 613 pengunjung. Peningkatan ini diduga kuat disebabkan oleh pola makan tidak sehat, obesitas, gaya hidup kurang aktif, dan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah sangat penting untuk pengendalian penyakit ini. Untuk mengetahui hubungan antara Pola Makan, Obesitas, dan Gaya Hidup dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 94 orang yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Tidak terdapat hubungan antara pola makan dan kadar gula darah (p = 0,988). Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara obesitas dan kadar gula darah (p = 0,000). Gaya hidup juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar gula darah (p = 0,037). Terdapat hubungan antara obesitas dan gaya hidup dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Namun, pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan edukasi mengenai pengendalian berat badan dan penerapan gaya hidup sehat untuk pengelolaan gula darah yang optimal. Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Pola Makan, Obesitas, Gaya Hidup
ANALISIS IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KESEHATAN (PERMENKES) 19 TAHUN 2024 DAN DAMPAKNYA TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA JANTHO, ACEH BESAR Nuri Utari; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5919

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memegang peran penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan primer, sehingga implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 menjadi isu krusial dalam penguatan tata kelola dan mutu layanan. Dalam kerangka pelayanan kesehatan primer, implementasi kebijakan dipengaruhi oleh kesiapan dokumen, sumber daya manusia, fasilitas, evaluasi mutu, dan koordinasi layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 di Puskesmas Kota Jantho. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui desk review terhadap dokumen kebijakan dan dokumen internal puskesmas, observasi lapangan, wawancara dengan informan kunci, serta penelusuran data pendukung terkait koordinasi lintas sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Kota Jantho telah memiliki dasar operasional yang cukup memadai, ditandai dengan keberadaan berbagai SOP lintas layanan, pelatihan pegawai, evaluasi rutin melalui lokakarya mini, dukungan pendanaan dari APBD dan BPJS, serta koordinasi lintas sektor. Namun, implementasi kebijakan belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat keterbatasan berupa jumlah pedoman yang minim, sebagian besar dokumen yang belum diperbarui sejak 2023, serta sarana pelayanan yang masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 di Puskesmas Kota Jantho telah berjalan secara fungsional, tetapi masih memerlukan pembaruan dokumen, penguatan fasilitas, dan perbaikan mutu berkelanjutan agar pelayanan kesehatan primer menjadi lebih optimal dan konsisten. Kata kunci: implementasi kebijakan; Permenkes Nomor 19 Tahun 2024; Puskesmas Kota Jantho; pelayanan kesehatan primer; mutu pelayanan
IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI SEKOLAH DASAR DARI PERSPEKTIF KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN PERAN PETUGAS GIZI PUSKESMAS Kharis Meiwan K. Telaumbanua; Syahrul’an Syahrul’an; Erni Susilawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5920

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah dasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian ini menganalisis implementasi Program MBG, peran Petugas Gizi Puskesmas, serta dampaknya terhadap ketahanan pangan keluarga di tiga Sekolah Dasar Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner kepada kepala sekolah, guru, petugas gizi, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG berjalan cukup efektif (83%), meskipun masih menghadapi kendala sarana dapur dan distribusi pangan. Peran Petugas Gizi Puskesmas tergolong baik (87%), terutama dalam perencanaan menu, edukasi gizi, dan pengawasan mutu makanan. Program MBG berdampak positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga, ditunjukkan oleh peningkatan konsumsi pangan bergizi anak, kebiasaan sarapan, serta penurunan pengeluaran pangan keluarga. Dengan demikian, Program MBG berkontribusi terhadap perbaikan status gizi anak dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga, namun memerlukan penguatan sarana pendukung dan tenaga gizi untuk keberlanjutan program.
INOVASI ABON IKAN TONGKOL BERBASIS TEPUNG DAUN KELOR: PENDEKATAN PENGEMBANGAN RESEP DAN DAYA TERIMA KONSUMEN Nanda Fitriana; Ella Frissella; Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan resep abon ikan tongkol dengan penambahan tepung daun kelor serta mengetahui tingkat daya terima konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sederhana dengan pendekatan pengembangan resep dan pengujian sensori menggunakan kuesioner skala Likert 1–9. Perlakuan yang digunakan terdiri dari empat formulasi, yaitu P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%) penambahan tepung daun kelor. Uji sensori dilakukan oleh 25 panelis tidak terlatih dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor memengaruhi karakteristik sensori produk. Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada perlakuan P0 (7,75), diikuti oleh P1 (7,68), P2 (7,33), dan P3 (6,70). Formulasi terbaik adalah P1 (5%) karena tetap mempertahankan tingkat kesukaan panelis dalam kategori “suka” serta memberikan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa abon ikan tongkol dengan penambahan tepung daun kelor berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan lokal yang mendukung ketahanan pangan masyarakat.
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI PADA MASA TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT TGK ABDULLAH SYAFII TAHUN 2026 Fitria Fitria; Mahya Saputri; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5927

Abstract

Latar Belakang: Banjir merupakan kondisi kedaruratan yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Pada masa tanggap darurat bencana banjir, petugas farmasi dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan teliti dalam memberikan pelayanan obat kepada pasien. Meningkatnya tuntutan tugas dan keterbatasan sumber daya manusia dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan beban kerja petugas farmasi, yang meliputi tugas dan ketersediaan sumber daya manusia, terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii Tahun 2026. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas farmasi di instalasi farmasi Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 20 responden (66,7%). Tuntutan tugas terbanyak berada pada kategori sedang sebanyak 14 responden (46,6%), sedangkan ketersediaan sumber daya manusia sebagian besar dinilai cukup sebanyak 21 responden (70%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan tugas dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000, serta terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: adalah beban kerja dan ketersediaan sumber daya manusia yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian. Disarankan rumah sakit melakukan evaluasi beban kerja dan menambah kesiapan sumber daya kefarmasian saat bencana
DETERMINAN PENGOLAHAN SAMPAH LIMBAH RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI GAMPONG BLANG ASAN KECAMATAN KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Mukhlis Mukhlis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5929

Abstract

Latar Belakang: Jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% mulai tahun 2023 hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar non pertahun menjadi 2,2 miliar ton pertahun. Mayoritas kenaikan terjadi di kota-kota di negara berkembang. Di Indonesia, data bank dunia menyebutkan jumlah sampah padat yang diproduksi secara nasional mencapai 151.921 ton perhari Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Determinan Pengolahan Sampah Limbah Rumah Tangga Pada Masyarakat Di Gampong Blang Asan Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Metode Penelitian: bersifat analitik dengan pendekatan crossectional, sampel menggunakan tehnik purposive sampling sebanyak 82 orang, dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 – 28 Agustus 2025. Hasil Penelitian: analisis univariat didapat sebagian besar masyarakat adalah tidak mengolah sampah lembah rumah tangga yaitu 61%, sebagian besar adalah pengetahuan masyarakat cukup yaitu 53,7%, sebagian besar adalah partisipasi masyarakat kurang yaitu 52,4% dan sebagian besar adalah sarana dan prasarana kurang yaitu 58,5%. Analisis bivariat didapatkan pengetahuan nilai P value = 0,000, partisipasi nilai P value = 0,000 dan sarana dan prasarana nilai P value = 0,000. Kesimpulan dan Saran: ada hubungan pengetahuan, partisipasi dan sarana dan prasarana dengan pengolahan sampah limbah rumah tangga. Diharapkan kepada kepala desa atau aparatur desa yang bekerjasama dengan petugas kesehatan untuk bekerja sama memberikan penyuluhan tentang tata cara pengolahan sampah dan bahaya penumpukan sampah yang dilakukan secara rutin setiap bulannya agar masyarakat
ETHNOBIOLOGICAL STUDY OF CHINGKUI, TRADITIONAL FOOD FROM LAMNO, ACEH JAYA, INDONESIA Ardhana Yulisma; Nir Fathiya; Astho barni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5931

Abstract

This study entitled Ethnobiological Study of Chingkui, Traditional Food from Lamno, Aceh Jaya, Indonesia aimed to document the ethnobiological dimensions of chingkui, focusing on plant diversity, cultural significance, and knowledge transmission. A qualitative ethnobiological approach was employed through semi-structured interviews, participant observation, and ethnobotanical documentation involving 60 informants from three villages in Lamno. The study identified 13 plant species from 13 families used in chingkui preparation, each possessing culinary, medicinal, and symbolic functions. Findings revealed that chingkui represents a biocultural heritage integrating ecological knowledge, spirituality, and communal identity, with women playing a central role in preserving traditional knowledge.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA : STUDI DESKRIPTIF DI PLKB MEURAXA Safrizan Safrizan; Rahmat Akbar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5933

Abstract

Reproductive health education for adolescents is a promotive and preventive effort to improve adolescents’ knowledge and awareness of reproductive health. This community service activity aimed to increase adolescents’ understanding through health education at PLKB Meuraxa. The methods used were lectures, material presentations, and interactive discussions. The results showed an improvement in adolescents’ understanding of reproductive health, puberty, reproductive organ hygiene, and prevention of risky sexual behavior. Reproductive health education is expected to help adolescents apply healthy and responsible lifestyles.