cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Rury Widyasari; Yulisyo Ningsih
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5874

Abstract

Abstrak Kebijakan penggunaan dana desa dalam upaya penanganan stunting Nomor 16 tahun 2018 tentang penggunaan dana desa tahun 2019 Pasal 6. Upaya peningkatan gizi masyarakat serta pencegahan anak kerdil (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis (menahun) sehingga menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) prevalensi status gizi balita stunted (TB/U dan PB/U) nasional sebesar 24,4% sedangkan provinsi aceh sebesar 33.2% dan kabupeten aceh besar prevalensinya sebesar 32,4. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian: Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control. Pengumpulan data di lakukan pada tanggal 22-27 Juni tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang di wilayah pesisir kecamatan Lhoong yang berjumlah 834 orang anak balita. sampel menggunakan rumus minimal sampel lameshow, pengambilan sampel dengan cara acak sistematis dengan hasil 42 orang anak balita. yang status gizi katagori Stunting 21 orang dan anak balita normal 21 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengukuran TB/PB menggunakan mikrotoice dengan pengolahan data statistik yaitu uji Chai-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperolah bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p-value =0.0504) , tidak ada hubungan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting (p-value= 0.350) dan tidak ada hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting (p-value=0.504). Kesimpulan dan saran: Adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting dan Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Riwayat Penyakit Infeksi, Riwayat Sanitasi dan Riwayat Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap dengan kejadian stunting.
KUALITAS GIZI MAKANAN SIAP SAJI YANG DIKONSUMSI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.5875

Abstract

Makanan cepat saji memiliki kandungan tinggi kalori, lemak, kolesterol, garam dan rendah vitamin, mineral serta serat. Semakin sering dikonsumsi, maka semakin tinggi risiko terhadap kejadian gizi lebih dan obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gizi makanan siap saji yang dikonsumsi remaja di sekolah menengah atas. Metode penelitian ini yaitu cross sectional dengan melibatkan responden yang berjumlah 204 subjek di kota Banda Aceh yang diambil dengan metode multistage random sampling. Data konsumsi makanan cepat saji diperoleh dari formulir FFQ (Food Frequency Questionnaire) 1 bulan terakhir. Data status gizi remaja diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan timbangan injak, kemudian dilakukan analisis menggunakan aplikasi WHO Anthroplus. Uji statistik untuk analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata responden mengonsumsi dengan frekuensi 7 kali dalam 1 bulan. Responden yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki status gizi lebih dengan persentase sebesar 22,3% dan status gizi obesitas sebesar 13,6%. Kata Kunci: Kualitas Gizi, Makanan Siap Saji, Remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MAKANAN PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.5876

Abstract

Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi seimbang yang di dalamnya mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan serat dalam memenuhi kebutuhan harian tanpa bahan yang berbahaya. Namun, masih banyak para remaja yang suka mengkonsumsi makanan yang berisiko terhadap Kesehatan seperti makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Salah satu penyebab pemilihan makanan pada remaja adalah pengetahuan tentang gizi seimbang dan citra tubuh atau keputusan dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja pada Sekolah Menengah Atas (SMA). mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 120 (85,18%), Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik yaitu sebanyak 85 (60,72%), 80 (57,14%) siswa menunjukkan citra tubuh positif dan pemilihan makanan yang baik sebanyak 78 (55,71%). Berdasarkan hasil analisis chi square, jenis kelamin dengan perilaku pemilihan makanan jajanan (p-value=0,726), pengetahuan gizi seimbang dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000) dan hasil analisis antara citra tubuh dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000). Kesimpulan : faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajan pada remaja yaitu pengetahuan gizi seimbang,dan citra tubuh. Kata kunci : Remaja, Faktor determinan, pemilihan makanan
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP POLA MAKAN DAN STATUS GIZI MAHASISWA PRODI GIZI Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5878

Abstract

Mahasiswa mengalami tantangan dalam menjaga pola makan yang sehat akibat keterbatasan waktu, stres akademik, dan aktivitas yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola makan dengan status gizi pada mahasiswa di Universitas Ubudiyah Indoneisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (67,5%) dan status gizi normal (72,5%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,043). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan berpengaruh terhadap status gizi mahasiswa yang bekerja paruh waktu, sehingga diperlukan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi secara seimbang dalam menjaga status gizi yang optimal. Kata Kunci: Gaya hidup, Pola Makan, Status Gizi, Mahasiswa,
PEMANFAATAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN DASAR BIOPLASTIK RAMAH LINGKUNGAN Pardi Pardi; Herawati Herawati; Siti Adila; Atdril Atdril
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5884

Abstract

PEMANFAATAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN DASAR BIOPLASTIK RAMAH LINGKUNGAN
KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) SEDIAAN DEODORAN SPRAY Siti Samaniyah; Zulia Ananda; Faradila Safitri; Fitria Fitria
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5900

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui karakterisasi dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dalam sediaan deodoran spray serta mengevaluasi mutu fisik, keamanan, dan tingkat kesukaan pengguna. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan tubuh berbahan alami yang aman dan minim efek samping. Daun sirih memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, dan antiseptik karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan minyak atsiri yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Ekstrak daun menggunakan metode maserasi pelarut etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (10% ekstrak), F2 (15% ekstrak), dan F3 (20% ekstrak). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, kejernihan, viskositas, berat jenis, uji iritasi kulit pada relawan, serta uji kesukaan terhadap 20 responden. Aktivitas antibakteri diuji terhadap bakteri penyebab bau badan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi warna, aroma, dan kejernihan sediaan. Seluruh formula memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit, yaitu 5–7, menunjukkan stabilitas fisik yang baik, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit relawan. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa sediaan deodoran spray ekstrak daun sirih memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri, dengan daya hambat terbesar terdapat pada formula berkonsentrasi ekstrak tertinggi. Uji kesukaan menunjukkan bahwa formula F2 merupakan formula yang paling disukai berdasarkan parameter sensori. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang stabil, aman, memiliki aktivitas antibakteri, dan diterima dengan baik oleh pengguna. Kata Kunci: Daun sirih (Piper betle L.), Aktivitas antibakteri, Deodoran spray, Karakterisasi sediaan, Ekstrak etanol Abstract This study aimed to determine the characterization and antibacterial activity of betel leaf (Piper betle L.) ethanol extract in a deodorant spray formulation, as well as to evaluate its physical quality, safety, and user preference. This research was motivated by the increasing public demand for natural body care products that are safe and have minimal side effects. Betel leaf is known to possess antibacterial, antifungal, and antiseptic activities due to the presence of flavonoids, saponins, phenolic compounds, and essential oils, which have the potential to inhibit the growth of bacteria causing body odor. The betel leaf extract was obtained using the maceration method with 70% ethanol solvent and was formulated into four different formulations, namely F0 (control), F1 (10% extract), F2 (15% extract), and F3 (20% extract). The evaluations conducted included organoleptic tests, pH, clarity, viscosity, specific gravity, skin irritation tests on volunteers, and preference tests involving 20 respondents. The antibacterial activity was tested against body odor-causing bacteria using the agar diffusion method. The results showed that increasing extract concentration affected the color, aroma, and clarity of the formulations. All formulations had pH values within the normal skin pH range of 5–7, demonstrated good physical stability, and did not cause skin irritation in volunteers. The antibacterial test results indicated that the betel leaf extract deodorant spray was capable of inhibiting bacterial growth, with the highest inhibition zone observed in the formulation containing the highest extract concentration. The preference test showed that formulation F2 was the most preferred based on sensory parameters. In conclusion, betel leaf (Piper betle L.) ethanol extract can be formulated into a stable, safe, and acceptable deodorant spray preparation with antibacterial activity. Keywords: Betel leaf (Piper betle L.), antibacterial activity, deodorant spray, formulation characterization, ethanol extract
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPADA IBU HAMIL TERHADAP KESIAPAN PERSALINAN DI UPTD PUSKESMAS SETIA JANJI DAN PULO BANDRING ASAHAN Nursriwati Ningsih; Nurhayati Nurhayati; Gunarmi Gunarmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5901

Abstract

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPADA IBU HAMIL TERHADAP KESIAPAN PERSALINAN DI UPTD PUSKESMAS SETIA JANJI DAN PULO BANDRING ASAHAN
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN RISIKO DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PUTRI R TANJUNG KISARAN KABUPATEN ASAHAN Wilda Nurfadila Tanjung; Mahyunidar Mahyunidar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5902

Abstract

HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN RISIKO DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PUTRI R TANJUNG KISARAN KABUPATEN ASAHAN
ANALISIS STATUS GIZI DAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN PADA IBU NIFAS TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI Fitriyanti Fitriyanti; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Rossi Aulia Pratiwi; Rizka Amalia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5903

Abstract

ANALISIS STATUS GIZI DAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN PADA IBU NIFAS TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI
STUDI RISIKO PENYAKIT INFEKSI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE TAHUN 2026 Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Nuzulul Rahmi; Rizka Maulina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5905

Abstract

Abstrak Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden mengalami penyakit infeksi, dengan jenis penyakit yang dominan adalah diare, ISPA, dan penyakit kulit. Analisa univariat menunjukkan bahwa 50% responden memiliki sanitasi lingkungan buruk, 44% memiliki akses air bersih tidak cukup, dan 37% memiliki PHBS rendah. Analisa bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan (p=0,042), akses air bersih (p=0,023), dan PHBS (p=0,017) dengan kejadian penyakit infeksi. Kesimpulan penelitian ini adalah sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan PHBS merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi PHBS untuk menurunkan risiko penyakit infeksi di daerah rawan banjir. Kata kunci: banjir, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, air bersih, PHBS. Abstract Flooding is a natural disaster that frequently occurs in Indonesia and has a significant impact on public health, particularly in increasing the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the risk factors of infectious diseases among communities affected by flooding in Manyang Cut Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Regency in 2026. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 respondents selected through random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 59% of respondents experienced infectious diseases, with the most common types being diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and skin diseases. Univariate analysis indicated that 50% of respondents had poor environmental sanitation, 44% had insufficient access to clean water, and 37% had low clean and healthy living behavior (PHBS). Bivariate analysis revealed significant relationships between environmental sanitation (p=0.042), access to clean water (p=0.023), and PHBS (p=0.017) with the incidence of infectious diseases. The conclusion of this study is that environmental sanitation, access to clean water, and PHBS are the main risk factors associated with the occurrence of infectious diseases among flood-affected communities. Therefore, efforts to improve sanitation, provide adequate clean water, and promote PHBS education are necessary to reduce the risk of infectious diseases in flood-prone areas. Keywords: flood, infectious diseases, environmental sanitation, clean water, PHBS.