cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI CIPUTRA SMG EYE CLINIC PONDOK INDAH JAKARTA SELATAN Grece Winda; Faradilla Safitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5834

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan karena mencerminkan pengalaman pasien terhadap layanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Ciputra SMG Eye Clinic Pondok Indah Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik tertentu. Variabel yang diteliti meliputi proses administrasi, pelayanan petugas, lingkungan, dan fasilitas, dengan kepuasan pasien sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa puas terhadap pelayanan (92%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara proses administrasi (p = 0,000), pelayanan petugas (p = 0,005), lingkungan (p = 0,005), dan fasilitas (p = 0,040) dengan kepuasan pasien. Responden yang menilai kualitas pelayanan baik cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang menilai kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kepuasan pasien dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas proses administrasi, pelayanan petugas, kondisi lingkungan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan secara menyeluruh dan terintegrasi pada setiap aspek tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pasien.
KONTROL DIRI SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU DELINKUENSI PADA REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) Kurnia Rahmayanti; Widya Arfani Purba; Melda Sofia; Herawati Herawati; Syarifah Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5835

Abstract

Perilaku delinkuensi pada remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) merupakan fenomena kompleks yang sering dikaitkan dengan kegagalan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kontrol diri terhadap perilaku delinkuen pada remaja binaan di LPKA. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari remaja binaan berusia 15–19 tahun melalui skala kontrol diri dan skala perilaku delinkuensi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear dengan pendekatan bootstrapping (5.000 sampel) untuk mendapatkan estimasi parameter yang robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki koefisien regresi negatif (beta = -0,140), namun secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku delinkuen (p = 0,228). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku delinkuen pada remaja di lingkungan LPKA bersifat multifaktorial, di mana faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya dan lingkungan sosial mungkin memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kontrol diri internal. Implikasi penelitian menyarankan agar program pembinaan di LPKA mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup penguatan moral, dukungan keluarga, dan modifikasi lingkungan sosial.Kata
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRIH DENGAN BERKURANGNYA INTENSITAS CAIRAN FLUOR ALBUS DI SMA NEGERI 7 KOTA BANDA ACEH 2025 Kaifar Nuha; Shella Kamal; Nursyfa Nursyfa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5845

Abstract

Keputihan merupakan masalah yang dialami lebih dari 75% wanita di dunia, sekitar 60% keputihan dikeluhkan wanita dengan usia kurang dari 22 tahun dan 40% pada wanita usia kurang dari 45. Berdasarkan survei Kesehatan Indonesia (SKI, 2023). Pada tahun 2020 tingkat kejadian infeksi alat reproduksi mencapai 20/100.000 dari jumlah penduduk Indonesia sedangkan pada tahun 2021 terjadi peningkatan sekitar 60/100.000 terinfeksi alat reproduksi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih pada Remaja dengan Fluor Albus di SMA Negeri Kota Banda Aceh 2025. Metode Penelitian: kuantitatif dengan metode Quasi Eksperiment Design dengan Pretest-Posttest, dengan teknik pengambilan sampel secara Total Sampling denagn jumlah sampel 30 orang. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 sampai 9 Agustus 2025 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi square Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa hasil uji statistik Ada Pengaruh pemberian Rebusan Daun Sirih pada remaja kelas XII IPA 1 dengan Fluor Albus, hal ini ditandai dari hasil uji statistik dengan nilai P-Value 0.000 Kesimpulan dan Saran: dari hasil uji statistik didapatkan hasil nilai rata-rata sebelum (pre-test) pemberian 5.42 dan sesudah (post test) pemberian 4.35 dengan nilai p-value 0.216, Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian air rebusan daun sirih pada remaja dengan Fluor Albus. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan remaja putri tentang Fluor Albus di SMA Negeri 7 Kota Banda Aceh, Kecamatan Banda Raya.
EFEKTIVITAS VIRGIN COCONUT OIL SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADA TIKUS WISTAR SETELAH DI INDUKSI ISONIAZID DAN RIFAMPISIN Eka Syafitri; Aminah Dalimunthe; Jansen Silalahi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5848

Abstract

Gangguan fungsi hati berkaitan erat dengan kerusakan hati. Hati rentan mengalami kerusakan karena terpapar bahan-bahan yang bersifat toksik. Rifampisin dan isoniazid merupakan obat anti tuberkulosis lini pertama namun juga merupakan senyawa hepatotoksik yang paling potensial. Virgin Coconut Oil (VCO) memiliki senyawa antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Antioksidan yang terkadung dalam Virgin Coconut Oil dapat berfungsi sebagai hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek hepatoprotektif dari Virgin Coconut Oil pada tikus yang diinduksi isoniazid dan rifampisin. Penelitian ini menggunakan 25 tikus Rattus Norvegicus yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu : kontrol normal hanya diberi aquadest, kontrol positif diberi Curcuma Force 3,6 mg/KgBB/hari setelah 1 jam dilanjutkan dengan pemberian isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari, kontrol negatif diberi isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari, kelompok perlakuan 1 diberi VCO 1 ml/KgBB/hari setelah 1 jam dilanjutkan dengan pemberian isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari, dan perlakuan 2 diberi VCO 3 ml/KgBB/hari setelah 1 jam, dilanjutkan dengan pemberian isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari. Perlakuan dilakukan setiap hari selama 14 hari, selanjutnya dilakukan pembedahan dan pengambilan darah. Sampel darah untuk pemeriksaan biomarker kerusakan hati (TB, ALT, AST). Data dianalisis memakai one way-ANOVA lalu memakai Post Hoc Turkey HSD. Hasil penelitian menunjukkan perubahan nilai ALT, AST dan total bilirubin pada hewan uji menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik (p
Transformasi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat: Implikasi Hukum dan Kesehatan Masyarakat Azirah Azirah; Pardi Pardi; Zahrawati Zahrawati; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal melalui pemberdayaan masyarakat dengan meninjau implikasi hukum dan kesehatan masyarakat. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, lemahnya implementasi hukum lingkungan, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada masyarakat yang masih mempertahankan nilai kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan sebagai sistem nilai yang efektif dalam membentuk kesadaran ekologis dan kepatuhan sosial. Transformasi pengelolaan lingkungan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai kearifan lokal dan kesadaran hukum, penguatan kapasitas masyarakat berbasis kesehatan lingkungan, serta implementasi partisipatif berbasis regulasi dan praktik kesehatan masyarakat. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat kepatuhan terhadap hukum, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan sanitasi dan pengelolaan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal, hukum lingkungan, dan kesehatan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Hukum Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Keberlanjutan. Abstract This study aims to analyze the transformation of environmental management through local wisdom-based community empowerment by examining its legal and public health implications. The main issues addressed include low community participation in environmental conservation, weak enforcement of environmental law, and increasing health risks due to environmental degradation. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation within communities that maintain strong local wisdom values. The findings indicate that local wisdom serves as an effective value system in shaping ecological awareness and social compliance. The transformation process is carried out through three main stages: internalization of local wisdom values and legal awareness, strengthening community capacity based on environmental health, and participatory implementation based on regulations and public health practices. This model effectively enhances environmental awareness, strengthens legal compliance, and improves public health through better sanitation and environmental management. In conclusion, integrating local wisdom, environmental law, and public health is a strategic approach to achieving sustainable environmental management. Keywords: Local Wisdom, Community Empowerment, Environmental Law, Public Health, Sustainability
Model Integratif Pengelolaan Lingkungan Berbasis Komunitas melalui Nilai Sosial di Aceh Besar: Perspektif Hukum dan Kesehatan Lingkungan Zahrawati Zahrawati; Pardi Pardi; Azirah Azirah; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integratif pengelolaan lingkungan berbasis komunitas melalui nilai sosial di Aceh Besar dengan mempertimbangkan aspek hukum dan kesehatan lingkungan. Permasalahan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar, seperti pencemaran, kerusakan ekosistem, dan rendahnya kesadaran masyarakat, tidak hanya berdampak pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Selain itu, lemahnya implementasi hukum lingkungan menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan aparatur desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial seperti gotong royong, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran ekologis, kepatuhan hukum, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Model integratif yang dikembangkan terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai sosial, penguatan kapasitas masyarakat, dan implementasi berbasis partisipasi. Model ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kepatuhan terhadap norma hukum lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai sosial dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan. Model ini tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga pada penguatan sistem hukum dan peningkatan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Model Integratif, Pengelolaan Lingkungan, Nilai Sosial, Kesehatan Lingkungan, Hukum Lingkungan, Aceh Besar. Abstract This study aims to develop an integrative model of community-based environmental management through social values in Aceh Besar by incorporating legal and environmental health perspectives. Environmental problems in the coastal areas of Aceh Besar, such as pollution, ecosystem degradation, and low community awareness, not only affect environmental sustainability but also public health. In addition, weak implementation of environmental law remains a major challenge in achieving effective environmental management. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving community members, traditional leaders, religious leaders, and village officials. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that social values such as mutual cooperation, solidarity, and collective responsibility play a strategic role in shaping ecological awareness, legal compliance, and healthy living behavior. The developed integrative model consists of three main stages: internalization of social values, strengthening community capacity, and participatory-based implementation. This model has been proven to enhance community participation, strengthen compliance with environmental law, and improve environmental health conditions. In conclusion, integrating social values into community-based environmental management is an effective and sustainable approach. This model contributes not only to ecological sustainability but also to strengthening legal systems and improving public health. Keywords: Integrative Model, Environmental Management, Social Values, Environmental Health, Environmental Law, Aceh Besar.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH TIRAM BERBASIS KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR ACEH BESAR Pardi Pardi; Zahrawati Zahrawati; Azirah Azirah; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqairi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5864

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram berbasis kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar. Limbah tiram yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi dan usaha kuliner masyarakat pesisir berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penumpukan limbah cangkang tiram dapat menyebabkan gangguan sanitasi, pencemaran air, serta menjadi media berkembangnya mikroorganisme yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir, pelaku usaha, tokoh adat, dan aparatur desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, pemanfaatan limbah secara sederhana, serta pengelolaan sampah berbasis komunitas. Partisipasi ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, seperti kebersihan lingkungan, pengurangan pencemaran, dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat meliputi kearifan lokal, kesadaran kesehatan lingkungan, pengalaman kolektif, serta dukungan kebijakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berbasis kearifan lokal memiliki peran strategis dalam pengelolaan limbah tiram sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Limbah Tiram, Kesehatan Lingkungan, Aceh Besar, Kearifan Lokal. Abstract This This study aims to analyze community participation in environmental health-based oyster shell waste management in the coastal areas of Aceh Besar. Oyster shell waste generated from consumption and culinary activities in coastal communities has the potential to cause environmental pollution if not properly managed. The accumulation of oyster shell waste may lead to sanitation problems, water contamination, and the growth of harmful microorganisms that affect public health. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving coastal communities, business actors, traditional leaders, and village officials. The findings indicate that community participation is manifested through collective activities, simple waste utilization practices, and community-based waste management systems. This participation contributes to improving environmental health, including environmental cleanliness, pollution reduction, and prevention of environment-related diseases. Factors influencing community participation include local wisdom, environmental health awareness, collective experiences, and policy support. In conclusion, community participation based on local wisdom plays a strategic role in managing oyster shell waste while improving environmental health sustainability in coastal communities. Keywords: Community Participation, Oyster Shell Waste, Environmental Health, Aceh Besar, Local Wisdom.
PENGARUH STIMULASI POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BADUTA DI KECAMATAN PEUKAN BADA KAB. ACEH BESAR TAHUN 2025 Junaidi Junaidi; Arnisam Arnisam; Erwandi Erwandi; Nanda Fitriana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5869

Abstract

Pola asuh merupakan faktor penting dalam memberikan stimulasi yang mendukung perkembangan sensorik, motorik, bahasa, dan kognitif anak. Stimulasi pola asuh yang tepat oleh ibu atau pengasuh sesuai dengan usia anak dapat mengoptimalkan fungsi otak dan kecerdasan. Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis yang diukur berdasarkan tinggi badan menurut umur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stimulasi pola asuh terhadap kejadian stunting pada anak usia di bawah dua tahun di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui data primer dan kuesioner pada 35 keluarga dengan anak usia 0–24 bulan. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,042 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi pola asuh dan kejadian stunting. Dapat disimpulkan bahwa stimulasi pola asuh berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 0–24 bulan di wilayah penelitian.
Identifikasi Senyawa Antioksidan dalam Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Kandidat Pangan Fungsional Untuk Meningkatkan Status Gizi Anak Sekolah di Banda Aceh Syarifah Asyura; Ruri Widyasari; Cut Nora Humaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5872

Abstract

Masalah gizi pada anak sekolah masih menjadi perhatian penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama terkait kekurangan zat gizi mikro dan paparan stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai salah satu bahan pangan lokal yang kaya akan senyawa bioaktif, khususnya antioksidan, yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa antioksidan dalam ekstrak daun kelor serta mengevaluasi potensinya dalam mendukung peningkatan status gizi anak sekolah di Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium dengan proses ekstraksi daun kelor menggunakan pelarut etanol, diikuti dengan analisis kandungan fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mengandung senyawa fenolik dalam jumlah yang signifikan serta memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa daun kelor berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif serta mendukung perbaikan status gizi anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai intervensi berbasis pangan lokal dalam upaya peningkatan status gizi anak sekolah. Disarankan adanya penelitian lanjutan terkait formulasi produk pangan berbasis daun kelor dan uji efektivitasnya secara klinis. Kata Kunci: Daun kelor; Antioksidan; Senyawa fenolik; Pangan fungsional; Status gizi anak
Analisis Kandungan Flavonoid dan Efek Hipoglikemik Ekstrak Kulit Buah Mangga Lokal (Mengifera indica) Terhadap Penderita Pra Diabetes di Banda Aceh Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nazilatul Munawwarah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5873

Abstract

Penelitian ini menganalisis kandungan flavonoid pada ekstrak kulit mangga lokal serta efek hipoglikemiknya pada penderita pra-diabetes di Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi analisis flavonoid dan uji klinis dengan pengukuran kadar glukosa darah. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit mangga mengandung flavonoid tinggi dan mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Temuan ini menunjukkan potensi kulit mangga sebagai pangan fungsional untuk pencegahan diabetes tipe 2. Kata kunci: Kulit buah mangga, flavonoid, hipoglikemik, pra-diabetes, pangan fungsional, Banda Aceh