cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
ANALISIS KUALITATIF KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI POLI KLINIK GIGI DAN MULUT DI RSUD TGK CHIK DITIRO SIGLI Rohana Sofyana, Cut; Harahap, Juliandi; Zein, Umar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): VOL. 6 NO. 2 OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1175

Abstract

Pada saat ini pelayanan kesehatan gigi perlu mendapatkan perhatian, khususnya masyarakat yang kurang mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Apabila masalah karies/gigi berlubang dibiarkan dan kecenderungan peningkatannya di masa mendatang tidak dicegah, dampaknya akan sangat merugikan. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi di Poliklinik Gigi dan Mulut di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli tahun  2020. Desain penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli sebanyak 6 orang yang terdiri dari pasien umum sebanyak 2 orang, pasien BPJS/ASKES sebanyak 2 orang dan pasien inhealth sebanyak 2 orang. Teknik analisis data dengan  reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 informan rata-rata jawaban mereka adalah : Berdasarkan kehandalan belum puas karena proses penerimaan pasien masih sulit dan pelayanan tenaga kesehatan tidak maksimal.Berdasarkan daya tanggap belum puas karena perawat tidak memberikan penjelasan informasi secara maksimal dan tidak segera datang ketika di butuhkan, berdasarkan jaminan puas karena dokter mampu memberikan jaminan kesembuhan pada pasien. berdasarkan empati belum puas tenaga kesehatan tidak memberikan perhatian pada pasien dan tidak menjelaskan informasi terkait pelayanan kesehatan gigi serta tidak menjelaskan prosedur pemeriksaan, berdasarkan tampilan fisik belum puas ruangan poliklinik gigi dan mulut terlalu kecil dan tidak nyaman serta kurang terjaga privasinya. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini yaitu selain dimensi jaminan informan belum puas terhadap pelayanan yang berkunjung ke Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli. Diharapkan  kepada rumah sakit agar dapat mempertahankan kepuasan pasien dengan meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan memperhatikan berbagai dimensi, yaitu dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan tampilan fisik. Kata Kunci : Kepuasaan, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati Dan Tampilan Fisik.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester Ii Dan Iii Dengan Penatalaksanaan Breast Care Di Kemukiman Busu Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 2018 Halimah Tussakdiah; Gebi Andriani; Sukmawati Sukmawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i1.929

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu hamil trimestrer II dan III Di Kemukiman Busu Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 2018. Desain Penelitian ini bersifat Analitik dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan mulai tanggal 27 Oktober  sampai 08 November 2017. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III berjumlah 35 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan teknik total populasi berjumlah 35 orang. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukan, Pengetahuan ibu hamil mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 16 responden (45,7%). Penatalaksanaan Breast Care mayoritas melaksanakan perawatan payudara sebanyak 18 responden (51,4%). Hasil analisa statistic menggunakan uji Chi-Square dengan nilai P value = 0,002 < 0,05 hal tersebut berarti Ho ditolak dan Ha diterima, maka Ada Hubungan antara Pengetahuan Ibu Hamil Trimester II dan III Dengan Penatalaksanaan Breast Care.  Kata kunci         : Pengetahuan ibu hamil trimester II  dan III,  Penatalaksanaan breast care 
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Tahun 2018 Abdullah, Mira; Putri, Heni Diansyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.994

Abstract

Stunting atau pendek merupakan indikator status gizi kronis yang dapat menggambarkan pertumbuhan yang tidak optimal karena malnutrisi jangka panjang. Dinkes kota Banda Aceh menemukan prevelensi angka stunting pada balita di tahun 2016 menjadi 27,1%. stunting  pada balita di Kota banda Aceh masih menjadi masalah masyarakat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh tahun 2018.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain case control  dengan populasi yaitu seleuruh anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kopelma, total sampel adalah 53 balita sampel  case dan 53 balita sampel control. Tehnik pengambilan sampel adalah teknik matching dan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 5  april – 9 mei 2018. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara. Selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan mencari nilai OR pada tabulasi 2x2. Ha diterima p value <0,05.Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dengan asupan energi tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 13 balita (24,5%). Balita dengan asupan protein tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 38 balita (71,7%). Balita yang terkena penyakit infeksi dan mengalami stunting berjumlah 24 balita (45,3%). Balita yang tidak memiliki riwayat ASI ekslusif berjumlah 35 balita (66%). Balita yang memiliki riwayat BBLR dan mengalami stunting berjumlah 12 balita (22,6%).Kesimpulan dan saran : Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah asupan protein (p value=0,000, OR= 0,103), penyakit infeksi (p value= 0,003, OR= 4,046), riwayat ASI ekslusif (p value= 0,011, OR= 2,963),BBLR (p value= 0,026, OR= 4,878). Asupan energi (p value= 0,816, OR= 0,806) bukan merupan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kopelma Darussalam. Diharapkan Ibu balita untuk memperhatikan tumbuh kembang balita dengan pemenuhan asupan makanan sesuai kebutuhan, menjaga lingkungan dan membawa balita ke pelayanan kesehatan.  Kata Kunci        : stunting, faktor pengaruh, balita
HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK (6-24 BULAN) DI MUKIM ATEUK KECAMATAN KUTA BARO ACEH BESAR Ismiati, Ismiati; Sary, Yopita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.1026

Abstract

ABSTRAKStatus gizi penting bagi pertumbuhan masa balita. Status gizi dapat dipengaruhi oleh frekuensi pemberian MP-ASI. Kekurangan MP-ASI dapat menimbulkan  gangguan pertumbuhan  seperti  stunting  atau  anak  pendek  serta kekurangan zat besi yaitu anemia. Di Provinsi Aceh pemberian MP-ASI pada anak  di atas 6 bulan  baru  mencapai  68,9%.  Data  dari  Puskesmas Kuta  Baro cakupan pemberian MP-ASI baru mencapai 75% di mana 5,9% dari total balita menunjukkan pola pertumbuhan. Untuk mengetahui Hubungan Frekuensi Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Mukim Ateuk Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross sectional, dilaksanakan pada tanggal 22  Juli s/d 16 Agustus 2019, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan di Mukim Ateuk Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 42 orang. Sampel diambil secara total sampling, data yang digunakan data primer dan sekunder  dengan  menggunakan  kuesioner.  Uji  analisa  menggunakan  uji  chi square. Diperoleh hasil bahwa 42 responden berdasarkan uji stastistik, ada hubungan frekuensi pemberian MP-ASI dengan status gizi anak dengan nilai P=0,021 (P<,0,05) ada hubungan frekuensi pemberian MP-ASI dengan status gizi anak di Mukim Ateuk Kecamatan  Kuta Baro Aceh Besar. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan lagi penyuluhan-penyuluhan tentang frekuensi pemberian MP-ASI yang baik pada ibu agar ibu mendapat pengetahuan yang lebih baik lagi tentang pemberian MP-ASI demi demi kelangsungan status gizi anak yang baik pula. Kata Kunci       :  Frekuensi Pemberian MP-ASI, Status Gizi anak 6-24 Bulan
Hubungan perilaku merokok dengan gangguan pola tidur (Insomnia) pada dewasa di wilayah kecamatan ulee kareng kotamadya banda aceh Tharida, Maimun; Desreza, Nanda; ., Thursina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1156

Abstract

ABSTRAKPerilaku merokok merupakan fenomena sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan, perilaku merokok merupakan salah satu penyebab dari gangguan pola tidur (insomnia) terjadi. Berdasarkan studi penelitian awal yang dilakukan dengan mewawancarai beberapa pengunjung, mereka mengatakan bahwa merokok merupakan hal yang wajar dilakukan bagi laki-laki dewasa, mereka tidak mengetahui bahwa rokok merupakan salah satu penyebab gangguan tidur itu terjadi, akan tetapi mereka hanya beranggapan bahwa keluhan susah tidur tersebut merupakan hal yang biasa dan tidak ada kaitannya dengan prilaku merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan gangguan pola tidur (insomnia) pada dewasa, ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan subjek penelitian sejumlah 61 laki-laki dewasa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa uji statistik yang digunakan adalah uji Correction Contunity dan Chi Square. Hasil analisa data diperoleh p-value untuk perilaku merokok yang meliputi fungsi rokok (0,001), intensitas merokok (0,009), tempat merokok (0,007) , waktu merokokok (0,015) dan insomnia (0,007). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara perilaku merokok berupa fungsi rokok, intensitas merokok, tempat merokok, waktu merokok dengan insomnia. Disarankan laki-laki dewasa untuk mengurangi intensitas merokok dengan cara mengurangi asupan kafein dan secara sugesti, ketika akan tergoda untuk merokok.Kata kunci : Perilaku Merokok, Insomnia, dewasa
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA ACEH BESAR Asyura, Syarifah; yanti, Novi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i1.1017

Abstract

AbstrakKekurangan asupan gizi pada masa bayi dapat menimbulkan kerusakan otak, letargi, sakit, dan penurunan pertumbuhan fisik. Status gizi dapat ditingkatkan dengan pemberian ASI secara optimal dan dengan adanya dukungan keluarga Dari data Puskesmas Peukan Bada tahun 2016 yang mencakup 27 desa di dapatkan 2 balita (0,04 %) berstatus gizi buruk,144 balita (28,8%) berstatus gizi kurang, dan 354 balita (70,8%) berstatus gizi baik. Untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dan Pemberian ASI dengan Status Gizi Bayi 0-6 Bulan di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar. Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar pada tanggal 15 Maret – 29 April 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 orang dengan teknik stratified random sampling,. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan chi-square. Berdasarkan hasil uji statistik, dari 27 responden yang mendapat dukungan dari keluarga status gizi balita mayoritas normal yaitu sebanyak 85,2%,dengan nilai P value=0,001, dan dari 32 responden yang baik dalam pemberian ASI status gizi balita mayoritas normal yaitu sebanyak 75%, dengan nilai P value=0,028. Ada hubungan yang antara dukungan dan pemberian ASI dengan status gizi bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2017. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tringgadeng tentang frekuensi pemberian ASI eksklusif yang benar pada bayi khususnya serta dapat menjadi bahan masukan bagi bidan untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan asuhan kebidanan khususnya pada bayi. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Pemberian Asi, Status Gizi 
Stunting dan Faktor yang Berhubungan Studi Kasus Kontrol di Wilayah Kerja Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Anwar, Chairanisa; Abdullah, Mira; Sasmita, Vellia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): VOL. 6 NO. 2 OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1085

Abstract

 AbstrakKejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Namun angka ini sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka stunting pada tahun 2000 yaitu 32,6%.  Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir, pendek memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% pada tahun 2017. Prevalensi balita pendek di Indonesia cenderung statis. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan prevalensi balita pendek di Indonesia sebesar 36,8%. Pada tahun 2010, terjadi sedikit penurunan menjadi 35,6%. Namun prevalensi balita pendek kembali meningkat pada tahun 2013 yaitu menjadi 37,2%. Prevalensi balita pendek selanjutnya akan diperoleh dari hasil Riskesdas tahun 2018 yang juga menjadi ukuran keberhasilan program yang sudah diupayakan oleh pemerintah (Pusdatin, 2018).Aceh menduduki peringkat tiga nasional untuk angka stunting balita, di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat (sulbar). Saat ini, urainya, pemerintah gencar mengampanyekan gerakan pencegahan dan penanganan stunting. Sebab, prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada 2018 sebesar 30,8%. Angka ini berada di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20%. Penyebab stunting ada banyak hal atau multifaktor. Karena itu, penyelesaiannya pun harus dilakukan secara multisektor. Secara khusus, apresiasi harus diberikan untuk Pemerintah Aceh karena dalam lima tahun terakhir Pemerintah Aceh mampu menurunkan prevalensi stunting dari 41,5% di 2013 menjadi 37,3% pada 2018, yang artinya Pemerintah Aceh menyelamatkan 18 ribu balita dari stunting. Meski demikian, Aceh tetap harus bekerja keras karena saat ini berada di peringkat ketiga prevalensi stunting tertinggi di Indonesia (Aripin et al., 2018).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0-60 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskemas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Juli 2017 yang berjumlah 1923 balita. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus dengan 60 balita stunting dan kelompok kontrol sebanyak 60 balita non stunting, dengan jumlah 120 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat.
Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi Euis Ristanti; Putri Sahara Harahap; Subakir Subakir
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.980

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi kurang merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi baik dalam jangka waktu pendek mapun panjang. Kejadian status gizi kurang di Puskesmas Paal V pada tahun 2018 sebesar 2,1%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, partisipasi ibu dalam posyandu, pola asuh, penyakit infeksi, tingkat risiko pencemaran jamban, dan tingkat risiko pencemaran sarana air bersih dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 balita kasus dan 32 balita kontrol. Sampel kasus adalah ibu yang memiliki balita dengan status gizi kurang 24 orang. Sampel kontrol adalah ibu yang memiliki balita dengan status gizi baik sebanyak 24 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian diketahui bahwa % responden memiliki balita dengan status gizi kurang, 50% responden memiliki pengetahuan kurang baik, 97,9% responden memiliki partisipasi dalam posyandu baik, 37,5% responden memiliki pola asuh kurang baik, 22,9% responden memiliki balita menderita penyakit infeksi, 52,1% responden memiliki tingkat risiko pencemaran jamban risiko sedang dan 14,6% responden memiliki tingkat risiko pencemaran sarana air bersih tingkat risiko sedang. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,043; OR=4,0), pola asuh (p=0,037; OR=4,491), penyakit infeksi (p=0,039; OR=6,6), tingkat risiko pencemaran jamban (p=0,021; OR=0,206) dengan status gizi pada balita. Tidak ada hubungan antara partisipasi ibu dalam posyandu (p=1,000; OR=2,043) dan tingkat risiko pencemaran sarana air bersih (p=1,000; OR=1,4) dengan status gizi balita. Kata Kunci      :  Faktor Mempengaruhi Status Gizi Balita 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMAN KOT BANDA ACEH Widyasari, Ruri; Sari, Cici Puspita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i2.1008

Abstract

AbstrakAngka kematian balita di negara-negara berkembang khususnya Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu penyebab yang menonjol diantaranya karena keadaan gizi yang kurang baik atau bahkan buruk. Salah satu factor yang mempengaruhi status gizi balita adalah pengetahuan pendapatan dan social budaya. Data dari Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh bahwa pada tahun 2015 terjadi kasus gizi kurang yaitu sebanyak 15 orang balita (4,84%) dari 310 balita di Baiturrahman Kota Banda Aceh.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh. Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh pada tanggal 2 Januari s.d 6 januari 2017. Jumlah jumlah sampel sebanyak 76 orang dengan teknik Accidental Sampling Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan chi-square dengan α =0,01. Berdasarkan hasil uji statistik, dari 43 responden yang berpengetahuan baik status gizi balita mayoritas normal yaitu sebanyak 67,4% dengan nilai P value=0,012, dari 39 responden yang berpendapatan tinggi status gizi balita mayoritas normal yaitu sebanyak 64,1%, dengan nilai P value=0,031, dari 40 responden yang sosial budaya baik status gizi balita mayoritas normal yaitu sebanyak 60%, dengan nilai P value=0,388,Kesimpulan dan Saran : Ada hubungan antara pengetahuan dan pendapatan, dan tidak ada hubungan antara sosial budaya dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Disarankan kepada masyarakat dapat menambahkan pengetahuan tentang status gizi anak agar dapat memperhatikan gizi balita lebih baik lagi. Kata Kunci : Pengetahuan, Pendapatan, Sosial Budaya, Status Gizi
Hubungan Riwayat Neonatus dengan Kematian Asfiksia Pada Bayi di RS Ibu dan Anak (RSIA) Provinsi Aceh Annisa, Ria; Ismail, Nizam; Oka Yussar, Milza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): VOL. 6 NO. 2 OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1070

Abstract

AbstrakKejadian asfiksia adalah keadaan gawat bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan oksigen. Di Indonesia terdapat 185 kematian per hari dengan angka kematian neonatal sebanyak 15 kematian  per 1000 kelahiran hidup. kematian neonatal terjadi pada minggu pertama dan sebanyak 40% meninggal dalam 24 jam pertama  yang salah satu penyebab kematiannya adalah asfikasia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui riwayat neonatus dengan kematian asfiksia pada bayi di RSIA Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control. Subjek penelitian ini adalah rekam medis kasus asfiksia yang bertahan selama 7 hari sebagai kelompok control sebanyak 50 kasus dan laporan /rekam medik kasus asfiksia meninggal dalam waktu 7 hari sebagai kelompok case seabnyak 25 kasus. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder asfiksia yang didapatkan di ruang rekam medis RSIA Aceh. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan  bayi asfiksia dengan riwayat BBLR, prematur, dan kelainan bawaan ada hubungan dengan terhadap kematian bayi (P < 0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan dapat menyampaikan kepada ibu rumah tangga, ibu hamil, dan pasien mempersiapkan kehamilan yang sehat agar menciptakan bayi yang sehat.  Kata Kunci : Neonatus, Asfiksia, Rekam medis

Page 26 of 123 | Total Record : 1226