cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
PENGARUH POLA ASUH OTERITER DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMAN 1 MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Rizky Arifah Zahara; Tasnim salsabila Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.1446

Abstract

Orang tua bertanggung jawab memenuhi kebutuhan anak guna mengembangkan keseluruhan eksistensi anak, kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan biologis maupun kebutuhan psikologis seperti rasa aman, dikasihi, dimengerti sebagai anak, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang kearah harmonis. Tapi banyak sekali orang tua yang dengan sengaja maupun tidak sengaja berperilaku over protective. Akibatnya anak merasa ruang lingkupnya terbatas, merasa terkekang dan tidak boleh mengambil keputusan sendiri, sehingga anak mengalami masalah dalam penyesuaian diri. Berdasarkan uraian tersebut rumusan masalah yang dapat ditarik adalah bagaimana hubungan antara pola asuh otoriter dengan kenakalan remaja.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif korelasional, dengan populasi siswa kelas 1 SMA Negeri 1 Mesjid Raya tahun ajaran 2018/2019, ukuran sampel 44 siswa. Siswa yang menjadi subjek penelitian merupakan siswa yang orang tuanya over protective, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah perilaku over protective dan variabel terikatnya kenakalan remaja. Metode pengambilan data menggunakan skala psikologi.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment, komputasi dengan menggunakan bantuan komputer program statistical program for social sciences (SPSS). Hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi antara perilaku over protective orang tua dengan penyesuaian diri sebesar (rxy) -0,507 ; p < 0,01. Hasil penelitian menunjukkan penyesuain diri subjek sebagian besar tergolong sedang. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan ada hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kenakalan remaja, dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti.Bagi subjek penelitian yang memiliki penyesuaian diri tergolong sedang, hendaknya lebih memahami arti penting penyesuaian diri, dapat mengambil nilai positif, tidak menggantungkan diri pada orang lain, berlatih bertanggungjawab, berusaha memecahkan sendiri masalah-masalah yang dihadapi, bertindak sesuai dengan potensi dan norma yang berlaku. Terutama dua subjek yang tergolong rendah dalam mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya dan kurang bisa bersikap sehat terhadap kelemahan dirinya, perlu meningkatkan kemampuan diri dalam melakukan penyesuaian diri dan mendapatkan perhatian supaya dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyesuaikan diri. Bagi orang tua hendaknya mengetahui perkembangan remaja dan memperlakukan remaja secara wajar.Kata Kunci : Pola asuh otoriter, kenakalan remaja
Implementasi Strategi Pelaksanaan Pencegahan Stunting di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2019 Wiji Sutraningsih; Jenny Marlindawani; Evawani Silitonga
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1390

Abstract

Praktik pemberian makan yang tidak tepat pada bayi dan balita menjadi salah satu penyebab gangguan tumbuh kembang pada balita yang disebut stunting. Kasus ini masih menjadi isu prioritas di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kasus stunting. Namun hasilnya masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi strategi pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Singkil tahun 2019 melalui strategi Pemberian Makan Anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari: Penyuluh PMBA Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, Penyuluhan Sasaran dan Fasilitator Kecamatan. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan strategi pencegahan stunting yang terdiri dari: 1) pemberian edukasi tentang IMD, ASI Eksklusif, ASI Pendamping dan ASI sampai 2 tahun; 2) memberikan pelatihan bagi konselor yang didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten; dan 3) upaya pemerintah daerah menyediakan fasilitator untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh. Kendala dalam penerapan strategi ini adalah kurangnya partisipasi ibu secara optimal dalam melakukan kegiatan pencegahan stunting yang disebabkan oleh kesulitan dalam memberikan ASI eksklusif dan masalah ekonomi. Pemantauan pasca pelatihan terhadap penyuluh di tingkat kecamatan dan desa perlu dilakukan, dengan meminta laporan hasil kegiatan yang dilakukan sehingga mudah untuk menunjukkan optimalisasi program yang sedang dilakukan.                                           Kata Kunci: Implementasi, Strategi, Pencegahan Stunting
HUBUNGAN EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Najwa Manurung; Hartini Mudarsa; Tasnim Salsabila Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.1437

Abstract

 Era modern saat ini perilaku altruisme mahasiswa terhadap orang lain lambat laun semakin menurun. Hal ini dapat dilihat pada perilaku mahasiswa sehari-hari terhadap orang yang sedang dalam kesulitan Mahasiswa cenderung tidak akan membantu meskipun dia mampu memberikan pertolongan yang dibutuhkan. Empati merupakan landasan penting dalam memberikan pertolongan. Semakin rendah empati yang dimiliki semakin rendah perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan empati dengan perilaku altruisme mahasiswa di program studi D-III Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia.Desain penelitian analitik cross sectional. Populasi seluruh mahasiswa D-III Kebidanan yang berjumlah 84 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel adalah proportional random sampling dengan jumlah sampel 76 mahasiswa. Variabel independen adalah empati dan variabel dependen adalah perilaku altruisme. Pengolahan data dengan editing, coding, scoring dan tabulating. Intrumen penelitian empati dan perilaku altruisme berupa kuesioner. Uji analitik data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian empati menunjukkan hampir dari setengahnya memiliki empati positif sebesar 35 mahasiswa (46,1%) dan sebagian besar memiliki empati negatif sebesar 41 mahasiswa (53,9%), sedangkan pada perilaku altruisme menunjukkan hampir dari setengahnya memiliki perilaku altruisme positif sebesar 34 mahasiswa (44,7%) dan sebagian besar memilik perilaku altruisme negatif sebesar 42 mahasiswa (55,3%). Uji statistik chi square menunjukkan nilai signifikan p=0,003 ≤ 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara empati dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di program studi D-III Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata Kunci: Empati, altruisme, mahasiswa
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA ACEH BESAR Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Kasmanila Kasmanila
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1418

Abstract

Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang dari pada negara yang sudah maju, 36% atau sekitar 1.400 juta menderita anemia dari perkiraan populasi 3.800 juta orang, sedangkan prevalensinya dengan negara maju sekitar 8 % atau kira-kira 100 juta orang dari perkiraan populasi 1.200 juta orang. Sedangkan di Indonesia prevalensinya pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1 % (Kemenkes, 2019). Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja  Puskesmas Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar pada tanggal 09 sampai dengan  20 November Tahun 2020. Populasi adalah Keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan diteliti. Populasi adalah Keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 yang berjumlah 48 ibu hamil pada tanggal 09 sampai dengan  20 November Tahun 2020. Jadi Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh ibu hamil di Puskesmas Peukan Bada yang berjumlah  48 ibu hamil pada tanggal 09 sampai dengan  20 November Tahun 2020. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mengumpulkan hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat terdapat hubungan umur ibu dengan kejadian anemiapada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2020. Dengan p value  0,043 (p<0,05), tidak terdapat hubungan usia kehamilan dengan kejadian anemiapada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2020. Dengan p value 0,926 (p>0,05) dan terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian anemiapada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2020. Dengan p value  0,031 (p<0,05. Kata kunci : Umur, Usia Kehamilan, Pengetahuan ibu
FAKTOR YANG MEMENGARUHI SKRINNING HIV/AIDS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR TAHUN 2020 Anna Waris Nainggolan; Sarma Lumbanraja; Jitasari Tarigan Sibero
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1479

Abstract

ABSTRAKHIV/AIDS telah menjadi masalah darurat global.Indonesia menempati urutan ke-5 paling beresiko. Sebagai Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, Kemenkes RI membuat suatu kebijakan, semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilannya diharuskan melakukan skrinning HIV/AIDS, Sifilis, dan Hepatitis B (“Triple ELimanation”) pada pelayanan antenatal terpadu. Data Dinas Kesehatan Aceh Timur tahun 2019 dari 45 desa diwilayah kerja Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur didapatkan 458 Kunjungan K1 antenatal namun hanya 23 orang (4,2%) yang melakukan skrinning HIV/AIDS pada layanan VCT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi Skrining HIV/AIDS pada ibu hamil di Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat survei dengan desain rancangan penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 187 orang, dengan rumus Slovin diambil sampel sebanyak 65 orang. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan untuk multivariat menggunakan multiple logistic regression. Hasil uji chi-square variabel pengetahuan p=0,015, sikap p=0,045, persepsi p=0,002, sumber informasi p=0,002, kebudayaan p=0,005, dukungan suami p=0,020, dukungan tenaga kesehatan p=0,036, dan sarana dan prasarana dengan p=0,158. Hasil uji multivariat, variabel persepsi p=0,022, dan Exp (B) 19,141. Ada pengaruh pengetahuan, sikap, persepsi, kebudayaan, sumber informasi, dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan.Tidak ada pengaruh sarana dan prasarana terhadap skrinning HIV/AIDS. Faktor yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah persepsi. Hendaknya penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS lebih dimaksimalkan oleh tenaga kesehatan agar ibu hamil bersedia tes HIV/AIDS secara sukarela.
Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tiji Kabupaten Pidie Faradill Safitri; Asmaul Husna; Raudhatun Sakdiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1404

Abstract

Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh menjadi terlalu rendah yaitu < 11 gram/dl. Berdasarkan data dari Puskesmas Padang Tiji pada tahun 2018 dari 518 ibu hamil sebanyak 102 orang (19.69%) mengalami anemia, dan pada tahun 2019 terjadi peningkatan jumlah anemia pada ibu hamil yaitu dari 530 orang ibu hamil sebanyak 120 orang (22.64%) mengalami anemia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskemas Padang Tiji Kabupaten Pidie. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang tercatat di Puskesmas Padang Tiji pada bulan November 2020 sebanyak 40 orang. Pengambilan sampel dengan cara total populasi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data variabel dependen dengan cara observasi yaitu melakukan pengukuran kadar HB secara langsung saat penelitian dan variabel independen dengan cara membagikan kuesioner. Pengumpulan data telah dilakukan pada tanggal 23 November – 5 Desember 2020. Pengolahan data menggunakan teknik komputerisasi dan analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapat bahwa pada variabel usia kehamilan (p value=0.008, OR=9.200), paritas (p value=0.007, OR=9.524), pendapatan (p value=0.041, OR=4.571), riwayat anemia (p value=0.030, OR=9.600), pengetahuan (p value=0.001, OR=30.333), kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (p value=0.000, OR=34.286), sikap (p value=0.001, OR=14.667). kesimpulannya ada hubungan usia kehamilan, paritas, pendapatan, riwayat anemia, pengetahuan, kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dan sikap ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tiji Kabupaten Pidie. Saran diharapkan bagi ibu hamil agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan, patuh mengkonsumsi tablet Fe, dan meningkatkan pengetahuannya tentang anemia kehamilan. Bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan edukasi secara berkesinambungan bagi ibu hamil maupun bagi pasangan usia subur yang akan merencanakan kehamilan tentang pentingnya pencegahan anemia kehamilan. Kata Kunci      : Anemia kehamilan, usia kehamilan, pendapatan, paritas, riwayat anemia, pengetahuan, kepatuhan, sikap
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN HIV DI PUSKESMAS IDI RAYEUK KABUPATEN ACEH TIMUR TAHUN 2020 Fauziani Fauziani; Thomson Nadapdap; Mey Elisa Safitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1461

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2019, sejak awal epidemi, 75 juta orang telah terinfeksi virus HIV dan sekitar 32 juta orang telah meninggal terkait penyakit HIV. Di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk didapatkan 1.003 kunjungan antenatal namun tidak diperoleh data yang melakukan pemeriksaan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam pemeriksaan HIV di Puskesmas Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif bersifat survey analitik dengan desain rancangan penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 287 orang, dengan rumus Slovin diambil sampel sebanyak 74 orang. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan untuk multivariat menggunakan multiple logistic regression dengan tingkat kepercayaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan hasil uji chi-square menunjukkan variabel pengetahuan (p=0,036), pekerjaan (p=0,012), sikap (p=0,011), dukungan suami (p=0,031), dukungan petugas kesehatan (p=0,014), dan sarana dan prasarana dengan (p=0,036. Hasil uji multivariat, variabel pekerjaan p=0,009, dan Exp (B) 29,359 artinya responden yang memiliki pekerjaan berpeluang 29 kali lebih besar dalam pelaksanaan pemeriksaan HIV dibandingkan responden yang tidak memiliki pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, pekerjaan, sikap, dukungan suami dukungan petugas kesehatan dan sarana prasarana. Faktor yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah pekerjaan. Hendaknya sosialisasi yang lebih luas tentang bahaya jika ibu terkena HIV/AIDS yang berdampak pada kelangsungan hidup ibu dan bayi lebih dimaksimalkan. Tidak Hanya kepada ibu hamil tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Kata Kunci    :           Ibu Hamil, VCT, Pemeriksaan HIV/AIDS
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Tingkah Laku Prososial pada Bidan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh Uswatun Hasanah; Rika Novera
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.1442

Abstract

Bidan adalah salah satu unsur vital dalam rumah sakit. Bidan, dokter dan pasien merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan. Bidan sebagai bagian yang penting dari Rumah Sakit, dituntut memberikan perilaku membantu, dalam rangka membantu pasien untuk mencapai kesembuhan. Tanpa bidan, kesejahteraan pasien akan terabaikan, karena bidan adalah penjalin kontak pertama dan terlama dengan pasien (Hamid, 2017). Bidan adalah jantung pelayanan kesehatan di rumah sakit dan pelayanan kebidanan adalah salah satu faktor penentu baik buruknya mutu dan citra rumah sakit. Oleh sebab itu, bidan harus memiliki prososial yang tinggi. Karena bidan yang memiliki tingkat prososial yang tinggi, akan lebih memberikan perhatian kepada pasien atas dasar empati dan dapat memberikan penghiburan bagi pasien.Tingkah laku prososial adalah tingkah laku yang menimbulkan konsekuensi positif bagi kesejahteraan fisik maupun psikis orang lain. Bidan bekerja dengan berhubungan secara langsung dengan pihak lain yang membutuhkan perhatian dan dalam kondisi fisik maupun mental yang rendah. Oleh karena itu, tingkah laku prososial menjadi hal yang penting untuk dimiliki bidan dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkah laku prososial bidan Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian bersifat analitik.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan (tenaga medis) di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin yang berstatus PNS serta menangani ibu dan anak, sebanyak 40 orang bidan. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate.Kata kunci : tingkah laku prososial, bidan
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PADANG BULAN KOTA MEDAN TAHUN 2020 Alberrista Gulo; Sonny P. Warouw; Netti E. Br. Brahmana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1367

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit disebabkan bakteri Mycrobacterium tuberculosis dan penyakit kronik menular. Laporan Rekam Medik UPT Puskesmas Padang Bulan Kota Medan, jumlah penderita TB Paru Januari-Mei yaitu 52 orang dengan rata-rata tiap bulan 6 orang. Diduga faktor host dan lingkungan penyebab ditemukan kasus TB Paru setiap bulan. Tujuan penelitian adalah menganalisis analisis faktor risiko kejadian penyakit TB paru di wilayah kerja UPT Puskesmas Padang Bulan Kota Medan. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan bulan Februari-September 2020. Populasi sebanyak 52 orang penderita TB Paru dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan chi square pada kemaknaan 95%. Hasil penelitian bahwa ada hubungan pengetahuan (p 0,004), status merokok (p 0,006), kepadatan hunian (p 0,017) dan ventilasi (p 0,030) dengan kejadian TB Paru. Disarankan Puskesmas Padang Bulan Kota Medan bekerjsama dengan lintas sektoral dan program menggalakan kawasan bebas rokok, meningkatkan pemberian edukasi serta membentuk model partisipasi masyarakat sebagai pendampingan dalam keluarga untuk mengurangi kejadian TB Paru. Kata Kunci : Pengetahuan, Perokok, Kepadatan Hunian, Ventilasi, Resiko TB Paru
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMTEUBA KABUPATEN ACEH BESAR Raudhatun Nuzul ZA; Ratna Hardewi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1423

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi ibu hamil karena banyak yang mengalami defisiensi zat besi. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia merupakan salah satu faktor yang juga ikut berperan dengan kejadian anemia gizi besi pada ibu hamil. Ditemukan pada survey awal di Puskesmas Lamteuba diperoleh Tahun 2018 (10,5%), tahun 2019 terdapat (10,7%)  dan sampai  bulan Juni  2020  terdapat  (6,5%)  mengalami  anemia.  Tujuan  Penelitian:  Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan di wilayah kerja Puskesmas Lamteuba Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan jenis quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan rancangan pre dan post test. Populasi dari penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lamteuba Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 30 orang dalam penelitian ini seluruh populasi menjadi sampel dengan tekhnik pengambilan sampel total sampling. Hasil Penelitian : didapatkan hasil uji statistic dengan nilai pada Sig. (2-tailed) diperoleh 0.000 yang bermakna lebih kecil dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, yang berarti ada pengaruh yang sangat signifikan dalam pemberian penyuluhan kesehatan tentang anemia   terhadap pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Lamteuba. Kesimpulan dan Saran : ada pengaruh penyuluhan kesehatan tentang anemia terhadap pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lamteuba. Diharapkan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan khususnya tentang anemia agar terhindari dari bahaya anemia selama masa kehamilan. Kata kunci : Pengetahuan Ibu Hamil, Penyuluhan Kesehatan

Page 34 of 123 | Total Record : 1226