cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini L.) UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI GLUKOSA Ningsih, Yustika Winda; Meilina, Rulia; Syamsuliani, Syamsuliani; Andika, Fauziah; Rizka, Miftahul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4187

Abstract

Gula darah atau glukosa darah merupakan sejumlah kandungan kadar gula yang berada dalam sirkulasi darah pada tubuh. Peningkatan kadar gula darah secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat, selain itu penyakit ini juga diakibatkan karena faktor genetik. Tumbuhan jamblang merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar glukosa. Karena tumbuhan tersebut mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan glukosida yang berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jamblang dan dosis minimum dalam menurunkan kadar glukosa. Metode penelitian ini eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menggunakan uji One Way Anova diperoleh nilai signifikan pada hari ke 0 sebesar 0,985, hari ke 7 sebesar 0,862, hari ke 9 sebesar 0,000, hari ke 12 sebesar 0,000 dan hari ke 15 sebesar 0,000. Dari hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jamblang mampu menurunkan kadar glukosa mencit. Pemberian ekstrak daun jamblang menunjukkan penurunan kadar glukosa sejak hari ke 9 hingga hari ke 15. Ekstrak daun jamblang berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar gula darah mencit. Kesimpulan Pemberian ekstrak daun jamblang dapat menurunkan kadar gula darah sebesar 66% dengan dosis minimum yaitu 100 mg/kg BB.Blood sugar or blood glucose is a number of sugar levels in the blood circulation in the body. Excessive increases in blood sugar levels can cause health problems. Increased blood glucose levels are caused by unhealthy eating patterns, besides this disease is also caused by genetic factors. The jamblang plant is a plant that has potential as a traditional medicine for lowering glucose levels. Because these plants contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and glucosides which have the potential to be anti-diabetic This study aims to determine the effect of administering jamblang leaf extract and the minimum dose in reducing glucose levels. This research method is laboratory experimental. The research results showed that the results of the One Way Anova test obtained a significant value on day 0 of 0.985, day 7 of 0.862, day 9 of 0.000, day 12 of 0.000 and day 15 of 0.000. The research results show that jamblang leaf extract is able to reduce glucose levels in mice. Administration of jamblang leaf extract showed a decrease in glucose levels from day 9 to day 15. Jamblang leaf extract had a significant effect on reducing blood sugar levels in mice. The conclusion is that the Administration of jamblang leaf extract can reduce blood sugar levels by 66% with a minimum dose of 100 mg/kg BB.Keywords : Blood Sugar, Antidiabetic, Jamblang Leaf, Metformin
Pengaruh Program Intervensi Spesifik pada Anak dan Ibu Balita terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Rezeki, Sahbainur; Renjani, Rizky Swastika; Andryani, Mira; Ramadani, Kasmadi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4089

Abstract

Latar Belakang Masalah: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah lima tahun yang disebabkan kekurangan gizi kronis. Masalah gizi terutama stunting pada balita dapat menghambat perkembangan anak. Untuk mengatasi kejadian stunting, maka perlunya intervensi spesisik pada masa kehamilan dan intervensi gizi pada bayi dan balita. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh program intervensi spesifik pada anak dan ibu balita terhadap kejadian stunting di Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 - 30 Juni tahun 2022 di Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita sebanyak 722 orang. Adapun teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Kemudian pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konsumsi tablet fe terhadap kejadian stunting pada balita (p value = 0,019), pengaruh pemberian IMD terhadap kejadian stunting pada balita (p value = 0,004), pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita (p value = 0,000), pengaruh pemberian imunisasi dasar terhadap kejadian stunting pada balita (p value = 0,000), dan pengaruh pemberian MP-ASI terhadap kejadian stunting pada balita (p value = 0,000). Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh program intervensi spesisik pada anak dan ibu balita terhadap kejadian stunting di Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, diharapkan kepada ibu agar lebih meningkatkan informasi tentang kejadian stunting dan faktor penyebab terjadinya stunting pada balita.Kata Kunci : Intervensi Gizi Spesisik, Kejadian StuntingBackground: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old due to chronic malnutrition. Nutritional problems, especially stunting in toddlers, can hinder child development. To overcome the incidence of stunting, there is a need for specific interventions during pregnancy and nutritional interventions for infants and toddlers. Research Purposes: To determine the effect of specific intervention programs on children and mothers of children under five on the incidence of stunting in community health center Kopelma Darussalam of City Banda Aceh. Research Methodolog: This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach. This research was conducted on 16 – 30 June 2022 in the Community Health Center Kopelma Darussalam of City Banda Aceh. The population in this study were all children under five as many as 722 people. The sampling technique is proportional sampling so that in this study as many as 89 people. The research instrument used a questionnaire sheet. Then the data processing was carried out using the chi-square statistical test. The Research Results: The results showed that the effect of consuming fe tablets on the incidence of stunting in toddlers (p value = 0,019), the effect of early initiation of breastfeeding on the incidence of stunting in children under five (p value = 0,004), the effect of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in toddlers (p value = 0,000), the effect of basic immunization on the incidence of stunting in toddlers (p value = 0,000), and the effect of complementary feeding of breast milk on the incidence of stunting in toddlers (p value = 0,000). Conclusion and Recommendations: Based on the results of this study, it can be concluded that there is an effect of specific intervention programs on children and mothers of children under five on the incidence of stunting in the Community Health Center Kopelma Darussalam of City Banda Aceh. Therefore, it is expected for mothers to further increase information about the incidence of stunting and the factors that cause stunting in toddlers.Keywords : Specific Nutritional Interventions, Stunting Incident
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh Andika, Fauziah; Husna, Asmaul; Zein, Gebby
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3519

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data SSGI (Studi Status gizi Indonesia) di Indonesia tahun 2019 prevalensi pada kasus gizi kurang sebesar 16,3%, lalu pada tahun 2021 prevalensi pada kasus gizi kurang pada balita sebesar, 17,0% dan pada tahun 2022 prevalensi pada kasus gizi kurang pada balita sebesar 17,1% (SSGI, 2021). Berdasarkan data bulan Juni Di Puskesmas Banda Raya, terdapat balita usia 6-24 bulan dengan jumlah keseluruhan 432 anak Balita usia 6-24 bulan Di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh (Tahun 2023). Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-fakotr yang berhubungan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan Di Wilayah Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Deskriptik Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 81 kasus. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 01 Agustus 2023 s.d 10 Agustus 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai CI (convident Interval). Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan status gizi dengan balita  antara MP-ASI (p=0,878) Pola Asuh (p=0,810) dan Pola Makan (p=0,729). Kesimpulan dan saran : tidak ada hubungan antara mp-asi, pola asuh, dan pola makan dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas banda raya kota banda aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi untuk mengetahui keadaan status gizi kurang anak Balita di Wilayah Puskesmas Banda Raya Kota Banda aceh.Kata Kunci: Status Gizi, MP-ASI, Pola Makan, Pola Asuh dan Jenis Kelamin.Background: Based on SSGI (Indonesian Nutritional Status Study) data in Indonesia in 2019 the prevalence of malnutrition cases was 16.3%, then in 2021 the prevalence of malnutrition cases among children under five was 17.0% and in 2022 the prevalence in cases of malnutrition among children under five were 17.1% (SSGI, 2021). Based on June data at the Banda Raya Community Health Center, there are toddlers aged 6-24 months with a total of 432 toddlers aged 6-24 months in the working area of the Banda Raya District Health Center, Banda Aceh City (2023). Research Objective: To determine the factors related to the nutritional status of toddlers aged 6-24 months in the Banda Raya Community Health Center Area, Banda Aceh City. Research Method: This research uses descriptive analysis with a cross sectional design. The sample in this study amounted to 81 cases. Data collection was carried out on August 1, 2023 to August 10, 2023. Research data analysis used univariate and bivariate analysis using the chi-square test with CI (confident interval) values. Research Results: The results of this study show that the relationship between nutritional status and toddlers is between MP-ASI (p=0.878) Parenting Patterns (p=0.810) and Eating Patterns (p=0.729). Conclusions and suggestions: there is no relationship between mp-asi, parenting patterns, and eating patterns with the nutritional status of toddlers in the working area of the Banda Raya Community Health Center, Banda Aceh City. It is hoped that the results of this research can be used as information to determine the nutritional status of children under five in the Banda Raya Community Health Center Area, Banda Aceh City.Keywords: Nutritional Status, MP-ASI, Diet, Parenting Pattern and Gender.
Faktor yang Memengaruhi Konsep Diri Perawat Terhadap Produktifitas Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Datu Beru Kabupaten Aceh Tengah Bahari, Samsul; Megawati, Megawati; Yuniati, Yuniati; Fitriani, Arifah Devi; Fhitriana, Suzan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1987

Abstract

Peran penting sumber daya manusia tenaga keperawatan secara mutlak perlu dilakukan pengembangan dan kajian yang mendalam sehingga waktu dan tenaga serta kemampuan yang dimilikinya benar-benar termanfaatkan secara maksimal sehingga dapat mendukung produktifitas kerja organisasi pelayanan kesehatan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi konsep diri perawat terhadap produktifitas kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Datu Beru Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah  survei analitik  dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 341 orang pengambilan sampel populasi ini dilakukan dengan purposive sampling.Jumlah  sampel yang akan diteliti adalah  77 orang.  Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian  variabel care, knowledge, relation staff, leadership diperoleh nilai p-value = 0,001 < 0,05 artinya ada pengaruh antara care, knowledge, relation staff, leadership terhadap Produktifitas Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat inap. Hasil analisis  multivariat didapatkan  variabel yang paling  berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel care dengan nilai OR 47.802.Ada pengaruh antara care, knowledge, relation staff, leadership terhadap terhadap Produktifitas Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat inap RSUD Datu Beru Takengon, dari hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor yang paling dominan adalah variabel care. Kesimpulan didapatkan ada pengaruh antara care, knowledge, relation staff, leadership terhadap Produktifitas Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat inap RSUD Datu Beru Takengon, Disarankan kepada RSUD Datu Beru Takengon agar supaya mengutamakan peningkatan Care karena lebih memengaruhi produktifitas kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap dalam memberikan pelayanan prima yang dibanggakan masyarakat (consumer satisfaction), pemberi layanan (provider satisfaction) dan institusi pelayanan (institutional satisfaction.Kata kunci: Produktifitas kerja, care, knowledge, relation staff, Leadership. The important role of human resources for nursing staff absolutely needs to be developed and studied in depth so that their time and energy and abilities are really utilized to the fullest so that they can support the work productivity of health service organizations. The goal to be achieved in this study is to determine the factors that influence the nurse's self-concept on the work productivity of implementing nurses in the inpatient room at Datu Beru General Hospital, Central Aceh Regency in 2021. The research design used was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study was 341 people. This population sample was taken by purposive sampling. The number of samples to be studied was 77 people. Data analysis was performed by univariate, bivariate and multivariate analysis with Chi Square test. The results of the research on variables of care, knowledge, staff relations, leadership obtained p-value = 0.001 <0.05, meaning that there is an influence between care, knowledge, staff relations, leadership on the work productivity of implementing nurses in inpatient rooms. The results of multivariate analysis showed that the most influential variable in this study was the care variable with an OR value of 47.802. There was an influence between care, knowledge, staff relations, leadership on the Work Productivity of Implementing Nurses in the Inpatient Room of RSUD Datu Beru Takengon, the results of multivariate analysis showed The results show that the most dominant factor is the care variable. It is hoped that RSUD Datu Beru Takengon will prioritize improving care because it will affect the work productivity of implementing nurses in inpatient rooms in providing excellent service that the community is proud of (consumer satisfaction), service providers (provider satisfaction) and service institutions (institutional satisfaction).Keywords: Work productivity, care, knowledge, staff relations, Leadership
Analisis Perencanaan Manajemen Sistem Informasi di Dinas Kesehatan Provinsi Riau Iskandar, Citra; Hartono, Budi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan manajemen sistem informasi di Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengatahui bagaimana tahapan perencaraan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengawasan. Adapun metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui skema literatur review, dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi partisipatif. Responden penelitian terdiri dari pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang terlibat dalam perencanaan manajemen sistem informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen sistem informasi di Dinas Kesehatan Provinsi Riau masih memiliki beberapa tantangan, seperti kurangnya integrasi antara sistem informasi yang ada dan kebutuhan pengguna, serta kurangnya sumber daya manusia yang terampil dalam manajemen sistem informasi. Pembahasan mendalam mengenai temuan penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pihak terkait untuk meningkatkan efektivitas perencanaan manajemen sistem informasi di Dinas Kesehatan Provinsi Riau guna mendukung penyediaan layanan kesehatan yang lebih baik.Kata Kunci: Manajemen, Sistem Informasi, Dinas KesehatanThis research aims to analyze information system management planning at the Riau Provincial Health Service to find out the stages of planning, organizing, directing and monitoring. The research methodology used is a qualitative approach through a literature review scheme, with data collection through literature study and participant observation. Research respondents consisted of officials at the Riau Provincial Health Service who were involved in planning information system management. The research results show that information system management planning at the Riau Provincial Health Service still has several challenges, such as a lack of integration between existing information systems and user needs, as well as a lack of skilled human resources in information system management. An in-depth discussion of the findings of this research provides valuable insight for related parties to improve the effectiveness of information system management planning at the Riau Provincial Health Service to support the provision of better health services.Keywords: Management, Information Systems, Health Service
Efektivitas Belerang (Sulfur) Terhadap Proliferasi Luka pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Johor Kecamatan Medan Johor Tahun 2023 Sinaga, Martaulina; Tambun, Mastaida; Batubara, Zulkarnain; Sembiring, Adelina; Aritonang, Febrina Asapani; Berutu, Lilis Hartati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3464

Abstract

Dampak yang ditimbulkan akibat komplikasi Diabetes Melitus salah satunya adalah luka yang sulit sembuh, secara langsung berdampak pada status kesehatan Masyarakat. Kejadian kasus Diabetes Melitus yang terus meningkat di kota Medan sebanyak 39.699 tahun 2022, Tujuan penelitian ini untuk mengobservasi Efektivitas Belerang (Sulfur) terhadap Proliferasi Luka pada Penderita Diabetes Melitus. kelompok kasus 5 orang diperoleh keadaan luka sesudah terapi Sulfur yaitu Pada kasus 5 orang diperoleh keadaan luka sesudah terapi Sulfur yaitu pasien mengalami Ukuran luka <4 cm, tidak ada mengalami kedalam luka, tepi luka samar tidak terlihat dengan jelas, tidak ada goa, tidak mengalami tepi jaringan nekrosis, tidak tampak jaringan nekrotik, tidak ada eksudat, tidak terdapat eksudat, luka kering, 4 pasien mengalami warna kulit putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, 1 pasien putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, tidak ada pembengkakan atau edema perifer/tepi jaringan luka, tidak ada indurasi jaringan perifer, pada jaringan granulasi putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, 1 pasien Terang, merah seperti daging; 75 % s/d 100 % luka terisi granulasi, 4 pasien menagalami < 25 % epitelisasi, 1 pasien 75 % s/d < 100 % epitelisasi.Kata kunci: Belerang, Diabetes_Melitus, Efektivitas, Luka, Proliferasi.The impact caused consequence One of the complications of Diabetes Mellitus is difficult wounds recovery, has a direct impact on the health status of the community. Incident continuing cases of Diabetes Mellitus will increase in the city of Medan by 39,699 in 2022. The aim of this research is to observe Effectiveness Sulfur (Sulfur) against Wound Proliferation in Diabetes Mellitus Patients. In the case of five people, the condition of the wound after Sulfur therapy was that the patient had a wound size of <4 cm, there was no depth to the wound, the edges of the wound were faint and not clearly visible, there were no caves, no edges of necrotic tissue, no visible necrotic tissue, no exudate, no exudate, dry wound, 4 patients had white or gray skin color, pale or hypopigmented, 1 patient white or gray, pale or hypopigmented, no swelling or peripheral edema/edge of wound tissue, no induration peripheral tissue, in white or gray granulation tissue, pale or hypopigmented, 1 patient Bright, fleshy red; 75% to 100% of the wound was filled with granulation, 4 patients experienced < 25% epithelialization, 1 patient 75% to < 100% epithelialization.Keywords: Sulfur, Diabetes_Mellitus, Effectiveness, wound, Proliferation.
Analisis Pelaksanaan Rooming In dengan Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post SC (Sectio Caesarea) di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan Tahun 2020 Manullang, Rasmi; Dewi, Fatma Sylvan; Wulan, Mayang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1965

Abstract

Rawat gabung atau Rooming in merupakan suatu system perawatan dimana bayi dirawat dalam suatu unit dalam pelaksanaannya, bayi harus selalu berada dalam disamping ibu. Kondisi yang dapat mempengaruhi kelancaran produksi ASI diantaranya yaitu rawat gabung (rooming in), psikososial, faktor nyeri, faktor hormon, faktor anatomi payudara, faktor pengetahuan ibu, frekuensi menyusui, konsumsi air mineral, jenis persalinan, serta faktor paritas. Ibu dengan persalinan SC lebih cenderung mengalami masalah pengeluaran ASI di bandingkan ibu dengan persalinan normal. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengambilan purposive. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 12 orang, 4 informan utama dan 6 informant pendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pelaksanaan Rooming In terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Post SC di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Penatalaksanaan masih kurang baik dilihat dari SDM nya yang masih kurang dan  penataan ruangan, pengetahuan ibu masih kurang dengan pelaksanaan rooming in, lingkungan keluarga tidak begitu berperan dalam pelaksanaan roomin in, begitu juga dengan sikap ibu masih kurang dalam menanggapi pelaksanaan rooming in. Saran diharapkan Kerjasama yang baik dari Keluarga, dan Tenaga Kesehatan yang memberikan sosialisasi tentang rooming in agar meningkatkan minat setiap ibu untuk melakukan Rooming in.Kata Kunci: Rooming in, Kelancaran ASI, Rumah Sakit
PENGARUH KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA PANTI SOSIAL RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG Andi Syahputra; Widya Arfani Purba
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3634

Abstract

Kemiskinan yang melatar belakangi sebagian anak yang ada di panti sosial, menjadikan si anak ingin mendapatkan perbaikan dalam hidup, keinginan untuk mendapatkan hidup yang layak nantinya dengan memperoleh ilmu dan pendidikan formal yang menjadikan mereka mempunyai kemampuan akademis yang tinggi guna menjadi modal untuk memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak. Cita-cita dan keinginan untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses, memotivasi anak untuk memperbaiki kehidupannya yang sekarang dengan mengikuti program pendidikan dan pelatihan yang diadakan di panti agar dapat memperoleh apa yang mereka cita-citakan.Banyak faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, salah satunya yaitu konsep diri dan dukungan sosial yang berasal dari orang tua, teman sebaya dan orang-orang sekitar. Konsep diri berkaitan dengan evaluasi dan penilaian terhadap diri. Sedangkan dukungan sosial adalah dukungan dari orang lain yang dicintai dan perduli, dihargai dan bernilai dan bagian dari jaringan komunikasi yang saling mengisi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh konsep diri dan dukungan sosial terhadap motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan analisis regresi berganda dimana peneliti ingin melihat sumbangsih dari tiap-tiap independent variable dengan jumlah sampel 90 remaja. Instrumen penelitian berupa skala dari konsep diri yang dibagi menjadi empat berdasarkan dimensi yaitu subjective self, body image, ideal self dan social self kemudian skala dari dukungan sosial yang dibagi menjadi lima berdasarkan jenis dukungan yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informatif dan dukungan jaringan. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan analisis regresi, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah: Untuk uji hipotesis nihil mayor (H0) ditolak, karena “Ada Pengaruh yang Signifikan Antara Konsep Diri dan Dukungan Sosial Terhadap Motivasi Belajar Remaja Panti Sosial”. Selanjutnya untuk proporsi varians yang dapat dijelaskan oleh Independent Variable (IV) dari konsep diri (subjective self, body image, ideal self, social self) dan dukungan sosial (dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informatif, dukungan jaringan) sejumlah 46,4 % sedangkan sisanya sejumlah 53,6 % dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. 
Pengaruh Penambahan Serat Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) Pada Komposit Poliester Terhadap Sifat Fisika Pardi, Pardi; Herawati, Herawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3811

Abstract

Serat purun tikus (Eleocharis dulcis) yang selama ini digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan komposit. Tetapi pemanfaatan komposit masih memerlukan pengembangan agar mendapatkan sifat fisika yang baik. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk membuat material komposit adalah metode pengepresan cetakan (mold pressing) dengan ukuran 20x20x0,5 cm. Variabel penelitian yang dipelajari adalah perbedaan komposisi serat purun (5%, 10%, dan 15%) terhadap berat resin poliester dan susunan serat sejajar, acak, dan anyaman. Komposisi serat purun dianalisa terhadap gugus fungsi dan sifat fisika. Analisa gugus fungsi dilakukan dengan fourier transform infra-red (FTIR), analisa komposisi dan ukuran kristal menggunakan X-Ray diffraction (XRD), Analisa sifat fisika meliputi densitas, daya serap air dan thickness swelling dari komposit. Berdasarkan hasil analisa gugus fungsi serat purun sebelum dan sesudah treatment yang diberikan kepada serat purun mampu mengurangi kadar lignin dan hemiselulosa serta bisa menambah gugus fungsi baru yaitu Si-O-C. Hasil dari derajat serat purun sebelum dan sesudah treatment memiliki karakteristik peak pada 2θ = 12,6o (selulosa I), 22,8o (selulosa II), karakteristik peak pada 2θ = 12, 6o, sedangkan untuk amorph peak pada 2θ = 21, 94o. Hasil tertinggi dari sifat fisik komposit diantaranya ialah densitas, water absorption, dan thickness swelling berturut-turut sebesar 0,9577 g/cm3, 10.07977%, dan 24.57x10-3%.Kata Kunci: Serat purun tikus (Eleocharis dulcis), komposit, poliester, sifat fisika.Purun Tikus (Eleocharis dulcis) fiber, which has been used as a raw material for handicrafts, can be used as a material for making composites. However, the use of composites still requires development to obtain good physical properties. In this research, the method used to make composite materials is the mold pressing method with a size of 20x20x0.5 cm. The research variables studied were differences in purun fiber composition (5%, 10%, and 15%) on the weight of polyester resin and parallel, random, and woven fiber arrangements. The composition of purun fiber was analyzed for functional groups and physical properties. Functional group analysis was carried out using Fourier transform infra-red (FTIR), composition and crystal size analysis using X-Ray diffraction (XRD), analysis of physical properties including density, water absorption and swelling thickness of the composite. Based on the results of analysis of the functional groups of purun fiber before and after the treatment given to purun fiber, it can reduce lignin and hemicellulose levels and can add new functional groups, namely Si-O-C. The results of the degree of purun fiber before and after treatment have a characteristic peak at 2θ = 12.6o (cellulose I), 22.8o (cellulose II), a characteristic peak at 2θ = 12.6o while for amorph peak at 2θ = 21.94o. The highest results from the physical properties of the composite include density, water absorption, and thickness swelling of 0.9577 g/cm3, 10.07977%, and 24.57x10-3%, respectively.Keywords: Rat purun (Eleocharis dulcis) fiber, composite, polyester, physical properties. 
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Angka Unmeet Need KB pada WUS di Puskesmas Petumbukan Kec. Galang Kab. Deli Serdang Tahun 2024 Tambun, Mastaida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4044

Abstract

Unmet need merupakan salah satu konsep penting yang dimanfaatkan untuk pengembangan kebijakan KB. Unmet need adalah presentase wanita yang saat ini tidak menggunakan metode kontrasepsi dan tidak ingin anak lagi atau menunda kehamilan, tetapi tidak menggunakan kontrasepsi jenis apapun Tingginya angka unmet need KB berpengaruh pada rapatnya jarak kelahiran dan banyaknya anak dilahirkan sehingga beresiko tinggi terhadap kematian ibu dan bayi. Pemerintah melalui BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) berusaha untuk menurunkan angka unmet need KB ini karena merupakan salah satu faktor penyebab 75% kematian ibu di Indonesia dan juga di dunia. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik, populasi dalam penelitian ini adalah ibu unmet need KB atau wanita menikah pada kelompok usia 18-49 tahun, sampel penelitian waita usia subur tyang tidak mengikuti KB atau Un  Meet Need yaitu sebanyak 35 orang, Penelitian dilaksanakan pada bulan  April-Juni 2023 dan Penelitian dilaksanakan di wilayah Kerja puskesmas Petumbukan Galang Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (0,000), terdapat hubungan yang antara pekerjaan (0,101), Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami (0,010) dengan unmet need. Dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan (0,101) dengan unmet need. diharapkan untuk meningkatkan komunikasi antar pasangan sehingga dapat tercapai keputusan bersama dalam hal penggunaan kontrasepsi sebagai upaya dalam meningkatkan status kesehatannya menjadi lebih baik.Kata Kunci : Unmeet Need, KB, WUSUnmet need is an important concept that is used to develop family planning policies. Unmet need is the percentage of women who currently do not use a contraceptive method and do not want more children or delay pregnancy, but do not use any type of contraception. The high rate of unmet need for family planning affects the close spacing of births and the number of children born, resulting in a high risk of maternal and infant mortality. The government through the BKKBN (National Family Planning Coordinating Board) is trying to reduce the number of unmet needs for family planning because it is one of the factors causing 75% of maternal deaths in Indonesia and also in the world. This type of research is analytical survey research, the population in this study is mothers who do not meet the need for family planning or married women in the age group 18-49 years, the research sample is women of childbearing age who do not follow family planning or do not meet the need, namely 35 people. The research was carried out in the month April-June 2023 and research was carried out in the working area of the Petumbukan Galang Deli Serdang Community Health Center, North Sumatra Province. The results of the research show that there is a significant relationship between age (0.000), there is a relationship between work (0.101), there is a significant relationship between husband's support (0.010) and unmet need. And there is no relationship between work (0.101) and unmet need. It is hoped to improve communication between couples so that a joint decision can be reached regarding the use of contraception as an effort to improve their health status for the better.Keywords: Unmet Need, KB, WUS

Page 95 of 123 | Total Record : 1226