cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA YAYASAN PENYANTUNAN YATIM PIATU ACEH SEPAKAT DARUL AITAM MEDAN Sofia, Melda; Aida, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self esteem dengan kesepian pada remaja Yayasan Penyantunan Yatim Piatu Aceh Sepakat Darul Aitam Medan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik Total sampling yang berjumlah 36 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self esteem dan kesepian yang telah valid dan reliabel dengan model skala Likert. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa ada hubungan yang positif dari self esteem dengan kesepian pada Remaja Yayasan Penyantunan Yatim Piatu Aceh Sepakat Darul Aitam Medan, hal ini ditunjukkan Rx-y = -0,554 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, artinya semakin tinggi self esteem maka semakin rendah kesepian yang dinyatakan diterima. Besarnya koefesien derteminan r2 = 0,306, ini menunjukkan bahwa self esteem berkontribusi terhadap kesepian sebesar 30,6%. Masih terdapat 69,4% faktor lain yang mempengaruhi kesepian tidak dilihat dalam penelitian ini. Maka dari itu para pengasuh Yayasan Penyantunan Yatim Piatu Aceh Sepakat Darul Aitam Medan, memberikan dukungan untuk meningkatkan self-esteem didalam diri siswa agar tingkat kesepian yang dialami remaja berkurang, dan kepada peneliti berikutnya untuk mencari faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan kesepian.Kata Kunci :Self Esteem, Kesepian, Remaja
Analisis Faktor Risiko Penyebab Kelelahan Kerja Pada Petugas Keamanan di PT Jannata Group Indonesia Rahmat, Said Muhakikin; Ariscari, Putri; Ichwansyah, Fahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3788

Abstract

Satpam memiliki tugas pokok yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, personel, informasi dan pengamanan teknis lainnya.  Berdasarkan (ILO) tahun 2019 menunjukkan sekitar 32% pekerja dunia mengalami kelelhan akibat pekerjaan yang mereka lakukan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa petugas keamanan yang bekerja pada shift malam lebih mudah kelelahan dibandingkan petugas keamana yang bekerja pada shift pagi. Hal ini disebabkan karena aktivitas pada saat pagi hari petugas keamanan juga melakukan aktivitas saat di rumah,  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan Kelelahan Kerja Pada Petugas Keamanan Di PT Jannata Group Indonesia Gampong Ulee Tuy Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah petugas keamanan berjumlah 55 orang, metode sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan 28 Januari s/d 5 Februari 2023. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil analisis univariat variabel 60% responden mengalami kelelahan kerja, responden yang memiliki waktu kerja 24 jam hanya 3.6%, sebagian besar (74.5%) responden memiliki usia produktif,  shift kerja 1 kali 18.2%, 38.2% responden mengalami beban kerja Berat dan 69.1% responden memiliki kuantitas yang tidur cukup. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada variabel independent yang berhubungan dengan variabel dependent (kuantitas tidur = p-value 0,156, CI95%, beban kerja = p-value 0.823, CI95%, waktu kerja = p-value 0,446, shift kerja = p-value 0,621 dan umur = p-value 0,521).Kata Kunci :Kelelahan Kerja, Beban Kerja, Waktu Kerja,  Kuantitas Tidur, Shift Kerja.Security guards have the main task of maintaining security and order in their workplace which includes aspects of physical security, personnel, information and other technical security. According to the ILO in 2019, around 32% of world workers experience fatigue due to the work they do. Based on the results of research conducted, information was obtained that security officers who work on the night shift get tired more easily than security officers who work on the morning shift. This is because security officers also carry out activities in the morning at home. The aim of this research is to determine the factors related to work fatigue among security officers at PT Jannata Group Indonesia Gampong Ulee Tuy, Darul Imarah District, Aceh Besar Regency in 2023. Analytical descriptive research method with a cross sectional research design. The population of this study was 55 security officers. The sample consisted of 55 respondents. Data collection was carried out from January 28 to February 5 2023. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Based on the results of univariate analysis of variables, 60% of respondents experienced work fatigue, only 3.6% of respondents had 24 hour work hours, the majority (74.5%) of respondents were of productive age, 18.2% worked 1 shift, 38.2% of respondents experienced heavy workload and 69.1% % of respondents have sufficient quantity of sleep. The results of the bivariate analysis showed that there were no independent variables that were related to the dependent variable (sleep quantity = p-value 0.156, CI95%, workload = p-value 0.823, CI95%, working time = p-value 0.446, work shift = p-value 0.621 and age = p-value 0.521).Keywords: Work Fatigue, Workload, Working Time, Age, Sleep Quantity, Work Shift
UJI AKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN BALAKACIDA (Chomolaena odorata) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Nurhayati, Nurhayati; Nadia, Putri; Meilina, Rulia; Astryna, Syarifah Yanti; Rahmi, Nuzulul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4211

Abstract

Tanaman Balakacida merupakan salah satu jenis tanaman dari famili Asteraceae compositae yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional, dan memiliki senyawa aktif berupa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan fenolik yang mampu menghambat proses oksidasi. Sedangkan senyawa tanin dapat digunakan sebagai pencegahan infeksi luka karena mempunyai daya antiseptik dan obat luka bakar. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya aktivitas pemberian salep ekstrak etanol daun balakacida terhadap proses penyembuhan luka bakar pada mencit putih serta berapa dosis optimalnya. Penelitian ini bersifat eksperimental, ektrak diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu : kontrol negatif (DMSO), kontrol positif (Bioplacenton), salep ekstrak daun balakacida 100 mg, salep ekstrak daun balakacida 200 mg dan salep ekstrak daun balakacida 300 mg. Parameter yang diamati meliputi lama penyembuhan luka bakar dan panjang luka (cm). Analisis data menggunakan uji Anova one-way yang menyatakan bahwa nilai signifikasi p < 0,05 hal ini menunjukan bahwa salep esktrak daun balakacida berpengaruh dalam penyembuhan luka bakar pada mencit putih. Dari hasil penelitian ekstrak balakacida dapat memberikan efek penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus), dimana salep konsentrasi F3 (300 mg) lebih cepat dalam penutupan luka bakar dibandingkan dengan salep ekstrak daun balakacida dengan konsentrasi F1 (100 mg) dan F2 (200 mg). Dapat disimpulkan pemberian salep ekstrak etanol daun balakacida (Chomolaena odorata) dapat menyembuhkan mencit yang mengalami luka bakar. Konsentrasi 300 mg (F3) merupakan konsentrasi yang paling baik dalam mempercepat penyembuhan luka bakar. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait isolasi dari senyawa metabolit sekunder utama yang ada di dalam ekstrak daun balakacida dengan menggunakan pelarut non polar agar kerja dari senyawa metabolit sekunder yang diperlukan menjadi lebih maksimal.Kata kunci        : Daun balakacida (Chomolaena odorata), luka bakar, salep, mencitThe Balakacida plant is a type of plant from the Asteraceae Compositae family which is often used by people as traditional medicine, and has active compounds in the form of alkaloids, tannins, flavonoids, saponins and phenolics which are able to inhibit the oxidation process. Meanwhile, tannin compounds can be used to prevent wound infections because they have antiseptic and burn wound healing properties. The aim of the research was to determine the activity of administering balakacida leaf ethanol extract ointment and its optimal dose on the healing process of burn wounds in white mice. This research was experimental, the extract was obtained using the maceration method with 96% ethanol solvent, 25 male mice were divided into5 treatment groups, namely: negative control (DMSO), positive control (Bioplacenton), balakacida leaf extract ointment 100 mg, ointment balakacida leaf extract 200 mg and balakacida leaf extract ointment 300 mg. The parameters observed included the healing time of the burn wound and the length of the wound (cm). Data analysis used the one-way Anova test which stated that the significance value was p < 0.05, this shows that balakacida leaf extract ointment had an effect on healing burns in white mice. From the research results, balakacida extract can provide a healing effect on burn wounds in mice (Mus musculus), where the F3 concentration ointment (300 mg) is faster in closing burn wounds compared to the balakacida leaf extract ointment with F1 (100 mg) and F2 (200 mg) concentrations.). It can be concluded that administering ethanol extract ointment from balakacida leaves (Chomolaena odorata) can cure mice with burns. A concentration of 300 mg (F3) is the best concentration in accelerating the healing of burn wounds. It is recommended to carry out further research regarding the isolation of the main secondary metabolite compounds in balakacida leaf extract using non-polar solvents so that the work of the required secondary metabolite compounds can be maximized.Keywords : Balakacida leaves (Chomolaena odorata), burns, ointment, mice
Hubungan Motivasi Pimpinan Terhadap Kinerja Staf di Puskesmas Sibande Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Tahun 2021 Habeahan, Sanata H; Siagian, Mindo Tua; Tarigan, Frida Lina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2180

Abstract

Setiap organisasi pasti selalu mengupayakan berbagai cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan organisasi tersebut. Dalam mencapai tujuan diperlukan sumber daya manusia yang berperan aktif sebagai penggerak dalam suatu organisasi karena sumber daya manusia merupakan otak yang dapat merencanakan serta melakukan kegiatan organisasi sehingga sebagai penentu dalam mewujudkan tujuan organisasi. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui hubungan motivasi terhadap kinerja staf di Puskesmas Sibande Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe Tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian korelasi analitik (penelitian analitik) dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi berjumlah 43 orang sampel dengan total sampling. Ada hubungan prestasi kerja, tanggung jawab, supervise, kondisi kerja, organisasi kerja dan hubungan interpersonal terhadap kinerja staf di Puskesmas Sibande Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe Tahun 2021. Faktor  yang paling dominan mempengaruhi  dominan mempengaruhi  kinerja staf di Puskesmas Sibande Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe Tahun 2021. di Puskesmas Sibande adalah faktor supervisi. Saran agar meningkatkan usaha promotif kesehatan yang rutin dan berkesinambungan,agar staf memiliki kinerja yang baik terutama melakukan supervise setiap hari dan untuk Puskesmas Sibande sendiri, agar memperkuat struktur organisasi bekerja sesuai dengan SOP sehingga hasil kerja yang dicapai baik. Kata Kunci : Prestasi Kerja, Tanggung Jawab, Supervise, Kondisi Kerja, Organisasi Kerja, Hubungan Interpersonal, Kinerja Every organization must always seek various ways to achieve the desired goals of the organization. In achieving the goal, human resources are needed who play an active role as a driver in an organization because human resources are the brains that can plan and carry out organizational activities so that they are decisive in realizing organizational goals. Research Objectives To determine the relationship between motivation and staff performance at the Sibande Public Health Center, Sitellu Tali Urang Jahe District in 2021. This study was an analytic correlation study (analytic research) with a cross sectional research design. The population is 43 samples with total sampling. There is a relationship between work performance, responsibility, supervision, working conditions, work organization and interpersonal relationships on the performance of staff at the Sibande Health Center, Sitellu Tali Urang Jahe Subdistrict in 2021. The most dominant factor influencing the performance of the staff at the Sibande Health Center, Sitellu Tali Urang Jahe Subdistrict, in 2021. at the Sibande Health Center is the supervision factor. Suggestions to improve routine and continuous health promotion efforts, so that staff have good performance, especially supervise every day and for the Sibande Health Center itself, in order to strengthen the organizational structure to work in accordance with SOPs so that the work achieved is good.Keywords :  Work Performance, Responsibilities, Supervise, Working Conditions, Work Organization, Interpersonal Relations, Performance
Analisis Kelekatan Orangtua, Kelekatan Teman Sebaya, Self Control, Dan Self-Esteem Terhadap Agresivitas Remaja Rahmayanti, Kurnia; Herawati, Herawati; Sofia, Melda; Purba, Widya Arfani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4151

Abstract

Kelekatan orang tua sebagai pengasuh utama pada remaja terbentuk sejak tahun pertama kehidupan. Kelekatan yang dibentuk sejak lahir berperan dalam mempengaruhi perilaku sosial remaja. Kelekatan yang tidak aman dapat memicu masalah perilaku, salah satunya adalah agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelekatan orang tua, kelekatan teman sebaya, kontrol diri, dan self esteem terhadap agresivitas pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan melibatkan 185 remaja berusia 15-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self control secara langsung mempengaruhi agresivitas pada remaja, sementara kelekatan ibu dan Self esteem memiliki pengaruh tidak langsung terhadap agresivitas melalui self control. Kelekatan ayah dan kelekatan teman sebaya tidak menunjukkan pengaruh terhadap agresivitas remaja.Kata kunci: Remaja, Kelekatan, Self Control, Self Esteem, AgresivitasParents Attachment as primary caregivers in adolescent has formed since the first year of life. Attachment built since birth affect adolescent social behavior. An insecure attachment causes behavior problems, one of these is aggressiveness. This study aims to 1) identify the characteristics of adolescent and family, parental attachment, peer attachment, self-control, self-esteem, and aggressiveness in adolescent; 2) analyze the effect of parental attachment, peer attachment, self-control, and self-esteem toward aggressiveness in adolescent. This research uses a cross-sectional study involving adolescent aged 15-19 year 185. The results showed that Self control directly affect the aggressiveness of adolescent, mother attachment and self-esteem have indirect effect on aggressiveness through self-control.  father attachment and peer attachment  have no effect on adolescent aggressiveness.Keywords: Adolescent, Attachment, Self Control, Self Esteem, Aggressiveness
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Hair Tonic Ekstrak buah pare (Momordica charantia L.) Pada Pertumbuhan Rambut Kelinci Syafriadi, Syafriadi; Farhan, Reza; Khatami, M; Hafizh, Hafizh
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid dan saponin yang terdapat pada buah pare yang sangat bagus sebagai perangsang rambut. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Sediaan hair tonic dibuat dengan menambahkan ekstrak buah pare dengan variasikosentrasi yaitu 5g (F1), 10g (F2), 15g (F3) dan sebagai blangko (F0). Pengujian terhadap sediaan hair tonicmeliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, uji iritasi dan uji aktifitas pertumbuhan rambut. Sediaan hair tonic stabil dalam penyimpanan dan homogenitas, pH sediaan (5,7-6,4) dan tidak terdapat kemerahan atau bengkak dikulit pada saat pemakaian sediaan. Hasil dari pertumbuhan rambut yaitu 5,0mm (F1), 5,6mm (F2), 6,7mm (F3) dan 4,3mm (F0). Hasil tersebut diketahui bahwa semakin tinggi kosentrasi maka semakin tinggi pula tingkat aktivitas pertumbuhan pada rambut dan hair tonicdengan penambahan ekstrak buah pare (Momordica charantia L.) dengan konsentrasi 15% (F3) mempunyai aktivitas terbaik dalam pertumbuhan rambut kelinci.Kata Kunci : rambut, kelinci, ekstrak etanol, buah pareThis study aims to determine the content of flavonoid and saponin compounds in bitter melon which is very good as a hair stimulant. The research was conducted experimentally. Hair tonic preparations were made by adding bitter melon extract with various concentrations, namely 5g (F1), 10g (F2), 15g (F3) and as blank (F0). Tests on hair tonic preparations include organoleptic test, homogeneity test, pH test, irritation test and hair growth activity test. The hair tonic preparation is stable in storage and homogeneity, the pH of the preparation is (5.7-6.4) and there is no redness or swelling of the skin when using the preparation. The results of hair growth are 5.0mm (F1), 5.6mm (F2), 6.7mm (F3) and 4.3mm (F0). The results showed that the higher the concentration, the higher the level of hair growth activity and hair tonic with the addition of bitter melon fruit extract (Momordica charantia L.) with a concentration of 15% (F3) had the best activity in rabbit hair growth.Keywords: hair, rabbit, ethanol extract, bitter melon Reference: Books and Journals
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ibu Menyusui Dalam Memberikan Makanan Pendamping Asi Terlalu Dini Di Desa Bantayan Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen Tahun 2024 Nurjannah, Nurjannah; Sarika, Sarika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4028

Abstract

MP-ASI adalah makanan dan minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang Memengaruhi Ibu Menyusui Dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI terlalu Dini Di Desa Bantayan Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen Tahun 2024.Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu menyusui sebanyak 38 orang dan sampel yang diambil dengan menggunakan Total Sampling yaitu sebanyak 38 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer, sekunder dan tersier.Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dengan nilai sig-p 0,008 < 0,05), sikap dengan nilai sig-p 0,008 < 0,05, dukungan keluarga dengan nilai sig-p 0,004, peran tenaga kesehatan dengan nilai sig-p < 0,001 dalam memberiakn makanan pendamping ASI terlalu dini. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan hasil ada pengaruh pengetahuan ibu, sikap, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan dalam memberikan makanan pendamping ASI terlalu dini. Diharapkan untuk Sebagai bahan masukan dan sarana informasi kepada ibu menyusi terkait pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap Ibu, Dukungan Keluarga, Peran Tenaga Kesehatan, MP-ASI terlalu dini.MP-ASI is food and drinks that contain nutrients, given to babies or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. MP-ASI is a transitional food from breast milk to family food. The aim of this research is to determine the factors that influence breastfeeding mothers in providing complementary foods for breast milk too early in Bantayan Village, Pandrah District, Bireuen Regency in 2024. The research design used is cross sectional. The population in this study were all 38 breastfeeding mothers and the sample taken using Total Sampling was 38 people. Data collection methods are primary, secondary and tertiary data. The data analysis used was univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that maternal knowledge with a sig-p value of 0.008 < 0.05), attitudes with a sig-p value of 0.008 < 0.05, family support with a sig-p value of 0.004, the role of health workers with a sig-p value < 0.001 in giving complementary foods too early. The conclusions in this study show that the results have an influence on maternal knowledge, attitudes, family support, and the role of health workers in providing complementary foods too early. It is hoped that it will serve as input and a means of information for breastfeeding mothers regarding giving complementary foods to breast milk too early.Keywords: Knowledge, Mother's Attitude, Family Support, Role of Health Workers, MP-ASI is too early.
UJI EFEK KOMBINASI EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) DAN EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum bacilicum L.) TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH PADA MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI KALIUM OKSONAT Lestari, Widya; Meilina, Rulia; Kulla, Periskila Dina Kali; Safitri, Faradilla; Akmadia, Nur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4192

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendiaan tubuh, seperti jari tangan, tumit, jari kaki, lutut, hingga pergelangan tangan. Penyakit timbul karena adanya penumpukan zat purin yang kemudian berubah menjadi asam urat. Tumbuhan seledri dan kemangi berpotensi sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar asam urat. Karena tumbuhan tersebut mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antihiperurisemia dalam menurunkan kadar asam urat.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi ekstrak etanol daun seledri dengan daun kemangi dan dosis efektif terhadap penurunan kadar asam urat.Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif (Na-CMC 5%), kontrol positif (allopurinol), kelompok 1 dosis 75 : 25 mg/kg BB, kelompok 2 dosis 50 :50 mg/kg BB dan kelompok 3 dosis 25 : 75 mg/kg BB. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi mampu menurunkan kadar asam urat pada mencit. Perlakuan kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi menunjukkan penurunan kadar asam urat sejak H-9 hingga H-15. Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat mencit karena nilai sig > 0,05. Kesimpulan : Kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan daun kemangi efektif dalam menurunkan kadar asam urat sekitar 21 % hingga 27% dan dosis yang paling efektif yaitu kombinasi dosis 50 :50 mg/kg BB. Kata Kunci : Asam Urat, Antihiperurisemia, Allopurinol, Kemangi, SeledriBackground : Gout is a disease that attacks the joints of the body, such as fingers, heels, toes, knees, to the wrists. The disease arises due to a buildup of purine substances which then turn into uric acid. Celery and basil plants have potential as traditional medicines for lowering uric acid levels. Because this plant contains flavonoid compounds which have the potential to act as antihyperuricemia in reducing uric acid levels. Research Objectives : To determine the effect of giving a combination of ethanol extract of celery leaves with basil leaves and the effective dose on reducing uric acid levels.Research Methods : This study was an experimental study with a purposive sampling technique consisting of a negative control group (Na-CMC 5%), positive control (allopurinol), group 1 dose 75: 25 mg/kg BW, group 2 dose 50 : 50 mg/kg BW and group 3 dose 25 : 75 mg/kg BW. This research was conducted from July to August 2023. Results : The results showed that the combination of ethanol extracts of celery leaves and basil leaves was able to reduce uric acid levels in mice. The combination treatment of ethanol extract of celery leaves and basil leaves showed a decrease in uric acid levels from D-9 to D-15. The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves had a significant effect on reducing uric acid levels in mice because the sig value was > 0.05. Conclusion : The combination of ethanol extract of celery leaves and basil leaves is effective in reducing uric acid levels around 21% to 27% and the most effective dose is the combined dose of 50:50 mg/kg BW.Keywords    : Uric Acid, Antihyperuricemia, Allopurinol, Basil, Celery
Skrining Fitokimia Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dan Batang Serai (Cymbopogon citratus) Saulie, Diffa Aprilydia; Kulla, Periskila Dina Kali; Zulwanis, Zulwanis; Marniati, Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3939

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kandungan senyawa kimia dan potensi farmakologis minyak atsiri dari kulit jeruk manis (Citrus sinensis L) dan batang serai (Cymbopogon citratus). Skrining fitokimia mengidentifikasi flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid, sementara alkaloid tidak terdeteksi. Standarisasi menunjukkan semua parameter memenuhi persyaratan Materia Medika Indonesia (MMI). Rendemen minyak atsiri adalah 0,0778% untuk kulit jeruk dan 0,116% untuk batang serai. Senyawa bioaktif dalam minyak atsiri memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antijamur, antiinflamasi, dan antitumor. Temuan ini mendukung penggunaan minyak atsiri dari kedua tanaman dalam pengobatan tradisional dan modern.Kata kunci: Skrining Fitokimia, Citrus sinensis, Cympogon citratus, Minyak AtsiriThis study evaluated the content of chemical compounds and pharmacological potential of essential oils from sweet orange peel (Citrus sinensis L) and lemongrass stem (Cymbopogon citratus). Phytochemical screening identifies flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids, while alkaloids are not detected. Standardization shows that all parameters meet the requirements of Materia Medika Indonesia (MMI). The yield of essential oils is 0.0778% for orange peel and 0.116% for lemongrass stems. The bioactive compounds in essential oils have antioxidant, antibacterial, antifungal, anti-inflammatory, and antitumor activities. These findings support the use of essential oils from both plants in traditional and modern medicine.Keywords: Phytochemical Screening, Citrus sinensis, Cympogon citratus, Essential Oils
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Kulla, Periskila Dina Kali; Aldafi, Daevanul Aslam; Meilina, Rulia; Zulwanis, Zulwanis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3562

Abstract

Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tanaman obat tradisional dari famili solanaceae sering dimanfaatkan dalam penyembuhan gangguan penyakit infeksi kulit. Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki Aktivitas sebagai antimikroba pada pencegahan jerawat. Kandungan flavonoid dan saponin dalam daun ciplukan berperan penting sebagai permeabilitas dinding sel dan menimbulkan kematian sel. Daun ciplukan juga telah terbukti memiliki kandungan senyawa Flavonoid, saponin, tanin, dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas antibakteri dan kadar hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol daun ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode difusi dan dilusi menggunakan kertas cakram dengan beberapa konsentrasi ekstrak etanol daun ciplukan yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Tetrasiklin 0,25% sebagai kontrol positif dan Dimetil sulfoksida (DMSO) 1% sebagai kontrol negatif. Data hasil penelitian dianalisis dengan program elektrik computer yang dianalisis menggunakan komputerisasi sistem data (KSD) dengan hasil penelitian Diameter zona hambat serta kadar zona hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) yang dihasilkan pada pengujian ekstrak daun ciplukan terhadap Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi 25 % mendapatkan nilai rata-rata sebesar 11,62 mm sebagai aktivitas antibakteri dan kadar hambat minimum (KHM). kesimpulan bahwa ekstrak daun ciplukan memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermis dengan kekuatan zona hambat dalam (kategori kuat), Namun kadar bunuh minimum (KBM) pada konsentrasi 25% belum mampu membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis dengan pengujian >25% agar ekstrak mampu membunuh bakteri. Kata kunci: Daun Ciplukan, antibakteri, aktivitas, Staphylococcus epidermidisCiplukan (Physalis angulata L.) is a traditional medicinal plant from the solanaceae family often used in healing skin infection diseases. Ciplukan leaves (Physalis angulata L.) have antimicrobial activity in the prevention of acne. The flavonoids and saponins in ciplukan leaves play an important role as cell wall permeability and cause cell death. Ciplukan leaves have also been shown to contain flavonoids, saponins, tannins, and glycosides. The purpose of this study was to see the antibacterial activity and minimum inhibitory levels (KHM) and minimum kill levels (KBM) of ciplukan leaf ethanol extract against Staphylococcus epidermidis bacteria. This study uses diffusion and dilution methods using disc paper with several concentrations of ethanol extract of ciplukan leaves, namely 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. Tetracycline 0.25% as positive control and Dimethyl sulfoxide (DMSO) 1% as negative control. The research data were analyzed with an electric computer program analyzed using a computerized data system (KSD) with the results of the study The diameter of the inhibition zone and the minimum inhibitory zone level (KHM) and the minimum kill level (KBM) produced in testing ciplukan leaf extracts against Staphylococcus epidermidis with a concentration of 25% getting an average value of 11.62 mm as antibacterial activity and minimum inhibitory levels.Keywords: Ciplukan leaves, antibacterial, activity, Staphylococcus epidermidis

Page 97 of 123 | Total Record : 1226