cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE
ISSN : 24423106     EISSN : 26155338     DOI : -
Core Subject : Education,
The aim of the Journal of Education Science (JES), p-ISSN 2442-3106, e-ISSN 2615-5338 is to provide an international forum for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
THE RESPONSES OF THE NON-ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS TOWARD ENGLISH AS AN OBLIGATORY SUBJECT Murnia Suri
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v4i2.289

Abstract

This study aims to know how the students of non-English Department students of Ubudiyah University (UUI) respond to English subject. The study measurement focuses on students’ responses toward teaching learning process in the English class.  The sample of this study was non-English department students of UUI from the students from the Technical Information department. The students were the second-year students who studied in UUI and were obligated to take the English class as one of the public subjects. The method used in this research were oral test and questionnaire. The oral test done by asking questions about students’ daily activity, elaborating a trending topic and inviting students to discuss about up to date news. The method used to collect the data from questionnaire was by distributing a closed questionnaire to the students about how their feeling to English. From the data obtained from the oral test, it was found the students seemed enthusiast in the beginning of teaching learning process, it was observed the students’ curiosity about English and how the students’ responses to the teacher’s explanation the female students had highercuriosity than male students and it also found the students who took a frontage row in sitting were deeply interested for English lesson compared to those who were in the rare position. When the oral test held the students seemed easily answered the questions about daily activity but then when they were asked the idea about a trending topic and an up to date news, they faced some obstacles. The obstacles of this problem were answered in the questionnaire sheets then. The students’ showed slow responses toward the questions, sharing and explanation when the oral test conducted because they were lack of English vocabulary, poor pronunciation and confusing in grammatical mastery.Keywords: responses, non-English department students, obligatory subject
THE INFLUENCE OF THE TEACHER’S WORK DISCIPLINE AND MOTIVATION ON STUDENTS’ LEARNING ACHIEVEMENT AT MODEL ISLAMIC STATE SENIOR HIGH SCHOOL (MAN MODEL) BANDA ACEH Nelliraharti Nelliraharti
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 1, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v1i1.176

Abstract

The teacher’s work discipline and motivation is the factor that influences students’ learning achievement. This research aimed to investigate whether those factors have any influences or not towards students’ achievement at MAN MODEL Banda Aceh. This research employed descriptive method with quantitative approach. Data were collected with scaled questionnaire and documentation which were analyzed with statistic analysis. The population of the research is the teacher of MAN MODEL Banda Aceh consisting of 61 people. The result of the research showed that (1) the influence of the teacher’s work discipline on the students’ learning achievement was in strong category (0.618) whereas contributions of variable X1 on variable Y was 38.1 percent and the rest of it, 61.9 percent, was determined by other variables. The influencing indicator were purpose and ability, exemplary leadership, fringe benefits, fairness, inherent supervisory, punitive sanctions, and assertiveness and human relation.; (2) the influence of work motivation of the teacher on students’ learning achievement was in strong category (0.499) as well, whereas the contribution of variable X2 on variable Y was 24.9 percent and the rest of it, 75.1 percent, was determined by other variables. The influencing indicators were: internal indicator namely responsibility, carrying out duties, having purposes, there was feedback; external indicators were daily necessities of life, to earn praise, to get incentive, to get attention from friends and superior; (3) the simultaneous influence of X1 and X2 on Y was in strong category (0.696), meanwhile the contribution of X1 and X2 simultaneously on Y was 48.4 percent and the rest of it, 51.6 percent, was determined by other variables.Keywords: Teacher’s Work Discipline, Motivation, and Learning Achievement
PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Nelliraharti Nelliraharti
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v4i2.287

Abstract

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Masyarakat adalah stokeholder pendidikan yang memiliki kepentingan akan keberhasilan pendidikan di sekolah, karena mereka adalah pembayar pendidikan baik melalui uang sekolah maupun pajak. Peran masyarakat dan orang tua dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah diwadahi oleh sebuah badan bernama Komite Sekolah. Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 56 ayat (3) “Komite sekolah/madrasah sebagai lembaga mandiri, dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana, dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan” Peran komite sekolah bukan hanya sebatas pada mobilisasi sumbangan dan mengawasi pelaksanaan pendidikan, namun juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan perencanaan sekolah yang dapat merubah pola pikir, keterampilan, dan distribusi kewenangan atas individual dan masyarakat yang dapat memperluas kapasitas manusia meningkatkan taraf hidup dalam sistem manajemen pemberdayaan sekolah. Tujuan pembentukan Komite Sekolah ini salah satunya adalah untuk meningkatkan peran serta dan tanggung jawab masyarakat dalam proses penyelenggaraan pendidikan pada suatu satuan pendidikan. Ini penting dalam rangka keterlibatan masyarakat guna peningkatan mutu pendidikan, yang bukan hanya sekedar memberikan bantuan berwujud finansial saja, tetapi diperlukan bantuan yang berupa pemikiran, ide, dan gagasan-gagasan inovatif, kreatif demi kemajuan suatu sekolahKata kunci: Komite Sekolah, Mutu Pendidikan
PEMBELAJARAN IPA BERBASIS AL-QURAN DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v4i2.286

Abstract

Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat manusia dalam setiap aspek kehidupannya, termasuk pendidikan.Implementasi pendidikan Islam di sekolah disampaikan melalui sejumlah mata pelajaran yang seharusnya pula menanamkan konsep-konsep pembelajaran dengan rujukan utamanya adalah al-Qur’an.Banyak ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di alam terutama IPA. Masalahnya paradigma umum yang berkembang sampai saat ini adalah “IPA merupakan ilmu pengetahuan produk bangsa Barat non-muslim”, sehingga semakin memperluas praktik dikotomi pendidikan yang mulai terindikasi sejak pertengahan abad ke-13 M. Dalam kasus ini, pembelajaran berbasis al-Qur’an dijadikan sebagai salah satu upaya reformasi pendidikan Islam yang hendaknya dapat diterapkan oleh setiap guru bidang studi dalam setiap KBM, demikian pula IPA. Agar aplikasi pembelajaran berbasis al-Qur’an menjadi lebih menarik dan bermakna secara permanen, maka setiap proses pembelajaran sepatutnya disajikan dengan pendekatan active learning. Teknis penerapan pembelajaran IPA berbasis al-Qur’an dengan pendekatan active learning yang efektif, meliputi: tahap perencanaan/persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut terkait Pembelajaran IPA Berbasis Al-Qur’an dengan Pendekatan Active Learning ini guna memperoleh beberapa tujuan, yaitu: untuk mengetahui: (1) teknis persiapan/perencanaan pembelajaran, (2) teknis pelaksanaan, (3) dan teknis evaluasi pembelajaran IPA berbasis al-Qur’an dengan pendekatan active learning. Metode penelitian bersifat kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket di lapangan.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam tahap perencanaan dilakukan beberapa bentuk persiapan, di antaranya; (1) pelatihan kurikulum pembelajaran berbasis al-Qur’an (Fahmul Qur’an), (2) perancangan perangkat pembelajaran, dan (3) validasi perangkat.  Untuk tahap pelaksanaan pembelajaran dilakukan 5 fase, yaitu: fase 1; menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa,  fase 2; menyajikan informasi dan menjelaskan ayat-ayat penunjang materi, fase 3; mengorganisasi siswa dalam kelompok belajar, fase 4; membimbing kelompok belajar siswa, dan fase 5; evaluasi dan memberikan penghargaan. Sedangkan teknis evaluasi pembelajaran mengacu pada konsep penilaian autentik.Kata Kunci: Pembelajaran IPA, Berbasis Al-Quran, Pendekatan Active Learning
KESULITAN YANG DIHADAPI MAHASISWA FARMASI DALAM MEMAHAMI TEKS SAINS BAHASA INGGRIS Rahmat Fajri; Akmaluddin Akmaluddin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v4i2.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa farmasi dalam memahami teks sains bahasa Inggris. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk melakukan penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semeter kelima jurusan farmasi Universitas Ubudiyah Indonesia. Ada dua kelas mahasiswa semester lima, kelas Farmasi A dan Farmasi B yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian soal teks sains bahasa Inggris yang terdiri dari lima belas pertanyaan dimana terdapat lima item yang diuji yaitu ide pokok bacaan, informasi rinci (detail), informasi tersurat, informasi tersirat, dan kosakata bacaan. Hasil tes ini menunjukan bahwa mahasiswa kesulitan didalam memahami ide pokok bacaan, informasi tersirat, kosa kata bacaan. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan memahami teks sains bahasa Inggris. Kata Kunci: teks sains, bahasa inggris
Pembelajaran Kooperatif dan Kolaboratif Amiruddin Amiruddin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.357

Abstract

Dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan yang ditimbulkan, persaingan global dan proses demokratisasi, sangat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas melalai pembaharuan sistem pendidikan yang bebasis kompetensi, demokratis dan berwawasan lokal dengan tetap memperhatikan standar nasional. Untuk menunjang pembaharuan pendidikan dapat dimulai dengan mempersiapkan suasana dan proses pembelajaran yang dapat menciptakan kualitas pembelajar sejati dan mandiri.Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta tehnik pembelajan merupakan suatu hal yang utama.Model pembelajaran kooperatif dan kolaboratif merupakan dua model yang sekiranya dapat memfasilitasi peningkatan kualitas dan kemandirian belajar siswa sebagai SDM bangsa. Untuk itu terkait keduanya akan dikaji melalui studi kepustakaan yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan berbagai teori dan temuan baru yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pembelajaran kolaborasi dan kooperasi tidak hanya dapat menemukan metoda penyelesaian masalah yang menyeluruh, tetapi juga akan dapat mengungkapkan pengetahuan baru tentang peta permasalahan dan peta solusi baru yang meruang dan mewaktu. Pembelajaran berkolaborasi tidak hanya berlangsung di antara teman sekelas, tetapi dapat saja dibangun di antara partisipan dari beragam sekolah dan universitas, bahkan dari beragam negara.Namun yang membedakan keduanya, jika pembelajaran kolaboratif dapat dilakukan di dalam kumpulan yang besar maupun kumpulan yang terdiri dari empat atau lima orang pelajar. Pembelajaran kooperatif hanya dapat dilakukan untuk kelompok kecil pelajar yang bekerja dan memahami secara bersama disamping keunggulan dan keutamaan lainnya dalam meningkatkan kualitas SDM yang memiliki metakognitif yang mumpuni.
Pengaruh Motivasi Kerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada SMP Negeri 2 Mesjid Raya Nurmalina Nurmalina
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.370

Abstract

Motivation of teacher work is an important factor that influences student learning achievement. The purpose of this study was to find out whether there was an effect of teacher work motivation on student achievement in the SMPN 2 Mesjid Raya. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. Data collection techniques used were questionnaires, documentation and interviews. Data analysis using correlation techniques and regression with SPSS 16.0 program. The population / sample in this study were all PNS teachers in the Grand Mosque 2 Mesjid Raya which numbered 29 people. The results showed that there was a positive and significant influence between teacher work motivation on student learning achievement seen from the teacher's responsibility in carrying out the task, carrying out the task with a clear target, having the feeling of being happy at work, always trying to fulfill his life needs, working in the hope of wanting. Motivation can be grown through the regulation of the physical environment, regulation, work atmosphere, discipline, encouragement, effective appreciation and the provision of various learning resources through the development of the Learning Resource Center (PSB). With the existence of high motivation from the teacher board is expected to bring a significant impact on improving student learning achievement, this is if the board of teachers want to devote all their mind and energy in helping students.Keywords: Work Motivation, Learning Achievement. 
Evaluasi Pasca Diklat Barang Milik Negara (BMN) pada Balai Diklat Keagamaan Aceh Tahun 2018 Razali Yunus
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.356

Abstract

Evaluasi pasca pelaksanaan diklat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dibutuhkan untuk mengetahui dan menilai sejauh mana manfaat suatu program diklat yang sudah diselenggarakan. Manfaat pelaksanaan diklat ini dinilai pada 3 (tiga) aspek kompetensi dari lulusan diklat yang diharapkan, yaitu: (1) aspek penambahan pengetahuan dan wawasan; (2) aspek peningkatan keterampilan; dan (3) aspek perbaikan sikap perilaku. Penilaian dilakukan kepada alumni diklat teknis pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang sudah melaksanakan tugas dan pekerjaan mereka di kantornya masing-masing selesai diklat. Penelitian ini dilakukan pada seluruh alumni BMN tahun 2018 yang berjumlah 30 orang. Dengan menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian dan melakukan FGD untuk mengetahui kualitas Pelaksanaan diklat.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kompetensi aparatur meliputi peningkatan pengetahuan dan wawasan, keterampilan dan perbaikan sikap perilaku kerja serta peningkatan kualitas pengelolaan BMN. Pelaksanaan program diklat memperlihatkan efektifitas yang cukup tinggi, dimana adanya manfaat bagi individu peserta/alumni diklat, bagi unit kerja maupun bagi organisasi tempatnya bekerja.Kata Kunci:   Program Diklat, Evaluasi Pasca Diklat, BMN
Kedisiplinan Belajar Siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri Cot Keu Eung Kabupaten Aceh Besar (Studi Kasus) Akmaluddin, Akmaluddin; Haqqi, Boy
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKedisplinan merupakan hal yan mutlak harus diterapkan bagi siswa dalam proses belajar mengajar,kedisiplinan belajar adalah salah satu cara untuk membantu peserta didik agar dapat mengembangkanpengendalian diri mereka selama proses belajar mengajar hingga membantu percepatan tujuan pendidikanyang telah diamanatkan dalam undang-undang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian iniadalah pendekatan kualitatif. Peneliti memilih SD Negeri Cot Keu Eung kabupaten Aceh Besar ProvinsiAceh sebagai tempat penelitian dengan mengunakan observasi, wawancara dan telaah dokumentasi. Hasilpenelitian menunjukan terdapat beberapa permasalahan mengenai kedisiplinan. Permasalahan tersebutantara lain yaitu sebagai berikut: siswa datang terlambat, tidak membawa pulang buku pelajaran dan alatsekolah, tidak menyelesaikan tugas tepat waktu, tidak memperhatikan pelajaran, membuang sampah tidakpada tempatnya, berpakaian tidak rapid an lain-lain sehingga dapat disimpulkan 80% siswa bermasalahdalam kedisiplinan belajar dan 20% nya siswa mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah.Adapun upaya sekolah dalam mengatasi permaslaahan yang ada dengan memberikan punishment (sangsi)bagi siswa yang melanggar aturan sekolah dan reward bagi siswa yang mentaati aturan sekolah denganharapan kedisiplinan dapat ditegakkan pada SD Negeri Cot Keu Eung kabupaten Aceh Besar ProvinsiAceh.Kata Kunci : Kedisplinan dan Belajar
Perbandingan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Laju Reaksi Adean Mayasri; Ratu Fazli Inda Rahmayani
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i1.360

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui model pembelajaran yang paling sesuai untuk materi laju reaksi terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas dengan jumlah sampel 23 orang pada masing-masing kelas dengan pretest-posttestnonequivalent design. Data dinalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan data berdistribusi normal pada kedua kelas. Berdasarkan uji t sampel berpasangan pretest-posttest pada kedua kelas menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis pada awal dan akhir pembelajaran. Hasil posttest kedua kelas juga memiliki varian yang homogen. Hasil uji t sampel tidak berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiwa antara model pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry. Nilai posttest rata-rata kelas eksperimen I dan II berturut-turut adalah 78,70 dan 70,39, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning lebih baik untuk kemampuan berpikir kritis pada materi laju reaksi dibandingkan dengan model pembelajaranGuided Inquiry.Kata Kunci: Guided Inquiry, Problem Based Learning, model pembelajaran, kemampuan berpikir

Page 3 of 20 | Total Record : 200