cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAJALAH BIAM
ISSN : 02151464     EISSN : 25484842     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah BIAM is a print and online journal that is part of the Ministry of Industry and dedicated as a media dissemination of scientific articles focusing on the field of marine products technology, in addition, Majalah BIAM generally receive articles in the field of Natural Materials, Industry, Various Food Products, Essential Oils and the Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
IDENTIFIKASI CEMARAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI KOTA AMBON dewa, riardi; Idrus, Syarifuddin
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.763 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3544

Abstract

Di Indonesia banyak terdapat industri tahu mulai dari industri kecil sampai ke industri besar. Dari kegiatan industri tersebut, timbul limbah yang mengandung zat organik sangat tinggi. Kandungan zat organik dalam limbah cair tahu berpotensi mencemari lingkungan, sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk melakukan penanganan terhadap limbah yang timbul tersebut. Salah satu upaya awal untuk menangani hal tersebut adalah melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi cemaran limbah cair tahu tersebut, khususnya di kota Ambon.Metode penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel limbah cair industri tahu di dua lokasi industri tahu dan di dua titik pengambilan sampel limbah cair, yaitu di dekat tempat pembuangan limbah cair dan di area yang berjarak kurang lebih 10 meter dengan keluaran limbah cair tersebut. Pengujian yang dilakukan meliputi parameter suhu, pH, BOD5, COD, TSS. Hasil pengujian pada lokasi pertama dan titik pertama, nilai parameter berurutan dari suhu, pH, BOD5, COD, TSS 47,4 0C; 5,62; 400 mg/l; 1175 mg/l; 615 mg/l, sedangkan pada titik kedua nilainya 28 0C; 6,51; 385 mg/l; 710 mg/l; 128 mg/l. Kemudian pada lokasi kedua dan titik pertama nilainya berurutan, yaitu 47,1 0C; 5,8; 360 mg/l; 768 mg/l; 442 mg/l, sedangkan pada titik kedua 38,4 0C; 5,3; 310 mg/l; 384 mg/l; 75,48 mg/l. Hasil yang didapat dalam pengujian, limbah cair tahu telah melewati batas Baku mutu dari Kementerian Lingkungan Hidup yaitu peraturan KepMen LH Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kegiatan Industri.
VERIFIKASI METODE PENGUJIAN CEMARAN LOGAM PADA AIR MINERAL DALAM KEMASAN (AMDK) DENGAN METODE AAS-GFA Sukaryono, Ignacius D.; Hadinoto, Sugeng; Fasa, Lalu R.
Majalah BIAM Vol 13, No 1 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.331 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i1.1965

Abstract

Verifikasi metode dalam proses pengujian di laboratorium sangat penting peranannya. Tujuan dari verifikasi  metode uji sebagai jaminan mutu, evaluasi kesesuain metode dan kompetensi laboratorium serta pemenuhan peraturan (sistem manajeman mutu). Penelitian  ini dilakukan untuk memverifikasi metode pengujian cemaran logam pada sampel Air Minum  Dalam Kemasan (AMDK) secara AAS-GFA. Cemaran logam yang dilakukan verifikasi metode ujinya yaitu Pb, Cu dan Cd. Tujuannya adalah untuk memastikan dan mengevaluasi metode uji yang digunakan apakah mempunyai kesesuaian atau belum terhadap penggunaannya. Parameter yang dihitung adalah presisi, akurasi  (recovery),  LOD dan LOQ. Nilai koefisien variansi percobaan (% RSD) untuk semua logam lebih kecil dari pada nilai koefisien variansi Horwitznya, sehingga presisi metode memenuhi syarat. Sedangkan nilai akurasi (recovery)  dari semua logam  berada dikisaran 91,6610 %  - 101,1633 %. Kisaran ini masih dalam kisaran memenuhi syarat yaitu antara 60  -  115 %, sehingga akurasi metode ujinya memenuhi syarat keberterimaan. Nilai LOD untuk logam Pb 0,0063 µg/L, Cu 0,0603 µg/L dan Cd 0,0537 µg/L. Nilai LOQ 0,021 µg/L untuk Pb, 0,201 µg/L untuk Cu dan 0,179 µg/L untuk Cd. Hasil perhitungan tersebut menjelaskan bahwa semua parameter verifikasi  metode memenuhi persyaratan, sehingga metode uji yang digunakan mempunyai kesesuaian terhadap penggunaannya. 
Kualitas dan Keamanan Lulur Berbasis Herbal Produksi UKM Ranata di Kota Pontianak cahyanto, heru agus; laempah, Asmawit
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.615 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3184

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang lulur produksi UKM Ranata Kosmetik dilakukan untuk mengetahui kualitas lulur dan keamanannya. Lulur produksi UKM Ranata menggunakan bahan bahan alami atau herbal sebagai bahan bakunya. Bahan yang digunakan antara lain buah alpukat, daun teh hijau, buah strawberry, bengkoang dan aneka bahan rempah-rempah. Produk lulur diuji kualitas di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak dan LPPT UGM Yogyakarta. Hasil uji dibandingkan dengan pustaka dan peraturan yang diacu. Hasil uji lulur Ranata kosmetik berupa kadar air 9,6621%-14,5430%, kadar abu total 0,3258%- 8,5890%, ALT 25 kol/gr - 2,6 x 102 kol/gr, AKK <10 kol/gr - 1X101 koloni/gr serta ukuran partikel yang bervariasi. Sementara bahan berbahaya dan dilarang dalam lulur tidak ditemukan atau negatif.
PENGARUH PENGGUNAAN PEREKAT SAGU DAN TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET DARI BIOMASSA LIMBAH PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH DI MALUKU Smith, Husein; Idrus, Syarifuddin
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.665 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3546

Abstract

ABSTRAKBiomassa adalah materi biologis yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar, baik secara langsung maupun melalui proses yang dikenal sebagai konversi biomassa. Biomassa di Maluku yang dapat dikonversi menjadi sumber energi  panas alternatif adalah limbah daun penyulingan minyak kayu putih untuk mengatasi kebutuhan bahan bakar dipedesaan.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum perlakuan yang dicobakan dan karakteristik biobriket dari limbah penyulingan minyak kayu putih yang dibuat dengan perekat sagu dan tapioka. Desain experimen yang digunakan pada penelitian ini adalah completelly randomized design dengan perlakuan persentase penggunaan perekat tapioka dan sagu masing-masing 80 – 130% terhadap serbuk limbah penyulingan minyak kayu putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jumlah perekat sagu dan tapioka berpengaruh sangat signifikan terhadap kadar air, kadar abu, density dan zat yang hilang pada pemanasan . Hubungan antara penggunaan jumlah perekat sagu maupun tapioka pada pembuatan biobriket dengan berbagai variabel respon tersebut mengikuti pola linier dengan trend garis yang berbeda antar setiap variabel. Penggunaan perekat tapioka 130% terhadap serbuk limbah penyulingan minyak kayu putih menghasilkan briket dengan kerapatan dan zat yang hilang pada pemanasan  tertinggi  sedangkan kadar air dan kadar abu  terendah masing-masing 0,52  8,95%,  5,88% dan 6,82%. Rata-rata nilai kalor limbah penyulingan minyak kayu putih 4567,19 kal/g. Briket yang dibuat dengan perlakuan tersebut kadar air, zat yang hilang dan nilai kalor limbah daun sisa penyulingan minyak kayu putih  memenuhi standar karakteristik briket untuk rumah tangga.
KEMAMPUAN LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI BIOADSORBEN LOGAM PERAK PADA LIMBAH CAIR SISA PENGUKURAN COD Ariyani, Sukma B.; Asmawit, Asmawit
Majalah BIAM Vol 13, No 1 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.318 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i1.2663

Abstract

Limbah tandan kosong kelapa sawit memiliki kandungan selulosa tinggi yang diketahui dapat mengikat logam berat. Perak (Ag) adalah salah satu logam berat berbahaya apabila terkonsumsi oleh manusia. Penelitian ini bertujuan mengetahui efisiensi penyerapan logam berat perak (Ag) oleh bioadsorben dari  tandan kosong kelapa sawit pada limbah cair sisa pengukuran COD  dan mengetahui pengaruh waktu kontak bioadsorben dengan limbah. Dalam penelitian ini variabel berubah yang kami gunakan adalah waktu kontak bioadsorben dengan larutan (60, 90, 120 dan 150 menit). Metode penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan bioadsorben dari tandan kosong kelapa sawit, penyiapan limbah cair sisa pengukuran COD dan pengukuran kadar awal perak, pencampuran bioadsorben dengan limbah dan pengujian kadar akhir perak. Hasil bioadsorben yang diperoleh, hasil uji kadar air dan kadar abunya memenuhi standar penyerap (arang aktif). Untuk persentase penyerapan logam perak yang optimal oleh bioadsorben dari tandan kosong kelapa sawit yakni sebesar 71,73% dengan variabel waktu kontak 150 menit. 
KOMPONEN ZAT GIZI LAMUN Enhalus acoroides ASAL KABUPATEN SOPIORI PROVINSI PAPUA Kaya, Adrianus O.W.
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.551 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3542

Abstract

Lamun adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup terendam dalam air dan berkembang dengan baik di perairan laut dangkal dan estuary.tumbuhan lamun terdiri dari daun dan seludang, batang menjalar yang biasanya di sebut rimpang (rhyzoma) dan akar yang tumbuh pada bagian rimpang. Di Indonesia terdapat 13 jenis lamun yang tersebar di antara seluruh perairan Indonesia, dan dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah jenis lamun Enhalus acoroides. Kebiasan masyarakat kampung Sowek Kabupaten Supiori Propinsi Papua mengkonsumsi rhyzoma dan biji lamun sebagai makanan dengan cara dikonsumsi secara langsung atau sebagai sayuran, sehingga perlu diketahui kandungan zat gizi yang ada dikedua bagian lamun tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status nutrisi bagian yaitu rhyzoma dan biji lamun enhalus acoroides yang berasal dari kabupaten sopiori provinsi papua berdasrakan hasil analisis proksimat. Hasil analisis bagian lamun Enhalus acoroides diperoleh hasil rhyzoma: Air 89,99%, Abu 0,79%, Lemak 0,52%, Protein 0,75% dan karbohidrat 4,16% sedangkan biji lamun: Air 92,16%, Abu 0,51%, Lemak 0,47%, Protein 0,68% dan karbohidrat 3,22%. Perlu analisis komponen zat gizi lengkap untuk tiap bagian lamun serta aplikasi dalam produk pangan
EVALUASI NILAI GIZI DAN MUTU IKAN LAYANG (Decapterus sp) PRESTO DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR DAN RAGI Hadinoto, Sugeng; Kolanus, Joice P. M.
Majalah BIAM Vol 13, No 1 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.316 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i1.2992

Abstract

Ikan  layang (Decapterus sp) atau oleh masyarakat Maluku dikenal dengan nama ikan “momar” tergolong bahan pangan  yang cepat rusak  (perishable foods)  dan tidak disukai, oleh karena itu  perlu adanya suatu  metode diversifikasi olahan agar ikan layang bisa disukai  semua kalangan masyarakat. Salah satu diversifikasi olahan ikan yang sudah cukup dikenal adalah pengolahan dengan cara presto.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan asap cair dan ragi  terhadap nilai gizi dan mutu produk ikan layang presto. Metode penelitian ini terdiri dari 2 tahap, tahap pertama pengolahan ikan presto dengan penambahan asap cair dari kulit batang sagu dengan konsentrasi 5%  (PRA) dan tahap kedua  pembuatan ikan presto dengan penambahan ragi tape 12% (PRR). Hasil uji organoleptik diperoleh nilai yang sudah ditetapkan yaitu minimal 7. Sedangkan hasil analisis terhadap mutu ikan layang diperoleh kadar air 51,69  - 62,32%; kadar abu 0,07 - 1,28%; kadar protein 25,94 - 30,73%; kadar lemak 1,37 - 1,82%; asam amino esensial tertinggi lisin 2,31%; asam amino non esensial tertinggi asam glutamat 3,93%. Untuk ikan layang presto dengan penambahan asap cair (PRA) dan ragi (PRR) juga mengandung asam lemak oleat, linoleat, ARA, EPA dan DHA yang setara dan lebih baik dengan sebelum perlakuan. Pada semua sampel ikan presto tidak ditemukan adanya senyawa-senyawa PAH serta pada masa simpan 10 hari masih memenuhi syarat mutu mikrobiologi menurut SNI 4106.1-2009.
KARAKTERISTIK NORI TIRUAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU ALGA Hypnea saidana DAN Ulva conglubata DARI PERAIRAN MALUKU Lalopua, Vonda M.N.
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.985 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3529

Abstract

Perairan Indonesia tumbuh bemacam –macam spesies rumput laut dan berpeluang untuk  memproduksi nori. Nori adalah makanan diet dari Jepang yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Kualitas nori tergantung dari warna nori. Penelitian bertujuan untuk  mendeskripsi warna, mengetahui  tingkat kesukaan dan  kandungan  kimia  nori  yang dibuat dari rumput laut Hypnea  saidana, Ulva. conglubata dan kombinasi (H.saidana + U.conglubata). Metode penelitian yang digunakan  adalah metode percobaan pembuatan  nori menggunakan  cuka apel untuk memperoleh jenis nori kualitas tinggi  dilanjutkan dengan uji kesukaan sifat organoleptik dan analisa kandungan  gizi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa kualitas  warna  nori  H.saidana  lebih baik Panelis lebih suka akan warna nori U.conglubata  sedangkan  nori kombinasi lebih disukai dari rasa ,aroma dan kenampakan. Nori H.saidana memiliki  kandungan  air sebesar 29,57 % , abu  20,41 %, protein 1,36 %,  serat kasar 4,09 %, mineral  kalsium 755,21 ppm dan besi 4,3 ppm
KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA SEDIMEN DI PESISIR TELUK AMBON DALAM SEBAGAI INDIKASI TINGKAT PENCEMARAN Ignacius Dhani Sukaryono
Majalah BIAM Vol 14, No 1 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.429 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i1.3554

Abstract

Pesisir Teluk Ambon Dalam merupakan konsentrasi segala macam aktivitas sebagian besar masyarakat Kota Ambon. Aktivitas tersebut sebagian besar memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar wilayah pesisir baik sumber daya alam maupun sumber daya yang bukan berasal dari alam. Pemanfaatan ini sering kali menghasilkan limbah yang salah satunya berupa limbah logam berat yang dapat mengkontaminasi lingkungan sekitar pesisir. Salah satu yang terjadi adalah kontaminasi logam berat pada sedimen. Penelitian ini menelusuri jejak kontaminan logam berat jenis Pb dan Cd pada sedimen dengan lokasi pengambilan sampel di 10 lokasi di sepanjang Teluk Ambon Dalam dengan jangka waktu pengambilan sampel sebanyak 2 kali dalam tahun 2016. Sampel sedimen dilakukan pengujian kandungan logam berat dengan menggunakan alat AAS-Flame. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran sedimen oleh logam berat Pb dan Cd sebagai indikator kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen di pesisir Teluk Ambon Dalam menurut nilai Faktor Kontaminasi (CF) termasuk kategori tingkat kontaminasi rendah (CF < 1) dan menurut nilai Indeks Geoakumulasi (I-Geo) termasuk kategori tidak tercemar (I-Geo < 0) untuk masing-masing logam berat dan waktu pengambilan sampel. Sedangkan menurut Indeks Beban Pencemaran (PLI) tergolong ke dalam kategori tidak tercemar sampai tercemar ringan (0 < PLI < 2).
KARAKTERISTIK NORI RUMPUT LAUT MERAH Hypnea saidana MENGGUNAKAN METODE PEMBUATAN BERBEDA DENGAN PENJEMURAN MATAHAR Vonda M.N. Lalopua
Majalah BIAM Vol 14, No 1 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.742 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i1.3890

Abstract

Sifat fisik dan kimia nori tergantung dari jenis rumput laut dan metode pembuatan. Komposisi kimia rumput laut berbeda  satu dengan lainnya dipengaruhi oleh spesies, lokasi dan habitat tempat tumbuh. Hypnea  sp termasuk kelompok alga merah penghasil karaginan, tumbuh alami dan terdistribusi luas di sejumlah perairan Indonesia. Hypnea sp memiliki nutrisi lengkap sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nori. Tujuan penelitian adalah .Mempelajari sifat fisiko – kimia nori dari rumput laut H.saidana  yang dibuat dengan  metode berbeda dan Memperoleh metode pembuatan nori terbaik. 3 metode yang digunakan yaitu  A1). Metode Teddy, (2009). A2). Metode Wikipedia,(2012) dan A3).Metode Freile-Peleigrin et al, (2007). Nori dianalisis sifat fisik : warna,  tekstur, kenampakan, keseragaman pori, kekuatan  tarik dan  sifat kimia : kadar air, abu dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembuatan nori berpengaruh terhadap karakteristik fisik kimia nori.  Nori dari Teddy (2009) menghasilkan wana  hijau kecoklatan meskipun tekstur rapuh. Semua nori memiliki  permukaan bergelombang dan  tekstur kasar. Rasa nori  tawar tanpa bumbu dengan  aroma asin dan  spesifik rumput laut. Nori dari Wikipedia (2012) menghasilkan pori terkecil, 0,1 cm dan  kuat tarik terbesar ,5,5 N. Kadar air nori berkisar 8,12-8,81 %, kadar abu 12,83%-14,61 %,serat kasar 1,05 -1,46 %.

Page 6 of 16 | Total Record : 156