cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAJALAH BIAM
ISSN : 02151464     EISSN : 25484842     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah BIAM is a print and online journal that is part of the Ministry of Industry and dedicated as a media dissemination of scientific articles focusing on the field of marine products technology, in addition, Majalah BIAM generally receive articles in the field of Natural Materials, Industry, Various Food Products, Essential Oils and the Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
PEMANFAATAN SEMIREFINED CARRAGEENAN SEBAGAI BAHAN PEMBENTUK GEL DALAM PEMBUATAN GEL PENGHARUM RUANGAN Adrianus O.W. Kaya
Majalah BIAM Vol 14, No 1 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.999 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i1.3607

Abstract

Komoditi hasil laut yang memiliki kemampuan dalam pembentukan gel adalah rumput laut. Jenis rumput laut yang dianggap bernilai ekonomi dan mempunyai peluang besar untuk dikembangkan salah satunya adalah jenis Eucheuma cottoniii. Rumput laut ini mengandung salah satu jenis hidrokoloid yaitu karaginan yang terdiri atas Refined Carrageenan dan Semirefined Carrageenan. Kappa-karaginan yang merupakan hasil ekstraksi rumput laut jenis Eucheuma cottoniii mampu menghasilkan gel dengan karakteristik yang kuat (rigid) dan banyak digunakan sebagai bahan pengental, pengemulsi, dan pembentuk gel sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan industri seperti industri pangan, farmasi, kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik semirefined carrageenan sebagai bahan pembentuk gel, pada produk gel pengharum ruangan dengan konsentrasi bahan pembentuk gel 8%, 9% dan 10% serta parameter yang diamati meliputi sineresis, susut bobot, penguapan zat cair, retensi, release dan profil komponen pewangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bahan pembentuk gel 8% memiliki nilai sineresis 1,75%, susut bobot 72,92%, penguapan zat cair 27,08%, release 27,08%, retensi 72,92%, sedangkan profil komponen pewangi gel pengharum ruangan untuk masing-masing konsentrasi bahan pembentuk gel 8%, sebanyak 30 komponen pewangi, konsentrasi bahan pembentuk gel 9%, sebanyak 37, dan konsentrasi bahan pembentuk gel 10%, sebanyak 38 komponen pewangi.
KANDUNGAN MINERAL CACING LAUT SIASIA (Sipunculus nudus) DARI PERAIRAN PANTAI NALAHIA PULAU NUSALAUT Bernita B Silaban
Majalah BIAM Vol 14, No 1 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.742 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i1.3633

Abstract

Cacing laut siasia (Sipunculus nudus) merupakan salah satu bahan pangan hasil laut yang sudah lama dijadikan sebagai bahan makanan dalam keadaan segar ataupun diolah oleh sebagian besar masyarakat di Pulau Nusalaut Maluku Tengah. Cacing laut siasia telah diketahui mengandung gizi namun belum dikenal luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mineral cacing laut siasia (Sipunculus nudus) segar dari perairan pantai Nalahia Pulau Nusalaut. Parameter yang diamati meliputi kadar abu dan mineral Kalium (K)  dan Sulfur (S), Besi (Fe), Zink ( Zn),  mangan (Mn), cobalt (Co), tembaga (Cu), chromium (Cr) dan selenium (Se).  Analisa kadar abu menggunakan metode  AOAC (2005) dan mineral menggunakan metode AAS (AOAC 2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacing laut siasia dari perairan Pantai Nalahia Pulau Nusalaut mengandung kadar abu  2,41 %, mineral kalium (K) sebesar 224,35 ppm, besi (Fe) 196,57 ppm, mangan (Mn) 6,69 ppm dan zink (Zn) 17,01 ppm. Lima mineral lainnya tidak terdeteksi.   
Pemanfaatan Ekstrak Gracilaria sp. Sebagai Penghambat Bakteri Salmonella enteric vs enteritdis Dan Pseudomonas aeroginosa marni kaimudin
Majalah BIAM Vol 14, No 1 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.422 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i1.3702

Abstract

Perkembangan isu resistensi dan infeksi patogenitas bakteri terhadap manusia merupakan hal baru saat ini. Kepedulian mencari alternatif senyawa obat baru sangat diharapkan. Dengan adanya kandungan senyawa bioaktif dari rumput laut sangat bermanfaat sebagai salah satu sumber antibakteri baru yang diperoleh dari alam. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan ekstrak rumput laut Gracilaria sp.  terhadap antibakteri pembentukan bakteri Salmonella enterica sv enteritdis dan Pseudomonas aeroginossa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratoris. Ekstraksi dilakukan secara bertingkat dengan menggunakan tiga pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu, n-heksan, etil asetat dan etanol. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi agar (Melki et al., 2011) dengan 2 kali pengulangan. Analisis kebocoran sel bakteri dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil rekapan Spektrofotometer. Hasil uji aktivitas ketiga pelarut yang digunakan menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut etil asetat memiliki aktivitas terbaik dengan zona hambat 4,73 mm (bakteri Salmonella enterica vs enteritdis) dan 7,91 mm (bakteri Pseudomonas aeroginossa) serta memiliki aktivitas bakteriosidal..Nilai minimum inhibitory concentracion pada 0.51%. Absorban yang diperoleh dari hasil kebocoran sel bakteri Salmonella enterica sv  enteritdis pada konsentrasi 0% MIC sebesar 1.500 pada panjang gelombang 280 mm dan sebesar 1.000 pada panjang gelombag 280 mm, konsentrasi 1% MIC sebesar 0.550 pada panjang gelombang 260 mm dan 0.400 pada panjang gelombang 280 mm, konsentrasi 2% MIC sebesar 1.500 pada panjang gelombang 260 mm dan 1.300 pada panjang gelombang 280 mm.  . Hasil kebocoran sel bakteri Pseudomonas aeroginossa dengan konsentrasi 0% MIC sebesar 0.150 pada panjang gelombang 280 mm dan sebesar 0.200 pada panjang gelombag 260 mm, konsentrasi 1% MIC sebesar 1.000 pada panjang gelombang 260 mm dan 0.800 pada panjang gelombang 280 mm, konsentrasi 2% MIC sebesar 2.500 pada panjang gelombang 260 mm dan 2.000 pada panjang gelombang 280 mm.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI ALGA HIJAU SILPAU (Dictyosphaeria versluysii) DARI PERAIRAN PANTAI RAITAWUN DESA NUWEWANG KECAMATAN PULAU LETTI arjun radiena
Majalah BIAM Vol 14, No 1 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.137 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i1.3754

Abstract

ABSTRAK Silpau (Dictyosphaeria versluysii) adalah salah satu jenis alga hijau yang banyak terdapat di Kabupaten Maluku Barat Daya. Salah satu lokasi yang memiliki potensi alga hijau silpau adalah di Perairan Pantai Raitawun Desa Nuwewang Kecamatan Pulau Letti. alga hijau silpau biasanya ditemukan tumbuh pada substrat karang dan diterumbu karang. Silpau termasuk alga hijau yang memiliki teksturnya padat dan agak keras, berbentuk bulatan berongga seperti bola dengan kulit agak kasar berbenjol-benjol, kaku dan agak tebal dan tidak tergolong tumbuhan musiman, dan tersedia setiap saat. Masyarakat setempat sering mengkonsumsi dalam bentuk mentah dan mengolahnya menjadi sayuran, gudangan atau colo-colo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dari alga hijau silpau (Dictyosphaeria versluysii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif, yaitu dilakukan analisa di laboratorium untuk mengungkapkan keterangan dari fakta tertentu dan data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk tabel. Berdasarkan data hasil uji laboratorium (uji proksimat) menunjukkan bahwa silpau kering mengandung nilai gizi antara lain kadar air (2,91%), kadar abu (84,52%), kadar protein (3,33%), kadar lemak (0,55%), kadar karbohidrat (4,03%), serat kasar (4,44%), Mineral Cu (0,0204 ppm) dan mineral Zn (0,0849 ppm). Nilai kandungan gizi dari silpau sangat tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pangan yang potensial dan aman untuk dikonsumsi. Kata kunci : alga hijau silpau, kandungan gizi ABSTRACT The green algae of silpau (Dictyosphaeria versluysii) is one of the many green algae found in Southwest Maluku District. One of the locations that have the potential of green algae silpau is in the Raitawun Beach Water Village Nuwewang Kecamatan Island Letti. Green algae silpau are usually found growing on coral substrate and coral reefs. The green algae of silpau has a dense and rather hard texture, hollow-shaped spheres like balls with slightly rough bumpy, rigid and somewhat thick and not classified as seasonal plants, and available at all times. Local people often consume in raw form and process them into vegetables, gudangan or colo-colo. The purpose of this study was to determine the nutritional content of green algae silpau (Dictyosphaeria versluysii). The method used in this research is explorative method, that is done in the laboratory analysis to reveal information from certain facts and data obtained is shown in tabular form. Based on data of laboratory test result (proximate test) showed that dry cassava contains nutritional value such as water content (2,91%), ash content (84,52%), protein content (3,33%), fat content (0, 55%), carbohydrate (4.03%), crude fiber (4.44%), Mineral Cu (0.0204ppm) and Zn minerals (0.0849 ppm). The nutritional value of silpau is so high that it can be used as a potential food and safe for consumption. Key words : green algae silpau, nutrient content
KANDUNGAN NUTRISI DAN MUTU ORGANOLEPTIK NUGGET TETELAN IKAN TUNA (Thunnus sp.) DENGAN SUBSTITUSI KENTANG Febe Gasperzs
Majalah BIAM Vol 14, No 2 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v14i2.4407

Abstract

Nugget adalah jenis makanan lauk pauk berkadar protein tinggi yang terbuat dari bahan dasar hewani dan dicampur dari bahan lain melalui proses pemaniran dan penggorengan. Penambahan kentang pada nugget tetelan ikan tuna sangat berfungsi bagi manusia karena kentang kandungan gizi yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi kentang pada pembuatan  nugget tetelan ikan tuna (Thunnus sp.). Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan perlakuan tetelan ikan 350gr :kentang 150gr  (A1), tetelan ikan 450gr : kentang 50gr  (A2), tetelan ikan 400gr : kentang 100gr  (A3). Hasil penelitian uji organoleptik aroma nugget tetelan ikan tuna menunjukanbahwa perlakuan  A1 (7,87), A2 (7,87),  A3 (7,67) sedangkan rasa A1 (7,9) A2 (8,0), A3 (7,5) dan  tekstur A1 (8,07), A2 (7,73),  A3 (7,73).Hasil analisa kadar air A1 (63,61), A2 (61,14), A3 (66,02); kadar abu A1 (1,85),  A2 (2,11), A3 (1,55); kadar lemak A1 (1.08), A2 (1,29), A3 (1,14); kadar protein A1 (14,22), A2 (17,11), A3 (15,57); kadar karbohidrat A1 (19,24), A2 (18,35), A3 (15,72).Pada hasil organoleptik, nilai yang terbaik terdapat pada perlakuan A2 yang memiliki nilai aroma dan rasa lebih disukai panelis sedangkan pada nilai tekstur nilai yang terbaik terdapat pada perlakuan A1. Hasil terbaik uji proksimat terdapat pada perlakuan A2 memiliki nikai kadar air 61,14 kadar abu 2,11 kadar protein 17,11 kadar lemak 1,29 kadar karbohidrat 19,24
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ASAP CAIR DARI CANGKANG KENARI (CANARIUM INDICUM) Maria Leha
Majalah BIAM Vol 14, No 2 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.897 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i2.3545

Abstract

Asap cair memiliki sifat fungsional sebagai antioksidan, antibakteri dan pembentuk warna serta cita rasa yang khas. Sifat-sifat fungsional tersebut berkaitan dengan komponen-komponen yang terdapat didalam asap cair tersebut. Asap cair memiliki kemampuan untuk mengawetkan bahan makanan karena adanya senyawa asam, derivat fenol, dan karbonil. Teknologi pengasapan baik secara konvensional dan modern (dengan asap cair) merupakan salah satu cara pengawetan bahan pangan yang sering dan telah lama dilakukan guna mengatasi masalah kerusakan oksidatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh penggunaan asap cair  dari cangkang kenari dengan waktu pengeringan yang berbeda terhadap aktivitas antioksidan .Penelitian dilakukan dalam empat tahap yaitu, proses pengeringan cangkang kenari, pembuatan asap cair, analisis fisika dan kimia asap cair, uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa analisis cangkang kenari A1 dan A2 diperoleh kadar selulosa (40,59% ; 26,30%), hemiselulosa (20,34% ; 15,48% ), lignin (32,68% ; 47,03%), abu (4,25% ; 7,14%). Sifat kimia asap cair (A1 dan A2) , asam organik (6,91% ; 10,62%), fenol (0,55% ; 2,81%), karbonil (6,05% ; 9,97%), benzo(a)piren (tidak terdeteksi : tidak terdeteksi). Aktivitas antioksidan (A1) sebesar 314,57 bpj sehingga memiliki aktivitas  sebagai antioksidan sedang dan  pada (A2) aktivitas sebesar 39,09 bpj sehingga sangat aktif sebagai antioksidan.
KARAKTERISTIK KERTAS BERBAHAN KERTAS BEKAS DAN LIMBAH RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii ignacius dhani sukaryono
Majalah BIAM Vol 14, No 2 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.988 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i2.4412

Abstract

Kertas dibutuhkan setiap hari untuk berbagai keperluan, baik untuk perkantoran,dunia pendidikan sampai ke pengemasan.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik kertas berbahan kertas bekas dan limbah rumput laut Eucheuma cottonii.Metode penelitian mengacu pada literatur yaitu penyobekan kertas bekas, perendaman, penghalusan dan pengeringan. Dilakukan modifikasi pada proses pembuatannya dengan perlakuan : A = Limbah kertas ; B = Limbah kertas : Limbah rumput laut ( 1 : 1 )  ; C =  Limbah kertas : Tapioka (1 : 0,1) ; D = Limbah kertas : Limbah rumput laut : Tapioka (1 : 0,9 : 0,1). Setiap perlakuan dibuat 4 kali ulangan.  Produk kertas hasil daur ulang, dilakukan pengamatan secara visual terhadap sifat fisik kertas yang meliputi : kehalusan permukaan kertas,  warna kertas, ketebalan kertas, daya serap, daya lipat dan daya sobek, dengan pembandingnya adalah kertas HVS dan kertas buram /kertas Koran. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produk kertas daur ulang yang  dihasilkan umumnya  mempunyai permukaan kertas yang kasar, berwarna putih keabuan, dapat dilipat dan dapat disobek kecuali perlakuan A mempunyai daya sobek tidak beraturan, mempunyai daya serap, gramatur dan ketebalan yang lebih tinggi sedangkan nilai densitasnya lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Formula ini dapat digunakan untuk pengembangan pembuatan rak telur.
KARAKTERISTIK MINYAK KAYU PUTIH PADA BERBAGAI LOKASI DI MALUKU Husein Smith; Syarifuddin Idrus
Majalah BIAM Vol 14, No 2 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.176 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i2.3892

Abstract

Minyak kayu putih  dihasilkan dari proses penyulingan daun kayu putih yang merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia.  Di Maluku  potensi terbesar terdapat pada Kabupaten Buru, kemudian diikuti  Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat  dan  Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan karakteristik fisika kimia minyak kayu putih yang berasal dari berbagai desa pada empat Kabupaten penghasil minyak kayu putih di Maluku.   Data Penelitian di analisis menggunakan  completelly randomized design untuk megetahui pengaruh lokasi asal minyak kayu putih terhadap karakteristik fisika kimianya meliputi kadar sineol, bobot jenis (BJ), putaran optik, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol menggunakan Standar Nasional Indonesia(SNI) No. 06-3954-2006  dan essential oil association of USA (EOA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi asal minyak kayu putih yang berbeda (desa/Kabupaten)  berpengaruh nyata terhadap  putaran optik dan indeks bias sedangkan terhadap sineol dan bobot jenis  berpengaruh tidak nyata. Dari 65 sampel minyak kayu putih yang diteliti terdapat 53 sampel atau 81,54%  dari berat jenis sampel yang memenuhi SNI   dan EOA. Kadar sineol dari keseluruhan Kabupaten penghasil minyak kayu putih di Maluku hanya 45% yang memenuhi SNI dan EOA. Indeks bias 94,9% dan putaran optik seluruhnya memenuhi  SNI dan OEA.  Kelarutan minyak kayu putih dalam etanol 80% pada empat Kabupaten di Maluku sebesar 85,51%.
Proporsi dan Kadar Proksimat Bagian Tubuh Ikan Tuna Ekor Kuning (Thunnus albacares) Dari Perairan Maluku Sugeng Hadinoto; Syarifuddin Idrus
Majalah BIAM Vol 14, No 2 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.825 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i2.4212

Abstract

Setiap perkembangan industri pengolahan perikanan, termasuk pengolahan ikan tuna pasti akan menyisakan hasil samping berupa kulit, kepala, tulang ataupun isi perut ikan. Hasil samping tersebut tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk lain yang bernilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jumlah proporsi bagian tubuh ikan tuna dan mengetahui kandungan gizi pada daging, telur, kulit dan gelembung renang ikan tuna. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengambilan sampel dipasar tradisional Mardika Ambon; preparasi dan mengukuran berat bagian tubuh ikan tuna; analisis proksimat bagian tubuh ikan tuna. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Proporsi bagian tubuh ikan dari berat total ikan tuna 20 kg, yaitu daging 59%; kepala 17,5%; kulit 3,25%; tulang 13,75%; jeroan 6,07% dan gelembung renang 0,43%. Pengukuran kadar proksimat terhadap bagian tubuh ikan tuna diperoeh hasil: kadar air (daging 71,73%, telur 72,02%, kulit 59,31%, gelembung renang 79,74%); kadar abu (daging 1,48%, telur 1,46%, kulit 5,73%, gelembung renang 0,81%); kadar protein (daging 28,34%, telur 22,83%, kulit 37,32%, gelembung renang 17,52%); kadar lemak (daging 0,51%, telur 0,63%, kulit 9,17%, gelembung renang 1,64%). Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa selain daging, bagian tubuh ikan tuna yang lain juga memiliki potensi gizi yang baik. Kulit ikan tuna mengandung protein yang lebih banyak dibandingkan dengan daging.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca catechu, L) heru agus cahyanto
Majalah BIAM Vol 14, No 2 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.318 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i2.4101

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji pinang dengan metode DPPH dan penetapan kandungan senyawa tannin dan senyawa flavonoid. Biji pinang diekstraksi secara maserasi  menggunakan ethanol 95% dan dipekatkan sampai terbentuk ekstrak kental. Ekstrak yang diperoleh distandardisasi dan dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Ekstrak etanol biji pinang mengandung senyawa flavonoid dan tannin. Hasil uji menunjukkan ekstrak memenuhi persyaratan standar bahan ekstrak serta memiliki aktivitas antioksidan sebesar 3.5µg/ml.

Page 7 of 16 | Total Record : 156