cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAJALAH BIAM
ISSN : 02151464     EISSN : 25484842     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah BIAM is a print and online journal that is part of the Ministry of Industry and dedicated as a media dissemination of scientific articles focusing on the field of marine products technology, in addition, Majalah BIAM generally receive articles in the field of Natural Materials, Industry, Various Food Products, Essential Oils and the Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
VERIFIKASI METODE PENGUJIAN CEMARAN LOGAM PADA AIR MINERAL DALAM KEMASAN (AMDK) DENGAN METODE AAS-GFA Ignacius D. Sukaryono; Sugeng Hadinoto; Lalu R. Fasa
Majalah BIAM Vol 13, No 1 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.331 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i1.1965

Abstract

Verifikasi metode dalam proses pengujian di laboratorium sangat penting peranannya. Tujuan dari verifikasi  metode uji sebagai jaminan mutu, evaluasi kesesuain metode dan kompetensi laboratorium serta pemenuhan peraturan (sistem manajeman mutu). Penelitian  ini dilakukan untuk memverifikasi metode pengujian cemaran logam pada sampel Air Minum  Dalam Kemasan (AMDK) secara AAS-GFA. Cemaran logam yang dilakukan verifikasi metode ujinya yaitu Pb, Cu dan Cd. Tujuannya adalah untuk memastikan dan mengevaluasi metode uji yang digunakan apakah mempunyai kesesuaian atau belum terhadap penggunaannya. Parameter yang dihitung adalah presisi, akurasi  (recovery),  LOD dan LOQ. Nilai koefisien variansi percobaan (% RSD) untuk semua logam lebih kecil dari pada nilai koefisien variansi Horwitznya, sehingga presisi metode memenuhi syarat. Sedangkan nilai akurasi (recovery)  dari semua logam  berada dikisaran 91,6610 %  - 101,1633 %. Kisaran ini masih dalam kisaran memenuhi syarat yaitu antara 60  -  115 %, sehingga akurasi metode ujinya memenuhi syarat keberterimaan. Nilai LOD untuk logam Pb 0,0063 µg/L, Cu 0,0603 µg/L dan Cd 0,0537 µg/L. Nilai LOQ 0,021 µg/L untuk Pb, 0,201 µg/L untuk Cu dan 0,179 µg/L untuk Cd. Hasil perhitungan tersebut menjelaskan bahwa semua parameter verifikasi  metode memenuhi persyaratan, sehingga metode uji yang digunakan mempunyai kesesuaian terhadap penggunaannya. 
ESTIMASI HUBUNGAN SIFAT FISIKA KIMIA MINYAK KAYU PUTIH PADA INDUSTRI KECIL PENYULINGAN DI MALUKU Syarifuddin Idrus; Husein Smith
Majalah BIAM Vol 15, No 1 (2019): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.71 KB) | DOI: 10.29360/mb.v15i1.5237

Abstract

Tanaman kayu putih (Melalauca leucadendron Linn.) merupakan salah satu tanaman penghasil  minyak  atsiri  yang digunakan sebagai bahan baku  industri minyak atsiri di Indonesia. Tanaman kayu putih merupakan  produk hasil hutan bukan kayu yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan .Potensi tanaman kayu putih di Indonesia cukup besar.  Di Maluku potensi terbesar terdapat pada Kabupaten Buru, kemudian diikuti  Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat  dan Kabupaten Maluku Tengah. Minyak kayu putih dihasilkan dari proses penyulingan daun kayu putih yang merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat korelasi dan kontribusi/pengaruh antar sifat fisika kimia/parameter mutu minyak kayu putih yang berasal dari berbagai desa pada Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Maluku Tenggara Barat sebagai penghasil minyak kayu putih di Maluku. Data Penelitian di analisis menggunakan  regresi korelasi terhadap karakteristik fisika kimianya meliputi kadar sineol, bobot jenis (BJ), putaran optik dan indeks bias. Hasil penelitian menunjukkan Model matematik garis regresi dan keeratan hubungan antar sifat fisik kimia minyak kayu putih berbeda pada Kabupaten penghasil minyak kayu putih di Maluku yaitu Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Maluku Tenggara Barat. Kecenderungan arah garis regresi pada tiga Kabupaten penghasil minyak kayu putih di Maluku tersebut hampir sama walaupun konstanta regresi dan koefisien arah berbeda yaitu hubungan antara sineol vs putaran optik, bobot jenis vs putaran optik dan indeks bias vs putaran optik. Sedangkan Hubungan antara sineol vs indeks bias, trend garis yang berbeda hanya terdapat pada minyak kayu putih dari Kabupaten Maluku Barat Daya Begitupun hubungan antara sineol vs bobot jenis, perbedaan tren garis regresi hanya terdapat pada minyak kayu putih dari Kabupaten Buru yang menunjukkan hubungan positif antar kedua variabel tersebut. Hasil analisis data sifat fisika kimia minyak kayu putih pada  Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Maluku Tenggara Barat sebagai penghasil minyak kayu putih di Maluku menunjukkan bahwa ada korelasi dan kontribusi antar setiap parameter mutu/sifat fisik kimia dengan derajat korelasi dan besarnya persentase kontribusi yang berbeda di setiap Kabupaten tersebut.
PENANGANAN BAKU MUTU KUALITAS AIR LIMBAH PRODUKSI ATC DARI RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII Riardi P. Dewa
Majalah BIAM Vol 12, No 2 (2016): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.356 KB) | DOI: 10.29360/mb.v12i2.1963

Abstract

Penelitian tentang Analisis Kualitas Air Limbah ATC Dari Rumput Laut Eucheuma cottonii telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai dari parameter TSS, TDS, Amonia, pH, DO, BOD, dan COD yang terkandung dalam limbah cair. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel air limbah dari awal (sampel masih bersifat basa) hingga air limbah yang sudah bersifat netral. Pengujian dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Berturut turut nilai akhir dari hasil pengujian TSS, TDS, Amonia, pH, DO, BOD dan COD adalah 0,494 mg/l; 330 mg/l; 0,0 mg/l; 7; 3,25 mg/l; 40,1 mg/l; 61 mg/l. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa air cucian limbah yang terakhir, dalam kasus ini air limbah yang ke 7 tidak semuanya memenuhi baku mutu Kep.08/Men.LH/2009, sehingga limbah cair tersebut belum aman, jika akan dibuang ke lingkungan.
ANALISIS PERBANDINGAN ASAM LEMAK PADA CUMI-CUMI (Loligo pealeii) Johanis Wairata; Hanoch Julianus Sohilait
Majalah BIAM Vol 9, No 2 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.206 KB) | DOI: 10.29360/mb.v9i2.2001

Abstract

Analisis komparatif dari asam lemak pengobatan sampel menggunakan yang segar, digoreng, direbus dan goreng cumi telah dilakukan. Sampel cumi diekstraksi dengan petroleum eter mengakibatkan berbagai tingkat lemak, 4,47%  dari  yang  segar,  12,86%  dari  yang  digoreng,  12,24%  dari  direbus-goreng. Minyak  ditransesterifkasi dengan BF3-metanol selama 3 jam dan dianalisis dengan GC-MS, diperoleh 10-12 jenis asam lemak yaitu,C12: 0, C15: 0, C16: 0, C17: 0, C18: 0, C20: 0, C16 : 1 Δ9, C18: 1 Δ9, C18: 2 Δ9,12,C20: 4 Δ5,8,11,14, C24: 1 Δ15, C27:1 Δ5. Penyajian MUFA dan PUFA pada cumi-cumi segar, berbeda secara signifkan dengan percobaan goreng dan rebus-goreng
FORTIFIKASI TEPUNG KEDELAI PADA PEMBUATAN BERAS INSTANT ALTERNATIF BERBAHAN SAGU DAN CASSAVA Maximiliaan Rumapar
Majalah BIAM Vol 11, No 2 (2015): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2469.964 KB) | DOI: 10.29360/mb.v11i2.2046

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  sampai  sejauh  mana  pengaruh  fortifkasi  tepung  kedelai,  yang diformulasikan dengan tepung sagu ataupun tepung cassava, terhadap nilai gizi produk beras instan alternatif yang dihasilkan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian meliputi penggunaan jenis tepung sebagai bahan makanan pokok alternatif (A) : A1=Tepung sagu, A2=Tepung Cassava serta Penggunaan tepung kedelai sebagai fortifkasi (B) : B0 = 0%, B1= 6%, B2= 12%, B3= 18%, dan B4= 24%. Hasil  interaksi kedua perlakuan menunjukkan bahwa: Perlakuan penggunaan jenis tepung sagu (A1) dengan perlakuan penggunaan tepung kedelai pada tingkat 24% (B4), menghasilkan beras instant dengan kadar protein terbesar yakni 11,98%.  Interaksi kedua perlakuan terhadap penilaian organoleptik produk beras  instant alternatif, memberikan hasil  tertinggi masing-masing pada penilaian “warna” yakni perlakuan A2B0=3,80 (biasa sampai suka); penilaian “aroma” yakni perlakuan A2B2=3,47 (biasa sampai suka);  penilaian “tekstur” yakni perlakuan A2B0=3,67 (biasa sampai suka); serta penilaian “rasa” yakni perlakuan A2B1=3,40 (biasa sampai suka).
Kualitas dan Keamanan Lulur Berbasis Herbal Produksi UKM Ranata di Kota Pontianak heru agus cahyanto; Asmawit laempah
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.615 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3184

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang lulur produksi UKM Ranata Kosmetik dilakukan untuk mengetahui kualitas lulur dan keamanannya. Lulur produksi UKM Ranata menggunakan bahan bahan alami atau herbal sebagai bahan bakunya. Bahan yang digunakan antara lain buah alpukat, daun teh hijau, buah strawberry, bengkoang dan aneka bahan rempah-rempah. Produk lulur diuji kualitas di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak dan LPPT UGM Yogyakarta. Hasil uji dibandingkan dengan pustaka dan peraturan yang diacu. Hasil uji lulur Ranata kosmetik berupa kadar air 9,6621%-14,5430%, kadar abu total 0,3258%- 8,5890%, ALT 25 kol/gr - 2,6 x 102 kol/gr, AKK <10 kol/gr - 1X101 koloni/gr serta ukuran partikel yang bervariasi. Sementara bahan berbahaya dan dilarang dalam lulur tidak ditemukan atau negatif.
HUBUNGAN BERAT–PANJANG BEBERAPA JENIS IKAN PANTAI TIMUR PANANJUNG PANGANDARAN Reynaldo Biantoro
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1662.361 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i2.2031

Abstract

Penelitian tentang hubungan berat dan panjang beberapa jenis ikan di Pantai Timur Pananjung Pangandaran telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara berat dan panjang ikan di Pantai Timur Pangandaran. Ikan-ikan ditangkap langsung menggunakan jaring arad, alat bagan bersama nelayan, maupun dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Parigi, kemudian diukur berat dan panjangnya. Analisis berat dan panjang ikan menggunakan metode Rousefell dan Everhart (1960) dan Lagler (1961). Hasil penelitian menunjukkan nilai b yang bervariasi dari 0,654 hingga 2,321. Nilai-nilai b termasuk kecil (dibawah 3) mengindikasikan bahwa ikan di Pantai Timur Pangandaran memiliki pertumbuhan panjang yang lebih besar daripada beratnya.
PENGOLAHAN DODOL DURIAN SEBAGAI SALAH SATU PRODUK KHAS MALUKU Leopold Mozes Seimahuira
Majalah BIAM Vol 9, No 2 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.398 KB) | DOI: 10.29360/mb.v9i2.2011

Abstract

Dodol durian banyak diproduksi di daerah maluku pada saat panen raya, khususnya di daerah pulau Seram sebagai sentra produksi durian, tetapi umur simpanya terlalu pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan umur simpan dodol durian dengan variasi bahan campuran dan variasi bahan kemasan. Penelitian ini menggunakan bahan tambah dodol durian menggunakan tepung sagu, tepung terigu dan tepung ketan. Bahan kemasan yang digunakan adalah daun sagu, plastik dan kertas. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian organoleptik menggunakan skala hedonik dan pengujian kimia dan mikrobiologi. Hasil pengujian dan analisis data menunjukkan bahwa dodol dengan bahan campuran dari tepung ketan lebih disukai dan kemasan yang lebih disukai adalah kemasan plastik. Umur simpan dodol yang diteliti adalah sampai 2 minggu.
PEMANFAATAN LIMBAH SERAT KELAPA SAWIT MENJADI BIOADSORBEN LOGAM BERAT MANGAN (Mn) Sukma B. Ariyani
Majalah BIAM Vol 15, No 1 (2019): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.827 KB) | DOI: 10.29360/mb.v15i1.5370

Abstract

Limbah serat kelapa sawit sangat melimpah di Kalimantan Barat. Limbah tersebut memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi yang diketahui mampu menyerap logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bioadsorben dari limbah serat kelapa sawit yang diperoleh dan mengetahui persentase penyerapan logam mangan oleh bioadsorben dari limbah serat kelapa sawit. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan bioadsorben dari limbah serat kelapa sawit, pengujian kadar air, kadar abu, uji FTIR, uji SEM+EDX, pencampuran bioadsorben dengan larutan Mn konsentrasi 2 ppm dan pengujian kadar akhir logam mangan. Hasil bioadsorben yang diperoleh, hasil uji kadar air sebesar 2,2395% dan kadar abu sebesar 14,076%. Hasil uji morfologi bioadsorben dengan SEM diperoleh Kisaran ukuran pori yang diperoleh antara 1,486 – 11,75 µm. Untuk persentase penyerapan logam mangan oleh bioadsorben dari limbah serat kelapa sawit yang tertinggi yakni sebesar 58,855% dengan variabel waktu kontak 240 menit.  
KARAKTERISTIK MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) ASAP MENGGUNAKAN ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KELAPA Sugeng Hadinoto; Joice PM Kolanus; Komers RW Manduapessy
Majalah BIAM Vol 12, No 1 (2016): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.639 KB) | DOI: 10.29360/mb.v12i1.2324

Abstract

Penggunaan asap cair pada pembuatan ikan cakalang asap merupakan upaya untuk mengatasi kelemahan pada pengasapan tradisional, namun produk ikan cakalang asap juga bisa mengalami kerusakan, kerusakan pada ikan asap disebabkan terutama oleh pertumbuhan mikroba karena penanganan produk yang tidak tepat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu ikan cakalang asap berdasarkan SNI 2725.1:2009. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan merendam ikan pada kombinasi konsentrasi garam 4% dan konsentrasi asap cair  tempurung kelapa 4% yang dioven selama ± 8  jam pada suhu 50  - 800C. Hasil uji organoleptik yang dilakukan terhadap ikan cakalang asap menunjukkan nilai rata-rata untuk spesifikasi kenampakan 7,4; spesifikasi bau  7,6;  spesifikasi  rasa  8,4;  spesifikasi  tekstur  7,9;  lendir  dan  jamur  masing-masing  9,  analisis terhadap cemaran mikroba menunjukkan nilai Angka  Lempeng  Total  <1,0  x  101  koloni/g,  Escherichia  coli  <3  APM/g, Salmonella sp dan Vibrio cholerae negatif, dan Staphylococcus aureus < 1,0 x 101 koloni/g. Sedangkan analisis kimia menunjukkan nilai  kadar air 59,00%, kadar garam 0,08% dan histamin 42,32 mg/g. Dari penelitian  yang telah  dilakukan  dapat  diambil  kesimpulan  bahwa  produk  ikan  cakalang  asap  yang  diolah  telah  sesuai  dengan standar yang sudah ditetapkan berdasarkan SNI 2725.1:2009.

Page 9 of 16 | Total Record : 156