cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Analisis Penyebab Banjir di Kota Samarinda Sulaiman, Muhammad Enggi; Setiawan, Haris; Jalil, Muhammad; Purwadi, Fathan; S, Christopel Adio; Brata, Asri Wahyu; Jufda, Andi Syaful
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.22021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui persebaran banjir di Kota Samarinda, Mengindentifikasi penyebab banjir di Kota Samarinda, dan Mengindentifikasi dampak banjir terhadap Masyarakat Kota Samarinda. Kota Samarinda adalah daerah yang rawan terhadap bencana banjir. Dimana penyeabab banjir permasalahan banjir di Kota Samarinda terjadi akibat berlebihnya limpasan permukaan dan tidak tertampungnya limpasan tersebut dalam badan sungai sehingga air meluap. Ada dua faktor yang menyebabkan banjir di Kota Samarinda yang pertama, Faktor alam seperti tingginya curah hujan, topografi wilayah, pasang surut air sungai Mahakam, dan lain-lain. Dan yang kedua, adalah manusia, utamanya bersumber pada unsur pertumbuhan penduduk akan diikuti peningkatan kebutuhan infrastruktur, pemukiman, sarana air bersih, pendidkan, serta layanan masyarakat lainnya. Selain itu pertumbuhan penduduk akan diikuti juga kebutuhan lahan usaha untuk pertanian, perkebunan, maupun industry. Sumber genangan (banjir) di Kota Samarinda khususnya yang dampaknya pada aktivitas masyarakat dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu, Akibat Pasang Sungai Mahakam.yang pertama Bajir Kiriman, yang kedua Bajir Lokal, dan Yang ketiga adalah Banjir Akibat Pasang Sungai Mahakam.
Sampul GEA Vol 20, No 1 April (2020) Gea, Gea
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.24403

Abstract

Please download the pdf file to see the cover and list of contents 
PADANG LAMUN SEBAGAI EKOSISTEM PENUNJANG KEHIDUPAN BIOTA LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA Jalaludin, Muzani; Octaviyani, Ika Nur; Praninda Putri, Aufeeazzahra Nurani; Octaviyani, Winny; Aldiansyah, Iqbal
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.22749

Abstract

Ekosistem pesisir pada umumnya terdiri atas 3 komponen penyusun, yaitu padang lamun, terumbu karang, serta mangrove. Ketiga ekosistem tersebut membuat wilayah di daerah pesisir menjadi daerah yang relatif sangat subur dan produktif. Padang lamun merupakan suatu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas hayati tinggi dan sangat berperan penting pada fungsi-fungsi ekologis dan fisik dari lingkungan di daerah pesisir. Secara ekologis, padang lamun berperan sebagai daerah asuhan, daerah mencari makan para ikan kecil, penyu, bulu babi, dan biota lainnya, serta tempat berlindung berbagai jenis biota laut. Secara fisik, padang lamun berperan sebagai vegetasi yang menjaga stabilitas dan penahan sedimentasi di daerah pesisir, mengurangi dan memperlambat pergerakan gelombang, serta sebagai terjadinya suatu siklus nutrient, serta dapat dikatakan bahwa ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem di laut dangkal yang memiliki produktivitas tinggi. Selain itu, padang lamun memiliki fungsi yang tidak kalah penting dan cukup banyak diteliti pada saat ini, yaitu fungsinya sebagai penyerap karbon (carbon sink) atau Blue Carbon (Karawoe, 2009). Ekosistem padang lamun ini sangat memiliki peranan penting dalam penunjang kehidupan dan perkembangan biota laut di lautan yang dangkal, salah satu contohnya seperti di Pulau Pramuka ini. Penelitian mengenai peranan padang lamun sebagai ekosistem penunjang kehidupan biota laut di Pulau Pramuka ini dilakukan dengan penelitian langsung ke lapangan pada tanggal 6, 7, dan 8 Desember 2019. Dari hasil penelitian, kami menemukan bahwa ada 4 jenis lamun di Pulau Pramuka tepatnya di daerah timur di Pulau Pramuka, yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulate, Enhalus acoroides, dan Enhalus hemprichii. Keempat jenis lamun ini memiliki peranan penting dalam ekosistem padang lamun terutama dalam menunjang kehidupan biota laut di Pulau Pramuka.
PEMETAAN DAN ANALISIS PROBABILISTIC SEISMIC HAZARD ANALYSIS (PSHA) RADIUS 500 KM DARI DENPASAR Pratama, I Putu Dedy
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.23299

Abstract

Denpasar merupakan daerah terpadat penduduknya di Bali. Hal ini juga membuat banyak infrastruktur dibangun di daerah ini. Sebagai kota yang rawan terhadap bencana gempabumi Kota Denpasar harus memiliki peta Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Jika ditinjau dari gempabumi signifikan yang mengguncang Denpasar berada pada zona Benioff atau deep background dengan kedalaman gempabumi berada lebih dari 50 km. Penelitian ini mengambil wilayah kajian di Kota Denpasar dan sekitarnya. Radius yang diambil sebesar 500 km diukur dari Stasiun Geofisika Denpasar yang berada di pusat Kota Denpasar yaitu pada koordinat 6,68 LS dan 115,21 BT sehingga diperoleh batasan koordinat 12,96 LS – 5,50 LS dan 110,66 BT – 119,75 BT. Analisis seismik hazard dilakukan dengan bantuan program USGS-PSHA dengan memperhatikan sumber-sumber gempabumi yang terjadi di wilayah Bali dan sekitarnya. Hasil analisis perhitungan PSHA menunjukan bahwa semakin panjang rentang waktu pengukuran maka nilai guncangan yang diperoleh akan semakin tinggi. Nilai percepatan tanah maksimum di batuan dasar wilayah Denpasar dalam radius 500 km untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun berkisar 0,05 g - 0,4 g. Kota Denpasar memiliki nilai PGA untuk T=1s pada rentang 0,1-0,15 g dan untuk T=0,2s pada rentang 0,3-0,4 g. Terdapat sedikit perbedaan antara hasil penelitian dengan Peta Gempa Indonesia 2017 sekitar 0,1 g. Hal ini karena terdapat perbedaan data yang digunakan.
PERUBAHAN ORIENTASI PRODUKSI ALAT TENUN BUKAN MESIN (ATBM) DARI TENUN KAIN MENJADI TENUN KESET (UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PENGRAJIN DI KECAMATAN IBUN KABUPATEN BANDUNG) Andini, Neneng Sri; Nurwulan, Rinayanti Laila; Supriatna, Upi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.19616

Abstract

Tahun 1930-an merupakan awal perkembangan industri tekstil di Majalaya dan sekitarnya, yaitu industri tenun rumahan yang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). mulai tergeser karena tidak mampu bersaing dengan alat tenun mesin (ATM). Hal ini tidak serta merta membuat masyarakat Majalaya dan sekitarnya mereka berinovasi dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang semula dimanfaatkan menenun kain sekarang menjadi tenun keset. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan industri ATBM setelah adanya ATM, eksistensi industri tenun kain ATBM setelah maraknya ATM, serta pengaruh produksi ATBM dari tenun kain menjadi tenun keset terhadap peningkatan pendapatan pengrajin. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan melakukan observasi lapangan, wawancara, angket, studi dokumentasi, penelaah pustaka. Lokasi yang dijadikan populasi dalam penelitian adalah Desa Ibun karena pada saat ini Desa Ibun terkenal sebagai wilayah penghasil keset dengan jumlah sampel sebanyak 66 responden dengan menggunakan rumus RAO. Hasil penelitian menunjukan keberadaan industri tenun tradisional masih bertahan hingga saat ini meskipun produksi yang di hasilkan bukan lagi tenun kain tetapi tenun keset (100%), eksistensi industri tenun kain dengan ATBM masih ada hanya saja sudah sangat jarang karena sudah dilakukan inovasi yang tadinya ATBM tersebut menghasilkan tenun kain sekarang menghasilkan tenun keset (29%), perubahan orientasi produksi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan ekonomi penduduk setempat (100%).
THE INFLUENCE OF WORKERS AND WORK COMMITMENTS OF WOODEN HOUSE CRAFTSMEN ON WOOD WASTE MANAGEMENT BEHAVIOR IN THE WOODEN INDUSTRY TANJUNG BATU SEBERANG VILLAGE TANJUNG BATU DISTRICT – OGAN ILIR REGENCY Zarkasih, Muhammad Restu; Susanti, Retno; Azwardi, Azwardi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.23684

Abstract

The purpose of this study was to examine the influence of workers and work commitments of wooden house craftsmen on wood waste management behavior in the wooden industry Tanjung Batu Seberang Village Tanjung Batu District – Ogan Ilir Regency which is the village that produces the biggest wooden houses in South Sumatra Province. The population of this study was 142 people with a sample of 59 respondents which is determined by the Taro Yamane formula. Data were collected using a questionnaire using a Likert measurement scale. The method used in this research is correlation descriptive method, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. while the data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The feasibility of the research instrument is measured by the validity test and the reliability test. While for the classic assumption test using the normality test, multicollinearity test, heterokedasticity test, and the coefficient of determination test (R2). Hypothesis testing uses the simultaneous test (Test F). The results showed that the workers and work commitments of wooden house craftsmen simultaneously affect on wood waste management behavior in the wooden industry. The author recommends that the government of Ogan Ilir Regency to encourage and socialize awareness of the environment. wooden house craftsmen expected to pay more attention in wood waste management and began to think about how to treat wood waste become a useful new item, thus minimizing waste discharged into the environment.
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA PELAPUKAN BATUAN VULKANIK DICIKALONGWETAN KABUPATEN BANDUNG BARAT Fareka, Muhammad Azhar; Sutarto, Nandang R; Pamungkas, Totok Doyo
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.22144

Abstract

Lokasi penyelidikan terletak di daerah Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 6 41’ 30” - 6 44’ 30” LS dan 107 26’ 30” - 107 29’ 00” BT dengan luas ± 6 km². Tujuan dari penyelidikan ini untuk mengetahui nilai faktor kemanan lereng  (Fs) pada pelapukan batuan vulkanik dan memberikan rekomendasi teknis dalam upaya penanggulangan dan pencegahan gerakan tanah. Metode penyelidikan dilakukan dengan cara penyelidikan lapangan, mengujian labolatorium mekanika tanah, studi pustaka untuk mendapatkan informasi/data gerakan tanah serta pengamatan gerakan tanah di daerah penyelidikan. Analisis stabilitas lereng di hitung menggunakan program Slpoe/w dari software Geostudio 2007. Hasil analisis stabilitas lereng pada 3 lokasi dengan kemiringan berbeda, menunjukan bahwa lokasi 1 kemiringan lereng 35º dan lokasi 2 kemiringan lereng 65º pada kondisi tanah basah atau jenuh air didapat Faktor Keamanan (Fs) lokasi 1 dengan nilai 0,626 dan lokasi 2 nilai, 0,367 kurang dari 1,25 artinya lereng biasa/sering terjadi gerakan tanah atau lereng labil, namun berbeda pada lokasi 3 dengan kemiringan lereng 25º didapat Faktor Keamanan (Fs) 1,430 yang artinya lebih dari 1,25 jarang terjadi gerakan tanah atau lereng stabil. Sedangkan pada kondisi tanah kering / tidak jenuh air, dilokasi 1 dan 2 didapat nilai Faktor Keamanan (Fs) 0,680 lokasi 1 dan lokasi 2 didapat dengan nilai 0,404nyang artinya kurang dari 1,07 lereng masih tetap labil, namun dilokasi 3 pada kondisi tanah kering Faktor Keamanan (Fs) 1,450 lebih dari 1,25 artinya lereng stabil.
ZONASI KARAKTERISTIK PENCEMARAN UNTUK PENYUSUNAN STRATEGI DAN POLA AKSI PENANGANAN SUNGAI MENUJU CITARUM HARUM (PEMETAAN DENGAN CITRA TEGAK RESOLUSI TINGGI) Rohmat, Dede; Setiawan, Iwan; Affriani, Asri Ria
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.21719

Abstract

 Pencemaran pada area Sungai Citarum memberikan dampak terhadap degradasi fungsi sungai. Masyarakat sekitar dan pemerintah memerlukan strategi khusus demi terjaganya kesesuaian dan keberlanjutan fungsi sungai. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui pola sistem drainase dan pembuangan limbah di sungai Citarum; (2) mengetahui pola pikir dan perilaku masyarakat tentang pentingnya menjaga peran Sungai Citarum untuk keberlangsungan kehidupan mendatang; dan (3) menentukan strategi penanganan pencemaran sungai Citarum. Pendekatan spasial, survei serta FGD (Forum Group Discussion) digunakan untuk mengkaji karakteristik pencemaran sebagai penyusun strategi serta pola aksi penanganan sungai menuju Citarum harum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai besar limbah dibuang langsung ke sungai melalui saluran-saluran drainase tanpa pengolahan terlebih dahulu. Sebagian besar belum terkoneksi dengan baik. Secara rill permasalahan prioritas di daerah kajian adalah tidak adanya: (1) lembaga/kelembagaan khusus untuk menangani masalah lingkungan; (2) sistem drainase yang terkoneksi dengan baik; (3) penanganan dan pengolahan limbah dan sampah yang baik dan tuntas; (4) sinerginisitas antar program berbasis lingkungan di tingkat desa; (5) kegiatan berbasis kemitraan pada tingkat satuan adminitratif terkecil/desa; (6) dukungan dana dan kemampuan rekayasa lingkungan. Oleh karena itu diperlukan perancangan kegiatan berbasis kemitraan antar stake holder atas nama masyarakat, yang berorientasi pada terbentuknya kemitraan yang kokoh dan mampu bekerja sinergi untuk membangun dan mengembangkan row model penanganan pencemaran Sungai Citarum.
Kontribusi Mata Pelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Semangat Bela Negara Siswa SMA di Provinsi Aceh Gadeng, Ahmad Nubli; Ningrum, Epon; Abdi, Abdul Wahab; Aziz, Daska; Desfandi, Mirza
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.23481

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kontribusi dari mata pelajaran geografi dalam rangka meningkatkan semangat bela negara pada siswa SMA di Provinsi Aceh.  Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu deskriptif kualitatif, dan studi literatur (studi kepustakaan) dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, peraturan perundang-undangan dan surat kabar berupa media cetak/media online)  yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini. Terakhir, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode delphi. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: semangat bela negara merupakan program yang sedang gencarnya digalakkan oleh pemerintah dewasa ini, bela negara dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat sesuai dengan kategori dan usianya masing-masing. Sebagai contoh melalui pembelajaran di SMA, salah satunya pada MAPEL Geografi terdapat pembahasan tentang materi yang dapat menggugah minat siswa untuk menjaga/membela keutuhan negara. Sehingga peran guru geografi sangat strategis dalam meningkatkan semangat bela negara, dan diharapkan pula kesadaran siswa melalui proses internalisasi dikategorikan berhasil, serta berdampak positif terhadap keutuhan Negara Indonesia. Terakhir, diharapkan agar pemerintah dapat menjadikan geografi sebagai mata pelajaran wajib untuk peserta didik di Indonesia, hal ini dikarenakan MAPEL Geografi sangat strategis dalam meningkatkan semangat bela negara pada siswa SMA.
BEST PRACTICE MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI FISIK, SOSIAL DAN KEBENCANAAN DI JAWA BARAT (STUDI KASUS : KAMPUNG ADAT SINAR RESMI DAN SEKITARNYA) Pamungkas, Totok Doyo; Ismail, Arif
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.19092

Abstract

Kepulauan di Indonesia banyak dipengaruhi aktivitas gunungapi dan tektonik lempeng khususnya pulau Jawa sangat berpotensi bencana seperti erupsi gunungapi, banjir, tanahlongsor, dan gempabumi. Pembelajaran Geografi menjadi sangat penting dalam kajian fisik, sosial ekonomi dan kebencanaan, khususnya wilayah yang memiliki potensi rawan bencana tanahlongsor seperti di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara mahasiswa mengidentifikasi kondisi fisik dan kondisi sosial ekonomi Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, serta apakah Kuliah Kerja Lapangan menjadi best practice mahasiswa pada pembelajaran geografi. Penelitian bertujuan membantu mahasiswa mampu mengidentifikasi kondisi fisik dan mampu mengkaji kondisi sosial ekonomi daerah penelitian dengan instrumen fisik dan sosial ekonomi menjadi informasi data baru dan rekomendasi yang bermanfaat bagi warga desa Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Dengan Kuliah Kerja Lapangan inilah best practice mahasiswa dalam pembelajaran Geografi. Menggunakan metoda penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif sebagai cara efektif observasi mahasiswa secara langsung maupun tidak langsung. Hasil analisis resiko bencana tanahlongsor mahasiswa menunjukkan Desa Cimapag memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi sedangkan Desa Cicadas dan Desa Sinar Resmi memiliki tingkat kerawanan tinggi. Informasi kebencanaan diperoleh responden secara cepat bersumber dari televisi dan komunikasi antar keluarga, kerabat dan teman. Kajian sosial ekonomi dari mata pencaharian warga mayoritas adalah petani pemilik lahan dan buruh tani dengan jenjang pendidikan masih rendah mayoritas tamatan Sekolah Dasar dan tidak sekolah/putus sekolah. Best practice pembelajaran Geografi menggunakan instrument kajian fisik, sosial ekonomi dan kebencanaan di Kuliah Kerja Lapangan menghasilkan informasi data baru daerah penelitian berupa peta, laporan, banner, pameran, leaflet dan presentasi bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10