cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PEMANFAATAN LAHAN MELALUI POTENSI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) SEBAGAI BIOHERBISIDA Pujiwati, Istirochah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v11i2.1634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi jenis gulma dan konsentrasi ekstrak alang-alang sehingga dapat diketahui konsentrasi optimum yang dapat menghambat pertumbuhan setiap jenis gulma. Metode yang digunakan adalah metode uji hayati (bioassay) perkecambahan, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jenis gulma, terdiri tiga level : Amaranthus spinosus (G1), Bidens biternata (G2) dan Tridax procumbens (G3). Sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak alang-alang, terdiri lima level yaitu : tanpa ekstrak (K0), konsentrasi 25% (K1), konsentrasi 50% (K2), konsentrasi 75% (K3) dan konsentrasi 100% (K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak alang-alang dapat menekan persentase perkecambahan, laju perkecambahan dan panjang kecambah dari biji-biji gulma Amaranthus spinosus, Bidens biternata dan Tridax procumbens. Peningkatan konsentrasi ekstrak alang-alang menurunkan persentase perkecambahan, laju perkecambahan dan panjang kecambah dari ketiga biji gulma yang diuji. Tingkat sensitifitas biji gulma terhadap ekstrak akar dan rimpang alang-alang yang tertinggi adalah Tridax procumbens diikuti Bidens biternata dan Amaranthus spinosus. Alelopat akar dan rimpang alang-alang yang dibuat ekstraknya sangat berpotensi digunakan sebagai bioherbisida untuk mengendalikan perkecambahan biji-biji gulma.Kata kunci : alang-alang (Imperata cylindrica), bioherbisida, bioassay.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PARIWISATA Jupri, Jupri
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v8i1.1686

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia pada akhir-akhir ini berjalan sangat pesat. Hal ini sejalan dengan usaha pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia dengan sebanyak mungkin menarik wisatawan mancanegara yang dapat menjadi sumber devisa di Indonesia. Untuk itu, berbagai kawasan wisata telah dikembangkan dengan cara membenahi objek-objek wisata dan sarana yang diperlukan. Pengembangan kawasan wisata di samping ditentukan oleh adanya objek wisata yang menarik dan unik juga diperlukan data mengenai sumberdaya alam di sekitarnya untuk pengembangan prasarana (hotel, jalan dan sebagainya) dan kebutuhan hidup sehari-hari para wisatawan seperti bahan makanan (sayur-mayur, daging, dan lain-lain) serta fasilitas-fasilitas lain (bank, pos, telepon dan sebagainya). Survei tanah, di samping dapat memberikan data-data yang diperlukan untuk pengembangan pertanian diharapkan pula dapat memberi gambaran secara umum tentang sumberdaya alam yang berkaitan dengan pariwisata. Kata kunci: Evaluasi kesesuaian lahan, pariwisata.
SUMBER BELAJAR PADA PENGAJARAN GEOGRAFI Pasya, Gurniwan Kamil
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1744

Abstract

Setiap proses belajar mengajar pada pengajaran geografi akan memerlukan sumber belajar, yang dapat diperoleh dari buku paket yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Banyaknya buku paket yang tersedia di wilayah perkotaan ternyata tidak menjadi jaminan di dalamnya memiliki banyak kelengkapan sebagai bahan pengajaran, apalagi bagi mereka yang berada di pedesaan yang memiliki keterbatasan buku paket perlu untuk melengkapi bahan tersebut melalui sumber-sumber yang lain. Keadaan ini menjadikan PBM tergantung pada guru dalam memberikan materi pengajaran, sehingga guru dianggap sebagai sumber dan petunjuk yang sangat penting dalam memahami geografi. Karena itu, setiap guru geografi dituntut kreativitasnya dalam mencari sumber pengajaran terutama dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya. Perlu diingat bahwa selain buku paket pengajaran geografi terdapat di lingkungan sekitar siswa atau kehidupan sehari-hari yang dialami secara nyata dan langsung oleh siswa yang dapat dijadikan sumber belajar. Di samping itu, guru juga dapat mencari dan mengajarkan mengenai fenomena geografi yang terjadi akhir-akhir ini yang berasal dari berita surat kabar, majalah, dan televisi. Kata Kunci : Sumber belajar, bahan pengajaran, lingkungan.
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN Wartika, Athik
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1674

Abstract

Organisasi merupakan suatu alat kerja sama orang-orang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan bersama yang telah ditentukan. Chester l. Bernard (Djatmiko, 2002 : 1), mendefinisikan organisasi “…as a system of cooperatives of two or more personels”. (…organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih). Siagian (1983) mengartikan bentuk kerja sama dalam organisasi harus dilakukan secara optimal dan terikat dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan ikatan sebagai atasan dan bawahan diantara sekelompok orang. Setiap organisasi mempunyai iklim yang berbeda dalam mempengaruhi perilaku anggotanya. Oleh karena itu organisasi harus dapat menciptakan suatu iklim yang memungkinkan tercapainya suatu tujuan organisasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Gilmer (1971:28) bahwa iklim organisasi adalah “Karakteristik-karakteristik tertentu yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya dan mempengaruhi orang lain dalam organisasi tersebut”. Dalam merespons iklim organisasi setiap individu mempunyai penilaian yang berbeda karena manusia mempunyai kebutuhan, harapan, serta kepercayaan pribadi yang berbeda-beda. Bila karyawan memberikan persepsi yang positif terhadap iklim organisasi yang dirasakannya maka karyawan akan membentuk sikap positif sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menghasilkan prestasi kerja yang optimal, tapi sebaliknya apabila karyawan memberikan persepsi yang negatif maka akan memunculkan sikap negatif yang akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja, yang akhirnya dapat merugikan perusahaan. Kata kunci: Iklim organisasi, Prestasi kerja.
PENDAYAGUNAAN LINGKUNGAN BAGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Ningrum, Epon
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v7i1.1711

Abstract

Pada hakikatnya, kolektivitas manusia yang memiliki tata aturan relatif permanen berada pada tiga tatanan lingkungan, yakni lingkungan: sosial, budaya, dan alam (fisis geografis). Ketiga tatanan lingkungan tersebut merupakan potensi bagi kelangsungan (survive) dan kemajuan masyarakat. Lingkungan terdiri atas komponen biotik dan abiotik, yang dapat didayagunakan bagi pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, diperlukan upaya transformasi potensi lingkungan ke dalam keuntungan sosial dan kultural. Dinamika demografis menuntut intensitas transfer dan eksploitasi sumber daya lingkungan bagi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Kondisi demikian dapat mengganggu keberadaan lingkungan, sehingga sangat penting upaya pemanfaatannya secara efektif dan efisien agar lingkungan berfungsi sebagai sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Teknologi yang dipandang efektif dan efisien serta memiliki daya suai dengan ketiga tatanan lingkungan adalah teknologi adaptif dan teknologi protektif. Pemberdayaan masyarakat dengan mendayagunakan potensi lingkungan mengacu pada lima strategi, yakni: need oriented, endogenous, self-reliant, ecologically sound, dan based on structural transformations. Pada prinsipnya, konsep pemberdayaan memiliki makna yang sama dengan konsep pembangunan dan pengembangan, yakni bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Berdasarkan kelima strategi tersebut, maka keberadaan masyarakat dalam koneksitas lingkungannya akan tercapai kondisi: (1) masyarakat dan lingkungannya berada pada keseimbangan yang terlestarikan; (2) potensi lingkungan dapat teraktualisasikan; dan (3) lingkungan sebagai sumber kehidupan dan proses pemberdayaan masyarakat dapat berkelanjutan, sehingga pada jangka panjang akan tercapai kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Lingkungan, pemberdayaan, masyarakat, teknologi adaptif, teknologi protektif.
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM PERBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA Supardi, Endang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1735

Abstract

Di dalam era globalisasi dan liberalisasi perdagangan ini, terjadi berbagai perubahan dalam hampir semua aspek, misalnya dalam aspek politik, sosial budaya, ekonomi, teknologi, hankam, dan hukum. Lingkungan pemanufakturan sebagai salah satu bagian dari aspek ekonomi juga mengalami hal yang sama. Penulis memilih topik TQM dikarenakan dasar pemikirannya sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Untuk menghasilkan kualitas yang terbaik diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan yaitu dengan menerapkan TQM. Tulisan ini Diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa aspek biaya bukan satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses produksi dalam suatu perusahaan, tetapi faktor sumber daya manusia dan keterlibatan serta pemberdayaan karyawan dalam perusahaan lebih penting, karena dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab yang telah diambil, dan juga karyawan akan merasa lebih dihargai oleh perusahaan di mana ia bekerja. Kata kunci: Pemberdayaan, Sumber daya manusia.
KEBIJAKAN PELESTARIAN SUMBER DAYA HUTAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Nursalam, Nursalam
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v10i1.1660

Abstract

Pelestarian hutan kini menjadi perhatian banyak negara termasuk Indonesia karena kondisi hutan dunia saat ini telah mengalami deforestasi yang memprihatinkan. Diperlukan kebijakan yang mendasar agar masalah kehancuran hutan dapat diatasi. Untuk itu kebijakan yang ditempuh oleh berbagai negara adalah dengan menerapkan paradigma pembangunan kehutanan yang berkelanjutan, yaitu bertumpu pada keseimbangan antar keberlanjutan fungsi ekonomi, ekologi dan sosial budaya dari pengelolaan sumberdaya hutan yang tidak sentralistis dengan membangun kemandirian masyarakat. Selain itu untuk mencapai tujuan dari pada kebijakan kehutanan maka salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam melestarikan sumber daya hutan. Partisipasi mereka dalam pelestarian sangat penting mengingat bahwa mereka adalah penentu (subjek) dan sekaligus yang merasakan dampak kebijakan tersebut (objek). Kata Kunci: Kebijakan, Pelestarian hutan, Pembangunan berkelanjutan.
STUDI SEDIMEN PADA ANAK SUNGAI SAKA KANAN DI DAS TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Mulyadi, Rachmad
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v8i2.1701

Abstract

Tenggarong watershed has several Sub-watershed. One of them Saka Kanan river basin that be one of the present environment quality depreciation. Drainage basin knowable as good or bad conditon based on erosion level in surface soil and sedimentation level in river. This research aims to detect rate of flow water level, sedimet load pregnancy flies and load basis for will detect environment quality standard. Saka Kanan watershed as one of the Sub-watershed that will give sedimet and load base material towards Tengarong Watershed. Method survey field with watch closely and measures rate of river flow, take river water sample to at sedimet load analysis flies. As sedimentation determination and water quality analysis. Terba Station in has criteria resim water as big as 1,45 % that criteria very ugly while station bensamar as big as 6,95 % also in category very ugly. Sediment load measurement result flies in Terban station sedimet load between 28.60-685 mg/l enter in good category up to very ugly. Station bensamar has value between 37.50-725.75 mg/l enter in good category up to very ugly. Keywords : River Flow Level, Sedimet load, Saka Kanan Watershed
TAHU SEBAGAI ANDALAN INDUSTRI PARIWISATA DI SUMEDANG Sungkawa, Dadang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v7i2.1725

Abstract

Bila kita berbicara Kabupaten Sumedang maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah tahu Sumedang yang merupakan makanan khas dari kota ini. Setiap orang mulai dari anak - anak hingga orang tua suka dengan tahu sebagai makanan yang banyak mengandung protein. Tahu bisa dimakan bersama nasi atau sebagai makanan cemilan dalam perjalanan di kendaraan atau sebagai oleh - leh apabila dibawa ke rumah atau tempat tujuan. Tahu Sumedang berbeda dengan tahu – tahu yang dibuat di tempat lain di Jawa Barat karena memiliki rasa khas yang empuk, enak, dan gurih. Perbedaan rasa tahu inilah yang menyebabkan Sumedang sebagai kota atau daerah tahu. Perkembangan industri tahu di Sumedang ini berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi masyarakat Sumedang. Kata kunci: Industri, Pariwisata.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENDETEKSI POTENSI BENCANA TANAH LONGSOR DAN BANJIR BANDANG (Studi Kasus: Daerah Aliran Sungai Podi Kabupaten Tojo Una-una Propinsi Sulawesi Tengah) Yudianto, Eri Andrian
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v11i1.1642

Abstract

There are many landslide disaster potential area in Eastern Central Sulawesi. This landslide is potentially triggering flashflood. I the middle 2007, a massive flash flood was struck in 4 district in Morowali residence. Beside Morowali Residence, the other residence which has the same problem is Tojo Una-una Residence. It since the two residence was located on the same mountain. So, it means the same catastrophic disaster would possible occurred in the Tojo Una-una Residence in the next. From many rivers in Tojo Una-una’s residence, the most frequently occurred flash flood is Podi River. However, the geospatial survey and field survey has worked on the site directly. The geospatial survey was made by satellite imaging then analyze it by some computer software, and make some interpretation. The field survey has worked further by visual analyzing, taking picture for documentation, taking soil or rock sample, and interviewing the local citizens. The result is critical slope and damaged was observed, sedimented area, the potential area to sledge has appear. There is many additional important information got, such as the + 169,84 Ha critical slope fail area, the + 300 m height of critical slope, and the potential volume of the next landslide material is + 509.250.000 m3. From land survey, the information gets is the vegetation on the location is still in good condition. The top soil for plant nutrition and grew media just 1,0 – 2,0 m depth. The clay layer is only about 30,0 cm depth. The weathered rock is dominating on this soil stratification. Finally, it can conclude that the remote sensing technology is very helpful and useful to makes some preliminary interpretations. This results most followed by field survey to make sure and high accuracy about the real situations there. The landslides were caused by weathered rock, high rainfall intensity, mega landslides was occurred in upstream, The new landslide profile was made the contour bowl alike and this condition is believed why does The Podi River always caused flash flood in the huge amount.Keywords: Geographic Information System, remote sensing, natural disaster, landslides, flash flood.

Page 5 of 36 | Total Record : 352