cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PENGEMBANGAN WISATA TERPADU BERDASARKAN DAYA TARIK KAWASAN KONSERVASI DI KECAMATAN CIMENYAN Kastolani, Wanjat
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v8i1.1691

Abstract

Wisata yang berada pada kawasan konservasi merupakan sumberdaya yang potensial. Melalui pengembangan wisata kawasan konservasi akan didapatkan nilai daya tarik tersendiri, namun sebagai kawasan konservasi yang memiliki peran sebagai daerah resapan air sehingga apabila terjadi pengembangan akan merusak fungsi tersebut. Dari hal tersebut bagaimanakah upaya pengembangan daya tarik wisata kawasan konservasi wilayah Bandung Utara secara menyeluruh tanpa mengurangi fungsi sebagai kawasan konservasi? Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan berbagai dasar pertimbangan mengenai konsep dan kriteria pengembangan kawasan pariwisata serta pemanfaatan objek-objek wisata yang ada secara optimal. Dengan menggunakan Skalogram Guttman yang mengacu pada faktor penentu daya tarik yaitu (a) tingkat kemudahan pencapaian (b) tingkat kelengkapan jenis fasilitas wisata (c) tingkat pengelolaan potensi wisata (d) tingkat keanekaragaman aktivitas sehingga diperoleh hasil penilaian tiap faktor penentu daya tarik. Simpulan dari hasil identifikasi berdasarkan daya tarik wisata yaitu diperlukannya upaya pengembangan pada faktor-faktor penentu daya tarik wisata, sehingga didapatkan pemilihan lokasi wisata untuk pengembangan pada faktor-faktor penentu daya tarik wisata, sehingga didapatkan pemilihan lokasi wisata untuk pengembangan obyek wisata pada lima lokasi wisata yang ada di Kecamatan Cimenyan yaitu lokasi wisata Curug Hampa, Caringin Tilu, Oray Tapa, Kolam Renang Nuansa Alam, dan Taman THR Djuanda. Adapun konsep yang diajukan untuk pengembangan wisata berbasis konservasi adalah penerapan konsep pariwisata berbasis biaya murah. Hal ini dilakukan untuk menarik wisatawan untuk datang berkunjung tanpa mengeluarkan biaya yang besar tetapi tetap dapat melakukan aktivitas wisata yang menarik. Selain itu, agar pemanfaatan objek-objek wisata yang ada di wilayah pengembangan wisata Cimenyan dapat dilakukan secara optimal menjadi suatu daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi tanpa merusak fungsi konservasi. Kata kunci: pengembangan wisata, daya tarik, kawasan konservasi
NILAI-NILAI TATA LINGKUNGAN TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN DI KAMPUNG CIKONDANG KABUPATEN BANDUNG DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Setiawan, Asep Yanyan; Pasya, Gurniwan Kamil; Rohmat, Dede
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i2.1784

Abstract

Masyarakat Sunda memahami kondisi geografis tempat tinggalnya. yang menjadikan pengolahan sumberdaya alam sebagai penyokong dalam kehidupannya. Dasar inilah yang selanjutnya mengubah pada perilaku, adat-istiadat dan membentuk kebudayaan (sunda) itu sendiri, yang salah-satunya tergambar pada masyarakat Sunda di kampung Cikondang Desa Lamajang Kab. Bandung terhadap ruang dan lingkungan sebagai tempat tinggalnya yang masih memelihara kearifan lokal dalam pengelolaan dan penataan lingkungan yang terkait kelestarian lingkungan. Bentuk kearifan lokal yang berwujud nyata (tangible) dan tak berwujud (intangible) yaitu nilai-nilai yang masih turun temurun masih dilaksanakan diantaranya tercermin dalam tata wilayah, tata wayah dan tata lampah serta dalam bentuk upacara-upacara adat yang masih dilaksanakan oleh Masyarakat Cikondang. Implikasi hasil penelitian adalah memberikan informasi kepada peserta didik mengenai bentuk dan nilai-nilai tata lingkungan yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Geografi dengan model pembelajaran diantaranya group-investigation melalui metode karyawisata/observasi lapangan yang dapat memberikan informasi dan pengalaman langsung kepada peserta didik. Kata kunci : kearifan lokal, lingkungan, pelestarian.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DAN MINAT PESERTA DIDIK DENGAN KETERAMPILAN GEOGRAFIS(GEOGRAPHIC SKILLS) DI SMA KOTA BANDUNG Logayah, Dina Siti
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v11i2.1627

Abstract

Judul penelitian ini adalah Hubungan antara Persepsi kompetensi profesionalisme guru dan minat belajar dengan keterampilan geografis (Geographic Skills) di SMA Kota Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa mata pelajaran geografi lebih banyak menekankan pada aspek kognitif tingkat rendah, artinya bahwa mata pelajaran geografi masih terdapat pada tataran teori belum pada pengembangan keterampilan (Skill). Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei, dengan melakukan analisis terhadap tingkat persepsi peserta didik tentang kompetensi profesionalisme guru dan minat belajar dengan keterampilan geografis. Analisis dilakukan pada data yang diperoleh melalui tes dan kuesioner yang terlebih dahulu disusun secara terstruktur dan melalui proses uji coba serta uji validitas dan reliabilitasnya. Populasi peserta didik di SMAN Kota Bandung berjumlah 3253, sedangkan penarikan sampel sekolah dilakukan dengan cara acak dan penarikan sampel peserta didik dengan cara proportional stratified random sampling sejumlah empat sekolah yang menjadi sampel penelitian, dengan 97 peserta didik diambil untuk dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian Secara keseluruhan profesionalisme guru memberikan kontribusi yang tinggi terhadap keterampilan geografis. Hal ini berdasarkan kepada persepsi peserta didik pada kompetensi profesional dan pedagogik guru dikategorikan sangat tinggi. Sedangkan variabel minat peserta didik terhadap mata pelajaran geografi dikategorikan sedang. Dan variabel penelitian keterampilan geografis menunjukkan kecenderungan yang rendah. Kelima aspek keterampilan geografis pada kenyataan masih rendah, sehingga temuan di lapangan bahwa peserta didik belum memiliki keterampilan geografis yang optimal. Padahal keterampilan geografis (Geographic Skills) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian serta minat siswa dalam belajar geografi. Keterampilan geografis (Geographic Skills) dapat melatih siswa untuk dapat berpikir secara sistematis mengenai masalah atau isu-isu lingkungan dan sosial baik secara lokal maupun global. Kata kunci : keterampilan geografis (Geographic Skills), persepsi profesionalisme guru, minat belajar.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG PENDIDIKAN Ningrum, Epon
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1681

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor dominan dalam suatu institusi, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pendidikan memerlukan SDM berkualitas untuk melaksanakan perannya dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat. Kebutuhan pendidikan tersebut meliputi kebutuhan yang bersifat praktis situasional maupun bersifat prediktif antisipatif bagi transformasi sosial. Untuk itu, sangat penting upaya pengembangan SDM bagi terwujudnya SDM bidang pendidikan yang Berkualitas. Pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, baik secara formal maupun informal, yang dilaksanakan secara simultan berkelanjutan. Terdapat lima domain SDM yang dipandang penting dalam pengembangan SDM bidang pendidikan. Kelima domain tersebut adalah: profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif, dan kerja sama. Namun demikian, pengembangan terhadap kelima domain SDM tersebut diperlukan Total Quality Control (TQC) dan program diklat terpadu agar tercapai efektivitasnya. Kata kunci: pengembangan, sumber daya manusia, pendidikan, profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif.
DAMPAK INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN DAN SOSIAL Ridwan, Ita Rustiati
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v7i2.1716

Abstract

Industri secara umum adalah kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba. Karena itu, dampak secara ekonomi lebih dirasakan, pedahal masih terdapat akibat lain yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga merugikan yang jarang diperhatikan. Dalam perencanaan ekonomi dan wilayah urban, kawasan industri adalah penggunaan lahan dan aktivitas ekonomi secara intensif yang berhubungan dengan manufakturisasi dan produksi Berdirinya Industri tentu membawa dampak, baik itu bagi lingkungan hidup mapun lingkungan sosial. Beberapa Dampak tersebut diantaranya seperti mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar kawasan industri dan lain sebagainya. Bagi kehidupan sosial, industri cenderung membawa dampak positif, tapi bagi lingkungan hidup industri membawa banyak dampak negatif seperti pencemaran air, polusi udara dan lain sebagainya. Selain yang telah disebutkan tadi, dalam lingkungan sosial industri biasanya mendapat tuntutan sosial. Kata kunci: Dampak industri, lingkungan, sosial.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK TANPA KATA UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMPN 12 BANDUNG Hayati, Sri; Yani, Ahmad; Waluya, Bagja
Jurnal Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) disosialisasikan, keterampilan siswa dalam mengemukakan pendapat menjadi syarat penting yang harus dibina. Selama ini ada kecenderungan bahwa siswa masih sulit untuk mengemukakan pendapat. Keberanian mereka ”berbicara” di ruang kelas sangat terbatas. Berdasarkan hasil observasi awal diduga bahwa metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru di SMPN 12 Bandung masih cenderung memanfaatkan metode ceramah. Dengan asumsi bahwa anak kurang berani mengemukakan pendapat, maka diperlukan suatu media yang dapat membina keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat. Dalam rangka menemukan berbagai model dan media pembelajaran yang formulanya dapat memotivasi siswa mengemukakan pendapat perlu dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui media komik pada mata pelajaran geografi. Hasil penelitian didapatkan: 1) tingkat keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat dapat ditingkatkan melalui penyesuaian dan pembiasaan diri atau terus dilatih, 2) Media komik tanpa kata-kata dapat dijadikan salah satu alternatif bentuk media yang efektif dalam pembelajaran karena dapat merangsang siswa untuk mengemukakan pendapatnya, 3) Terjadi diskusi yang hidup, dimana siswa banyak mengemukakan pendapat dan berusaha mempertahankan argumen dari hasil pekerjaannya. Di sisi lain siswa juga belajar mengkritisi hasil karya orang lain. Selain itu, Siswa tidak hanya berani mengemukakan pendapat, lebih dari itu memiliki kepercayaan diri yang kuat. Kata kunci: komik tanpa kata, keberanian berpendapat, Geografi SMP
PENENTUAN TIPOLOGI KAWASAN RAWAN GEMPABUMI UNTUK MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Malik, Yakub
Jurnal Gea Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Pangalengan di Kabupaten Bandung adalah salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa bumi yang terjadi 2 September 2009 dengan episentrum di selatan Tasikmalaya. Dampaknya terlihat di beberapa tempat mengalami kerusakan bangunan mulai dari tingkatan hancur sampai rusak ringan. Berdasarkan kejadian tersebut terdapat permasalahan yang dapat dikaji mengapa Kecamatan Pangalengan mengalami kerusakan cukup parah dibandingkan dengan kecamatan lain yang berdekatan. Setelah di kaji ternyata kondisi fisik lahan Kecamatan Pangalengan secara geologis rawan terhadap ancaman bencana gempa bumi. Berdasarkan penilaian “land capabilty rating “ termasuk lahan kurang stabil dengan tipologi kawasan rawan bencana gempa bumi tipe C (Kepmen PU No.21 Tahun 2007) terdapat lebih dari 2 faktor yang saling melemahkan. Jenis batuan dengan sifat fisik lemah, dekat dengan zona sesar, kemiringan lereng curam dan intensitas gempa tinggi. Selain kondisi lahan rawan secara geologis, faktor sosial turut memberikan andil terhadap tingkat kerusakan, yaitu kondisi rumah tidak ramah gempa, pola pemukiman mengelompok, tingkat kepadatan penduduk dan pengetahuan masyarakat tentang bencana yang masih kurang. Untuk mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang perlu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan penataan kawasan Pangalengan pasca terjadinya bencana berbasis mitigasi bencana.Kata kunci: tipologi kawasan, rawan gempa bumi, mitigasi bencana.
DAMPAK GEMPA BUMI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP Sungkawa, Dadang
Jurnal Gea Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang gempa bumi adalah hal yang menarik saat ini untuk dibahas, karena seringkali wilayah Indonesia dilanda gempa bumi. Banyak masyarakat Indonesia sebelum tahun 2000 belum mengenal fakta empiris dari kejadian suatu gempa bumi, hal ini karena keterbatasan berita melalui media massa dan media elektronik. Namun sejak tahun 2000–an dengan banyaknya penyajian berita melalui saluran TV swasta maka berita tentang gempa bumi langsung dapat disaksikan oleh para pemirsa TV. Demikian juga dengan konsep “ tsunami”. Tsunami merupakan gelombang besar yang melanda pantai-pantai di Jepang setelah terjadinya gempa di dasar laut. Tsunami dapat menimbulkan korban harta benda dan jiwa. Tsunami saat itu belum banyak dilihat faktanya. Konsep gempa bumi dan tsunami baru menjadi fakta empiris bagi masyarakat Indonesia umumnya ketika terjadi gempa bumi di Aceh dan Sumatera Utara tanggal 26 Desember 2004, Gempa bumi di Yogyakarta 27 Mei 2006, gempa bumi dan tsunami di Pangandaran masih di tahun 2006, gempa bumi di Bengkulu dan terakhir gempa bumi di Sumatera Barat 6 Maret 2007. Kata kunci: Gempa bumi, tsunami.
PEKERJA ANAK DAN PERMASALAHANNYA Nandi, Nandi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1731

Abstract

Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia akan bertambah dengan adanya pengeksploitasian dan keberadaan pekerja anak. Pekerja anak adalah sebuah istilah untuk memperkerjakan anak kecil. Istilah pekerja anak dapat memiliki konotasi pengeksploitasian anak kecil atas tenaga mereka, dengan gaji yang kecil atau pertimbangan bagi perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan. Kebanyakan dari para pekerja anak tidak sempat lagi menikmati masa bermain atau bersekolah sebagaimana anak-anak yang lain. Mereka yang belum cukup umur itu, bekerja keras layaknya orang dewasa, baik di sektor formal maupun informal. Upaya penyelamatan masa depan pekerja anak diperlukan model pemecahan yang bersifat holistik-komprehensif. Dari berbagai pendekatan yang bisa dilakukan, diantaranya melalui pendekatan yang bersifat client centered (berpusat pada klien/pekerja anak) yang merupakan pendekatan manajemen kasus. Kata kunci: Pekerja anak, Ketenagakerjaan, Penanggulangan pekerja anak.
ZONASI FISIOMORFOHIDRO DI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SIG Setiawan, Iwan; Rohmat, Dede
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v11i1.1648

Abstract

Rainfall data has collected from rain station which is attached by certain institution like Meteorology Climatology and Geophysics Agency or another institution to fulfill the need of rainfall data at certain location, such as paunch otority, communication and transportasion agency etc. The problem: is the existing rain station distribution has covers rain parameters such as altitude, morphology, and rain distribution, with the result that every parameters represented for every parameters? Here by the objectives of this research is to mapping and analiyzing rain station distribution wich is related to those parameters. If those three map overlay then produce fisiomorphohydro zone. Overlay of three map with GIS Aplication is used to analysis. The result of this research shows that West Java have 90 zone of fisiomorphohydro. The composite map shows that West Java hasn’t even rain station distribution. Based on overlay of fisiomorhohydro zonation map and rainfall station distributions of West Java, then we find out that there are many zonation which hasn’t representative rain station. Keywords: zonation, fisiomorfohydro, GIS Application, fisiography,topography,rainfal, isohyet, rain intensity, distribution, rain station

Page 6 of 36 | Total Record : 352