cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Wisata Budaya Guar Bumi: Sebuah Strategi Pengembangan Literasi Budaya di Desa Gandu Kabupaten Majalengka Iffa Aeniah; Egy Herdiana; Haykal Kamil
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.44089

Abstract

Guar Bumi merupakan salah satu prosesi budaya Sunda yang ada di desa Gandu kabupaten Majalengka. Prosesi Guar Bumi dilaksanakan sebagai simbol akan dimulainya musim tanam yang biasa disebut juga dengan Hajat Bumi atau Sidekah Bumi. Dalam menjaga eksistensi budaya Guar Bumi tentu perlu adanya pengetahuan masyarakat akan budaya tersebut. Bagaimana masyarakat bisa mengetahui, memahami, menghargai, pengetahuan kebudayaannya sejalan dengan konsep literasi budaya. Penelitian ini didasari oleh keingintahuan tentang budaya Guar Bumi yang ada di desa Gandu kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik wisata budaya Guar Bumi dan seperti apa prosesinya serta perannya terhadap pengembangan literasi budaya di kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan teknik pemilihan narasumber menggunakan purposive sampling serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata budaya Guar Bumi yang saat ini menjadi titik fokus dapat secara langsung dan tidak langsung mengajak masyarakat melek budaya karena dengan adanya wisata budaya Guar Bumi menimbulkan kegiatan literasi budaya dengan cara yang lebih menyenangkan yakni berbasis wisata.
Mitos Komplek Percandian Batujaya Karawang: Satu Kajian Semiotik Roland Barthes Zakia Nurfitri Aulia; Dian Indira
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.30654

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis tanda dan makna di balik mitos komplek candi Batu Jaya yang sudah sejak lama hidup di lingkungan masyarakat Karawang, Jawa Barat. Data berupa kumpulan mitos mengenai komplek candi Batu Jaya yang dikumpulkan dengan teknik observasi, teknik wawancara, serta teknik catat dan rekam. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif berdasarkan teori semiotik Roland Barthes. Pemikiran semiologi Roland Barthes meliputi sistem tanda, mitos, dan juga ideologi. Mengenai sistem tanda Barthes menggunakan istilah expression (ekspresi) untuk signifiant dan content (isi) untuk signifie . Dalam hal ini, teorinya bertumpu pada relation (R) antara expression (E) dan content (C). Data apa adanya sesuai fakta di lapangan dikaji secara deskriptif hingga diperoleh suatu simpulan. Dalam penelitian ini ditemukan lima buah data mitos yang menjadi hasil dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, ditarik kesimpulan bahwa tanda verbal yang dimunculkan dalam setiap mitos di komplek candi Batu Jaya, Karawang mengandung pemaknaan denotatif yang berupa serangkaian komponen yang terdapat di lingkungan komplek Percandian Batu Jaya, seperti unur, parit, batu bata merah, dan pohon bondhi. Sedangkan pemaknaan konotasi yang terkandung dalam mitos di komplek candi Batu Jaya sangat erat hubungannya dengan kepercayaan masyarakat sekitar. Mitos  di komplek candi Batu Jaya meningterprestasikan himbauan dan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga cagar budaya
Analisis Lambang Daerah Kabupaten dan Kota Bandung Khairul Fridarmawan; Ruswendi Permana; Dede Kosasih
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.22397

Abstract

Semboyan merupakan unsur pada lambang yang tidak banyak disadari masyarakat. Tulisan ini mendeskripsikan lambang daerah yang ada di kota dan kabupaten Bandung, mengupas struktur yang menyusun lambang daerah, menganalisis semboyan yang terdapat dalam lambang daerah menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce, dan semboyan tersebut kemudian dikupas dari segi filosofis masyarakat Sunda yaitu filsafat tritangtu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Dari penelitian terungkap bahwa semboyan tidak hanya merupakan unsur dalam lambang, namun sekaligus memproduksi muatan nilai dan makna lambang bagi kehidupan, sehingga makna lambang tidak bias di masyarakat. Setiap semboyan yang terdapat dalam lambang daerah memiliki kandungan ikon, indeks, dan simbol. Selain itu, memiliki nilai filosofis tekad, ucap, dan lampah. Dalam filosofis Sunda hal tersebut dikenal dengan istilah tritangtu. Hal ini tentu saja membuktikan bahwa semboyan dirumuskan dengan melewati proses berpikir yang di antaranya melibatkan pengungkapan harapan, dan cita-cita yang ingin dicapai oleh masyarakat dan pemerintahannya.
Nilai Pendidikan Karakter dan Moral Kemanusiaan dalam Dongeng Sunda Evi Rahmawati
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.48744

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dan moral kemanusiaan dalam dongeng Sunda. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik studi pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa  dongeng Sunda mengandung nilai-nilai pendidikan karakter seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab, jadi ada 16 nilai pendidikan karakter dari 18 nilai yang dirumuskan. Selain itu, dongeng Sunda juga mengandung 5 moral kemanusiaan seperti moral manusia terhadap Tuhan, moral manusia terhadap pribadi, moral manusia terhadap manusia lainnya, moral manusia terhadap alam dan moral manusia dalam mengejar kepuasan lahiriah dan batiniah.
Nilai Moral dalam Tradisi Nganggung Masyarakat Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kepulauan Bangka Belitung Ayu Permatasari; Dessy Wardiah; Dian Nuzulia Armariena
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.29080

Abstract

Masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah bagai manakah nilai moral yang terkandung dalan tradisi nganggung masyarakat Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk dapat mengetahui dan mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam tradisi nganggung masyarakat Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data sumber data adalah 5 orang informan. Teknik analisis data adalah dengan teknis observasi, rekam, wawancaradan catat dalam dalam mencari informasi mengenai tradisi nganggung. Hasil analisis yang didapatkan oleh peneliti pada aspek nilai moaral terhadap Allah terdapat 3 nilai, pada aspek nilai moral terhadap diri sendri terdapat 5 nilai, pada aspek nilai moral terhadap keluarga terdapat 4 nilai, dan pada aspek nilai moral terhadap masyarakat terdapat 7 nilai yang trdapat dalam tradisi nganggung. 
Interferensi Leksikal Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia Yang Digunakan Masyarakat Pada Grup Whatsapp Desa Karang Selvi Florenta
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.42535

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi leksikal bahasa jawa ke dalam bahasa indonesia dalam grub whatsapp desa Karang, menentuakan kategori kata setia bentuk interferensi leksikal bahasa jawa ke dalam bahasa indonesia dalam grub whatsapp desa karang, dan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya interferensi leksikal bahasa jawa ke dalam bahasa indonesia dalam grub whatsapp desa Karang. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa bentuk dasar bahasa jawa yang masuk ke dalam bahasa indonesia yang terdapat dalam obrolan whatsapp desa karang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat yaitu peneliti menyimak dan mencatat namun tidak ikut dalam percakapan tersebut.  Dari hasil penelitian tersebut per bulan juli hingga september ditemukan iterferensi leksikal sejumlah 30 yakni monggo, sampun, tindak, woro-woro, ojo sembrono, sinau, madang, persis, nampak, sae, amburadul, gampang, bingung, kagem, sik, ben, apik, bener, prigel, nulis, diceluk, njawab, ngelu, diwoco, ngerjakno, mulo, layang, sebalikke, ditunjuk dan sayange. Kata-kata tersebut ialah kata bahasa jawa yang masuk kedalam bahasa indonesia yakni interferensi leksikal.
Aspek Psikologi Sosial dalam Dongeng Nyi Kalimar Bulan Annisa Ramadhani; Agus Suherman
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.52694

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengungkap psikologi sosial yang terdapat dalam karya sastra Sunda dengan cara mendeskripsikan struktur cerita dan aspek psikologi sosial yang terdapat dalam dongeng Nyi Kalimar Bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Sumber data dalam penelitian ini adalah dongeng Nyi Kalimar Bulan karya Usep Romli. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa struktur cerita dongeng Nyi Kalimar Bulan meliputi tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, dan amanat, serta aspek psikologi sosial yaitu berupa pikiran sosial, pengaruh sosial, dan hubungan sosial. Aspek pikiran sosial terkandung dalam dunia sosial, penilaian sosial, dan sikap. Aspek pengaruh sosial meliputi genetik, gender, persuasi, dan pengaruh kelompok. Aspek hubungan sosial meliputi prasangka, agresi, ketertarikan, keintiman, menolong, dan konflik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa dongeng Nyi Kalimar Bulan mengandung aspek psikologi sosial yang dapat dibandingkan sekaligus dijadikan cerminan kehidupan.
“Sang Kuriang” Drama Script by Utuy T. Sontani for Learning Material in Drama Apreciation Learning Senior High School Class XII Gina Devina
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.48341

Abstract

This research is taken from the drama script "Sang Kuriang" by Utuy T. Sontani which was divided into two parts, namely libretto, two rounds, and three-part drama. The purpose of this study is to describe the two-round drama scripts in the form of (1) the facts of the story in the drama script "Sang Kuriang by Utuy T. Sontani which includes the facts of the story (lines, characters, and settings), (2) moral values (religious, psychological and social aspects), and (3) the application of the fact story and moral values analysis results for learning material of drama appreciation in class XII high school. The method used in this study is the descriptive analysis method with literature review techniques, data analysis, and interpretation. The results of his research are; (1) this drama script has a social-religious theme regarding a child named sangkuriang who loves his mother. The facts of the story found include the forward flow and the characters found are divided into two main characters and additions, the background is the setting of the place and time, (2) this drama has a sign that contains meaning, Lessons can be learned from the story the legend of Tangkuban Perahu is never undermine the trust given, especially with how to kill his faithful that continues to accompany private interests to be sacrificed. Sangkuriang is an example that should not be imitated, his heart, his mother's wrath get a reply. Although the messages are conveyed from the legend of Tangkuban Perahu is make your parents happy in a good way and not contrary to the prevailing norms and values, (3) the fact of the story and moral values of the drama script “Sang Kuriang” by Utuy T. Sontani can be used as learning material because it is by the criteria for selecting teaching materials positive in the story. 
Inventarisasi Nama-nama Raja dengan Penanda Khusus Varman Gelar Taufiq Kusumawardhana; Retty Isnendes; Ajid Thohir; Dadan Rusmana
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.49885

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelusuran pustaka atas nama raja-raja yang menggunakan penanda khusus varman yang dalam literasi Hindu atau bahasa Sanskrit sangat popular dan dianggap tua. Nama tersebut tersebar di dunia, termasuk di Nusantara. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan perspektif geografi, sejarah dan linguistik. Dengan korpus sejumlah nama varman akan dilacak keberadaannya mengenai: 1) arti dan makna kata varman, 2)  sebaran kata varman,3) prasasti-prasasti yang menuliskan nama varman.
Tradisi Baritan di Desa Sukadana Kecamatan Compreng Kabupaten Subang Untuk Bahan Pembelajaran Membaca Artikel Di SMA Kelas XII Ken Nilla Trah Qirana; Dede Kosasih; Yatun Romdonah Awaliah
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.49848

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa tradisi Sunda yang yang berkaitan dengan pencegahan penyakit (wabah), salah satunya tradisi baritan di Desa Sukadana, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan guna dan tujuan diadakannya tradisi tersebut, susunan acara yang dolaksanakan dalam tradisi baritan, tradisi baritan dalam menghadapi pandemi COVID-19, nilai-nilai yang terkadung pada tradisi baritan serta kaitan tradisi baritan untuk bahan ajar membaca artikel di SMA kelas XII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa maksud dan tujuan tradisi baritan adalah untuk menangkal musibah yang bisa menimpa para petani, susunan acara tradisi baritan yaitu pra tradisi baritan, prosesi baritan dan pasca tradisi baritan. Tradisi baritan dalam menghadapi pandemi COVID-19 berjalan seperti biasa pada waktu yang telah ditentukan yaitu menjelang musim panen. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi baritan di antaranya yaitu nilai religi, nilai sosial, nilai kesederhanaan, dan nilai kebudayaan. Penelitian mengenai tradisi baritan bisa dijadikan bahan pembelajaran membaca artikel di SMA kelas XII, karena mempunyai nilai-nilai penting dalam kehidupan dan sesuai dengan kriteria bahan ajar.