cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Cerita Rakyat Lampung Di Kampung Tua Negara Batin Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Agustina, Eka Sofia; Ariyani, Farida; Zamzanah, Sarjinah; Prasetya, Rian Andri
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.28911

Abstract

Everything related to the origin of a region's life cannot be separated from the lives of its Ancestors told from "word of mouth" and from generation to generation.  Unfortunately, not all regions in Lampung province are related to the oral story of the ancestors of a region documented in writing so that it can be used as a document and learning source from generation to generation.  Related to that, researchers felt it was important to focus on lampung folklore in Kampung Tua Negara Batin Kecamatan Negara Batin Way Kanan Regency.   This research resulted in Lampung folklore in Kampung Tua Negara Batin featuring the characters Pangiran Menang Jagat and Minak Kemala as Nini Puyang which influences the krakteristic life of livelihood, social, and culture.AbstrakSegala hal yang berkaitan dengan asal mula kehidupan sebuah wilayah tidak bisa lepas dari kehidupan para Leluhurnya yang terceritakan dari “mulut ke mulut” dan dari generasi ke generasi.  Sayangnya, tidak semua wilayah di provinsi Lampung terkait dengan cerita lisan para leluhur sebuah wilayah terdokumentasikan secara tertulis sehingga bisa dijadikan dokumen dan sumber belajar dari generasi ke generasi.  Terkait dengan hal itu, peneliti merasa penting untuk memfokuskan pada cerita rakyat Lampung di Kampung Tua Negara Batin Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan.   Penelitian ini menghasilkan cerita rakyat Lampung di Kampung Tua Negara Batin yang menampilkan tokoh Pangiran Menang Jagat dan Minak Kemala sebagai Nini Puyang yang mempengaruhi krakteristik kehidupan mata pencaharian, sosial, dan budaya, 
Nilai Budaya dan Agama dalam Naskah “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw.” Fathurahmah, Ani Tsania; Ruhaliah, Ruhaliah; Koswara, Dedi
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34141

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah, menyusun edisi teks, menganalisis nilai budaya dan agama yang terdapat dalam naskah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini yaitu naskah “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw.”. Proses edisi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan edisi standar yakni dengan membetulkan kesalahan-kesalahan kecil dan ketidakajegan, sedang ejaannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, naskah ini merupakan salah satu naskah dalam bentuk mikrofilm rol 34-05 yang ada di Pusat Studi Sunda yang isinya menceritakan mi’rajnya Kangjeng Nabi Muhammad saw. ke langit. Selain itu, dalam naskah ini juga terdapat beberapa nilai budaya dan agama. Nilai budaya yang terdapat pada naskah di antaranya: 1) sistem religi, 2) sistem kemasyarakatan, 3) sistem pengetahuan, 4) sistem bahasa, 5) kesenian, 6) mata pencaharian, dan 7) sistem teknologi. Sedangkan nilai agama yang terdapat pada naskah di antaranya: 1) akidah yang ditemukan berhubungan dengan keimanan (Rukun Iman); 2) syariah tentang salat, puasa, zakat, dan beberapa hukuman untuk manusia; dan 3) berhubungan dengan akhlak kepada Allah dan akhlak kepada sesama manusia. Kata Kunci: filologi; nilai agama; nilai budaya.  Abstract: This research aims to describe the script, arrange text edition, analyze cultural and religious value in the manuscript. The method was used is descriptive of analysis by using interview technique and literature study. Edition process were used is standard edition, it fix small errors and inconsistencies, and the spelled according to the applicable provisions. The sources of data is manuscript of “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw”. Based on the result, this script is one of microfilm rolls 34-05 in the center for Sundanese studies, which is the narrated of Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw to the heavens. In addition, in this text there are several cultural and religious values. The cultural values, namely: 1) religious system, 2) social system, 3) knowledge system, 4) language system, 5) art system, 6) livelihood system, and 7) technology system. While the religious values are: 1) aqidah is related to faith (six pillars of faith), 2) syariah about Shalat, fasting, zakat, and some punishment for humans, and 3) Morals is morals to Allah and morals to fellow human being.Keywords: cultural values; philology; religious values.
Analisis Makna Idiomatis Bahasa Melayu Batu Bara Pada Percakapan Masyarakat Desa Benteng Dewi, Rahma; Nisa, Khairun
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.33089

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna idiomatis bahasa Melayu Batu Bara pada percakapan Masyarakat Desa Benteng Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif (penggambaran). Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik rekam catat, dan teknik dokumentasi. Idiom adalah perkataan atau kelompok kata yang khususnya untuk menyatakan suatu maksud dengan arti kiasan. Pada saat ini kurangnya pengetahuan generasi sekarang dan kurangnya keinginan untuk melestarikan bahasa daerah Suku Melayu di Kabupaten Batu Bara, mengenai makna idiomatis dalam sebuah percakapan dapat menyebabkan terjadinya sebuah kebodohan sepihak, yang mana para generasi sekarang tidak mengetahui makna dari sebuah idiom yang diungkapkan oleh para orang tua. Makna idiomatis yang terdapat dalam percakapan Masyarakat Desa Benteng, mengandung banyak makna idiomatis Bahasa Melayu Batu Bara Kecamatan Talawi Kabupaten  Batu Bara.Kata Kunci: bahasa Melayu; makna idiomatis; percakpan masyarakat Abstract: This study aims to determine the idiomatic meaning of Batu Bara Malay Language in the conversation of the Benteng Village Community, Talawi District, Batu Bara Regency. The method used in this research is a descriptive qualitative method (depiction). Data collection was carried out using observation techniques, interview techniques, note recording techniques, and documentation techniques. Idioms are words or groups of words specifically to express a meaning with a figurative meaning. At this time, the lack of knowledge of the current generation and the lack of desire to preserve the local language of the Malay Tribe in Batu Bara Regency, regarding the idiomatic meaning in a conversation can lead to a one-sided ignorance, where the current generation does not know the meaning of an idiom expressed by people. old. The idiomatic meaning contained in the conversation of the Benteng Village Community, contains many idiomatic meanings in Batu Bara Malay Language, Talawi District, Batu Bara Regency.Keywords: Malay language; idiomatic meaning; community conversation
Nama Sebagai Sebuah Kesadaran Identitas Manusia Sunda: Kajian Budaya Isnendes, Retty
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.29146

Abstract

A person's self name refers to the language used by his parents in attaching identity to his child. Language is one of the elements of culture which is very dominant and the opening of a culture. The identity of one's ethnic group will be seen from the ethnic language or region used and one of them, which is attached to oneself as an individual trait. The identity of the name as a Sundanese human characteristic also reflects the region of space and time awareness in addressing itself as part of a tribe in a global vortex. Maintaining self-name by carrying out Sundanese culture in the midst of the temptation of global cultural gatherings is difficult if parents do not have awareness about national identity. The names that are attached to the child become an indication in measuring his consciousness as a Sundanese. In this article the question concerning the names of students of the Sundanese Language Education Department is raised in the culture studies.AbstrakNama diri seseorang berkenaan dengan bahasa yang dipakai orang tuanya dalam melekatkan identitas pada diri anaknya. Bahasa merupakan salah satu unsur budaya yang sangat dominan dan pembuka satu kebudayaan. Identitas suku bangsa seseorang akan terlihat dari bahasa etnis atau daerah yang dipakainya dan salah satunya, yang dilekatkan pada diri sebagai ciri individu. Identitas nama sebagai ciri manusia Sunda juga mencerminkan wilayah kesadaran ruang dan waktu dalam menyikapi dirinya sebagai bagian dari sebuah suku bangsa dalam pusaran global. Mempertahankan nama diri dengan mengusung budaya Sunda di tengah godaan pertemuan budaya global merupakan hal berat bila orang tua tidak punya kesadaran mengenai jati diri bangsa. Nama-nama yang dilekatkannya pada anak menjadi indikasi tersendiri dalam mengukur kesadarannya sebagai manusia Sunda. Dalam artikel ini diketengahkan persoalan mengenai: nama diri mahasiswa di Departemen Pendidikan Bahasa Sunda dalam kajian budaya. 
Fenomena Buzzer dalam Cerpen "Riuh" Karya Okky Madasari: Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk Lusiana, Martha
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.27804

Abstract

The purpose of this study is to identify buzzer as a power-exercise phenomenon that has been narrated in Okky Madasari’s short story entitled Riuh using the Socio Cognitive Approach by Teun A. Van Dijk. Within the conduct of the study, the note-taking technique had been adopted in order to classify the data in accordance to the social and power discourse that had been found. The data that had been collected data were analysed by using the Van Dijk’s three-dimensional method namely: (a) text; (b) social cognitions: and (c) social context. The core of the Van Dijk’s analysis is to combine the three dimensions into a complete and integrative analysis. Thus, the results of the analysis have uncovered three types of discourse. First, the buzzer has held the access to influence the discourse. Second, the power exercise has been identified between the buzzer and the ruling elites who are capable of funding the access toward the discourse. Third, it has been identified as well that the buzzer becomes the device for the political propaganda in the social media within the cases of corruption. At the end of the study, it is expected that the results of the study are able to contribute to the wide array of the studies on the Van Dijk’s Critical Discourse Analysis.AbstrakTujuan penelitian ini adalah melihat buzzer sebagai fenomena praktik kekuasaan yang dinarasikan dalam cerpen "Riuh” karya Okky Madasari dengan pendekatan kognisi sosial dari Teun A. van Dijk. Dengan menggunakan teknik catat, data diklasifikasi menurut wacana sosial dan kekuasaan yang berhasil ditemukan. Setelah itu, data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis tiga dimensi model van Dijk. Metode ini terdiri atas tiga dimensi/bangunan, yakni (a) teks, (b) kognisi sosial, serta (c) konteks sosial. Inti analisis van Dijk adalah menggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut ke dalam satu kesatuan analisis yang utuh. Berdasarkan analisis, terdapat tiga wacana yang terungkap. Pertama, buzzer memiliki akses untuk memengaruhi wacana. Kedua, terungkap adanya praktik kekuasaan antara buzzer dan elite penguasa yang mampu membiayai akses wacana. Ketiga, ditemukan pula bahwa buzzer menjadi alat propaganda politik di media sosial dalam kasus korupsi. Penelitian kualitatif-deskriptif ini diharapkan dapat mempeluas kajian analisis wacana kritis menurut Teun. A. van Dijk. 
Perubahan, Pergeseran, dan Pemertahanan Bahasa Sunda di Lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia Robiah, Dini Fitriani Noor; Hernawan, Hernawan
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34142

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perubahan dan pergeseran berbahasa, yang tadinya menggunakan bahasa Daerah beralih ke bahasa Indonesia. Peristiwa ini sering ditemui di kalangan masyarakat khususnya mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa UPI yang lahir di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan bahasa Sunda pada mahasiswa UPI ketika berinteraksi, pergeseran pemakaian bahasa Sunda pada mahasiswa UPI, dan langkah yang tepat untuk mempertahankan bahasa Daerah di kalangan mahasiswa UPI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan perubahan dan pergeseran bahasa Sunda di kalangan mahasiswa UPI. Dengan persentase 32% memakai bahasa Sunda, 68% sisanya memakai bahasa Indonesia yang dicampur bahasa Sunda. Sehingga didapat upaya-upaya untuk mempertahankan bahasa Sunda dikalangan Mahasiswa UPI.  Kata Kunci: perubahan bahasa; pergeseran bahasa; pemertahanan bahasa. Abstract: This research is motivated by the phenomenon of language change and shifting, which had used local languages to switch to Indonesian. This event is often found in the community, especially students. The subjects of this study were UPI students who were born in West Java. This study aims to determine patterns of Sundanese language change in UPI students when interacting, shifting the use of Sundanese in UPI students, and appropriate steps to maintain regional languages among UPI students. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The technique used is the technique of collecting data through questionnaires. The results of this study indicate changes and shifts in Sundanese among UPI students. With a percentage of 32% using Sundanese, the remaining 68% using Indonesian mixed with Sundanese. In order to obtain efforts to maintain Sundanese among UPI students.Keywords: change of language; shift of language; retention of language.  
Flashcard Aksara Sunda: Sebuah Inovasi Media Pembelajaran Untuk Sekolah Dasar Salsabila, Revita; Saputra, Erwin Rahayu
LOKABASA Vol 12, No 2 (2021): Vol. 12 No. 2, Oktober 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i2.35405

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Sundanese alphabet flashcard media. The method used in this study is the literature review method, the type of descriptive analysis research, data collection techniques by collecting various scientific sources, and data analysis techniques using interactive models. The results of this study indicate that 1) Sundanese alphabets flashcard media is a form of learning media innovation that can be used in learning activities, especially for elementary school, 2) flashcard media has advantages including attractive for children, relatively cheap, and easy used, and 3) effective flashcard media to be used in Sundanese alphabets learning activities. Thus, it can be concluded that flashcard media is one form of effective learning media innovation so that it can be used as an alternative solution for learning so that children are enthusiastic about learning Sundanese alphabets.
Nilai Estetika dalam Pergelaran Sandiwara Palagan Bubat Shafira, Widhie Triana; Isnendes, Retty
LOKABASA Vol 12, No 2 (2021): Vol. 12 No. 2, Oktober 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i2.39941

Abstract

Ketabahan Seorang Istri dan Nilai Keagamaan dalam Naskah “Siti Jaojah” Ameliawati, Sasti; Ruhaliah, Ruhaliah; Nurjanah, Nunuy
LOKABASA Vol 12, No 2 (2021): Vol. 12 No. 2, Oktober 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i2.39923

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap naskah. Dewasa ini, naskah sudah jarang diketahui, tidak dibaca, bahkan sudah tidak dikenal oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mentransliterasikan dan mendeskripsikan isi naskah “Siti Jaojah” serta menganalisis nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya. Sebelum itu, juga dilakukan analisis struktur formal dan naratif naskah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis dengan teknik wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah “Siti Jaojah”. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan beberapa hal seperti berikut: 1) isi naskah, 2) dari hasil analisis struktur formal, didapatkan kesalahan guru lagu dan guru wilangan. Jumlah kesalahan guru wilangan dari semua pupuh yang terdapat pada naskah “Siti Jaojah” adalah 26,8% (692 kesalahan) dari 2583 larik dan 2,75% kesalahan pada guru lagu (71 kesalahan), watek pupuh, serta terdapat 30 sasmita pupuh. Pada struktur naratif menggunakan alur campuran yang terdiri atas sembilan episode, terdapat lima motif cerita, dua belas tokoh, latar yang terdiri atas latar tempat, waktu, dan sosial, serta tema naskah mengenai perjalanan dan keagamaan, dan 3) nilai keagamaan yang terkandung dalam naskah ini adalah: akidah, syari’at, dan akhlak. Dari hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa dalam naskah “Siti Jaojah” mengandung banyak kesalahan atau kekeliruan dalam penggunaan patokan pupuh. Untuk nilai keagamaannya, naskah ini menceritakan cara untuk menjadi istri shalihah yang tergambarkan dari watak tokoh utama, yaitu Nyi Jaojah.
Kalimat Ekspresif dalam Novel Puputon Karya Aam Amilia Rini, Dwi Sulistiya
LOKABASA Vol 12, No 2 (2021): Vol. 12 No. 2, Oktober 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i2.36393

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masalah penggunaan bahasa yang merupakan alat interaksi sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis dan mendeskripsikan bentuk, adegan, makna, dan maksim kesopanan dalam kalimat ekspresif yang ada dalam novel Puputon karya Aam Amilia.Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan tekhnik studi pustaka, tekhnik analisis unsur langsung. Hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Puputon karya Aam Amilia terdapat 112 kalimat ekspresif. (1) kalimat ekspresif terdapat empat bentuk kalimat, yaitu 58 bentuk kalimat sederhana,48 kalimat luas, 5 kalimah majemuk, dan 9 kalimat majemuk utama. (2) adanya dua pola adegan kalimat ekspresif, yakni kalimat ekspresif sempurna dengan enam subpola, dan kalimat ekspresif tidak sempurna dengan empat subpola.(3) makna kalimah ekspresif terdapat 11, yakni 12 kalimat ekspresif  marah, 5 kalimah ekspresif menyelamati, 30 kalimah ekspresif seruan, 9 kalimah ekspresif kaget, 2 kalimah ekspresif pasrah, 15 kalimah ekspresif mawas diri, 5 kalimah ekspresif bahagia, 13 kalimah ekspresif sakit, 1 kalimah ekspresif mupuas, 3 kalimah ekspresif  jijik, dan 9 kalimah ekspresif kesal. Serta ada enam maksim kesopanan yakni 20 maksim kebijaksanaan, 6 maksim kedermawanan, 5 maksim pujian, 10 maksim rendah hati, 15 maksim kemufakatan, dan 5 maksim simpati.