cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Analisis Rumusan Soal HOTS dalam Buku Ajar Gapura Basa Kelas VII Edisi Revisi Dini Novianti Rinal Diani; Dingding Haerudin
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.49505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rumusan soal yang bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku ajar yang berjudul “Gapura Basa” Kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi. Analisis didasarkan pada kriteria bahan ajar bermuatan keterampilan berpikir tingkat tinggi di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian adalah buku ajar yang berjudul “Gapura Basa” Kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam buku ajar “Gapura Basa” Kelas VII, dari total 211 soal terdapat 102 soal bermuatan LOTS (48%) dan 109 soal bermuatan HOTS (52%), yang berarti bahwa muatan HOTS lebih tinggi daripada muatan LOTS. Persentase muatan HOTS pada level kognitif analisis (C-4) 46%, evaluasi (C-5) 4%, dan kreasi (C-6) 3%. Hal ini menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan dalam buku ajar “Gapura Basa” Kelas VII didominasi kategori analisis (C-4). Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian membuktikan bahwa buku ajar “Gapura Basa” Kelas VII yang mengacu kepada kurikulum 2013 edisi revisi telah memfasilitasi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Pergeseran Bahasa Teochew Pada Remaja Tionghoa Teochew di Pontianak Lily Thamrin; Suhardi Suhardi; Tjen Veronica; Lusi Lusi
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.39464

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan maksud dan tujuannya kepada orang yang diajak untuk berkomunikasi. Bahasa ibu sebuah etnis tentulah sangat penting bagi penggunanya, seperti bahasa dialek Teochew di Pontianak, dikarenakan masyarakat Pontianak yang sebagian besar adalah masyarakat yang multilingual sehingga mengakibatkan bahasa dialek Teochew mengalami pergeseran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan 127 respoden pemuda Teochew Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat dua faktor terjadinya pergeseran bahasa dialek Teochew yaitu faktor internal yang melibatkan penggunakan bahasa di lingkungan keluarga baik dengan orang tua maupun dengan sanak saudaranya serta faktor eksternal seperti pasar, toko, tempat ibadah serta sekolah. Terdapat beberapa dampak pergeseran bahasa dialek Teochew yang dirasakan salah satunya adalah dampak positif, yaitu komunikasi dengan lebih mudah baik dengan sesama orang Tionghoa maupun dengan masyarakat etnis lainnya. Dampak positif yang dirasakan ternyata menjadi momok bagi bahasa dialek Teochew yang akhirnya tergantikan oleh bahasa lain yaitu bahasa Indonesia.
Media Wayang Golek Fabel Untuk Meningkatkan Kemampuan Mendongeng Malik Fajar; Dingding Haerudin; Haris Santosa Nugraha
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.49849

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya media pembelajaran inovatif dan kreatif agar bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa Sunda salahsatunya mendongeng. Karena adanya pandemic COVID-19, proses pembelajaran kali ini harus melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) di luar lingkungan sekolah. Wayang golek fabel sebagai sebuah media inovatif dan kreatif dapat dijadikan media pembelajaran yang mampu meningkatkan proses pembelajaran bhasa Sunda khususnya kemampuan mendongeng siswa sebelum, dan sesudah menggunakan media wayang golek fabel. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain One Group pre-test dan post-test. Teknik yang digunakan yaitu tes kemampuan mendongeng dengan sumber datanya siswa kelas VII-7 SMP Negeri 11 Depok Tahun Ajaran 2020/2021. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) kemampuan mendongeng siswa sebelum menggunakan media wayang golek fabel berkategori sedang, dengan rata-rata nilai 53,92, (2) kemampuan mendongeng siswa sesudah menggunakan media wayang golek fabel berkategori baik, dengan rata-rata nilai 70,4, (3) ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan mendongeng siswa sebelum dan sesudah menggunakan media wayang golek fabel. Berdasarkan hasil penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa media wayang golek fabel bisa meningkatkna kemampuan mendongeng siswa di kelas VII-7 SMP Negeri 11 Depik Tahun Ajaran 2020/2021  
Bal-Balan Sega Bentuk Tradisi Slametan dan Ngalap Berkah Bulan Sya'ban Pada Masyarakat Ngawi Jawa Timur Riza Mar'atus Sholikhah; Kalpika Cahya Buana; Elen Inderasari
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.40439

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya bentuk slametan dan ngalap berkah yang terdapat dalam folklore “Bal-balan Sega” yang kemudian akan dikaji oleh peneliti dengan menggunakan kajian antropologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk slametan dan ngalap berkah dari tradisi “Bal-balan Sega” di Dusun Tambakselo, Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumentasi video dan seorang informan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancaramendalam, rekam, catat, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori antropologi sastra menurut Endraswara yang kemudian dikaitkan dengan analisis model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa “Bal-balan Sega” merupakan salah satu tradisi unik yang berasal dari Ngawi khususnya masyarakat Tambakselo. Tradisi ini berbeda dari tradisi pada umumnya karena memiliki prosesi khusus yaitu perang nasi yang menjadi perhatian orang-orang awam yang belum mengetahuinya.
Struktur Sosial dan Pola Komunikasi Santri Darussalam Blokagung Banyuwangi Nurin Nauva Lia; Ahmad Haryono; Ali Badrudin
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.44542

Abstract

komunikasi merupakan interaksi sosial yang mana terjadi proses memberi dan menerima informasi. Komunikasi Proses akan berjalan dengan baik jika pengirim dan penerima saling memahami tentang pesan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur sosial dan pola komunikasi santri Darussalam Blokagung Banyuwangi serta untuk mengetahui hambatan yang di alami santri Ponpes dalam menerapkan pola komunikasi dalam struktur sosial di Ponpes Darussalam Blokagung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi verbal yang muncul dalam pola komunikasi di Ponpes Darussalam berdasarkan status sosial dan peran yang terjadi pada struktur sosial. Interaksi simbolik yang terjadi di Ponpes Darussalam berupa sikap-sikap termasuk, ekspresi wajah dan tingkah lagu santri ketika berhadapan atau melakukan komunikasi secara tidak langsung terhadap pengasuh Ponpes Darussalam. Pola komunikasi yang terjadi di dalam interaksi sosial atau komunitas sosial di Ponpes Darussalam bisa dikategorikan dengan pola komunikasi jenis Y dimana pola tersebut membentuk huruf Y yang artinya status sosial yang paling tinggi di puncak oleh pengasuh, putra-putri pengasuh, pengurus, ustaz, dan santri. Hambatan yang dialami santri adalah bagaimana membuat sebuah kalimat yang benar terhadap bahasa Jawa kromo inggil, khususnya terhadap santri yang mempunyai latar belakang bahasa Melayu atau bahasa Bugis yang berasal dari luar Jawa.
Model Cooperative Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Pembelajaran Pupujian Ai Nurhayati
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.51762

Abstract

Abstrak: Pupujian merupakan salah satu materi pembelajaran bahasa Sunda di jenjang SMP kelas tujuh. Dalam pembelarajaran siswa biasanya merasa tidak semangat untuk mempraktikan pupujian di depan kelas, karena dianggap membosankan. Untuk itu guru mencari cara agar keaktifan dan kreativitas siswa meningkat. Salah satu cara yaitu dengan menggunakan model cooferative learning. Tujuan penelitian ini yaitu dengan menggunakan model pembelajaaran cooferative learning siswa diharapkan lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran pupujian sehingga tidak membosankan. Penelitian ini menggunakan metode PTK. Tehnik yang digunakan yaitu tes kemampuan melantunkan pupujian dengan kreativitas dengan sumber datanya siswa kelas VII E SMPN 1 Sukalarang Tahun Ajaran 2016/2017. Hasil dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan model cooferative Learning pembelajaran pupujian di kelas VII SMPN 1 Sukalarang meningkat dari segi kreativitas dan semangat siswa.  Kata Kunci: aktif; kreatif; cooperative learning; pupujian
Alih Kode dan Campur Kode Pada Cuitan Twitter @sudjiwotedjo: Kajian Sosiolinguistik Muhammad Hidayatul Ichsan; Atiqa Sabardila
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.43480

Abstract

Abstrak: Sosial Media merupakan platform yang berfungsi untuk komunikasi jarak jauh. Dengan luasnya bahasa yang digunakan dalam ber sosial media, memungkinkan untuk terjadinya alih kode dan campur kode dalam berkomunikasi lewat jejaring sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih kode dan campur kode dalam media Twitter. Objek kajian dalam penelitian ini adalah cuitan Twitter Sujiwo Tejo. Metode penelitian ini menggunakan metode dekskriptif kualitatif. Dengan pendekatan yang digunakan adalah sosiolinguistik dan teori yang diterapkan didalam adalah alih kode dan campur kode. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan beberapa alih kode dan campur kode antara lain: (1) alih kode intern; (2) alih kode ekstern; (3) campur kode berwujud kata; (4) campur kode berwujud frasa; (5) campur kode berwujud klausa; (6) campur kode berwujud baster; dan (7) campur kode berwujud idiom.
Peran Program Berita Kalawarta TVRI Jawa Barat Sebagai Media Pelestari Budaya dan Bahasa Sunda Rangga Saptya Mohamad Permana; Hanifa Yusliha Rohmah
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.32411

Abstract

Abstrak: Salah satu fungsi televisi sebagai media komunikasi massa adalah fungsi sosialisasi, termasuk di dalamnya menyebarkan nilai-nilai budaya dan bahasa daerah. Kalawarta yang disiarkan oleh TVRI Jawa Barat hadir di tengah khalayak sebagai salah satu program berita berbahasa Sunda dengan misi utama untuk melestarikan budaya dan bahasa Sunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses produksi program berita Kalawarta dan menganalisis bagaimana budaya dan Bahasa Sunda dilestarikan melalui program berita berbahasa Sunda Kalawarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi analitik. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi (participant as observer) dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek proses produksi program berita Kalawarta, pencarian berita  Kalawarta  dilakukan  oleh  para kontributor  TVRI  yang tersebar   di   seluruh   wilayah   Jawa   Barat, dihimpun oleh kepala redaksi, dan disunting audiovisualnya. Lebih lanjut, proses on-air Kalawarta mencakup sembilan bagian segmen program, mulai dari opening sampai closing program oleh penyiar. Terkait dengan pelestarian budaya dan Bahasa Sunda, meskipun menggunakan Bahasa Sunda, redaksi kata pada naskah Kalawarta masih sesuai dengan aturan penulisan jurnalistik, yaitu singkat, padat, dan jelas. Hal ini berguna untuk tercapainya tujuan dari program Kalawarta, yaitu melestarikan Bahasa Sunda, serta menciptakan efek kognitif, afektif dan behavioral yang positif bagi para pemirsanya.
Balek Andon Sujud sebagai Tradisi Khitanan pada Masyarakat Prabumulih Dian Hafiz Andeska; Ichlasul Amal Taufik; Syarifuddin Syarifuddin; Dedi Irwanto
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.47093

Abstract

Kebudayaan di Sumatera Selatan beraneka ragam, salah satunya terletak di Kota Prabumulih yang mempunyai tradisi balek andon sujud ketika khitanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan menggunakan studi keliteraturan. Penelitian ini membahas pengertian khitan, sejarah lokasi tradisi balek andon sujud, makna tradisi balek andon sujud, pelaksanaan tradisi balek andon sujud. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tradisi balek andon sujud dan memastikan bahwa tradisi balek andon sujud masih dilestarikan oleh masyarakat Prabumulih.
Perbandingan Penggunaan Bahasa Sunda Baku di Daerah Majalengka dan Ciamis Rama Kurnia Santosa; Tri Indri Hardini; Dadang Sunendar; Yulianeta Yulianeta; Yayat Sudaryat; Hernawan Hernawan
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.49694

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk menjelaskan perbandingan penggunaan bahasa Sunda di daerah Ciamis dan Majalengka, Jawa Barat. Sebagai sebuah fenomena bahasa, bahasa Sunda memiliki kekhasan yang berbeda di setiap daerahnya. Meski begitu, bahasa Sunda hanya memiliki satu bahasa lulugu yang dirancang sebagai alat komunikasi antar banyak penutur berbeda. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik angket, yaitu menyebarkan angket ke 39 mahasiswa UPI yang berasal dari daerah Majalengka dan Ciamis. Hasil penelitian ini, menjelaskan penutur bahasa Sunda di daerah Ciamis dan Majalengka ternyata masih menggunakan bahasa Sunda lulugu di dalam situasi dan kondisi tertentu; lalu ditemukannya beberapa kosakata yang sama namun maknanya berbeda (homonim) dengan bahasa Sunda lulugu pada umumnya.