cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
BENDEL KESLINGMAS NO 121 TAHUN 2014 Eka, Ima Amrizal, Dian Naeni, dkk
Buletin Keslingmas Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v33i121.3004

Abstract

Malaria is one of the health problems cause of death. Mosquito longevity is an important factor to estimate the transmission. How to estimate the age of the mosquitoes with the condition of mosquito ovaries. The reseach was conducted in the seven villages malaria endemic of Banyumas Regency that is Karangsalam village, Karanggintung, Ketanda, Bogangin, Selanegara, Banjarpanepen and Watuagung to know about describe the lifetime of the mosquito Anopheles Spp in the seven villages malaria endemic, describing delatasi, parity rate, life chances and the age estimation of mosquito Anopheles Spp. The method used is descriptive by describe te lifetime of the mosquito Anopheles Spp. The data used in this research is a secondary data obtained from health center and the BPS Banyumas regency. The result showed the age estimation of Anopheles Spp mosquitos in the seven village malaria endemic that is Karangsalam, Ketanda, Selanegara, Banjarpanepen and Watuagung unknown. In the Karanggintung village the age estimation An. balabacensis mosquito is 4,24 days, whereas in the Bogangin village the age estimation An. vagus mosquito is 2,16 days. Conclusion from the research is illustration lifetime Anopheles Spp in the seven village malaria endemic is overall obatained the age estimation highest of 4,24 days is An. balabacensis mosquito. So, An. balabacensis mosquito have the ability to live in the wild longer than other Anophles Spp mosquitos were found. From the result expected for the government to increase attention to the case of malaria, especially in malaria endemic areas.
STUDI ANGKA KUMAN PADA PERALATAN MAKAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA TAHUN 2015 Sherlyta Devi Agustina; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.59 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3043

Abstract

Pokok program pembangunan kesehatan yang tercantum dalam Indonesia sehat yaitu meningkatnyajangkauan pengawasan sediaan famasi, alat kesehatan dan makanan. Salah satu media yang digunakan untukberkembangnya jasad renik adalah peralatan. Peneitian ini digunakan untuk menghitung jumlah kuman padaperalatan makan di Ruang Rawat Inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini bersifatdeskriptif yaitu sampel yang diteliti adalah peralatan makan yang terdiri dari plato, gelas dan sendok yang ada diRuang Rawat Inap. Pengambilan sampel yaitu accidental sampling, cara mengambil sampel yang sudah ditentukansebelumnya. Sampel untuk plato 2 buah, gelas 1 buah dan sendok 2 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwajumlah angka kuman pada plato ruang Lavender yaitu 231 CFU dan ruang Menur 81 CFU, untuk gelas ruangKenanga 550 CFU dan sendok ruang Lavender 100 CFU dan ruang Menur 175 CFU. Angka kuman yang melebihistandar 100 koloni/cm2 tersebut dikarenakan tidak adanya penggunaan air panas, tidak ada ruangan khusus untukpencucian dan penyimpanan alat makan.
DESKRIPSI KANDUNGAN BAKTERI Coliform PADA ES DAWET YANG DIJUAL DI KECAMATAN SOKARAJA TAHUN 2015 Kondang Bayu Perkasa; Dwi Bayu Karti Utami; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.318 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3080

Abstract

Es dawet merupakan salah satu minuman dengan bahan baku air sehingga sangat rawan terkontaminasi oleh mikroorganisme seperti jamur, kapang dan khamir. Salah satu bakteri yang relatif tahan hidup di air adalah bakteri Coliform.Biasanya dalam penjualan tidak memperhatikan 6 prinsip sanitasi .Tujuan umum penelitian ini adalah mengukur jumlah kandungan bakteri Coliform pada es dawet yang dijual oleh masing-masing penjual di Kecamatan Sokaraja Tahun 2015. Tujuan penelitian  adalah menganalisis bakteri Coliform dalam es dawet dan mendeskripsikan sanitasi penjualan es dawet di Kecamatan Sokaraja .Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang kualitas es dawet dan sanitasi penjualan es dawet yang di jual di kecamatan Sokaraja .Hasil pemeriksaan laboratorium pada 5 pedagang es dawet menunjukan bahwa semua sampel melebihi batas maksimum cemaran mikroba yang telah ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No.HK 00.06.1.52.4011 tentang penetapan batas maksimum cemaran mikroba dan kimia adalah 3/ml. Disimpulkan bahwa jumlah bakteri Coliform pada es dawet yang dijual pada 5 pedagang es dawet di Kecamatan Sokaraja tidak ada yang memenuhi persyaratan. Sarannya adalah pelu adanya pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas terhadap para pedagang es dawet  yang ada di Kecamatan Sokaraja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN JAMBAN DAN AIR BERSIH DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA TUMIYANG KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Laela Mardiyatun; Budi Utomo; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.077 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.2961

Abstract

Menurut (WHO 2007), diare merupakan penyebab kematian sebanyak 4% dari semua kematian dan 5% dari angka kesakitan diseluruh dunia, sekitar 2,2 juta orang di dunia meninggal disebabkan karena diare. Di Asia Tenggara angka kematian akibat diare sebanyak 8,5% dan di Afrika diare mencapai 7,7% dari seluruh kematian. Kasus diare di Kecamatan Kebasen merupakan jenis penyakit menular tertinggi dibanding penyakit menular lain. Kecamatan Kebasen terdiri dari 12 desa, Desa Tumiyang secara proporsional merupakan desa dengan angka diare tertinggi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan penggunaan jamban dan air bersih dengan kejadian diare di Desa Tumiyang Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas tahun 2016. Desain penelitian menggunakan bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang ada di Desa Tumiyang sebanyak 363 keluarga. Sampel diambil dengan cara random, diambil 25 % dari total populasi yaitu 91 keluarga. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian adalah responden yang menggunakan jamban 58%, menggunakan air bersih 60%, dan angka kejadian diare 48%. Simpulannya terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0.005, terdapat  hubungan antara penggunaan jamban responden dengan kejadian diare. Namun hubungan penggunaan air bersih dengan kejadian diare nilai p= 0.762 berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna. Disarankan masyarakat menggunakan jamban dan air bersih, meningkatkan penyuluhan penggunaan jamban dan air bersih untuk menghindari kejadian diare, dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan penggunaan jamban dan air bersih.
DINAMIKA PENULARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Nur'aini Nur'aini; Aris Santjaka
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.696 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3113

Abstract

Kasus DBD selalu menetap di Kecamatan Purwokerto Selatan selama lima tahun terakhir, pada tahun 2015terdapat 72 kasus. Peningkatan kasus dan sebaran yang semakin meluas dapat digambarkan dengan dinamikapenularan. Dinamika penularan digunakan untuk mengetahui riwayat sebaran penyakit, model sebaran dandeterminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika penularan penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) di wilayah Kecamatan Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitianobservasional dengan pendekatan survey kualitatif berdasarkan catatan pasien tahun 2015. Pengumpulan datadengan wawancara dan pengukuran lingkungan fisik dan potensi penularan. Data kasus diolah dengan SystemInformasi Geografis (SIG). Analisa berdasarkan mapping wilayah, penggabungan fakta dengan determinannyadengan teknik overflow antara kejadian DBD dengan curah hujan. Deskripsi waktu kejadian tertinggi terjadi padabulan April sebanyak 12 kasus (17%), deskripsi tempat kejadian tertinggi di Kelurahan Teluk sebanyak 18 kasus(25%) dan deskripsi orang kejadian tertinggi pada kelompok umur 6-55 tahun sebanyak 58 kasus (80%) dangolongan jenis kelamin perempuan sebanyak 49 kasus (68%). Model cluster sejumlah 12 cluster dengan 39 kasus,dan model sparated sejumlah 33 kasus. Dugaan determinan nilai CI (2%), HI (4%), BI (6%) dan ABJ (96%), sertahasil pengukuran suhu rata-rata 290C, Kelembaban 82%, dan pencahayaan 66 lux serta data curah hujansepanjang tahun 2015 sebesar 2231 mm/tahun dengan hari hujan 113 hari/tahun. Upaya pengendalian dengankimiawi, PSN-DBD, manajemen lingkungan dan pengendalian terpadu Potensi penularan meliputi CI, HI, BIrendah dan ABJ 96% sedangkan kasus tinggi, ada dugaan salah penulisan laporan, terjadi transovari, Saran upayapengendalian DBD dengan melaksanakan PE semestinya 24 jam sesudah penegakan diagnosa kasus dan PSN rutin.
EFEKTIVITAS FERMENTASI AIR TEBU SEBAGAI BAHAN ATRAKTAN NYAMUK Aedes aegypti MENGGUNAKAN PERANGKAP NYAMUK DI LABORATORIUM ENTOMOLOGI JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO TAHUN 2015 Dhani Nur Wijayanti; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.659 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3034

Abstract

Di Indonesia, epidemi Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan problem dan penyebab utamamorbiditas dan mortalitas pada anak – anak. Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yangdisebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyebab DBD sampai saatini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui Efektivitas fermentasi air tebu guna menangkap nyamuk Aedes aegypti menggunakan perangkapnyamuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan the randomized posttest onlycontrol group yang terdiri dari sampel dan kontrol. Hasilpenelitian konsentrasi 40% dapat dikatakan konsentrasiyang paling banyak mendapatkan jumlah nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap. Simpulan penelitian ini adalahKonsetrasi fermentasi air tebu yang yang paling banyak mendapatkan jumlah nyamuk Aedes aegypti yangterperangkap adalah konsentrasi 40%, karena paling banyak mendapatkan nyamuk yang terperangkap jikadibandingkan dengan konsentrasi yang lain.
EFISIENSI BAMBU AIR (Equisetum hyemale) SEBAGAI FITOREMEDIATOR KADAR BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI DESA PREMBUN KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Andhyka Septyana Nugraha; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.962 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3071

Abstract

Industri tahu merupakan salah satu jenis usaha industri rumahan (home industri) yang menghasilkan tahudari bahan kedelai.Desa Prembun Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas terdapat 1 pabrik tahu. Rata-ratalimbah cair yang dihasilkan setelah proses pembuatan tahu sebesar 360 liter/ hari dengan konsentrasi BOD5sebesar 15.611,56 mg/liter. Metode yang digunakan untuk menurunkan beban BOD5 pada limbah tahu adalahmetode Fitoremediator menggunakan tanaman Bambu air (Equisetum hymale) dengan media lahan basah buatanaliran bawah permukaan Subsurface Flow Wetlands. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi Bambuair (Equisetum hymale) sebagai fitoremediator terhadap penurunan konsentrasi BOD5. Penelitian ini menggunakanjenis penelitian Pre experiment dengan metode pre and post test design yang bermaksud untuk mengetahui ada atautidak adanya perbedaan antara pemakaian tanaman Bambu air (Equisetum hymale) dengan media (SubsurfaceFlow Wetlands) terhadap penurunan konsentrasi BOD5.Hasil penelitian sebagai berikut debit influent 0,22liter/menit dan debit effluent 0,020 liter/menit, parameter suhu influent 30,20 C dan suhu effluent 26,10 C, parameterpH influent 3,82 dan pH effluent 7,95, parameter BOD5 influent 15.611,56 mg/liter dan BOD5 effluent 1.561,16mg/liter dengan efisiensi penurunan sebesar 89,99%. Hasil analisis statistik menggunakan uji paired t-testmenghasilkan nilai signifikan (P Value) sebesar 0.000, yang artinya nilai sig (P value) α (0.05) sehingga terdapatperbedaan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tanaman Bambu air (Equisetum hymale) denganmedia (Subsurface Flow Wetlands) dapat menurunkan konsentrasi BOD5 dengan nilai penurunan yang signifikan.
STUDI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. MUARA KAYU SENGON DESA MARGASANA KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Dany Rahma Saputra; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.019 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.1674

Abstract

PT Muara Kayu Sengon sebagai salah satu industri yang tidak terlepas dari aktivitas yang melibatkantenaga kerja, alat, metode, biaya, dan material serta waktu yang cukup besar. Oleh karena itu, dibutuhkan sistemmanajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai dengan PP No. 50 tahun 2012. Penelitian ini bertujuanUntuk mengetahui keberhasilan Pabrik PT. Muara Kayu Sengon menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan danKesehatan Kerja (SMK3) yang disesuaikan dengan PP No. 50 tahun 2012.Jenis penelitian ini termasuk penelitiandeskriptif dan dilakukan dengan pengumpulan data lapangan dengan checklist dan di sesuiakan dengan PP No. 50Tahun 2012. Hasil PenelitianPT. Muara Kayu Sengon termasuk dalam kategori Kurang dengan hasil 23,43 %dikarenakan belum menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan baik yangsesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012. Kesimpulansistem manajemen keselamatan dan kesehatan pada PT. MuaraKayu Sengon belum semua kriteria diterapkan dan termasuk dalam kategori kurang dengan hasil 23,43. PT, MuaraKayu Sengon disarankan agar mempunyai ahli K3 agar pelaksanaan dan pemantauan SMK3 dapat berjalan denganefektif.
DESKRIPSI BIONOMIK NYAMUK Anopheles Sp DI WILAYAHKECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016 Ulfah kusuma; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.519 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3103

Abstract

Kondisi Desa Cibenda yang berada di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan pantai yang menjadi muara sungai dan perairan Samudera Indonesia memungkinkan nyamuk Anopheles Spp untuk berkembangbiak, karakteristik umum habitat yang ditemukan adalah berupa rawa-rawa, kolam bekas tambak udang, lahan pertanian atau persawahan yang mendominasi juga habitat ideal bagi beberapa nyamuk Anopheles lain. Dengan metode observasional menggambarkan atau mengamati bionomik nyamuk Anopheles Spp di wilayah Kecamatan Parigi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pengamatan nyamuk yang dilakukan mulai pukul 18.00-24.00 WIB dengan metode penangkapan nyamuk hinggap HLC  (Human landing Collection) di dalam dan di luar rumah oleh 6 orang kolektor. Penangkapan dilakukan selama 40 menit, dilanjutkan dengan penangkapan nyamuk yang istirahat di dinding dalam rumah dan di sekitar kandang ternak (kerbau atau sapi) selama 10 menit. Hasil penelitian mengenai deskripsi bionomik nyamuk Anopheles Spp di wilayah Kecamatan Parigi yaitu di temukan 3 spesies nyamuk diantaranya An.vagus, An.barbirostris dan An.subpictus. Menurut penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik lingkungan Desa Cibenda Kecamatan Parigi merupakan habitat yang ideal bagi perkembangbiakan Anopheles Spp dan fauna yang ditemukan diantaranya An.vagus 42 ekor (85,7%), An.barbirostris 6 ekor (12,3%) dan An.subpictus 1 ekor (2%).
DESKRIPSI SANITASI PONDOK PESANTREN MA’HADUT THOLABAH KABUPATEN TEGAL TAHUN 2016 Jamian Ali Murtako; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.027 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2994

Abstract

Suatu pondok pesantren harus memenuhi persyaratan sanitasi supaya setiap santri dan pengunjung yangada di pondok pesantren bebas dan aman dari ancaman gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui kondisi sanitasi pondok pesantren Ma’hadut Tholabah Kabupaten Tegal yang meliputi keadaanlingkungan dan bangunan, kepadatan santri dalam satu kamar, penyediaan air bersih, pengelolaan makanan danminuman, pengelolaan sampah, pembuangan air limbah, pengendalian vektor dan binatang pengganggu. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara,observasi, dan pengukuran, analisis data secara deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi asrama yangberasal dari hasil penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh dari kondisi sanitasi pondok pesantren yaitulingkungan pondok pesantren aman dan nyaman, kondisi bangunan sangat baik dan memenuhi persyaratan;kepadatan santri masih belum memenuhi persyaratan; penyediaan air bersih baik; pengelolaan makan danminuman baik; pengelolaan sampah sangat baik; pembuangan air limbah kurang baik; pengendalian vektor danbinatang pengganggu cukup. Simpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah kondisi sanitasi pondokpesantren baik dan masuk dalam kategori memenuhi syarat, penilaian diambil dari hasil checklis.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue