cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Majene Siti Rahmah; Ridhayani Adiningsih
Buletin Keslingmas Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i2.8777

Abstract

Penyebaran penyakit DBD dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu perilaku masyarakat, faktor lingkungan (iklim), urbanisasi, dan ketersediaan air bersih. Informasi iklim dapat dijadikan sebagai masukan untuk menduga tingkat resiko kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue pada suatu musim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian penyakit DBD di Kabupaten Majene.Jenis penelitian adalah studi ekologi. Subjek penelitiannya adalah semua data kasus DBD di Kabupaten Majene periode tahun 2016 – 2020. Variabel penelitian dikumpulkan dengan cara melakukan telaah dokumen terhadap laporan di Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene. Variabel pada penelitian ini adalah kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai variabel terikat dan curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin sebagai variabel bebas. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman.Ada hubungan antara kelembaban udara dengan kejadian penyakit DBD (p = 0,03) sedangkan tidak ada hubungan antara curah hujan (p = 0,91), suhu udara (p = 0,43), lama penyinaran matahari (p = 0,76), dan kecepatan angin (p = 0,08) dengan kejadian penyakit DBD. Kelembaban udara mempunyai pengaruh terhadap kejadian penyakit DBD.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM PADA BERBAGAI MINUMAN KEKINIAN YANG DIJUAL PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SALATIGA Ana Yustika; Aprin Wahyu Wijayanti; Roro Kushartanti
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8954

Abstract

Bisnis minuman kekinian nampaknya menjadi solusi yang banyak diambil oleh masyarakat Kota Salatiga sebagai sumber pendapatan di masa Pandemi Covid-19. Berdasarkan Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, salah satu parameter wajib yang dipersyaratkan untuk air minum layak konsumsi adalah tidak adanya kontaminasi bakteri Coliform pada minuman tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi keberadaan bakteri Coliform pada berbagai minuman kekinian yang dijual di Kota Salatiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah minuman kekinian dengan berbagai varian rasa, sedangkan batasan penelitian ini adalah minuman kekinian yang hanya dijual oleh Pedagang Kaki Lima saja. Pengambilan sampel penelitian dilaksakanan menggunakan teknik random sampling dengan total sampel sebanyak 60 minuman kekinian, yang diambil dari empat Kecamatan di Kota Salatiga, yang meliputi Kecamatan Sidorejo, Kecamatan Tingkir, Kecamatan Argomulyo, dan Kecamatan Sidomukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 96,67% sampel minuman kekinian yang diteliti di wilayah Kota Salatiga terkonfirmasi mengandung bakteri Coliform, yang meliputi bakteri E. coli, Enterobacter sp., dan Klebsiella sp. Hanya satu jenis minuman saja yang tidak terkontaminasi bakteri Coliform, yaitu minuman kekinian dengan varian rasa lemon tea. Adapun beberapa faktor yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kontaminasi pada minuman kekinian, antara lain : (1) letak tempat usaha; (2) ada tidaknya pencemaran (udara, air, tanah) yang terjadi di sekitar lokasi usaha; (3) higiene atau kebersihan perorangan; (4) higiene sanitasi dan peralatan yang digunakan; (5) kemasan yang digunakan; (6) bahan yang digunakan dalam pembuatan minuman; (7) cara penyimpanan bahan minuman; dan (8) varian rasa minuman kekinian.
Pengaruh Ketebalan Media Filtrasi sebagai Pengolahan Air terhadap Kekeruhan dan Bau Air Sumur Gali di Desa Kragilan Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang Tahun 2022 Muhammad Fauzan Nurhady; Djamaluddin Ramlan; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8812

Abstract

Air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari harus memiliki persyaratan kualitas air. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi fisik, kimia, dan biologi, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping. Air yang tidak memenuhi syarat fisik dapat dilihat dari bau dan tingkat kekeruhan. Berbagai metode pengolahan air dapat dilakukan untuk menurunkan kekeruhan dan bau pada air salah satunya adalah metode filtrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa pengaruh ketebalan media filtrasi sebagai pengolahan air terhadap kekeruhan dan bau air sumur gali di Desa Kragilan Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang. Metode penelitian ini adalah pre experiment dengan rancangan penelitian pre test and post design, air sebelum diberi perlakuan sebagai pre test dan setelah diberi perlakuan sebagai post test, terdapat 4 replikasi dan 4 perlakuan, menggunakan uji Paired T-Test dan Anova One Way. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan 21 cm, ketebalan 31 cm, ketebalan 41 cm dan ketebalan 51 cm belum mampu menurunkan bau dan kekeruhan air sumur, dengan rata-rata persentase peningkatan kekeruhan pada ketebalan 21 cm adalah 44%, rata-rata persentase peningkatan kekeruhan pada ketebalan 31 cm adalah 71%, rata-rata persentase peningkatan kekeruhan pada ketebalan 41 cm adalah 54,4%, rata-rata persentase peningkatan kekeruhan pada ketebalan 51 cm adalah 85,89%. Simpulan tidak didapatkan ketebalan media yang efisien untuk menurunkan kekeruhan dan menghilangkan bau. Penelitian serupa disarankan untuk menggunakan metode pengukuran level bau menggunakan metode Threshold Odor Number (TON), menggunakan media filtrasi lain sebagai alternatif untuk menurunkan kekeruhan dan menghilangkan bau air.
PENENTUAN DOSIS OPTIMUM POLY ALUMUNIUM CHLORIDE (PAC) DALAM PENURUNAN KADAR FOSFAT PADA AIR LIMBAH LAUNDRY DI LAUNDRY BATURRADEN TAHUN 2022 Bella Putri Santoso; Sugeng Abdullah; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8814

Abstract

Abstrak Uji pendahuluan oleh peneliti menggunakan hydrotest pada air limbah salah satu laundry di desa Karangmangu mengandung fosfat sebesar 3,3 mg/l, sedangkan nilai ambang batas untuk parameter fosfat sebesar 2 mg/l sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012. Limbah yang mengandung fosfat berlebih dapat menyebabkan eutrofikasi, yaitu keadaan dimana terjadinya pertumbuhan lumut dan mikro algae secara berlebihan. Koagulasi dan flokulasi merupakan salah satu metode penurunan fosfat secara kimia. Salah satu koagulan yang dapat digunakan adalah PAC (Poly Alumunium Chloride). PAC memiliki muatan positif yang tinggi, sehingga penambahan PAC ke dalam limbah dapat menetralisir partikel bermuatan negatif dan dapat mengikat koloid secara kuat untuk membentuk agregat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis optimum Poly Alumunium Chloride (PAC) dalam penurunan kadar fosfat. Metode penelitian yang digunakan adalah Quacy Experimental dengan metode Non Equivalent control group design. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil uji menunjukkan nilai sig 0,00 0,05 artinya ada hubungan antara penggunaan dosis Poly Alumunium Chloride (PAC) dengan penurunan kadar fosfat. Simpulan penelitian ini adalah penurunan kadar fosfat dengan prosentase tertinggi yaitu sebesar 90,62 % dengan dosis 70 ml/l. Saran, agar peneliti lain melakukan penelitian dengan variasi dosis yang berbeda. Abstract Determination Of Optimum Dose Of Poly Alumunium Chlroride (PAC) In Decreasing Phosphate Levels In Laundry Waste Water At Baturraden Laundry In 2022. Preliminary test by researchers using hydrotest on wastewater from one of the laundry in Karangmangu village containing phosphate of 3.3 mg/l, while the threshold value for phosphate parameter is 2 mg/l in accordance with Central Java Provincial Regulation Number 5 of 2012. Waste that contain excess phosphate can cause eutrophication, which is a condition where the growth of moss and micro algae is excessive. Coagulation and flocculation are methods of chemically reducing phosphate. One of the coagulants that can be used is PAC (Poly Aluminum Chloride). PAC has a high positive charge, so the addition of PAC into the waste can neutralize negatively charged particles and can bind colloids strongly to form aggregates. The purpose of this study was to determine the optimum dose of Poly Aluminum Chloride (PAC) in reducing phosphate levels. The research method used is Quacy Experimental with Non Equivalent control group design method. Data were analyzed using simple linear regression test. The test results showed a sig value of 0.00 0.05, meaning that there was a relationship between the use of a dose of Poly Aluminum Chloride (PAC) and a decrease in phosphate levels. The conclusion of this study is the decrease in phosphate levels with the highest percentage that is equal to 90.62% with a dose of 70 ml/l. Suggestion, that other researchers conduct research with different dosage variations.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGOLAH SAMPAH DI KECAMATAN KALIANGET (Studi pada Masyarakat di Desa Karang Anyar, Marengan Laok dan Pinggir Papas) Laylatul Hasanah; Sri Sumarni
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8589

Abstract

Sampah merupakan suatu hal yang sudah tidak butuhkan atau digunakan oleh masyarakat dihasilkan melalui kegiatan rumah tangga, industry, sekolah dan kegiatan lainnya, sampah terbagi menjadi dua yakni sampah organic dan sampah anorganik. Sampah organic merupakan sampah yang dapat terurai dan sampah anorganik merupakan sampah yang dapat digunakan kembali yang kita kenal dengan istilah Reuse, Reduce dan Recycle. Lokasi yang digunakan untuk penelitian ini adalah kecamatan Kalianget pada Desa Marengan Laok, Pinggir papas dan Karang Anyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pengambilan data berupa penyebaran kuisioner kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yaitu analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan mengenai fernomena yang ditemukan di lapangaan atau ketika pengambilan data, dan analisis bivariat yaitu analisis yang dilakukan untuk menguji hipotesis antara dua variabel yang digunakan : tingkat pengetahuan dan sikap (variabel bebas), perilaku (variabel terikat), dan analisis statistik yang digunakan yaitu ChisQuare.
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN MODEL SIRKULAR DI WILAYAH PERKOTAAN PURWOKERTO Purwono Purwono; Wiwiek Rabiatul Adawiyah; Edy Suyanto
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8524

Abstract

     Perkotaan Purwokerto tahun 2020 menghasilkan sampah 106.845 m3/ hari. Diperlukan upaya pengelolaan yang serius yang berwawasan lingkungan agar sampah tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan lingkungan. Pemberdayaan skala rumah tangga telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah maupun Kelompok Swadaya Masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan pendekatan sikular, yaitu sampah dihasilkan dari rumah tangga dikumpulkan , dimanfaatkan atau diadaur ulang. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi pemberdayaan pengelolaan sampah model sirkular dan strategi pengembangannya skala rumah tangga di perkotaan Purwokerto. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambilan data purposive sampling . Hasil penelitian menujukan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga dengan model sirkular lebih efektif dan efesian karena sampah telah dipilah dan dimanfaatkan dari sumber nya, sampah yang terbuang ke TPA menurun jumlahnya. Strategi pengembangan dihasilkan  dari analisis SWOT dengan membandingkan faktor internal dan ekstenal yang mempengaruhi pengelolaan sampah skala rumah tangga di wilayah perkotaan Purwokerto. Strategi yang dihasilkan yaitu optimalisasi peran masyarakat untuk melakukan pengurangan sampah dengan pemanfaatan dan pendaur ulang sampah, pemenuhan sarana penunjang dari Pemerintah Daerah dan pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan sampah model sirkular.
Pengaruh Variasi Warna Dan Umpan Pada Fly Trap Terhadap Jumlah Lalat Yang Tertangkap Di Pasar Karangsembung Kabupaten Cirebon Tahun 2022 Juliet Margareta; Arif Widyanto; Nur Utomo
Buletin Keslingmas Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i2.8648

Abstract

Fly trap merupakan salah satu metode pengendalian lalat secara fisik-mekanik. Lalat menyukai makanan yang sedang mengalami proses fermentasi dan protein yang terkandung dalam makanan. Bahan kimia alternatif lain untuk pengendalian lalat dapat memanfaatkan sifat fototropik lalat yang peka terhadap suatu warna, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti mengenai pengaruh variasi warna dan umpan terhadap jumlah lalat yang tertangkap. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi warna dan umpan pada fly trap terhadap jumlah lalat yang terperangkap. Penelitian yang digunakan adalah True Experiment dengan rancangan faktorial 3x3 dengan 2 faktor yaitu faktor warna dan umpan. Alat yang digunakan merupakan fly trap kayu berubentuk kubus dengan ukuran 30cmx30cm dengan penambahan variasi warna (kuning, putih dan hijau) serta umpan (udang, limbah ikan dan jeroan ayam). Data dianalisis menggunakan analisis statistik Anova Faktorial dengan Uji Lanjutan LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variasi warna dan umpan pada fly trap memiliki nilai p=0,028 α (0,05) yang berarti terdapat pengaruh. Variasi warna dan umpan dengan jumlah lalat terbanyak adalah fly trap berwarna kuning dan umpan udang dengan jumlah lalat yang tertangkap sebanyak 292 ekor sedangkan yang paling sedikit menangkap lalat adalah fly trap berwarna kuning dan umpan limbah ikan dengan jumlah lalat yang tertangkap sebanyak 29 ekor. Simpulan, Ada pengaruh variasi warna dan umpan pada fly trap terhadap jumlah lalat yang tertangkap. Saran, agar peneliti lain melakukan penelitian dengan variasi warna, umpan maupun bentuk dan bahan fly trap yang digunakan.Fly trap is a physical-mechanical method of controlling flies. Flies like food that is undergoing a process of fermentation and the protein contained in the food. Other alternative chemicals for fly control can take advantage of the phototropic properties of flies that are sensitive to a color, so researchers are interested in researching the effect of color variations and bait on the number of flies caught. This study aims to determine the effect of color variations and bait on fly traps on the number of trapped flies. The research used was a True Experiment with a 3x3 factorial design with 2 factors, namely the color factor and the bait. The tool used is a wooden fly trap in the form of a cube with a size of 30cmx30cm with the addition of color variations (yellow, white and green) and bait (shrimp, fish waste and chicken offal). Data were analyzed using factorial ANOVA statistical analysis with LSD (Least Significant Difference) Advanced Test. The results showed that the effect of color variation and bait on the fly trap had a value of p = 0.028 (0.05) which means there is an effect. Color variations and baits with the highest number of flies were yellow fly traps and shrimp baits with a total of 292 flies caught, while those that caught the least flies were yellow fly traps and fish waste baits with 29 flies caught. In conclusion, there is an effect of color variation and bait on the fly trap on the number of flies caught. Suggestions, that other researchers conduct research with variations in color, bait and shape and fly trap materials used.
KOMPARASI BERBAGAI ATRAKTAN TERHADAP JUMLAH LALAT TERTANGKAP DALAM FLY TRAP MODIFIKASI BOTOL PLASTIK DI RUMAH PEMOTONGAN AYAM DI DESA KARANGPUCUNG KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022 Serly Aprili Yani; Aris Santjaka; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8737

Abstract

Latar Belakang, Lalat hidup dan berkembangbiak disekitar tempat tinggal manusia terutama di lingkungan yang memiliki sanitasi buruk yang dapat menularkan penyakit bagi manusia. Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Desa Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas memiliki populasi kepadatan lalat sebesar 4,5 ekor/block grill yang artinya tingkat kepadatan lalat masuk dalam kategori sedang, sedangkan baku mutu kepadatan lalat berdasarkan Permenkes No 50 Tahun 2017 2 maka diperlukan adanya upaya pengendalian populasi kepadatan lalat. Jenis penelitian ini adalah Pra Experiment dengan rancangan The Static Group Comparation untuk mengetahui efektifitas berbagai jenis atraktan limbah ikan, udang dan jeroan ayam dalam fly trap (RPA). Teknik sampel menggunakan simple random sampling, penelitian dilakukan selama 6 hari dari jam 09.00-12.00 WIB. Variabel yang diteliti meliputi jenis atraktan limbah ikan, udang jeroan ayam. Analisis data penelitian ini menggunakan uji ANOVA One-Way. Hasil penelitian dari berbagai jenis atraktan diperoleh jumlah lalat yang tertangkap paling banyak dan paling efektif  yaitu pada atraktan udang sebesar 1.635 ekor dengan rata-rata 271 ekor. Hasil uji statistik uji One-way Anova analisi bivariat nilai P (sig) yaitu sebesar 0,00 0,05 ada perbedaan jenis atraktan limbah ikan, udang, dan jeroan ayam terhadap jumlah lalat yang tertangkap di Rumah Pemotongan Ayam (RPA). Simpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan jenis atraktan limbah ikan, udang, dan jeroan ayam terhadap jumlah lalat yang tertangkap di RPA. Serta saran untuk peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan variasi warna.
FAKTOR LINGKUNGAN FISIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA DI UPTD PUSKESMAS BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2022 Nesi Nurlaela; Hari Rudijanto; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i2.8691

Abstract

Latar Belakang Uji pendahuluan yang dilakukan penulis menunjukkan diruangan pendaftaran dan ruang tunggu UPTD Puskesmas Bojongsari tidak memenuhi syarat (ruang pendaftaran = 870 CFU/m 3 ; ruang tunggu = 300 CFU/m 3 ). Tujuan penelitian Menganalisis faktor yang berhubungan dengan angka kuman udara di UPTD Puskesmas Bojongsari Kabupaten Purbalingga Tahun 2022. Metode yang digunakan observasional dengan pendekatan cross sectional . Populasi ruangan UPTD Puskesmas Bojongsari Sampel 9 ruangan. Variabel bebas adalah suhu, kelembapan, pencahayaan, kepadatan hunian, dan partikel debu.Variabel penentu adalah angka kuman udara dan variabel pengganggu adalah kecepatan angin, arah angin, luas ventilasi dan sanitasi ruangan. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan rata – rata suhu (28,64°C), kelembapan (78,00%), pencahayaan (70,06 Lux), kepadatan hunian (12,87m 2 /TT), partikel debu (30,78µg/m 3 ), angka kuman udara (317,00 CFU/m 3 ), kecepatan angin tidak terdeteksi alat, arah angin (100,22°), sanitasi ruangan (90,00%), luas ventilasi (13,36%). Faktor yang berhubungan yaitu suhu (p=0,113; r=0,565; R 2 = 0,319; Y=- 6612,732 + 242,553X), kelembapan (p=0,603; r= 0,202; R 2 = 0,041;Y=2806.500 + (-31.917), pencahayaan (p=0,334; r= 0,365; R 2 = 0,133; Y=(-1781,128) + 16316.667, partikel debu (p=0,110; r= 0,569 ; R 2 = 0,324 ; Y=(-1781,128) + 68,170,kepadatan hunian (p=0,125; r= 0,550; R 2 = 0,302; Y=669,369 + (-27,455) .Simpulan Semua Faktor dalam variabel bebas ada hubungan yang tidak signifikan dengan angka kuman (nilai p 0,05) Saran  Pembersihan sebelum dan setelah pelayanan dilakukan, ruang perawatan pasien dilakukan sterilisasi dan desinfeksi ruangan.
Hubungan Higiene Perorangan Santri dan Lingkungan Fisik Asrama dengan Kejadian Scabies di Pondok Pesantren Al Qur'an Al Yusufiyah Bukateja Kabupaten Purbalingga Feltine Ika Tilofa; Lagiono Lagiono; Hikmandari Hikmandari
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8789

Abstract

 Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei varietas humonis. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit scabies di antaranya yaitu: kontak langsung dengan penderita scabies,masih kurangnya personal higiene dan kondisi sanitasi yang buruk Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan Higiene Perorangan dan Lingkungan Fisik dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Al Qur’an Al Yusufiyah Desa Cipawon Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah santri putra dan putri Pondok Pesantren Al Qur’an Al Yusufiyah sebanyak 40 orang dengan metode sample random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian terdapat 24 orang (60%) positif scabies dan 16 orang (40%) negatife scabies. Hasil statistik uji chi square analisis bivariat dengan variabel higiene perorangan ada hubungan hygiene perorangan dengan kejadian scabies (p=0,001) dan pada variable lingkungan fisik ada hubungan lingkungan fisik dengan kejadian scabies (p=0,000) Kesimpulan Terdapat hubungan bermakna antara hygiene perorangan dan lingkungan fisik  dengan kejadian scabies. Disarankan untuk pengelola pondok pesantren diperlukan pemantauan serta pengawasan terhadap hygiene perorangan santri dan sanitasi lingkungan, untuk santri sebaiknya lebih meningkatkan kebersihan diri serta lingkungan, untuk pemerintah ikut serta dalam membantu pencegahan scabies terutama pada pondok pesantren.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue