cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
Kandungan Residu Kloramfenikol Pada Udang Putih (Litopenaeus vannamei) Silvi Eka Virgianti; Anita Dewi Moelyaningrum; Prehatin Trirahayu Ningrum
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.9332

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang besar dengan potensi perikanan yang tinggi, salah satu komoditi perikanan yang penting adalah udang. Udang yang akan diolah dan dikonsumsi harus diperhatikan kandungan gizinya dan dipastikan terhindar dari adanya residu yang terkandung pada daging udang. Salah satu kandungan yang berbahaya pada udang yaitu adanya residu antibiotik kloramfenikol. Menurut SNI 01-6366-2000, batas maksimum residu antibiotik kloramfenikol dalam makanan berupa hewan konsumsi adalah 0,01 ppm. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur keberadaan kandungan residu kloramfenikol pada udang putih serta keluhan kesehatan masyarakat (Studi di Tambak Udang X Kecamatan Y Kabupaten Jember). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Variabel bebas yaitu gambaran kandungan residu kloramfenikol pada udang putih. Variabel terikat yaitu keluhan kesehatan masyarakat. Pengambilan sampel penelitian dilaksanakan menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel sebanyak 6 sampel udang putih. Sampel udang putih diambil dari 2 kolam yang berada di tambak udang X kecamatan Y Kabupaten Jember yang selanjutnya dilakukan uji kandungan residu kloramfenikol di UPT. PMP2KP Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 sampel udang putih yang sudah dilakukan uji laboratorium, terkonfirmasi mengandung residu kloramfenikol. Kadar residu kloramfenikol yang terkandung pada 6 sampel udang tersebut yaitu 0,14ppb pada sampel 1K, 1B, 3K, 3B dan 0,12ppb pada sampel 2K dan 2B.
Perbedaan Ekstrak Biji dan Daun Alpukat (Persea americana Mill) sebagai Ovisida terhadap Telur Nyamuk Aedes aegypti Wiwit Aditama; Nasrullah Nasrullah; Zulfikar Zulfikar; Budi Arianto; Khairunnisa Khairunnisa; Darmiati Darmiati
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.8409

Abstract

Keuntungan insektisida alami adalah biaya yang murah, pembuatan yang mudah dan aman bagi mahkluk hidup. Tanaman yang dimanfaatkan untuk insektisida alami mengandung bahan kimia yang bersifat toksik, salah satunya Alpukat (Persea americana Mill). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan antara ekstrak daun dan biji buah alpukat sebagai ovisida terhadap telur nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini eksperimental quasy dengan rancangan post-test only with control group design. Besar sampel untuk setiap perlakuan menggunakan 30 telur nyamuk. Setiap perlakuan ekstrak daun dan biji alpukat masing-masing 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak dosis ekstrak dari biji dan daun alpukat maka semakin banyak telur nyamuk yang tidak menetas. Ekstrak biji alpukat dengan dosis 100 ppm, rata - rata telur nyamuk yang tidak menetas sebesar 17,33 telur (57,78%). Ekstrak daun alpukat dengan dosis 100 ppm, rata-rata telur nyamuk yang tidak menetas sebesar 16,57 telur (55,56%). Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata telur nyamuk yang tidak menetas Aedes aegypti dari berbagai variasi dosis ekstrak biji dan daun Alpukat (p-value=0,001). Biji dan daun dapat dikembangkan menjadi larvasida alami untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegepty.
Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan dengan Penanganan Sampah Medis Sebuah Rumah Sakit di Lampung Tengah Dina Ellia Sakti
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.9410

Abstract

Sampah infeksius, sampah organ, sampah benda tajam, sampah farmasi, sampah sitotoksik, sampah kimia, sampah radioaktif, sampah dari wadah bertekanan, dan sampah yang mengandung logam berat merupakan contoh sampah padat medis. Pengelolaan sampah medis yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan rumah sakit dan menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat umum; munculnya penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebabkan oleh sampah medis yang tajam dan menular atau yang mengandung bahan kimia, merupakan contoh masalah kesehatan kerja. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan 55 sempel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel. Wawancara berbasis kuesioner digunakan sebagai instrumen untuk pengumpulan data. mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan dan penanganan sampah medis merupakan tujuan dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan (p-value = 0,015) antara sikap petugas kesehatan dengan pengelola sampah medis dan adanya hubungan antara pengetahuan tenaga kesehatan dengan penanganan sampah medis. Sesuai dengan peraturan dan pedoman yang berlaku, diharapkan tenaga kesehatan memerlukan pelatihan dan penyuluhan pengelolaan sampah medis berkala yang diberikan oleh tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dan sanitarian kepada pegawai baru.
Survey Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata Kawasan Baturraden pada Masa New Normal Nur Hilal; Tri Cahyono; Marsum Marsum; Febri Apwanti
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.9262

Abstract

Obyek wisata merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Sulama era covid 19 banyak objek wisata yang tidak di buka untuk umum selama kurang lebih 2 tahun.  Di Era new normal pengunjung obyek wisata meningkat, risiko penularan covid-19 masih ada. Apakah pengunjung di kawasan Baturraden masih menerapkan protokol kesehatan pada masa new normal atau tidak. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan di tempat wisata Kawasan Baturraden pada masa new normal. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan survey terhadap tiga obyek wisata di Kawasan Baturraden yaitu tempat X, Y, dan Z. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan dukumen. Analisis menggunakan narasi, deskriptif, penilaian, skor, persentase. Haasil wawancara angket penerapan protokol kesehatan terhadap pengunjung didapatkan pengunjung pada tempat X dengan umur rata-rata 33,84 tahun, dominan asal Purwokerto, skor nilai prokes 3,18, konversi 79,42% dalam katagori baik. Pengunjung pada Lokawisata Baturraden umur rata-rata 35,36 tahun, dominan asal Purwokerto, skor nilai prokes 3,21, konversi 80,17% dalam katagori baik. Pengunjung pada tempat Y dengan umur rata-rata 35,76 tahun, dominan asal Cilacap, skor nilai prokes 2,95, konversi 73,79% dalam katagori sedang. Kesimpulan, secara umum capaian penerapan protokol kesehatan pengunjung obyek wisata Kawasan skor 3,11 konversi 77,79% dalam katagori baik. Saran, para pengunjung obyek wisata di kawasan Baturraden diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan di era new normal, agar tidak terjadi penularan penyakit covid-19.
Hubungan Pengetahuan dengan Praktik Kebersihan Perorangan Remaja di Asrama Tahun 2020 Sri Sahayati; Novita Y Raharusun; Nugroho Susanto
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.9414

Abstract

Perilaku mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang. Kebersihan perorangan merupakan upaya menjaga individu dari penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan praktik kebersihan perorangan remaja di asrama pada tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah 37 Remaja yang tinggal di asrama. Seluruh populasi dijadikan sebagai sampel (total sampling). Pengumpulan data pengetahuan dan perilaku kebersihan perorangan dilakukan melalui wawancara dengan 37 remaja. Analisis statistik menggunakan Fisher Exact test dan diinterpretasikan dalam tabel dan narasi. Hasil penelitian diketahui remaja yang memiliki tingkat pengetahuan dan perilaku kebersihan perorangan yang baik adalah 7 (43,8%), tingkat pengetahuan rendah dan perilaku baik adalah 9 (56,3%), tingkat pengetahuan baik dan perilaku rendah adalah 6 (28.% ), dan tingkat pengetahuan dan perilaku yang baik adalah 15 (71,4%). Analisis menggunakan Fisher exact test diperoleh nilai p-value = 0,489 artinya tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kebersihan perseorangan pada remaja di asrama.  
Efektifitas Berbagai Bahan Larvitrap Terhadap Jumlah dan Densitas Larva Aedes sp. yang Terperangkap Hany Pratiwi Hidayati; Arif Widyanto; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.5989

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Indonesia beriklim tropis sehingga cocok untuk pertumbuhan nyamuk Aedes sp. Oleh karena itu perlunya pengendalian vektor untuk menurunkan populasi vektor serendah mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai bahan larvitrap terhadap jumlah dan densitas larva Aedes sp. yang terperangkap. Jenis penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan Post test dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel sebanyak 58 rumah yang dipasang 3 bahan larvitrap per rumah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandak Kecamatan Baturraden dan Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Tiga bahan larvitrap adalah paralon PVC, bambu dan gelas plastik.  Hasil penelitian menggunakan bahan larvitrap dengan uji statistik kruskall-wallis diperoleh nilai signifikan p = 0,000 0.05, uji u-mann whitney didapatkan rata-rata signifikan terbanyak adalah larvitrap paralon PVC. Hasil uji kruskall-wallis berdasarkan hari pengamatan nilai signifikan p = 0,000 0,05, uji u-mann whitney menjelaskan bahwa ada perbedaan jumlah larva yang terperangkap pada hari pengamatan dan waktu puncak untuk mendapatkan jumlah larva Aedes sp. yang terperangkap paling banyak pada hari ke-8 dan hari ke-10. Hasil larvitrap Indeks menunjukkan bahwa pada larvitrap paralon PVC sebesar 50,8%, larvitrap bambu sebesar 36,41% dan larvitrap gelas plastik sebesar 47,41%.  Presentase tertinggi pada larvitrap paralon PVC yang berhasil menjebak larva Aedes sp. Simpulan dari penelitian ini bahwa larvitrap paralon PVC memiliki daya tarik lebih kuat bagi larva, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian larva Aedes sp. yang efektif. Bila rutin dilakukan pemasangan, maka jumlah nyamuk akan semakin berkurang dan mengurangi potensi nyamuk menjadi vektor.
Survey Terhadap Keberadaan Bakteri Staphylococcus Aureus di Industri Rumah Tangga Makanan Jajanan Cireng Asep Tata Gunawan; Teguh Widiyanto; Bahri Bahri; Lilis Suryani
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.9416

Abstract

Pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat harus memenuhi standar kesehatan. Ketentuan pada peraturan Kepala BPOM No. 13 tahun 2019 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan digunakan sebagai acuan dalam penelittian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan mikroorganisme patogen dalam makanan dan faktor hygiene sanitasi pangan yang berhubungan dengan keberadaan bakteri Staphylococcus aureus yang dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap makanan cireng di lokus pengujian wilayah penjualan Kecamatan Baturraden Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan crossectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 15 industri rumah tangga yang seluruhnya dijadikan lokasi pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dengan instrumen, pengukuran dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan uji Chi Square untuk analisis bivariat dengan menggunakan aplikasi pengolah data. Hasil pengujian menunjukan dari 15 sampel industri rumah tangga makanan jajanan cireng yang diperiksa menunjukan bahwa 4 sampel atau 26,7% sampel positif mengandung bakteri Staphylococcus aureus yang tidak sesuai dengan ketentuan sehingga masuk dalam kategori tidak memenuhi syarat. Staphylococcus aureus terus menjadi patogen penting di masyarakat dan di rumah sakit, menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Hasil analisis variabel penelitian menunjukan bahwa suhu makanan dengan p-value 0,004 dan Rasio Prevalensi (RP) 3,000 berpengaruh terhadap keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada makanan jajanan cireng. 
Analisis Kebisingan dan Pencahayaan pada Area Proyek Pembanguan Gedung sebagai Faktor Risiko Kesehatan pada Pekerja Muhammad Raihan Syafruddin; I Wayan Koko Suryawan; Mega Mutiara Sari
Buletin Keslingmas Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i1.8794

Abstract

Kebisingan dan pencahayaan merupakan faktor risiko kesehatan yang dapat mempengaruhi kinerja pekerja. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat kebisingan dan pencahayaan pada area proyek pembangunan gedung sebagai faktor risiko kesehatan pada pekerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Pengumpulan data melalui observasi dan pengukuran langsung di lokasi penelitian. Pengukuran dan eksposur masing-masing dilakukan dengan menggunakan Sound Level Meter dan Lux Meter yang dibandingkan dengan  Permenaker RI No. 05 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan. Penelitian ini mengambil 4 lokasi berbeda. Rerata tingkat kebisingan dan pencahayaan masing-masing sebesar 42,6 - 64,5 dB dan 566,3 – 1016,5 Lux. Tingkat kebisingan dan pencahayaan masih dibawah standar yang telah ditetapkan. Hasil analisis terdapat hubungan antara kebisingan dengan pencahayaan dengan risiko kesehatan pada pekerja. Penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai dengan program kerja seperti safety walk, dan pemantauan sangat penting, serta penerangan di area proyek dilakukan di lokasi proyek pembangunan.
Analisis Pasar Sehat di Kabupaten Banyumas, 2022 Teguh Widiyanto; Nuryanto Nuryanto; Bayu Chondro Purnomo
Buletin Keslingmas Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i1.9608

Abstract

Pasar menjadi salah satu   tempat   umum   yang   sering   dikunjungi   masyarakat.  Pasar yang tidak sehat berpotensi menjadi tempat penularan penyakit melalui media lingkungan seperti tanah, air, udara, vektor, pangan dan sarana bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan persyaratan pasar sehat di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi adalah seluruh pasar yang ada di Kabupaten Banyumas. Sampel  sebanyak 5 pasar meliputi Banyumas, Sokaraja, Ajibarang, Wage dan Manis. Teknik pengambilan sampling secara purpose sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner terstandar Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2020 tentang pasar sehat. Data diolah secara komputerisasi dan dianalisa dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan 2 pasar (40%) memenuhi persyaratan pasar sehat (Banyumas dan Manis), sedangkan 3 pasar (60%) tidak memenuhi persyaratan (Sokaraja, Ajibarang dan Wage). Sebagian besar komponen pemenuhan persyaratan yang tidak memenuhi syarat pasar sehat adalah bangunan (pasar/kios) ditemukan sampah, lorong pasar digunakan untuk berjualan, keterbatasan tempat sampah (belum terpisah), tempat cuci tangan tidak tersedia sabun baik di toilet maupun di tempat penjualan makanan/bahan pangan, pedagang siap saji belum dilakukan usap dubur (rectal swab), pengendalian vektor dan tikus belum rutin dilaksanakan, APAR tidak mudah dijangkau dan PHBS pedagang maupun pengunjung yang masih rendah (tidak mencuci tangan dan merokok). Dalam rangka mencegah penularan penyakit melalui media lingkungan yang ada di pasar.maka perlu adanya upaya perbaikan terutama pada pasar yang tidak memenuhi syarat.
Analisis Situasi Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 Mirsal Picasso; Mondastri Korib Sudaryo; Dwi Oktavia TLH
Buletin Keslingmas Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i1.9603

Abstract

Banyaknya beban masalah kesehatan yang dihadapai dan terbatasnya sumber daya yang dimiliki tidak memungkinkan untuk dapat ditanggulangi semuanya dalam waktu yang sama. Oleh Karena itu perlu ditentukan masalah apa saja yang perlu segera ditanggulangi berdasarkan analisis situasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang situasi masalah Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) di Provinsi DKI Jakarta tahun 2021. Analisis situasi ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tehnik penetapan prioritas masalah yang di gunakan adalah metode PAHO adaptive Hanlon. Hasil dari total 24 jenis penyakit potensial KLB, 19 jenis penyakit potensial wabah muncul di Provinsi DKI Jakarta periode tahun 2021. 5 Jenis penyakit potensial wabah tidak ditemukan laporan kasus pada periode tahun 2021. 10 urutan tertinggi prioritas masalah penyakit potensial wabah di Provinsi DKI Jakarta adalah: COVID-19, Campak, Pnemonia, Acute Flacid Paralysis (AFP), Dengue Fever, Difteri, Malaria, Hepatitis A, ILI (Influenza like illness), dan Diare Akut. Sedangkan prioritas utama masalah penyakit potensial wabah di Provinsi DKI Jakarta adalah COVID-19.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue