cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
PENYEBAB MAHASISWA PUTUS KULIAH DI KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH Safitri, Ani; Taena, la
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i1.19159

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor penyebab mahasiswa putus kuliah di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah serta untuk menganalisis upaya pemerintah untuk mengatasi mahasiswa putus kuliah di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Metode dan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan informan, pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data dengan mereduksi data, kemudian disajikan yang sebelumnya dilakukan dengan verifikasi dan melakukan kesimpulan sementara, kemudian melakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) faktor penyebab mahasiswa putus kuliaha di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton tengah adalah faktor dari dalam diri anak itu sendiri, faktor ekonomi, kurng percaya diri, pergaulan, dan lingkungan yang kurang mendukung. Dampak mahasiswa putus kuliah yakni, kehilangan tujuan hidup, kurangnya pengetahuan anak, lahir kemalasan, serta terjadinya pernikahan dini. (2) Upaya mengatasi mahasiswa putus kuliah adalah dengan mendirikan perguruan tinggi di daerah ini, agar mahasiswa yang kurang mampu dapat melanjutkan pendidikannya selain itu menyediakan bantuan berupa beasiswa. Kata kunci: Faktor, Putus Kuliah
TRADISI PIMOORU DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON Amelia, Nur Rizki; Untarti, Dade Prad
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i1.19307

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan mengapa tradisi Pimooru di Desa Wabula dikerjakan oleh perempuan; 2) Untuk menjelaskan bagaimana bentuk-bentuk ragam hias di Desa Wabula; 3) Untuk menjelaskan apa makna yang terkandung dari tradisi Pimooru dalam kehidupan sosial masyarakat di Desa Wabula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sejarah. Objek dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Wabula khususnya perempuan yang menekuni tradisi Pimooru. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui reduksi data, penyajian data atau display data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pelaku utama dari tradisi Pimooru di Desa Wabula sangat didominasi oleh para Ibu-ibu pengrajin atau kaum perempuan, hal ini dikarenakan selain sudah menjadi sebuah tradisi yang turun temurun juga merupakan salah satu indikator persyaratan bagi seorang anak perempuan jika belum bisa menenun atau Pimooru dianggap belum baligh/dewasa sehingga belum dapat dinikahkan; 2) Bentuk-bentuk ragam hias dari tradisi Pimooru dapat dilihat dari: (a) Bentuk geometris, masyarakat lebih sering menggunakan geometris dalam bentuk belah ketupat/ dalam masyarakat dikenal dengan istilah rante-rante, (b) Bentuk flora, masyarakat menggunakan flora dalam bentuk buah dan jenis buah yang sering digunakan yaitu buah nenas, (c) Bentuk fauna, masyarakat menggunakan fauna jenis kupu-kupu; 3) Makna yang terkandung dalam sarung Pidongko dilihat dari garis vertikal menggambarkan hubungan manusia dengan sang pencipta, garis horizontal menggambarkan hubungan antar sesama manusia dan bentuk kotak dalam sarung pidongko menggambarkan sebuah pemetaan wilayah daerah/kota yang sering dikunjungi ketika merantau. Sedangkan makna yang terkandung dalam sarung leja dilihat dari bentuk garis yang satu arah menggambarkan hubungan manusia dengan sang pencipta dan kepatuhan seorang istri hanya pada perintah suaminya saja.
MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL SANGIRAN UNTUK PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 SIDOHARJO Wirajaka, Hilmi Adiba; Sunardi, Sunardi
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i2.19816

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah hal yang sangat penting bagi kemajuan suatu peradaban. Pandemi Covid-19 yang panjang berdampak pada bidang pendidikan yang menjadi terhambat. Hal inilah yang mendorong perlunya inovasi pembelajaran tanpa adanya tatap muka. Maka dibuatlah media pembelajaran VirSa (Virtual Sangiran) agar memudahkan siswa dalam memahami pengetahuan tentang Masa Pra Sejarah. Jenis metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model pembuatan ADDIE yang terdiri enam tahap, yaitu: Analisis, Desain, Develop (Mengembangkan), Implementasi dan Evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah inovasi media pembelajaran interaktif berbasis android, yaitu VirSa (Virtual Sangiran). Media diharapkan bisa menunjang kebutuhan guru dan siswa dalam inovasi media pembelajaran interaktif.
SISTEM PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT NELAYAN DESA WAELUMU KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2003 - 2017) Husnawati, Husnawati; Untarti, Dade Prat
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i1.13169

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sistem penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa waelumu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi? (2) Apa saja alat-alat yang digunakan dalam penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa waelumu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi (2003- 2017)? (3) Bagaimana perubahan penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa Waelumu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi (2003-2017)? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari (1) Heuristik, (2) Kritik Sumber, (3) Historiografi. Penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat nelayan desa Waelumu, meskipun rata-rata mata pencahariannya adalah sebagai nelayan dan masih memiliki alat tangkap ikan yang sifatnya tradisional. Akan tetapi alat-alat penangkapan ikan yang mereka gunakan adalah benar-benar ramah lingkungan, sehingga dengan begitu keadaan lautnya tetap terjaga dan terlindung dari ancaman manusia yang tidak memiliki kesadaran akan hal itu. Dengan menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan akan memiliki dampak positif terhadap kehidupan masyarakat nelayan desa Waelumu maupun kehidupan biota lautnya serta masyarakat nelayan desa Waelumu memiliki kesadaran tersendiri bahwa dengan tetap melestaikan lingkungan baik darat maupun laut akan tetap bersih, nyaman, dan tentram. Alat-alat penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa Waelumu (2003-2017) antara lain: (a) Mata Pancing, (b) Jaring, (c) Tombak, (d) Panah, (e) Tofole (akar pohon), dan (f) Bubu. Kata Kunci: Sejarah, Tradisi Kampua, Masyarakat MunaABSTRACT: The problems that become the reference in this study are: (1) How is the environmentally friendly fishing system in the fishing community of Waelumu Village, Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency? (2) What are the tools used in environmentally friendly fishing in the fishing community of Waelumu Village, Wangi-Wangi District, Wakatobi District (2003-2017)? (3) How is the change in environmentally friendly fishing in the fishing community of Waelumu village, Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency (2003-2017)? The method used in this study is a historical method consisting of (1) Heuristics, (2) Source Criticism, (3) Historiography. This research shows that the fishing community of Waelumu village, although the average livelihood is as a fisherman and still has traditional fishing gear. However, the fishing equipment they use are truly environmentally friendly, so that the state of the sea is maintained and protected from the threat of humans who have no awareness of it. Using environmentally friendly fishing gear will have a positive impact on the life of the Waelumu fishing community and the lives of its marine biota and the fishing community of the Waelumu village have their own awareness that by preserving the environment both land and sea will remain clean, comfortable, and peaceful. Environmentally friendly fishing gear in the fishing community of Waelumu village (2003-2017) include: (a) the hook, (b) Nets, (c) Spears, (d) Arrows, (e) Tofole (tree roots), and (f) the Trap. Keywords: History, Kampua Traditions, Muna Communities
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF PADA SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 1 LADONGI TAHUN PELAJARAN 2018/2019 baharuddin, Baharuddin
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i2.20094

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar sejarah menggunakan model pembelajaran  kreatif dan produktif  pada  siswa kelas X IPS. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IPS.1 SMA Negeri 1 Ladongi tahun pelajaran 2018/2019.  Dari hasil penelitian diproleh bahwa hasil belajar siswa  pada  siklus  I,  persentase yang tuntas adalah 58,97 %, sedangkan yang tidak  tuntas adalah 41,03%, dengan nilai  rata-rata 70 . Pada siklus II hasil belajar nilai siswa menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dibanding pada siklus I. Hasil belajar siswa pada siklus II , presentase dari tingkat ketuntasan  adalah 84,62 % sedangkan siswa yang tidak tuntas dengan presentase 15,38%. Jadi nila rata-rata kelas pada siklus 2 adalah 78,20%. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kreatif dan produktif memberikan dampak yang positif bagi siswa dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian pembelajaran yang berlangsung pada sikklus 2 ini sudah dianggap berhasil karena sudah mencapai indikator. 
SEJARAH PELABUHAN PENYEBERANGAN KOLAKA DI KABUPATEN KOLAKA (1970-2019) NURLAELA, NURLAELA; anwar, anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i2.11507

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan latar belakang pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Kolaka, (2) Untuk menguraikan perkembangan sarana dan prasarana Pelabuhan Penyeberangan Kolaka, (3) Untuk menguraikan perkembangan arus barang dan penumpang kapal Pelabuhan Penyeberangan Kolaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Heuristik, (2) Kritik sumber, (3) Historiografi. Dalam tinjauan pustaka penelitian ini menggunakan konsep sejarah, konsep perkembangan dan konsep pelabuhan serta penelitian yang relevan dengan judul penelitian ini. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Kolaka yaitu karena adanya aktivitas pelayaran dan perdagangan tradisional masyarakat Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Bone yang sudah terjalin sejak lama, letak Kabupaten Kolaka yang sangat strategis karena merupakan pintu gerbang sebelah Barat Provinsi Sulawesi Tenggara, adanya potensi alam yang dimiliki Kabupaten Kolaka yang berkembang dari berbagai sektor baik pertanian, peternakan, maupun perikanan serta perkembangan penduduk. Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, pada tahun 1970 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat membuka lintasan penyeberangan Kolaka-Bajoe untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas penyeberangan, (2) Perkembangan Pelabuhan Penyeberangan Kolaka dibagi atas 3 periode yaitu periode pertama pada tahun 1970-1986, yaitu awal dibangunnya pelabuhan yang masih bersifat darurat yang belum dilengkapi dengan dermaga sehingga kapal tidak dapat bersandar. Pada tahun 1984 tahapan pembangunan dermaga dimulai dan diresmikan pada tahun 1986. Periode kedua pada tahun 1987-2002 yaitu ditandai dengan perluasan lokasi pelabuhan dan pembangunan terminal baru. Periode ketiga pada tahun 2003-2019 dimana pelabuhan mencapai perkembangan pesat yang ditandai dengan dibangunnya dermaga baru yang dilengkapi dengan movable bridge (MB) serta pembangunan sarana dan prasarana lainnya, (3) Perkembangan arus barang dan penumpang Pelabuhan Penyeberangan Kolaka juga dibagi atas 3 periode yaitu periode pertama tahun 1970-1986. Pada periode arus barang dan penumpang mulai meningkat setelah beroperasinya kapal Ferry. Periode kedua yaitu tahun 1987-2002, arus barang dan penumpang semakin meningkat. Periode ketiga yaitu tahun 2003-2019. Arus barang dan penumpang masih sangat baik pada tahun 2003-2007. Akan tetapi pada tahun 2008-2018 arus barang dan penumpang mengalami penurunan yang sangat tajam. Lonjakan jumlah penumpang secara besar-besaran kembali terjadi pada tahun 2019. Kata Kunci: Pelabuhan, Latar Belakang dan Perkembangan
RITUAL DALAM TRADISI PERTANIAN (GALU) PADA MASYARAKAT DESA BONE TONDO KECAMATAN BONE KABUPATEN MUNA (1979-2017) Harnita, Harnita; Anwar, Anwar; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i2.13180

Abstract

ABSTRAK: Tujuan utama dalam penelitian ini mengetahui  latar belakang pelaksanaan kegiatan Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna, mendeskripsikan ritual-ritual apa saja yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna, mendeskripsikan proses kegiatan ritual dalam Tradisi Pertanian pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna dan mendeskripsikan perubahan yang terjadi saat ini dalam proses Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Heuristik (pengmpulan sumber), (2) Kritik sumber (verifikasi), (3) Historiografi (penulisan sejarah).Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan ritual dalam tradisi pertanian pada masyarakat Desa Bone Tondo adalah dalam bercocok tanam (degalu) masyarakat Desa Bone Tondo memiliki keyakinan bahwa hutan di Muna banyak dihuni oleh makhluk ghaib yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat. Maka secara intensif masyarakat melakukan hubungan komunikasi dengan melalui upacara yang tradisional yang dimana harus dilakukan sebelum bercocok tanam. Dengan maksud mendapatkan keselamatan dalam kegiatan perladangan terhindar dari marabahaya serta hasil panen yang melimpah. Ritual dilakukan karena adanya pantangan dan larangan yang apabila jika tidak dipatuhi akan menimbulkan dampak negatif. (2) Ritual-Ritual yang dilakukan dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo ritual pembukaan lahan kawasan hutan baru yaitu desolo. Ritual kaago-ago yang dilakukan saat lahan sudah bersih dan siap untuk ditanamkan, ritual dilakukan untuk memindahkan makhluk ghaib, permohonan dan sebagai rasa syukur. Ritual kasambuno wite (deghoti wite) dan ritual kafematai, (3) Proses pelaksanaan Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo yaitu semua proses ritual dilakukan pada hari baik yang dipimpin oleh dukun (parika), menyiapkan alat dan bahan (sesajian) yang dibutuhkan tiap-tiap upacara ritual yang akan dilaksanakan. (4) Perubahan yang terjadi saat ini dalam proses pelaksanaan Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada masyarakat Desa Bone Tondo, dapat dilihat pada ritual kaago-ago, dimana saat ini sabagian ritual tersebut tidak lagi dijalankan. Perubahan-perubahan lain adalah terkait dengan konsistensi ritual yang sebagian masih ada yang melakukan secara utuh namun ada juga yang hanya menjalankan 2 atau 3 ritual saja. Kata Kunci: latarbelakang, jenis, proses dan perubahan, galu ABSTRACT: The main objective in this study is to find out the background of the implementation of Ritual activities in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community, Bone District of Muna District, describing the rituals performed in the implementation of ritual activities in the Agricultural Tradition (Galu) of the Village Community Bone Tondo, Bone District, Muna Regency, describes the process of ritual activities in the Agricultural Tradition of the Bone Tondo Village Community, Bone District Muna District and describes the changes that occur currently in the Ritual process in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community, Bone District, Muna Regency. The method used in this study is the historical method according to Helius Sjamsuddin which consists of: (1) Heuristics (collection of sources), (2) Criticism of sources (verification), (3) Historiography (history writing). The results of the study show that: (1 ) The background of ritual implementation in the agricultural tradition of the Bone Tondo Village community is in farming (degalu). Bone Tondo Village community has the belief that the forests in Muna are inhabited by unseen creatures that have the potential to disrupt people's lives. So the community intensively communicates through traditional ceremonies which must be carried out before planting. With the intention of obtaining safety in farming activities to avoid danger and abundant harvests. The ritual is carried out because of restrictions and prohibitions which if not obeyed will cause a negative impact. (2) Rituals carried out in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community in the ritual of opening a new forest area, namely desolo. Kaago-ago rituals are carried out when the land is clean and ready to be planted, rituals are performed to remove supernatural beings, requests and as gratitude. Kasambuno wite rituals (deghoti wite) and kafematai rituals, (3) The process of implementing Rituals in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community, namely all ritual processes carried out on a good day led by a shaman (parika), preparing tools and materials (offerings) ) required each ritual ceremony that will be carried out. (4) Changes that occur at this time in the process of carrying out the Ritual in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village community, can be seen in the kaago-ago ritual, where at present the ritual portion is no longer carried out. Other changes are related to the consistency of the ritual, some of which still do the whole, but there are also those who only carry out 2 or 3 rituals. Keywords: Background, type, process and change, galu
TRADISI MESOKO PADA MASYARAKAT TOLAKI (Studi di Desa Lamoen Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan) Asniatin, Asniatin; Barlian, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i1.14088

Abstract

ABSTRACTThis study aims: 1) To describe the background of the implementation of the Mesoko tradition in the Tolaki community in Lamoen Village, Angata District, South Konawe Regency; 2) To describe the implementation system of the Manado tradition in the Tolaki community in Lamoen Village, Angata District, South Konawe Regency; 3) To describe the function of the Mesoko tradition in the Tolaki community in Lamoen Village, Angata District, South Konawe Regency. The method used in this research is descriptive qualitative research method with the following stages: 1) data collection techniques, 2) data analysis techniques, 3) data validity. This research literature review uses the concept of tradition, the concept of Mesoko, the concept of community solidarity, relevant research and framework. The results of this study are: (1) The background for the implementation of the Mesoko tradition is the belief that the Mesoko tradition has existed since the time of the ancestors, which is often done so that it has become a tradition of the Tolaki people which is still maintained today and is upheld by the people of Lamoen Village. The Mesoko tradition is not only carried out by the less fortunate but even officials can carry out the Mesoko cultural tradition. (2) The system for implementing the Mesoko tradition, namely by first notifying the village government or village officials to determine the date for the implementation of the Mesoko tradition, it is only necessary to prepare invitations to be distributed by traditional leaders or community leaders who are responsible for disseminating it in the community, preparing food and drinks for served when the Mesoko tradition is in progress, each family will have a separate bookkeeping to record the large and small amounts of money and bring a pack of cigarettes that are placed on the side and wrapped in cloth to be offered to the head of the household then they are told the place, time and date of the implementation of this Mesoko tradition. . (3) The functions of the Mesoko tradition in the Tolaki community in Lamoen Village, namely: (a) As a place to unite kinship because almost all families and communities as a whole participate in the implementation of the Mesoko tradition. (b) As a means of solidarity because it involves all elements of society to participate in carrying out the Mesoko tradition, there is a sense of caring, help, and mutual cooperation. (c.) Fulfillment of needs because there will be a sense of satisfaction that is received, both material satisfaction so that there is sufficient money to carry out a wedding or celebration because it has first carried out the Mesoko tradition. 
PERKEMBANGAN INDUSTRI SARUNG TENUN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN SULAA KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU Indriani, Noni; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i1.14094

Abstract

ABSTRACT: The main problem in this journal is how the development of the woven sarong industry in Sulaa Village, Betoambari District, Baubau City, and how the social and economic impacts of woven sarongs on the community in Sulaa Village, Betoambari District, Baubau City. This research method is a qualitative descriptive research method. The data collection techniques used were observation, interview and documentation. The data analysis used in this study is to summarize data, present data, and draw conclusions. The results showed that: (1) The weaving sarong in Sulaa Subdistrict, Betoambari District, Baubau City has experienced a small part of the development both in terms of equipment and materials used, in terms of motifs, weaving craftsmen, to marketing of woven sarongs, (2) woven sarongs have an impact social and economic impacts on people's lives. The resulting social impact is the woven sarong as self-identity and social stratification in society. Meanwhile, the resulting economic impact is that Sulaa is used as a tourist destination for colorful weaving villages that can increase the income of weaving craftsmen.
POLA INTERAKSI SOSIAL ANTARA MASYARAKAT TOLAKI DAN TRANSMIGRAN ASAL JAWA Pradana, Andrian; Batia, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i2.15460

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan, yakni (1) Untuk mengidentifikasi interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat tolaki dan transmigran asal jawa di Desa Padangguni Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe (2) Untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi yang terjadi antara masyarakat tolaki dan transmigran asal jawa di Desa Padangguni Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif ini dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi 2) Teknik analisis data melalui reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi 3) Validitas data melalui meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjuKan bahwa: (1) Interaksi sosial yang terjadi di Desa  Padangguni di bagi dalam interaksi sosial masyarakat lokal Tolaki, interaksi sosial masyarakat Tansmigran asal Jawa serta interaksi sosial masyarakat Tolaki dan Transmigran asal Jawa. Interaksi masyarakat sesama suku Tolaki di Desa Padangguni, dengan adanya kesamaan budaya menjadikan ikatan lebih kuat selain itu juga khususnya di desa padangguni mempunyai perkumpulan yang bersifat kekeluargaan, didirikan oleh orang-orang yang sepaham sedarah untuk membina persatuan kerukunan diantara para anggotanya. Adapun interaksi masyarakat transmigran asal Jawa dapat kita lihat, ikatan persaudaraan masyarakat Transmigran asal Jawa juga semakin erat, dalam hal kebudayaan masyarakat  mulai melestarikan kebudayaan seperti  tarian kuda lumping namun hal ini tidak terlalu signifikan dilaksanakan karena baik masyarakat asal Jawa sama-sama tidak membawa kebudayaan mereka sehingga interaksi yang terjadi hanya sebatas toleransi dan gotong royong dalam membangun desa. Adapun interaksi sosial antara masyarakat Tolaki dengan transmigran asal Jawa hanya terlihat apabila ada kegiatan gotong royong dalam membangun Desa, serta dalam acara keagamaan masyarakat sangat meghargai toleransi umat beragama, karena bukan hanya agama Islam yang ada di Desa Padangguni melainkan sebagian yang beragama Hindu. (2)Bentuk-bentuk interaksi sosial yang membentuk pola dan terbentuk nya sistem solidaritas masyarakat dan sistem kekeluargaan yang baik. Dengan terbentuk nya pola yang lebih mengarah ke bentuk interaksi sosial yang bersifat assosiatif dan disosiatif dimana interaksi sosial tidak selalu berjalan dengan baik. Namun interaksi di di Desa Padangguni lebih ke arah asosiatif karena terjalin nya sistem kerja sama yang baik, sikap tolong-menolong dan sikap toleransi antar etnik , suku dan agama. Kata Kunci:Interaksi , Pola, Masyarakat dan Transmigran  ABSTRACT: This study aims, namely (1) To identify social interactions that occur between the Tolaki community and Javanese transmigrants in Padangguni Village, Abuki District, Konawe Regency (2) To identify the forms of interaction that occur between the Tolaki community and Javanese transmigrants in Padangguni Village District Abuki, Konawe District. This type of research is a qualitative descriptive research. This qualitative research method with the following stages: 1) Data collection techniques through observation, interviews and documentation 2) Data analysis techniques through data reduction, data display, conclusion and verification 3) Data validity through increasing persistence, and triangulation. The results of this study indicate that: (1) The social interactions that occur in Padangguni Village are divided into the social interactions of the local Tolaki community, the social interactions of the Tansmigrant community from Java and the social interactions of the Tolaki and Transmigrant communities from Java. The interaction of fellow Tolaki people in Padangguni Village, with the existence of cultural similarities, makes ties stronger besides that, especially in Padangguni village, there are associations that are kinship in nature, founded by people who are like blood to foster harmonious unity among its members. As for the interaction of the Javanese transmigrant community, we can see, the brotherhood ties of the Javanese Transmigrant community are also getting stronger, in terms of culture, the community has begun to preserve culture such as the lumping horse dance, but this is not too significant because both people from Java do not bring their culture. so that the interactions that occur are only limited to tolerance and mutual cooperation in building the village. The social interaction between the Tolaki community and transmigrants from Java can only be seen if there are mutual cooperation activities in building the village, and in religious events the community highly appreciates religious tolerance, because it is not only Islam in Padangguni Village but some who are Hindu. (2) Forms of social interactionthat form patterns and the formation of good community solidarity and kinship systems. With the formation of a pattern that is more towards the form of associative and dissociative social interactions where social interactions do not always go well. However, the interaction in Padangguni Village is more associative because of the existence of a good cooperation system, an attitude of help and an attitude of tolerance between ethnic, ethnic and religious groups.  Keywords: Interaction, Patterns, Society and Transmigrants

Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue