cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
SEJARAH DESA MADAMPI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT (1999-2017) Selfi, Wa Ode; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i2.13179

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini ialah: 1) Bagaimana asal usul pemberian nama Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat? 2) Apa latar belakang terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat? 3) Bagaimana proses terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat? 4) Bagaimana perkembangan Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat (1999-2017)? Metode penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pengumpulan sumber (heuristik) yaitu kegiatan peneliti untuk memperioleh data, 2) Kritik sumber (verifikasi) yaitu untuk mengetahui otentitas (keaslian) dan kredibilitas (kebenaran) data yang berhasil dikumpulkan, 3) Penulisan sejarah (historiografi) yaitu, menyampaikan sintesa dalam bentuk kisah sejarah. Dalam kajian pustaka penelitian ini menggunakan konsep dan teori sejarah, konsep desa dan syarat terbentuknya desa, konsep pemerintahan desa, dan konsep perkembangan desa, serta penelitian yang relevan dengan judul penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Asal usul pemberian nama Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat di ambil berdasarkan hasil kesepakatan dari seluruh lapisan masyarakat, dan juga diilhami dari sebuah peristiwa sejarah pada zaman dulu. 2) Latar belakang terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat merupakan keinginan masyarakat setempat untuk membentuk desa tersendiri. Hal ini dilakukan karena untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dalam bidang pemerintahan terutama dalam pelayanan pengurusan administrasi, yang memperkasai terbentuknya Desa Madampi yakni para tokoh adat dan para tokoh masyarakat. 3) Proses terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat merupakan keinginan masyarakat untuk memimpin daerahnya sendiri, yang diprakarsai oleh masyarakat yang tergabung dalam organisasi Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), sekarang disebut Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), mengadakan suatu musyawarah untuk membahas bahwa Dusun Madampi layak untuk melakukan satu pemekaran wilayah. 4) Perkembangan Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat (1999-2017) yaitu dapat dilihat dari beberapa bidang seperti: a) Perkembangan bidang politik, b) Perkembangan pelayanan umum, c) perkembangan ekonomi, d) Perkembangan bidang pendidikan, dan e) Perkembangan sarana dan prasarana. Kata Kunci: Asal usul, latar belakang, proses, perkembangan Desa Madapi ABSTRACT: The main problems in this study are: 1) What is the origin of giving the name of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency? 2) What is the background of the formation of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency? 3) What is the process for the formation of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency? 4) How is the development of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency (1999-2017)? The research method uses historical research methods with the following steps: 1) Collection of sources (heuristics), namely the activities of researchers to obtain data, 2) Criticism of sources (verification), namely to determine the authenticity and authenticity of the data collected , 3) Writing history (historiography) that is, conveying synthesis in the form of historical stories. In the literature review, this research uses historical concepts and theories, village concepts and conditions for village formation, village governance concepts, and village development concepts, as well as research relevant to the title of this research. This study shows that: 1) The origin of giving the name of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency was taken based on the agreement of all levels of society, and was also inspired by a historical event in the past. 2) The background of the formation of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency is the desire of the local community to form their own village. This was done because to get better services in the field of government, especially in administrative management services, which strengthened the formation of Madampi Village, namely traditional leaders and community leaders. 3) The process of the formation of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency was the desire of the community to lead their own area, initiated by the people who were members of the Village Community Resilience Institute (LKMD), now called the Community Empowerment Institute (LPM), held a meeting to discuss that Madampi Hamlet is eligible to undertake a regional division. 4) Development of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency (1999-2017), which can be seen from several fields such as: a) Development of the political field, b) Development of public services, c) economic development, d) Development of education, and e) Development facilities and infrastructure. Keywords: Origins, background, process, development of Madapi Village
KEMAMPUAN GURU DALAM PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN MELALUI BIMTEK DI SMAN 1 KUSAMBI DAN SMAN 2 KUSAMBI DI KABUPATEN MUNA BARAT Rami, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i2.20107

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penilaian pembelajaran di SMA Negeri 1 Kusambi, dan SMA Negeri 2 Kusambi Kabupaten Muna Barat yang berjumlah 8 orang. Manfaat penelitian ini bagi pengawas sekolah adalah sebagai referensi dalam melaksanakan tugas kepengawasan supervisi akademik kunjungan kelas, memotivasi pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan supervisi kunjungan kelas. Guru dapat melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik dengan menerapkan prinsip-prinsip objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel, dan edukatif. Manfaat yang lain adalah dengan meningkatkan kemampuan guru dalam penilaian pembelajaran dapat menjamin: a) Perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian; b) Pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien dan sesuai dengan konteks sosial budaya; c) Pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel dan informatif.Penelitian dilakukan melalui tindakan pembimbingan sebanyak 2 siklus, dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian: Pada siklus I hanya dua subjek penelitian yang mencapai persentase keberhasilan di atas 75 %. Pengamatan pada item kegiatan pembelajaran ada 10 kegiatan yang mendapat persentase sama atau lebih dari 75 %. Item kegiatan pembelajaran dengan persentase terendah pada kemampuan mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan perkembangan iptek, dan kehidupan nyata (34 %), melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik (31 %), dan mendokumentasikan hasil pengamatan penilaian keterampilan peserta didik (38 %). Pada siklus II untuk penilaian pelaksanaan pembelajaran sudah mencapai rata-rata 88,02%. Peningkatan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran 19,8 % dan dalam penilaian 22,92%. Jadi terdapat naiknya kemampuan penilaian pembelajaran dari guru mata pelajaran atau pendidik.
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI JAMBU METE DESA MATARAPE KECAMATAN MENUI KEPULAUAN KABUPATEN MOROWALI Ardin, Ardin; Taena, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i1.14086

Abstract

ABSTRACT: The objectives of this study are: 1) To describe the social life of the cashew farmer community in Matarape Village, Menui Islands District, Morowali Regency; 2) To describe the economic life of the cashew farming community in Matarape Village, Menui Islands District, Morowali Regency. The type of research used in this research is descriptive qualitative research with the following stages: 1) Data collection techniques, namely observation, interviews and documentation; 2) Data analysis techniques, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. 3) Data validity consists of increasing persistence, triangulation and member checks. The results of this study indicate that: 1) The social life of the cashew farming community in Matarape Village, Menui Islands District, Morowali Regency can be seen in terms of: a) Education, the cashew farming community in Matarape Village is more dominated by an average level of education completing junior and elementary school. ; b) Health, diseases that often suffer are back pain, high blood pressure, fever, headaches and toothaches; c) Housing, which consists of: home ownership status, house foundation, house floor, house wall, house roof, house plapon, and house roof frame; d) Security, the cashew farmer community in the Matarape Village, MenuiIslands District is safe in the agricultural sector; 2) The economic life of the cashew farming community in Matarape Village, Menui Islands District, Morowali Regency can be seen in terms of: a) Capital, the cashew farming community already has capital, namely land and tools to cleantheir gardens; b) Expenditures, each cashew farming community is different depending on land area and ability to cultivate gardens; c) Workforce, only a small proportion of cashew farmers use labor because they have large gardens and need 3-7 workers; d) Crop yields every year, cashewfarmers get there is a significant difference between harvests in 2018 and 2019; e) Cashew farmer income, there is a significant difference where in 2018 the income is above an average of IDR 10,000,000 to IDR 67,150,000 with a purchase price of IDR 17,000 per Kg while in 2019 the income has greatly decreased to IDR < 5,000,000 and the highest income is IDR 38,402,000 with a cheap purchase price of IDR 14,000 per kg. 
PERJUANGAN KEWISA KOTEN DI LEWOKLUOK FLORES TIMUR MELAWAN BELANDA TAHUN 1905 Utomo, Susilo Setyo; Djakariah, Djakariah; Tukan, Joanetta M.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i1.14092

Abstract

ABSTRACT: This study aims to reveal (1) the causes of the struggle of the Lewokluok people against the Netherlands in 1905, (2) the process of the struggle of the Lewokluok people against the Dutch in 1905, (3) the impact of the struggle on the Lewokluok community. The location in this study was in Lewokluok Village, Demon Pagong District, East Flores Regency. Sources of data used are written sources and oral sources. Data in this study were collected by interview, observation, document study. The research procedure uses historical research methods which include data collection (heuristics), historical criticism, interpretation and history writing (historiography). The results showed that the factor causing the struggle of the Lewokluok people against the Netherlands in 1905 was the appointment of King Louis de Rosari to replace King Don Lorenzo who was accused of killing by the Dutch. This was not approved by the people of Lewokluok. The process of the struggle of the Lewokluok people against the Netherlands in 1905 was as follows (1) the Dutch troops burned all the gardens belonging to the Lewokluok people, (2) the Lewokluok people under the leadership of Kewisa Koten and their aides tried to defend themselves behind the bushes, trying to carry out attacks reply. However, their struggle was finally broken by the Dutch troops. (3) Kewisa Koten and other traditional elders were exiled outside the area. The impact of the struggle of the Lewokluok people against the Netherlands in 1905 was: (a) Four indigenous elders were exiled. (b) Naya Lein was killed by Dutch troops. (c) Kewisa Koten was exiled to Nusa Kambangan. (d) The people of the Lewokluok village and the traditional house (Koke) were moved to Kampung Bama. (e) The property of the inhabitants of the village of Lewokluok was taken and burned by the Dutch troops. (f) Many Lewokluok people died. (g) The Dutch increasingly interfered in the affairs of the people of the kingdom of Larantuka. (h) The Netherlands forced the people of Lewokluok to submit to the Dutch command to pay taxes.
TRADISI MOSEHE MESOSAMBAKAI PADA MASYARAKAT TOLAKI MEKONGGA DI KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA (1960-2018) Aprilia, Aas Putri; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i2.15459

Abstract

ABSTRAK: Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, (2) Untuk menjelaskan proses pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, (3) Untuk menjelaskan perubahan yang terjadi dalam tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka (4) Untuk menguraikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai dengan Januari 2020. Adapun prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Heuristik (pengumpulan sumber) yang dilakukan melalui teknik penelitian kepustakaan (library research), pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan studi dokumen. (b) Kritik Sumber, yang dilakukan melalui kritik eksternal (kritik luar) dan kritik internal (kritik dalam). (c) Historiografi, yang dilakukan melalui penafsiran (interpretasi), penjelasan (eksplanasi), dan penyajian (ekspose). Dalam tinjauan pustaka penulis menggunakan konsep tradisi, konsep kebudayaan, konsep nlai dan unsur budaya, konsep masyarakat dan konsep Mosehe Mesosambakai.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Mosehe yaitu didasari oleh mombetudaria (sumpah) sehingga sumpah itu harus ditawarkan melalui tradisi mosehe.  Latar belakang pelaksanaan tradisi Mesosambakai terjadi pada anak raja yang lahir dalam keadaan tidak memiliki tulang belulang, setelah dilaksanakan tradisi Mesosambakai maka anak raja tersebut tumbuh menjadi anak yang normal. (2) Proses pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai terdiri atas: a) Tahap persiapan b) Tahap pelaksanaan dan c) Tahap penutup. (3) Perubahan yang terjadi dalam tradisi mosehe pada zaman dulu pelaksaanaan tradisi Mosehe dilaksanakan jika ada orang yang pernah mengeluarkan sumpah perubahan yang terjadi pada zaman sekarang tradisi ini dilaksanakan tidak hanya orang yang mempunyai sumpah, namun dilaksanakannya untuk mensucikan diri jika seseorang tersebut tanpa menyadari pernah berkata-kata menyakiti perasaan orang lain. Sedangkan perubahan yang terjadi pada tradisi mesosambakai yaitu pada zaman dulu anak yang keturunan bangsawan (anakia) dalam pelaksanaannya didudukan di atas bantal sedangkan dari masyarakat biasa tidak menggunakan bantal. (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai yaitu: a) Nilai etika b) Nilai pendidikan c) Nilai religius. Kata Kunci: Tradisi, Mosehe Mesosambakai, Tolaki Mekongga        ABSTRACT: The objectives of this study are: (1) To describe the background of the implementation of the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency, (2) To explain the process of implementing the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency, (3) To explain the changes that have occurred in the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency (4) To describe the values contained in the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency. This research was carried out from December 2019 to January 2020. The research procedure used in this study refers to the historical method according to Helius Sjamsuddin with the following steps: (a) Heuristics (source collection) which is carried out through library research techniques (library research), observation (observation), interview (interview), and document study. (b) Source Criticism, which is done through external criticism (outside criticism) and internal criticism (internal criticism). (c) Historiography, which is done through interpretation (interpretation), explanation (explanation), and presentation (exposure). In the literature review the author uses the concept of tradition, the concept of culture, the concept of value and cultural elements, the concept of society and the concept of Mosehe Mesosambakai. The results showed that: (1) The background for the implementation of the Mosehe tradition is based on the mombetudaria (oath) so that the oath must be offered through the mosehe tradition. The background for the implementation of the Mesosambakai tradition occurs in the king's son who was born without bones, after the Mesosambakai tradition was carried out, the king's son grew into a normal child. (2) The process of implementing the Mosehe Mesosambakai tradition consists of: a) the preparation stage b) the implementation stage and c) the closing stage. (3) Changes that occur in the mosehe tradition in the past, the implementation of the Mosehe tradition is carried out if someone has issued an oath, changes that occur today, this tradition is carried out not only for people who have an oath, but they are carried out to purify themselves if that person is unaware that words hurt other people's feelings. Meanwhile, the changes that occurred in the mesosambakai tradition were that in ancient times, children of noble descent (anakia) were placed on a pillow while ordinary people did not use a pillow. (4) The values contained in the implementation of the Mosehe Mesosambakai tradition are: a) Ethical values b) Educational values c) Religious values.  Keywords: Tradition, Mosehe Mesosambakai, Tolaki Mekongga
KERAJINAN TENUN DI DESA WUNA Jupri, Jupri; Halim, Muliha
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i2.15464

Abstract

ABSTRAK: Adapun tujuan penelitian ini adalah: untuk menjelaskan (1) proses tenun sarung Muna di Desa Wuna Kecamatan Barangka, (2) ragam dan motif dari warna sarung tenun pada masyarakat Muna barat (3) makna simbolik sarung Muna barat di Desa Wuna. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat pada bulan April sampai bulan September 2019. Jenis penelitian ini adalah tipe kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini difokuskan pada kerajinan tenun di Desa Wuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: Kerajinan sarung tenun adat Muna barat dalam proses pembuatanya dilakukan dalam dua tahapan dan menggunakan 2 orang  tenaga yaitu tahap menghani atau meluruskan (desoro) dan tahap menenun (domooru). Alat-alat yang digunakan dalam menghani dan menenun antara lain yaitu benang, katai (papan untuk menenun), tetera, bhibhita (mata gun), parambhibhita, kangkai, dhangka (sisir kain), kaju, ati, tali kundo (papan penahan punggung), bhalida (pengetek), kusoli, lobu (tempat gulung benang) suambi (tali pembantu), ka’e, kandole, kafetadaha, kabhuntulaha, kaghua. Dan bentuk warna sarung serta makna simbolik sarung adat Muna barat disesuaikan dengan stratifikasinya yaitu golongan kaomu (golongan bangsawan, golongan walaka (golongan sara), golongan fitubhengkauno (golongan terendah). Kata Kunci: Proses, Ragam Motif Dan Makna Sarung ABSTRACT: The objectives of this study are: to explain (1) the weaving process of the Muna sarong in Wuna Village, Barangka District, (2) the variety and motifs of the color of the woven sarong in the West Muna community (3) the symbolic meaning of the Muna barat sarong in Wuna Village. This research was conducted in Wuna Village, Barangka District, West Muna Regency from April to September 2019. This type of research is a qualitative type with an ethnographic approach. This research is focused on weaving crafts in Wuna Village, Barangka District, West Muna Regency. The results of this study explain that: The craft of the traditional Muna barat woven sarong in the manufacturing process is carried out in two stages and uses 2 personnel, namely the fishing or straightening stage (desoro) and the weaving stage (domooru). The tools used in farming and weaving include threads, dwarfs (boards for weaving), tetera, bhibhita (gun eyes), parambhibhita, kangkai, dhangka (cloth combs), kaju, ati, kundo rope (back support boards). , bhalida (pengetek), kusoli, lobu (where the thread rolls) suambi (supporting rope), ka'e, kandole, kafetadaha, kabhuntulaha, kaghua. And the shape of the color of the sarong and the symbolic meaning of the traditional western Muna sarong are adjusted to the stratification, namely the kaomu group (aristocratic class, walaka group (sara group), fitubhengkauno group (lowest class).  Keywords: Process, Variety of Motifs and Meanings of the Sarong
INTERAKSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA SUKA DAMAI KECAMATAN TIWORO TENGAH KABUPATEN MUNA BARAT munawir, munawir; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i3.15673

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan menguraikan proses interaksi antar umat beragama di Desa Suka Damai Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi antar umat beragama di Desa Suka Damai Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat dan menyebut faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terjadinya interaksi sosial antar umat beragama di Desa Suka Damai Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Teknik Pengumpulan data tediri dari beberapa bagian yaitu: wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. 2) Teknik analisis data. 3) Validasi data. Proses interaksi dimulai semenjak kedatangan warga transmigrasi di Desa Suka Damai pada tahun 1983 dimana dilatarbelakangi oleh perbedaan agama, budaya serta suku. Perbedaan tersebut memiliki pengaruh dalam menjalin hubungan dan melakukan pola interaksi sosial yang dilakukan dengan cara sosialisasi, adaptasi, akomodasi, akulturasi, asimilasi. Bentuk-bentuk interaksi antar umat beragama di Desa Suka Damai dapat dilihat pada bidang sosial, bidang ekonomi, bidang pertanian serta budaya. Di antara mereka terjadi relasi sosial disosiatif berupa terjadinya konflik, meskipun konflik tersebut terjadi, tetapi tidak berakibat atau berdampak besar karena terselesaikan bersama tokoh agama. Faktor-faktor pendorong interaksi antar umat beragama di Desa Suka Damai adalah Komunikasi dengan melakukan imitasi dengan mengikuti cara pengelolaan lahan pertanian dan bercocok tanam. Faktor bahasa atau meniru dialek masing-masing kelompok masyarakat, misalnya masyarakat menggunakan dialek dan bahasa Bali, Jawa, Bajo, Muna serta simpati yang sangat tinggi antar umat beragama di mana saling mengunjungi antara satu dengan yang lain ketika terkena musibah seperti sakit, meninggal dunia sehingga ada kesadaran yang tinggi akan pentingnya kebersamaan antar umat beragama di Desa Suka Damai. Kata Kunci: Interaksi, Bentuk Umat, Beragama  ABSTRACT: This study aims to describe the process of interaction between religious communities in Suka Damai Village, Tiworo Tengah District, West Muna Regency. Describe the forms of interaction between religious communities in Suka Damai Village, Tiworo Tengah District, West Muna Regency and mention what factors influence the social interaction between religious communities in Suka Damai Village, Tiworo Tengah District, West Muna Regency. This research method is a qualitative descriptive research method. Qualitative research methods with the following stages: 1) Data collection techniques consist of several parts, namely: interviews, direct observation, and documentation. 2) data analysis techniques. 3) Data validation. The interaction process began when the transmigrants arrived in Suka Damai Village in 1983, which was motivated by differences in religion, culture and ethnicity. These differences have an influence in establishing relationships and carrying out patterns of social interaction by means of socialization, adaptation, accommodation, acculturation, assimilation. The forms of interaction between religious communities in Suka Damai Village can be seen in the social, economic, agricultural and cultural fields. Between them there was a dissociative social relationship in the form of a conflict, even though the conflict occurred, but it did not have a big result or impact because it was resolved with religious leaders. The driving factors for interaction between religious communities in Suka Damai Village are communication by imitating by following the way of managing agricultural land and cultivating crops. The language factor or imitates the dialect of each community group, for example the community uses the Balinese, Javanese, Bajo, Muna dialect and very high sympathy between religious communities where they visit one another when they are hit by a disaster such as illness, death so there is a high awareness of the importance of togetherness between religious communities in the Suka Damai Village.  Keywords: Interaction, Form of Ummah, Religion
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMEN (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 3 KONAWE SELATAN Oktavian, Rikki; anwar, anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i3.11491

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu: 1) Meningkatkan keefektifan mengajar guru IPS kelas VIII D SMP Negeri 3 Konawe Selatan melalu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. 2) Meningkatkan aktivitas belajar IPS pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 3 Konawe Selatan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. 3) Meningkatkan hasil belajar belajar IPS pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 3 Konawe Selatan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus teridiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi keefektifan mengajar guru dan aktivitas belajar siswa. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Keefektifan mengajar guru IPS kelas VIII D SMP Negeri 3 Konawe Selatan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada siklus 1 mencapai 66.67%. Hal ini menunjukan belum tercapainya indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu 90% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 100%. Dengan demikian telah mencapai indikator kinerja yaitu 90%. 2) Aktivitas belajar IPS siswa kelas VIII D SMP Negeri 3 Konawe Selatan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada siklus I hanya 57.14% dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 100%. Dengan demikian telah mencapai indikator kinerja 90%. 3) Hasil belajar IPS siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT meningkat dengan persentase awal pada siklus I hanya 45%. Hal ini menunjukan belum tercapai indikator kinerja yaitu 80%. Pada siklus II mengalami peningkatan  menjadi 95%. Dengan demikian telah mencapai indikator kinerja yaitu 80%.Kata Kunci: Team Games Tournament (TGT), Kefeektifan Mengajar Guru, Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar
STRATEGI MEMBANGUN DESA MANDIRI MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN DANA DESA (DD) BERBASIS LOKALITAS DI KABUPATEN BUTON SELATAN LOCALITY-BASED RURAL BUILDING STRATEGY THROUGH OPTIMIZATION USING LOCALITY-BASED FUNDS (DD) IN SOUTH BUTON DISTRICT SOUTHEAST Haq, Dais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i4.13089

Abstract

ABSTRACTThis research aims to formulate the idea of optimizing rural government fund (DD) management, to realize an independent and ability village in South Buton District.  The main focus of this research is first, to analyze the potential and problems of village funds in South Buton District. Second, to formulate a strategic program design for optimizing rural fund management in an effort to create an independent and ability  rural. This study uses two data sources, namely perimer and secondary data Perimer data were obtained from interviews and discussions with DD managers in Batauga and Sampolawa Subdistricts of Buton Selatan District. Data collection took place from December 2018 to February 2019 using interviews and informal discussions. The results of this study are DD Management Strategies in an effort to realize the independence and welfare of rural communities in South Buton ", formulated in 6 (six) strategic programs namely; first, Exploring, studying and developing the local potential of the village both in terms of commodities and the local cultural system of the community. Second, village institutional arrangements and stakeholders involved in managing village funds through increased resources and more modern capacities. Third, Increase the accountability and integrity of managers both village officials and all stakeholders involved (DD technical manager, BUMDes Management, BPMD, LPM, and Assistance). Fourth, Increase village health insurance and participation in management both in the planning process (Preparation of APBDes, Implementation, and monitoring and evaluation). Fifth, Increase partnership and cooperation with other parties, both the private sector and universities / academies / vocation institutions. Sixth, Strengthening the local level regulatory system in particular is related to a more detailed description of the surveillance system specially those who are still weak.
TRADISI HEKOMBIA PADA MASYARAKAT DESA SOMBANO (1997-2019) taslim, taslim UHO; Hadara, Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i1.19067

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui muncul, jenis, tujuan, prosesi pelaksanaan dan struktur pelaksanaan serta alat dan bahan yang digunakan dalam tradisi hekombia pada masyarakat Desa Sombano Kecamatan Kaledupa. Penelitian merupakan penelitian sejarah dengan metode pengumpulan data yang  atas 3 tahap yaitu, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Latar belakang tradisi hekombia yaitu kebiasan masyarakat Desa Sombano yang ingin berobat untuk menyembuhkan penyakit dengan cara berdoa dibatu. Batu tersebut merupakan tempat dimana seseorang yang penuh dengan penyakit pernah tinggal dan masyarakat sombano meyakini bahwa penyakit yang ada berasal dari tempat itu. (2) Jenis dan tujuan pelaksanaan tradisi hekombia yaitu yang pertama berobat meminta untuk menyembuhkan penyakit yang sedang dialami tujuan selanjutnya cocok dengan tempatnya, akan tetapi masih dengan tujuan yang sama yakni berobat, dan terakhir yaitu salah bicara atau berjanji apabila sudah berjanji akan ketempat hekombia tetapi tidak dilaksanakan maka orang tersebut akan terkena musibah. (3) Proses pelaksanaan dalam tradisi hekombia membutuhkan waktu dua hari sebelum pelaksanaan untuk menyiapkan bahan-bahan serta alat-alat yang akan digunakan, untuk ketempat berobat membutuhkan waktu 30 menit setelah menyiapkan bahan-bahan maka dilaksanakanlah trdisi hekombia. (4) Sturuktur pelaksanaan tradisi Hekombia terdiri dari 7 struktur, yaitu: Menyembelih ayam yang dibawah dan memisahkan kakinya, ujung sayap, serta ususnya, memasang daun kelapa muda pada rumah-rumah kecil tempat Hekombia, meletakan bahan-bahan yang sudah disiapkan ketempat sesajen (harua), menyiapkan bahan-bahan yang akan dibawah ketempat Hekombia, tade sangka, hekombi (berobat), joa bala (doa Makan bersama dan membersihkan). (5) Bahan, alat, dan fungsinya dalam tradisi hekombia yaitu: satu ekor ayam, kue kalo-kalo, dua piring nasi, telur, pisang goreng, kue cucur, kue waji, daun kelapa muda, ketupat, ikan usu-usu, peralatan dupa, daun siri, dua batang rokok, daun pisang, bara api, dan pisau.Kata Kunci: Jenis, Tujuan, Prosesi, Struktur, Hekombia

Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue