cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 12 Documents clear
Penerapan Model Inquiry Learning Berbantuan Media Animasi Interaktif Terhadap Pemahaman Matematis Ditinjau dari Self Confidence Siswa MTs Pesri Kendari Poerwanto, Poerwanto; Busnawir, Busnawir; Ili, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.883 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7150

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman matematis siswa setelah diajar dengan model Inquiry Learning berbantuan Media Animasi Interaktif (IL-MAI) dan model Inquiry Learning (IL) dan Pengaruh pemahaman matematis siswa yang diajar dengan model IL-MAI dan model IL ditinjau dari self confidence siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Pesri Kendari tahun 2017/2018. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan pemberian angket self confidence dan tes pemahaman matematis berbentuk tes uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh kesimpulan: 1) ada peningkatan pemahaman matematis siswa yang signifikan setelah diajar dengan model inquiry learning berbantuan Media Animasi Interaktif (IL-MAI) pada MTs Pesri Kendari; 2) ada peningkatan pemahaman matematis siswa yang signifikan setelah diajar dengan pembelajaran saintifik pada MTs Pesri Kendari; 3) Rerata peningkatan pemahaman matematis siswa yang diajar dengan model IL-MAI secara signifikan lebih baik dibanding siswa yang diajar dengan model IL pada MTs Pesri Kendari; 4) ada perbedaan pengaruh pemahaman matematis yang siginifikan antara siswa yang diajar menggunakan model IL-MAI dengan siswa yang diajar menggunakan model IL-MAI ditinjau dari setiap tingkatan self confidence pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di MTs Pesri Kendari tahun pelajaran 2017/2018.Kata kunci: Inquiry learning, pemahaman matematis, self confidence Abstract: This study aims to analyze an increase in students' mathematical understanding after being taught with Inquiry Learning models assisted by Interactive Animation Media (IL-MAI) and Inquiry Learning (IL) models and Effect of mathematical understanding of students taught with IL-MAI models and IL models in terms of student self confidence. The population of this study is class VIII MTs Pesri Kendari in 2017/2018. The sampling technique is purposive sampling. The data collection technique was carried out by giving self confidence questionnaires and mathematical understanding tests in the form of description tests. The data analysis technique uses descriptive and inferential statistics. Based on the results of the analysis and discussion concluded: 1) there is a significant increase in students' mathematical understanding after being taught with a model of learning inquiry assisted by Interactive Animation Media (IL-MAI) in MTs Pesri Kendari; 2) there is a significant increase in students' mathematical understanding after being taught with scientific learning in MTs Pesri Kendari; 3) The mean increase in mathematical understanding of students taught with IL-MAI models was significantly better than students taught with IL models on MTs Pesri Kendari; 4) there are differences in the influence of significant mathematical understanding between students taught using IL-MAI models and students taught using IL-MAI models in terms of each level of self confidence in the material Build Flat Side Space in MTs Pesri Kendari school year 2017/2018. Keywords: Inquiry learning, mathematical understanding, self confidence
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Perbedaan Gender Ulfa Sari, Dian; Adam, Pasrun; Kodirun, Kodirun; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.913 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi matematis pada siswa perempuan dan siswa laki-laki dengan gaya belajar auditori kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa perempuan dengan gaya belajar auditori pada konten quantity, siswa belum mampu menggunakan alat matematika; pada bagian space and shape, siswa mampu melalui semua proses dalam literasi matematis; pada bagian change and relationships, siswa belum mampu melalui tahap merumuskan dan merencanakan strategi, memahami bahasa, menggunakan simbol dan melakukan operasi formal, serta belum mampu menggunakan alat matematika;  (2) Siswa laki-laki dengan gaya belajar auditori pada bagian quantity, siswa belum mampu melalui tahap matematisasi, merumuskan dan merencanakan strategi, dan menggunakan alat matematika; pada bagian space and shape dan change and relationships siswa mampu melalui semua proses dalam literasi matematis.Kata kunci: Kemampuan Literasi Matematis, Gaya Belajar Auditori, Gender  Abstract: The purpose of this study was to find out the mathematical literacy abilities of male and female students with auditory learning style eight class Kendari State Middle School 2. The research method used in this study is exploration research with a qualitative approach. The results showed that, 1) Female students with auditory learning style on the content quantity, students have not been able to go through the stages of use mathematical tools; In space and shape, students are able to go through all the processes in mathematical literacy; In change and relationship content students have not been able to go through the stages of , formulate and plane strategies, understand language, use symbols and carry out formal operations and use mathematical tools; (2) Male students with auditory learning style on the content quantity, students have not been able to go through the stage of  mathematics, formulating and planning strategies and being able to use mathematical tools; In space and shape and change and relationships students are able to go through all the processes in mathematical literacy. Keywords: Literacy on Math, Auditory Learning Style, Gender
Analisis Metakognisi Siswa dalam Memahami Konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Haryaty, Nur; Anggo, Mustamin; Lambertus, Lambertus
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.804 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7101

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis proses metakognisi yang dilakukan oleh siswa dalam memahami konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ditinjau dari kemampuan awal siswa. Proses metakognisi dalam penelitian ini yaitu suatu pengetahuan tentang kognisi siswa yang melibatkan kesadaran dan pengaturan berpikirnya dalam hal merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya, memantau (monitoring) proses berpikirnya dan mengevaluasi (evaluation) hasil berpikirnya. Subjek penelitian sebanyak 3 orang siswa yang terdiri dari Subjek Kategori Tinggi (SKT), Subjek Kategori Sedang (SKS), dan Subjek Kategori Rendah (SKR). Hasil penelitian menunjukkan proses metakognisi SKT meliputi merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya, memantau (monitoring) proses berpikirnya dan mengevaluasi (evaluation) hasil berpikirnya. Proses metakognisi SKS meliputi merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya, sedikit memantau (monitoring) proses berpikirnya dan mengevaluasi (evaluation) hasil berpikirnya. Proses metakognisi SKR meliputi merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya dan memantau (monitoring) proses berpikirnya.Kata Kunci: Metakognisi dan Pemahaman KonsepAbstract: This research is a qualitative descriptive study that aims to analyze the process of metacognition carried out by students in understanding the concept of a Two Variable Linear Equation System in terms of students' initial abilities. The process of metacognition in this study is a series of metacognitive activities carried out by students in applying the concept to problem solving. Metacognition activities are activities carried out by a person related to their awareness and cognition in solving problems which include planning, monitoring, and evaluation of their cognition. The subjects of this study were 3 students consisting of High Category Subjects, Medium Category Subjects, and Low Category Subjects. The results of the study show that high category subjects involve metacognition activities in all stages of conceptual application to problem solving. Medium category subjects do not involve metacognitive activities in all stages of the application of concepts to problem solving. Low Category Subjects do not involve metacognitive activities in all stages of the application of concepts to problem solving.Keywords: Metacognition and Concept Understanding
Efektivitas Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) Terintegrasi Metode Senam Otak (Brain Gym) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sari Baderuzzaman, Nurmalita; Samparadja, Hafiludin; Ruslan, Ruslan
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.276 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7151

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terintegrasi metode senam otak lebih tinggi dibandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung terintegrasi metode senam otak. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah purposive sampling dan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji hipotesis menggunakan uji independent t-test dari data N-Gain kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan peningkatan kemampun pemecahan masalah siswa yang diajar dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terintegrasi metode senam otak lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung terintegrasi metode senam otak. Hal ini berarti model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terintegrasi metode senam otak efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematika, model pembelajaran Missouri Mathematics Project, senam otak Abstract: This research was to know the increased students’s ability of mathematics problem solving which were taught by Missouri Mathematics Project which was integrated with Brain-Gym was highest than increasing students’s ability of mathematics problem solving which were taught by direct learning model which was integrated with Brain-Gym.The technique of collecting data in this research were purposive sampling and random sampling. The instrument of research were students’s observation sheet and test of problem solving. The data analysis used descriptive statistic and inferential with hypotheses test used independent t-testfrom N-Gain data of the ability of mathematics problem solving. The result of the research showed that significantly, the increased students’s ability of mathematics problem solving which were taught by Missouri Mathematics Project which was integrated with Brain-Gym was highest than increasing students’s ability of mathematics problem solving which were taught by direct learning model which was integrated with Brain-Gym. This case meant that Missouri Mathematics Project (MMP) which is integrated with Brain-Gym was effective to increase students’s ability of mathematics problem solving. Keywords: The ability of mathematics problem solving, Missouri Mathematics Project, Brain Gym
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Umrana, Umrana; Cahyono, Edi; Sudia, Muhammad
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.977 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7102

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari gaya belajar siwa. Untuk mempermudah pendeskripsian pemecahan masalah menggunakan pentahapan Polya yaitu (1) memahami masalah, (2) membuat rencana pemecahan maslah, (3) melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan (4) memeriksa kemabali hasil pemecahan masalah. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa yang masing-masing 1 siswa bergaya belajar visual, 1 siswa bergaya belajar auditorial dan 1 siswa bergaya belajar kinestetik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya belajar, tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang bergaya belajar visual menurut pentahapan Polya mampu dengan baik dalam memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali hasil jawaban, 2) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang bergaya belajar auditori menurut pentahapan Polya mampu dengan baik dalam memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah, 3) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang bergaya belajar kinestetik menurut pentahapan Polya mampu dengan baik dalam memahami masalah, dan membuat rencana pemecahan masalah, kurang mampu  melaksanakan rencana pemecahan masalah pada indikator kemampuan melakukan perhitungan sesuai dengan rumus yang diguanaka utamanya pada perkalian dan pembagian, serta kurang  mampu memeriksa kembali hasil pemecahan masalahKata kunci: Pemecahan Masalah Matematis Dan Gaya Belajar Abstract: This study aims to obtain data description of the ability to solve mathematical problems in terms of student learning styles. To simplify the description of problem solving using Polya's phasing, (1) understanding the problem, (2) devising a plan, (3) carrying out the plan, and (4) looking back. Sample of the study are 3 students, each of whom had 1 student in visual learning style, 1 student in auditory learning style and 1 student in kinesthetic learning style. Data were obtain by learning style questionnaires, written tests and interviews. The results of the study it can be concluded that: 1) Mathematical problem solving abilities of students who is in visual learning style according to Polya's phasing are able to understanding the  problem well, can devise a plan, can devising a plan, can carrying out the plan and can looking back, 2) The mathematical problem solving abilities of students who is auditory learning style according to Polya's phasing are able to understand problem, can devising a plan even though there is a wrong formula, can carrying out the plan and can looking back, 3) Mathematical problem solving abilities of students who is kinesthetik learning according to Polya's phasing are able to understand problem, can devising a plan even though there is a wrong formula, less able to implement carrying out the plan that are indicator calculation according to the formula which is particularly suitable for multiplication and divison, have not been able to re-examine the looking back. Keywords: Mathematical Problem Solving And Learning Style
Analisis Proses Berpikir Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Matematik Ditinjau Dari Gaya Kognitif Dan Gender Wahyuningsih, Sri; Sani, Asrul; Sudia, Muhammad
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.252 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7171

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses berpikir siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif dan gender. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data dan pengamatan dalam penelitian diketahui bahwa: 1) pada tahap memahami masalah ketiga subjek penelitian cenderung proses berpikir konseptual, dan untuk subjek impulsif laki-laki cenderung proses berpikir semikonseptual. 2) pada tahap merencanakan penyelesaian, keempat subjek penelitian cenderung proses berpikirnya konseptual. 3) pada tahap melaksanakan rencana, subjek reflektif laki-laki dan perempuan cenderung proses berpikirnya konseptual, hanya subjek reflektif perempuan diberi pertanyaan tambahan hingga menyadari kekeliruannya. Sedangkan subjek impulsif laki-laki dan perempuan cenderung proses berpikirnya semikonseptual karena kurang mampu dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari. 4) pada tahap memeriksa kembali, ketiga subjek penelitian cenderung proses berpikir konseptual sedangkan impulsif laki-laki cenderung proses berpikirnya semikonseptual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses berpikir siswa dalam memecahkan suatu masalah memiliki karakteristik yang berbeda dilihat dari gaya kognitif dan gender.Kata kunci: Proses berpikir matematik, Gaya Kognitif, Pemecahan Masalah Matematik, GenderAbstract: This study aims to examine the thinking process of junior high school students in solving mathematical problems in terms of cognitive style and gender. This type of research is exploratory research with a qualitative approach. The data analysis technique in this study consisted of three stages: (1) data reduction, (2) data presentation (3) interpretation and conclusion. Based on the results of data analysis and observations in the study, it was found that: 1) at the stage of understanding the problems, the three research subjects tended to involve conceptual thinking processes, and male impulsive subjects tended to involve semiconseptual thinking processes. 2) at the stage of planning completion, the four research subjects tended to involve conceptual thinking processes. 3) at the stage of carrying out the plan, male and female reflective subjects tended to involve conceptual thinking processes, only the reflective subjects women were given additional questions to realize their mistakes. In addition, impulsive subjects of men and women tended to involve semiconseptual thinking processes because they were less able to solve problems using concepts that had been learned. 4) at the re-examination stage, the three research subjects tended to involve conceptual thinking processes while impulsive men tended to involve semiconseptual thinking processes. Therefore, it can be concluded that the students thinking process in solving mathematical problems can vary depending on cognitive style and gender. Keywords: Mathematical Thingking Process, Cognitive Style, Mathematical Problem Solving, Gender
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sri Rahayu, Deti; Jafar, Jafar; Baharuddin, Baharuddin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.912 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7103

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran make a match. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Toari yang terdiri dari 3 kelas paralel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berbentuk tes uraian dan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match.Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Model  Pembelajaran Make a Match. Abstract: The purpose of this research is to knowing: (1) meroving ability the problem solving mathematical student who was teaching with the lesson model make a match. Population this research are all student VII class at Smpn 2 Toari who have consist of 3 paralel class. To take sample of this research are using purposive sampling. Technique of to taking data is giving test about ability the problem solving mathematical student as essay test and observation sheet. The analysis data using of descriptive statistics and inferential statistics with hypothesis test using of uji paired sample t-test. The result of this research show that. (1) there was improving ability the problem solving mathematical student after teach with lesson model kooperatif type by make a match. Keywords: Mathematical Problem Solving Ability, Make A Match Learning Model
Eksplorasi Etnomatematika Pernikahan (Kawia’a) Masyarakat Binongko Setiyawan, Wa Ode Nining; Kadir, Kadir; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.042 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalasis etnomatematika yang terkandung pada pernikahan (kawia’a) masyarakat Binongko. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan perpanjangan keikutsertaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam kawia’a terdapat beberapa konsep matematika: (a) Konsep rasio; (b) Konsep proporsi; (c) Konsep perkalian; (d) Konsep kelipatan; (e) Konsep relasi dan fungsi; (f) Konsep bilangan ganjil; (g) Konsep penjumlahan; (h) Konsep pembagian; (i) Konsep bentuk lingkaran; (j) Konsep persegi panjang; (k) Konsep  bentuk segi enam; (l) Konsep bentuk trapesium; (m) Konsep bentuk tabung. Konsep yang terkandung dalam kawia’a masyarakat Binongko tersebut belum digunakan dalam pembelajaran di sekolah.Kata kunci: Etnomatematika, Kawia’a
Analisis Metakognisi Dalam Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Rachmady, Rasdiana; Anggo, Mustamin; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.458 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6927

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana proses metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa kelas VIII yang terdiri dari satu siswa kategori tinggi, satu siswa kategori sedang, dan satu siswa kategori rendah dalam pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Siswa kategori tinggi pada semua tahap pemecahan masalah melibatkan aktivitas metakognisi yakni planning, monitoring, dan reflection. 2) Siswa kategori sedang pada beberapa tahap pemecahan masalah melibatkan aktivitas metakognisi yakni planning, monitoring, dan reflection, namun pada tahap membuat rencana pemecahan subjek tidak melibatkan aktivitas metakognisi monitoring. 3) Siswa kategori rendah pada tahap membuat rencana pemecahan subjek tidak melibatkan aktivitas metakognisi monitoring dan reflection. Pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengevaluasi pemecahan masalah subjek tidak melibatkan aktivitas metakognisi planning, serta subjek sangat kurang dalam hal perhitungan.Kata kunci: Metakognisi, Pemecahan Masalah Abstract: The purpose of this study was to analyze how students' metacognition processes solve mathematical problems in class VIII of SMP Negeri 9 Kendari. This type of research is exploratory research with a qualitative approach. The subjects in this study were three class VIII students consisting of one high category student, one medium category student, and one low category student in problem solving. The results of this study indicate that, 1) High category students at all stages of problem solving involve metacognition activities namely planning, monitoring, and reflection. 2) Medium category students at several stages of problem solving involve metacognition activities namely planning, monitoring, and reflection, but at the stage of making a plan for solving the subject does not involve monitoring metacognition activities. 3) Low category students at the stage of making plans for solving the subject do not involve monitoring and reflection metacognition activities. At the stage of implementing the problem solving plan and evaluating problem solving the subject does not involve planning metacognition activities, and the subject is very lacking in terms of calculations. Keywords: Metacognition, Problem Solving
Studi Eksploratif Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMPN 1 Kendari dalam Menyelesaikan Masalah Matematik Ditinjau dari Gaya Kognitif Indrawati, Wa Ode; Kodirun, Kodirun; Mukhsar, Mukhsar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.194 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7144

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan profil kemampuan  representasi matematis siswa SMPN 1 Kendari ditinjau dari gaya kognitif impulsif dan untuk mengungkapkan profil kemampuan representasi matematis siswa SMPN 1 Kendari ditinjau dari gaya kognitif reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Siswa yang bergaya kognitif impulsif belum mampu membuat representasi simbolik yakni belum mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis, belum mampu membuat representasi gambar yakni belum mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dan belum mampu membuat representasi verbal yakni belum mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis; (b) Siswa yang bergaya kognitif reflektif mampu membuat representasi verbal yakni mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis, belum mampu membuat representasi gambar yakni belum mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dan tidak mampu membuat reprsentasi simbolik yakni tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis.Kata kunci: Kemampuan Representasi Matematis, Gaya Kognitif Abstract: Objective of the study was to disclose students’ mathematical representation ability profile viewed from impulsive cognitive style and to disclose students’ mathematical representation ability profile in terms of reflective cognitive style. The results showed that: (a) Students with impulsive cognitive style are unable to create symbolic representations, such as making mathematical expression models, are unable of making image representations, such as drawing pictures or graphics to solve problems, and are unable of making verbal representation such as using written words or texts; (b) Students with cognitive reflective style are able to make verbal representations such as using written words or texts, are able of making image representations, such as making pictures or graphics, and are unable to make symbolic representations, such as solving problem by making a mathematical expression model. Keywords: Mathematical Representation Ability, Cognitive Style

Page 1 of 2 | Total Record : 12