cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Formulasi dan Karakterisasi Buccal Film Salbutamol Sulfat Mairi, Devita Suba; Wulan, Ismar; Handayani, Lili
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.925 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4640

Abstract

Buccal film merupakan salah satu sistem penghantaran obat melalui jaringan rongga mulut. Mukosa bukal memiliki aksesibilitas yang sangat baik, yang menyebabkan akses langsung ke sirkulasi sistemik melalui vena jugularis internal yang dilewati obat-obatan dari metabolisme pertama di kelenjar hati. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan buccal film salbutamol sulfat, dan mengetahui karakteristik sediaan buccal film salbutamol sulfat, serta mengetahui pelepasan in vitro sediaan buccal film salbutamol sulfat.  Buccal film salbutamol sulfat dibuat dengan variasi perbandingan HPMC K15M:Na.CMC yaitu 1:2, 1:1 dan 2:1. Semua formula memiliki karakterisasi yang tidak jauh berbeda yaitu transparan, memiliki daya tahan lipat yang ideal serta pH yang sesuai.Kata kunci: buccal film, salbutamol sulfat, HPMC, in vitro
Uji Toksisitas Akut dan Gambaran Histopatologi Hepar Mencit yang Diberi Ekstrak Terpurifikasi Daun Galing (Cayratia trifolia L. Domin) Yusuf, Muhammad Ilyas; Wulaisfan, Randa; Haswika, Haswika; Wahyuni, W
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.726 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4623

Abstract

Daun galing memiliki manfaat sebagai antidiabetik, hepatoprotektor, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai antioksidan, antivirus, antibakteri dan antikanker. Keamanan adalah suatu syarat penting yang harus dimiliki suatu obat, oleh karena itu perlu dilakukan uji untuk mengetahui keamanan pemanfaatan daun galing perlu diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui LD50  ekstrak terpurifikasi daun galing  dan mengetahui gambaran histopatologi hepar mencit setelah pemberian ekstrak terfurifikasi daun galing. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental, dengan rancangan  Post test only controlled group design yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan, terdiri dari kelompok kontrol negatif yang diberi Na CMC 0,5% , kelompok perlakuan yang diberi ekstrak terpurifikasi daun galing 50 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, 5.000 mg/kgBB dan 50.000 mg/kgBB, tiap kelompok perlakuan yang terdiri atas 4 ekor mencit . Hasil penelitian menunjukkan ekstrak terpurifikasi daun galing bersifat sangat toksik berdasarkan klasifikasi toksisitas dengan nilai LD50  499,9 mg/kgBB, dengan gambaran histopatologi hepar mencit pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 5.000 dan 50.000 (mg/kgBB) menunjukkan adanya kerusakan sel hepar, sedangkan pada kelompok perlakuan dosis 50, 500 (mg/kgBB) dan kontrol negatif tidak mengalami kerusakan (nekrisis) sel hepar. Kata Kunci: Daun galing, purifikasi, histopatologi hepar, toksisitas, mencit
Efek Ansiolitik Ekstrak Etanol Kangkung Air (Ipomea aquatica) dalam Mengurangi Perasaan Cemas Rahangga, Dewa Gede Oka; Hair, La; Sasmita, Wa Ode Indri; Sahidin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.367 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4632

Abstract

Kecemasan dialami ketika berpikir tentang sesuatu tidak menyenangkan yang akan terjadi. Hal tersebut merupakan salah satu pendorong seseorang untuk menggunakan obat sedatif maupun NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain). Salah satu alternatif mengatasi kecemasan yaitu dengan mengkonsumsi sayuran yang mengandung senyawa berefek ansiolitik seperti kuersetin, misalnya Kangkung air. Metode yang digunakan meliputi maserasi, pengujian aktivitas menggunakan Elevated Plus Maze Test dan Light and Dark (LD), analisis data dengan One Way ANOVA dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit yang diinduksi ekstrak kangkung air memiliki nilai rata-rata pada lengan terbuka EPM tidak jauh berbeda antara sampel dengan kontrol positif yaitu -0,333 detik, serta pada Dark  and Light Model kelompok sampel memiliki waktu rata-rata berada di area terang tidak jauh berbeda dengan kontrol positif yaitu  -24,333 detik. Berdasarkan perubahan perilaku hewan uji menunjukkan perilaku menurunnya kecemasan dengan lebih banyak berada di lengan terbuka dan area terangKata kunci: kangkung air, ansiolitik, kecemasan, flavonoid, mencit
Isolasi dan Karakterisasi Enzim Selulase dari Keong Sawah Pila ampullaceal Menggunakan Substrat Serbuk Gergaji Kayu Hamzah, Hasty
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.667 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4626

Abstract

Enzim selulase adalah enzim yang berperan dalam katalisis reaksi hidrolisis selulosa menjadi glukosa. Enzim ini dapat diisolasi dari keong sawah Pila ampullacea menggunakan substrat selulosa alami dari serbuk gergaji kayu.Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan menentukan kondisi optimum selulase dari keong sawah. Penelitian diawali dengan persiapan substrat serbuk gergaji dengan cara delignifikasi menggunakan NaOH 2%. Selanjutnya mengisolasi enzim selulase dari hepatopankreas keong sawah melalui teknik destruksi, homogenisasi dan sentrifugasi. Penelitian dilanjutkan untuk memurnikan selulase melalui pengendapan protein selulase menggunakan amonium sulfat (NH4)2SO4 pada berbagai tingkat kejenuhan 10%, 20%, 30%, 40%, 60%, 80%. Pemurnian tahap berikutnya dilakukan dengan cara dialisis menggunakan membran selofan. Aktivitas selulase diperoleh dengan menghitung kadar glukosa sebagai produk hidrolisis dari substrat selulosa (serbuk gergaji) menggunakan metode Nelson-Somogy, sedangkan kadar protein ditentukan dengan metode Lowry dengan menggunakan bovine serum albumin (BSA) sebagai standar. Enzim selulase dari keong sawah mencapai aktivitas maksimum pada kondisi optimum: konsentrasi substrat (serbuk gergaji) 2% (b/v), pH 5,8, suhu 40 ᵒC, konsentrasi enzim 7,2 mg/mL. Kata Kunci: Selulase, keong sawah, Pila ampullacea, serbuk gergaji, isolasi, karakterisasi
Formulasi Hair Tonic Ekstrak Buah Mentimun (Cucumis sativus) sebagai Solusi Ketombe dan Rambut Rontok pada Wanita Berhijab Desriani, D; Azizah, Nur; Wahyuni, Ririn; Putri, Andi Eka Purnama
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.636 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4633

Abstract

Penggunaan hijab dahulu hanya dianggap sebagai item yang 'ketinggalan zaman', namun berbeda dengan saat ini. Hijab kini telah dijadikan sebagai salah satu item fashion wajib yang dikenakan oleh sebagian besar wanita muslim di Indonesia. Meskipun populasinya semakin meningkat, namun peningkatan ini tidak diimbangi dengan perawatan khusus rambut yang tertutup di balik hijab, karena sering mengalami masalah rambut akibat nutrisi shampo yang kurang mendukung bagi wanita berhijab, sehingga diperlukan suatu perawatan khusus selain shampoo untuk mengatasi masalah ini. Produksi buah mentimun yang cukup tinggi di Indonesia masih belum sebanding dengan pemanfaatan buah mentimun itu sendiri, mentimun umumnya hanya dikonsumsi di kalangan masyarakat, padahal ekstrak buah mentimun kaya akan metabolit sekunder seperti sulphur dan silikon yang dapat digunakan untuk menstimulasi pertumbuhan rambut dan menutrisi rambut rontok pada wanita  berhijab. Penelitian diawali dengan pembuatan hair tonic dengan menggunakan bahan yaitu ekstrak mentimun (C. sativus) 25%, dan bahan tambahan seperti etanol 96 %, menthol, propilenglikol, metil paraben, natrium metabisulfit, akuades, dengan berbagai konsentrasi. Setelah pembuatan hair tonic maka dilakukan beberapa evaluasi fisik pada sediaan untuk melihat kestabilannya pada masing-masing konsentrasi untuk memenuhi persyaratan sediaan hair tonic dan mengatasi masalah pada rambut berhijab.Kata Kunci: Ketombe, hair tonic, mentimun, hijab, kosmetik
Profil Fitokimia Ekstrak Etanol Bunga Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L) yang Berpotensi Sebagai Antimalaria Hamsidi, Rini
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

ABSTRAKBunga Kasumba turate (Carthamus tinctorius Linn) dari suku Asteraceae merupakan tumbuhan obat tradisional etnis Sulawesi Selatan yang secara empiris digunakan dalam pengobatan campak. Ekstrak etanol dari kasumba turate memberikan peningkatan aktivitas imunoglobulin G (IgG) dan  aktivitas imunoglobulin A (IgA) yang sangat signifikan. Penelitian menunjukkan ekstrak etanol bunga C. Tinctorius L memiliki potensi sebagai antimalaria secara in vitro dengan nilai IC50 sebesar 1,06 µg/ml. Sampel bunga C. tinctorius L. kering sebanyak 3 Kg dicacah hingga menjadi serbuk sebanyak 870 gram kemudian diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Hasil maserasi dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator pada suhu 50°C sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 178,7gram. Profil fitokimia menunjukkan ekstrak etanol bunga C. tinctorius L. mengandung senyawa metabolit antara lain saponin, terpenoid, flavonoid, tanin dan antrakuinon. Keywords : Antimalaria, in vitro , Carthamus tinctorius L, Obat tradisional, Kasumba turate
Optimasi Formula Gel Serbuk Getah Ashitaba (Angelica keiskei Koidzumi) dan Uji Aktivitas Terhadap Lama Penyembuhan Luka Eksisi pada Kelinci Ittiqo, Dzun Haryadi; Wahid, Abdul Rahman
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

Abstrak Luka eksisi adalah luka yang diakibatkan terpotongnya jaringan oleh goresan benda tajam. Senyawa golongan flavonoid telah dibuktikan secara pre klinis bisa mempercepat penyembuhan luka. Ashitaba mengandung senyawa golongan flavonoid. Sehingga diperkirakan memiliki potensi sebagai obat penyembuh luka. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, getah ashitaba dibuat sediaan serbuk kering. Optimasi formula gel serbuk getah ashitaba menggunkan metode D-optimal design dengan Software Design Exspert versi 7.1.5. Komponen yang dioptimasi adalah formula standar gel basis natrium karboksimetil selulosa (Na-CMC) dan propilenglikol, respon yang dinilai adalah daya lekat, daya sebar dan pH. Formula optimum yang didapatkan diuji stabilitas. Selanjutnya dilakukan uji efektivitas formula optimum gel terhadap lama penyembuhan luka eksisi pada kelinci. Hewan uji dibagi dalam tiga kelompok penelitian yaitu kelompok kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (betadin salap 10%) dan perlakuan menggunakan formula optimum gel serbuk getah ashitaba. Punggung kelinci dibuat luka eksisi sepanjang 3 cm, luka diolesi sampel uji sebanyak tiga kali sehari selama 7 hari. Pengamatan dilakukan dengan mengukur panjang luka selama perlakuan. Data diuji statistik dengan metode ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD (Last significant different). Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi CMC-Na dan propilenglikol mempengaruhi pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan porsentase formula optimum bahan teroptimasi gel serbuk getah ashitaba yang dihasilkan untuk CMC-Na dan Propilenglikol masing-masing adalah 4,617% dan 10,383% dengan parameter nilai mutu fisik untuk pH 6,08, daya sebar 5,85 cm2, daya lekat 90,44detik. Gel menunjukkan stabiilitas selama proses penyimpanan serta berpotensi sebagai alternative obat luka eksisi.Kata kunci: gel, getah ashitaba, luka eksisi, flavonoid
Karakaterisasi dan Uji Aktivitas Antioksidan serta Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Kulit Batang Kapuk Randu (Ceiba petandra L. Gaertn) Yamin, Yamin; Hamsidi, Rini; Sabarudin, Sabarudin; Nasria, Nasria
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

AbstrakAntioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas dalam tubuh. Radikal   bebas    dapat    menginduksi    penyakit kanker, aterosklerosis, dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi ekstrak, serta menguji potensi antioksidan dan menentukan kadar fenolik total ekstrak etanol kulit batang kapuk randu (Ceiba petandra L Graetn). Aktivitas antioksida ditentukan dengan uji penangkal radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil). Kandungan fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteau menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Ceiba petandra L Graetn mengandung metabolit sekunder yang terdiri dari alkaloid, flavonoid, fenol tannin dan saponin, memiliki potensi antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 26,06 µg/mL, serta memiliki kadar fenolik total sebesar 43,063 µg/mLKata Kunci : Antioksidan, kulit batang Kapuk Randu, DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil)
Efek Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L.) pada Tikus Jantan Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Paracetamol (Kajian Aktivitas Enzim Katalase, SGOT dan SGPT) Wahid, Abdul Rahman; Safwan, Safwan
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

Abstrak Ekstrak daun gaharu (Aquilaria malaccensis L.) mengandung metabolit sekunder flavonoid yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan yang dapat melindungi kerusakan hati. Kerusakan hati selain disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus dan bakteri juga dapat disebabkan oleh obat-obatan dalam dosis toksik seperti parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek ekstrak etanol daun gaharu terhadap aktivitas enzim katalase, SGOT dan SGPT tikus putih galur SD (Sprague Dawley) yang diinduksi parasetamol. Penelitian ini menggunakan metode true eksperimental dengan rancangan penelitian post test control group design terdiri dari 5 kelompok perlakuan, yang terdiri dari kelompok kontrol normal yang diberi Na-CMC 0,5%, kelompok kontrol negatif (parasetamol 180 mg/kgBB), dan kelompok perlakuan ekstrak dosis 10 mg/kgBB, 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 7 hari berturut-turut dan pada hari ke-8 dilakukan pengambilan darah melewati vena mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak 100 mg/kgBB dapat mempengaruhi aktivitas enzim katalase tertinggi sebesar (47,500±0.0600) dan mampu mempengaruhi efek aktivitas enzim SGOT dan SGPT terendah sebesar 98,3 ± 47,8 IU/L dan 34,3 ± 8,02 IU/L pada hepar yang diinduksi parasetamol.Kata kunci: Gaharu, Aqualaria malaccensis, katalase, SGOT, SGPT
Uji Efek Antihiperlipidemia Ekstrak Etanol Batang Tumbuhan Bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) pada Mencit Jantan Galur Balb-C Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin; Rustam HN, Muhammad; Malaka, Muhammad Hajrul; Yusuf, Muhammad Ilyas; Poko, Feny Rizkia
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

Abstrak Hiperlipidemia adalah penyakit kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar kolesterol total, LDL (Low Density Lipoprotein), trigliserida, dan penurunan kadar HDL (High Density Lipoprotein) di dalam darah, serta penyebab terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperlipidemia dari ekstrak etanol batang tanaman bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) pada mencit jantan galur Balb-C. Sebanyak 42 ekor mencit jantan galur Balb-C dibagi secara acak ke dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kelompok kontrol induksi MDLT, kelompok kontrol dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok pembanding (simvastatin). Kelompok kontrol normal hanya diberikan makanan standar (pellet). Kelompok kontrol induksi MDLT, dosis I, dosis II, dosis III, dan pembanding (simvastatin) diberikan Makanan Diet Lemak Tinggi (kuning telur 80%, sukrosa 15%, lemak sapi 5% dan PTU 25 mg/ml). Setelah 2 minggu pemberian, ditambahkan berturut-turut Na-CMC 0,5% ekstrak dengan dosis 1,36 mg/gBB, 4,09 mg/gBB, 7,28 mg/gBB, dan simvastatin 0,1 mg/gBB pada kelompok kontrol dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok pembanding (simvastatin). Setelah 1 minggu perlakuan, dilakukan pengambilan darah pada vena aorta dan penetapan kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar HDL dan kadar LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang tanaman bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) memiliki efek antihiperlipidemia pada dosis 4,09 mg/gBB ditinjau dari penurunan kadar kolesterol total, kadar trigliserida, peningkatan kadar HDL dan dosis III 7,28 mg/gBB ditinjau dari penurunan kadar LDL.Kata kunci: Bambu-bambu, HDL, LDL, hiperlipidemia, mencit.

Page 6 of 14 | Total Record : 134