cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Galing (Cayratia trifolia L.): Sebuah Kajian Biologi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Feriadi, Eva; Muhtadi, Ahmad; Berliana, Melisa Intan
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

Abstrak Galing (Cayratia trifolia L.) merupakan salah satu tumbuhan liar yang mayoritas terdapat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Galing secara empiris telah banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Hampir semua bagian dari tumbuhan galing dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan aktivitas farmakologis dari tumbuhan galing. Oleh karena itu, tinjauan ini bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai tumbuhan galing, baik secara biologi, fitokimia maupun aktivitas farmakologisnya.Kata kunci: Herbal, galing, Cayratia trifolia, obat tradisional, farmakologi
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Antijerawat Ekstrak Etanol Terpurifikasi Daun Sirih (Piper betle L.) Dengan Basis Vanishing Cream Terhadap Propionibacterium acne Nuralifah, Nuralifah; Armadany, Fery Indradewi; Parawansah, Parawansah; Pratiwi, Aulif
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

AbstrakJerawat merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan adanya peradangan yang disertai penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dalam kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acne. Salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat jerawat adalah daun sirih. Daun sirih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dipurifikasi dari klorofilnya dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri terhadap ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dan sediaan krim dengan basis vanishing cream terhadap bakteri P. acne dengan metode sumuran. Uji stabilitas fisik sediaan krim meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, pH, dan tipe krim m/a.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dengan konsentrasi 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% memiliki daya hambat yang sedang, 1,5% dan 2% memiliki daya hambat pertumbuhan P. acne yang kuat. Konsentrasi ekstrak dalam pembuatan krim antijerawat dengan basis vanishing cream sebesar 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% dan 1,5% memiliki daya hambat yang sedang, 2% memiliki daya hambat yang kuat sedangkan kontrol positif (asam retinoat) yang digunakan memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan P. acne. Krim antijerawat dengan basis vanishing cream dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki aktivitas antibakteri yang paling baik terhadap P. acne.Kata kunci: Antibakteri, Daun Sirih, Krim Antijerawat Tipe m/a, Propionibacterium acne.
Uji Efek Antihiperlipidemia Ekstrak Etanol Batang Tumbuhan Bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) pada Mencit Jantan Galur Balb-C Wahyuni, W; Sahidin, S; Rustam HN, Muhammad; Malaka, Muhammad Hajrul; Yusuf, Muhammad Ilyas; Poko, Feny Riskiana
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.692 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6260

Abstract

Hiperlipidemia adalah penyakit kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar kolesterol total, LDL (Low Density Lipoprotein), trigliserida, dan penurunan kadar HDL (High Density Lipoprotein) di dalam darah, serta penyebab terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperlipidemia dari ekstrak etanol batang tanaman bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) pada mencit jantan galur Balb-C. Sebanyak 42 ekor mencit jantan galur Balb-C dibagi secara acak ke dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kelompok kontrol induksi MDLT, kelompok kontrol dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok pembanding (simvastatin). Kelompok kontrol normal hanya diberikan makanan standar (pellet). Kelompok kontrol induksi MDLT, dosis I, dosis II, dosis III, dan pembanding (simvastatin) diberikan Makanan Diet Lemak Tinggi (kuning telur 80%, sukrosa 15%, lemak sapi 5% dan PTU 25 mg/ml). Setelah 2 minggu pemberian, ditambahkan berturut-turut Na-CMC 0,5% ekstrak dengan dosis 1,36 mg/gBB, 4,09 mg/gBB, 7,28 mg/gBB, dan simvastatin 0,1 mg/gBB pada kelompok kontrol dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok pembanding (simvastatin). Setelah 1 minggu perlakuan, dilakukan pengambilan darah pada vena aorta dan penetapan kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar HDL dan kadar LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang tanaman bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) memiliki efek antihiperlipidemia pada dosis 4,09 mg/gBB ditinjau dari penurunan kadar kolesterol total, kadar trigliserida, peningkatan kadar HDL dan dosis III 7,28 mg/gBB ditinjau dari penurunan kadar LDL.Kata kunci: bambu-bambu, Polygonum, HDL, LDL, hiperlipidemia, fitosterol
Karakterisasi dan Uji Aktivitas Antioksidan serta Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Kulit Batang Kapuk Randu (Ceiba petandra L. Gaertn) Yamin, Y; Hamsidi, Rini; Nasria, N; Sabarudin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.78 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6277

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas dalam tubuh. Radikal    bebas    dapat    menginduksi    penyakit kanker, aterosklerosis, dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi ekstrak, serta menguji potensi antioksidan dan menentukan kadar fenolik total ekstrak etanol kulit batang kapuk randu (Ceiba petandra L Graetn). Aktivitas antioksida ditentukan dengan uji penangkal radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil). Kandungan fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteau menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang C. petandra L Graetn mengandung metabolit sekunder yang terdiri dari alkaloid, flavonoid, fenol tannin dan saponin, memiliki potensi antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 26,06 µg/mL, serta memiliki kadar fenolik total sebesar 43,063 µg/mLKata kunci: Antioksidan, kulit batang Kapuk Randu, DPPH
Galing (Cayratia trifolia L.): Sebuah Kajian Biologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi Feriadi, Eva; Muhtadi, Ahmad; Barliana, Melisa Intan
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.336 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6256

Abstract

Galing (Cayratia trifolia L.) merupakan salah satu tumbuhan liar yang mayoritas terdapat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Galing secara empiris telah banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Hampir semua bagian dari tumbuhan galing dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan aktivitas farmakologis dari tumbuhan galing. Oleh karena itu, tinjauan ini bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai tumbuhan galing, baik secara biologi, fitokimia maupun aktivitas farmakologisnya.Kata kunci: Herbal, galing, Cayratia trifolia, obat tradisional, farmakologi
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Anti Jerawat Ekstrak Etanol Terpurifikasi Daun Sirih (Piper betle L.) dengan Basis Vanishing Cream Terhadap Propionibacterium acne Nuralifah, N; Armadany, Fery Indradewi; Parawansah, P; Pratiwi, Aulif
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.609 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6261

Abstract

Jerawat merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan adanya peradangan yang disertai penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dalam kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acne. Salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat jerawat adalah daun sirih. Daun sirih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dipurifikasi dari klorofilnya dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri terhadap ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dan sediaan krim dengan basis vanishing cream terhadap bakteri P. acne dengan metode sumuran. Uji stabilitas fisik sediaan krim meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, pH, dan tipe krim m/a.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih terpurifikasi dengan konsentrasi 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% memiliki daya hambat yang sedang, 1,5% dan 2% memiliki daya hambat pertumbuhan P. acne yang kuat. Konsentrasi ekstrak dalam pembuatan krim antijerawat dengan basis vanishing cream sebesar 0,5% memiliki daya hambat yang lemah, 1% dan 1,5% memiliki daya hambat yang sedang, 2% memiliki daya hambat yang kuat sedangkan kontrol positif (asam retinoat) yang digunakan memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan P. acne. Krim antijerawat dengan basis vanishing cream dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki aktivitas antibakteri yang paling baik terhadap P. acne.Kata kunci: Anti jerawat, daun sirih, krim m/a, Propionibacterium, antibakteri
Pelayanan Informasi Obat Pada Kader Puskesmas dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Pada Anak Sekolah di Kota Kendari Ihsan, Sunandar; Sabarudin, S; Fitrawan, La Ode Muhammad; Nuralifah, N; Arba, Muhammad; Nurrokhmadhani, Wa Ode Sitti
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.66 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6278

Abstract

Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan Gunakan Simpan Buang)  metode Cara Belajar Insan Aktif/CBIA pada kader Puskesmas Mokoau dan sosialisasi bahaya Narkoba pada siswa sekolah menengah atas di Kota Kendari telah dilaksanakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi UHO. Tujuan dari kegiatan sosialisasi DAGUSIBU metode CBIA adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait cara penggunaan obat yang baik dan benar melalui komunitas tertentu di masyarakat, dan sosialisasi Narkoba bertujuan untuk memberi pengetahuan mengenai modus-modus penyebaran Narkoba serta bahaya dan bentuk-bentuk penyalahgunaan obat termasuk Narkoba jenis baru. Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU metode CBIA dilakukan pada Kader Puskesmas Mokoau berjumlah 22 orang dibagi dalam 4 kelompok dipandu oleh Master AoC Gema Cermat Kemenkes RI utusan Kota Kendari. Tahap, pertama pemberian penjelasan umum tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat/GEMA CERMAT dan DAGUSBU, kedua tiap peserta diberikan kuisioner pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum sosialisasi. Kegiatan inti adalah peserta mengelompokkan obat-obat yang diberikan dalam formulir yang telah dibagikan berdasarkan kandungan zat aktif untuk di identifikasi nama dagang, indikasi, efek samping dan kontraindikasi yang ada pada kemasan obat dengan di fasilitasi oleh seorang Apoteker. Kegiatan akhir adalah peserta mempresentasikan hasil diskusi salah satunya tentang tidak ada perbedaan antara obat generik dan bermerek pada kualitas dan efektivitasnya untuk indikasi penyakit yang sama. Selain itu pada cara penyimpanan harus sesuai bentuk sediaan obat dan pemusnahan obat yang di pisahkan dari kemasan primernya dengan cara ditanam dalam tanah. Posttest dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan setelah kegiatan. Sosialisasi Narkoba dilakukan di dilakukan di SMA 1 Kendari oleh 3 orang peserta 207 orang, SMA 4 Kendari oleh 4 orang apoteker dengan jumlah peserta 1669 orang, SMA 9 Kendari oleh 3 orang apoteker dengan jumlah peserta 916 orang, SMK 2 Kendari oleh 3 orang apoteker dengan jumlah peserta 324 orang dan SMK 4 Kendari oleh 3 Apoteker dengan jumlah peserta 579 orang. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Tenggara dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara.   Kata kunci: Dagusibu, CBIA, Narkoba, Gema Cermat, Farmasi, Halu Oleo
Aplikasi Kemometrik dalam Penentuan Mutu Tumbuhan Obat Shafirany, Mareetha Zahra; Susilawati, Yasmiwar; Musfiroh, Ida
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.689 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6257

Abstract

Obat-obatan herbal dan sediaannya telah banyak digunakan selama ratusan tahun di seluruh dunia. Banyak pendekatan analitis modern digunakan untuk mengevaluasi kualitas tanaman obat, dan sejumlah besar data pengukuran telah dihasilkan. Studi yang melibatkan aplikasi kemometrik yang dikombinasikan dengan metode analisis, seperti HPLC, GC, spektroskopi NMR, UV dan IR telah banyak dilakukan untuk mengetahui kualitas mutu tumbuhan yang berupa diskriminasi taksonomi, penilaian kualitas atau klasifikasi antara tanaman dengan asal geografis yang berbeda. Tinjauan ini bertujuan pada penerapan aplikasi kemometrik sebagai metode yang efisien dan efektif untuk penentuan kualitas mutu tumbuhan.Kata kunci: Kemometrik, herbal, analisis, obat tradisional, mutu
Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Buah, Daun, Batang dan Rimpang Tanaman Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) Leorita, Mesi; Mardikasari, Sandra Aulia; Wahyuni, W; Malaka, Muhammad Hajrul; Sartinah, Ari; Sahidin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6263

Abstract

Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M Smith)  merupakan salah satu jenis tanaman dari famili zingiberaceae yang digunakan masyarakat Suku Tolaki di Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bumbu masak dan obat secara empiris.  Wualae  diduga memiliki potensi antioksidan   karena mengandung flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi  antioksidan ekstrak etanol buah, daun, batang dan rimpang wualae  terhadap radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrihidrazil (DPPH) dan toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach menggunakan metode BSLT. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%  selama 3x24 jam dan dipekatkan pada suhu 60○C. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah, daun, batang dan rimpang  Wualae, diperoleh hasil bahwa semua bagian tanaman Wualae memiliki potensi sebagai  antioksidan dengan afektifitas masuk dalam katagori kuat. Nilai IC50yang paling baik terdapat pada bagian batang (52,345 mg/L), selanjutnya  pada rimpang (58,638 mg/L), pada buah   72,518 mg/L dan pada daun 99,890 mg/L. Hasil uji toksisitas akut  menunjukkan bahwa buah, daun, batang dan rimpang Wualae bersifat sedikit toksik (slightly toxic) dengan nilai LC50masing-masing sebesar 1302.31 µg/mL, 1162.84  µg/mL, 1174.52 µg/mL dan 1074.72 µg/mL.Kata kunci: wualae, Etlingera, antioksidan, toksisitas, obat tradisional, Sulawesi Tenggara
Analisis Logam Berat Cd dan Simbionnya dalam Alga Eucheuma cottoni di Perairan Kabupaten Bantaeng Teheni, Muhammad Tasjiddin
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.218 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i2.6279

Abstract

Alga merupakan tumbuhan yang hidup diperairan dengan keragaman jenisnya yang pada umumnya mengandung klorofil, tetapi tanpa batang dan akar nyata. Didalam rumput laut juga terdapat bakteri, bakteri ini memiliki peran penting dalam kesinambungan kehidupan di laut. Bakteri memiliki kemampuan untuk mendegradasi senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang menjadi sumber makanan bagi fitoplankton yang merupakan piramida dasar dari rantai makanan di laut. Jenis rumput laut di Indonesia yang memiliki nilai ekenomi yang tinggi yaitu Eucheuma Cottoni dimana kabupaten Bantaeng adalah salah satu pusat produksi rumput laut di Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar logam berat kadmium dan simbionnya di perairan Bantaeng. Kadar kadmium dan simbionnya ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometer serapan atom (SSA). Analisis ini dilakukan melalui proses dekstruksi dengan menggunakan HNO3 pekat. Jumlah titik pengambilan sampel sebanyak 6 titik lokasi yaitu desa Nipa-Nipa, Kampung Bakara, Boroloe, Tapaloe, Baruga Utara dan Baruga Selatan. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi logam tertinggi pada desa Nipa-Nipa dengan konsentrasi 0,2920 ppm dan terendah pada desa Boroloe yaitu 1,4377 ppm sedangkan konsentrasi simbion logam kadmium yang tertinggi berasa pada desa Baruga Utara dengan konsentrasi 0,0192 ppm dan terendah pada desa Nipa-Nipa yaitu 0,0141 ppmKata kunci: Alga, simbion, logam berat, Eucheuma cottoni, Bantaeng

Page 7 of 14 | Total Record : 134