cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Evaluasi Mutu Pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Kefarmasian Sabarudin, Sabarudin; Suryani, Suryani; Nazir, Reni Amaliani
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.357 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3468

Abstract

Mutu merupakan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan atau sesuai dengan persyaratan. Standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan di Rumah Sakit sangat penting karena merupakan tolak ukur kinerja pelayanan kesehatan yang di selenggarakan oleh Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara berdasarkan empat indikator standar pelayanan minimal farmasi yaitu waktu tunggu pelayanan obat jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, kepuasan pelanggan dan penulisan resep sesuai Formularium. Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel pada penelitian sebanyak 128 pasien rawat jalan sebagai responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner kepuasan pelanggan dan lembar pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi selama 3 menit 7 detik dan pelayanan obat racikan 6 menit 59 detik, tidak adanya kesalahan pemberian obat sebesar 100%, kepuasan pelanggan sebesar 81,08% dan penulisan resep sesuai Formularium sebesar 98,7%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan.Kata kunci: Evaluasi, mutu pelayanan, pelayanan farmasi, Buton Utara
Uji Toksisitas Akut Infusa Kulit Batang Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Irnawati, Irnawati; Haqqa, La Ode Izzatil; Reymon, Reymon; Karmila, Karmila
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.539 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v2i1.3473

Abstract

Uji toksisitas akut dirancang untuk menentukan efek toksik suatu senyawa yang akan terjadi dengan waktu yang singkat dan dengan pemberian takaran tertentu.  Kulit batang ubi kayu merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisional   yang berkhasiat sebagai obat cacing.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi toksik akut infusa kulit batang ubi kayu terhadap larva udang yang dinyatakan dalam LC50. Digunakan hewan uji 210 ekor larva udang (Artemia salina Leach) yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan. Tiap kelompok terdiri dari 10 ekor dengan 3 kali pengulangan. Konsentrasi infusa dalam media yang berisi larva udang  berturut-turut adalah 2750 µg/mL, 1500 µg/mL, 1000 µg/mL, 750 µg/mL, 500 µg/mL, 250 µg/mL, dan kontrol negatif. Pengamatan dilakukan selama 24 jam terhadap larva yang mati setelah pemberian larutan uji. Nilai LC50 infusa kulit batang ubi kayu ditentukan dengan analisis probit.  Hasil penelitian menunjukan bahwa persentasi kematian larva udang setelah pemberian infusa kulit batang ubi kayu  secara berturut-turut adalah 90%, 73,3%, 60%, 50%, 40%, 30%, dan presentasi kematian kelompok kontrol 0%. Hasil dari analisis probit menunjukan nilai LC50 dari infusa kulit batang ubi kayu sebesar 873,775 µg/mL, sehingga infusa kulit batang ubi kayu dikategorikan dalam tingkat toksisitas sedang.Kata kunci: toksisitas akut, kulit batang, ubi kayu, BSLT, LC50
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Notika (Archboldiodendron calosercium (Kobuski)) Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Nuralifah, Nuralifah; Jabbar, Asriullah; Parawansah, Parawansah; Iko, Ria Agus
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.09 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4618

Abstract

Daun notika merupakan tumbuhan yang berasal dari Papua, yang tumbuh di daerah perbukitan yang telah terjadi erosi.Daun notikasecara empiris memiliki manfaat menyembuhkan penyakit malaria dan mempermudah proses persalinan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari daun notika, karakterisasi simplisia daun notika dan toksisitas akutmenggunakan metode BSLT terhadap larva udang Artemia salina Leach. Ekstrak daun notika diperoleh dengan menggunakanmetode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian skrining fitokimia dilakukan dengan metode perubahan warna yangmeliputi uji alkaloid, uji flavonoid, uji terpenoid, uji tannin dan uji saponin. Pengujian karakterisasi simplisia dilakukan denganmenentukan parameter spesifik yang meliputi penetapan sari larut air dan penetapan sari larut etanol sedangkan parameter nonspesifik meliputi penetapan kadar air dan penetapan kadar abu. Pengujian toksisitas akut menggunakan metode Brine ShrimpLethality Test (BSLT) dengan menggunakan larva udang Artemia salina Leach. Hasil pengujian skrining fitokimia daun notikamenunjukkan hasil positif pada flavonoid, terpenoid, saponin dan tanin. Hasil pengujian karakterisasi simplisia pada daun notikaadalah kadar sari larut etanol adalah 50,04%, kadar sari larut air adalah 32,01%, kadar air 3,99 % dan kadar abu adalah 5,11%.Hasil pengujian toksisitas akut dari ekstrak etanol daun notika secara BSLT menunjukan bahwa daun notika tidak bersifat toksikdengan nilai LC501024,19 µg/mL sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional.Kata kunci: daun notika, BSLT, toksisitas akut, Artemia salina, obat tradisional
Potensi Limbah Cangkang Telur dan Daun Tembelekan (Lantana camara L.) Sebagai Salep Antiseptik Alami Sariyana, S; Nofriani, Andi; Sabarwati, Hadijah; Sahidin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.127 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4627

Abstract

Salep antiseptik alami dari limbah cangkang telur dan daun tembelekan (Lantana camara L.) diformulasikan untuk penyembuhan luka. Salep dibuat dengan kombinasi serbuk cangkang telur dan ektrak kental daun tembelekan dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengujian potensi salep sebagai antiseptik dilakukan secara in vitro dan in vivo. Uji secara in vitro dilakukan pada 2 jenis bakteri yaitu Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Uji secara in vivo dilakukan pada tikus putih galur Wistar sebanyak 14 ekor yang diberi luka sayat sebesar 1,5 cm selama 8 hari, dimana diameter penyembuhan luka dianalisis dengan menggunakan metode ANOVA (Analysis Of Variant). Hasilnya uji in vitro memperlihatkan bahwa salep memiliki aktifitas anti bakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona bening yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi. Hasil uji in vivo menunjukkan bahwa salep efektif dalam menyembuhkan luka, dimana semakin tinggi konsetrasi semakin cepat pula proses penyembuhan luka. Hasil ini menunjukkan bahwa  limbah cangkang telur dan daun tembelekan menjadi bahan yang menjanjikan untuk salep antiseptik alami terhadap penyembuhan luka.Kata kunci: Cangkang telur, Lantana camara, salep, antiseptik
Analisis Biaya Pengobatan Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis pada Pasien Rawat Inap di RSD Dr. Soebandi Jember Periode 2009 Nurwanti, Ratih
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.971 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4634

Abstract

Gagal ginjal kronik masih menjadi masalah besar bagi dunia, selain sulit disembuhkan biaya perawatan dan penyembuhannya sangat mahal maka perlu dilakukannya analisis biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola pengobatan, biaya rata-rata pasien, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya serta untuk mengetahui kesesuaian biaya riil dengan pembiayaan kesehatan berdasarkan INA DRG. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional menurut perspektif rumah sakit. Metode pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan data yang diambil adalah data kuantitatif. Subyek penelitian yang diambil adalah seluruh pasien rawat inap gagal ginjal kronik di RSD Dr. Soebandi periode 2009. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif untuk mengetahui karakteristik pasien, pola pengobatan dan biaya rata-rata. Uji regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap biaya pengobatan gagal ginjal kronik dan uji one sample test untuk mengetahui kesesuaian biaya rill dengan biaya kesehatan INA DRG. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pola pengobatan yang paling banyakdigunakan adalah penggolongan hipertensi yaitu valsartan sebesar 65%, biaya rata-rata pasien gagal ginjal kronik adalah sebesar Rp. 4.395.614 dan biaya rata-rata hemodialysis adalah Rp. 5.094.010. Faktor yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap biaya pengobatan gagal ginjal kronik adalah lama perawatan dengan nilai p = 0,000. Kesesuaian biaya rill dengan pembiayaan kesehatan berdasarkan INA DRG tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p > 0,05Kata kunci: gagal ginjal, hemodialisis, analisis, biaya, pasien
Aktivitas Anti Jamur Ekstrak Purifikasi Daun Galing (Cayratia trifolia L. Domin) Terhadap Jamur Candida albicans Jabbar, Asriullah; Yusuf, Muhammad Ilyas; Irman, Irman; Yuli, Asri
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.072 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4619

Abstract

Galing (Cayratia trifolia L.Domin) merupakan tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat keputihan, kandungan dari tumbuhanini adalah asam hidrisinat, delphinidin, flavonoid, alkaloid, fitosterol, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui aktivitas antijamur dari purifikasi ekstrak daun galing terhadap Candida albicans dan untuk mengetahui konsentrasiefektif ekstrak terpurifikasi daun galing sebagai antijamur C. albicans. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental,dengan desain RAL (Rancangan Acak Lengkap). Ekstrak terpurifikasi daun galing dibuat dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%,kemudian ini dilakukan pengujian antijamur dengan metode cylinder cup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakterpurifikasi daun galing memiliki aktivitas antijamur yakni konsentrasi 10% memiliki rata - rata zona hambat 9 mm, konsentrasi20% memiliki rata-rata zona hambat 11 mm, konsentrasi 30% memiliki rata-rata zona hambat 15,6 mm. Berdasarkam uji statistikANOVA, terlihat bahwa Fhitung (98,2) > Ftabel (3,48) yang berarti perlakuan yang diuji memberikan hasil yang signifikan terhadappertumbuhan jamur C. albicans. Untuk uji lanjut BNT menunjukkan hasil konsentrasi 30% memiliki aktivitas antijamur C. albicanspaling efektif.Kata kunci: antijamur, Candida albicans, daun galing, purifikasi, zona hambat
Senyawa Steroid Spons Xestospongia sp. dari Perairan Sulawesi Tenggara Sadarun, Baru; Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, W; Sahidin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.882 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4628

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa kimia spons Xestospongia sp. dari perairan Sulawesi Tenggara serta uji aktivitasnya sebagai antibakteri. Ekstrak spons diperoleh dengan teknik maserasi menggunakan pelarut metanol. Pemisahan senyawa kimia dari ekstrak tersebut dilakukan dengan teknik kromatografi kolom vakum (KCV), kromatografi radial (KR), dan kromatografi lapis tipis (KLT). Identifikasi isolat menggunakan spektroskopi infra merah serta spektroskopi NMR-1D (1H dan 13C-NMR). Bakteri uji menggunakan Escherichia coli ATCC 35218 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan metode difusi cakram. Isolat diperoleh sebagai padatan berwarna putih, dan hasil analisis spektroskopi infra merah maupun NMR-1D (1H dan 13C-NMR) memperlihatkan bahwa isolat merupakan senyawa dengan kerangka steroid sarangosterol. Uji aktivitas senyawa isolat  menunjukkan tidak adanya aktivitas terhadap bakteri E. coli ATCC 35218 dan  S. aureus ATCC 25923.Kata kunci: Xestospongia, spons, isolasi, antibakteri, E. coli, S. aureus
Analisis Biaya Pengobatan Gagal Jantung pada Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten Karanganyar Tahun 2011-2012 Syafriah, Wa Ode
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.461 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4635

Abstract

Gagal jantung merupakan penyakit kedua tertinggi setelah infark miokard akut. Gagal jantung memerlukan biaya yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola pengobatan, biaya rata-rata pasien, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya serta mengetahui kesesuaian tarif biaya riil dengan pembiayaan kesehatan berdasarkan INA-CBG’s.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan penelitian menurut perspektif rumah sakit. Dalam penelitian ini data diambil secara retrospektif dan data kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah pasien gagal jantung yang menjalani rawat inap di RSUD kabupaten Karanganyar tahun 2011-2012. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif untuk mengetahui karakteristik pasien, komplikasi, lama perawatan, gambaran pola pengobatan, dan biaya rata-rata. Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya pengobatan pasien gagal jantung dan uji one sample t-test untuk mengetahui kesesuaian biaya riil dengan biaya kesehatan berdasarkan biaya INA-CBG’s. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran pola pengobatan yang paling banyak yaitu digoksin sebanyak 21 (20,79%) ISDN sebanyak 16 (15,84%) dan captopril 15 (14,85%). Rata-rata biaya riil pengobatan gagal jantung di RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2011-2012 untuk stage B pada pasien umum Rp 1.460.012,00 pasien jamkesmas Rp 929.325,55 dan pasien jamkesda 1.305.095,33 .untuk stage C pada pasien umum Rp. 1.193.882,71, jamkesmas Rp.1.065.896,64 dan jamkesda Rp.1.137.514,69.Faktor yang mempengaruhi biaya pengobatan gagal jantung adalah lama rawat (p<0,05),dan comorbid(p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya rill pengobatan gagal jantung tanpa dan dengan comorbid lebih rendah dari biaya paket INA-CBGs (p= 0,000).Kata kunci: gagal jantung, analisis, biaya riil, rawat inap
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Buah Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus L.) Galur Balb/C Malik, Fadhliyah; Ningsi, Andryani; Bafadal, Mentarry; Saktiani, Dwi Nur; Wahyuni, Wahyuni
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.219 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4622

Abstract

Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) empirically been used by people to treat diseases and as food. This research was carried to determine the antipyretic activity of ethanol extracts of Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) fruit on male mice (Mus musculus L) Balb/c along with ratio the effects of ethanol extracts of fruit Wualae with paracetamol as a antipyretic. Ethanol extracts of fruit Wualae obtained by maceration method using ethanol 96%. Male mice divided into 6 groups i.e: negative control (Na.CMC), positive control, and the treatment group (ethanol extracts of fruit Wualae 100 mg/KgBW, 200 mg/KgBW, 300 mg/KgBW, dan 400 mg/KgBW). Antipyretic activity tested by using DPT vaccine (Diphtheria Tetanus Pertussis) 0.1 cc intraperitoneally as an inducer and paracetamol 500 mg as a positive control. Temperature measurement determined for 3 hours with a 30 minutes interval. Data analysis was performed by Kruskal Wallis statistical analysis and continued with Mann-Whitney test. The results showed that the effects of ethanol extracts of wualae fruit at dose of 400 mg/KgBW has antipyretic effects with a total decrease of temperature was 1,237oC.Keywords: antipyretic, fever, Etlingera elatior, wualae, mice
Potensi Antibakteri Isolat Jamur Endofit dari Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Kursia, Sukriani; Aksa, Rahmad; Nolo, Maria Magdalena
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.237 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v4i1.4631

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lam.) mengandung metabolit sekunder dan berkhasiat sebagai antibakteri. Metabolit sekunder tanaman kelor dapat diperoleh dari fungi endofit yang berasosiasi dalam jaringan tanaman. Tujuan penelitian ini ialah menentukan potensi antibakteri isolat fungi endofit daun kelor. Isolasi fungi endofit daun kelor diperoleh sebanyak 3 isolat yaitu isolat M2NG, M2NB, dan M2NW. Penelitian ini meliputi uji antagonis, fermentasi, ekstraksi dan uji aktivitas menggunakan metode difusi agar. Hasil uji antagonis menunjukkan isolat M2NG paling aktif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, S. aureus, P. aureginosa, dan S. typhi. Ekstrak etil asetat fermentat isolat hijau konsentrasi 4% memiliki aktivitas menghambat bakteri uji dengan diameter zona hambat tertinggi  yaitu 17,94 mm untuk bakteri E. coli dan 16,85 mm untuk bakteri S. aureus. Identifikasi metabolit  sekunder ekstrak etil asetat  mengandung  flavonoid, alkaloid dan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat fungi endofit daun kelor memiliki aktivitas antibakteri spektrum luas.Kata kunci: Moringa oleifera, isolat, fungi endofit, antibakteri

Page 5 of 14 | Total Record : 134