cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,228 Documents
POTENSI DESTINASI WISATA DI INDONESIA MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI Setiawan, Iwan
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.851 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang terdiri dari sea, sun,sand and mainland yang memungkinkan untuk dijadikan sumber devisa negara. Bagi daerah-daerahyang dianugrahi sumber daya alam yang eksotis tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusidalam memberikan devisa bagi daerahnya guna menuju kemandirian daerah. Permasalahan yangterjadi bagaimana upaya memasarkan sumber daya alam yang terdiri dari sea, sun, sand and mainlandyang melimpah itu menjadi aset yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerahsetempat, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan daerah tersebut menjaditempat kunjungan wisata yang berkelanjutan. Sektor pariwisata merupakan industri yang digerakanoleh pasar. Untuk memasarkan produk wisata tersebut diperlukan adanya keterlibatan semua pihakyang terlibat dalam pengelolaan wisata mulai dari pengelola wisata, pemerintah, dan masyarakat.Strategi yang dapat digunakan dalam memasarkan pariwisata dapat dilakukan create uniqueproduct,develop new attractions, bentuk overseas tourist Information centre, branding, danpromotion.Kata kunci : Sumber daya, kemandirian daerah, pemasaran wisata, strategi pemasaran
FAKTOR PENENTU NILAI TAMBAH BRUTO PADA KONSUMSI WISATAWAN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA Entaresmen, R. Ajeng; Usman, Wan; Husin, Zulkifli; Hamzah, Muhammad Zilal
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.872 KB)

Abstract

The tourism industry has grown to become one of the largest industries in the world. Indonesiantourism can flourish, generating income for the state and also employment opportunities. Thepurpose of this study is to calculate the impact of the consumption of tourists jointly to the grossvalue added and employment in Indonesia in the period 2008-2012.This study used secondary,secondary data obtained from the data in Table input output (IO) issued by BPS form 2005updated IO data 2008. The impact of the consumption of tourists, the largest is the restaurantand hotel. The impact of tourist consumption can create jobs in the period 2008 - 2012approximately three million people per year.Keywords: tourist consumption, Gross Value Added, employment
PENGEMBANGAN SISTEMKEAMANAN PANGAN TERPADU DALAM MEWUJUDKAN EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI IZIN EDAR PRODUK PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (PIRT) Hermanu, Bambang
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.675 KB)

Abstract

Health law definitely states that food and beverages can only be distributed in public upon issuance of adistribution permit. Hence, prior to being permitted the food and beverages are not allowed to bedistributed in public. On the other hand, in line with the development of society, the rapid distribution ofprocessed food (food and beverages), especially those produced as home industries, with or withoutpackaging, has caused much concerns due to violation of the distribution permit and contamination of theproducts with its associated health risks in the short, medium, and long term. The present researchproposed three basic questions. Firstly, how did the implementation of a distribution permit of food andbeverages promote food safety in Semarang. Secondly, what factors if any, discourage the implementationof a distribution permit of food and beverages to promote the food safety. Normative and empirical legalresearch method has been employed for this research, using both primary and secondary data. Theprimary data were collected in the field; whereas the secondary data came from primary, secondary, andtertiary legal establishments, respectively. Results of this study showed that implementation of adistribution permit of food and beverages produced by home industries are in general the responsibilityof the Office of Health in the City or Regency, with the issuance of Induction Certificates and HomeIndustry Products Certificates. These certificates are officially legal permits as a guarantee that the foodand beverages produced by home industries are safe; and as a protection against food additives thatcould be detrimental to health. The implementation is basically a persuasive action under the assumptionof human dignity rather than tough and normative legal procedures. Obstacles to the implementationincluded factors such as economic condition, inadequate knowledge of both consumers and producers,as well as the weak legal measures on food safety. A number of factors were found to affect the foodsafety in Indonesia, i.e. food system, culture, food chain, environment, nutrition and epidemiology. It wassuggested that education for consumers to raise awareness of food safety was of prime importance.Consumers should be made aware and fully understand the food safety system and its associated healthrisks due to insecure food safety.Keywords : distribution permit of food and beverages, food safety, food system.
Makna Ruang Publik Bagi Pedagang Kaki Lima: Studi tentang Resistensi terhadap Penggusuran Handoyo, Eko
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.757 KB)

Abstract

This paper is going to solve the fundamental problem, namely (1) why the government is doing demolition oreviction of the street vendors Kokrosono and Basudewo, and (2) why public space is important for vendors.This study is a qualitative study, the data were taken with the interview, observation, and literature. Datawere analyzed with interactive qualitative analysis techniques. The results show, that the Semarang citygovernment to curb or eviction of the street vendors Kokrosono and Basudewo based on (1) the provision oflocal regulations and other regulatory requirements, (2) to create a public space that is orderly, clean, safe,and convenient for all city dwellers. Public spaces or locations for street vendors selling a strategic placethat must be maintained from the other party intervention. This is due to (1) vendors do not have a permanentto run a business, (2) selection of the location on the road, because it gives an attraction for buyers and usersof services.Keyword: eviction, public spaces, resistance, street vendors
IMPLEMENTASI DEKLARASI DJUANDA DALAM PERBATASAN PERAIRAN LAUTAN INDONESIA ., Ernawati
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.689 KB)

Abstract

Melihat kondisi geografis Indonesia yang unik, banyaknya wilayah laut dibanding darat, menyadarkan pemerintahbahwa persoalan wilayah laut merupakan faktor penting bagi kedaulatan negara. Lokasi yang sangat stategis bagiIndonesia karena terletak pada jalur persilangan lalu lintas perdagangan dunia maka semakin membuat padat jalurperdagangan maritim di kawasan Asia Tenggara. Maka pada hari Jumat 13 Desember 1957 dalam RUU LautTeritorial munculah tiga aktor penting hingga dikeluarkannya Deklarasi Djuanda, yaitu; Djuanda, MochtarKusumaatmadja dan Chaerul Saleh. Satu hal yang pasti ialah deklarasi Djuanda merupakan keputusan Djuandakarena posisi dia saat itu sebagai pengambil kebijakan.Prinsip-prinsip dalam Deklarasi Djuanda ini kemudiandikukuhkan dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1960. Setelah sekian lama maka menjadi potensi persoalan yangharus dicermati dari berbagai perspektif kebijakan, hukum dan kelembagaan yang mengemuka dan persoalannasional, regional, maupun internasional, antara lain berbagai pertanyaan yang diarahkan untuk “MenggugatDeklarasi Djuanda 57”. Sehingga penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, dengan melakukan studipustaka terhadap berbagai norma dan kaidah hukum yang terdapat dalam prinsip-prinsip Deklarasi Djuanda dalamperairan di Indonesia dan dianalisis dengan deskriptif-analitis. Yang menjadi permasalahan bagaimanakahimplementasi Deklarasi Djuanda dalam perbatasan perairan lautan Indonesia? Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui implementasi Deklarasi Djuanda dalam perbatasan perairan lautan Indonesia. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tingkat perlindungan perbatasan perairan masih belum maksimal. Faktor-faktor yangmempengaruhi adalah pertama, luasnya wilayah perairan Indonesia. Kedua, ketimpangan infrastruktur perbatasanperairan. Ketiga, keterbatasan sumber daya manusia di perbatasan perairan di Indonesia.Kata kunci: Maritim, DeklarasiDjuanda, Perbatasan Wilayah, HukumKelautan
TANGGUNG JAWAB PENGUSAHA KAPAL ATAS PEMBERIAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA (JAMSOSTEK) TERHADAP AWAK KAPAL OLIVIA, FITRIA; SUTANTO, JEFFREY
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.331 KB)

Abstract

In the maritime sector, some three decades that the maritime sector is a sector position of the periphery,because economic growth is so slow that make this sector becomes less government attention. It is time forour nation to change the perspective of development of land-based development only became more orientedto the marine base in view of our country is an island nation that has been recognized and accommodated inthe 1945 Constitution, Article 25A. Therefore everyone working at sea should also be protected so that theneed for marine work agreement between the employees and ship owner. Based on background research,there are two problems as major issues in marine sector that required serious attention from our government,particularly from Ministry of Marine Affairs and Fisheries Republic of Indonesia, are: First, how dorelationship in seafarer’s employment agreement between employees and ship owner? And then Second, isthe seafarer’s employment agreement already protect the rights and social guarantee of employees yet? Thisresearch methods will be used in this paper is descriptive research of literature method.The relationshipbetween the labor agreement with the employer ship crew is doing treaty rights and obligations and workagreements have been protected by Act 3 of 1992 and PP 14, 1993.Keywords: Responsibility, Entrepreneur Boats, Social Security Labor, Crew
KAJIAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP POLA PEMBINAAN NARAPIDANA (STUDI KASUS DI LP KEDUNGPANE SEMARANG) Soerjowinoto, Petrus
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.375 KB)

Abstract

Aspek kemanusiaan yang sangat mendasar adalah hak untuk hidup dan hak untukmelangsungkan kehidupannya. Hak akan kemerdekaan dan kebebasan seseorang mencakupmakna dan aspek atau ruang lingkup yang sangat luas. Seseorang bebas menentukan,melangsungkan dan mempertahankan eksistensinya. Lembaga pemasyarakatan (LP)dinyatakan sebagai suatu sistem pembinaan terhadap para pelanggar hukum dan sebagaisuatu pengejawantahan keadilan yang bertujuan untuk mencapai reintegrasi sosial ataupulihnya kesatuan hubungan antara Warga Binaan Pemasyarakatan dengan masyarakat.Tujuan dan kegunaan penulisan ini adalah: (1) mengetahui unsur-unsur yang dapatmempegaruhi pola pembinaan narapidana di LP Kedungpane, (2) mengetahui bagaimanakonsep pembinaan para narapidana untuk memenuhi kebutuhannya, dan (3) mengetahuifaktor-faktor yang menghambat pola pembinaan di LP Kedungpane.Unsur-unsur yang dapat mempegaruhi pola pembinaan narapidana di LP 1 Kedungpanedidasarkan pada: visi, misi, tujuan dan sasaran, kondisi bangunan, penghuni lapas danpetugas Lapas. Konsep pembinaan narapidana untuk memenuhi kebutuhannya yaituberdasarkan, proses pembinaan tahap awal, pembinaan tahap lanjutan dan pembinaantahab akhir. Program pembinaan dan lingkup pembinaan yang terdiri dari pembinaankeprbadian dan pembinaan kemandirian. Faktor yang menghambat pola pembinaandiantaranya terjadinya overcapacity jumlah narapidana di LP Kedungpane dan LPKedungpane bukan LP khusus, misalnya LP Anak, LP tipikor atau LP Narkoba.Kata Kunci : hak asasi manusia (HAM), pembinaan, narapidana, lembaga pemasyarakatan(LP)
MODEL MEDIASI PENAL TERHADAP PERISTIWA KECELAKAAN KARENA KEALPAAN YANG BERAKIBAT KEMATIAN DI WILAYAH BAGIAN PANTAI UTARA JAWA TENGAH Faozi, Safik; ., Rochmani; ., Fitika
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.372 KB)

Abstract

Penyelesaian peristiwa kecelakaan karena kealpaan yang berakibat kematian di luar peradilanmerupakan persoalan yang menarik. Meskipun sudah ditentukan sanksinya oleh hokum pidanasebagaimana ditentukan Undang-undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 310 ayat(4), namun penyelesaianperistiwa ini yang di dalamnya ada musyawarah, dialog antara pihak pelaku dan korban dalamsuasana kekeluargaan sudah menjadi fenomena hukum pidana. Fenomena ini menampakkan suatumediasi penal. Secara yuridis normatif, fenomena ini bertentangan dengan hukum, namun faktasosial menampilkan penyelesaian kekeluargaan ini. Atas dasar tersebut persoalan yang diajukanadalah bagaimana model mediasi penal dalam peristiwsa kecelakaan karena kealpaan yang berakibatkematian di wilayah bagian Pantura Jawa Tengah terjadi. Bagaimana analisis hukum terhadapperistiwa ini ?. Penelitian ini bercorak yuridis-sosiologis dengan data primer, dan sekunder.Pengumpulan data secara wawancara dan studi kepustakaan. Analisisnya bersifat deskriptifkualitatif.Hasil penelitian mengungkapkan pertama bahwa mediasi penal pada peristiwa kecelakaanyang terjadi karena kematian telah terjadi yaitu penangananan konfliknya diselesaikan melaluisarana musyawarah, diskusi dengan tujuan menyelesaikan masalah. Proses komunikasinya denganmengesampingkan prosedur hukum yang standar, pelaku menyadari kesalahannya, menyesal danbertanggung jawab memenuhi aspirasi korban. Dampaknya konflik para pihak terselesaikan melaluipenandatanganan surat pernyataan damai yang berisi peristiwanya sebagai musibah yang tidak adaunsur kesengajaan, pihak pelaku memberikan santunan, dan sepakat untuk tidak saling menuntut dibidang perkara pidana atau perdata. Proses informal dilakukan melalui perwakilan pelaku dankorban yang sebagian besar adalah lurah, atau tokoh komunitas bermusyawarah untuk sepakatberdamai. Pada mulanya, prosesnya berdasarkan pada KUHAP dan UU No. 22 Tahun 2009, namunpada akhirnya ditingkat penyidikan, jikaa disepakati para pihak, prosesnya mengesampingkanprosedur hukum yang berlaku. Model mediasi penal bervariasi yaitu model Victim of OffenderMediation jika pihak keluarga yang melakukan. Pada sisi yang lain Family and Commnunity GroupConference. Namun mengingat adanya bantuan santunan dari pelaku kepada keluarga korban untukmengurangi beban penderitaan korban, mediasi menunjukkan Reparation negotiation programmes.Kedua, analisis hukum, fenomena mediasi ini bertentangan dengan perundang-undangan, namunsesuai dengan prinsip kerja mediasi penal dalam kajian hukum pidana dewasa ini. Dalam tatanankebiasaan, fenomena ini sudah menjadi fenomena hukum, karena telah berlangsung lama ke dalamperilaku masyarakat. Fenomena yang sudah menjadi tatanan kebiasaan ini terbangun atas tatanankesusilaan yang bercorak relijius, dan manusiawi, adil dan beradab, dan merukunkan para pihak.
POLA PENGUASAAN DAN PEMANFAATAN WILAYAH PERAIRAN PESISIR SECARA TURUN-TEMURUN OLEH SUKU BAJO Nur, Sri Susyanti
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.998 KB)

Abstract

Pola Penguasaan dan Pemanfaatan Perairan Pesisir secara turun-temurun oleh suku Bajo,dimaksudkan adalah bagaimana suku Bajo yang tinggal bermukim di atas air menguasai wilayahperairan sebagai lahan pencariannya (nelayan penangkap ikan), sebagai tempat tinggal(permukiman), dan bagaimana nilai-nilai local yang diterapkan secara turun-temurun dalampemanfaatan wilayah perairan.Suku Bajo mendiami wilayah perairan pesisir di beberapa desa diKabupaten Muna Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Bone Sulawesi Selatan menjadi lokasipenelitian, menggunakan metode survey dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Hasilpenelitian menunjukan bahwa: Pola Penguasaan dan Pemanfaatan Perairan Pesisir oleh suku Bajosecara turun-temurun mempunyai kesamaan, yakni: 1) memandang laut sebagai milik leluhur yangmemberikan kehidupan (konsep common proverty); 2) dalam pemanfaatannya ditandai denganupacara rirual, izin Kepala Adat, dan berlakunya aturan-aturan tidak tertulis terkait denganpenggunaan alat tangkap ikan yang sederhana dan ramah lingkungan.
PERLUASAN KESEMPATAN KERJA BAGI MASYARAKAT PESISIR Handayani, Sri Wahyu
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.651 KB)

Abstract

Embodiment maritime shaft in economic development based on the citizen’s prosperity in Indonesia whichhas an area of ocean 80% of the land area is a aspired thing. This is one of effort welfare distributions wich is inline with Indonesian manpower development based on Pancasila and UUD 1945 namely through implementationof manpower development based on the principle of integrity through coordination functional cross-sectoral andregional centers as listed in Law No 13 of 2003 about Employment. The success of the maritime developmentmust be felt by coastal communities in the vicinity who mostly work as fishermen and have low education, so itneeds to be a concern efforts to improve the standard of living in coastal areas and overcoming the problem ofunemployment. Therefore, coastal communities will not have limited mind about land because of the publicationRegulation of The Minister of Marine and Fisheries No 1 of 2015 and No2 of 2015 actually two rules are amandate from Law No 31 of 2004. The role of both central and local government are required to handle thisexpansion of employment opportunities, both within and outside the employment relationship especially infacing the challenges of globalization.The method used to solve this problem is the legal research, which meansthat it is intended to examine the rules and principles of law, whereas the approach method is used byemphasizing on normative juridical approach. Based on normative juridical research method, then some stepswill be applied in this study include: First,inventory of legislation relating to the expansion of employmentopportunities;Second, the inventory of the problems that appear, in the implementation on the expansion of theemployment opportunities. The aim of this research is to examine analytical studies on legislation andoperational regulations governing about the expansion of employment opportunities which can be appliedespecially in the coastal areas, so the researcher obtains a conclusion regarding the implementation model on theexpansion of employment opportunities in coastal areas.Keywords :the expansion of employment opportunities, employment relations, maritime shaft

Page 7 of 123 | Total Record : 1228