cover
Contact Name
Anggriana Irwan
Contact Email
anggrianairwan8@gmail.com
Phone
+6285231750836
Journal Mail Official
lkim-pena@unismuh.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Makassar, Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran
ISSN : 23553766     EISSN : 27227685     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
RAMENG: HOLOGRAM DONGENG 3S SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENANAMAN NILAI-NILAI BUDAYA PADA SISWA KELAS IV SD DALAM MEWUJUDKAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Dirgahayu Dirghayu; Marlika Marlika; Hesti Dwiana Putri
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya di Indonesia memiliki kekhasan dan karakteristik masing-masing. Hal ini dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa jumlah suku di Indonesia terdata sebanyak 1.128 suku bangsa dengan komposisi 1.072 etnik dan sub etnik di Indonesia. Suku Bugis merupakan salah satu Suku dengan kebudayaan yang bisa menunjang karakter anak, namun kebuduyaan tersebut sudah jarang diterapkan oleh anak-anak zaman sekarang, sehingga diperlukan sebuah media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kembali kebudayaan tersebut. Maka penulis kemudian menawarkan sebuah solusi yang disusun dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan judul Rameng: Hologram Dongeng 3S Sebagai Media Pembelajaran Penanaman Nilai-nilai Budaya pada Siswa Kelas IV SD dalam Mewujudkan Revolusi Industri 4.0. Teknologi hologram merupakan bentuk lanjutan dari fotografi yang memungkinkan gambar terekam dalam tiga dimensi berbalik dari gambar 3D dan realitas virtual pada layar computer 2D. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan review literature menggunakan data sekunder dengan teknik analisis data yang digunakan analisis interactive yang terdiri dari 3 komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hologram dongeng merupakan sebuah media penanaman nilai-nilai budaya pada siswa kelas IV SD. Adapun Hologram dongeng yang akan diputar yaitu video kartun menarik yang mengandung nilai-nilai budaya bugis. Hal yang terpenting yang harus diperhatikan dalam hologram dongeng ini yaitu pemilahan video yang mencermikan budaya bugis sipakalebbi (saling menghargai), sipakainge (saling mengingatkan) dan sipakatau (tidak membeda-bedakan) dengan gambar kartun yang menarik dan penggunaan kata-kata dalam video tersebut juga dapat mudah dipahami oleh anak. Hologram ini dalam bentuk 2D dan  terbuat dari kaca dan kardus serta menggunakan alat bantu hp yang akan berisi video yang akan muncul dari dalam hologram. Potensi kelanjutan karya ini yaitu dapat menanamkan nilai-nilai budaya bugis sipakalebbi, sipakainge, dan sipakatau.
UPAYA PEMANFAATAN MOMENTUM BONUS EMOGRAFI MELALUI FLOATING BOAT CAFE SEBAGAI IKON WISATA BAHARI BERBUDAYA DI PANTAI LAREA-REA KECAMATAN PULAU SEMBILAN KABUPATEN SINJAI Isna Jumardi; Fatahullah Fatahullah
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai lingkungan alam yang lengkap dibandingkan dengan Negara lain dan selalu ditemukan tempat-tempat baru yang menarik bagi wisatawan, namun perkembangan tempat wisata khususnya di wisata bahari masih belum cukup karena kurangnya fasilitas, perhatian pemerintah dan masyarakat dalam mengelola Pantai Larea-Rea .Kabupaten Sinjai merupakan wilayah yang kaya akan keindahan alamnya. Salah satunya Pantai Larea-Rea yang memilki objek wisata yang indah dan unik. Namun, potensi yang belum dikembangkan dan dioptimalkan dengan baik, mengakibatkan daya tarik pengunjung masih minim, serta  fasilitas yang terdapat di Pantai Larea-Rea sangat terbatas, sehingga membuat pengunjung tidak berlama-lama di pulau tersebut. Pantai Larea-Rea merupakan Pulau kecil yang tidak berpenghuni dan sangat minim pengunjung tetapi memiliki keindahan dan keunikan tersendiri, Pulau ini perlu dioptimalkan dengan baik agar dapat menarik para wisatawan.Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut Peneliti memberikan sebuah solusi penerapan Floating Boat Café untuk mengoptimalkan Pantai Larea-Rea menjadi tempat wisata indah dan unik seperti pulau-pulau pada umumnya sekaligus memberikan pengajaran budaya kepada para pengunjung.Floating boat cafe dapat mengoptimalkan daerah pesisir dan laut sebagai ikon wisata budaya dan bahari serta dapat memperkenalkan budaya Sinjai sebagai salah satu ikon wisata.Jenis penelitian karya tulis Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut H. B. Sutopo, penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa kata-kata, kalimat atau gambar yang memiliki arti lebih daripada sekedar angka atau frekuensi, Pengoptimalan Pantai Larea-Rea agar dapat meningkatkan pengunjung, meningkatkan perekonomian bagi masyarakat pesisir, meningkatkan kreativitas dan inovasi pemerintah dalam kemajuan budaya lokal agar tidak terlupakan serta tercapainya hubungan antara wisatawan, masyarakat, dan pemerintah.Floating Boat Café jugadapat memberikan pembelajaran bagi para pengunjung mengenai budaya seperti kuliner khas Sinjai, Tari-tarian dan beberapa pajangan foto tokoh-tokoh penting terdahulu, agar masyarakat dapat mengingat dan mengenal kembali tokoh-tokoh terdahulu diSinjai. Sehingga para pengunjung dan masyarakat Sinjai merasa bangga akan budaya yang selama ini hampir tertutupi oleh budaya-budaya barat.
TEKNOLOGI MISTER (MESIN SEAWEED TERAPUNG); UPAYA EFEKTIVITAS PANEN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI TAKALAR SULAWESI SELATAN Rudi Rudi; Muh. Sari Sam; Andy Suryani
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komodasi laut yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tingkat produksi rumput laut harus ditingkatakan di Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Takalar. Tujuan dari karya tulis ini untuk memudahkan panen budidaya rumput laut sehingga dapat meningkatkan produksi budidaya rumput laut. Jenis penulisan yang digunakan yaitu jenis penulisan kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research). Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis yaitu data sekunder. Konsep dari Teknologi Mister (Mesin Seaweed Terapung) upaya Efektivitas Panen Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan yaitu merakit suatu alat atau teknologi yang dapat mempermudah dalam panen budidaya rumput laut sehingga dapat meningkatkan produksi rumput laut. Penggunaan teknologi mister dengan cara ditarik ke pinggir pantai. Ketika teknologi mister ditarik maka rumput laut akan terpotong dan tertampung pada keranjang dibagian bawa teknologi mister. Selain dampak positif tersebut teknologi mister juga dapat membuat dampak yaitu menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten takalar karena adanya pembagian  kelompok tani budidaya rumput laut. Namun selain dampak positif terdapat juga dampak negatif yaitu memerlukan modal/biaya yang lebih mahal. Konsep dari penulis dapat berguna bagi masyarakat sehingga diharapkan pemerintah dapat mendukung penerapan konsep tersebut.
PEMANFAATAN LIMBAH TIRAM ALTERNATIF SUBSTITUSI PASIR DALAM PEMBUATAN PENANGKARAN BUDIDAYA TIRAM DI KABUPATEN BARRU Muh David; Norma Norma; Hesti Dwiana Putri
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiram adalah makanan khas kota Barru dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat, masyarakat setempat tidak melihat peluang dari kulit tiram sehingga hanya menjadi limbah, dan saat ini berdasarkan skala pembangunan yang terus meningkat dan kebutuhan beton juga semakin besar. Namun bahan baku yang selama ini diperoleh dari alam cenderung menurun akibat eksploitasi yang terus dilakukan. Strategi untuk membantu memenuhi kebutuhan pasir dapat diperoleh dari sebuah terobosan pemanfaatan limbah tiram sebagai pengganti pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gagasan pemanfaatan limbah tiram alternatif substitusi pasir dalam pembuatan penangkaran budidaya tiram di kabupaten Barru dan untuk mengetahui analisis SWOT alternatif substitusi pasir dalam pembuatan penangkaran budidaya tiram di kabupaten Barru. Tulisan ini bersifat library research (penelitian kepustakaan) yang disajikan secara deskriptif yang ditunjang oleh beberapa literatur yang relevan dengan permasalahan yang dikaji, kemudian disusun dalam bentuk sebuah karya tulis ilmiah. Teknik pengumpulan data dari berbagai sumber yaitu dari buku cetak, web resmi, jurnal dan artikel, sesuai dengan masalah yang dikaji data yang telah kami dapatkan diidentifikasi, diklasifikasikan, dan diinterpretasi, sehingga menjadi sebuah karya yang dapat dipertanggung jawabkan. limbah tiram yang dijadikan pasir digunakan dalam pembuatan tambak untuk budidaya tiram. Penulis mengharapkan dengan adanya limbah tiram sebagai substitusi pasir, dapat menjadikan lingkungan bersih dari limbah tiram dan mampu meningkatkan budidaya tiram dalam mewujudkan pembangunan. 
WASTE TREAT GARDEN UPAYA PEMANFAATAN IPOMOEA SP UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LIMBAH RUMAH TANGGA (GREYWATER) DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN YANG SEHAT Murniati Murniati; Muhajirin Makkawaru
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok permasalahan lingkungan sampai saat ini masih tentang pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan hidup dapat mengganggu kehidupan manusia karena terdapat bahan-bahan pencemar yang masuk ke dalam lingkungan. Hal tersebut menyebabkan lingkungan tidak berfungsi dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan adalah masalah pembuangan dan pengelolaan limbah. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui konsep dan pengaruh dari Waste Treat Garden. Secara umum air limbah rumah tangga dapat dikelompokkan dalam 2 kelompok yaitu greywater dan blackwater. Greywater adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari hari berupa air limbah nonkakus feses dan urin seperti air cucian yang berasal dari dapur, laundry, kamar mandi, dan lain lain. Sedangkan blackwater adalah air limbah yang berasal dari pembilasan toilet dan urin dengan pembilasan atau penyiraman yang dimana apabila  dibandingkan  dengan   greywater,  blacwater   lebih  tercemar  (Anggraini,2019).  Penelitian  ini  menggunakan  jenis  penelitian   studi   kepustakaan  (library research) menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha menjelaskan secara mendalam mengenai konsep Waste Treat Garden dan pengaruhnya. Waste Treat Garden merupakan inovasi yang dibuat oleh peneliti agar dapat memanfaatkan tanaman Ipomoea sp sebagai tanaman yang dapat mengurangi dampak dari pembuangan limbah ke tanah. Pengaruh yang ditimbulkan konsep Waste Treat Garden terhadap lingkungan adalah Membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang di sebabkan oleh limbah greywater dan membantu melakukan penghijauan berskala rumahan.
KA-001 BERBASIS WINDSOCK DAN ANEMOMETER SEBAGAI PENDETEKSI CUACA UNTUK ANTISIPASI PENURUNAN PANEN UDANG DI DESA KEDUNG PANDAN SIDOARJO Kirtiana Ba’yanur Hudaniah
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi ekspor udang terbesar di ASEAN, Namun perubahan cuaca di Indonesia yang diakibatkan oleh perubahan iklim yang tidak menentu memberikan pengaruh negatif terhadap sektor budidaya udang (Aldrian, 2011). Sektor budidaya udang yang terletak di desa Kedung Pandan, kecamatan Jabon kabupaten Sidoarjo. Adanya perubahan cuaca yang tidak dapat diperkirakan dapat mengakibatkan penurunan produktivitas panen udang. Umumnya, perubahan cuaca yang sering terjadi dikarenakan tidak menentunya arah angin yang mengakibatkan meningkatnya curah hujan sehingga terjadi banjir. Hal tersebut mengakibatkan petambak menanggulangi dengan cara menyiapkan tanggul saat musim hujan. Kinerja dalam mengantisipasi perubahan cuaca tersebut dianggap kurang efisien sehingga penulis mengusulkan inovasi “KA-001 berbasis Windsock dan Anemometer sebagai Pendeteksi Cuaca untuk Antisipasi Penurunan Panen Udang”. KA-001 merupakan serangkaian alat dai mikrokontroller, windsock, dan anemometer yang didesain seperti Kincir Angin pertama (KA-001). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literature. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui cara kerja KA-OO1 sebagai pendeteksi cuaca, mengetahui analisis alat tersebut. KA-001 ini menggunakan alat yang dirancang dengan bantuan mikrokontroller dan beberapa sensor sebagai pendeteksi cuaca. Hasil olahan data mikrokontroller tersebut diintegrasikan dengan user interface guna memberikan informasi mengenai cuaca yang akan datang sehingga petambak dapat melakukan tindakan preventif untuk menyelamatkan tambak udangnya.
PERAKUS (PENGENDALI HAMA SERANGGA DAN TIKUS) ALAT TEPAT GUNA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI SOLUSI PANGAN TANPA PESTISIDA KIMIA Fatahullah Fatahullah; Rudi Rudi; Jusriana H
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama tanaman padi merupakan salah satu musuh terbesar bagi masyarakat petani, selain sifatnya yang menggaggu tanaman, juga merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi usaha tani masyarakat, atau dikenal sebagai kegagalan dalam melakukan usaha tani. Keberadaan serangga hama dalam suatu ekosistem pertanian akan mempengaruhi kegiatan budidaya karena secara langsung akan menurunkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan dan jika kegiatan pengendalian tidak dilakukan maka kegiatan budidaya akan mengalami kerugian. Salah satu cara untuk mengendalikan hama pada tanaman ialah dengan menggunakan pestisida sintetik (pestisida kimia). Hama serangga merupakan salah satu faktor kendala yang dapat menjadi faktor rusaknya tanaman padi terutama pada daun dan batang tanaman padi. Gejala kerusakan yang disebabkan oleh hama ini sangat khas, yaitu pada daun terbentuk suatu lubang dengan diameter 0,5 cm sehingga daun menjadi berlubang-lubang (Sembel dalam Setiawati, 2018). Penggunaan pestisida sintetik yang tidak bijaksana dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti merancang sebuah alat yaitu Perakus (Pengendali hama Serangga dan Tikus) sebagai Alat Tepat Guna Berbasis Mikrokontroler Arduino Mega 2560 Dan Sensor Ultrasonik. Alat ini menggunakan gelombang ultrasonik yang berfungsi sebagai pengusir hama predator dalam hal ini difokuskan pada hama tikus. Kemudian alat teknologi ini memiliki alat pengontrol yaitu mikrokontroler yang dapat mengontrol jalanya teknologi Perakus ketika digunakan. Kelebihan Alat ini sangat dibutuhkan oleh para petani saat ini, diantaranya adalah sebagai alat pengusir hama tikus, yang kedua sebagai alat pembasmi hama serangga. Hal ini karena adanya cairan mengkudu dan terasi yang diolah menjadi insektisida alami dalam megatasi serangan hama serangga Selain itu juga konsumsi penggunaan seperti pestisida kimia dapat dikurangi, karena akan berdampak pada penurunan biaya produksi petani dan meningkatkan produktivitas serta provitabilitas hasil pertanian sehingga dapat mewujudkan Indonesia food sovereignty yaitu sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan guna merespon peluang dan tantangan revolusi industri 4.0.
WOMEN PROTECTING SYSTEM ( WPS ): APLIKASI DIGITAL START UP PELINDUNG DARI KEKERASAN DAN KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN Delila Putri Sayadi; Muhammad Iqbal Khatami; Arifia Kasastra R
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan, kejahatan, dan pelecehan seksual pada perempuan semakin hari semakin meningkat. Segala upaya untuk mengurangi jumlah kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan sudah banyak dilakukan. Namun, kasus kekerasan dan pelecehan tersebut justru tetap banyak terjadi. Seiring dengan hadirnya Revolusi Industri 4.0 menjadi sebuah kesempatan dan tantangan untuk Indonesia, terlebih untuk generasi milenial dalam menciptakan inovasi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Berdasarkan urgensi permasalahan terhadap kasus kekerasan dan pelecehan pada perempuan yang semankin meningkat, Penulis memberikan solusi inovasi sebagai upaya untuk mengurangi serta melindungi dari kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Inovasi yang penulis tawarkan berupa aplikasi start up yang bisa diunduh oleh semua orang melalui gawai dengan metode sensor suara yang dapat terhubung secara langsung dengan lembaga keamanan, pemerintahan serta Non Government Organization (NGO) yang bersangkutan. Aplikasi ini dilengkapi dengan sensor suara dan alarm yang berfungsi ketika perempuan dalam keadaan berbahaya, maka secara otomatis aplikasi akan berbunyi untuk menakuti pelaku kejahatan dan akan mengirimkan sinyal bahaya ke pihak yang terhubung. Sehingga, keberadaan perempuan dan kondisi perempuan tersebut akan terdeteksi melalui aplikasi ini dan langsung mengirimkan lokasi tempat kejadian. Dengan hadirnya aplikasi ini harapannya dapat mengurangi kasus kekerasan serta pelecehan seksual terhadap perempuan dan juga dapat mempermudah lembaga terkait untuk tanggap menyelamatkan korban. Aplikasi ini dapat dijadikan pilot project yang dapat diterapkan di seluruh dunia sebagai upaya melindungi perempuan menuju kesetaraan dan keadilan gender.
TEH HERBAL INNOVATION (TEUNKAP) UPAYA PEMANFAATAN DAUN KAPUK SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT MAAG DI KABUPATEN MAROS Hasmawati Hasmawati; Hardianti Mursalim; Jusriana H
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun randu kapuk mengandung zat hidrat arang, dammar dan zat samak sehingga tak heran jika daun ini memiliki rasa pahit. Dan dari berbagai kandungan tersebut, terkumpul beberapa khasiat dari daun ini. Sehingga manfaat daun randu muda di percaya berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh bahkan dapat menyembuhkan penyakit. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti berinisiatif menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi penyakit maag yang berjudul “Teh Herbal Innovation (TEUNKAP) Upaya Pemanfaatan Daun Kapuk Sebagai Pencegahan Penyakit Maag di Kabupaten Maros”. Jenis penelitian yang digunakan yaitu desriptif kualitatif. Dengan adanya Herbal ini diharapkan dapat membantu meringankan dan menyembuhkan sakit maag. Teh herbal teunkap merupakan salah satu inovasi yang dapat menyembuhkan penyakit maag. Dalam produk ini juga mencelaskan cara membuat teh helbal teunkap, awal yang di lakukan menyediakan daun kapuk 10-15 helai lalu cuci bersih daun kapuk tersebut, setalah di cuci pisahkan batang tengah daun kapuk dari daun tersebut agar mudah halus. Setelah melakukan proses penghalusan maka langkah selanjutnya adalah mengeringkan daun kapuk tersebut di bawa sinar matahari tunggu hingga 3-4 jam hingga daun betul-betul kering.  Cara menyajikan teh helbal teunkap dengan mendidihkan air, dan masukkan 2 sendok herbal teunkap kedalam gelas dan tuangkan air mendidih kedalam gelas yang berisi herbal teunkap aduk hingga berubah warna menjadi merah kecokatan saring sisa daun kapuk dan diamkan hingga hanga dan siap di sajikan.
(TIZERBIL) TIMBAL STABILIZER DEVICE DENGAN KANDUNGAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) SEBAGAI SOLUSI PENCEMARAN UDARA Anjaz Tika Galuh Pratiwi; Nurshasa Awalia; Fadlur Rahman Taib Hasan
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir kualitas udara Indonesia mengalami penurunan yang  cukup signifikan. Pencemaran udara terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk yang berdampak pada kenaikan aktivitas industri dan melonjaknnya penggunaan alat transportasi. Tujuh puluh persen penyebab pencemaran udara di perkotaan berasal dari emisi kendaraan yang melepaskan banyak polutan terutama timbal. Timbal termasuk logam berat yang bersifat toksik dan karsinogenik dalam tubuh. Timbal dapat masuk ke tubuh melalui kulit, pernafasan, pencernaan (makanan dan minuman) yang mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Keracunan timbal sering terjadi pada pekerja bengkel, pekerja jalan tol, supir angkutan umum, serta petugas SPBU. Kadar timbal di udara dapat dikurangi melalui penyerapan oleh stomata-stomata pada pohon tertentu. Jenis yang direkomendasikan sebagai tanaman penyerap timbal yaitu pinus, beringin, kemuning, flamboyan, dan bintaro. Namun banyaknya pohon yang diperlukan dan sempitnya lahan untuk penanaman pohon terutama di ruas jalan perkotaan menyulitkan upaya penurunan kadar timbal. Dengan demikian perlu adanya inovasi baru guna mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya dengan membuat suatu perangkat yang praktis, otomatis, ekonomis, dan memudahkan penurunan kadar timbal udara. Metode yang digunakan dalam gagasan ini adalah studi literatur. Artikel ilmiah dan data terbaru yang relevan dikumpulkan, dikaji, dan dianalisis sehingga dapat disimpulkan menjadi gagasan utuh. Berdasarkan analisis gagasan utuh tersebut, timbal dalam bentuk kompleks bersifat lebih stabil dan lebih aman di lingkungan. Senyawa tanin mampu membentuk kompleks dengan timbal. Tanin banyak terkandung dalam daun belimbing wuluh. Tanin dari ekstrak daun belimbing wuluh dimasukkan dalam suatu alat dengan prototipe yang dapat bergerak ke segala arah menyemprotkan tanin secara luas ke udara untuk menstabilkan timbal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10