Articles
285 Documents
HUTAN 3B (BAKAU, BACA DAN BUDAYA) UPAYA PENCEGAHAN ABRASI DAN PEMANFAATAN AREA PUBLIK BERBASIS WISATA PHINISI DI PANTAI BAJANG KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
A. Sarifah Nur Rahmi;
Masyita Sawal;
Nur Karmilawati Abdis
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.248 KB)
Kemaritiman Indonesia merupakan sektor yang paling berpengaruh karena wilayah Indonesia yang didominasi laut. Kegiatan yang dilakukan di laut berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan dilaut serta meliputi semua kegiatan eksplorasi dan ekploitasi sumber daya laut. Salah satu masalah kemaritiman yang hampir terjadi diseluruh wilayah pesisir pantai yang ada di Indonesia adalah abrasi pantai. Di kecamatan Herlang Ksbupaten Bulukumba terdapat suatu pantai yang mengalami abrasi cukup parah yaitu pantai Bajang. Abrasi pantai yang terjadi di Pantai Bajang membuat garis pantai semakin menyempit akibat pengikisan pantai oleh gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Pencegahan abrasi pantai bisa dilakukan dengan membuat ekosistem baru yang mampu menahan gelombang arus laut dan dapat dimanfaatkan sebagai area publik yangt bermanfaat untuk masyarakat sekitar pesisir. Upaya pengelolaan sumber daya laut dan pesisir yang kurang berwawasan lingkungan sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas kelautan. Salah satu pencegahan abrasi adalah hutan bakau yang dijadikan sebagai tempat membaca dan bermain yang bernilai edukatif dengan tetap mengangkat budaya lokal daerah sekitar. Hutan bakau memiliki kegunaan sebagai pencegahan terhadap abrasi pantai karena memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di diwilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dengan teknik analisis data yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Konsep hutan 3B (bakau, baca, dan budaya) yang merupakan solusi pencegahan abrasi dapat dimanfaatkan sebagai area publik dengan membuat taman baca dan taman bermain yang berbasis kebudayaan. Mengintegrasikan 3 fungsi berbeda ke dalam satu tempat yang sama. Pengaruh dari hutan 3B selain sebagai pemecah ombak juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar pesisir pantai Bajang kecamatan Herlang. Tujuan dari menginovasikan hutan bakau menjadi area publik memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Adanya hutan 3B (bakau,baca, dan budaya) di Pantai Bajang dapat menunjang kepentingan masyarakat.Kata kunci: Abrasi Pantai, Area Publik, Hutan 3B (Bakau, Baca, dan Budaya)
PENDEKATAN PROBLEM POSING BERLATAR COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Ashar Hidayah
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (81.936 KB)
Mutu pendidikan di sekolah terus ditingkatkan dengan berbagai usaha dan upaya yang telah dilakukan seperti penambahan jumlah buku pelajaran, penyempurnaan kurikulum, penataran guru-guru bidang studi, penambahan sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar mengajar dan pemantapan proses belajar mengajar. Pemantapan proses belajar mengajar, guru mempunyai peranan yang cukup penting, dimana hasil belajar anak didik bukan hanya dipengaruhi oleh penguasaan guru terhadap materi pelajaran, tetapi juga metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mangajar. Agar siswa temotivasi untuk belajar mandiri, maka rasa ingin tahu siswa perlu dikembangakan dan dibangkitkan. Tugas seorang guru di sekolah hanyalah memberikan jalan kepada siswa agar mampu belajar mandiri, pendekatan problem posing berlatar cooperative learning dalam pembelajaran dapat melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Dalam pembelajaran yang menerapkan pendekatan problem posing berlatar cooperative learning, perasaan tersebut dapat teratasi. Siswa ditintut untuk mengajukan masalah atau pertanyaan sesuai minat mereka dan memikirkan cara penyelesaiannya secara bersaa anggota kelompok. Perhatian dan komunikasi dalam pembelajaran, siswa melalui pendekatan problem posing berlatar cooperative learning akan lebih baik karena pertanyaan atau soal yang berkualitashanya mungkin dapat diajukan dan diselesaikan oleh siswa yang mempunyai perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelajaran. Kata Kunci : Cooperative Learning, Matematika, Problem Posing
AZDHIKIYA HIJAIYAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EDUKATIF DALAM MENINGKATKAN KARAKTER DAN KEMAMPUAN MINAT BACA HURUF HIJAIYAH PADA ANAK TK/TPA
Sitti Saenab;
Uswatun Hasanah;
Ita Purnamasari Rahman
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1086.724 KB)
Pendidikan diartikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik melalui bimbingan, pengajaran dan latihan untuk membantu peserta didik mengalami proses diri ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, diharapkan pendidik dapat melakukan bimbingan serta pengajaran pada peserta didik hingga pada akhirnya peserta didik menjadi pribadi yang dewasa. Akan tetapi banyak dari tenaga pendidik yang hanya menerapkan teori tanpa mempraktekkan kepada peserta didik sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan minat anak dalam belajar. Ada Beberapa Permasalahan yang sering ditemukan di sekolah adalah minimnya media pembelajaran pendidikan untuk membantu pendidik mengajarkan materi pembelajaran kepada peserta didik. Pendidik sebagai motivator dalam kegiatan proses belajar mengajar dituntut untuk lebih kreatif mengembangkan alat peraga pendidikan agar mampu memberikan pengajaran-pengajaran yang menyenangkan kepada anak dan tidak membosankan, karena anak lebih menyukai pembelajaran yang bersifat Edukatif yakni media permainan tetapi permainan disini tetap memiliki unsur edukasi. Melihat kondisi TK Mangasa Plus dan TPA Nurul Muhammad, kegiatan pembelajaran membaca huruf hijaiyah, minat belajar anak pada kegiatan tersebut terlihat masih rendah teknik pengajaran yang digunakan adalah buku iqro dan menulis dipapan tulis dengan menggunakan fasilitas apa adanya, minimnya keterampilan guru dalam mengembangkan metode pengajarannya sehingga tidak dapat menciptakan belajar yang baik, efektif dan efesien. Adapun penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi anak untuk meningkatkan kemampuan minat baca huruf hijiayah pada anak TK/TPA dalam mempelajari huruf-huruf hijaiyah dan harakat huruf melalui sebuah media pembelajran edukatif yang bernama Azdhikiya Hijaiyah. Penulisan ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memberikan gambaran dan memaparkan Azdhikiay Hijiayh dengan teknik pengumpulan data melalui 2 cara yaitu: 1) kajian pustaka dan 2) internet research. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa 1) konsep media pembelajaran Azdhikiya Hijaiyah pada anak TK/TPA dapat dijadikan sebagai sumber belajar agar pembelajaran menarik, menyenangkan, sehingga peserta didik tidak merasa jenuh dan bosan dalam proses kegiatan belajar huruf hijaiyah, disamping itu media pembelajaran juga dapat mengajarkan anak-anak huruf hijaiyah yang mana pembelajaran Edukatif disini dapat membentuk karakter dari individu anak itu sendiri akan pentingnya pembelajaran agama dalam tingkat TK/TPA.Kata kunci : Anak, Edukatif, dan Huruf Hijaiyah
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045
GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Awaliya B, Nur Afia
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaaan suatu bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan tetap dilestarikan, budaya mencakup keseluruhan tingkah laku dan adat istiadat yang telah berlangsung turun temurun yang mengakar dan diwarisi oleh masyarakat. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar dari ujung barat pulau Sumatera hingga Papua. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus globalisasi menjadi tantangan bagi suatu bangsa dalam upaya pelestarian kebudayaannya. Akses informasi dan komunikasi yang tidak dapat dibendung menjadikan mudahnya pergeseran budaya di suatu bangsa. Generasi muda merupakan generasi yang paling rentan mengalami pergeseran budaya. Sebagai generasi milenial atau disebut pula generasi Y yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat fungsi alat komunikasi dan media informasi tidak hanya dijadikan sebagai alat penunjang tetapi sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri. Melaui penelitian kepustakaan/library research dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan prosedur-prosedur pengumpulan analisis data yang sistematis, ditemukan upaya pelestarian budaya nusantara berbasis Cultural maps. Upaya ini diharapkan dapat menjadi ide solutif dalam peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda untuk melestarikan budaya nusantara.Kata Kunci: Budaya Nusantara, Cultural Maps, Indonesia Emas 2045